[AuthorLepas] Because I Hate You


Author : Park Eunae (@rachrinidian)

Cast     :

  • Kang Minhyuk (CNBLUE)
  • Lee Jonghyun (CNBLUE)
  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Kim Yoo-Jin (Uee After School)
  • Kim Hyejin (OCs)
  • Shin Hara (OCs)

Genre  : Romance, Tragedy

Rating: T

Length: Oneshoot

Pernah di posting di: http://arachmarinidian.wordpress.com

Note: annyeong, aku kembali dengan ff gak jelas ku, hhaha. Ff ini terbuat begitu aja, mian kalo jelek atau gak nyambung, hhehe. RCL nya di tunggu, happy reading..^^

*******************************************

 


Pagi hari yang cerah ketika Hyejin membuka matanya, dia telah disambut oleh kicauan burung-burung yang hinggap diatap rumahnya. Hyejin pun membuka jendela kamarnya, dan merasakan hawa yang sangat sejuk masuk ke dalam rongga paru-parunya. Dan tiba-tiba saja hp Hyejin berdering.

 

~ I’m gonna try again, try again, back again, try it all night, I never give up forever ~

 

Hyejin melihat nama sahabatnya, Shin Hara yang muncul di layar hp nya. Dan dengan segera Hyejin mengangkat telpon dari sahabtnya itu.

 

“Halo, ada apa Hara??” ucap Hyejin ketika mengangkat telponnya.

 

“Hari ini kita jadikan membantu Siwon menjaga toko bunga nya??” tanya Hara.

 

“Iya, tenang saja.” balas Hyejin.

 

“Kalau gitu, cepat kau datang ke kampus. Karna aku juga ingin bercerita sesuatu pada mu.” ucap Hara senang.

 

“Yasudah, tak lama lagi aku akan menuju kampus. Sampai jumpa nanti.” Jawab Hyejin seraya mematikan telpon.

 

Dengan segera, Hyejin pun bersiap untuk ke kampus. Dan setelah siap, Hyejin bergegas pergi.

 

“Kau tak mau sarapan dulu??” tanya Uee ketika melihat Hyejin bersiap pergi.

 

Uee adalah eonni satu-satunya yang dimiliki Hyejin. Orang tua Hyejin tinggal di Amerika karna Ayah Hyejin sedang bertugas disana, dan Hyejin hanya hidup berdua dengan eonni nya itu di seoul. Sebenarnya nama Uee adalah Kim Yoo-Jin, tetapi entah kenapa dia lebih senang dipanggil Uee.

 

“Tidak, Uee eonni. Aku harus ke kampus sekarang. Oiya eonni, mungkin nanti aku pulang agak sore, karna aku mau membantu Siwon ditoko bunganya.” ucap Hyejin meminta ijin.

 

“Yasudah, hati-hati kau Hyejin.” balas Uee dengan senyuman manisnya.

 

Hyejin pun langsung melesat menuju kampusnya dengan berjalan kaki. Jalan besar maupun jalan setapak pun dia lewati. Hingga tak terasa, Hyejin sampai di kampusnya.

 

“Hyejin!!” teriak Hara sambil berlari menghampiri Hyejin yang baru saja datang.

 

“Hai Hara. Wajahmu cerah sekali. Ada apa dengan mu??” tanya Hyejin curiga.

 

“Hhmm, kau tau kan Sunbaenim kita yang bernama Kang Minhyuk??” tanya Hara balik.

 

“Ne, waeyo??” balas Hyejin dengan wajah penasarannya.

 

“Aku mendapatkan nomor hp nya. Dan yang lebih berkesan lagi, besok dia mengajakku untuk pulang bareng bersamanya.” jelas Hara penuh semangat.

 

“Wah, pantas saja kelakuan mu aneh. Jadi itu yang membuatmu sangat senang? Lalu apa kau menerima tawaran dari Minhyuk??” tanya Hyejin.

 

“Iya, kan sayang kalau ku tolak. Jadi aku mau aja deh, lagi pula jarang juga aku punya kesempatan seperti itu.” Ucap Hara dengan mata berbinar-binar.

 

“Aku turut senang jika kau senang Hara.” balas Hyejin dengan senyuman manisnya.

 

“Hei kalian, sedang bergosip apa sih?? Kenapa aku tak diajak??” rengek Siwon seraya menghampiri Hyejin dan Hara.

 

Hyejin, Hara dan Siwon adalah sahabat dekat sejak mereka sama-sama duduk di bangku sekolah dasar. Suka dan duka sudah sering mereka lewati, dan hal itulah yang membuat hubungan mereka bertiga sangat akrab.

 

“Aishh~ kami tidak sedang bergosip kok.” protes Hyejin.

 

“Iya benar. Dasar kau tukang gossip!” timpal Hara.

 

“Aku kan hanya menebak saja, hehehe.. Pelajaran akan segera dimulai sebaiknya kita ke kelas sekarang.” Ajak Siwon seraya menarik kedua tangan sahabatnya itu.

Hyejin dan Hara hanya bisa pasrah menerima tarikan dari Siwon.

 

 

******************************************************************************************

 

“Huaa, selesai juga pelajaran si Lee Sonsaengnim.” teriak Hara senang.

 

“Aisshh~ jangan teriak-teriak seperti itu, kalau Lee Sonsaengnim mendengarnya, bisa kacau kita.” ucap Siwon menasihati.

 

“Sudahlah, kita langsung menuju toko bunga Siwon saja yukk.” pinta Hyejin.

 

Hara dan Jungshin pun hanya mengangguk tanda setuju. Dan mereka bertiga pun bergegas pergi meninggalkan kampus. Tetapi ditengah jalan langkah mereka pun terhenti.

 

“Hai Hara, jangan lupa dengan ajakkan ku besok ya.” ucap Minhuk seraya menghampiri Hara.

 

“Iya aku tidak akan lupa kok. Oiya kenalkan, mereka berdua adalah sahabatku. Yang ini bernama Siwon, dan yang ini bernama Hyejin.” ucap Hara seraya menunjuk Siwon dan Hyejin secara bergantian.

 

“Hei aku Kang Minhyuk, senang berkenalan dengan mu Siwon dan Hyejin.” ujar Minhyuk dengan tatapan sinisnya seraya menjabat tangan Siwon dan Hyejin bergantian.

 

“Aku Choi Siwon, senang berkenalan denganmu Minhyuk.” balas Siwon dengan tatapan tak kalah sinisnya.

 

“Aku Kim Hyejin, senang berkenalan dengan mu.” balas Hyejin cuek.

 

“Minhyuk!!!” teriak seorang namja dari kejauhan.

 

“Hmm, itu sahabatku, namanya Lee Jonghyun. Baiklah aku harus pergi dulu, sampai bertemu besok Hara.” pamit Minhyuk seraya menatap lekat Hyejin.

 

Hyejin pun menjadi aneh ketika Minhyuk menatapnya.

 

“Iya, hati-hati dijalan Minhyuk.” balas Hara senang.

 

“Aishh~ kenapa kau bisa mengenal orang itu??” tanya Siwon penasaran.

 

“Hmm, tadi pagi aku tak sengaja bertabrakan dengannya di perpus, lalu dia meminta nomor hp ku dan mengajakku pulang bersama beesok.” jelas Hara.

 

“Aku rasa kau harus hati-hati dengannya. Dia itu terkenal sangat playboy dan sering kali menyakiti yeoja. Aku tak mau kau menjadi korbannya.” Ucap Siwon dengan sungguh-sungguh.

 

“Siwon, kau ini ngomong apa sih?? Jangan sembarangan deh!!” jawab Hara dengan wajah cemberut.

 

“Apa-apaan sih kalian?? Kenapa malah membahas si Minhyuk?? Sudahlah, ayo kita jalan.” protes Hyejin seraya berjalan duluan.

 

Siwon dan Hara pun mengikuti Hyejin yang sudah jalan duluan. Selama perjalanan, Hara memikirkan kata-kata yang diucapkan oleh Siwon.

 

“Apa benar yang dikatakan Siwon tentang Minhyuk?? Ah sudahlah, paling-paling Siwon hanya sirik saja.” batin Hara.

 

Setelah berjalan cukup lama, akhirnya Hyejin, Hara dan Siwon pun sampai di toko bunga milik Siwon. Tanpa membuang waktu lagi, mereka langsung merapikan toko itu dan membukanya.

 

Disela-sela saat menunggu pengunjung datang, Hyejin, Hara dan Siwon pun mencoba merangkai bunga.

 

“Apa pendapat kalian tentang Minhyuk saat berjumpa tadi??” tanya Hara tiba-tiba.

 

“Ya, aku fikir dia tidak terlalu baik untuk mu.” jawab Siwon seraya menatap lekat Hara.

 

“Kenapa kau berkata seperti itu Siwon??” tanya Hara lagi.

 

“Karna aku juga seorang namja sama seperti Minhyuk, jadi aku bisa membaca fikirannya.” ucap Siwon asal.

 

“Terserah apa kata mu lah. Hyejin, bagaimana menurutmu??” tanya Hara pada Hyejin.

 

“Biasa saja.” jawab Hyejin cuek.

 

“Kau ini! Sampai kapan kau terus bersikap cuek dan acuh pada namja?? Kalau kau selalu seperti itu, bagaimana kau bisa menndapatkan seorang pacar, Hyejin?!” jelas Hara seraya memandangi Hyejin.

 

“Entahlah, aku tidak memikirkan itu.” balas Hyejin sambil terus fokus pada rangkaian bunganya.

 

Suasana pun mendadak menjadi sunyi. Mereka semua diam dan fokus pada rangkaian bunga mereka. Lalu satu persatu pengunjung pun datang, Hyejin, Hara dan Siwon pun menjadi sibuk.

 

Tak terasa hari sudah malam dan mereka pun pulang ke rumah masing-masing.

 

 

~ sementara itu dirumah Minhyuk~

 

“Apa kau serius dengan yeoja itu, Minhyuk??” tanya Jonghyun pada Minhyuk yang masih saja sibuk dengan PS nya.

 

“Yeoja yang mana??” tanya Minhyuk balik.

 

“Itu loh, yang tadi pagi bertabrakan dengan mu di perpus.” jelas Jonghyun.

 

“Oh, si Hara?? Tidak, aku tidak serius dengannya.” balas Minhyuk.

 

“Aish~ kau ingin mempermainkan yeoja lagi??” tanya Jonghyun dengan perasaan yang semakin penasaran.

 

“Aku sama sekali tidak pernah bermaksud untuk mempermainkan yeoja manapun. Tetapi semua yeoja yang dekat dengan ku, tidak ada yang cocok untuk benar-benar menjadi pacarku. Dari pada mereka lebih tersakiti, mending aku meninggalkan mereka.” jelas Minhyuk seraya menatap Jonghyun lekat-lekat.

 

“Tetapi cara mu itu salah. Tak seharusnya kau meninggalkan seorang yeoja disaat mereka sedang senang berada didekat mu!” timpal Jonghyun.

 

“Inilah caraku! Kalau kau tidak suka, jangan pedulikan aku. Sudahlah aku ingin tidur.” ucap Minhyuk dengan nada setengah teriak.

 

“Aku begini karna aku peduli dengan mu, tapi terserah kau saja!” balas Jonghyun seraya meninggalkan rumah Minhyuk.

 

Jonghyun pun meninggalkan rumah Minhyuk dengan persaan sedikit kesal. Sementara itu Minhyuk langsung menutup matanya, dan telah memasuki alam mimpinya.

 

Keesokan harinya, suasana di rumah Hyejin pun masih tetap sama. Burung-burung setia berkicau di atap rumah Hyejin dan selalu menyambut Hyejin ketika dia terbangun dari tidurnya.

 

“Hyejin, sarapan mu sudah eonni siapkan di meja makan. Jangan lupa untuk dimakan ya, hari ini eonni ada kelas pagi, jadi eonni harus buru-buru ke kampus.” teriak Uee pada Hyejin.

 

“Iya eonni, hati-hati dijalan.” balas Hyejin dari dalam kamarnya.

 

Uee dan Hyejin berkuliah di tempat yang berbeda, oleh karna itu Uee dan Hyejin tidak pernah berangkat bersama ke kampus.

 

Hyejin pun segera melahap sarapan yang telah disiapkan oleh Uee. Selesai sarapan, Hyejin langsung menuju ke kampusnya.

 

“Hyejin, ayo cepatlah masuk, 10 menit lagi pelajaran dimulai.” ucap Siwon seraya menarik tangan Hyejin begitu melihat Hyejin tiba dikampus.

 

Hyejin pun pasrah menerima tarikan dari Siwon. Dan begitu sampai di kelas, tak berselang lama Lee Sonsaengnim pun masuk.

 

Tanpa membuang waktu lagi, Lee Sonsaengnim pun langsung menjelaskan beberapa materi kepada murid-muridnya. Dan di tengah penjelasan, Lee Sonsaengnim melihat Hara yang sibuk senyum-senyum seraya memainkan hp nya.

 

“Hara, apa yang kau lakukan??” ucap Lee Sonsaengnim mengagetkan Hara.

 

“Anio Sonsaengnim, aku tidak melakukan apa-apa.” jawab Hara gugup.

 

“Jangan berbohong, aku melihat mu memainkan hp sambil senyum-senyum. Sekarang, cepat kau keluar dari kelasku!!” bentak Lee Sonsaengnim.

 

Dengan perasaan kaget dan takut, Hara pun keluar dari kelas. Sementara itu, Hyejin dan Siwon hanya bisa menatap melas pada Hara.

 

Hara berjalan sangat lesu dengan perasaan yang masih sangat kaget. Dia tak menyangka bahwa Lee Sonsaengnim akan mengeluarkannya dari kelas. Tetapi, tiba-tiba saja seorang namja menghampirinya.

 

“Loh, Hara? Kenapa  kau disini?? Bukannya tadi kau sedang dikelas??” tanya namja itu yang tidak lain adalah Minhyuk.

 

“Aku dikeluarkan dari kelas karna ketauan main hp.” jawab Hara lesu.

 

“Oh begitu, yasudah kita jalan-jalan saja yuk. Kebetulan aku sudah tidak ada kelas lagi.” ajak Minhyuk.

 

“Ayuukk. Tapi tunggu sebentar ya, aku sms teman-temanku dulu.” pinta Hara.

 

Minhyuk pun hanya tersenyum, dan dengan segera Hara sibuk mengetik sms untuk teman-temannya yaitu, Hyejin dan Siwon. Setelah itu, Minhyuk dan Hara pun meninggalkan kampus.

 

Dijalan, Hara tak henti-hentinya senyum-senyum sendiri. Dan itu sangat membuat Minhyuk penasaran.

 

“Hei, ada apa dengan dirimu?? Kenapa kau senyum-senyum sendiri seperti itu??” tanya Minhyuk penasaran.

 

“Hmm, anio. Aku hanya tak menyangka bahwa aku bisa pergi berdua bersama mu.” jawab Hara gugup.

 

“Haha..kau ini ada-ada saja. Kau mau kemana?? Biar aku antarkan.” tawar Minhyuk.

 

“Gimana kalau kita ke mall saja?? Temani aku membeli baju yaa.” rengek Hara manja.

 

“Yasudah kita kesana.”

 

Setelah sepakat, Hara dan Minhyuk pun bergegas menuju ke mall. Sementara itu, Hyejin dan Siwon masih berada di kampus.

 

“Kau menerima sms dari Hara??” tanya Siwon pada Hyejin.

 

“Iya. Sms yang dia bilang kalo dia mau pergi bersama Minhyuk kan??” tanya Hyejin balik.

 

“Iya. Jujur deh, aku takut kalau Hara dipermainkan oleh Minhyuk. Kan kau tau sendiri berita-berita yang tersebar tentang Minhyuk kalau dia itu playboy.” jelas Siwon.

 

“Iya aku tau. Aku juga takut kalau Hara dipermainkan seperti itu. Tapi kita tidak bisa menuduh seseorang tanpa bukti yang jelas. Sudahlah, kita lihat saja dulu, siapa tau si Minhyuk sudah berubah kan??” ucap Hyejin menenangkan Siwon.

 

“Benar juga sih. Yasudahlah, eh kita makan es krim yukk, mau gak?? Aku traktir deh.” goda Siwon.

 

“Mauuu… yukk,, cabut!!” ujar Hyejin dengan semangat 45 seraya menarik tangan Siwon.

 

Sementara itu, Hara dan Minhyuk sudah berada di mall selama 3 jam. Dan disana mereka hanya memilih-milih baju.

 

“Minhyuk, yang ini bagus gak?? Cocok gak untuk ku??” tanya Hara sambil memperrlihatkan baju yang dia pilih.

 

“Hehe, iya bagus kok.” balas Minhyuk dengan senyuman terpaksa.

 

“Gila ni yeoja, gak tau aku udah cape apa?? Nyebelin banget sih!” batin Minhyuk.

 

“Hara, pulang yuk. Aku ditelfon eomma ku suruh pulanng cepet.” pinta Minhyuk.

 

“Yahh, padahal masih banyak baju yang ingin aku beli lagi. Tapi yasudahlah, ayo kita pulang.” balas Hara tersenyum.

 

Mereka pun bergegas pulang. Dan tak berapa lama, akhirnya mereka sampai di depan rumah Hara.

 

“Apa kau mau mampir dulu??” tawar Hara.

 

“Anio, terimakasih. Aku harus buru-buru pulang.” tolak Minhyuk halus.

 

“Yasudah, lain kali kau mau kan menemaniku belanja lagi??” tanya Hara penuh harap.

 

“Iya, jika aku ada waktu. Aku pulang dulu, byee.” ucap Minhyuk seraya menyalakan motornya dan berlalu.

 

“Oke. Hati-hati dijalan Minhyuk.” balas Hara sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah Minhyuk.

 

Hara pun masuk ke dalam rumahnya dan segera menuju ke kamarnya. Sesampainya di kamar, Hara langsung menelpon Hyejin.

 

“Halo, Hyejin. Kau dimana?? Aku baru saja pulang.” ujar Hara ketika Hyejin mengangkat teleponnya.

 

“Aku dirumah. Kau dari mana saja?? Bersama si Minhyuk yaaa??.” tanya Hyejin penasaran.

 

“Tadi aku ke mall. Minhyuk mengantarkan ku membeli baju. Hyejin, aku sungguh senang hari ini. Rasanya aku ingin tiap hari bersama Minhyuk.” jelas Hara dengan penuh semangat.

 

“Wah, Hara. Aku turut senang bila kau senang. Oiya Hara, ini sudah malam, aku sudah mulai mengantuk. Aku tidur dulu ya Hara, byee.” ucap Hyejin.

 

“Iya Hyejin, byeee.” balas Hara seraya menutup telpon.

 

 

~seminggu kemudian~

 

“Aish~ ternyata dimana-mana yeoja itu sama saja. Selalu menyulitkan namja.” ucap Minhyuk membuka pembicaraan pada Jonghyun.

 

“Apa maksudmu?? Jangan bilang kalau kau ingin meninggalkan Hara??” tebak Jonghyun.

 

“Hmm, sepertinya apa yang aku fikirkan telah terbaca olehmu. Aku memang berniat untuk meninggalkan Hara. Karena aku lelah dengan sikapnya yang manja dan terlalu ribet.” balas Minhyuk.

 

“Ribet?? Maksudmu seperti apa??” tanya Jonghyun penasaran.

 

“Ya, coba kau bayangkan, aku setiap hari diminta menemaninya ke mall hanya untuk membeli baju. Dan aku harus mengikutinya sampai berjam-jam. Apa dia fikir aku tak mempunyai urusan yang lain apa??” jelas Minhyuk.

 

“Aku mengerti, tapi dia itu sangat menyukaimu.”

 

“Aku tidak peduli. Oiya, tapi sewaktu aku menemani Hara belanja, aku melihat seorang yeoja cantik. Dia salah satu pelayan disebuah restaurant. Aku akan menemui yeoja itu dan berkenalan dengannya.” ujar Minhyuk seraya pergi meninggalkan Jonghyun yang masih bingung.

 

“Dasar namja pencari masalah.” batin Jonghyun.

 

Minhyuk pun bergegas meniggalkan kampus dan menuju tempat yeoja itu bekerja. Sementara itu Hyejin dan Siwon merasa sahabat mereka Hara, telah berubah sikap semenjak mengenal Minhyuk dan dekat dengannya.

 

“Hara, kau berubah.” Celetuk Siwon.

 

“Waeyo Siwon?? Tak ada yang berubah dari ku.” balas Hara bingung.

 

“Kau sekarang jarang menghabiskan waktu dengan aku dan Hyejin. Kau lebih senang bersama Minhyuk. Asal kau tau ya Hara, hati-hati saja dengan Minhyuk, karena Minhyuk itu playboy.” jelas Siwon dengan tatapan sinisnya.

 

“Siwon!! Kau ini apa-apaan sih?? Kalau bicara itu yang benar. Yang dekat dengan Minhyuk kan aku, jadi aku yang tau bagaimana Minhyuk sebenarnya. Jangan asal bicara dong!” balas Hara tak kalah sinisnya.

 

“Terserah kau saja. Yang penting aku sudah mengingatkan.”

 

“Terserah juga! Sudahlah, aku malas dekat dengan mu.” ucap Hara seraya pergi meninggalkan Hyejin dan Siwon.

 

“Hara..Tunggu..! ya, siwon, kenapa kalian jadi seperti ini??” tanya Hyejin sedikit kesal.

 

“Aku hanya ingin mengingatkannya saja sebagai sahabat.”

 

“Hmm, yasudahlah, biarkan saja dulu dia. Ayo kita pulang.” ajak Hyejin dan Siwon pun mengangguk.

 

Dengan perasaan yang sangat kesal, Hara mencari-cari Minhyuk. Tetapi sosok yang dia cari tak kunjung dia temui. Dengan perasaan yang bertambah kesal, Hara memutuskan untuk pergi ke mall sendirian.

 

“Menyebalkan sekali. Yaudah, shopping aja deh.” batin Hara.

 

Hara pun bergegas menuju ke mall yang dia tuju. Sesampainya disana, Hara langsung menjelajahi toko-toko baju yang menurutnya bagus. Saat asyik sedang memilih, tanpa sengaja Hara melihat seorang namja yang seperti Minhyuk. Dan setelah benar-benar diperhatikan, namja itu memang benar Minhyuk.

 

“Itu kan Minhyuk, mau apa dia di restaurant itu?? Siapa yeoja itu??” gumam Hara.

 

Tak lama kemudian, Minhyuk menuju ke parkiran dan bergegas pulang. Hara yang melihat Minhyuk pulang, akhirnya memutuskan untuk pulang juga.

 

“Siapa yeoja itu?? Dari pada aku penasaran, sampai rumah akan ku telpon Minhyuk.” batin Hara.

 

Beberapa meenit kemudian, Hara pun sampai dirumahnya. Dengan rasa penasaran yang sangat tinggi, Hara memberanikan dirinya untuk menelpon Minhyuk. Setelah agak lama menunggu, telpon Hara pun diangkat oleh Minhyuk.

 

“Halo, ada apa Hara??” tanya Minhyuk ramah.

 

“Tidak, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan pada mu.” balas Hara dengan nada ragu-ragu.

 

“Yasudah, tanyakan saja.”

 

“Tadi aku melihat mu di restaurant bersama seorang yeoja. Minhyuk, siapa yeoja itu??” tanya Hara gugup.

 

“Oh, dia chingu ku.” jawab Minhyuk dingin.

 

“Oh, syukurlah, aku fikir dia itu…….”

 

“Hara, sebaiknya mulai hari ini, kita tidak usah berhubungan lagi.” ucap Minhyuk memotong perkataan Hara.

 

Hara pun terdiam, sampai akhirnya dia berkata lagi.

 

“Waeyo Minhyuk?? Apa yang salah dari ku?? Kenapa kau bicara seperti itu?? Aku mencintaimu Minhyuk.” tanya Hara yang mulai sedikit menangis.

 

“Hara, Mianhae, aku tidak mencintaimu. Kau itu bukan tipe yeoja yang ingin ku jadikan pacar. Kau itu terlalu manja dan ribet. Aku tidak bisa berpacaran dengan yeoja yang seperti mu. Lupakanlah aku mulai dari sekarang.” jelas Minhyuk dingin.

 

“Lalu, kenapa selama ini kau mendekati ku??” tanya Hara lagi.

 

“Itu karena tadinya ku fikir kau pantas untuk ku jadikan pacarku, tapi ternyata aku salah.” balas Minhyuk.

 

“Apa ini semua karena yeoja yang tadi kau temui??”

 

“Iya, sepertinya dialah yang akan aku jadikan pacarku. Mianhae Hara. Lupakanlah aku.” ucap Minhyuk.

 

Tttuuutt… Ttuuuttt… Tttuuuutttt….

 

Sambungan telpon pun terputus. Hara yang shock karena perkataan Minhyuk di telpon, menangis sejadi-jadinya dan segera menelpon sahabatnya, Hyejin.

 

“Hara, waeyo? Kenapa kau menangis??” tanya Hyejin begitu mengangkat telpon dari Hara.

Minn..Minn..Minhyuk memutuskan hubungan nya dengan ku.” balas Hara.

 

“Hah?? Kenapa bisa seperti itu??” ucap Hyejin kaget dengan perkataan Hara.

 

“Aku tidak tau, yang pasti dia memutuskan hubungannya dengan ku karna seorang yeoja yang dia temui tadi sore.”

 

“Mwo?? Siapa yeoja itu?? tanya Hyejin penasaran.

 

“Aku tidak tau Hyejin. Hatiku sakit sekali Hyejin. Kenapa Minhyuk harus bersikap seperti ini kepada ku??” ucap Hara histeris.

 

“Sudahlah, tenangkan hati mu dulu. Lebih baik sekarang kau tidur, hari sudah malam.” ucap Hyejin lembut.

 

Hara pun menuruti apa yang diucapkan Hyejin. Dia pun bergegas tidur dan tak lama kemudian dia telah tenggelam dalam mimpinya.

 

 

******************************************************************************************

 

Keesokan harinya, Hyejin terbangun lebih pagi karena eonni nya sudah berteriak-teriak membangunkan Hyejin.

 

“Hyejin, cepatlah bangun. Habiskan sarapanmu, eonni harus berangkat sekarang.” teriak Uee dari luar kamar Hyejin.

 

“Iya eonni. Tapi bukankah hari ini kau harusnya libur kuliah??” tanya Hyejin masih setengah sadar.

 

“Iya, tapi hari ini aku bekerja. Mianhae, aku lupa bilang padamu kalau aku sekarang sudah bekerja paruh waktu disebuah restaurant di mall.” jawab Uee tersenyum.

 

“Oh begitu, yasudah berangkatlah eonni, hati-hati dijalan ya eonni ku sayang.” ucap Hyejin seraya mencium pipi Uee.

 

“Oke, sampai jumpa nanti.” balas Uee seraya mencium balik pipi Hyejin.

 

Hyejin pun memandangi sosok eonni nya yang bergegas pergi meninggalkan rumah. Dan tanpa sengaja dari balik jendela, Hyejin melihat sosok seorang namja yang tengah menunggu eonni nya di depan rumah mereka.

 

“Siapa namja itu?? ah sudahlah, paling juga pacarnya Uee eonni. Lebih baik sekarang aku sarapan dan bergegas menuju kampus menemui Hara.” gumam Hyejin.

 

Sesampainya dikampus, Hyejin melihat Hara yang terduduk ditaman dengan wajah yang sangat pucat dan tak bergairah.

 

“Hara, kenapa kau seperti ini?? Wajahmu pucat sekali, apa kau sakit??” tanya Hyejin penuh perhatian.

 

“Hyejin!! Kenapa Minhyuk tega berbuat seperti itu padaku?? Kenapa dia tega meninggalkan ku tiba-tiba seperti ini?? Disaat aku begitu mencintainya??” ucap Hara dengan berurai air mata.

 

“Sudahlah Hara, jangan kau sesali yang sudah terjadi. Beruntung kau mengetahui Minhyuk seperti itu dari sekarang, karna apabila kau mengetahui nya nanti-nanti, maka kau akan bertambah sakit Hara.” balas Hyejin seraya memeluk Hara.

 

“Bukankah aku sudah mengingatkan mu dari awal??” timpal Siwon tiba-tiba.

“Iya. Mianhae aku tidak mendengarkan mu Siwon. Aku sungguh menyesal.” balas Hara.

 

“Sejak kapan kau berada disini??” tanya Hyejin.

 

“Barusan. Hara, sudah jangan menangis lagi, namja seperti Minhyuk tidak pantas kau tangisi terus.” ujar Siwon menasihati.

 

“Iya, aku mengerti. Mianhae Siwon, Hyejin, karna selama ini aku selalu sibuk dengan Minhyuk.” sesal Hara.

 

“Tidak apa. Aku dan Siwon mengerti dirimu kok. Yang penting sekarang, kau harus bangkit lagi. Kami berdua akan selalu disampingmu.” ucap Hyejin menenangkan Hara.

 

“Tenang saja, aku akan kembali menjadi Hara yang dulu kok.” balas Hara seraya tersenyum.

 

“Sudah, ayo kita ke kantin. Aku sudah sangat lapar nih!” ajak Siwon seraya menarik tangan Hara dan Hyejin. Hara dan Hyejin pun mengikuti Siwon.

 

Sepulang kuliah, ketika Hyejin melewati taman untuk menuju pulang kerumahnya, tanpa sengaja Hyejin melihat Minhyuk sendirian sedang duduk ditaman, Hyejin pun menghampiri Minhyuk dengan niat ingin meminta penjelasan tentang sikap Minhyuk terhadap Hara.

 

“Minhyuk, apa yang kau lakukan dengan sahabatku, Hara??” tanya Hyejin spontan.

 

“Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya ingin dia melupakan ku. Itu saja.” balas Minhyuk cuek.

 

“Apa kau tidak sadar bahwa perbuatan mu itu telah menyakiti Hara??”

 

“Aku tidak mencintai Hara, jadi apa salahnya aku meminta Hara untuk melupakanku.” jawab Minhyuk.

 

“Aku mengerti. Tapi bisa kan kau memintanya untuk melupakan mu secara perlahan??” protes Hyejin.

 

“Sudahlah, kau tidak perlu mencampuri urusanku!” bantah Minhyuk seraya berdiri.

 

“Aku perlu mencampuri urusanmu karna aku adalah sahabatnya!” ucap Hyejin.

 

“Kau ini yeoja yang keras kepala!”

 

“Terserah apa kata mu!” teriak Hyejin seraya mendorong Minhyuk dengan keras dan pergi.

 

“Yeoja itu sungguh menarik. Dia sangat berani dan terlihat sangat mandiri. Tak salah jika dari awal aku mengaguminya.” gumam Minhyuk seraya tersenyum.

 

Seminggu telah berlalu. Hara yang mulanya sedih karna ditinggali Minhyuk, kini sudah bisa tersenyum kembali, dan hubungan persahabatan antara Hyejin, Hara dan Siwon, kembali membaik seperti biasa bahkan lebih baik.

 

Dan Minhyuk, kini masih sibuk dengan yeoja yang dikenalnya di mall. Tetapi diam-diam, dia mulai merasa bosan dengan yeoja itu karna menurut Minhyuk, sikap yeoja itu sangat protektif, dan itulah yang membuat Minhyuk mulai berpaling dari yeoja itu. Dan secara diam-diam pula, ternyata Minhyuk telah mengagumi Hyejin, dan selalu memperhatikan Hyejin dari kejauhan. Dan secara perlahan, Minhyuk mulai menyukai Hyejin, dan bermaksud meninggalkan yeoja itu untuk mendekati Hyejin.

 

“Aku pulang!! Uee eonni, apa kau sudah pulang??” teriak Hyejin sambil celingukkan karna mendapati rumahnya yang masih gelap.

 

“Ternyata Uee eonni belum pulang, padahal kan sekarang sudah jam 8 malam. Tumben sekali dia belum pulang.” gumam Hyejin seraya menyalakan satu persatu lampu rumahnya.

 

“Aku lapar sekali, terpaksa makan mie ramen deh.” keluh Hyejin seraya berjalan ke dapur untuk membuat mie ramen.

 

Tak lama kemudian, mie ramen pun jadi. Karna sudah sangat lapar, Hyejin pun menyantap mie ramen nya. Ketika sedang asyik menyantap mie ramen, tiba-tiba seseorang membanting pintu masuk rumahnya dengan kasar.

 

 

BRAKKKKKK….

 

Hyejin yang terkejut segera melesat ke depan dan melihat kejadian itu. Dan Hyejin mendapati sosok eonni nya lah yang membanting pintu itu.

 

“Uee eonni, apa yang terjadi padamu??” tanya Hyejin terkejut.

 

“Namja sialan! tidak tau diri! Apa yang kau lakukan padaku??” rutuk Uee.

 

“Eonni, apa yang terjadi pada mu?? Kenapa kau seperti ini??” tanya Hyejin cemas.

 

“Ini semua karna namja sialan itu! Dia memutuskan hubungan secara sepihak hanya dengan alasan bahwa menurutnya aku ini protektif. Aku sangat mencintainya, tetapi kenapa dia tega berbuat seperti ini padaku??” ucap Uee seraya menangis histeris.

 

“Eonni, tenangkanlah dirimu eonni, siapa namja yang kau maksud itu?? Beritahu aku Uee eonni!!” ucap Hyejin lirih.

 

“Namja itu bernama Kang Minhyuk. Dia yang telah membuatku seperti ini. Mianhae Hyejin, mianhae aku bersikap seperti ini di depanmu!” teriak Uee dengan air mata yang terus mengalir deras.

 

Ekspresi Hyejin ketika mendengar nama Minhyuk di ucapkan oleh eonni nya, Hyejin sangat kaget dan tak percaya. Minhyuk yang dulu telah menyakiti sahabatnya, kini juga menyakiti eonni nya. Eonni yang sangat di sayangi Hyejin.

 

“Tak apa eonni, jika kau ingin menangis, menangis lah hingga kau merasa lega.” ucap Hyejin dewasa.

 

“Kang Minhyuk, dulu kau menyakiti sahabatku, dan sekarang kau menyakiti eonni ku, tidak ku sangka kau sepengecut itu Minhyuk. Akan ku balas semua perbuatanmu.” batin Hyejin seraya mengepalkan tangannya.

 

Seminggu sudah berlalu. Semenjak kejadian Minhyuk memutuskan Uee, Uee menjadi kehilangan semangatnya. Sudah beberapa hari, Uee sakit. Tubuhnya panas dan wajahnya sangat pucat. Dia pun masih sering menangis sendiri dan terkadang dia mendadak menjadi histeris dan teriak-teriak sendiri.

 

Hyejin dengan sangat sabar merawat eonni nya itu sendirian. Hyejin tidak berani untuk memberitahukan kepada orang tuanya tentang kondisi Uee, karna takut membuat hawatir orang tuanya. Hyejin sangat mengerti kenapa Uee bisa sampai seperti ini, karna Minhyuk adalah cinta pertama Uee. Tetapi melihat kondisi Uee yang seperti itu, Hyejin sangat membenci Minhyuk. Dia sangat bertekad untuk menemui Minhyuk.

 

“Mianhae, kalian pulang berdua saja. Aku ingin mampir dulu ke tempat kerja Uee eonni untuk meminta ijin kepada bosnya.” Ucap Hyejin berbohong pada Siwon dan Hara.

 

“Kami antarkan ya??” tawar Siwon.

 

“Tidak usah, kalian pulang saja. Lagipula aku hanya sebentar kok.” elak Hyejin.

“Yasudah, hati-hati dijalan ya. Kalau ada apa-apa, hubungi kami.” balas Hara sambil  tersenyum.

 

Hyejin pun hanya mengangguk, sementara dua sahabatnya itu segera berlalu dari hadapannya. Hyejin pun segera melaksanakan niatnya untuk menemui Minhyuk. Dan tak berapa lama, Hyejin bertemu dengan Minhyuk.

 

“Bisakah kita bicara berdua??” ucap Hyejin ketika bertemu dengan Minhyk.

 

“Iya, kau mau bicara dimana??” tanya Minhyuk.

 

“Ditaman atas bukit.” balas Hyejin.

 

“Yasudah, ayo kita kesana.” ajak Minhyuk seraya menarik tangan Hyejin.

 

Selama dalam perjalanan, Hyejin tidak mengeluarkan sepatah katapun. Dia hanya mengeluarkan tatapan sinisnya dan sikap dinginnya terhadap Minhyuk. Dan tak berapa lama, mereka sampai di taman atas bukit yang Hyejin maksud.

 

“Tumben kau ingin bicara padaku, ada apa Hyejin??” tanya Minhyuk.

 

PLAAKKK…

 

Sebuah tamparan dari Hyejin mendarat mulus di pipi Minhyuk.

 

“Apa kau tidak puas mempermainkan Hara?? Kenapa kau juga mempermainkan eonni ku??” tanya Hyejin penuh emosi.

 

“Eonni mu?? Siapa?? Aku tidak kenal siapa eonni mu!” bantah Minhyuk.

 

“Apa kau mengenal yeoja yang bernama Uee?? Asal kau tau, Uee adalah eonni ku!!!!!” balas Hyejin dengan nada tinggi.

 

Minhyuk tesentak kaget. Matanya terbelalak tak percaya dengan apa yang dikatakan Hyejin. Yeoja yang dia tinggalkan agar bisa mendekati Hyejin, ternyata adalah eonni nya Hyejin. Untuk beberapa saat suasana menjadi hening sampai akhirnya Minhyuk berkata lagi.

 

“Mianhae Hyejin, aku sungguh tak tau kalau Uee adalah eonni mu.”

 

“Jangan berbohong padaku Minhyuk. Apa yang kau mau Minhyuk?? Kenapa kau menyakiti orang-orang terdekatku??” ucap Hyejin penuh amarah.

 

“Aku tidak mau apa-apa. Jujur saja, aku meninggalkan Uee karna aku ingin mendekati mu??” balas Minhyuk.

 

“Untuk apa kau mendekatiku?? Untuk menyakitiku juga??” tuduh Hyejin.

 

“Anio, Hyejin. Aku mencintaimu, tidakkah kau mengetahui itu?? Aku tidak bisa bersama Uee karna dia terlalu protektif.” bantah Minhyuk.

 

“Kau itu adalah cinta pertama Uee eonni, kau sungguh ber…..”

 

“Cukup Hyejin!! Aku hanya mencintaimu, aku tidak peduli dengan siapapun.” ucap Minhyuk memotong perkataan Hyejin.

 

 

PLAAAKKKK…

 

Sebuah tamparan mendarat lagi di pipi mulus Minhyuk.

 

“Aku tidak ingin dicintai oleh mu.” ucap Hyejin sinis dan dingin.

 

“Waeyo Hyejin?? Waeyo??” tanya Minhyuk lirih.

 

“BECAUSE I HATE YOU!! KAU YANG TELAH MENYAKITI SAHABATKU DAN EONNI KU!! AKU TIDAK BISA MEMAAFKANMU KANG MINHYUK!!! BECAUSE I HATE YOU!!!!” teriak Hyejin tepat di wajah Minhyuk.

 

“Hyejin, cintailah aku! CINTAILAH AKU UNTUK SEKALI INI SAJA!!!” teriak Minhyuk histeris seraya mendoroong tubuh Hyejin. Dan tak disangka, akibat dorongan Minhyuk, Hyejin pun terjatuh dari atas bukit.

 

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…………..……………………….”

 

“Hyejin!! Hyejin!! Hyejin!!! Hyejinnnnnnnnnn…..!!!!!!!!!!!!!!!!!”

 

 

 

******************************************************************************************

 

Seminggu telah berlalu. Kini Uee hanya bisa menangis memandangi foto yeodongsaeng nya.

 

“Uee eonni, kuatkanlah hatimu. Aku tau ini sangat berat bagi mu dan juga keluargamu, tapi waktu sudah tidak bisa diputar lagi eonni.” ucap Hara menenangkan Uee.

 

“Uee noona, apa yang dikatakan Hara benar. Aku yakin kalau disana Hyejin akan sedih, jika melihatmu sedih juga.” timpal Siwon.

 

Uee hanya tersenyum mendengar nasihat dari sahabat yeodongsaeng nya itu. Ya, Hyejin telah meninggal karna terjatuh dari atas bukit kala itu. Saat terjatuh, Hyejin mengalami benturan-benturan yang sangat keras dan mengakibatkan pendarahan yang hebat dikepalanya. Hyejin juga banyak kehilangan darah akibat luka-luka di sekujur tubuhnya. Dan setelah sempat di bawa ke rumah sakit, ternyata nyawa Hyejin tidak dapat tertolong lagi.

 

“Uee, ayo cepat, pesawat akan lepas landas sebentar lagi.” perintah Ayah Uee.

 

“Iya Ayah. Oiya, Hara dan Siwon, aku sangat berharap kalian akan mengurusi makam yeodongsaeng ku dan juga mengurusi rumah ku. Aku berjanji aku akan kembali ke Seoul ketika Ayah telah selesai dengan tugasnya di Amerika.” jelas Uee dengan senyuman termanisnya.

 

“Tenang saja Uee noona, kami pasti akan melakukan itu.” ucap Siwon.

 

“Yasudah, aku jalan dulu. Jaga diri kalian.” ucap Uee seraya memeluk Hara dan Siwon secara bergantian dan pergi.

 

“Hati-hati eonni.” teriak Hara seraya melambaikan tangannya ke arah Uee.

 

Setelah kepergian Hyejin, orang tua Uee menyuruhnya untuk tinggal bersama di Amerika sampai Ayahnya selesai menjalani tugasnya dan kembali lagi ke Seoul. Orang tuanya hanya tak mau Uee terlalu larut dalam kepergian Hyejin, karna Uee sangat menyayangi yeodongsaeng nya itu. Oleh karna itu, Uee diminta untuk tinggal di Amerika sampai Ayahnya selesai bertugas.

 

Sementara itu setelah kepergian Hyejin, Minhyuk sangat terpukul dan merasa bersalah pada dirinya sendiri. Meskipun keluarga Hyejin memilih untuk tidak menuntut Minhyuk, tetapi Minhyuk sering terbayangi oleh kejadiaan saat itu. Kini, Minhyuk mengalami depresi berat dan stress, sehingga dia dirawat secara intensif di salah satu rumah sakit di Seoul.

 

“Because I hate you! Because I hate you!! Because I hate you!! BECAUSE I HATE YOU!!!!!!!! AAAAGGHHHH…….” teriak Minhyuk histeris sambil membanting semua barang-barang yang ada di kamarnya dan akhirnya Minhyuk terduduk lemas di pojok kamarnya seraya memegangi kepalanya.

 

Hanya kata-kata ‘Because I hate you’ yang selalu di ingat oleh Minhyuk dan selalu membuat Minhyuk berteriak-teriak histeris.

 

 

 

THE END!!

 

 

 

8 thoughts on “[AuthorLepas] Because I Hate You

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s