Remember Me, Italy?

Author : happyhanna (@hannamoran)

Lenght : *oneshot

Genre: Uncategorized

Cast: Jung Yong Hwa CNBLUE

………

Note: The story is my own🙂 kenapa cast satu lagi cuma titik-titik, karena masih rahasia *sok misteruis deh authornya* kalo kalian baca dengan sungguh-sungguh dan dengan penghayatan *halah*, pasti nanti tau deh siapa yang jadi cast cewenya hehehehe. mian kalo bahasanya agak berat dan agak puitis tapi masih bisa dimengerti kok🙂 selamat baca, yang komen dapet pahala, didoain lebaran dapet duit banyak deh🙂

***

“Bagaimana ini?” Tanya seorang wanita

“sudah ku bilang, lakukan saja semuanya sesuai rencanaku. Kau akan aman, aku jamin”

“Italy…..bisakah?” Tanya wanita itu, setelah isak tangisnya reda.sebuah tangan kokoh merengkuh pundak wanita itu.

“hanya Italy jagi, tidak sejauh apa yang kau takutkan” namja itu berusaha meyakinkan

“kau yakin….?” Tanya wanita itu, diikuti anggukan manta namja itu

“22 september” kata namja itu berbisik

“ya, Di Italy 22 September. Jangan lupa” kata yeoja itu.

“Happy Valentine jagi. Jaga baik-baik ya.mian, hanya ini cara untuk menyelamatkan kalian” namja itu mendekat dan mengecup bibir yeoja itu dengan hangat.

 

Author POV

Jemarinya terus memetik setiap senar gitar kesayangannya dengan pelan namun menghasilkan suara yang sangat halus. Suara yang seperti mewakili rasa kesepian yang sedang ia rasakan. Angin malam dibalkon kamarnya tidak mengusiknya, pandangan matanya kosong menatap gelap malam, sementara jemarinya terus saja memetik gitar dengan putus asa.

Ia menghela nafas panjang, dan menyudahi permainan gitarnya, ia pun beranjak  kekamarnya mengambil ponselnya di atas tempat tidurnya dan mendial sebuah nomor luar negeri……lama ia menunggu jawaban, tapi tak kunjung ada yang manjawab. Iapun mendesah dan mendial nomor lainnya. Nomor customer sebuah maskapai penerbangan.

“yoboseo….”

“…..”

“penerbangan ke Italy, exclusive class, untuk satu orang”

“……”

“Tanggal 21 September”

“……”

“Atas nama Jung Yong Hwa”

“……”

“Kamsahamnida….” Ia pun melemparkan ponselnya kembali ke atas tempat tidurnya. Ia berjalan menuju dapur apartement mewahnya yang ia tinggali sendirian. Ia mengambil sebotol wine dan menuangkannya kedalam gelas tinggi. ia duduk di kursi yang berdampingan dengan meja bar kecil di hadapannya. Matanya melirik figura kecil didekatnya , matanya menelusuri sosok cantik yang terpampang sempurna disana, ia masih tak habisnya untuk dikagumi, senyum manisnya,kulit mulusnya, rambut hitamnya yang indah, matanya yang bercahaya, semuanya begitu sempurna dimata pria yang sekarang sudah menghabiskan 2 gelas wine ini.

 

***

Ia menarik koper dengan ukuran sedang, dan berjalan menuju gate keberangkatan luar negeri. Sekarang di otaknya terputar semua memori  5 tahun yang lalu. Saat ia harus membiarkan gadis pujaanya pergi  untuk menjaga hal paling berharga didalam hidup mereka , rahasia yang sebentar lagi akan diketahui banyak orang, dengan janji yang akan segera ia penuhi walaupun ia tidak tahu apakah wanita itu akan memenuhi janjinya juga.

Ia berjalan dengan langkah berat meninggalkan Korea, dan pergi Ke Italia, menyiapkan hatinya untuk kenyataan yang akan dihadapinya nanti.

***

Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang tak lama setelah ia menginjakan kakinya di Italy

“hallo…ini aku Yonghwa”

“……..”

“kau lupa tanggal berapa besok? Aku bukan namja yang suka ingkar janji”

“……..”

“tidak usah takut, aku hanya ingin melihatmu sebentar saja. Aku mohon, aku sudah sejauh ini”

“……….”

“aku tahu, aku akan ada disana besok jam 11 siang”

“………”

“oh ya, ajak David, aku ingin bertemu dengannya”

“……….”

Hubungan telepon diputuskan tepat saat sebuah taksi berhenti dan segera membawa yonghwa ke hotel yang sudah ia pesan jauh-jauh hari.

 

***

Ia duduk di taman kota yang sangat indah. Pandangannya mengelilingi air mancur kota mencari sosok yang ia tunggu-tunggu. Lama tak kelihatan juga, yonghwa mulai panic dan mengambil ponselnya.

“kau dimana? Kau tidak lupakan? Aku sudah menunggumu” kata yonghwa mulai tidak sabaran

“……….”

“apa? Aku sudah disini dari tadi? Lalu kenapa kau tidak menemuiku?”

“……..”

“aishhh sudah kukira kau takut. Ayolah hanya sebentar” yonghwa meyakinkan

“………” ia menghela nafas panjang dan kembali memasukan ponselnya ke saku jeansnya

 

***

Semua kekesalannya hilang dalam sedetik, saat melihat seorang wanita anggun dalam balutan skiny jeans membentuk indah kaki  jenjangnya, dengan pakaian simple yang membentuk lekuk tubuhnya indah, tak akan ada orang yang meragukan kalau ia bagaikan seorang model terkenal yang selalu muncul disetiap fashion show perancang terkenal kota Milan. Kaca mata hitam membingkai mata indahnya. Sesaat semuanya terasa berhenti dan hanya tertuju pada wanita yang berjalan mendekat.

Tepat saat wanita itu berhenti dihadapan yonghwa, yonghwa berdiri, pandangannya tak lepas dari sosok sempurna itu.

“annyeong …” sapa wanita itu sopan

“annyeong…” sapa yonghwa lagi, wanita itu membuka kaca mata hitamnya dan menatap yonghwa

“apa kabar?” senyum manis mengembang di bibir wanita iu, seolah-olah teidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka 5 tahun yang lalu. Tatapan putus asa yonghwa bertemu lagi dengan tatapan hangat wanita itu.

“duduk lah” merekapun duduk ditaman kota yang sangat luas. 5 menit pertama tidak ada yang berbicara diantara mereka. Hening.

“kau datang sejauh ini ke Italy hanya untuk diam disini?” Tanya wanita itu

“tentu saja tidak, tentu aku ada maksud datang kesini”

“lalu?”

“untuk melihat apakah kau bahagia disini”

“hanya itu? aku kan sudah sering bilang kalau aku bahagia disini. Apa kau tidak bosan terus bertanya begitu?” Tanya wanita itu menatap yonghwa

“ya, sekarang aku bisa melihatnya dengan jelas. Kau bahagia disini” lalu hening kembali tercipta

“kau bahagia disini dengan David, bahkan kau tidak mau kembali ke korea kan?”

“entahlah” wanita itu menghela nafas dan beralih memandangi taman luas dihadapannya.

***

Yonghwa mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya.

“Saengil Chukahae” ucapnya sambil membarika kotak cincin pada wanita itu.

“apa….”

“22 september. Aku memenuhi janjiku kan untuk datang kesini” kata yonghwa. Gadis itu membuka kotak cincin itu dan melihat pada berlian yang berpendar disebuah cincin cantik.

“pulanglah denganku, aku akan menepati janjiku untuk bertanggung jawab atas kau dan David, kalian akan hidup terjamin disana. Semua yang kalian inginkan akan aku sediakan”

“kau tahu, sudah sejak lama aku menginginkan ini. Sejak aku bilang kalau David akan hadir dalam hidup kita berdua, aku kira kau akan langsung bertanggung jawab atas kesalahan yang kita buat, sampai David lahir tanpa ayahnya”

“aku ayahnya!!”

“hmm, iya kau ayahnya, hanya saja kau terlalu takut  untuk bilang kalau aku akan melahirkan David, anakmu walaupun kita belum menikah. Iyakan?” wanita itu tertunduk, sekarang senyumnya hilang

“kau salah seohyun-nie. Aku bukannya tidak mau bertanggung jawab atas itu semua, aku hanya belum siap”

“belum siap, hingga aku harus kau sembunyikan di Italy?” Tanya wanita bernama Seohyun itu

“mian..mian….tapi sungguh sekarang aku serius, akan membawa kau dan David pulang ke Korea, aku akan menikahimu dan kita akan memulai semuanya bersama dari awal” yonghwa meyakinkan seohyun

“menikahlah denganku, aku akan menjadi suami dan ayah yang baik. Maaf kalau selama ini kau harus menanggung semua ini sendirian tanpa aku. Maaf kalau selama ini aku tidak ada disampingmu untuk membesarkan David, mian” yonghwa masih berusaha meyakinkan seohyun, tangan lembut seohyun membelai wajah yonghwa

“kau tau, ini yang aku selalu bayangkan, kau akan datang padaku dan david dan mengajak kami untuk hidup bersamamu dan sekarang semuanya nyata…” mata seohyun berkaca-kaca

“ya, aku tidak mungkin meninggalkan kalian orang-orang yang paling aku cintai” kata yonghwa memeluk seohyun.

“sekarang dimana David?” Tanya yonghwa

“dia dirumah, aku tidak membawanya”

“aku ingin bertemu dengan dia” kata yonghwa tak sabaran

“baiklah, kau tau ia sangat mirip denganmu, wajahnya, sikapnya semuanya sangat mirip denganmu” kata seohyun. Ia dan yonghwa berjalan beriringan, bergandengan tangan.

***

“disini tempat tinggal mu?” Tanya yonghwa memandang sebuah rumah cukup besar khas Italy

“iya, ayo masuk. Aku yakin David sudah mengunggumu” seohyun menggenggam tangan yonghwa

“tunggu….” Yonghwa terlihat ragu

“kenapa?”

“aku…ragu….aku takut dia tidak mau menerima kedatangan ku” kata yonghwa

“tidak apa-apa. Selama ini aku selalu bercerita kalau ayahnya seorang yang baik. Sebenarnya dia juga sudah lama bertanya dimana appanya, hanya saja aku belum bisa menjawabnya. Dan sekarang aku bisa dengan mantap menjawab pertanyaannya”

“tapi selama ini aku menelantarkannya” kata yonghwa, seohyun merengkuh wajah yonghwa

“kau tidak pernah menelantarkannya, buktinya kau selalu menghubungiku dan menanyakan keadaannya. Kau juga secara rutin mengirim kebutuhannya, kau tidak menelantarkannya. Hanya saja kau masih takut mengakui dia anak diluar pernikahan kau dan aku” kata seohyun

“kau yakin? Aku tidak mau dia terluka” kata yonghwa

“kau tidak menyakiti siapapun kecuali aku dan dirimu sendiri” kata seohyun.

“hmm? Baiklah aku siap” akhirnya seohyun dan yonghwa menuju rumah.

***

“David, omma pulang….” Panggil seohyun lembut

“dia bisa berbicara bahasa korea?” Tanya yonghwa

“tentu saja, ayah dan ibunya orang korea, tidak mungkin ia tidak bisa bahasa korea” kata seohyun, tak lama terdengar langkah-langkah kecil menghampiri mereka.

“ommaaaaaa” seorang anak kecil menghapiri mereka, tatapan yonghwa tak pernah lepas dari bocah itu. sesaat dia dan bocah itu saling tatap

“appa?” kata itu keluar dengan lancar dari bibir mungilnya

“Jung Dae Woo?” bibir yonghwa menyebut nama korea bocah tampan itu. dan tanpa pikir panjang dia mengulurkan tangannya, memindahkan bocah itu kedalam pelukannya. Ia memeluk bocah itu dengan hangat

“iya, ini appa…. Ini appamu” airmata menitik dari ujung mata yonghwa saat merasakan hangat tubuh anaknya dalam pelukannya.

“kau benar appaku?” Tanya bocah 4 tahun itu. yonghwa memeluk bocah itu dan mengecup keningnya dengan rasa sayang.

***

David atau yang sekarang yonghwa panggil Dae Woo itu sekarang tengah terlelap dipangkuan Yonghwa

“apa kau sekarang bahagia?” tanya seohyun sambil membelai rambut pangeran kecilnya

“tentu saja, sudah sejak lama aku ingin memeluknya sepeti ini, dan ingin mendengar ia memanggilku appa” kata yonghwa.

Air mata seohyun mengalir di kedua pipinya.

“kau tahu, seberapa sakit hari-hari yang aku lalui selama 5 tahun ini tanpa kau? Setiap kali aku melihat wanita lain berjalan dengan anak dan suaminya aku sangat iri, aku ingin segera menjadi istrimu dan kita jalan-jalan bersama dengan Dae Woo juga, ia pasti akan membanggakanmu pada teman-temannya” kata seohyun. Yonghwa menghapus air mata seohyun.

“apa dengan kedatanganku kesini membuat kalian bahagia?” Tanya yonghwa

“tentu saja, kau tidak lihat jagoan kecil kita sangat senang saat tau appa nya akhirnya menemuinya, appa yang tidak pernah ia lihat sekarang muncul dan begitu menyanyanginya?” Tanya seohyun

“maaf, kalau dulu aku berfikir 2 kali untuk melakukannya, kalau saja aku tidak terbawa ego ku untuk melakukan itu semua pasti kau tidak perlu berkorban sejauh ini”

“kalau saja aku tidak terlalu bodoh waktu itu, dan menuruti maumu, ya hidupku pasti akan lebih baik” kata seohyun dan air matanya mulai menitik.

“tapi aku tidak menyesal melahirkan David, dia adalah konsekuensi yang harus kita jaga, kita harus bertanggung jawab atas semua ini, semua yang sudah kita lakukan 5 tahun lalu” setelah seohyun berbicara, suasana hening. Tak ada saupun yang berbicara

“1 minggu lagi aku akan kembali ke korea. Ikutlah. Segalanya sudah aku siapkan, kau dan Dae Woo akan hidup terjamin. Aku akan bertanggung jawab atas hidup kalian” kata yonghwa

“tapi kenapa harus minggu depan?”

“karena aku mencintai kalian berdua, dan aku tidak bisa jauh dari kalian. Aku mohon” kata yonghwa.

“seohyun aku mohon, kita akan menikah secepatnya, mendaftarkan Dae Woo sebagai anak sah kita dan hidup kita akan bahagia. Atau….kau tidak mencintaiku?”

“kalau aku tidak mencintaimu untuk apa aku lakukan ini semua? Menunggu kau yang entah kapan akan memenuhi janjimu, untuk apa?” kata seohyun. Yonghwa pun mendekap seohyun kedalam pelukannya. Dan sekarang dua orang yang paling berharga dalam hidupnya ada dalam pelukannya.

 

—-END—

 

ayo komen, biar dapet pahala🙂

10 thoughts on “Remember Me, Italy?

  1. SO SWEET ~~~~~~
    jadi awalnya itu intro yongseo 5 tahun sebelumnya ya??
    hadeh, pasangan yg bikin iri..
    nice~

    awas aja klo duit lebaranku ga banyak T_T

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s