School of Love : Boyfriend part 2

 

 

 

 

SoL:Cast and Prolog | SoL: Newbie | SoL: Boyfriend part 1

 

Author : @Eonn1k4D

Rating : T

Genre : Romance

Leght : Chapthered

Cast :

Jung YongHwa

Lee JongHyun

Kang MinHyuk

Lee JungShin

Sayumi Michishige

Disclamer : Member CNBLUE milik Boice tapi khusus JungShin milik author #halah.  Jika cerita dalam FF ini ada yang mirip dgn kehidupan anda,  itu hanya satu kebetulan yang nggak disengaja. Psstt (ngaku) plot FF ini diadaptasi saat author sekolah jaman SMA dulu.

Note :  Jangan lupa ninggalin koment

 

“ Yaa Lee JungShin ….. Kyu sunbae bilang kau pacaran dengan Sayumi.” teriakan MinHyuk menghentikan langkah kaki JungShin yang beranjak keluar dari kelas.

“ Mwooo???.” sontak suara koor bergema di kelas. Dan di muka kelas JungShin berhadapan dengan Sayumi yang baru saja masuk dan sepertinya mendengar teriakan MinHyuk barusan. Keduanya berpandangan tanpa mengucap satu kata. Hanya binar mata Sayumi yang berkilat tajam seolah menyimpan sejuta kata.

Jonghyun yang berjalan tepat di belakang Sayumi ikut berhenti dan memandang mereka berdua dengan heran.

“ Ada apa ?.” tanya JongHyun pada Onew yang duduk di bangku paling depan.

“ Hmm .. baru saja di umumkan bahwa Lee Jung Shin telah resmi pacaran dengan Sayumi “

“ Mwoo … Jinjaa ? .” Jonghyun memandang dua temannya yang masih berdiri berhadapan di depan kelas itu. Onew anggukkan kepala sementara bisik-bisik terdengar di belakang mereka.

“  Yaachh akhirnya kita ketahuan Shin. Ayo kita ke kantin. Kajjaa .” Sayumi menarik lengan Jungshin dan bergegas keluar kelas.

“ Haaahh beneran mereka pacaran ? Shirooo, aku tidak bisa menerimanya .” teriak HyunAh kesal seraya membanting bukunya di meja. JongHyun mengernyitkan kening agak sangsi dengan apa yang barusan didengarnya.

“ Sayumi baru tiga hari jadi siswa sekolah ini, cepat sekali mereka berdua jadian “ guman JongHyun

“ Kau bicara apa Hyun ?.” tanya Yoseob.

“ Ani … hanya ingat kalau ada yang tertinggal di ruang klub .” Yoseob hanya angkat bahu saat mellihat JongHyun beralik keluar dari kelas.

“ Kau marah ?.” tanya JungShin pada Sayumi yang duduk santai pada bangku di dalam rumah kaca. Rumah kaca adalah tujuan keduanya setelah keluar kelas dan bukan ke kantin seperti tadi yang diucapkan Sayumi.

“ Marah ? .. Kenapa aku harus marah ?.” Sayumi balik bertanya. JungShin garuk2 kepalanya yang nggak gatal.

“ Yaachh dengan omongan MinHyuk tadi. Aku juga nggak tau kenapa Kyu Hyung seenaknya saja bicara seperti itu….”

“ Santai saja lagi Shin. Toh yang tahu bagaimana kita kan ya kita sendiri.”

“ Kau tidak apa-apa di sangka teman2 pacaran denganku ?.”

“ Memangnya kau keberatan ?.”

“ Ughh .. aku ….” Jungshin tak menyelesaikan ucapannya saat pintu rumah kaca terbuka. Kompak keduanya menoleh dan mendapati JongHyun berdiri dengan  besedekap tangan

“ Sorry gue ganggu sebentar. Kyu sunbae bilang aku bisa ngambil proposal klub kalian di sini.” kata JongHyun santai.

“ Proposal untuk kegiatan semester depan ?.” JungShin memastikan karena heran juga kenapa JongHyun yang mengambil proposal itu, sedangkan dia bukan anggota klub Botani.

“ Yup.”

“ Sebentar kuambil dulu.” JungShin beranjak kebagian belakang rumah kaca yang disana terdapat satu ruang berisi tempat penyimpanan alat berkebun, obat2an pestisida dan 2 buah computer yaahh sebagai kantornya klub begitu.

 

JongHyun memandang Sayumi yang asyik duduk seraya memandangi angrek2 di deretan meja persemaian (bayangkan ada meja kayu sepanjang 10 m tinggi 1m berderet 6 di sebuah rumah kaca #rumah kaca seperti drama YAB sewaktu Gominyu pakai baju perempuan ketemu ShinWoo)

“ Eheem … kau sedang ngapain disini dengan JungShin ?” Sayumi memandang JongHyun sekilas sebelum menjawab

“ Hmm hanya ngobrol saja .”

“ Ooh …. “ hening tak ada yang berbicara satu sama lain. Tak lama kemudian JungShin muncul sambil membawa bendel proposal klub.

“ Ini proposalnya.” kata JungShin.

“ Ok, aku pergi dulu.”

 

“ Kau dan dia pernah ada masalah apa ?.” usik Sayumi sepeninggalan JongHyun.

“ Ani .. kami tak pernah terlibat masalah apapun.”

“Tapi kok sikapnya padamu dan sikapmu padanya dingin sekali ?.” kejar Sayumi.

“ Hmm jujur aja dech … aku itu tipe orang yang kurang mudah bergaul. Jadi ya sikapku biasanya ya seperti ini.”

“ Jinjaaa .. kok sama aku beda ?.”

“ Nggak tau juga kenapa aku cepat sekali akrab denganmu. Jangan-jangan kau punya pelet semar mendem ya ?.” (/plak mana ada pellet gituan di korea sono thor)

“ Wkwkw gila kau Shin.” Tawa Sayumi pecah mendengar ucapan JungShin. Keduanya pun terus ngobrol hingga bel masuk berbunyi.

 

***

 

Cuaca menjelang sore terasa hangat. Semilir angin menerpa daun-daun pakis yang berderet rapi di pinggir tempat parkir.

“ Othokhe Hyun, untuk perwakilan yeoja kelas 45kg kita nggak punya.” kata Onew begitu JongHyun turun motornya.

“ Bagaimana kalau si Amber ?.”

“ Amber baru saja telpon nggak bisa ikut latihan, dia terpeleset dan kakinya cedera. Jadi agak ragu minggu depan bisa bertanding atau tidak.” JongHyun menghentikan langkahnya.

“ Aisshh …. padahal dia andalan kita.” keduanya beriringan menuju ruang klub. Dan saat akan membuka pintu terdengar teriakan kesal campur memerintah

“ Yaa … kalian itu sedang berlatihan karate atau menari sih. Masa lemes begitu Mawashigeri’nya .” (Mawashigeri = tendangan lurus pd ulu hati)

“ Yaa Yaaa .. JoDangCuki’nya .. hadoohh siapa sih sensai kalian ?.” (JoDangCuki=pukulan lurus di depan dada) (Sensai=guru). JongHyun dan Onew menghentikan langkah dan mengintip dari balik kaca pintu. Terlihat sesosok yeoja yang berkacak pinggang dan telunjuknya menunjuk kea rah temen2 klub karate yang sedang berlatih.

“ Kau ini terlalu banyak bicara. Memangnya kau lebih hebat dari kami ?.” SooJin balas berteriak karena kesal sedari tadi yeoja ini banyak berkomentar padahal dia bukan anggota klub. Onew memandang JongHyun dengan tatapan heran.

“ Bukankah itu Sayumi ? Sedang apa dia disini ?.”

“ Sstt .. diamlah. Kita tunggu apa yang mereka lakukan.” JongHyun menahan tangan Onew yang akan membuka pintu.

“ Aniyo .. aku tak lebih hebat dari kalian. Hanya rasanya kesal saja melihat gerakan yang lemah lembut macam ini. Karate dilakukan dengan penuh semangat bukan lembek …. “

“ Ciihh banyak omong anak baru ini. KAU !!! bertarung denganku .” tantang Taecyeon karena kesal sedari tadi mendapat kritikan dari Sayumi. Desah nafas tertahan ..

“ Hmm boleh, tapi aku nggak ada takagi.” jawab Sayumi sambil tersenyum. (Takagi=baju karate)

“ Kau boleh pakai punyaku .” JongHyun membuka pintu dan melemparkan tas punggungnya pada Sayumi yang sigap menangkapnya.

“ Sensai … Osh .” kompak anggota klub membungkukkan badan saat JongHyun masuk. (Osh=salam antar sesame karateka). Sayumi menaikan alis demi mendengar panggilan Sensai yang ditujukan pada JongHyun, bibirnya mengulum senyum simpul. (Dalam karate cara memanggil guru/senior tidak berdasarkan umur tapi berdasarkan tingkatan ilmu jadi walau umur lebih muda tapi jika tingkatan/kepadaiannya lebih, maka akan dipanggil senior/guru).

“ Osh Sensai. Aku pinjam dulu takagimu.” Sayumi membungkukkan badan sebelum berbalik ke ruang ganti. Gemuruh berbagai komentar saat Sayumi menghilang dari balik pintu.

 

“ Beneran kau akan kumite dengan Taecyon ?.” JongHyun memastikan saat Sayumi sudah berdiri berhadapan dengan Taecyon yang ukuran badannya hamper dua kali lipat. (kumite=nama pertandingan dlm karate).

“ Apakah kau akan menggantikannya Sensai ?.” Sayumi balik bertanya sambil mengerdipkan matanya jenaka. JongHyun mengulum senyum memandang Sayumi yang agak kedodoran memakai Takaginya tapi mau gimana lagi, nggak ada Takagi cadangan.”

“ Oke .. Sayumi shiro, Taecyeon aka.” JongHyun sebagai wasit menunjuk tempat di kanan dan kiri. (dlm bhs jepang shiro=putih aka=merah untuk membedakan lawan).

“ Shabumshobu …. HAJIME.” teriak JongHyun melambaikan tangannya tanda Kumite mulai.

DUAAKK …. BRUUGGHH .” entah bagaimana Taecyon sudah terkapar di lantai. Dan Sayumi duduk di atas tubuhnya dengan tangan terkepal serta cengiran jahil. JongHyun kaget melihatnya begitu pula yang lain.

“ Shiro satu point, Sensai.” kata Sayumi kembali ketempatnya sedangkan Taecyeon dengan sedikit pias memandang lawan yang dianggapnya enteng ini.

“ Shabumshobu … HAJIME. “

DUAAKK …. BRUUGGHH … AARGGGHH.” Taecyon kembali terkapar di matras sambil memegangi perutnya.

“ Coba kau berbaring terlentang.” Sayumi spontan berdiri mengangkang di atas perut Taecyon yang terbaring terlentang dan menarik obi keatas hingga tubuh Taecyeon melengkung (obi=sabuk karate).

AAARRRGGHHH .” teriak Taecyeon.

“ Yaa apa yang kau lakukan ?.” JongHyun menarik lengan Sayumi agar melepaskan obi Taecyeon.

“ Bagaimana perutmu, sakitnya berkurang ?.” tanya Sayumi tak mempedulikan pertanyaan JongHyun.

“ Ughh gwecana, sudah berkurang sakitnya.” jawab Taecyeon masih dengan meringis. Sakit di ulu hatinya tak sesakit rasa malu, di kalahkan dengan telak oleh seorang yeoja yang berat tubuhnya saja nggak ada separo tubuhnya.

“ WOOOAAA kau hebat Sayumi. Darimana kau belajar karate ?.” Onew menepuk2 pundak Sayumi dengan kagum. Sayumi tak menjawab hanya angkat bahu cuek dan beranjak keruang ganti.

“ Hyun … dia cocok tuh.” usik Onew sambil memandang punggung Sayumi menghilang dari balik pintu

 

“ Gumawo sensai atas pinjaman takaginya.” kata Sayumi membungkuk sedikit kepada JongHyun sambil menyodorkan takagi yang terlipat rapi. JongHyun balas membungkuk dan ….

“PLAAKK .. PLAAKK .” dua tangan beradu saat JongHyun sengaja menyerang dan Sayumi menangkisnya.

“ Reflekmu bagus sekali Yumi.” JongHyun meraih takaginya yang terjatuh.

“ Seranganmu juga keras Sensai.” Sayumi sedikit mengelus lengannya yang tadi beradu.

“ Apakah kau berminat masuk klub kami ? Minggu depan ada kompetisi antar High School dan kami nggak ada atlet ceweknya. Mau yaa … ?.” tawar Onew.

“ Senpai .. bukankah Amber yang akan mewakili klub kita.” tegur Soojin dengan pandangan tak suka. (Senpai=panggilan untuk yg lebih senior).

“ Amber kakinya terluka. Kau mau kan Sayumi … plissss.” bujuk Onew lagi. Sayumi tersenyum

“ Hmmm akan kupertimbangkan. Anyeong ..” Sayumi berbalik keluar ruang meninggalkan pandangan kagum dibelakangnya.

 

***

 

“ Eheemm … kukira kau sudah pulang .” tegur JongHyun pada Sayumi yang duduk di bangku taman sekolah. Sayumi kaget mendengar suara JongHyun dibelakangnya dan cepat-cepat menurunkan lengan bajunya.

“ Eh belum kok, masih ingin menikmati udara sore di sekolah ini.” jawaban aneh batin JongHyun.

“ Kau belajar karate dari siapa ? Gerak reflekmu bagus sekali.” JongHyun menghempaskan tubuhnya disamping Sayumi.

“ Dari appaku….”

“ Sudah berapa lama kau berlatih ?.”

“ Hmm .. aku tidak mengingatnya.” jawab Sayumi singkat seraya mengelus lengannya.

“ Hee apa yang kau lakukan ?.” Sayumi kaget saat JongHyun meraih tangannya dan menggulung lengan bajunya. Tampak lengan yang berkulit bersih itu memerah sepanjang siku hingga pergelangan tangan.

“ Aiisshh ini pasti karena tadi, kenapa kau tidak bilang. Ayoo ….” JongHyun menarik Sayumi agar mengikutinya.

“ Yaa yaaaa kau mau bawa aku kemana ?.” Sayumi tersandung-sandung mengikuti langkah JongHyun yang lebar. Mereka kembali ke ruang klub hanya saja kali ini telah sepi karena anggota yang lain sudah pulang. Sayumi mengikuti langkah JongHyun menuju ruang klub bagian belakang.

“ Duduklah .” Sayumi menghempaskan tubuhnya di kursi dekat jendela. Ohh seperti ini ruang adminnya klub. Deretan piala dan medali tertata rapi di dalam lemari kaca sebagian lagi diatas buffet guman Sayumi dalam hati. Dipandanginya JongHyun yang sedang membuka tutup lemari mencari sesuatu.

“ Harusnya kau bilang padaku kalau lenganmu memar. Kami punya salep pereda memar.” JongHyun meletakkan kotak obat di meja dan meraih tube kecil salep yang dimaksudkan.

“ Aku tahu salep itu, aku punya banyak di rumah. Tapi memar seperti ini belum seberapa kok….”

“ Maksudmu kau sering mendapatkan memar seperti ini ?.” JongHyun menegaskan, Sayumi hanya nyengir tak menjawab

“ Biar aku sendiri ….” Sayumi meraih tube salep dari tangan JongHyun.

“ Sstt diamlah biar aku saja.” JongHyun mengoleskan salep yang terasa dingin di kulit itu perlahan. Sayumi mengalihkan pandangan keluar jendela sambil mengigit bawah bibirnya. JongHyun sedikit menyesal tadi sengaja menyerang Sayumi, bagaimanapun hebatnya seorang yeoja, tenaga dan kekuatan mereka masih kalah dari namja seperti dirinya yang sudah mengenal olahraga beladiri ini semenjak kecil.

 

JongHyun memandang lekat paras Sayumi dari samping, hidungnya yang mancung, rambutnya yang di ekor kuda dan bibirnya yang digigit sedikit. Ahh jangan melantur Hyun sergah JongHyun dalam hati. Sayumi merasakan perubahan tekanan jemari JongHyun pada lengannya sontak menoleh dan mendapati JongHyun menatapnya.

“ Ada yang aneh di mukaku ?.” Tanya Sayumi polos. JongHyun tersenyum

“ Ani .. hanya … “

“ Ternyata masih ada orang disini, pantas pintu depan klub masih terbuka. Anyeong Hyun … Mwolaa kau disini juga ?.” sesosok namja nongol di pintu yang memang tak tertutup.

“ Yong sunbae.”

“ Yong Oppa “ kompak jawaban JongHyun dan Sayumi pada namja yang bersandar di pintu itu.

“ Oppa ? … Yong sunbae oppamu ?.” JongHyun kaget mendengarnya.

“ Tentu saja, Yong oppa kan lebih tua dari aku. Bukankah begitu panggilan di korea sini untuk orang yang lebih tua tapi belum tua.” jawab Sayumi polos. YongHwa tersenyum mendengarnya. Nggak salah juga sih dengan panggilan oppa, hanya kadang panggilan itu di tujukan lebih kepada kekasih. Whateverlah.

“ Kenapa dengan tanganmu ?.” tanya YongHwa menatap jemari Sayumi masih dalam genggaman JongHyun.

“ Ohh memar sedikit. Tadi JongHyun agak menganiaya diriku.” jawab Sayumi santai tanpa buru-buru menarik jemarinya.

“ Aniyoo .. aku hanya sedikit menjajal kemampuan karatemu saja.”

“ Aishh kau mengelak ya… Sudah jelas-jelas kau mencoba menganiaya siswa baru…”  cibir Sayumi memotong ucapan JongHyun.

“ Yaa Yaaa … jangan menfitnah begitu dong, lagipula kau kan sudah kuobati….”

“ Ok ok aku minta maaf jika tadi terlalu kasar padamu. OKE.” lanjut JongHyun lagi. YongHwa mengulum senyum melihat perdebatan keduanya itu.

“ Oke kalau begitu. Ngomong-ngomong aku jalan dulu, jangan lupa kunci pintu depan kalau kalian berniat ingin pulang.” kata YongHwa beranjak meninggalkan keduanya yang belum tersadar jika senja telah beranjak pergi.

JongHyun dan Sayumi menatap kepergian YongHwa dengan bengong dan saat menyadari jemari mereka masih bertautan semburat merah menebar di pipi Sayumi. Cepat-cepat Sayumi menarik jemarinya dan berdiri

“ Huaahh sudah hampir gelap. Aku pulang dulu.” Sayumi bergegas keluar ruang klub.

“ Yaa yaaa tunggu Yumi … “ panggil Jonghyun namun Sayumi sudah hilang dari balik pintu.

 

JongHyun cepat-cepat mengembalikan kotak obat dan mengunci pintu klub kemudian bergegas menyusul Sayumi. Sudah hampir senja begini lebih baik aku mengantarnya pulang kata JongHyun dalam hati. JongHyun menyusuri koridor sambil sesekali celingukan mencari sosok Sayumi dan di halaman parkir dilihatnya yeoja itu.

“ Ternyata disitu dia … “ guman JongHyun menghampiri namun langkahnya terhenti saat melihat Sayumi ternyata tidak sendiri.

“ Kau akan mengantarku pulang oppa ? Jinjaaa ..”

“ Neee .. kajja.” Yonghwa membukakan pintu mobilnya untuk Sayumi yang tersenyum lebar. JongHyun hanya tersenyum tipis melihat mobil silver itu melaju meninggalkan asap tipis dibelakang.

 

 

tbc

17 thoughts on “School of Love : Boyfriend part 2

  1. Pingback: School of Love : Boyfriend part 3 | ffcnblueindo

  2. Yumi di cast tomboy ya …? trus bakal saingan ma Hyun ? .. #halah readers sotoy nih kekekeke

    btw Eoni ikut karatekah … kok tau istilah2 dlm karate ..
    Osh eonni senpai *bow

  3. Pingback: School of Love : Boyfriend part 4 | ffcnblueindo

  4. Pingback: School of Love : Boyefriend part 5 (end) « ff CNBLUE indo

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s