[AuthorLepas] You’re My Prince

 

 

 

 

 

 

Author  : Keynie^^ aka Jung Woon Min (Twitter : @weny28pooh)

 

Main Cast  : Jung Yonghwa ‘CNBlue’, Seohyun ‘SNSD’.

 

Other Cast  : Choi Sooyoung ‘SNSD’, Onew ‘SHINee’, Krystal ‘f(x)’, Sulli ‘f(x)’, Park Jungsoo a.k.a Leeteuk ‘Suju’.

 

Rating  : T, PG-12.

 

Length  : Oneshoot

 

Genre  : Romance, sedikit humor (?).

 

Disclaimer  : Semua punya Tuhan *gaje*

 

NB  : Annyeong chingu-deul.. *lambai-lambai tangan*… Ini first time, aku kirim ff ke cnblueindo.. Dan, ff ini udah lama juga aku buatnya, waktu WGM YongSeo hampir habis dan cuma aku publish di notes fb-ku.. Trus, aku publish lagi di WP pribadiku sebagai present buat ultah Yonghwa Oppa.. Haha😀  FF ini aku adaptasi dari cerita manga Jepang yang berjudul “Handsome Prince”  karya Shiumi Saki. Tapi, ada beberapa bagian yang merupakan improvisasi Weny sendiri.. Moga suka sama ceritanya… ^^ Happy reading……

 

 

 

@@@@@@@@@@@@

 

 

 

“Aku suka kamu, Yonghwa….”, kata Seohyun dengan wajah merona.

 

“Terima kasih. Aku senang sekali.”, jawab Yonghwa mengeluarkan senyum manisnya.

 

 

 

INILAH PERNYATAAN CINTA MENGEJUTKAN ABAD INI…

 

 

 

*************

 

“Chukahae, Seohyun-ah..”, kata Sooyoung riang.

 

“Ayo kita cheers untuk Seohyun dan Yonghwa”, kata Onew sambil mengacungkan botol softdrink-nya. Seohyun dan Sooyoung mengambil botol softdrink mereka.

 

“Cheersssssss…”, kata mereka serempak. Mereka pun meminum softdrink-nya masing-masing.

 

“Gomawo.”, kata Seohyun malu-malu.

 

“Tapi hebat, kamu langsung diterima. Jung Yonghwa kan tampan, pintar, gayanya bagus, jago olahraga dan main musik. Hmm, perangainya juga baik. Dia itu pangeran sekolah kita. Dan sudah tak terhitung berapa gadis yang ditolaknya.”, kata Sooyoung panjang lebar.

 

“Begitulah… Kalau cinta sudah memilih.”, jawab Seohyun dengan gaya malu-malu kucingnya *plak!!*

 

“Tapi menurutku, dia cuma kalah dengan semangatmu, Seohyun-ah.”, kata Sooyoung.

 

“Iya, apalagi kalau Seohyun mulai melawak.. Hahaha..”, Onew ikut menimpali sambil tertawa.

 

“Ya! Itu karena aku menyatakannya dengan penuh percaya diri! Terserah kalian mau bilang apa, yang penting hari ini aku sudah bikin bekal untuk dia. Taraaaaaaaaaaaaaaaa…”, kata Seohyun memperlihatkan bekalnya yang terbungkus rapi.

 

“Aku pikir Yonghwa akan minta putus setelah mencicipi bekalmu.”, sindir Sooyoung. Tapi Seohyun tidak peduli, dia malah senyam-senyum gaje pada bekal itu. Lalu, meninggalkan dua sahabatnya tapi tentu berkata “annyeong” terlebih dahulu. Sooyoung dan Onew hanya geleng-geleng kepala melihat yeoja yang tengah dimabuk cinta itu.

 

 

 

Seohyun’s POV

 

Aku setengah berlari menelusuri koridor sekolah. Mencari seseorang. Dan akhirnya aku menemukannya sedang berbicara dengan yeoja bernama Krystal, yang ku tahu naksir pada Yonghwa. Tapi, aku tidak peduli.

 

“Yonghwa-ssi.”, teriakku padanya. Dia menoleh.

 

“Kita makan siang bareng yuk.”, ajakku setelah berada di dekatnya.

 

“Mau apa kau?”, tanya Kystal sinis padaku. Tapi sebelum aku sempat menjawabnya. Sooyoung dan Onew datang.

 

“Eitsss, tunggu dulu..”, kata Onew manis sambil menahan bahu Krystal.

 

“Lebih baik kau tak menganggu mereka deh..”, kata Sooyoung juga ikut menahan Krystal. Dapat kulihat Krystal merasa tidak senang dengan perlakuan dua sahabatku itu. Onew mengisyaratkan aku untuk pergi. Dan aku pun menarik tangan Yonghwa menjauh dari mereka. Tak lupa memberi kedipan mata pada dua sahabatku itu pertanda gomawo-sudah-membantuku-chingu-deul. ^^.

 

 

 

@Atap sekolah.

 

Aku senang sekali bisa makan siang dengan Yonghwa di atap sekolah. Suasana musim semi ini pun menambah keceriaan hatiku.

 

“Yonghwa-ssi, aku sudah membuat bekal. Ayo makan.”, ajakku seraya menyiapkan makanannya.

 

“Oh, kau yang menyatakan perasaanmu padaku kemarin kan?”, tanya Yonghwa. Jujur aku terkejut mendengar pertanyaannya.

 

“Ne. Seo Joo Hyun imnida. Panggil saja Seohyun.”, jawabku.

 

“Rasanya…… Kemarin….. Aku sudah menolakmu.”

 

—WUZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZ—-

 

Kata-katanya itu sontak membuatku terdiam membisu. Kami sama-sama terdiam beberapa saat sampai rasanya aku bisa mendengarkan bunyi angin yang lewat diantara kami (?).

 

End Seohyun’s POV

 

 

 

Normal POV

 

—WUZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZ—-

 

Mereka berdua sama-sama terdiam beberapa saat sampai rasanya suara angin yang lewat diantara mereka berdua dapat terdengar dengan jelas.

 

“Biarlah aku menyongsong kebahagiaan di surga… Hiks,hiks.. Selamat tinggal dunia kejam. >.<”, Kata Seohyun lemah dan mulai menangis. *apaan tuh kata2nya (?)*

 

“Aigoo, mian.. Aku tidak bermaksud membuatmu salah paham.”, ucap Yonghwa panik melihat Seohyun menangis.

 

“Masih banyak namja yang lebih baik daripada aku. Jadi… Lupakan saja aku.”, jelas Yonghwa.

 

“Tapi, aku sudah bertekad untuk tidak melepaskan cintaku begitu saja.”, sergah Seohyun.

 

“Terserah kalau kau mau membenciku. Tapi….”, Seohyun mulai terisak lagi. Belum selesai Seohyun menjelaskan maksudnya, pintu atap sekolah sudah didobrak kasar. Rupanya yang melakukan itu adalah Krystal dan Sulli.

 

“Oppa! Kau tidak pacaran dengannya kan?”, tanya Krystal. Yonghwa bingung harus menjawab apa. Seohyun terduduk lesu.

 

“Kami….”, ucap Seohyun ragu. Sooyoung dan Onew datang.

 

“Seperti biasa kau hanya bilang –terima kasih- dan dia salah paham menanggapi jawabanmu. Iyakan Oppa?”, cerocos Krystal.

 

“Ada apa ini?”, tanya Onew.

 

“Mereka itu tidak pacaran. Yeoja itu cuma geer saja.”, jawab Sulli membela Kystal.

 

Sooyoung dan Onew menatap Seohyun bingung dengan tatapan apa-benar-seperti-itu-?. Seohyun menatap Yonghwa harap-harap cemas. Ia memejamkan matanya takut mendengar pengakuan Yonghwa.

 

“Aku tidak pernah bilang begitu.”, jawab Yonghwa akhirnya. Seohyun menoleh kaget.

 

“Aku… Sengaja ingin tahu reaksi kalian kok.”, lanjut Yonghwa. Krystal dan Sulli pun kaget mendengar penjelasan Yonghwa. Tanpa ba-bi-bu lagi Krystal meninggalkan mereka dan disusul oleh Sulli.

 

“Bagus pangeran!! Mulai sekarang jaga Seohyun baik-baik ya.”, kata Onew senang.

 

“Kami tinggal dulu. Annyeong..”, kata Sooyoung menarik tangan Onew dan mereka pun menutup pintu atap sekolah.

 

—BLAM— (suara pintu ketutup.. Haha :D)

 

Lagi-lagi mereka sama-sama terdiam untuk beberapa saat. Sampai Yonghwa menoleh kearah Seohyun yang terduduk dan mendapati yeoja cantik itu dengan mata berkaca-kaca.

 

“Gomawo.. Hiks..”, kata Seohyun terisak (lagi).

 

“Gomawo sudah melindungiku. Aku senang sekali.”, lanjutnya sambil menghapus air matanya.

 

Yonghwa pun tersenyum dan berjongkok (?) di depan Seohyun.

 

“Kita jadian yuk.”, kata Yonghwa lembut.

 

 

 

Seohyun’s POV

 

“Kita jadian yuk.”.

 

Kata-kata lembutnya itu membuat ku mendongak kaget.

 

“Kita jadian sampai mereka capek sendiri.”, lanjut Yonghwa. Dan dari sorotan mata Yonghwa, Seohyun bisa mengartikan aku-bertanggung-jawab-karena-membuatmu-salah-paham.

 

“Gomawo.”, kataku lagi. Dalam hatiku aku mengutuk diriku sendiri. Daritadi tidak ada yang bisa ku katakan selain –gomawo-. Aigoo.. Seohyun paboya!! >.<. Tapi, pangeranku itu tersenyum. Membuat jantungku jadi berdegup kencang. Tidak ku sangka akhirnya kami betul-betul jadian. Terima kasih Tuhan.. ^^

 

End Seohyun’s POV

 

 

 

@Pulang Sekolah…

 

“Yonghwa-ssi?”, kata Seohyun kaget mendapati Yonghwa sudah ada di depan kelasnya.

 

“Pulang bareng yuk.”, ajak Yonghwa sambil menatap Seohyun. Seohyun bisa menebak tatapan mata Yonghwa mengartikan biar-mereka-ngga-curiga. *Seohyun Daebak!! Bisa menebak makna tatapan orang lain ^^*.

 

Seohyun menatap tidak percaya. Tapi, akhirnya ia tidak sanggup menolak ajakan pangerannya itu.

 

 

 

@Perjalanan Pulang…

 

“Yonghwa-ssi ngga ikut latihan klub musik?”, tanya Seohyun.

 

“Jangan panggil aku Yonghwa-ssi. Panggil Yonghwa saja.”, kata Yonghwa.

 

“Kalau Oppa boleh?”, tanya Seohyun lagi. *Nie anak sudah diberi nawar lagi -_-“*

 

“Boleh.”, jawab Yonghwa santai.

 

“Kalau begitu, aku panggil Yong Oppa yaa…”, kata Seohyun. *alamak -_-“*

 

“Terserahmu saja.”, kata Yonghwa santai (lagi).

 

“Balik ke pertanyaan awal, kok ngga ikut latihan klub musik?”, tanya Seohyun.

 

“Sedang libur.”, jawab Yonghwa.

 

“Tapi, Oppa bawa gitar.”, tanya Seohyun bingung.

 

“Itu karena aku suka membawanya.”, jawab Yonghwa.

 

“Tidak berat?”, tanya Seohyun.

 

“Ani. Ini bukan beban. Karena aku suka bermain gitar, makanya aku suka membawanya. Karena itu hobiku.”, jawab Yonghwa.

 

“Ajarkan aku main gitar dong, Oppa.”, pinta Seohyun. Langkah Yonghwa terhenti, menoleh kearah Seohyun, dan mendapati yeoja cantik itu menatapnya dengan puppy eyes-nya yang manis.

 

“Baiklah.”, kata Yonghwa akhirnya.

 

“Yess!!! Kajja Oppa, kita duduk disana.”, ajak Seohyun sambil menarik tangan Yonghwa menuju kursi di taman yang mereka lewati.

 

“Lagu apa?”, tanya Yonghwa.

 

“Akhir-akhir ini aku suka dengan lagu Banmal Song. Aku ingin mempelajarinya.”, kata Seohyun semangat. Yonghwa pun mulai mengajarkan Seohyun gitar dan memainkan lagu Banmal Song. Seohyun dalam waktu singkat akhirnya bisa bermain gitar. *cepet amat bisanya :O*. Mereka pun bernyanyi bersama. (NB : lirik lagu Banmal yang Author pakai adalah lirik lagu di rekaman video official Banmal Song yang dinyanyikan YongSeo yaa.. Bukan yang versi Yonghwa aja.. ^^)

 

 

 

Gomawo raneun geumaldo annyeong iran maldo naegen neomu eoryeowoyo

 

It’s so hard for me to say ‘thanks’ or ‘bye’ to you

 

Jeongmal gamsahaeyo manhi gomawoyo naneun imal bakke mothaeyo

 

All I can say is “thank you” or “thanks so much”

 

Modeun ge cheoeum iraseo na sashileun neomu na seoton geolyo

 

Everything is brand new to me, so I’m a little unsure

 

Eottohke malhalkka mweorago malhalkka

 

How should I say it? It’s still really awkward

 

Na neun o neul do mang seol I jyo

 

Even today, I worry about it

 

 

 

Eori seoro banmal haneunsa igadoe gireul, Ajik jogeum seotureugo osaek handedo
Hopefully we can be a banmal relationship though still unnatural

 

Gomawoyo raneun maltu daesin, Jomdeochik hage maleum haejulrae
Rather than saying “gomawoyo” let me hear more intimate words
Eori seoro banmal haneunsa igadoel geoya, Hangeol eumssik… Cheon cheon hidagawa
We can have a banmal relationship one step at a time, slowly walk closer
Nae dununeum bara bomyeo, Maleumhae jolrae
Look at me in the eye can you tell me
Neol saranghae
“I love you”

 

“Yeeess!!! Aku bisa!! Gomawo Oppa sudah mengajarkanku.”, kata Seohyun senang dan melakukan hal-hal aegyo. Yonghwa hanya menatap Seohyun.

 

“Oppa kenapa menatapku seperti itu?”, tanya Seohyun.

 

“Ani. Hmm.. Suaramu… Lumayan bagus.”, jawab Yonghwa kikuk.

 

“Emmm???? Jeongmal?? Tidak ada maksud lain??”, goda Seohyun.

 

“Anio.”, jawab Yonghwa makin kikuk.

 

“Kyaaaa~~ Oppa neomu kyeopta kalau sedang kikuk begini. Yong Oppa memang pangeran kikuk.. Haha…”, kata Seohyun riang.

 

“Kenapa kau memanggilku Pangeran?”, tanya Yonghwa heran.

 

“Karena aku suka. Pangeran Yong.. Oh.. Pangeran Yong..”, kata Seohyun bersenandung gaje. Yonghwa membereskan gitarnya kembali.

 

“Pangeran..Pangeran..Pangeran…”, Seohyun masih bersenandung gaje sampai terkikik geli.

 

“Sudahlah, ayo pulang.”, ajak Yonghwa. Ia menggenggam tangan Seohyun, menariknya berjalan bersama. Di belakang Yonghwa, Seohyun tersenyum senang.

 

 

 

@Esok harinya, Di Kelas XI 2…

 

“Seohyun mana?”, tanya Onew melihat kursi Seohyun yang belum terisi (?).

 

“Bolos, seperti biasa.”, jawab Sooyoung santai sambil makan cemilan.

 

“Sudah langganan.”, ucap Onew sambil geleng-geleng kepala.

 

 

 

@Ruang Lab.Biologi Di Lantai 2

 

Seohyun’s POV

 

Aku memandang keluar jendela. Anak-anak kelas XI 1 sedang pelajaran olahraga.

 

“Eh, mana ya? Kok ngga ada?”, aku celingak-celinguk mencari sosok yang ku cari.

 

“Kamu lagi ngapain?”, sebuah suara mengejutkanku dan hampir membuatku spot jantung.

 

“Yong Oppa, kau membuatku kaget saja.”, jawabku sambil memegang dada untuk menenangkan jantungku.

 

“Aku melihatmu masuk kesini. Bolos ya?”, tanya Yong Oppa. Jujur aku mau saja berbohong. Tapi, entah kenapa di depannya aku tak bisa mengelak.

 

“Hehe.. Iya Oppa. Mian..”, kataku sambil nyengir gaje.

 

“Tapi, para guru sering lewat sini kan?”, tanya Yong Oppa.

 

“Ya, habisnya dari sini aku bisa melihat kearah lapangan. Kelas Oppa sedang olahraga kan?”, kataku. Belum sempat aku mendengar jawabannya, Ia menarikku cepat ke belakang gorden dan membekap mulutku. Tepat sedetik setelah itu, seseorang mendobrak keras pintu laboraturium.

 

“Siapa itu di dalam!!!”, seseorang berteriak. Menurutku itu pasti suara Park Jung Soo Songsaengnim. Aku dan Oppa sama-sama terdiam di belakang gorden. Bersembunyi. Yong Oppa membekap mulutku, tapi tidak keras. Aku masih bisa bernapas. Aku mendengar suara Park Songsaengnim.

 

“Ah, mungkin hanya perasaanku saja”, katanya.

 

Lalu aku mendengar suara pintu tertutup. Sepi. Hening. Aku dan Yong Oppa masih bertahan diposisi ini. Berjongkok di belakang gorden. Perlahan Yong Oppa melepaskan tangannya yang membekap mulutku. Oh tidak, jarak kami terlalu dekat. Ia menatapku dalam. Mataku bertemu dengan matanya, aku salah tingkah. Aku memalingkan wajahku kearah lain. Tapi, tangannya menyentuh daguku, membawa wajahku menatap wajahnya. Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. OMO~~ Apa dia mau menciumku? Aaaaaaa… Apa yang harus ku lakukan?? Menutup mata?? Memonyongkan bibir?? Ani..Ani… Tapi, aku tidak siap!! Jangan sekarang!! Jangan di tempat seperti ini. Matanya perlahan tertutup. OMOO~~ Aku mulai bisa merasakan nafasnya di wajahku. Semakin dekat.. Eottohke??? Aku harus melakukan sesuatu. Tanpa sadar aku mendorongnya kasar. Aku pun melakukan itu karena REFLEKS !!! Sumpah!! Tapi, Yong Oppa sudah terduduk. Aku bingung. AKU SUDAH MENOLAKNYA !!! PABO-YA!!!!! >.<

 

“Mi..an.. Op..pa… Annyeong.”, jawabku gugup. Aku pun pergi dari ruangan itu. Meninggalkan Yong Oppa sendirian. Pikiranku kacau.. Apakah aku boleh berharap??

 

End Seohyun’s POV

 

 

 

Normal POV

 

Seohyun hanya bisa berlari menyusuri koridor. Membekap mulutnya sendiri dengan kedua tangannya. Matanya berkaca-kaca. Mengingat apa yang baru saja ia lakukan pada Yonghwa.

 

“Aku tidak sengaja.”, kata Seohyun lemah. Menyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja.

 

Sementara itu, di ruang laboraturium biologi. Yonghwa duduk dan terdiam. Pandangan matanya menerawang. Memikirkan sesuatu…

 

 

 

@Esok Harinya…

 

Seohyun’s POV

 

Aku melihat Yong Oppa berjalan di depanku dengan arah yang berlawanan. Aku memberanikan diri menyapanya.

 

“Oppa, Selamat Pagi”, ucapku sambil tersenyum. Langkahnya terhenti, menyadari aku ada di depannya.

 

“Pagi.”, jawabnya dingin sambil berlalu dari hadapanku. Aku terdiam. Dia menghindariku? Apa dia marah karena aku mendorongnya? Ani.. Itu kan hanya gerakan refleks. “Mungkin juga… Kami pacaran gara-gara salah paham kan?”.

 

Aku tersentak. Aku ternyata mengucapkan kalimat terakhir yang seharusnya hanya ada dalam pikiranku. Orang-orang menatapku kaget. Aaaaa~~~ Aku keceplosan!!! Eottohke??

 

End Seohyun’s POV

 

 

 

***************

 

Normal POV

 

Sulli dan Krystal mendatangi Yonghwa yang sedang duduk di bangku kelasnya.

 

“Oppa, kalian ternyata hanya salah paham ya?”, tanya Sulli.

 

“Kau tidak serius pacaran dengannya kan Oppa?”, tanya Krystal. Seohyun yang tidak sengaja lewat di depan kelas Yonghwa terhenti di depan pintu.

 

“Kalian sudah tahu?”, tanya Yonghwa. Ia melirik Seohyun yang ada di depan pintu.

 

“Baguslah kalau begitu.”, katanya lagi. Seohyun terdiam. Ia bersiap meninggalkan kelas itu.

 

“Kebetulan sekali. Mulai hari ini, aku akan serius dengannya.”, ucap Yonghwa. Langkah Seohyun terhenti. Yonghwa berjalan kearah Seohyun.

 

“Apa maksudmu Oppa?”, tanya Krystal.

 

“Mian.. Aku mau bicara langsung dengan pacarku ini.”, kata Yonghwa seraya menggenggam tangan Seohyun dan mengajaknya pergi. Meninggalkan Krystal dan Sulli yang masih terdiam dan shock atas pengakuan Yonghwa barusan.

 

 

 

@Taman Belakang Sekolah…

 

“Kenapa jadi begini? Aku benar-benar tak mengerti Oppa.. Bukannkah tadi pagi Oppa menghindariku?’, tanya Seohyun beruntun.

 

“Aku tidak menghindar… Aku… Hanya marah… Pada diriku sendiri…”, jawab Yonghwa. Ia menghela napas. Seohyun menatapnya bingung.

 

”Kenapa saat itu… Aku tidak bisa menahan diri..”, lanjutnya. Seohyun semakin bingung. Yonghwa menatapnya. Mendekat kearahnya.

 

“Aku menyukaimu..”, kata Yonghwa. Seohyun menatapnya tidak percaya.

 

“Saranghaeyo, Seohyun-ah…”, kata Yonghwa lagi. Menatap mata Seohyun dalam. Seohyun mulai menangis.

 

“Aigoo, kenapa kau menangis? Aku salah ya?’, tanya Yonghwa panik. Ia mengusap airmata di pipi Seohyun.

 

“Ani. Aku… hanya…… bahagia sekali…”, kata Seohyun sambil tersenyum manis meskipun matanya masih berkaca-kaca.

 

“Na do Saranghaeyo, Yonghwa Oppa.”, kata Seohyun akhirnya. Yonghwa tersenyum senang.

 

“Tapi sekarang, aku baru tahu siapa diriku sebenarnya. Ternyata, aku ini orangnya susah mengendalikan diri. Jadi… Hati-hati padaku ya?”, goda Yonghwa.

 

“Ne?”, tanya Seohyun bingung. Menatapnya dengan pandangan apa-maksud-pangeran-ini-?

 

“Karena……….”. Yonghwa mendekatkan wajahnya pada Seohyun. Dan berbisik tepat di depan bibir Seohyun.

 

“Kau tidak akan pernah tahu kapan aku akan memelukmu..”

 

 

 

FIN

 

 

Gimana?

 

Gaje? Aneh?
Komen yaa.. Biar aku tau kekurangan ff ku apa..

 

Makasihhhh ^^


17 thoughts on “[AuthorLepas] You’re My Prince

  1. ahak! dari ff ini aku baru sadar kalo cara Yonghwa natap ke Seohyun itu beda daripada ke cewek2 lain. haha~ aku berbunga-bunga~ (?) bagus kok, gak gaje. keep up the good work ^^

    • haha😀
      iya eonn.. disini aku pengen coba tukar kepribadian mereka..
      yong jadi cool dan seo anaknya sedikit konyol dan choding.. keke^^
      gomawo eonn udh suka, baca, dan komen..😀

  2. eheemm kata2 ini kt my hubby ngingetin jaman kami pacaran dulu kekekeke
    “Kau tidak akan pernah tahu kapan aku akan memelukmu..” diganti Menciummu #gubrak

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s