I Still Love You

Author: Va & kang hyeri

Length: oneshot

Genre: romance, family

Rating: PG17

Cast:

  • Kang Minhyuk CNBLUE
  • Shinyong [OCs]
  • Hyena [OCs]

Disclaimer: plot nya punya Va, aku [kang hyeri] cuma edit-edit dikit ;p

Note: selamat membaca dan jangan lupa komen

*************************************************************************

 

 

Shin Yong Pov.

 

Akhirnya aku menginjakan kakiku di tanah kelahiranku setelah 6 tahun tinggal di Amerika, tepatnya California.

“Eomma, aku ingin jalan kaki saja, aku tak mau digendong,” pinta Hyena. Akupun menurutinya, kuturunkan Hyena dari gendonganku.

Hyena adalah putri kecilku, usianya kini menginjak lima tahun. Saat aku pergi ke Amerika, aku sedang mengandung satu bulan, saat itupun usiaku baru 19 tahun. Ya aku menikah muda hingga akhirnya aku bercerai dengan suamiku. Ternyata kami sama-sama masih labil, seringkali terjadi  pertengkaran di antara kami hanya karena masalah sepele. Entah itu karena namja yang datang ke rumah (teman lamaku), masakanku yang keasinan, telat membangunkannya sehingga namja itu terlambat kuliah –dia melanjutkan kuliah sedangkan aku di rumah-, dia yang membawa teman yeoja nya untuk mengerjakan tugas kelompok dan masih banyak lagi. Semua itu kami diributkan.

Aku dan suamiku berpacaran saat kami kelas dua SMA. Di sekolah dulu, dia merupakan salah satu namja paling populer. Banyak sekali yeoja yang memujanya. Sebenarnya aku tidak terlalu mengaguminya. Namun aku tidak menyangka kalau namja tampan itu menyukaiku. Karena aku merasa mendapat durian runtuh, akupun menerimanya saat dia menembakku. Dan lama kelamaan rasa suka kami berganti menjadi cinta.

Tepat di hari kelulusan kami, dia melamarku. Tentu saja aku menerimanya. Kami pikir setelah menikah, hubungan kami akan berjalan mulus seperti saat kami berpacaran. Ternyata kami salah besar.

Pada akhirnya kami memutuskan untuk bercerai di usia pernikahan kami yang baru berjalan enam bulan. Keputusan yang tergesa-gesa. Kami masih diselimuti emosi saat itu sehingga akal sehat kami tidak berfungsi sama sekali. Dan setelah penandatanganan surat perceraian, entah kenapa aku merasa sangat menyesal.

Kalian bertanya-tanya apakah aku masih mencintainya? Hati kecilku berkata iya. Aku masih mencintainya. Dan karena itulah aku masih bertahan dengan kesendirianku.

 

 

 

TINGTONG TINGTONG!

Aku menekan bel rumahku.

CKLEK!

Seseorang membuka pintu dari dalam dan dia adalah eomma.

“Omona…..! Shinyong? Nomu bogoshipo! Akhirnya kau sampai juga,” seru eomma seraya memelukku. Kemudian dia menatapku lekat. Terdapat pancaran kerinduan di balik matanya yang berkaca-kaca. Dan tak terasa mataku jadi panas.

“Tunggu dulu!” eomma menoleh ke arah Hyena yang tangannya sedang kugandeng. “Apa dia…. Hyena??? Cucuku??”

“Ne! Dia Hyeba, cucu eomma.”

“Annyeong, halmoni,” sapahye Na sembari tersenyum manis.

“Hyena, kau cantik sekali! Sudah lama sekali aku tidak bertemu denganmu,” ucap eomma. Ia pun menggendong Hyena dan menciumi kedua pipi chubby Hyena.

“Dua tahun!” seru Hyena sambil menunjukkan dua jari tangan mungilnya. “Halmoni berkunjung ke tempatku terakhir dua tahun yang lalu.”

“Omo.. kau pintar sekali! Ayo masuk!”

Akupun menggiring sebuah koper besar. Sebenarnya masih banyak lagi barang bawaanku, tapi aku sengaja mengirimnya lewat jasa pengiriman barang dan mungkin baru sampai besok.

Aku berniat akan tinggal di sini. Di Korea.

 

 

 

Aku mengantar Hyena ke kamar, sudah waktunya untuk tidur. Lagi pula besok dia harus sekolah. Eomma sudah mengurusnya.

Aku duduk di samping eomma yang sedang menonton televisi.

“Kapan appa kembali dari Jepang?” tanyaku membuka percakapan.

“Mungkin dua minggu lagi.”

Sesudah itu tidak ada percakapan lagi karena acara televisi yang berhasil menyita perhatian kami.

“Shinyong-ah?”

“Ne?”

“Sampai kapan kau akan merahasiakan Hyena dari mantan suamimu itu?” tanya eomma.

Aku menghelan nafas dalam-dalam. Sudah kuduga kalau eomma akan membahas ini.

“Mwolla! Aku juga merasa kasihan pada Hyena, ia sering kali menanyakan appanya. Eomma, aku ke kamar dulu.” Aku beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamarku yang letaknya persis di samping kamar Hyena.

Kubanting diriku di atas tempat tidur. Pikiranku kini melayang pada sosok namja itu, mantan suamiku. Aku memang merahasiakan ini padanya. Hanya orang tuaku yang tahu tentang kehamilanku dan aku meminta mereka untuk merahasiakannya. Dan alasanku ke Amerika ya untuk menyembunyikan hal itu darinya.

Di negeri sana, aku hanya hidup berdua dengan Hyena. Berawal dari bisnis kecil-kecilan hingga aku membuka sebuah butik yang ramai pengunjung. Aku sadar, Korean wave telah merembet ke Amerika. Dan keputusanku membuka butik pakaian yang sedang tren di Korea di sana ternyata sangat tepat. Akupun juga membuka online shop, khusus pelanggan yang berdomisili di Amerika.

 

***

 

“Hyena, ppali! Habiskan sarapanmu, nanti kau bisa terlambat pergi ke sekolah barumu,” kataku seraya menjepit poni rambutnya yang mulai panjang.

“Ne, eomma!” balas Hyena.

Anakku melahap makanannya dengan cepat, tak lupa dia menenggak susu coklatnya. Kemudian dia berlari menghampiri eomma dan mencium kedua pipi neneknya itu. Aku hanya tersenyum memandang tingkahnya.

“Kajja!” ajak Hyena. Dia menarik tanganku dan berjalan menuju bagasi mobil.

Sekolah Hyena tidak begitu jauh dari rumah. Dengan mobil, hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai di sekolah baru Hyena.

“Eomma, ini sekolah baru ku?” tanya Hyena seraya memandang lurus bangunan kokoh yang ada di depan kami.

“Ne, semoga kau senang bersekolah di sini,” ucapku sembari mengelus rambut Hyena. “Kajja, kita harus bertemu dengan wali kelasmu dulu.”

 

Minhyuk Pov

 

Seperti biasa jam 12 siang, aku menyempatkan diri menjemput keponakanku yang bernama Jimmy di sela-sela istirahat kantorku. Dia anak noona-ku. Karena dia menikah dengan pria Eropa, diapun menamai anaknya dengan nama asing. Yeah, Kang Jimmy. Kakak iparku tentu saja tidak bermarga sehingga Jimmy menggunakan marga ibunya.

Saat aku menunggu Jimmy sembari bersandar ke mobil, aku melihat seseorang yang sangat tak asing bagiku.

“Eomma..!” teriak seorang gadis gecil yang umurnya kira-kira sebaya dengan Jimmy. Gadis kecil itu berlari kecil ke arah yeoja yang kini berhasil membuat dadaku bergemuruh, dan mereka berpelukan layaknya ibu dan anak.

“Ya Tuhan?! Bukankah itu Shinyong? Dan anak kecil itu… memanggilnya… eomma? Apa jangan-jangan…..??”

Tanpa sadar aku berjalan mendekat kearah mereka berdua yang sedang berpelukan.

“Shinyong-ssi?” ucapku sembari menatap yeoja yang kini ada dihadapanku.

Dia berdiri dan menatapku terkejut. “Min…minhyuk?”

Astaga!! Di benar-benar Shinyong! Shinyong yang aku cari selama ini.

“Shinyong…kau benar-benar Shinyong kan??” tanyaku lagi. “Ya…kau pasti benar-benar Shinyong!” spontan aku memeluknya.

“Ya! Lepaskan aku, Minhyuk!” Ia berusaha melepaskan diri dan akupun melepasnya. Dia menatapku tajam. Apakah dia semarah itu padaku?

Pandanganku beralih pada gadis kecil yang sedang menatapku kebingungan

“Siapa dia?”

Dia kembali menatapku tajam, lalu mengalihkan pandangannya dariku.

“Dia putriku” jawab Shinyong sekenanya.

“Mworago? Putrimu? Apa….”

“Anakku bukan berarti anakmu, Kang Minhyuk!” ucap Shinyong sinis, ia pun segera menggendong gadis kecil itu dan pergi meninggalkanku.

“Eomma, siapa ahjussi itu?” tanya gadis kecil itu, sayup-sayup aku bisa mendengar suaranya yang mulai mengecil.

“Dia bukan siapa-siapa, Hyena!”

Aku benar-benar tak percaya akhirnya aku bisa bertemu dengan Shinyong. Apa mungkin gadis kecil yang bernama Hyena itu adalah anakku? Aku benar-benar bingung dengan kata-katanya tadi. Jangan-jangan… dia sudah berhubungan dengan namja lain! ANDWAE! Enam tahun aku menantinya dan aku tidak mau pertemuan kami tadi sia-sia.

 

Shin Yong Pov.

 

Setelah 6 tahun tak bertemu, kenapa aku di pertemukan kembali dengannya? Padahal dengan susah payah aku berusaha melupakannya, tapi kenapa ia kembali hadir dihadapanku?

Oh tidak, senyumku tidak mau memudar.

Aku… aku senang..

 

Author Pov.

 

Malam ini Min Hyuk benar-benar tak bisa tidur, ia masih saja teringat dengan kejadian tadi siang. Di pikirannya penuh sekali dengan pertanyaan-pertanyaan. Dari mana saja Shinyong selama ini, apakah Hyena anaknya kah, atau apakah Shinyong masih mencintainya. Pertanyaan-pertanyaan itu selalu melayang.

Sementara di tempat lain, Hyena lagi-lagi merengek pada Shinyong. Ia terus saja meminta Shinyong untuk mempertemukannya dengan ayahnya. Shinyong benar-benar bingung, ia tak tau apa yang harus ia lakukan. Memang salahnya sendiri menjanjikan sesuatu yang sebenarnya enggan dia lakukan, mempertemukan Hyena dengan ayahnya begitu mereka di Korea

 

***

 

“Eomma kemana sih? Kenapa belum datang  menjemput?” gumam Hyena sembari berjongkok.

“Annyeong!” sapa Minhyuk dan kemudian ikut berjongkok.

“Ahjussi yang kemarin?” tunjuk Hyena pada Minhyuk. “Ahjussi teman eomma, ya?”

Minhyuk sedikit terkejut mendengar ucapan Hyena barusan. Tiba-tiba terbesit sesuatu dipikiran Minhyuk.

“Aku appa-mu!” jawab Minhyuk asal.

“Appa? Kau appa-ku?” tanya Hyena dengan nada polosnya.

“Ye!” jawab Minhyuk

Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah jauh. Shinyong berlari menuju ke arah mereka.

“Jangan dekati anakku!” teriak Shin Yong sembari menggendong Hyena.

“Shinyong-ah, kenapa kau harus memisahkan dia dengan ayahnya sendiri?”

“Mworago? Siapa yang kau maksud ayah? Hyena tidak punya ayah! Aku ayah sekaligus ibunya, jadi jangan sekali-kali kau mengaku sebagai ayahnya.” Shinyong mulai kesal, ia pun bergegas menuju mobilnya.

“Shinyong, tunggu dulu!” teriak Minhyuk.

Minhyuk berlari mengejar Shinyong yang sudah berjalan cukup jauh dan akhirnya berhasil menghadangnya.

“Dia benar anakku kan?” tanya Minhyuk seraya mencengkram bahu Shinyong.

“Sudah kubilang bukan!” geram Shinyong.

“Kalau dia bukan anakku, kenapa kau melarangku bertemu dengannya? Kalau kau ayah sekaligus ibunya, mana ayah yang sebenarnya?” kini Minhyuk yang mulai kesal.

Shinyong berusaha melepaskan diri dari cengkraman Minhyuk.

“Itu bukan urusanmu lagi jika Hyena adalah anakmu!” seru Shinyong acuh.

“Jadi… Hyena benar anakku.. Kenapa kau tidak memberitahuku?” tanya Minhyuk lembut. Entah kenapa rasa kesalnya kini sudah menghilang.

“Untuk apa? Kita sudah menandatangani surat perceraian dan tidak mungkin kemudian aku memberitahumu kalau aku sedang mengandung Hynena satu bulan!!” suara keras Shinyong mampu memancing perhatian orang-orang disekitar. Shinyong –yang masih menggendong Hyena- berjalan menuju mobilnya, meninggalkan Minhyuk yang masih terpaku.

“Arhhhhg, sial! Jadi saat itu dia sedang mengandung? Tapi kenapa dia tidak bilang, kalau saja dia bilang aku pasti membatalkan perceraian itu,” gumam Minhyuk.

 

 

 

“Eomma, benarkah ahjjussi itu appa-ku? Eomma….jawab aku???” Hyena terus saja menanyakan hal itu sepanjang jalan hingga sampai di rumah. Shinyong hanya diam seribu bahasa, ia sama sekali tak menjawab pertanyaan putri kecilnya itu.

“Eomma…….” Hye Na terus merengek.

“Kau kenapa” tanya ibu Shinyong pada cucunya itu.

“Halmoni.. tadi aku bertemu dengan seseorang dan dia bilang dia adalah appa ku, halmoni apa kau tau appa ku?” tanya Hyena.

“Ne! Tentu saja aku tahu. Appa mu sangat tampan, apa orang tadi wajahnya tampan?” tanya yeoja tua itu seraya mengelus-elus rambut halus Shinyong.

“Ye, halmoni! Nomu nomu nomu meotjyeo,” ucap Hyena.

“Mungkin saja dia appa mu.”

“Jinca????” tanya Hyena dengan mata yang berbinar-binar.

“Ne!”

Hyenapun memeluk neneknya erat.

 

***

 

“Shinyong-ah, mungkin ini saatnya kau mempertemukan Hyena dengan Minhyuk. Mumpung hari ini hari Minggu,” ucap ibu Shinyong.

”Itu tidak perlu! Hyena sudah bertemu dengannya 2 kali.”

“Maksudku mempertemukan mereka layaknya ayah dan anak.”

Shinyong menyesap teh hangat sebagai salah satu menu sarapan paginya. Kemudian dia menghela nafas panjang.

“Ne, ne, ne! Baiklah! Aku akan segera mempertemukan mereka,” ucap Shinyong sembari berjalan menuju kamarnya.

 

Shin Yong Pov.

 

Sudah kuputuskan hari ini aku akan mempertemukan Hyena dengan Minhyuk. Aku sudah memikirkan ini sejak kemarin, jauh sebelum eomma memintaku tadi pagi. Aku hanya tidak mau anakku tidak mengenal ayahnya sendiri.

“Hyena, habiskan sarapan mu! Apa kau tau hari ini eomma mu akan mempertemukanmu dengan appa mu?” tanya eomma pada Hyena.

“Jinca????” Kini Hyena sangat antusias.

“Ne! Apa kau senang??” tanya eomma.

“Ne, halmoni! Nomu Joahae. Apa appa setampan ahjusi itu?” tanya Hyena polos.

“Lihat saja nanti.”

Hyena sangat senang sekali, entah kenapa aku yang melihatnya dari kejauhan juga ikut senang. Aku akan sangat bahagia jika anakku bahagia.

 

11:00

 

“Eomma, kita mau ke mana?”

“Kita mau ke rumah appamu,” jawabku sekenanya. Tatapanku masih terfokus pada jalanan yang mobilku lalui. “Wae?”

“Aku lapar, eomma,” rengek Hyena.

“Mwo??? Tadi kan kau sudah makan.”

“Tapi aku lapar lagi, eomma!!”

“Ne, baiklah! Sebelum bertemu dengan appa, kita pergi makan dulu.”

“Asik!!!” balas Hyena kegirangan.

Aku menepikan mobilku di depan sebuah restoran kecil. Aku mengajak Hyena ke sini karena ini tempat favoritku dan Minhyuk dulu. Salah satu tempat yang sangat ingin aku kunjungi begitu aku sampai di Korea.

“Eomma, kita makan di sini?” tanya Hyena.

“Ne, kau tidak suka??” tanyaku.

“Aniyo! Hajiman…restorannya kecil….” ucap Hyena dengan polos.

Ya, ini pertama kalinya Hyena makan di restoran kecil. Salahku sendiri memang membiasakannya makan di restoran yang cukup mewah sewaktu kami di California.

Kau tidak tahu, Hyena. Ini tempat kenangan orang tuamu dulu.

“Duduklah!” perintahku.

Hyenapun duduk di kursi sebrangku. Matanya menerawang ke segala arah, menengok kanan kiri.

“Ahjussi,” pekik Hyena dan ia pun  berlari mendekati seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Minhyuk, orang yang ingin kami temui.

Hyena menarik tangan Minhyuk dan mengajaknya ke meja kami.

“Annyeong!” sapa Minhyuk ramah. Rindu sekali aku dengan suara ramahnya.

“Annyeong! Kebetulan sekali kau ada di sini,” kataku acuh agar dia tidak bisa membaca isi hatiku

“Kebetulan? Kau ingin bertemu denganku? Sepertinya ada hal yang penting,” ucap Minhyuk.

“Ne! Sebenarnya….ini semua karena Hyena, ia ingin sekali bertemu dengan ayahnya,” kataku sembari menatap wajah Minhyuk. kemudian aku menoleh ke arah Hyena.

“Hyena,bukankah kau ingin sekali bertemu dengan appamu?” tanyaku.

Hyena mengangguk dengan semangat.

“Ahjussi ini adalah appamu,” kataku lagi.

“Jinca????”

Aku mengangguk. Sepertinya dia sangat senang.

“Waaa! Appaku tampan sekali, seperti pangeran yang ada di buku dongeng ku,” ucap Hyena sembari tersenyum. Hyena mencium pipi Minhyuk dan Minhyukpun membalas ciumannya.

“Jadi dia benar anakku, kan? Kenapa waktu itu kau bilang bukan?” selidik Minhyuk. Matanya menatap lekat mataku. Aku mengacuhkannya, enggan menjawab pertanyaan yang dilontarkan Minhyuk tadi.

“Appa, kenapa appa tidak tinggal bersama dengan eomma???” tanya Hyena polos. Aku dan Minhyuk hanya diam membisu, saling memandang satu sama lain.

Minhyuk tidak banyak berubah, dia tetap tampan. Aish, buang jauh-jauh pikiran itu, Shinyong!

“Ah, appa dan eomma sedang ada masalah, jadi kami tidak bisa tinggal bersama,” ucap Minhyuk sembari tersenyum.

“Oh, begitu!” ucap Hyena. “Asyik, makanan nya datang! Appa kau juga mau makan?” tanya Hyena.

“Ani, appa masih kenyang, kau saja yang makan,” ucap Min Hyuk.

Hyena memakan makanannya, duduk di atas pangkuan Minhyuk. Belum pernah aku melihat anakku sebahagia ini. Melihatnya bahagia begini membuatku ikut bahagia.

Setelah makan, tiba-tiba saja Hyena menguap dan dengan cepat dia terlelap. Itu berarti hanya ada aku dan Minhyuk.

“Shinyong, kenapa kau tak memberitahuku kalau waktu itu kau sedang hamil?” tanya Minhyuk.

“Aku kan sudah pernah bilang kalau saat itu kita sudah bercerai. Tidak ada urusan lagi di antara kita,” ucap Shinyong sinis.

“Tapi aku berhak untuk mengetahuinya.”

“Sudah lah, kita tidak perlu membahas hal ini!” kataku ketus.

Minhyuk hanya terdiam, begitu juga aku. Ingin sekali pergi dari isini tapi rasanya sulit untuk beranjak.

“Aku dengar dari Chaerin, kau pindah ke Amerika. Benar?”

Chaerin? Aish, pasti eomma yang memberitahu pada sahabatku itu.

“Ne, itu benar! Setelah kita bercerai, aku pergi ke amerika dan aku tinggal di sana selama enam tahun,” tuturku.

“Jadi kau sendirian membesarkan Hyena?” tanyanya.

“Ne, aku membesarkan nya sendiri. Apa kau tau betapa beratnya hari-hari yang aku jalani??? Belum lagi aku harus menyelesaikan kuliah ku, dan bekerja demi menghidupi kami berdua,” ucap ku sembari menatap tajam ke arah Minhyuk.

“Mianhae…mianhae……” katanya seraya meundukkan kepalanya.

“Sudah lah, permintaan maafmu tidak mengubah segalanya. Seperti nya kita tidak ada urusan lagi,” kataku. Kemudian aku beranjak dari kursi dan hendak menggendong Hyena yang ada di pangkuan Minhyuk.

“Biar aku yang menggendongnya sampai ke mobil mu,” ucap Minhyuk. ”Apa aku bisa bertemu dengan Hyena lagi??” tanya Minhyuk.

“Tentu saja, kau masih ingat kan alamat rumahku? Kau bisa kapan saja datang untuk menemui Hyena.”

 

 

 

“Eomma, aku pulang,” kataku begitu sampai di ambang pintu rumah.

“Ah, bagaimana? Apa dia senang bertemu dengan ayahnya?” tanya eomma.

“Ne, dia sangat senang,” jawabku. “Eomma, aku istirahat dulu ya,” kataku. Akupun bergegas menuju kamarku dengan Hyena yang masih terlelap di gendonganku.

 

Author Pov.

 

Terlihat kegembiraan di wajah Minhyuk, ia amat senang saat bertemu dengan anaknya sendiri terlebih lagi Shinyong mengijinkannya untuk bertemu dengan Hyena kapan saja.

“Eomma, aku pulang!” ucap Minhyuk.

“Wa.. kau terlihat gembira sekali. Ada apa? Apa karena pernikahanmu?” tanya ibu Minhyuk.

“Anio,” ucap Minhyuk. “Eomma, aku istirahat dulu ya.”

 

***

 

Beberapa hari kemudian, di sore hari, Minhyuk datang ke rumah Shinyong. Ia ingin sekali menemui putrinya.

“APPA…..” teriak Hyena sembari berlari ke arah Minhyuk.

“Apa kau merindukan appa?’ tanya Minhyuk.

“Ne, appa,” ucap Hyena sembari mengangguk.

“Apa kau mau menginap di rumah appa?” tanya Minhyuk pada Hyena.

“Aku mau….aku mau…” seru Hyena bersemangat. “Eomma, ijinkan aku menginap di rumah appa ya….?” pinta Hyena sembari menggoyang-goyangkan tangan kanan Shinyong yang masih acuh dengan kedatangan Minhyuk.

“Ne!” jawab Shinyong singkat.

Shinyong pun segera mengemasi pakaian Hyena.

 

 

 

“Eomma, aku pulang,” seru Minhyuk begitu mereka berdua sampai di ambang pintu rumah Minhyuk.

Sang ibu berjalan menghampiri mereka. “Kau dari mana saja? Apa kau sudah membeli cincin untuk pernikahanmu? Eh, siapa anak kecil ini?” tanya ibu Minhyuk.

“Anio. Eomma, sepertinya aku akan membatalkan pernikahanku,” ucap Minhyuk.

“Mwo?? Apa aku tidak salah dengar?” tanya ibu Minhyuk pada anaknya itu dengan sedikit terkejut.

“Bukankah aku terpaksa menerima pertunangan itu? Sebenarnya aku tidak menaruh hati pada Gikyong. Dan… kenalkan ini putriku.”

Ibunya Minhyuk rasanya ingin pingsan. Setelah mendengar berita pembatalan pernikahan anaknya, kini dia mendengar kalau dia memiliki seorang cucu yang berumur lima tahun.

“Mwo?? Apa kau punya anak di luar nikah?” tanya yeoja itu.

“Anio, ini buah cintaku dan Shinyong,” jawab Minhyuk.

“Jinca?????” eomma masih tak percaya..

“Annyeonghaseyo, halmoni! Kang Hye Na imnida! Manaseo bangapseumnida!” ucap Hyena sembari sedikit membungkuk.

“Aigoo, kau cantik sekali. Kemarilah!” Hyenapun berlari menuju sang nenek dan mencium kedua pipinya. “Aku tak menyangka kau jadi seorang appa dan aku menjadi seorang halmoni.”

“Apa kau senang eomma?” tanya Minhyuk.

“Ne, tentu saja! Mana Shinyong?”

Minhyuk menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal. “Dia.. tidak mau ke sini.”

“Lalu, bagaimana degan Gikyong? Kau benar tidak mencintainya?”

Minhyuk menggangguk mantap. “Aku harus membatalkan rencana pernikahan kami, aku yakin dia pasti mengerti.”

“Ya, apa kau masih mencintai Shinyong?”

“Ne, eomma! Dari dulu aku masih mencintainya, terlebih lagi dia memberiku seorang putri cantik, rasanya aku ingin kembali hidup bersamanya,” ucap Min Hyuk.

“Kalau begitu, dapat kan kembali hatinya, dan bagun kembali keluarga kecilmu itu. Eomma sangat mendukungmu.”

Minhyuk senang karena niatannya mendapat dukungan dari ibunya.

“Ne, eomma! Gomawoyo.”

Minhyuk tidak bisa berhenti tersenyum.

 

Min Hyuk Pov

 

Jujur ku akui aku masih sangat mencintai Shinyong, aku ingin hidup bersamanya lagi. Ya Tuhan, terima kasih karena Kau mengirimkan Hyena pada kami, mungkin Hyena akan membuatku dan Shinyong bersama kembali.

“Shin Yong, kebiasaanmu benar-benar menurun pada anak kita. Rupanya Hyena suka memelintir rambutnya sebelum tidur. Sama seperti kau,” gumamku sembari tersenyum melihat Hyena tertidur pulang di sampingku.

 

***

 

“Minhyuk? Gikyong datang,” teriak eomma dari lantai bawah. Akupun berlari menghampiri Gikyong. Aku harus menjelaskannya.

“Ah, Gikyong? Kenapa ke sini? kebetulan sekali ada yang ingin aku bicarakan dengamu.”

“Aku ingin kita berbelanja untuk keperluan pernikahan kita dua minggu lagi. Eh, kau mau bicara apa?” tanya Gikyong.

“Appa? Appa?” teriak Hye Na. Hyena muncul dari arah dapur dan berlari ke arahku.

“Appa? Apa aku tidak salah dengar? Dia memangilmu appa?” tanya Gikyong menyelidik. Sepertinya dia terkejut sekali. Yah sudah sewajarnya.

“Ne, dia adalah putriku, dan inilah yang ingin kubicarakan denganmu.”

“Mwo? Kau bercanda kan?” tanya Gikyong masih tak percaya.

“Aku kan pernah bilang, kalau aku pernah menikah.”

“Ne! Tapi kau tak bilang kalau kau punya seorang anak!”

“Aku juga baru tau kalau aku punya seorang anak. Selama ini mantan istriku merahasiakannya dan aku berencana untuk rujuk , menata rumah tangga kami kembali.”

Gikyong hanya terdiam begitu mendengar penjelasanku. Awalnya wajahnya masam, tapi tiba-tiba dia tersenyum.

“Akhirnya aku bisa kembali ke namja yang aku cintai.”

 

Shin Yong Pov.

 

Sore itu aku sedang membaca buku di taman belakang. Tiba-tiba aku mendengar suara Hyena.

“Eomma!!! Aku pulang!”

Hyena berlari ke arahku dan langsung memelukku.

“Apa kau senang tidur di rumah appa?” tanyaku seraya mengelus rambut Hyena.

“Ne, aku sangat-sangat senang!” ucap Hyena.

Ternyata Hyena tidak sendirian, Minhyuk tiba-tiba muncul.

“Shinyong-ah, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan,” ucap Minhyuk.

Eh, dia mau membicarakan apa? Sepertinya ada hal yang sangat serius.

“Hyena, masuk kamarmu ya!” perintahku pada Hyena. Untunglah dia menurutiku.

Minhyukpun duduk di sampingku.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanyaku sinis.

Minhyuk menggenggam tanganku dan entah kenapa aku tidak berniat menepisnya. Rasanya rindu dengan genggaman Minhyuk.

“Aku tahu mungkin ini terlalu buru-buru. Tapi aku ingin…. kau jadi istriku lagi. Aku ingin kau, aku dan Hyena hidup bersama.”

Aku menepis genggamannya. “Apa kau bercanda?” tanyaku.

“Anio! Aku benar-benar masih mencintaimu.” Minhyuk kembali menggenggam tanganku. Aku ingin melepasnya tapi genggaman Minhyuk terlalu kuat. “Ayolah! Kau juga harus memikirkan masa depan Hyena, dia juga pasti ingin kita bersama,” ucap Min Hyuk lagi.

Aku terdiam, aku benar-benar bingung, di sisi lain aku juga masih mencintainya, tapi di sisi lain aku takut pernikahan kami tak akan bertahan lama. Namun apa yang dikatakan Minhyuk memang benar. Hyena pasti ingin aku dan Minhyuk bersama.

Tiba-tiba air mataku jatuh.

“Kenapa kau menangis?” tanya Minhyuk seraya menghapus air mata di pipiku.

“Aku bingung, Minhyuk! Aku takut pernikahan kita lagi-lagi tidak berjalan mulus.”

Minhyuk memelukku dan rasanya hatiku sangat tenang berada di pelukannya. Aku bisa merasakan debaran jantung Minhyuk yang bergerak dengan cepat.

Minhyuk mengecup keningku, kemudian hidungku dan terakhir bibirku. Awalnya dia hanya mengecup bibirku sekilas, tapi tangannya merengkuh daguku dan mulai melumat bibirku dengan lembut. Aku mengalungkan tanganku di lehernya, tanganku menyusup di sela-sela rambut kecoklatannya. Rasanya aku suka permainannya.

Entah setan apa yang merasuki tubuh Minhyuk, mantan suamiku itu semakin ganas menciumku. Dia menggigit bibir bawahku dan sontak mulutku terbuka dan tahu-tahu dia menyusupi lidahnya, menjelajahi setiap rongga di mulutku.

Kami kehabisan nafas, saling menarik diri untuk bernafas.

“Jadi, kau mau menjadi istriku lagi?” bisik Minhyuk tepat di telingaku dengan nafas yang tidak beraturan.

Tanpa berpikir panjang aku langsung mengangguk.

“Yes, I do!”

Kini giliranku yang menyerangnya.

 

***********************

 

Aku memutuskan untuk rujuk dan hari ini aku resmi menjadi istri Minhyuk kembali. Sifat Minhyuk berbeda dengan Minhyuk yang dulu ku kenal, setelah beberapa minggu ini aku kembali menjalin hubungan dengan Minhyuk sebagai sepasang kekasih. Dia lebih dewasa, perhatian, dan mau mengalah. Kami akan mulai membangun kembali rumah tangga kami yang sempat hancur.

Setelah kami bersama kembali, aku tinggal di rumah yang dulu aku dan Minhyuk tempati.

“Chagi?” bisik Minhyuk.

“Wae?” tanyaku yang masih terfokus dengan acara televisi yang sedang kami tonton.

“Chagi?”

Akupun menoleh ke arahnya. Tiba-tiba Minhyuk menggendongku dari sofa ke kamar.

Perlahan Minhyuk membaringkanku. Ia mendekatkan wajahnya padaku dan kini bibirnya sukses mendarat di bibirku. Ia mulai melumat mesra bibirku.

Kemudian Min Hyuk berbisik, bisikannya mampu membuat gairahku meningkat. “ Chagi, apa kau masih ingat malam pertama kita? Aku ingin melakukan nya lagi, apa kau mau?” tanya Minhyuk seraya menciumi leherku. Melihat Minhyuk begini rasanya aku tidak bisa berpikir dengan jernih.

Aku mengangkat kepala Minhyuk dan kini aku bisa menatap matanya.

“Kau sudah mematikan televisi?”

“Sudah!”

“Memastikan Hyena sudah tidur?”

“Sudah!”

“Mengunci pintu depan?”

“Sudah, chagi! Semua sudah ku lakukan. Pintu kamar kitapun sudah ku kunci agar tidak ada yang bisa mengganggu malam kita.”

“Sepertinya kau tidak sabaran ya, Minhyuk?”

Minhyuk hanya menyeringai dan bibirnya kembali menjelajahi leherku. Tangan kanannya usil membuka kancing piyamaku satu per satu.

“Ah, ya! matikan dulu lampunya!”

Dengan malas Minhyuk bangkit dan mematikan lampu kamar. Dan akhirnya dia menyerangku dan membuatku bertekuk lutut padanya.

 

The end……………..

 

 

10 thoughts on “I Still Love You

  1. Aw aw aw adgan yg trahir2 bikin dag dig dug wkwk, entah knp aq ska kl ff castx cnblue ratingx PG17 *yadongisme*

    bguz critax,suka hehe,hyena tuh kykx wajahx imut2 kyk Minhyuk y hehe,gemes dah…untunglah tnanganx minhyuk jg pux namja lain.jd hapy ending dahAw aw aw adgan yg trahir2 bikin dag dig dug wkwk, entah knp aq ska kl ff castx cnblue ratingx PG17 *yadongisme*

    bguz critax,suka hehe,hyena tuh kykx wajahx imut2 kyk Minhyuk y hehe,gemes dah…untunglah tnanganx minhyuk jg pux namja lain.jd hapy ending dah

  2. akhirnya mereka bersatu lagi….. *padahal jealous
    aduh itu yang terakhir napa ga diterusin aja ceritanya #plaaaaaak
    nice FF… sukaaaaaa deh bayangin minhyuk jadi appa. pasti baik bgt

    • Gomawo……. aku juga jealous…ha…ha….* di jewer Yongppa*
      Wah kalo di lanjutin gaswat……………… >,<
      Ha…ha….lucu ngebayangin y aku……

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s