[AuthorLepas] No One Get the Ideal [Chapter 2]

 

Author : nayom (@nayom)

Rating : G

Length : Chaptered

Genre : Romance, Friendship

Cast :

–          Kang Minhyuk

–          Jung Yonghwa

–          Lee Jonghyun

–          Lee Jungshin

–          Seohyun SNSD

–          Yuri SNSD

–          Yoona SNSD

Other Cast :

–          Taecyeon 2PM

Disclaimer : Ide dan alur cerita milik saya. Mohon maaf kalau ada kesamaan alur dengan cerita lain.

Note : Woah, chap 2 keluar! Jujur aja ini chap favorit author, hehe. enjoy~ ^^

*****

Minhyuk tertegun menatap sosok pujaan yang berdiri di hadapannya.

“Gwenchanayo?” gantian yeoja itu yang bertanya pada Minhyuk.

Minhyuk tersadar dari lamunannya, “Ah. Gwenchansimikka.”

“Joneun Kang Min Hyuk imnida.”

Tanpa pikir panjang, Minhyuk memperkenalkan dirinya. Ini adalah kesempatan yang mungkin tidak akan datang lagi, dia pikir dia harus segera menyadarkan pujaannya akan keberadaannya.

“Ah. Joneun Seo Joo Hyun imnida.” balas yeoja tersebut sambil membungkuk.

“Seohyun kan? Semester dua. Jurusan Gizi.” kata Minhyuk seolah ia menebak data diri Seohyun. Padahal Minhyuk tahu lebih banyak dari itu.

“Ah, de..” Seohyun menjawab singkat lalu menambahkan, “Bagaimana kamu bisa tahu?”

“Siapa yang tidak tahu dirimu dan SNSD. Lagi pula kita kan satu fakultas, mana mungkin aku tidak mengenalmu.” jawab Minhyuk dengan alasan yang masuk akal.

“De.. Minhyuk-ssi, terima kasih telah membantu.”

“A..ani. Harusnya aku yang minta maaf telah menabrakmu.” kata Minhyuk sungkan.

“Oh. Panggil saja aku Minhyuk. Aku juga masih di semester dua.”

“Ah, de.. Kau juga boleh memanggilku Seohyun karena kita seusia.”

“De.” jawab Minhyuk singkat.

Lalu mereka terdiam. Minhyuk merasakan kecanggungan di antara mereka, tapi ia tidak mau bicara terlalu banyak. Ia khawatir Seohyun akan menganggapnya orang yang sok akrab. Untung saja, Seohyun memecahkan keheningan.

“Kalau begitu, aku permisi dulu, Minhyuk-ssi. Ani. Minhyuk, aku akan masuk kelas bahasa inggris.”

“Ah, de. Silahkan.”

Seohyun pergi meninggalkan Minhyuk menuju kelas bahasa inggrisnya. Minhyuk masih saja mengamati Seohyun sampai Seohyun lenyap dari pandangannya. Hatinya dipenuhi rasa gembira, tak sabar ia ingin beritahu Jungshin mengenai kejadian yang baru ia alami.

***

Yonghwa mengikuti kelas bahasa inggris tambahannya untuk pertama kali. Dengan antusias, ia menyerap materi yang disampaikan oleh Profesor Song. Apalagi ini adalah kesempatannya untuk menyerap kembali materi mengenai menulis esai yang terlewat olehnya saat ia masih di semester dua.

“Pertama-tama, kita perlu menentukan Thesis Statement. Inilah yang akan menjadi dasar dari esai kita.” jelas Profesor Song di depan kelas.

Namun sebesar apapun antusias Yonghwa, tetap saja ada batasnya. Setelah satu jam mendengarkan dengan tingkat antusias maksimum, ia mulai merasa lelah dan tak mendengar apa-apa lagi kecuali lagu yang mendengung di otaknya.

When I see your face

There’s not a thing that I would change

Cause you’re amazing

“Yonghwa-ssi, kau bisa membuatnya bersama Seohyun-ssi. Ia akan membantumu.” perkataan Profesor Song membuyarkan lagu di otak Yonghwa.

“Ah de.” jawab Yonghwa tanpa mengerti maksud Profesor Song.

Yonghwa melihat pada seorang yeoja yang tadi ditunjuk Profesor Song. Seorang yeoja berambut panjang bergelombang mengenakan baju lengan panjang berwarna putih dengan motif polka dot hitam. Yeoja itu menoleh dan tersenyum ramah pada Yonghwa.

Senyum itu bukan senyum biasa. Matanya bersinar saat tersenyum. Senyum itu membuat Yonghwa mengira bahwa ia sedang melihat senyum seorang dewi. Senyum itu pun memutar kembali lagu pada otaknya yang tadi terhenti. Lagu itu kini mendengung kembali.

Her eyes, her eyes

Make the stars look like they’re not shining

Yonghwa bangkit dari kursinya.

Her hair, her hair

Yonghwa melangkahkan kakinya menuju tempat duduk Seohyun layaknya ritme lagu.

Falls perfectly without her trying

She’s so beautiful

Dan lagu itu pun terus mendengung di otak Yonghwa.

And I tell her every day

Yonghwa mengambil kursi di dekat Seohyun.

I know, I know

Lalu duduk.

When I compliment her

She won’t believe me

Seohyun menoleh pada Yonghwa.

And it’s so, it’s so

Sad to think that she don’t see what I see

“Topik apa yang kau rencanakan, Yonghwa-ssi?”

But everytime she asks me, “Do I look okay?”

I say

“When I see your face.. There’s not a thing that I would change..”

Tanpa Yonghwa sadari lagu itu tak lagi mendengung di otak Yonghwa, tapi justru sudah keluar dari mulutnya. Dengan mimik serius, Yonghwa menatap lekat mata bulat yang bersinar di hadapannya. Sementara si pemilik mata bulat yang bersinar itu terkejut dengan perilaku sunbae di hadapannya.

“Cause you’re amazing.. Just the way you are..”

Dalam sekejap, seisi kelas bertepuk tangan dengan riuh. Beberapa melontarkan siulan, beberapa lagi berteriak.

“Yonghwa-sunbae! Kau sangat keren!”

“Aaaah! Romantis sekali!”

“Terima! Terima! Terima!”

Lagu di otak Yonghwa tak lagi berdengung, ia kembali ke alam sadarnya dan tahu bahwa ia melakukan sesuatu yang memalukan.

“Wah, kau cukup berani ya anak muda. Rupanya begitu cara musisi menyatakan cinta.” kata Profesor Song sambil tersenyum cerah pada Yonghwa.

***

Sejak hari dimana Jungshin menyapa Yoona di kantin, ia tidak lagi mendapat kesempatan bicara dengan Yoona. Jangankan bicara, bertemu pun tidak. Maka, menuruti saran Minhyuk, Jungshin mulai menghafalkan kegiatan-kegiatan apa yang akan dilakukan oleh Yoona sehari-harinya sehingga ia bisa membuat dirinya bertemu dengan Yoona. Kata Minhyuk, cara itu cukup berhasil karena Minhyuk sudah melakukannya selama kurang lebih enam bulan dan pada akhirnya bisa berkenalan dengan pujaannya.

Lain halnya dengan Minhyuk. Ia telah mengalami kemajuan, Seohyun telah mengetahui namanya dan tahu bahwa mereka berada di fakultas yang sama. Kemajuan yang lain, Seohyun mempersilahkan Minhyuk untuk memanggilnya seperti seorang teman, tanpa harus menggunakan bahasa formal.

Minhyuk masuk ke dalam kelas siang itu. Saat ia masuk, teman-teman di kelasnya tiba-tiba berteriak histeris seperti sedang melihat lompatan-lompatan dalam pertunjukkan akrobat. Minhyuk sempat mengira mereka berteriak karena dirinya, untungnya bukan. Mereka meneriaki Yuri penuh semangat.

“KKAB! KKAB! KKAB! KKAB!”

Minhyuk coba menelaah mengenai apa yang terjadi di kelasnya. Ia melihat semua temannya yang bertepuk tangan menoleh pada Yuri. Pastilah tentang Yuri, ia pikir. Benar saja, Yuri dengan malu-malu maju ke depan kelas. Ia seperti bersiap akan memperagakan sesuatu. Kemudian, Yuri menggerakkan anggota tubuhnya dan ia menampilkan kkab dance! Seluruh kelas sontak tertawa terhibur oleh kkab dance Yuri. Sementara Minhyuk tercengang melihat Yuri.

“Perempuan macam apa dia?!” pikir Minhyuk.

Ia dengan acuhnya mengambil duduk paling depan di ujung kelas, tempat favoritnya, dimana ia bisa memandang ke luar kelas dan melihat bilamana Seohyun lewat melintasi kelasnya.

“Annyeong, Minhyukie!” sapa Yuri yang duduk di bangku di samping Minhyuk.

“Annyeong.” balas Minhyuk datar.

“Kau kenapa? Apa kau marah padaku?”

“A..ani.” Minhyuk sedikit terkejut dengan pertanyaan Yuri. Tidak ada yang pernah bisa menebak jika Minhyuk sedang marah, tidak ada kecuali Jonghyun. Sungguh kebetulan, Minhyuk merasa bahwa Yuri adalah versi perempuan dari Jonghyun dilihat dari kegemarannya untuk terlambat, tidur di kelas, dan makan dalam porsi yang besar. Satu hal yang terpenting, tebakan Yuri tepat. Minhyuk marah padanya karena ia menyebut Minhyuk dengan Minhyuk-ie.

“Kau terlihat begitu bagiku.”

Minhyuk tidak menjawab Yuri karena Profesor Han telah masuk ke dalam kelas. Kembali Minhyuk memfokuskan dirinya pada materi yang disampaikan. Begitu fokusnya Minhyuk, sampai ia tak menyadari bahwa dua jam telah berlalu dan kelas berakhir.

Di akhir kelas, Profesor Han berpesan, “Ini tugas kalian. Kerjakan berdua dengan teman sekelompok kalian seperti kelompok untuk tugas Profesor Kang kemarin.”

“Ha?” Minhyuk tidak begitu senang mendengarnya.

Ia menoleh ke sisi kirinya, Yuri sedang tersenyum padanya.

Minhyuk mengutuk dalam hati, “Dia lagi…”

***

“Jungshin, ayo kita ke kantin.” kata Jonghyun tanpa basa-basi saat bertemu Jungshin di depan perpustakaan.

“Ta..tapi.” Jungshin terbata-bata sambil menunjuk ke arah perpustakaan.

“Kajja.” Jonghyun sudah menarik lengan Jungshin tanpa Jungshin menjawab.

“Hyung~! Aku sedang hendak ke perpustakaan.”

“Aku tahu kau bukan anak kutu buku.” jawab Jonghyun sambil masih membawa Jungshin ke kantin.

“Aku akan mengerjakan tugas.”

“Sejak kapan kau jadi sangat rajin seperti ini?”

“Hyung~” Jungshin tidak bisa mengelak lagi dari Jonghyun. Ia tidak bisa mengatakan pada Jonghyun kalau ia ingin ke perpustakaan untuk menemui Yoona, hal itu hanya rahasia antara Jungshin dan Minhyuk. Lagipula, Jungshin dan Jonghyun telah tiba di kantin dan aroma makanan yang sedap telah memegang lengan Jungshin yang lain dan menariknya untuk mengantri membeli makanan mengikuti Jonghyun.

Wajah Jonghyun dan Jungshin sudah seperti orang yang tidak makan berbulan-bulan. Mereka dengan segera mencari tempat duduk begitu mendapat makanan. Mereka meneliti setiap sudut namun tak didapatinya bangku yang kosong. Seseorang melambai pada mereka memberi tanda untuk duduk bersama.

“Itu Taecyeon-hyung. Dia mengajak kita duduk disitu, Hyung. Ayo.” kata Jungshin bersemangat. Semangatnya sesungguhnya berlipat ganda. Mendapat tempat duduk untuk makan juga duduk satu meja dengan Yoona-noona, meskipun keadaannya Yoona sedang duduk bersama kekasihnya, Taecyeon.

Hal itu berkebalikan dengan Jonghyun yang sebenarnya sejak tadi berpura-pura tidak melihat Taecyeon yang melambai padanya. Bukan karena ia tidak mau makan bersama Taecyeon, tapi ia tidak mau makan bersama Taecyeon yang sedang berduaan dengan Yoona.

“Annyeong, Hyung. Annyeong, Noona.” sapa Jungshin sok akrab dengan Yoona.

“Annyeong. Makanan apa yang kau ambil, Jungshin? Woah, daging asap. Boleh aku coba nanti?” kata Taecyeon yang bersikap seperti biasa terhadap teman-temannya.

Sementara itu, kesunyian menyelimuti Jonghyun dan Yoona yang duduk berhadapan. Mereka hanya menatap makanan di hadapan mereka dan berkonsentrasi memakannya.

“Hyung, tak biasanya kau makan dengan tenang seperti ini.” canda Jungshin pada Jonghyun. Jonghyun hanya membalas dengan senyuman.

“Jagi-ya, makanlah ini. Bukankah ini makanan kesukaanmu?” kata Taecyeon penuh perhatian kepada Yoona. Jungshin menatap dan berpikir kapan dia bisa merawat Yoona seperti itu juga kelak. Sementara Jonghyun melihat Yoona dan makanan yang ditawarkan Taecyeon, omellete.

Yoona mengambil omellete yang Taecyeon tawarkan dan memakannya. Omellete adalah makanan kesukaan Yoona tapi wajahnya tak menunjukkan perasaan menikmati makanan itu.

Jonghyun mengambil botol mayonaisse dan menaruhnya di depan Yoona, “Tambahkan ini, pasti lebih enak.”

Yoona menoleh dan nampak seperti terkejut mendengar Jonghyun bicara padanya. Ia terdiam sejenak dan berkata, “Gomawo.” Lalu mengambil botol mayonaisse yang disodorkan Jonghyun dan menuangkannya di piringnya.

“Hyung, apakah enak omellete yang diberi mayonaisse?” Jungshin berkomentar.

“Iya. Aku tidak pernah melihat orang yang memakan omellete dengan mayonaisse.” tambah Taecyeon.

“Hyung, kau sedang melihatnya sekarang.” bisik Jungshin pada Taecyeon yang duduk di depannya menunjuk pada yeoja mungil di samping Taecyeon yang memakan omellete kesukaannya dengan bersemangat.

***

“Kau coba cari di buku itu. Aku akan cari di buku yang ini.” saran Minhyuk.

“De, Ahjumma.”

“Ya! Kkab girl! Aku ini lelaki tangguh, bukan tante-tante.”

“Lelaki tangguh dengan kulit susu. Rasanya aku akan memakan tanganmu karena nampak seperti cokelat putih.”

“Ha! Kau benar-benar mirip hyung-ku, hanya makanan di otakmu. Cepat kerjakan saja pekerjaanmu.”

“Ha! Cerewet kau! Jangan rusak konsentrasiku.” kata Yuri sambil menatap buku.

Minhyuk menoleh pada yeoja di sampingnya dengan tatapan mematikan. Menurut Minhyuk, Yuri adalah yeoja paling menyebalkan yang pernah ia kenal. Yuri pun tak mau kalah, ia balas menatap Minhyuk dengan tatapan yang lebih beracun. Untuknya, Minhyuk adalah namja yang tidak berperasaan dan selalu memarahi dirinya tanpa alasan yang jelas. Setelah sekitar 3 detik mereka berperang melalui tatapan, mereka kembali pada buku di hadapan mereka. Mengingat kembali maksud awal kedatangan mereka ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas.

Semusim sudah mereka bekerja sama dalam hampir setiap tugas. Tidak hanya berdua, terkadang berempat dengan Jinwoon, atau bertiga, atau berlima. Itu semua terjadi karena nama mereka berdampingan di daftar absensi. Meski sering bersama, mereka bukannya semakin akur justru semakin sering mengejek satu sama lain. Entah siapa yang memulai perselisihan ini, tapi nampaknya Minhyuk selalu tidak senang saat berhadapan dengan Yuri.

“Kalau tidak karena tugas, aku tidak mau sekelompok denganmu.” kata Minhyuk ketus.

“Kalau tidak karena cita-citaku, aku juga tidak sudi bekerja sama denganmu.” Balas Yuri tak mau kalah.

“Oh, aku baru tahu orang sepertimu juga punya cita-cita!”

“Ha! Kau pikir..” suara Yuri meninggi hendak memarahi Minhyuk.

“Ssst..” kata seorang namja berkacamata tebal pertanda meminta mereka tenang.

“Emang enak.” bisik Minhyuk mengejek.

Yuri tak bisa membalas ejekan Minhyuk, ia hanya menatap tajam Minhyuk sesaat dan kembali meneliti bukunya. Ia menyuruh dirinya bersabar karena semua tugas ini akan segera berlalu saat musim dingin tiba.

Ia pun tidak mengerti mengapa Minhyuk selalu memarahinya. Saat ia makan dengan kebahagiaan, Minhyuk marah. Saat ia tertidur tanpa sengaja, Minhyuk marah. Saat ia menghibur teman-temannya dengan kkab dance, Minhyuk marah. Semua yang Yuri lakukan membuat Minhyuk marah.

Sekitar 30 menit, Yuri dan Minhyuk berada dalam keadaan hening meneliti masing-masing buku di hadapan mereka. Lalu, pintu perpustakaan terbuka dan masuklah seorang yeoja berbaju coklat. Yeoja itu tak lain dan tak bukan ialah pujaan hati Minhyuk sejak lama, Seo Joo Hyun.

Yuri menoleh, menyadari bahwa Minhyuk sudah tak melihat bukunya lagi.

“Kau suka pada yeoja itu?” tanya Yuri.

Minhyuk tersadar dari lamunannya memandang Seohyun, “Siapa?”

“Seo Joo Hyun.” jawab Yuri.

“Kau kenal dia?”

“Tentu saja.”

“Ah mana mungkin orang seperti dia mengenal orang sepertimu.”

Belum sempat Yuri menjawab, datanglah seorang namja duduk di depan Seohyun dan bicara padanya. Yuri menyadari bahwa Minhyuk pasti sedang berkonsentrasi berusaha mendengarkan pembicaraan namja itu dengan Seohyun.

“Wah sepertinya Seohyun sudah punya kekasih..” kata Yuri bermaksud meledek Minhyuk. Namun Minhyuk tidak menjawab apa-apa.

“Apa yang Yonghwa-hyung lakukan?” pikir Minhyuk.

*****

14 thoughts on “[AuthorLepas] No One Get the Ideal [Chapter 2]

  1. Wuah bgus2..seru,aq ska couplex, yongseo,jonghyun yoona and maybe MinHyuk Yuri haha, aq suka aq suka..

    Minhyuk knapa kesel ama yul truz seh,ntar kesel,lama2 suka loh *senggol MinHyuk

    pas yong xaxi dpan seo,aw aw aw, #histeris … Minhyuk g kyk yong neh,kalah cepet,makax yong akrb ma seohyun haha

  2. huahahahaha, asli geblek banget itu yong.. Apa lagi pake foto, jadi bisa ngebayangin mukanya dia pas baru sadar abis ngapain. Tapi so sweet sih. Mereka pacaran ga deh?????

    Kalo aku telaah (????) kayaknya ada masa lalu yg blm terkuak antara yoona dan jonghyun. Abis jonghyun tau kesukaan yoona. ditambah kecanggungan mereka, bikin aku tambah yakin klo mereka pasti ada apa-apanya. Sok tau banget deh aku :p

    Minhyuk-seohyun-yonghwa , jonghyun-yoona-jungshin..

    Daebak. Nice ff… Penasaran sama lanjutannya><

  3. huaahhh bagus banget ini FF … eon sih benernya nggak begitu paham gosip2 yg beredar di sekitar member CNBLUE (di realitasnya ) tp kayaknya memang Yoona n SeoHyun ada di sekitar mereka ya … #boice gagal … hehehe
    oke deehh ditunggu lanjutannya ….🙂

    • kalo di realita nya eon, yang akrab sama cn blue itu paling seohyun aja. kalo yoona-jonghyun itu biasanya jadi supporting couple di ff2 tentang yongseo, tapi banyak yang suka makanya sering di pairing gitu..

  4. yaaaaaaaa kyaaaaaaaaa mulai kan tuh terungkap pasangan2nya huahaha..
    hyun ma yonghwa, yuri – minhyuk yg marah2an mulu tp pasti tar suka deeeh hhaiiii. dan ada apa dengan jonghyun dan yoona ??? apa mereka mempunyai kisah di masa laluuu. hmmmm..
    taecyeon ma yoona putus aja ya hhe.. aduuuh jungshin kasian nih,, suka ma noona tp kan dia udh pny pacar…
    lanjut deh part 3

  5. cinta segitiga antara minhyuk , yonghwa dan seohyun😀 ~

    saya dukung yongseo couple , minhyuk sama yuri aja😀 ~

    penasaran sama part berikutnya ~

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s