Five Minutes More

 

Title: Five Minutes More

Author: mmmpeb

Length: ficlet

Rating: G

Genre: AU, family

Cast:

  • Lee Jonghyun
  • Im Yoona
  • Lee Misoon (OC)

Disclaimer: http://www.facebook.com/setitikembuninspirasi/posts/10151533145026454

*********************************************

 

Hidup ini bukanlah suatu perlombaan. Hidup adalah tentang membuat skala prioritas. Prioritas apa yang kita miliki saat ini? Berikanlah pada seseorang yang kita kasihi, lima menit saja dari waktu yang kita miliki dan kita pastilah tidak akan menyesal selamanya.

 

“Eomma, ceritakan padaku bagaimana kau bisa jatuh cinta pada appa!”

Yoona yang tengah mengupas apel sontak berhenti, sedangkan Jonghyun hampir saja menumpahkan kopi paginya. Pertanyaan yang begitu mendadak dari remaja putri berusia sebelas tahun itu. Setengah jam ia terpekur menekuni komiknya, tiba-tiba saja pertanyaan itu melayang. Begitu mengejutkan.

“Kenapa tiba-tiba bertanya begitu, Misoon-ah?” tanya Yoona sembari kembali mengupas kulit apel. Ia potong apel itu menjadi enam bagian dan ia berikan pada Jonghyun yang sedang duduk di sampingnya.

“Aku hanya penasaran. Appa kan orangnya jorok, tapi eomma masih mau diajak menikah oleh appa!”

Lagi-lagi Jonghyun dibuat terkejut. Bagaimana bisa putrinya sendiri bicara begitu terus terangnya tentang ayahnya sendiri? Namun, tidak ada alasan untuk Jonghyun memarahi putrinya. Ia sadar betul dari siapa sifat putrinya itu berasal. Sama saja memarahi dirinya sendiri jika ia memarahi putrinya hanya karena hal itu.

“Kemarilah!” Jonghyun memberi isyarat pada Misoon untuk menghampirinya. Gadis itupun menutup komiknya dan berjalan ke pangkuan Jonghyun. “Jadi-“

“Jonghyun-ah, dia kan bertanya padaku, bukan padamu!” Yoona mencibir. Kalau sudah seperti itu, Jonghyun tidak bisa berkutik. Ia selalu luluh tiap kali melihat istrinya mencibir. Baginya, Yoona yang seperti itu sungguh menggemaskan.

Ditariknya bahu istrinya dan dipeluknya tubuh kurus itu. Yoona menggenggam tangan Misoon erat.

-

Flashback on

 

Pekerjaan yang begitu melelahkan membuat langkah kaki Yoona bergerak menuju taman kota. Sore hari adalah waktu yang tepat untuk me-refresh-kan diri di taman. Melihat pepohonan yang tumbuh di sekeliling taman, air mancur yang turun begitu indahnya, mendengar canda tawa anak-anak yang sedang bermain di bak pasir. Ia tidak memungkiri kalau ia sendiri iri dengan ibu-ibu yang sedang menemani anaknya bermain. Di usianya yang hampir berkepala tiga, ia masih belum menemukan pendamping hidup yang tepat menurutnya.

Ada yang yang begitu mencolok dari sekian banyak objek di taman. Taman didominasi oleh ibu-ibu yang tengah bergosip seraya menemani anak-anak mereka bermain, pasangan-pasangan remaja yang tengah dimabuk asmara, atau penjual-penjual makanan kecil yang bertengger di pinggiran taman. Namun, tidak untuk apa yang ia lihat di dekatnya.

Seorang pria muda nan tampan –Yoona mengakui itu- tengah sibuk membersihkan pipi anak perempuan yang terkena lumeran es krim dengan sapu tangan.

“Kembalilah bermain!” kata pria itu setelah memastikan tidak ada yang menempel lagi di pipi chubby itu. Anak perempuan itu tersenyum begitu riang. Ia berlari menuju bak pasir dan sibuk membuat sesuatu dengan pasir-pasir itu. Pandangan Yoona kembali terpaku pada sosok pria di dekatnya.

“Chogiyo! Itu putrimu?”

Pria itu menoleh pada Yoona. Entah apa yang membawa Yoona bertanya seperti itu.

“Iya, dia putriku! Ada apa?”

Yoona menangkap sesuatu yang dingin dari pria itu. Sepertinya ia tidak suka ditanya. Mungkin suasana hatinya sedang tidak baik, atau memang seperti itulah pembawaan diri dari pria asing itu.

“Putrimu cantik!”

“Benar, kah? Aku sudah sering mendengar yang seperti itu.”

“Anaknya begitu ceria, tapi tidak dengan ayahnya. Kau sedang ada masalah?”

Tatapan pria itu semakin memicing memandang Yoona. Risih.

“Maafkan aku! Aku tidak punya maksud apa-apa. Aku hanya terbiasa menangani orang yang sedang banyak masalah. Aku psikiater, jadi harap maklum.”

Yoona tersenyum begitu manis. Biasanya, setiap pria yang melihat senyuman itu akan luluh, tapi tidak dengan pria itu.

“Namamu siapa?”

Awalnya pria itu tidak ingin menanggapi pertanyaan itu, tapi toh Yoona hanya bertanya nama. Ia yakin wanita itu adalah wanita baik-baik yang tidak bermaksud untuk menjebaknya ke dalam sesuatu yang tidak diinginkannya.

“Namaku Lee Jonghyun!”

Yoona mengeluarkan sesuatu dari saku blazer-nya. Sebuah dompet kartu nama. Ia berikan kartu namanya pada Jonghyun.

“Kau pikir aku gila?” tanyanya menohok setelah membaca tulisan-tulisan di kertas kecil itu.

“Ke psikiater bukan berarti kau gila, Jonghyun-ssi! Aku tahu kau sedang dalam masalah yang berat, aku hanya ingin membantu menyalurkan emosimu agar tidak mengganggumu kehidupanmu kelak.”

Jonghyun terdiam memandangi kartu nama itu. Ia pikir mungkin seharusnya ia datang. Ia lelah memendam kesedihan yang berlarut-larut, ditambah masalah pekerjaannya yang membuatnya ingin bunuh diri kalau saja ia tidak mengingat putri semata wayangnya. Nasib seribu pegawai ada ditangannya kini.

“Aku pikir-pikir dulu!”

“Terserah Anda!”

Jonghyun menengok jam tangannya. Sudah hampir jam enam sore, waktunya untuk pulang ke rumah.

“Misoon-ah!” Jonghyun berteriak. Gadis kecil yang ia panggil Misoon itu menengok begitu mendengar teriakan Jonghyun. Dengan kaki kecilnya ia berlari menghampiri Jonghyun. “Ayo kita pulang!”

“Sebentar appa! Lima menit lagi, ya? Aku masih ingin main dengan teman-temanku. Istananya hampir jadi!” jawab gadis kecil itu polos. Jonghyun terenyum begitu lembut, sebagai isyarat kalau ia mengabulkan permintaan putri kecilnya yang manis. Senyuman yang tidak pernah terbayang oleh Yoona, apa lagi dari seorang Jonghyun yang tadi menyambutnya begitu dingin.

Lima menit berlalu, Jonghyun kembali memanggil Misoon.

“Appa, lima meniiit lagi! Ya, ya?” Misoon memohon begitu lucunya pada Jonghyun.

Jonghyun mengangguk menyetujui permintaan Misoon.

“Kau ayah yang sabar juga, ya! Aku pikir kau akan memaksa anakmu pulang.”

Jonghyun menoleh pada Yoona. Yoona terpaku melihat senyuman hangat yang dilayangkan Jonghyun untuknya.

“Istriku tewas karena supir truk yang ugal-ugalan saat sedang menemani Misoon bermain setahun yang lalu di sini. Aku tidak punya cukup waktu untuk menemani mereka. Untuk sekarang ini, aku akan memberikan seluruh waktuku yang ada untuk anakku meskipun hanya lima menit lagi. Aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Mungkin bagi anakku, dia mendapat bonus waktu lima menit untuk bermain pasir, bermain ayunan dan bermain yang lainnya. Padahal sesungguhnya akulah yang mendapat waktu tambahan untuk bisa terus melihatnya bermain, menikmati kebersamaan dan melihat canda tawanya. Aku tidak ingin kehilangan lagi orang yang berharga bagiku.”

Jonghyun terdiam sambil terpaku memandangi Misoon yang sedang tertawa ceria di kejauhan. Tak terasa air mata Yoona menetes.

Flashback off

-

 

“Sejak itulah aku menyukai ayahmu yang kau bilang jorok ini. Ia datang ke rumah sakit dan mencariku. Dan dengan dalih sebagai rasa terima kasih, ayahmu mengajakku makan malam.” Yoona mendekatkan diri pada Misoon, ia berbisik, “Sepertinya ayahmu menyukaiku pada pandangan pertama.”

“Yah, Im Yoona! Aku bisa mendengarmu!” Jonghyun mendelik pada Yoona. “Kau yang menyukaiku duluan!”

“Mengaku sajalah, Jonghyun! Kau bukan tipe orang yang dengan mudahnya mengajak makan malam pada orang asing sekalipun sebagai rasa terima kasih.”

“Yoona eomma benar!” Misoon memindahkan diri ke pangkuan Yoona. Ini berarti Jonghyun tidak mendapat dukungan.

“Kalian!”

Tanpa ampun Jonghyun memberikan serangan yang menggelitik pada Yoona dan Misoon. Namun, tak lama sebuah panggilan telepon memaksanya untuk berhenti.

“Ada apa?”

“….”

“Kan sudah kubilang jangan pernah memasukkan jadwal pertemuanku di hari Sabtu dan Minggu. Tolong atur ulang jadwalku!”

Jonghyun memutus sambungannya. Ia kembali menatap dua perempuan kesayangannya itu dan tersenyum begitu evil. Gelak tawa kembali memecah kesunyian.

Sabtu pagi yang cerah dan indah di kediaman keluarga Lee. Penuh dengan tawa dan kehangatan. Sebuah keadaan yang Jonghyun pikir tidak akan pernah ia dapatkan lagi setelah kehilangan istri tercintanya.

Jika ada pepatah waktu adalah uang, bagi Jonghyun waktu adalah keluarga.

 

 

END 

 

Aku bikin ini setelah baca link yang dishare temenku http://www.facebook.com/setitikembuninspirasi/posts/10151533145026454

Ambil hikmahnya dari cerita ini ^^

 

About these ads

20 thoughts on “Five Minutes More

  1. waktu kan akan terulang lagi kan. bener bgt nih.
    dahulan yg prioritas jadinya.
    ga nyangka awalnya kalo jonghyun itu duda ternyata itu bukan anak dr yoona hihi
    bagus ceritanya dalem jg.

  2. Wah ceritanya bener2 bagus. Ada nilai2 kehidupannya juga. Rasanya ikut senyum bahagia pas ngeliat keluarga kecil itu bercanda2 bareng di hari libur. Waktu libur emang mestinya harus dimanfaatin buat kumpul bareng keluarga. Good job author!

  3. eon punya 3 anak yg tiap saat bikin riweh ..
    saat si sulung minta sesuatu …. ehh belum eon penuhi ,.. 2 yg lain minta hal yg berbeda dala waktu bersamaan
    ( walau permintaan mereka nggak yg aneh2 ). Belum lagi saat saling berkelahi satu dengan yg lain ..
    dan pernah nyelip di hati .. ” minta yg kompak dunk Nak. Mamak kan CAPEK ngurusin kalian bertiga yg ributnya minta ampun ,.. blum lagi kerjaan kantor , rumah tangga dll”

    tapi saat ke 3nya bermalam di rumah neneknya .. dan rumah terasa sepi dan nggak lagi CAPEK beresin rumah yg biasanya berantakan
    duuhh ternyata rasa kehilangan anak2 segitu besarnya … kangen ” ributnya .. rewelnya .. berantemnya ”
    jadi adalah BENAR … ternyata WAKTU bersama keluarga memang sangatlah berarti , sesimple apapun momentnya :)

    FF’nya menyentuh banget :)

  4. wah, aku penggemar baru yoona sama jonghyun hehe salam kenal author..
    kalo d buat sekuelnya gmna author??kayanya tambah daebakk :) hehe gomawo

  5. aku buka link-nya… Lima Menit Lagi… hoho… dalem dan inspiratif bgt :) … *meskipun judulnya agak2 ngingetin sama lagu dangdut jadul… huehue… ~ lima menit lagi… ahh… ahh… ahh… ~ *malah nyanyi… lol*
    … tapi setelah baca ff ini, sepertinya kalau suatu saat nanti aku baca lagi kata2 “lima menit lagi”, aku bakal lebih inget sama ff ini + cerita inspiratif di belakangnya daripada lagu dangdut itu… thanks to you… ;)
    waktu yg berkualitas bareng keluarga memang sangat berharga… jangan sampai kita baru menyadarinya saat semuanya sudah terlambat :) … I’ve got it…^^
    seneng bgt udah diingetin + dikasih bonus ficlet Jonghyun-Yoona yg sweet & indah ini… hehehe… idenya keren dan pengemasannya kreatif bgt… daebak^^

  6. annyeong aku reader baru hhehe, aku dukung deerburning couple nih jadi banyakin yg pairnya lee jonghyun yoona yh

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s