Summer (Part 1)

Author : happyhanna (@hannavoo)

Length : *chaptered

Genre: Romance

Cast: Kang Min Hyuk CNBLUE

Sunny SNSD

Note: FF edisi liburan hehehehe. saking author pengen liburan ke pantai ma minhyuk tapi ga kesampean ya udah bikin nih FF. semoga suka dan jgn lupa komen. selamat baca🙂

***

Author POV

Minhyuk duduk santai didalam mobil mewahnya, setelah perjalanan dari Jepang yang melelahkan. Untung saja supirnya sudah setia menunggu dibandara sehingga minhyuk tidak harus menyetir sendiri menuju kantornya.

Dan disebelahnya pun duduk seorang wanita cantik yang tak lain adalh asisten pribadinya, yang sama-sama sedang bersender santai berusaha menghilangkan rasa pegal.

“kau akan ikut aku ke kantor atau mau antar pulang?” Tanya minhyuk pada sunny asistennya

“aku ke kantor saja dulu, lagipula aku masih harus mengantar berkas ini” kata sunny sambil menunjuk map di pangkuannya.  Lalu minhyuk mengambilnya

“laporan ini biar aku saja yang serahkan, lagipula masih harus aku periksa dan tanda tangani kan”

“ne, boss” kata sunny.

“kalau begitu katakana dimana rumahmu biar kau diantarka. Kau terlihat lelah” kata minhyuk

Sunny menyebutkan alamt rumahnya dan minhyuk menyuruh supir untuk mengnatar ka alamat itu. kurang dari 30 menit mereka pun sampai.

“terima kasih boss sudah mengantarku” kata sunny sambil berpamitan

“terima kasih juga kau sdah mau ikut kejepang”

“ini memang tugas saya sebagai asisten anda”

“baiklah, sampai jumap besok dikantor” kata minhyuk, lalu sunny kaluar dari mobil dan mengeluarkan koper kecilnya di bantu sang supir dan menunggu mobil minhyuk beranjak.

Sunny memang baru bekerja kurang dari 2 bulan di hotel bintang 5 milik keluarga Kang sekaligus menjadi asisten dari Kang Minhyuk, putra pemilik jaringan hotel terbesar di korea yang nantinya akan mewarisi perusahaan ayahnya itu.

Sunny masuk perusahaan bergengsi ini dengan sangat mudah, karena kecerdasaannya ia mendapat rekomendasi sehingga ia tidak usah susah-susah melamar dan ikut interview, justru ia mendapat undangan khusus untuk bekerja. Dan karena kerja kerasnya itu sekarang ia sudah dipercaya untuk membantu minhyuk dalam urusan perusahaan di luar kota bahkan luar negeri, seperti sekarang ini ia baru saja pulang dari jepang setelah 2 hari harus membantu boss nya mengurus rapat dibeberapa hotel dijepang untuk menjalin kerja sama.

***

Sunny POV

“sudah pulang?” Tanya omma saat aku menyeret tasku

“ne” kataku

“ayo duduk lah, biar omma ambilkan minum dulu ya” kata omma sambil beranjak  kedapur, aku membuka sepatuku dan merebahkan tubuhku di sofa

“ini ayo diminum” omma datang dan aku langsung meneguk jus yang omma bawa.

“bagaimana pekerjaanmu? Lancar?” Tanya omma

“iya, lumayan lancar, tinggak tunguu persetujuan pihak hotel tempat ku berkerja 2 atau 3 hari lagi” kataku

“hmm baguslahm sudah sana istiahat, kau pasti lelah. Kalau sudah nanti makan dan kau jangan lupa jaga kesehatan, pekerjaanmu sudah mulai sibuk”

“iya omma….. sudah ah aku mau tidur dulu ya. Lelah sekali” akupun beranjak kekamarku

***

Author POV

“bagaimana perkembangan di Jepang?” Tanya tuan Kang

“bagus appa, aku kira hotel kita bisa bekerja sama dengan baik dengan mereka” kata minhyuk pada apanya yang tak bukan adalah presiden direktur

“baguslah kalau begitu, biar nanti manager han yang mengurusnya”

“manager han? Tapi ini kan tugasku” kata minhyuk

“tenang saja, appa sudah mengurus semuanya, appa sengaja menyerahkan pekerjaan itu pada manager hank arena appa punya pekerjaan lain untukmu”

“tugas lain apa?” Tanya minhyuk

“begini, kau masih ingat kan, tuan Lim yang baru seminggu lalu pensiun?”

“ya, yang mengepalai hotel kita di Jeju” kataku minhyuk

“benar, nah setelah beliau pensiun appa rasa penggantinya yang sekarang kurang bisa memanage hotel itu, mungkin karena ia masih baru. Apa lagi sekarang sudah masuk musim panas pasti banyak orang berlibur di Jeju, dan hotel pasti akan penuh. Kalau kinerja manager hotel masih kurang bagus, appa takur para custemar akan kecewa, jadi appa tugaskan kau untuk mengurus hotel itu sementara”

“jadi aku harus ke Jeju? Lalu pekerjaanku disini?” Tanya minhyuk

“kau disana hanay paling 1 bulan, sampai musim liburan selesai, setelah itu kau bisa pulang lagi. Masalah pekerjaanmu disini, tenang saja appa sudah memngurusnya. Akan ada orang yang mengurusnya”

“baiklah, kapan aku harus kesana?” Tanya minhyuk

“minggu depan, dan oh ya beri tahu juha asisten baru mu itu. kau akan membutuhkan dia. Ingat, dia sangat berbakat”

“jadi dia juga ikut ke Jeju?” Tanya minhyuk sebelum meninggalkan ruanganan tuan Kang

“tentu saja, itu kan fungsi asisten mambantu pekerjaanmu, kecuali kau yakin kau bisa mengurus semuanya apalgi disaat musim liburan ini”

“ya sudah, nanti aku beri tau dia” kata minhyuk. Lalu ia beranjak menuju ruangannya.

 

***

Minhyuk berjalan menuju ruangannya, tapi langkahnya terhenti didepan ruang sunny asistenny yang sedang memeriksa beberapa berkas.

“sunny, minggu depan kau ikut aku ya ke Jeju, untuk mengurus hotel di sana” kata minhyuk

“baik boss, berapa lama?”

“satu bulan” kata minhyuk, dan mimic wajah sunny langsung berubah

“kenapa?” Tanya minhyuk yang sadar dengan reaksi sunny

“any, apa tidak terlalu lama?” Tanya sunny

“aku rasa juga begitu, tapi boss besar yang menyuruhku, mana bisa aku tolak. Lagipula kau tau kan hotel disana butuh penanganan extra setelah manager han pensiu dan sebentar lagi liburan musim panas, pasti hotel itu akan ramai” kata  minhyuk menjelaskan

“baiklah kalau begitu, apa saja yang akan dibutuhkan disana? Biar aku siapkan” kata sunny

“nanti saja aku beritahu, aku hanya ingin memberitahukan ini dulu padamu”

“baiklah” kata sunny dan minhyukpun melenggang menuju ruangannya.

 

***

“onni kau tdak apa yang akan lakukan liburan musim panas ini?” Tanya sunny pada onninya saat ia sedang menunggu makan malam dihidangkan

“apa?” Tanya onni nya antusias

“ke pulau Jeju” kata sunny dengan senyum mengembang di bibirnya

“jinjja? Kenapa kau tidak ajak aku? Aisshhh”

“untuk bekerja” dan seketika senyum itu lenyap dari bibir sunny

“mwo?”

“ya onni kau tau kan perusahaan tempat ku bekerja itu bergerak dibidang pariwisata, dan sebentar lagi liburan musim panas, dan sangat tidak mungkin aku bisa berleha-leha sementara semua orang dikantor sibuk dengan para tamu hotel” kata sunny sedikit mengomel

“tapi kenapa harus Jeju? Kantormu kan di Seoul”

“nah itu dia, kata boss ku sih karena manager yang mengurus hotel di Jeju baru pensiun dan penggantinya masih diragukan apakah bisa menangani hotel jika pengunjungnya membludak liburan nanti, jadi aku harus menemani bossku kesana”

“berapa lama memangnya?”

“1 bulan” kata sunny sambil mendengus sebal

“lama sekali” komantar onninya, sunny hanya mengedikan kedua bahunya

“ya sudah itu resiko pekerjaanmu, kalau kerja mu bagus juga nanti kau dapat liburkan”

“iyasih, atpi aku ingin liburan musim panas ini berkumpul dengan onni, omma dan appa….tapi aku harus bekerja”

“eh, kau pergi bersama boss mu? Bukannya boss mu yang masih muda itu ya… siapa namanya..Kang…Kang…”

“Kang Minhyuk”

“nah itu dia!! Yampun kau sangat beruntung dongsaengku sayang, kapan lagi kau ke pulau Jeju dengan boss mu yang tampan itu sunny?? Kesempatan”

“kesempatan apanya? Dia hanay boss ku saja kok”

“sudah, ayo makan dulu, curhatnya nanti lagi diteruskan” kata appa sunny yang bergabung dengan mereka diruang makan untuk makan malam.

***

Sunny POV

“kau sudah siap?” Tanya boss ku minhyuk

“yap, sudah” kataku sambil berjalan ke lobby kantor untuk segera di antarkan ke bandara dan terbang ke Pulau Jeju

“mian ya, karena pekerjaan kau jadi tidak bisa liburan” kata minhyuk

“gwenchana~, ini kan tanggung jawabku sebagai assistant boss juga jadi akan aku kerjakan sebaik mungkin”

“baguslah kalau begitu, tapi tenang saja nanti disana kau dapat jatah libur kok”  aku tersenyu mendengar kalau ternyaa aku masih dapat liburan juga.

“ayo naiklah” kata minhyuk saat mobil sudah berhenti didepan lobby.

Haaaah hanya duduk dipesawat selalu membosankan. Aku melirik bossku yang duduk disampingku, ternyata ia tidur dengan headset yang maish menyumpal telinganya.

“bosan ya?” tiba-tiba ia bertanya dan membuka matanya, membuatku sedikit terlonjak kaget

“iya sih”kataku . minhyuk melirik jam tangannya

“kurang lebih 30 menit lagi kita mendarat” kata minhyuk dan akupun kembali menyandarkan tubuhku di kursi pesawat yang nyaman. Dan betul saja, setelah menunggu agak lamaakhirnya pengumuman kalau pesawat akan segera mandarat di umumkan.

***

Author POV

“tidak ada yang tertinggal?” Tanya minhyuk pasa sunny setelah mengambil bagasi

“sudah, semuanya sudah aku ambil” kata sunny lalu merekapun berjalan menuju termpat parkir dimana mobil yang menunggu mereka sudah datang.  Sengatan mata hari sangat terasa dikulit, ternyata musim panas kali ini sungguh panas. Dengan segera minhyuk dan sunny di antar menuju hotel dan tak lama merekapun sampai.

“kau istirahat saja dulu, nanti sore baru kita keliling hotel untuk melihat perkembangan hotel” kata minhyuk pada sunny

“baik boss, nanti hubungi saja aku” kata sunny lalu masuk ke kamar hotelnya, dan minhyukpun masuk kekamar hotel nya yang berada diseberan kamar sunny.

Sunny membiarkan kopernya tergeletak begitu saja dan ai segera menghempaskan tubuhnya diatas kasur hotel suite room ini, salah satu fasilitas extra yang ia dapat, karena minhyuk mendapat fasilitas istimewa sebagai anak pemilik hotel maka sunny yang asistennya pun mendapat fasilitas yang sama.

Tak lama sunny bangkit dan membuka tirai kamar hotel dan ia pun takjub pada pemandangan laut lepas yang terlihat jelas dari balkon kamarnya. Ia menikmati sepoi angin pantai dan terbuai dengan pemandangan dihadapannya.

***

Minhyuk dan sunny berkeliling hotel ditemani dengan manager yang menangani hotel ini, bawahan minhyuk.

“perkembangan hotel ini sangat pesat. Apalagi setelah hotel ini dorenovasi tahun kemarin dan penambahan 50 kamar juga kita mengganti semua interior dihotel ini pengunjung meningkat…..” sunny mencatat semua penjelasan manager  tadi dengan cekatan. Ia berjalan beriringan dengan minhyuk, boss nya yang sedng berbincang dengan manager mengenai perkembangan hotel. Dan tanpa disadari sunny matanya menatap lekat sosok namja muda yang tak lain adalh boss nya minhyuk. Sunny baru sadar kalau boss nya ini sangat tampan, dan entah kenapa sunny betah memandangi minhyuk seperti ini. Dihadapan karyawan minyuk selalu terlihat berwibawa tapi kadang kala dihadapan sunny minhyuk sangat lugu dan menjadi teman yang baik.

“sunny…hey, kau kenapa?” sunny tersadar saat tatapn minhyuk tepat dihadapan wajahnya

“oh ye, ada yang harus saya catat lagi?” Tanya sunny mencari pulpennya, terdengar minhyuk tertawa pelan

“bukan, ini sudah malam ayo kita ke restaurant hotel. Kau tidak lapar?” Tanya minhyuk

“oh baiklah” kata sunny

“mereka sudah siapkan hidangan khusus untuk kita” kata minhyuk, lalu merekapun segera ke restaurant hotel.

***

Sunny POV

Aduuuh kenapa aku tidak konsentrasi, kalau minhyuk tau aku sedang memerhatikannya kan bisa gawat. Tapi kenapa ya aku jadi mempehatikan minhyuk begini? Selama ini tidak pernah tuh.

“ah nona sunny bagimana hidangan hotel ini?” Tanya sang manager padaku

“sungguh lezat, tuan” kataku lalu

“baguslah kalau begitu”

“makan yang banyak kau sunny, kau akan menyesal kalau tidak mencoba banyak masakan disini” kata minhyuk.

“ye, boss” kataku sambil tersenyum.

“ah tuan minhyuk kau beruntung sekali punya asisten yang cantik seperti nona sunny ini” kata tuan Lim

“iya, selain cantik di juga pintar, cekatan dan sangat terpercaya” aku yakin saat ini wajahku sudah memerah kerena mendengar pujian dari boss ku ini, aku tidak mengira ia akan memujiku sperti ini. Eh…jantungku berdetak lebih cepat.

***

Akhirnya makan malam selesai dan karena waktu sudah menunjukan hampir jam 11 malam kamipun dipersilahkan untuk kekamar kami.

“selamat malam sunny” kata minhyuk saat aku akan masuk kekamarku

“selamat malam juga boss” kataku

“istirahat yang cukup ya, besok akan lebih melelahkan” kata minhyuk

 

Aku membuka blazer ku dan langsung duduk disofa empuk sambil menonton acara TV, tapi aku menguap menandakan aku harus tidur sekarang, ditambah lagi aku ingat besok pekerjaanku akan lebih melelahkan. Akupun beranjak untuk mengganti bajuku saat bel kamar berrbunyi.

Dengan malas aku beranjak untuk melihat siapa yang datang, aku membuka pintu dan tiba-tiba saja seorang lelaki bertubuh agak gemuk menarikku kedalam kamar, sepintas aku mencium aroma alcohol dan tangan laki-laki itu memegang botol chivas yang sudah tinggal setengah.

Ia menarikku dan menghempaskanku ke atas kasur dan meletakan botol chivas nya dimeja.

“siapa kau?!!” tanyaku panic, tapi pria itu bukannya menjawab malah membuka jas dan dasinya dan juga membuka kansing kemejanya.

“kyaaaa… apa yang kau lakukan!!! Keluar kau!!!! “aku berteriak mengusir  laki-laki itu. laki-laki itu berjalan mendekat dan aku mulai mundur untuk menghindarinya. Aku berusaha mencari ponsel tapi letaknya terlalu jauh. Aku mulai gemetaran ditambah pria ini sekarang menyeringai tepat didepan wajahku

“puaskan aku nona cantik” katanya dan aroma chivas kembali terasa. Ia mulai merangkak diatasku. Tangan kirinya menahan bahuku dan tangan kanannya berusaha membuka kemejaku, aku mulai menangis, saat ia berhasil membuka 2 kancing kemejaku

“KYAAAAAAAAAAAAA TOLOOOOOONG AKUUUUUU” kau berteriak sekencang mungkin, tapi pria ini malah menamparku.

“diam yeoja bodoh” katanya sambil terus memaksaku.

PRAAAAAAAANG

***

Author POV

Terdengar suara pecahan kaca, ternyata seseorang memukul kepala pria yang beruasah “menyentuh” sunny dengan botol chivas yang tadi diletakan dimeja. Minhyuk memukul bagian belakang pria itu dengan botol hingga berdarah. Minhyuk menarik kerah kemeja pria itu dan kepalan tangan minhyuk mendarat tepat disisi kiri wajah pria itu dan pria itu tersungkur jatuh.

Tak lama pria itu berusaha berdiri walaupun sempoyongan dan brusaha membalas minhyuk,, namun kaki minhyuk sigap dan menendang pria itu hingga tersungkur lagi. Tak lama 2 orang petugas keamanan segera datang dan membawa pria itu keluar untuk diamankan.

Minhyuk melihat sunny yang gemetaran ketakutan di atas tempat tidur. Dan tanpa pikir panjang minhyuk menarik sunny pelan kedalam pelukannya. Dan tangis sunny langsung pecah.

“gwenchana?” Tanya minhyuk sambil mengelus punggung minhyuk berusaha menenangkan. Sunny hanya menjawab dengan anggukan lemah.

“tadi aku mendengar teriakanmu, aku yakin ada yang tidak beres, segera aku memanggil keamanan dan ternayat benar ada yang tidak beres. Sunny yang sadar ia sedang tersedu-sedu dipelukan minhyuk segera menjauh.

“gomawo sudah menolongku, kalau tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku” kata sunny. Lalu sunny mendengar minhyuk berdehem. Dan ia melihat minhyuk yang terlihat salah tingkah.

“wae?” Tanya sunny, lalu tatapn minhyuk beralih dan ia mengikuti arah tatapan minhyuk. Dan sunny terkaget saat sadar minhyuk melirik pada 2 kancing kemaja sunny yang masih terbuka, minhyuk menelan ludah dan sadar sunny sedang menetapnya tajam.

“kalau begitu aku tinggal dulu, kalau ada apa-apa cepat panggil aku” kata minhyuk lalu meninggalkan sunny yang terduduk di pinggir tempat tidur berusaha menenangkan pikiran.

–TBC–

 

6 thoughts on “Summer (Part 1)

  1. Pingback: Summer (Part 2) « ffcnblueindo

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s