Thank You [1 of 2]

Sequel of Let’s Try 3

Author: kang hyeri [@mpebriar]

Length: Twoshot

Genre: romance

Rating: PG15

Cast:

  • Kang Minhyuk CNBLUE
  • Park Hanyoung [OCs]
  • Kim Kibum / Key SHINee
Other:
  • Yonghwa, Jonghyun, Jungshin CNBLUE
  • Minho & Onew SHINee
  • Kang Ryuna [OCs]
  • Park Gikyoung [OCs]
Disclaimer: my own plot
*******************************************************************************

 

“Ya! Minho-ya! Aaaaaah!”

Minhyuk berteriak kesal karena dirinya kalah tanding sepak bola –di playstation- dengan salah satu teman sesama artisnya.

“Kau kalah, Minhyuk! Onew hyung!” Minho menyeringai begitu Onew berjalan menghampiri Minhyuk.

“Ampun, hyung! Aku masih mau hidup!” seru Minhyuk memundurkan tubuhnya begitu telapak tangan Onew sudah berada di depan wajah Minhyuk.

“Mianhae, Minhyuk! Seorang pria harus memegang janjinya!” kata Onew tersenyum.

Minhyuk menghembuskan nafas panjangnya dan siap untuk dieksekusi. Dan…

PLAK!

Ttakbam Onew berhasil membuat Minhyuk menjerit keras. Member CNBLUE dan SHINee yang lainnya hanya tertawa di atas penderitaan Minhyuk kini.

[[Ttakbam apa ya? Susah juga jelasinnya. Pokoknya, arahin telapak tangan ke wajah lawan, tarik jari tengah dan lepas ke dahi lawan. Nah, ttakbam-nya Onew itu sakti, bisa pecahin kacang kenari yang keras. Kalo kata Simon D yg udah ngerasain, serasa dipukul pake palu]]

“SHINee, rehearsal lima menit lagi!” kata seorang staff muncul dari pintu. SHINee –minus Key- beranjak dari duduk mereka. “Hwaiting!” seru Key pada rekan-rekannya.

Suasana berubah menjadi hening, hanya suara grasak-grusuk Minhyuk yang masih merasakan sakitnya sentilan dari Onew tadi.

“Aku lapar, hyung! Aku mau ke kafe bawah. Mau ikut?” ajak Jungshin yang sudah beranjak dari duduknya.

“Aku ikut!”

“Aku juga!”

Yonghwa dan Jonghyun sama-sama bangkit.

“Kalian berdua tidak ikut?” tanya Jungshin.

“Ani!” jawab Minhyuk dan Key serempak.

“Baiklah!”

Yonghwa, Jonghyun dan Jungshin pergi meninggalkan Minhyuk dan Key berdua. Suasana kembali hening. Key sibuk dengan ponselnya sedang Minhyuk masih mengusap-usap dahinya sendiri, berharap tidak akan berbekas karena satu jam lagi dia harus tampil. Key yang mengerti bagaimana rasa sakit yang sedang Minhyuk rasakan hanya menepuk-nepuk bahu Minhyuk.

“Sudahlah! Sebentar lagi rasa sakitnya juga hilang. Salahmu sendiri mau saja ikut bertaruh dengan si maniak winning eleven itu!”

“Aish! Aku tidak tahu rasanya bakal sesakit ini!”

“Hahaha!”

Minhyuk tiba-tiba menoleh ke arah kaki Key yang digips sebelah. “Key-ah, kapan kakimu bisa pulih?” tanya Minhyuk.

“Mwolla! Waktu itu dokter bilang kakiku harus digips selama dua bulan untuk kesembuhan yang sempurna, berarti besok aku sudah bisa membuka gips sialan ini!” umpat Key seraya menunjuk benda putih yang bertengger di kaki kanannya. “Untung tidak separah Jonghyun hyung dulu!” sambung Key sembari mengingat masa hiatus Jonghyun beberapa tahun yang lalu karena sebuah insiden yang mengharuskannya hiatus berbulan-bulan.

Kini gantian Minhyuk menepuk bahu teman dekatnya itu. “Lalu kau sudah menemukannya?”

“Belum! Ah sudahlah! Besok aku akan melepaskan gips ini, berarti aku juga harus melupakannya. Minhyuk-ah, terima kasih kau mau mendengarkan keluh kesahku selama ini.”

“Itulah gunanya teman, Key!” Minhyuk merangkul bahu Key dan berusaha memberi semangat pada temannya itu. “Tapi sayang hingga sekarang aku tidak tahu nama yeoja yang kau bangga-banggakan itu.”

“Aku akan memberitahukan namanya padamu kalau kau sudah bertemu langsung orangnya, tapi nyatanya kami putus, untuk apa lagi kau tahu namanya.”

Minhyuk menoyor kepala Key, “Aku penasaran, pabo!”

 

***

 

“Sial!” umpat Minhyuk seraya menendang ban mobilnya yang bocor. Dirinya memang tidak sedang terburu-buru, tapi dia kesal karena ban mobilnya bocor di tempat yang tidak strategis, sepi dari lalu lalang. Bahkan kendaraan umum tidak ada yang lewat satupun.

“Di mana aku harus mencari bengkel?”

Minhyuk mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya, lalu mulai menghubungi seseorang.

“Yonghwa hyung? Ban mobilku bocor!! … Aish, aku juga kurang tahu namanya apa yang jelas aku di sekitar Chungdam. … Jonghyun hyung sedang fitting baju dengan Hyeri, kau mau aku mengganggu kebahagiaan mereka? …  Jungshin? Aku menyuruhnya menemani Ryuna ke Ilsan. … Ah, yasudahlah!”

Minhyuk memutuskan sambungan secara tiba-tiba dan melempar ponselnya ke bangku kemudi dari luar. Minhyuk tidak bermaksud marah-marah pada orang yang dia anggap kakaknya itu, tapi suasana mendukungnya untuk berbuat begitu.

Tidak ada satu orangpun yang bisa dia andalkan sekarang kecuali Yonghwa. Dia tahu hyung-nya yang satu itu kini sedang sibuk dengan proyek lagunya untuk sebuah drama baru yang akan tayang dua bulan lagi, dan Minhyuk malah mengganggunya. Dia akan meminta maaf pada Yonghwa sepulang nanti.

Lalu kemana Jungshin dan Jonghyun? Dia tidak mau mengganggu masa-masa bahagia mereka dengan pasangannya.

Minhyuk mengenakan kacamata hitamnya dan menutupi kepalanya dengan topi baseball kesayangannya agar orang-orang tidak mengenalinya. Dia berjalan menelusuri trotoar jalan yang akan membawanya ke keramaian Chungdam. Mau bagaimana lagi, tidak ada yang bisa dia perbuat selain berjalan sejauh satu kilometer.

Sebuah mobil jaguar silver menepi tepat di samping Minhyuk. Kaca mobil terbuka dan muncullah seorang yeoja cantik yang sedang duduk di bangku kemudi, menatap Minhyuk yang mulai terpesona.

“Chogiyo! Apa kau tahu apartemen Gujangdoo?”

Bukannya menjawab, Minhyuk hanya diam terpaku menatap paras cantik yeoja itu.

“Minhyuk-ssi? Halo…”

Lamunan Minhyuk buyar begitu melihat lambaian tangan dari dalam mobil.

“Eh, apa kau bilang tadi? Gujangdoo?”

“Ne! Kau tahu itu di mana?”

“Apartemen itu sudah dirubuhkan sebulan yang lalu.”

“Jeongmalyo?”

Yeoja itu tampak kebingungan, membuat Minhyuk bertanya-tanya di dalam hatinya. “Kalau aku boleh tahu, untuk apa kau ke sana?”

“Aku berencana akan tinggal di Seoul dan hanya apartemen itu yang aku tahu!”

Yeoja itu mendengus kesal, dipukulnya setir mobil yang ada di hadapannya.

Minhyuk sedang berpikir sesuatu. Dari yeoja itu, dia bisa mengambil keuntungan dari kesialan yang dialaminya kini.

“Kalau boleh aku merekomendasikan, ada sebuah apartemen dengan fasilitas yang sama dengan apartemen yang kau tuju tadi. Aku bisa mengantarmu sekarang juga!”

Minhyuk sangat berharap yeoja itu menyetujuinya dan mengajaknya ke tempat yang Minhyuk maksud. Dengan begitu dia bisa ke pusat kota tanpa berjalan kaki terlebih dahulu sejauh satu kilometer dan menggunakan taksi menuju pusat kota.

Dan doanya terkabul.

Minhyuk membuka pintu mobil dan duduk di samping bangku kemudi. Yeoja itupun kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan standar.

Sekarang Minhyuk merasa sedikit gugup duduk di dekat seorang yeoja cantik nan anggun. Bahkan rasa gugupnya melebihi rasa gugup saat dia berada di atas panggung megah sekalipun. Minhyuk merasa cinta pada pandangan pertama sangat berlaku pada dirinya kini.

Yeoja yang tatapannya masih fokus pada jalanan sadar kalau dirinya sedang diperhatikan.

“Mihyuk-ssi, kau lihat apa?” tanyanya seraya menoleh ke samping kanan. Minhyukpun jadi salah tingkah.

“Eh, ani!”

Minhyuk melepas kaca mata hitam dan topinya dan kembali memandang yeoja itu, berharap sang yeoja sadar siapa namja yang sedang duduk di sampingnya itu sebenarnya.

“Kau menatapku lagi?”

Minhyuk mengerutkan keningnya. Bagaimana bisa seorang artis terkenal malah tidak dikenal?!

“Wae? Jangan biasakan mengerutkan dahi, nanti cepat tua, lho (?)”

“Kau tidak mengenalku, miss?” tanya Minhyuk heran.

“Bagaimana bisa aku tidak mengenal seorang drummer handal sekaligus aktor terkenal sepertimu. Tentu saja aku mengenalmu, Kang Minhyuk! Tidak sadar ya dari tadi aku menyebut namamu? Kaca mata dan topimu tidak berguna.”

Minhyuk mengangguk paham, dia baru sadar kalau yeoja itu dari tadi memang memanggilnya dengan namanya.

“Haha, responmu biasa sekali!”

“Oh ya? Lalu aku harus apa? Berteriak ‘aaaaaa ada kang minhyuk’ atau tiba-tiba memelukmu begitu melihatmu tadi?” yeoja itu tertawa seraya menggeleng-gelengkan kepalanya, Minhyukpun ikut tertawa.

“Hahaha, kau unik miss, belum pernah aku menemukan orang sepertimu.”

“Aku hanya tidak mau bersikap berlebihan. Oh ya, jangan panggil aku miss, panggil aku Hanyoung, Park Hanyoung!”

“Hanyoung? Nama yang cantik!”

“Kau tidak sedang berusaha menggombaliku kan?” tanya Hanyoung mendelik ke sebelahnya.

“Rasanya sulit untuk tidak memuji yeoja secantikmu.”

Merekapun tertawa layaknya teman dekat.

Sepanjang perjalanan mereka habiskan dengan berbincang-bincang. Kebanyakan seputar Seoul karena Hanyoung sendiri masih merasa asing dengan kota itu, berharap akan sama nyamannya dengan tempat kelahirannya Busan.

“Yang itu!” tunjuk Minhyuk pada apartemen kelas bintang empat. Hanyoungpun segera menepikan mobilnya dan melihat-lihat apartemen itu dari dalam mobilnya. “Bagaimana, kau suka?” Hanyoung hanya menjawab dengan sebuah anggukan.

“Mau aku temani ke dalam?” tawar Minhyuk.

Sebenarnya Hanyoung ingin sekali, kapan lagi dia bisa dekat dengan seorang idola terkenal. Namun dia sadar kalu itu hanya akan merepotkannya saja. “Tidak perlu, Minhyuk-ssi! Aku bisa sendiri.”

“Baiklah!”

Minhyuk ingin membuka pintu mobil, tapi suara Hanyoung mencegahnya.

“Mau ke mana?”

“Mau ke mana lagi kalau bukan pulang. Urusan kita sudah selesai bukan?”

“Hmmm, biar aku antar!”

“Terima kasih atas tawarannya, tapi tidak usah. Dorm-ku dekat kok.”

“Kalau begitu….,” Hanyoung mengambil ponselnya yang dia letakkan di jok belakang dan memberikannya pada Minhyuk. “Tulis nomor ponselmu disitu. Aku akan mengurus mobilmu sebagai rasa terima kasihku. Jebal, jangan ditolak!”

Minhyuk tersenyum, dengan senang hati dia menekan-nekan layar touchscreen ponsel Hanyoung.

 

***

 

Minhyuk gelisah memandang ponselnya, berharap sebuah panggilan dari nomor tidak di kenal datang menghubunginya. Padahal mobilnya sudah sampai di basement apartemen dua jam yang lalu, tapi Hanyoung belum juga menghubunginya.

Salahnya sendiri tidak menanyakan nomor ponsel Hanyoung. Dia tetap memegang teguh gengsinya.

Tiba-tiba ponsel Minhyuk berdering. Buru-buru dia berlari menuju tempat tidurnya dan meraih ponsel miliknya. Minhyuk menatap layar ponsel dan senyuman tersirat di bibirnya. Dari nomor yang tidak dikenalnya dan dia yakin itu pasti Hanyoung.

“Yobosseyo?”

YA, HAN PILSEOK, AKU MENUNGGUMU 3 JAM!”

Minhyuk buru-buru menjauhkan ponsel dari telinganya agar pendengarannya tidak rusak, karena pendengaran salah satu aset berharga bagi seorang musisi. Minhyuk mendengus kesal dan balik membentak.

“SIAPA YANG KAU MAKSUD PILSEOK? AKU KANG MINHYUK BUKAN HAN PILSEOK!”

TUUUT TUUUT TUUT!

“Hah? Bahkan dia duluan yang memutuskan sambungan? Harusnya aku!” Minhyuk berbicara di depan ponselnya walaupun sambungan telah terputus. Dia membanting ponselnya ke tempat tidur.

Ponselnya kembali berdering dan ini saatnya Minhyuk untuk melabrak si penelpon tadi.

“YA! BERANI-BERANINYA KAU MEMUTUSKAN SAMBUNGAN TERLEBIH DAHULU! KAU TIDAK TAHU SIAPA AKU?”

Aku tahu kau, Minhyuk-ssi! Aish, bisa tuli aku bicara denganmu!”

Minhyuk langsung mengalihkan ponselnya ke depan wajahnya. Dia menyimak nomor si penghubung, ternyata berbeda dari yang tadi.

Ya, Minhyuk-ssi? Halo? Kau masih hidup?”

Suara samar-samar terdengar dari ponselnya. Minhyukpun kembali menempelkannya ke telinganya.

“Hanyoung-ssi? Mianhae, aku kira si penelepon salah sambung itu.”

“Kau pasti sangat menyeramkan kalau sedang marah.”

Minhyuk memukul kepalanya sendiri karena telah memberikan kesan buruk pada Hanyoung.

“Haha aniya! Dia duluan yang membentakku tiba-tiba. Oh ya, kenapa baru menghubungi sekarang?”

Mian, orang bengkel baru memberitahuku kalau mobilmu sudah dikirim dua jam yang lalu, makanya aku menghubungimu sekarang. Eh, kau menunggu kutelpon rupanya?”

“Ya begitulah, aku ingin sekali mendengar suaramu!”

Hahaha, gombal lagi? Ah ya, aku sudah memutuskan akan tinggal di apartemen itu. Aku sudah mengurusnya dan besok barang-barangku tiba di sana. Kalau kau tidak sibuk maukah kau membantuku? Aku tidak punya kenalan di sini selain kau.”

“Kau meminta pertolongan pada orang yang tepat, nona cantik!”

Minhyuk tidak tahu kalau dari balik pintu kamarnya, dua sosok namja sedang mengintipnya dari tadi melalui celah pintu begitu mereka berdua mendengar teriakan dari kamar Minhyuk. Jungshin dan Yonghwa serempak menjulurkan lidah mereka begitu Minhyuk menyebut ‘nona cantik’.

“Apa yang sedang kalian intip, hah?” tanya Jonghyun tiba-tiba. Yonghwa dan Jungshin menoleh ke belakang dan memberi isyarat diam dari mata mereka. Karena penasaran Jonghyunpun ikut mengintip.

Hampir setengah jam Minhyuk dan Hanyoung bercakap dan selama itu juga ketiga namja tampan itu mengintipnya. Pegal memang, tapi rasa penasaran mereka berhasil menghalau rasa pegal itu. Sejak kepulangan Minhyuk kemarin sore, Yonghwa merasa ada yang aneh dengan Minhyuk. namja bermata sipit itu tidak berhenti tersenyum.

Jungshin menutup pintu pelan begitu Minhyuk menyudahi percakapannya.

“Jadi Minhyuk sedang jatuh cinta?”

“SSSSSSTTT!” Yonghwa buru-buru membekap mulut Jonghyun karena suaranya yang bisa saja terdengar dari kamar Minhyuk.

Jungshin menyeret Jonghyun menuju kamarnya, diikuti Yonghwa. Jonghyun dan Yonghwa duduk di tepi ranjang Jungshin, sedangkan sang pemilik kamar menarik kursinya dan duduk di depan kedua hyung-nya itu.

“Jadi, apa yang terjadi dengan Minhyuk?” tanya Jonghyun. Dia memang tidak tahu apa-apa karena sejak seminggu yang lalu dia lebih memilih tinggal di rumahnya bersama anak dan istrinya. Baru sekarang dia berkunjung ke dorm.

[[oke, yang ga tau siapa anak dan istri Jonghyun, baca Let’s try dulu ya]]

“Hyung ceritakan!” seru Jungshin pada Yonghwa.

“Begini! Kemarin siang Minhyuk meneleponku, dia bilang ban mobilnya bocor. Kau tahu kan aku sedang sibuk, makanya aku tidak bisa menjemputnya. Pulang-pulang entah kenapa Minhyuk terus saja tersenyum. Aku pikir kepalanya terbentur sesuatu, ternyata dia sedang jatuh cinta.”

“Akhirnya Minhyuk jatuh cinta juga!”

Jonghyun menoyor kepala Jungshin.

“Apaan sih, hyung?” protes Jungshin.

“Apa maksudnya dengan ‘akhirnya’?”

“Kalian tahu sendiri kan delapan tahun kita berkarir dan tidak ada satupun yeoja yang dapat memikat Minhyuk. Namja itu terlalu terobsesi dengan karirnya. Dan mendengar pendapat Yonghwa hyung kalau Minhyuk sedang jatuh cinta, tentu saja aku senang. Sudah saatnya Minhyuk memikirkan yeoja selain karirnya.”

Yonghwa dan Jonghyun mengangguk paham dengan apa yang dikatakan Jungshin. Mereka sependapat dengan asumsi sang magnae.

 

***

 

“Yang ini mau diletakkan di mana?” teriak Minhyuk sambil melempar-lempar sebuah bola kristal cantik ke atas. Hanyoung yang melihat tingkah Minhyuk langsung berlari menghampirinya dan merebut bola kristal itu.

“Aku tidak akan memaafkanmu kalau ini pecah, Kang Minhyuk!”

Minhyuk sedikit merasa merinding mendengar Hanyoung berbicara tadi. Terbersit rasa tidak enak di hati Minhyuk.

“Mianhae, Hanyoung-ssi! Aku tidak bermaksud…”

“Ah lupakanlah!” Hanyoung tersenyum lalu meletakkan bola kristal itu di atas meja. Kemudian yeoja itu menarik tangan Minhyuk dan membawanya menuju meja makan. “Aku sudah masak banyak. Kau harus bantu aku menghabiskannya.”

Minhyuk tersenyum. Dia beruntung yeoja yang duduk di depannya ini tidak terlalu memperpanjang masalah. Minhyuk malah jadi membayangkan jika bola kristal yang digenggamnya tadi jatuh, entah bagaimana reaksi Hanyoung setelah itu.

“Jangan melamun!” seru Hanyoung seraya mencapit-capit sumpitnya tepat di depan wajah Minhyuk.

“Ani! Aku hanya penasaran kalau kau lagi marah.”

“Kalau begitu jangan sampai kau membuatku marah, Minhyuk-ssi! Aku takut terjadi apa-apa padamu.”

“Jinjjayo? Berarti kau yeoja menyeramkan.”

Mereka berdua tertawa bersama-sama.

Setelah makan usai, Hanyoung berlalu ke kamarnya bermaksud untuk membersihkan diri. Minhyuk menunggu sembari melihat-lihat tatanan dekorasi yang telah mereka dekor berdua. Kemudian pandangannya tertuju pada sebuah bola kristal.

“Pasti sangat berharga baginya.”

Minhyuk membolak-balikkan bola kristal itu dan menemukan ukiran di bawah penyangga bola kristal itu. diapun tersenyum.

“Key? Ternyata ada yang menggunakan namamu sebagai merk barang, Key, kekeke!” Minhyuk tertawa renyah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

***

 

“Hyukkie, kapan kau akan mengenalkan yeoja itu?” desak Jungshin pada Minhyuk yang asik memainkan PSP milik Minho. Kebetulan sang pemilik alat elektronik itu sedang melakukan kewajibannya sebagai seorang boyband sekarang ini dan CNBLUE yang juga menjadi salah satu penghibur di acara itu menunggu giliran tampil.

“Aku akan mengenalkannya nanti, Jungshin!” kata Minhyuk tanpa mengalihkan pandangannya dari PSP.

KLEK! Pintu ruang khusus CNBLUE terbuka dan muncul Key dengan wajah yang berkeringat.

“Siapa yang mau dikenalkan?” tanya Key dengan suara cemprengnya.

“SSSSTT!” Jungshin memberi isyarat diam pada Key dan melirik Yonghwa yang tengah tertidur di sofa ruangan. Keypun masuk dan menghampiri Minhyuk dan Jungshin.

“Apa tentang yeoja itu?” tanya Key mendelik pada Minhyuk. Minhyuk memang menceritakan pertemuannya dengan seorang yeoja beberapa hari yang lalu pada Key saat namja itu menelponnya.

Yang ditanya hanya menjawabnya dengan berdeham. “Ya, ayolah kenalkan padaku! Namanya, deh!”

“Shiro! Kau saja tidak mengenalkan pacarmu padaku.”

“Mantan pacar, Kang Minhyuk!”

Minhyukpun mematikan PSP yang dia genggam dan memberikannya pada Key. “Ini! Kau ke sini untuk mengambil ini kan. Sana pergi! Sebentar lagi aku tampil. Aku mau memperbaiki moodku dulu.”

Merasa diusir, Key mengerucutkan ujung bibirnya dengan kecewa, lalu berlalu dari ruangan tersebut. Baru saja Key keluar, Jonghyun masuk.

“Ya, kenapa baru datang sekarang sekarang, hyung?” tanya Jungshin seraya meninju lengan Jonghyun.

“Mian, ada yang mesti aku urus.”

Minhyuk berjalan menghampiri Jonghyun lalu menepuk bahu hyung-nya itu. “Sudah kubilang kan hyung, lebih baik kau urus saja pernikahanmu itu. Seminggu lagi lho hyung, tapi kau masih sempat-sempatnya bekerja.”

“Aku tidak bekerja Minhyuk. Aku akan melakukan apapun yang aku suka, walaupun bagiku satu hari itu tidak cukup hanya 24 jam.” Jonghyun balik menepuk bahu Minhyuk. “Jadi, kau akan mengajak yeoja itu, kan?”

Minhyuk menghela nafas. “Yah, dibahas lagi! Tadi Jungshin, lalu Key, sekarang kau hyung.”

“Ayolah, kenalkan pada kami! Undang dia ke pesta pernikahanku.” pinta Jonghyun memelas.

“Nanti aku tanya dulu orangnya.”

 

 

 

Menjelang tengah malam, semua member CNBLUE tiba di dorm dan langsung menuju kamar mereka masing-masing –minus Jonghyun yang lebih memilih rumahnya-. Minhyuk mondar-mandir gelisah di depan tempat tidurnya seraya membolak-balikkan ponsel yang dia genggam dari tadi. Dia ragu akan mengundang Hanyoung atau tidak, karena mereka baru saja kenal. Tapi entah kenapa Minhyuk nyaman bersamanya dan iya ingin sekali dekat dengan yeoja itu.

Minhyuk menatap layar ponselnya. Kemudian jempol tangannya mejelajah kontak di ponselnya dan mencari nama Hanyoung. Jempolnya nyaris menekan tombol panggilan tapi buru-buru dia enyahkan.

“Ani, ani! Rasanya aneh sekali kalau aku mengundangnya. Aku baru kenal dengan Hanyoung, ketemupun baru dua kali.”

Minhyuk kembali mondari-mandir hingga langkahnya terhenti saat ponselnya berdering.

“Ha… Hanyoung?”

Detak jantung Minhyuk tiba-tiba berdegup dengan kencang. Ada apa yeoja itu menelponnya tengah malam begini?

Minhyukpun mengambil nafas dalam-dalam dan menekan tombol jawab.

“Yobosseyo?”

Kukira kau sudah tidur. Tadi aku melihat penampilanmu, lho! Kau keren! Salahkan dirimu kalau aku menjadi fans beratmu.”

“Hahaha aku merasa sangat terhormat memiliki fans secantik dirimu. Eh, kau lihat? Kenapa tidak memberitahuku kalau kau datang?”

Kau pasti lelah, makanya aku tidak jadi mengajakmu minum-minum.”

Aish, mana mungkin aku menolak ajakan seorang Park Hanyoung. Sekarangpun aku siap.”

Hahaha, lebih baik kau istirahat.”

Minhyuk menggigit ujung jari jempol tangannya sendiri. Dia sedikit ragu untuk mengundang Hanyoung datang ke pesta pernikahan Jonghyun.

“Hanyoung-ah?”

Ne?”

Kau tau kan kalau Jonghyun hyung akan menikah ulang minggu depan? Ma..maukah kau menemaniku ke pesta pernikahan?” tanya Minhyuk sedikit ragu.

Hah? Kenapa harus aku? Kenapa tidak Yonghwa atau Jungshin? Atau… pacarmu mungkin?”

“Aku tidak punya pacar, Han-ah! Lagi pula mereka berdua datang dengan pasangan mereka masing-masing,” bual Minhyuk. Jungshin memang berencana akan pergi dengan adik Minhyuk yang berstatus pacar Jungshin, Kang Ryuna. Tapi Yonghwa? Minhyuk hanya membual agar Hanyoung ikut.

Hmm sebelumnya terima kasih, tapi maaf! Adikku memohon padaku untuk menemaninya ke pesta pernikahan temannya tepat saat pesta pernikahan Jonghyun.”

“Jinjja? Oke, tidak apa-apa. Oh ya, kenapa kau telpon malam-malam begini?” tanya Minhyuk, dia berusaha menyembunyikan kekecewaannya.

Besok adikku akan pulang ke Korea. Aku tidak tahu jalan menuju Bandara Gimpo. Kalau kau tidak sibuk, bisa temani aku untuk menjemputnya?”

Aku sangat tidak sibuk. Jadwal shootingku telah selesai dan CNBLUE mulai hari ini akan hiatus selama sebulan. Kau bisa memanfaatkanku sesuka hatimu.”

Hahaha, kau ini bicara apa, Minhyuk? kau merasa dimanfaatkan?”

“Ani, bukan begitu! Maksudku aku senang kau meminta bantuanku, Han-ah!”

Oh, begitu! Hey, kalau boleh jujur, aku suka bagaimana caramu memanggilku, walaupun terkesan asing di telingaku karena orang-orang biasa memanggilku Hanyoung.”

“Hahaha, baiklah, jangan biarkan orang lain memanggilmu Han-ah selain aku karena itu panggilan kesayanganku untukmu. Han-ah, Han-ah, Han-ah!”

 

***

 

Minhyuk menyetir mobilnya dengan hati-hati. Matanya sesekali melirik ke samping kanannya.

“Apa yang kau lihat, Minhyuk? Aku?” tanya Hayoung salah tingkah.

“Ani! Aku melihat sesosok malaikat cantik tak bersayap yang sedang duduk di sampingku. Kau juga mau lihat? Arahkan saja kaca spion itu ke wajahmu dan kau akan melihat malaikat itu.”

Pipi Hanyoung tiba-tiba memerah dan Minhyuk tertawa begitu melihatnya.

“Ke…kenapa kau tertawa?” tanya Hanyoung yang masih merasa salah tingkah.

“Hahaha, wajah malaikat itu sekarang memerah!”

“Ck, berhenti menggodaku, Kang Minhyuk!” seru Hanyoung seraya mencubit lengan Minhyuk.

“Appo! Aku baru tahu malaikat bisa marah juga, tapi tetap saja cantik.”

Hanyoung mengalihkan pandangannya dari Minhyuk. Dia tidak mau Minhyuk melihat senyumannya yang tidak mau memudar.

“Han-ah, kau tidak risih dekat-dekat dengan seseorang yang baru kau kenal?”

“Maksudmu aku ini yeoja gampangan?” tanya Hanyoung melotot pada Minhyuk.

“Aduh, aku tidak bermaksud itu. Hanya saja kita kan baru kenal, hari inipun hari pertemuan kita yang ketiga. Kau menganggapku teman atau artis?”

“Tentu saja aku menganggapmu teman. Aku yakin kau orang yang baik.”

Minhyuk mengangguk-angguk, lalu kembali fokus ke jalanan. Dia baru menyadari kalau ini pertama kalinya dia sangat dekat dengan seorang yeoja sejak dia putus dengan pacarnya di bangku sekolah dulu. selama ini dia terlalu berambisi untuk menjadi yang terbaik hingga melupakan seseorang untuk pengisi hatinya.

“Han-ah, kau punya pacar?” tiba-tiba saja Minhyuk bertanya lancang, spontan keluar dari mulutnya.

Hanyoung menggeleng lemas.

“Kau sakit?” tanya Minhyuk lagi dan disambut gelengan Hanyoung.

“Bisa kita tidak membicarakan masalah pacar? Aku sedang tidak ingin membahasnya.”

“Oh, mianhae!”

Suasana hening. Mereka terlalu sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Minhyuk yakin sekali kalau Hanyoung sedang dalam masalah menyangkut pacar. Minhyuk sendiri jadi menduga-duga kalau Hanyoung telah memiliki seorang kekasih.

 

 

 

Suasana masih saja hening saat mereka sudah kembali mendudukkan diri mereka di jok mobil, ditambah seorang namja yang diakui Hanyoung sebagai adiknya yang kini duduk di samping Minhyuk. Hanyoung hanya menatap heran dua namja yang duduk di depannya itu.

“Oh ayolah! Katanya kalian saling kenal, kenapa hanya diam? Kalian tidak bermusuhan, kan?”

Dua namja itu hanya menggeleng-geleng.

“Nah, lalu? Kalau begitu ceritakan padaku bagaimana kalian bisa saling kenal? Kau tidak menceritakan padaku kalau kau punya kenalan seorang artis terkenal.”

Baru saja Minhyuk ingin menjawab, bahunya ditepuk oleh namja itu.

“Kau tahu kan kalau Jonghyun CNBLUE akan mengadakan pernikahan ulang sebentar lagi? Istrinya yang selama ini dia sembunyikan itu adalah temanku, noona. Dan yah sebenarnya selama ini aku tahu itu. makanya aku bisa kenal dengan Minhyuk.”

Hanyoung mengangguk-angguk. “Oh! Lalu mana yeoja yang selalu kau bangga-banggakan itu? kenapa kau tidak mengajaknya ke sini? Kau harus mengenalkan pacarmu padaku.”

“Demi apapun aku bosan sekali bilang ini! Dia bukan pacarku, noona. Lagi pula dia sudah kembali ke mantan pacarnya.”

“Aish, Gikyoung! Pabo namja! Tinggal di Jepang ternyata tidak menurunkan tingkat kebodohanmu. Kalau kau benar-benar mencintainya kau harus mengejarnya.”

“Cinta itu tidak bisa dipaksakan, noona! Kalau memang dia lebih bahagia dengan mantannya, aku akan ikut bahagia karena kebahagiaannya adalah kebahagiaanku. Mungkin dia bukan jodohku.”

Minhyuk tercengang mendengar pengakuan Gikyoung.

“Wow, Gikyoung, kau benar-benar membuatku takjub!”

“Kau memujiku atau meledekku, hyung?”

Minhyuk dan Gikyoungpun tertawa.

“Oh ya, noona, aku kira Kibum hyung yang akan menjemput kita.”

Hanyoung tidak menggubris perkataan Gikyoung, membuat suasana tiba-tiba berubah hening. Minhyuk mulai curiga kalau namja yang bernama Kibum itu pasti pernah hadir di dalam hidupnya.

Tak lama mereka sampai di depan apartemen Hanyoung. Minhyuk membantu menurunkan koper Gikyoung.

“Kau duluan saja, ini kartu kamarku!” Hanyoung menyerahkan sebuah kartu elektronik pada Gikyoung dan kemudian namja itu berlalu masuk meninggalkan Hanyoung dan Minhyuk.

“Hmm, oppa, terima kasih sudah membantuku. Sepertinya aku selalu merepotkanmu.”

Minhyuk terbelalak memandang Hanyoung.

“Wae?” tanya Hanyoung.

“Kau… memanggilku oppa?”

“Hahaha ada yang salah? Aku baru sadar tadi saat adik kembarku memanggilmu hyung. Hmm kau tidak suka?”

“Joahae, nomu joahae!” kata Minhyuk sedikit malu.

“Baiklah, sampai jumpa minggu depan.”

“Minggu depan?”

“Iya, pesta pernikahan Jonghyun.”

“Oh, iya, iya! Sampai jumpa!”

Minhyuk kembali masuk ke bangku kemudi lalu menjalankan mobilnya. Dari kaca spion dia bisa melihat sosok Hanyoung yang sedang melambaikan tangannya. Tiba-tiba saja Minhyuk tersenyum begitu mengingat kejadian tadi.

“Oppa… Oppa… Aku ingin mendengarmu memanggilku oppa setiap hari! Yaaaaa, ada apa denganku akhir-akhir ini.”

 

***

 

“Oppa, cemberut aja!” seru Ryuna seraya mencubit kedua pipi Minhyuk. Minhyukpun menghempaskan tangan Ryuna.

“Diam, Ryun! Aku sedang tidak ingin bercanda!”

Ryuna mendengus kesal. Jungshin meminta Ryuna datang ke dorm untuk menemaninya karena dorm terasa sepi hanya dengan Minhyuk berdua. Seminggu ini Yonghwa berada di Busan, Jonghyun makin sibuk menyiapkan acara pernikahannya, dan Minhyuk hanya bagaikan patung berjalan bagi Jungshin.

“Sudahlah, jangan diganggu oppamu itu. Biar saja dia selesaikan masalahnya sendiri!” kata Jungshin yang masih memetik bass birunya.

“Kau tidak mengerti, Jungshin!”

“Bagaimana aku mau mengerti kalau kau saja tidak cerita-cerita padaku.”

“Hey, hey! Sebenarnya ada apa, sih?”

Minhyuk bangkit dari sofa dan langsung menarik tangan Jungshin. Ryuna ikut bangkit tapi kemudian, “Kau tidak usah ikut, Ryun! Ini urusan namja!”

“Cih!” Ryuna kembali mendengus lalu menghempaskan dirinya di sofa seraya menatap sosok Jungshin dan Minhyuk yang masuk ke kamar Minhyuk. Minhyuk segera mengunci pintu kamarnya dan menyuruh Jungshin duduk di tepi ranjang.

“Menurutmu jatuh cinta itu seperti apa?” tanya Minhyuk pada Jungshin.

“Hahahahahaha!”

“Ya, kenapa tertawa?”

“Kau benar-benar sedang jatuh cinta, Kang Minhyuk.”

Minhyuk menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Dia merasa ada yang aneh dengan dirinya sendiri. Selalu wajah Hanyoung yang terbayang-bayang dipikirannya.

“Memang ketara ya?”

“Sangat! Kau ini berubah sejak mengenal yeoja yang tidak-aku-tahu-namanya.”

Minhyuk mengacak-acak rambutnya seperti orang frustasi. “Ottokhae?”

“Kau benar-benar mencintainya?”

“Kalau cinta aku masih ragu, tapi kalau suka ya aku sangat menyukainya.”

 

***

 

Minhyuk kesal karena selain gelisah menunggu Hanyoung yang tidak kunjung datang, juga karena melihat Jungshin dan Ryuna yang menurutnya terus mengumbar kemesraan mereka di depan Minhyuk. Tapi rasa kesal itu sirna begitu dia melihat seorang yeoja yang dia kenal datang bersama seorang namja berstatus adik kembarnya.

“Hanyoung!” panggil Minhyuk.

Jungshin dan Ryuna cukup tercengang begitu melihat dua orang itu, terutama Gikyoung karena sudah lama sekali mereka berdua tidak melihat namja itu.

Setelah mengenalkan Hanyoung, Minhyuk menarik tangan yeoja itu dan membawanya untuk dikenalkan dengan seseorang.

“Key-ah!”

Key menoleh dan matanya terbelalak.

“Ini yeoja yang aku ceritakan. Kenalkan ini Park Hanyoung!”

Minhyuk sangat antusias mengenalkan yeoja yang disukainya pada teman dekatnya itu –Key-. Tapi kemudian senyumannya memudar begitu melihat Hanyoung dan Key yang saling bertatapan seseorang yang sudah lama tidak ditemui. Tiba-tiba saja Minhyuk teringat pada bola kristal milik Hanyoung.

Key? Kibum? Diakah?

 

-tbc-

 

AAAAAAAAAAAAAAAAA asli banget ini garing abis ceritanya. Makanya aku bikin twoshot doang.

Gomawo ya udah baca, jangan lupa komen J

9 thoughts on “Thank You [1 of 2]

  1. #curhat bentar, aku lagi patah hati trus liat eh ada FF baru pas liat castnya Kang Minhyuk (suami aku) Park Han Young (nama kora aku) Key (Bias ke sekian aku) langsung deh senyuuuuuuuum🙂 eh pas baca ceritanya sweeeeetttttttt makin seneng. lupa deh ma patah hatinya hahahahaha. makasih authornya bikin cerita bagus bgt, naikin mood aku bgt. lanjuuuuuuuuuuttttt jgn two shoot ah yang panjang kaya lets try hehehe #abaikan
    Hyuk, I’m your angel *???????*

    • gitu ya??? haha jadi enak
      twoshot ajalah, takut mentok idenya.
      klo otakku mau diajak kerja sama, yg part dua aku bikin melting deeeeh #gajanji

  2. O4 jd ini masi brhubungan ma Lets Try..untngx dah bCa lets try,jd xambung bca ffx

    agak bngung pas blg jonghyun mau nikah,coz tak pikir kim jonghyun,eh trxta jonghyun burning yg mw nikah ulang hehe

    ampun dah knp minhyuk jd gombal gt yak wkwkwk,muka imut2 trxta pandai menggombal,LOL wkwk

    thor cnblue n shinee emang kxataanx tman dkat kah?cz dulu diFB perna nemu pas mrk lg maen game brg hehe,klu author ada linkx,aq minta y thor,aq pengen liat pikux lg

    • haha ga deket banget kok, karangan admin aja ini kekeke

      iya, di acara apa gitu lupa, minhyuk sama minho lagi main ps di backstage (ada FT Island juga) 🙂 makanya aku pake di sini ;p

  3. Pingback: Thank You [2 of 2] | ffcnblueindo

  4. Pingback: Thank You [2 of 2] « SHINY BLUE

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s