When A Crying Boy Meets A Lonely Girl (Part 4)

 

 

Author: Lee Dae Hyun (@amaryaririe)

Length: Chaptered

Rating: Teenager

Genre: Friendship, Romance

Cast:

  • Kang Min Hyuk (CNBLUE)
  • Shin Tae Young (fiksi)

Other Cast:

  • Lee Jae Jin (FT Island)
  • Jung Yong Hwa (CNBLUE)
  • Lee Jong Hyun (CNBLUE)
  • Lee Jung Shin (CNBLUE)

Note: Part 1 Part 2 Part 3

            Mianhae ya kalo lanjutannya lamaaa bangeeeettt dan kayaknya pendek juga.. Semoga aja lanjutannya gak mengecewakan. Selamat membaca dan jangan lupa komen ^^

Author POV

            “Gwaenchana?” tanya Jaejin pada Taeyoung di dalam mobil saat mengantar Taeyoung pulang.

            “Entahlah, aku merasa sangat buruk,” jawab Taeyoung, matanya tetap menatap ke jalan.

            “Soal tadi? Mianhae, aku tidak sengaja melihat apa yang terjadi antara kau dan Minhyuk, tapi memangnya apa yang melatarbelakangi kejadian tadi?”

           “Ehm, aku dan Minhyuk berteman akrab saat kelas 1 SMP. Tapi pertemanan itu hanya dalam waktu singkat karena aku pindah ke Singapore. Dan Minhyuk, dia bilang dia merindukanku. Aku juga merindukannya, namun seperti ada tembok penghalang untuk bisa dekat dengannya lagi.”

          “Apa itu karena…”

          Taeyoung mengangguk. Ia menyimpan sesuatu yang ia tidak ingin untuk diketahui Minhyuk, bahkan tidak banyak orang yang mengetahuinya kecuali oppanya dan Jaejin.

Minhyuk POV

            Aku merebahkan tubuhku ke atas tempat tidur. Ah, hari ini sangat melelahkan setelah seharian latihan band.

            Tiba-tiba aku teringat akan kejadian tadi di gedung agency.

            Taeyoung, kenapa dia bilang dia tidak kenal aku? Kenapa dia bersikap seperti itu. Apa kenangan lamanya terlalu pahit sampai-sampai dia tidak mau mengingatku? Setidaknya, aku kan teman baiknya di masa kecil. Tapi tetap saja dia tidak menganggapku. Ah, jadi seperti itu dia sekarang.  Ah, sebaiknya kulupakan saja dia. Dia pasti sudah berubah.

            “Arggghh, bagaimana aku bisa melupakannya?” kataku yang langsung mendudukkan tubuhku di tepi tempat tidur dan mengacak-ngacak rambutku. Aku sangat bingung. Tega sekali waktu itu dia meninggalkanku tiba-tiba dan sekembalinya dia dari Singapore dia bilang tidak mengenalku. Ah, Minhyuk. Kau pabo! Berarti kau bukan siapa-siapa untuknya.

            “Hmm, biar bagaimanapun. Aku akan membuatnya mengatakan bahwa ia mengenalku. Pokoknya aku yakin dia pasti masih ingat denganku. Minhyuk, HWAITING!” gumamku sambil mengepalkan tanganku.

** **

            Aku menyusuri jalan dengan motorku ke rumah Taeyoung. Dengar-dengar sih, sejak Taeyoung pindah, rumah ini belum dijual sampai sekarang. Bahkan kudengar, rumah ini masih dipertahankan oleh keluarga Taeyoung. Aku memarkir motornya persis di depan pagar rumahnya. Begitu turun dari motor langsung saja kupencet bel rumahnya. Aku berusaha untuk percaya diri.

            Seorang wanita membukakan pintu pagar. Ah, rupanya ahjumma pelayannya Taeyoung yang waktu itu dititipi surat untukku.

            “Annyeong,” sapaku sambil membungkukkan badan.

            “Annyeong. Wah, kau ini. Aku masih ingat waktu SMP kau juga datang ke sini. Wah, kau ini, wajahmu masih imut saja seperti dulu,” katanya sambil tersenyum.

            “Gomawoyo, Ahjumma,” jawabku malu-malu.

            “Ah, kau mencari Taeyoung ya? Ayo masuk.”

            Ahjumma itu mempersilakan aku masuk dan mengantarku ke lantai atas.

            “Nah, ini kamar Taeyoung. Biasanya jam segini dia sering duduk di balkon kamarnya. Kau masuk saja.”

            “Gomawo,” jawabku.

            Perlahan aku membuka pintu kamar Taeyoung dan masuk ke kamarnya.

            “Permisi,” ucapku. Tapi tidak ada jawabannya. Namun, saat aku melihat ke arah balkon, aku melihat seseorang sedang duduk di sana sambil sesekali melihat bintang di langit. Tidak lain dia adalah Taeyoung. Tapi, tunggu. Apa yang sedang ia lakukan?

Author POV

            Minhyuk terkejut melihat apa yang sedang dilakukan Taeyoung sampai-sampai matanya tidak berkedip. Ia pun menutup mulutnya yang menganga karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Minhyuk menemukan Taeyoung sedang menyuntikan jarum suntik pada tubuhnya sendiri. Hal ini membuat Minhyuk bertanya-tanya akan apa yang sebenarnya sedang Taeyoung lakukan.

            Taeyoung merasa ada seseorang yang memperhatikannya. Ia menoleh lalu menemukan Minhyuk dengan ekspresi wajah yang sangat kaget.

            “Kau kenapa bisa ada di sini?”

            “Taeyoung-ah,” Minhyuk sedikit berteriak. “Taeyoung-ah, apa yang sedang kau lakukan?” Ia membungkuk di depan Taeyoung sambil mengoncang-goncangkan tubuh Taeyoung bahkan ia pun sampai setengah berlutut di depan Taeyoung. Minhyuk menatap wajahnya Taeyoung seolah memelas meminta jawaban atas apa yang terjadi.

            “Taeyoung-ah,” rengek Minhyuk dengan mata berkaca-kaca. Namun Taeyoung masih belum bisa berkata apa-apa.

            Setelah hening beberapa saat, akhirnya Taeyoung angkat bicara.

            “Seperti yang kau lihat, aku tadi sedang menyuntikkan tubuhku. Kau jangan berpikir negatif dulu, aku bukan memakai obat-obatan terlarang. Aku… Aku sedang menyuntikkan insulin pada tubuhku,” jawab Taeyoung dengan kepala tertunduk.

            “Kau? Jadi kau…”

            “Ya, aku menderita diabetes tipe I. Itu kenapa sekarang aku menutup diri dari orang-orang. Aku belum siap jika orang-orang tau keadaanku. Aku belum bisa menerima diriku sebagai diabetic,” jelas Taeyoung.

            “Jadi kau merahasiakan hal ini dari orang-orang? Tidak ada yang tau tentang ini? Itukah alasan mengapa kau pura-pura tidak mengenalku?”

            “Ne. Tidak ada yang tau hal ini kecuali oppaku dan Jaejin. Bahkan orang tuaku. Lagipula tidak ada gunanya mereka tau, toh mereka juga sibuk dengan bisnisnya. Yang mereka tau aku baik-baik saja. Tentang kenapa aku pura-pura tidak mengenalmu, ah, kau saja terlihat sangat terkejut dengan apa yang terjadi tadi, jadi mana mungkin kau siap dengan kenyataan bahwa teman lamamu menderita diabetes.”

            “Taeyoung-ah, kau pikir aku akan maklum dengan alasan kenapa kau pura-pura tidak mengenalku? Kau sudah meninggalkanku secara tiba-tiba waktu SMP dan saat kau kembali ke Korea, dengan seenaknya kau bilang tidak mengenalku. Dan sekarang kau mengatasnamakan penyakitmu itu untuk melakukan itu? Aku sungguh tidak terima. Asal kau tau saja, orang lain tidak akan bisa menerima kekurangmu ini kalau kau sendiri belum bisa menerima kekuranganmu sendiri,” bentak Minhyuk yang langsung berlari keluar kamar Taeyoung dan meninggalkan Taeyoung.

            Sesampainya di dorm, Minhyuk langsung berlari masuk ke kamarnya. Yonghwa, Jonghyun dan Jungshin yang sedang menonton TV pun kaget melihat kawannya.

            “Ada apa sih dengan dia?” tanya Jonghyun bingung.

            “Aku juga tidak tau, Hyung. Hmm, aneh sekali,” jawab Jungshin.

            “Sudah, biarkan saja dia. Mungkin ia ingin menenangkan diri sejenak di kamar. Siapa tau nanti dia akan cerita pada kita,” kata Yonghwa.

** **

            Minhyuk masih gelisah mengingat-ingat pertemuannya dengan Taeyoung semalam. Ia pun memutuskan untuk bermalam di rumah keluarganya sendiri entah sampai kapan. Tapi yang ada, dia semakin sedih. Pilihannya untuk pulang ke rumah sepertinya salah karena rumahnya dekat dengan rumah Taeyoung. Siang itu, dia juga hanya sendirian di rumah.

            Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Minhyuk yang sejak tadi melamun, kaget dengan suara pintu yang diketuk.

            Minhyuk pun bergegas membukakan pintu. Seorang yeoja manis berdiri di depannya.

            “Taeyoung-ah, ada apa kau ke sini?” tanyanya terkejut.

            “Aku mau main ke sini. Memangnya tidak boleh?”

            Minhyuk hanya diam.

            “Kau masih marah ya? Makanya aku datang ke sini.”

            “A..aniyo, masuklah.”

            “Minhyuk, mianhae kalau kau kecewa. Aku hanya takut kau tidak bisa menerimaku. Itu saja,” kata Taeyoung setelah mereka duduk di sofa.

            “Taeyoung-ah. Kau tidak tau kan betapa sedihnya aku saat harus berpisah denganmu. Bahkan saat kau kembali, mulanya aku merasa senang. Tapi saat kau bilang kau tidak mengenalku, aku benar-benar sedih,” kata Minhyuk menangis.

            “Omo~ kau masih saja jadi crying boy. Kemarin saja saat di kamarku, matamu juga sudah berkaca-kaca,” canda Taeyoung.

            “Kau juga masih saja kesepian seperti dulu. Punya masalah disimpan sendiri. Sampai pura-pura tidak mengenal teman baik di masa kecil. Ck, sungguh menyebalkan. Kalau seperti ini terus, kau akan tetap menjadi orang yang kesepian,” kata Minhyuk sambil tertawa.

            “Ngomong-ngomong, memangnya kau siap melihat peralatan suntikku? Kalau kau tidak takut melihatnya, berarti kau lulus untuk tetap menjadi temanku.”

            “Hmm, macam sekolah aja pakai lulus segala,” jawab Minhyuk dengan bibir manyun.

            “Jadi bagaimana? Sejak kemarin, aku memutuskan untuk tidak malu meletakkan alat suntikku di atas meja untuk melihat apa orang yang kuharapkan untuk jadi temanku mampu menerima aku apa adanya.”

            “Oke, siapa takut. Aku kan hanya terkejut saat kau menyuntik. Aku berpikir kau melakukan hal yang tidak baik.”

            “Hmm, liat nanti ya. Kau harus tunjukkan padaku kalau kau benar-benar tidak akan takut melihatnya.”

            Suasana menjadi hening. Tapi kemudian Minhyuk memecahkan keheningan itu.

            “Taeyoung-ah, selagi kau di sini, aku ingin mengatakan sesuatu. Aku harap ini tidak masalah bagimu. Aku, menyukaimu. Saranghae, Taeyoung-ah. Aku tidak bisa menunggu lama lagi untuk mengatakannya karena kau… adalah cinta pertamaku.”

            Taeyoung terbelalak.

-TBC-

 

 

 

12 thoughts on “When A Crying Boy Meets A Lonely Girl (Part 4)

  1. cieeeeee saya cemburu ehm #salah
    serem juga sih sama diabeteser (?) macam begitu, mainannya suntikan.
    minhyuk jadi korban iklan axis, blak-blakan langsung main tembak kkkkk.

    lanjuuuuut

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s