School of Love : Boyfriend part 3

SoL: Cast and Prolog | SoL: Newbie | SoL: Boyfriend part 1 | SoL: Boyfriend part 2

Author : @Eonn1k4D

Rating : T

Genre : Romance

Leght : Chapthered

Cast :

Jung YongHwa

Lee JongHyun

Kang MinHyuk

Lee JungShin

Sayumi Michishige

Disclamer : Member CNBLUE milik Boice tapi khusus JungShin milik author #halah.  Jika cerita dalam FF ini ada yang mirip dgn kehidupan anda,  itu hanya satu kebetulan yang nggak disengaja. Psstt (ngaku) plot FF ini diadaptasi saat author sekolah jaman SMA dulu.

Note :  Jangan lupa ninggalin koment ya Boice …🙂

Senja telah turun ke bumi saat YongHwa memencet tombol turn off di layar laptop. Jemarinya perlahan memijat tengkuknya yang tegang karena hampir dua jam menunduk menukuni laporan proposal klub yang akan segera di bahas dalam rapat siswa minggu depan. Kerjaan kesiswaan menumpuk begini malah SeoHyun sang seketaris nggak masuk kelas, jadi YongHwa kerepotan sendiri.

Setelah mengunci pintu ruang siswa (OSIS kalo di Ind sini) YongHwa berjalan perlahan sepanjang lorong kelas menuju halaman depan. Sesaat keningnya berkerut saat melihat pintu Aula yang measih terbuka lebar. Apa ada yang masih berlatih ? guman YongHwa sambil melirik sekilas jam di pergelangan tangan.

YongHwa melongok kedalam aula. Kosong. Tapi saat akan berbalik sayup didengarnya suara orang sedang becakap-cakap. Dihampirinya ruangan paling ujung di sudut Aula yang pintunya masih terbuka. Aula ini memang luas dan di pinggirnya ada beberapa ruang tempat markas klub yang mengunakan Aula ini. Rata-rata dari klub olahraga, Basket, Volley, Judo, Karate dan Bulutangkis.

“ Biar aku sendiri ….”

“ Sstt diamlah biar aku saja.” YongHwa mengerutkan kening mendengar pembicaraan yang agak janggal itu. Suara dua orang, yeoja dan namja. Sedang ngapain mereka di ruang klub karate ?.

“ Ternyata masih ada orang disini, pantas pintu depan klub masih terbuka . Anyeong Hyun … “ Sapa YongHwa sambil bersandar di pintu mendapati JongHyun ketua klub Karate sedang memegang tangan seorang yeoja yang duduk membelakanginya. Serentak keduanya menoleh ..

“ Mwolaa kau disini juga ?.” YongHwa mengenali siapa yeoja itu. Sayumi siswa baru yang tempo hari menemuinya di ruang siswa.

“ Yong sunbae.”

“ Yong oppa ..” kompak JongHyun dan yeoja itu menjawab.

“ Oppa ? … Yong sunbae oppamu ?.” JongHyun kaget mendengarnya.

“ Tentu saja, Yong oppa kan lebih tua dari aku. Bukankah begitu panggilan di korea sini untuk orang yang lebih tua tapi belum tua.” jawab Sayumi polos. YongHwa tersenyum mendengarnya. Nggak salah juga sih dengan panggilan oppa, hanya kadang panggilan itu di tujukan lebih kepada kekasih. Whateverlah guman YongHwa.

“ Kenapa dengan tanganmu ?.” tanya YongHwa menatap jemari Sayumi masih dalam genggaman JongHyun.

“ Ohh memar sedikit. Tadi JongHyun agak menganiaya diriku.” jawab Sayumi santai tanpa buru-buru menarik jemarinya. YongHwa sedikit menaikkan alisnya.

“ Aniyoo .. aku hanya sedikit menjajal kemampuan karatemu saja.”

“ Aishh kau mengelak ya… Sudah jelas-jelas kau mencoba menganiaya siswa baru…”  cibir Sayumi memotong ucapan JongHyun.

“ Yaa Yaaa … jangan menfitnah begitu dong, lagipula kau kan sudah kuobati….”

“ Ok ok aku minta maaf jika tadi terlalu kasar padamu. OKE.” lanjut JongHyun lagi. YongHwa mengulum senyum melihat perdebatan keduanya itu. JongHyun yang sudah lama dikenalnya semenjak middle school memang namja yang jahil tapi rasanya jika dituduh menganiaya kok nggak mungkin. Dan siswa baru itu sepertinya tipe yeoja yang senang bercanda juga. Mereka akrab sekali guman YongHwa.

“ Oke kalau begitu. Ngomong-ngomong aku jalan dulu, jangan lupa kunci pintu depan kalau kalian berniat ingin pulang.” kata YongHwa beranjak meninggalkan keduanya yang belum tersadar jika senja telah beranjak pergi. Dengan santai YongHwa menyusuri koridor kelas dan sesekali bersiul-siul santai.

“ Bukk … bukk .. bukk.” suara langkah kaki terdengar dibelakang saat YongHwa hendak membuka pintu mobilnya.

“ Aigooo … kau di kejar hantu ?.” tanya YongHwa melihat Sayumi berlari-lari dibelakangnya dan berhenti mendadak di saamping mobilnya.

“ Aninyo .. aku sedang olahraga senja oppa. Akan butuh waktu berapa menit jika aku berlari dari tempat parkir ini sampai gerbang depan.” jawab Sayumi terengah-engah sedikit dan bersiap untuk lari lagi.

“ Yaa .. kau pulang naik bus ?.”

“ Nggak ko, rumah pamanku dekat dari sini. Cukup jalan kaki 30 menit sampai dan jika aku berlari paling hanya butuh waktu yaahhh sekitar 10 sampai 15 menit lah.” YongHwa tersenyum lebar mendengar jawaban Sayumi.

“ Kuantar kau pulang. Mau ?.” tawar YongHwa.

“ Kau akan mengantarku pulang oppa ? Jinjaaa ..”

“ Neee .. kajja.” Yonghwa membukakan pintu mobilnya untuk Sayumi yang tersenyum lebar. Tak lama kemudian mobil silver itu melaju meninggalkan asap tipis dibelakangnya. Tanpa mereka sadari JongHyun menatap keduanya dan bibirnya tersenyum tipis melihatnya.

Sepanjang perjalanan yang singkat YongHwa banyak mengetahui tentang yeoja satu ini. Memang benar tebakannya. Sayumi tipe yeoja yang ramah dan banyak bicara serta mudah akrab dengan orang.

“ Jadi oppa, yeoja yang kutemui tempo hari waktu aku ke ruang siswa adalah yeojacingumu ?.” usik Sayumi. YongHwa menoleh dan mendapati mata Sayumi berbinar menatapnya menunggu jawaban.

“ Hmm .. dia SeoHyun namanya. Anak kelas 2, seketaris Siswa.”

“ Ooohh ..” Sayumi ber-oh sambil memonyongkan bibirnya yang terlihat lucu. YongHwa tambah lebar tersenyum.

“ Rumah pamanmu dimana ?.” YongHwa mengalihkan perhatian Sayumi.

“ Perempatan pertama itu belok kanan rumah paling pojok.” YongHwa mengerutkan kening. Rumah paling pojok bukankah ..

“ Jadi kauu itu … “

“ Yap betul, aku keponakan Kim Young Mi Kepala Sekolah. Dia adik eommaku yang paling kecil.” potong Sayumi. YongHwa anggukan kepala tanda mengerti, pantas sekolah ini bisa menerima siswa pindahan di tengah semester.

“ Tapi kuharap oppa nggak bilang-bilang pada siswa lain. Aku nggak enak jika ada sesuatu dan dihubung-hubungkan dengan Kim.”

“ Ne aku mengerti. Tapi ngomong-ngomong kenapa kau hanya memanggilnya Kim tanpa embel-embel paman ?.” Kim ahjussi biarpun masih muda dan lajang namun sosok kepala sekolah itu cukup disegani. Sayumi terkekeh geli

“ Karena dia kukalahkan dalam permaianan halma 3 tahun lalu. Saat itu dia sesumbar aku boleh memaanggil nama kecilnya tanpa embel2 paman dan ternyata dia kalah. Yaahh begitulah. Tapi jangan kawatir, aku di sekolah tetap memanggilnya songsaengnim.” YongHwa tersenyum lebar mendengar taruhan aneh itu.

“ Oke sudah sampai. Sampai jumpa esok hari oppa. Gumawo sudah mengantarku.” kata Sayumi saat mobil YongHwa berhenti di rumah berhalaman luas dan bercat hijau muda itu.

“ Oke, sampai jumpa esok.” Sayumi melambaikan tangannya sesaat sebelum menutup pintu mobil YongHwa dan baru beranjak masuk rumah setelah mobil itu lenyap dari pandangan.

“ Dengan siapa kau pulang hari ini ?.” tanya Kim begitu Sayumi masuk rumah.

“ Di antar Yong oppa.”

“ Yong oppa ? Maksudmu Jung YongHwa presiden siswa ?.”

“ Tepat sekali dan siapa lagi yang bernama Yong di sekolah kita Kim.” jawab Sayumi santai.

“ Yaa yaaa .. aku bosan kau hanya memanggilku KIM. Kita batalkan taruhan itu. Apa jadinya kalau siswaku mendengar tentang hal ini.” omel Kim kesal. Sayumi nyengir kuda mendengar protes pamannya.

“ Ohh tidak bisa. Kalah tetaplah kalah. Arrasooo.” Sayumi beranjak masuk kamar sambil tertawa keras melihat pamannya menggerutu kesal.

***

“ Oppa .. boleh aku duduk disini ?“ tanya seseorang saat  YongHwa akan menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya.

“ Yumi ? Silahkan , kau sendiri ?.” ternyata Sayumi yang menghampiri mejanya. YongHwa menengok kiri kanan banyak bangku yang kosong tapi entah kenapa yeoja ini malah duduk disampingnya.

“ Huaaa .. kau makan nasi komplit yaa. Waahh kelihatannya telur pedas itu enak.” Sayumi melongok piring YongHwa.

“ Kau mau ? “ Sayumi anggukkan kepala dan spontan membuka mulutnya. YongHwa tergagap kaget dan kemudian memotong telur serta menyuapkan di mulut Sayumi.

“ Huaa mashitaaa .. yumiiee.” mata Sayumi terpejam seolah menikmati telur pedas itu atau suapan YongHwa ? Beberapa pasang mata melirik kearah mereka dengan tatapan spekulasi. Jung YongHwa sang Presiden Siswa menyuapi yeoja di kantin. Wahh bakal jadi big news nih.

“ Sepertinya yang merah-merah itu juga enak.” Sayumi menunjuk piring YongHwa.

“ Ini kimchi sayur, kau sudah pernah memakannya ?.” tanya YongHwa menjumput sedikit Kimchi dengan sumpit dan menyodorkan di mulut Sayumi.

“ Ymm hmm mm, pernah tapi nggak seenak ini. Eommaku jika memasak rasanya parah, hingga kami tak bisa memakannya. Jadi kami lebih sering makan di luar, apalagi appa eommaku selalu sibuk di kantor jadi saat pulang kerumah tidak lagi memerlukan makan. Begitupun aku sudah dapat jatah makan di sekolah .” Sayumi berbicara sambil mengunyah hingga kuah kimchi meleleh di sudut bibirnya.

“ Itu keluar …” kata Yonghwa menunjuk muka Sayumi.

“ Apanya ?.”

“ Ini .. Anak gadis  makan berlepotan gini, bisa jauh jodoh lho.” YongHwa menyeka ujung bibir Sayumi dengan jarinya. Dziinnggss …. tatapan keduanya saling terkunci saat jemari YongHwa lembut membelai bibir Sayumi.

“ Nah sudah bersih ..” kata YongHwa lalu melanjutkan makannya, Sayumi tertegun tak kuasa mengucap sepatah katapun.

“ Oppa .. “ setelah hening sesaat.

“ Hmm .. “

“ Tiap siswa dibatasi atau tidak saat mereka ikut kegiatan exskul ?.” tanya Sayumi mengalihkan suasanya yang sempat canggung tadi.

“ Eemm …  sebenarnya hal itu terserah siswanya saja, jika dia mampu membagi waktu, ikut 5 exstrakul boleh. Tapi pastinya jangan sampai mengganggu pelajaran di kelas sih.”

“ Waeyo ? Kau akan ikut 5 exskul ?.” lanjut YongHwa.

“ Ani .. aku sudah ikut satu, klub Botani tapi Onew menawariku masuk klub Karate karena mereka membutuhkan atlet yeoja untuk kompetisi antar high school minggu depan … “ Sayumi menggantung jawabannya. YongHwa menatap yeoja di hadapannya dengan intens.

“ Masih ada kuah kimchi lagi di mukaku ?.”

“ Nggak … hanya tak menyangka saja kau ini atlet Karate. Tubuhmu nggak terlihat kekar seperti Amber.” Amber memang atlet karate teman sekelas YongHwa

“ Ahh yaa Amber. Yeoja itu yang kata Onew akan mewakili sekolah kita tapi dia terkilir jadi bakalan kosong posisi itu.” YongHwa anggukkan kepala mengerti, memang tadi pagi Amber masuk sekolah dengan memakai kruk. Ternyata klub Karate membutuhkan atlet pengganti. Tentang kompetisi itu, adalah kegiatan tahunan seluruh highschool di seoul dan kali ini tuan rumahnya adalah Geoegeus High School alias sekolah mereka, makanya beberapa hari terakhir ini Komite siswa sibuk berkerja mempersiapkan segala sesuatunya agar kegiatan itu berjalan dengan lancar.

“ Kok bukan JongHyun yang mengajakmu ?.” tanya YongHwa ingin tahu.

“ Ciihh namja satu itu bisanya Cuma menganiaya diriku yang manis ini …… “

“ Pletaaaak”

“ Wadaaawww .” teriak Sayumi mengelus kepalanya yang kena jitak.

“ Jangan sembarang bicara ya, nuguya yang menganiaya dirimu. Ciisss .” JongHyun menghempaskan tubuh di samping Sayumi yang bersungut-sungut kesal.

“ Jangan percaya omongannya sunbae.” kata JongHyun mencomot udang yang nongol dipiring Sayumi.

“ Udangkuuuu …. Buka mulutnya dasar rampok .” Sayumi membekap kepala JongHyun dan memaksa untuk memuka mulutnya. YongHwa kaget melihat tingkah Sayumi yang sedikit di luar kewajaran seorang gadis. Sementara JongHyun meronta kesal

“ Nih makan udangku saja…” tiba-tiba JungShin meletakkan 3 udang goreng di piring Sayumi. Spontan Sayumi menghentikan aksinya dan mereka bertiga memandang JungShin yang ngeloyor pergi keluar kantin tanpa berkata apa-apa.

“ Gumawo Shinieeee …” teriak Sayumi dan mendapat jawaban lambaian tangan JungShin tanpa menoleh. Sayumi memonyongkan bibir kearah JongHyun yang masih sedikit syok telah terbebas dari bekapannya dan dengan santai memcomot udang seolah barusan tak terjadi apa-apa.

“ Ehemm .. Hyun ada perlu denganku ?.” tanya YongHwa mengalihkan pembicaraan.

“ Latihan jam berapa ?.”

“ Biasa 8 malam.”

“ Oke sampai ketemu nanti malam.” JongHyun beranjak dari kursi dan sebelum pergi menarik kuncir Sayumi.

“ Yaaa … ciihhh dasar.” Sayumi ngomel panjang pendek diiringi tawa JongHyun.

“ Kau akrab sekali dengan Hyun dan JungShin.” Kata YongHwa

“ Ne…, kami akrab karena kondisi. Yaahh kalau di certain terlalu panjang. Sampai-sampai Kyu sunbae bilang aku kekasih Shinie.”

“ Jinja ?” tanya YongHwa kaget. JungShin kekasihnya Sayumi ?

“ Terserah dech mereka mau bilang apa. Aku nggak peduli kok.” jawab Sayumi santai sambil terus makan. YongHwa menatap paras cantik dihadapannya tanpa berkata apa-apa.

***

“ Oppa, kau belum pulang ? .” tanya Sayumi saat mendapati YongHwa sedang menekuni laptopnya. Sekolah sudah berakhir dan saat Sayumi melewati ruang siswa pintunya masih terbuka,  ternyata masih ada YongHwa  sedang menyelesaikan laporan untuk kegiatan tahunan yang harus segera di serahkan pada Kepala sekolah untuk dibawa ke rapat guru. YongHwa menengadah dan mendapati Sayumi menunduk di depan mejanya.

“ Sebentar lagi, kau juga belum pulang ?.”

“ Aku tadi di suruh Kim songsaengnim membantunya dan kulihat pintu siswa  masih terbuka. Ternyata kau belum pulang sedang bikin apa ?.” Sayumi duduk di samping YongHwa ikut memelototi layar lapotop. Harum rambut Sayumi tercium lembut di hidung

“ Ahhh .. eeh hanya laporan untuk kegiatan minggu depan itu.” gagap YongHwa, baru kali ini bertemu dengan yeoja yang dengan cueknya duduk disisinya tanpa banyak basa basi.

“ Kenapa bukan seketaris saja. Bukankah ini pekerjaan dia ?.” tanya Sayumi sesaat setelah membaca tulisan yang ada di layar laptop.

“ Iya juga sih, tapi SeoHyun sudah dua hari ini sakit, sedang yang lain sudah punya tugas sendiri. Terpaksa kukerjakan laporan ini.” kata YongHwa pura-pura kesal. Sayumi terkekeh mendengarnya

“ Oohh jadi dia yang membuat hatimu berpaling dariku Oppa ?.” desis seseorang mengagetkan YongHwa dan Sayumi.

“ Jangan salah sangka Sandara ….. “ sergah YongHwa pada yeoja yang berdiri di pintu dengan tatapan sinis itu. Sayumi menatap paras YongHwa dan Sandara teman satu kelasnya secara berganti-ganti. Kekasih Yong oppakah yeoja itu tanya Sayumi dalam hati.

“ Bagaimana tidak salah sangka. Kau duduk  satu kursi dengannya dan …”

“ Stop stop .. benar kata oppa, aku hanya menemaninya saja kok. Hmm ngomong-ngomong kau  kekasih oppa ?.” Sayumi memotong ucapan Sandara.

“ Oppa…?.” desis Sandara dan langsung berbalik keluar ruang. Sayumi tambah heran melihatnya.

“ Sandara kekasihmu oppa ?.” tanya Sayumi ingin tahu. YongHwa tersenyum

“ Bukan, tapi kukira dia menyukaiku. Dia dongsaengku sejak Midle School. Kami lumayan akrab tapi bagaimana ya … aku hanya menganggap dia sebagai adik kelas dan teman saja.” Sayumi berOOH sambil angguk-anggukkan kepala. YongHwa semakin lebar tersenyum melihatnya.

“ Yuk pulang, kuselesaikan di rumah saja laporan ini.” ajak Yonghwa sambil membereskan laptop dan Sayumipun mengikuti langkah YongHwa menuju halaman parkir. Saat keduanya hampir sampai muncul JungShin dari arah rumah kaca.

“ Anyeong sunbae.” sapa JungShin dan melirik sekilas Sayumi

“ Belum pulang juga ?.”

“ Ada perlu sedikit di rumah kaca. Menggantikan piket seseorang yang siang ini mangkir .” jawab JungShin. Spontan Sayumi menutup mulutnya yang ternganga.

“ Huaahh astaga aku lupaaa hari ini piket. Mianhe mianhe Shiniee.” Sayumi membungkukkan badan dalam-dalam.

“ Kau ini memang pelupa.” tegur JungShin pelan.YongHwa menatap JungShin dengan penuh spekulasi.

“ Tapi kan kau sudah menggantikanku Shinie. Khamsahamnidaaaa dan sebagai balasannya kau akan kutraktir makan siang dech.” bujuk Sayumi. JungShin hanya diam tak bereaksi.

“ Oppa .. aku nggak jadi pulang bareng. Mau traktir JungShin dulu, atau kau mau ikut sekalian ?.” tawar Sayumi.

“ Nggak usah traktir, aku jalan dulu .” kata JungShin ngeloyor pergi tapi lengannya tertahan oleh jemari Sayumi yang erat memegangnya.

“ Oh tidak bisa … kau harus mau.” desak Sayumi dan berbalik menghadap YongHwa.

“ Kau ikut oppa ?.” tanya Sayumi

“ Baiklah sepertinya aku juga lapar, naik mobilku saja.” jawab YongHwa akhirnya. Senyum Sayumi mengembang lebar dan dengan santai dia mengamit lengan YongHwa sementara tangan kirinya masih memegang erat JungShin.

Alhasil mereka bertiga berjalan saling mengamit lengan, tepatnya Sayumi menggandeng dua lengan namja itu. Sandara menatap kepergian mereka bertiga dari kejauhan dengan tatapan penuh amarah. Terutama saat Sayumi tertawa lebar mendengar ucapan YongHwa, entah apa yang dikatakan namja itu hingga Sayumi tertawa lebar sementara JungShin yang jarang sekali tersenyum kali ini bibirnya nampak mengulum senyum tipis.

***

Pagi ini hati Sayumi terasa hangat sehangat sinar mentari yang menembus jendela kamarnya. Sayup-sayup dari dapur terdengan music yang cukup menghentak gendang telinga. Pasti pamannya yang menyetel music keras-keras seperti itu.

“ Kim, knapa kenceng sekali sih suara tape itu. Pelan aja kan juga udah denger. Atu jangan-jangan syaraf telingamu sudah agak rusak karena umurmu sudah tua.” kata Sayumi sambil menyomot telur orak-arik buatan pamannya itu.

“ Tua … ? Kau bilang aku tua .. kita hanya beda umur 7 tahun dodol.”

“ Tetap tuaan kau kan dari aku. Ciihh sudah tua, jomblo pula. Ckckckc…” Sayumi berdecak-decak sambil geleng2 kepala.

“ YAAA … anak kurang ajar.” Kim melempar serbet di muka Sayumi. Tapi Kim tak pernah memasukkan hati ocehan keponakannya itu.  Bagi Kim, Sayumi adalah keponakan tersayang dan dia tahu jika Sayumi hanya bercanda. Saat di sekolah sikap yeoja itu tetap hormat kepadanya sebagai kepala sekolah. Jadi intinya Sayumi tahu menempatkan diri lah.

“ Ngomong-ngomong kau benar pacaran dengan JungShin ? dan kudengar kau juga dekat dengan YongHwa  malah kulihat beberapa kali kau pulang di antar dia.” tanya Kim sambil menyendokkan nasi pada piring Sayumi.

“ HuaaaHHHh hebat benar pamanku yang satu ini. Gosip siswa saja dia tahu. Ckckckck.”

“ YAA aku serius tau. Sebagai kepala sekolah aku tahu apa yang terjadi di setiap muridku apalagi kau keponakanku. Aku harus benar-benar mengawasimu jika sampai kau berbuat aneh2 bisa-bisa noona memenggal leherku.” (noona yg dimaksud adalah eomma Sayumi yg notabene kakak perempuan Kim).

“ Oke okeee aku tahuuuuu, biar kau tidak khawatir paman, aku akrab dengan JungShin dan Yong oppa itu benar, tapi kami tidak berpacaran namun bukan berarti arah kesana tidak ada. Selalu ada …. tapiiiii bukan saat ini.” Sayumi berdalih cepat.

“ Tapi kenapa berita yang kudengar kau sudah berpacaran dengan JungShin dan k au juga terlihat berduaan dengan YongHwa di ruang siswa tempo hari.”

“ HUAAAAAHHH DAEBAAKK … hal sekecil inipun kau tahu ?.”

“ Bocaahh .. katakan yang sebenarnya atau kuadukan eomamu biar dia nyusul kesini .” ancam Kim.

“ Shirooo …. jangan bilang apapun pada eomma. Ok kujelaskan…..” Kim menunggu kelanjutan ucapan Sayumi

“ Aku nggak tau knapa bisa di gosipkan berpacaran dengan JungShin, mungkin gara-gara Kyu sunbae yang salah berasumsi dan kami tidak segera mencegahnya. Kupikir hal itu tidak menjadi masalah toh aku dan JungShin tak merasa dirugikan……” Kim anggukkan kepala menerima penjelasan itu.

“ Lalu yang berduaan dengan YongHwa ?.”

“ Aachh ituu .. kau ingat tempo hari memintaku membantu menyusun katalok buku sumbangan di perpustakaan, nah waktu pulang aku melewati ruang siswa dan kulihat Yong oppa jadi aku menyapanya. Lalu pulangnya kami bersama JungShin makan bareng.”

“ JungShin ?.”

‘ Iya .. kebetulan pas sampai di halaman parkir JungShin juga hendak pulang. jadilah kami bertiga makan bareng. Toh kan kami berteman ?. Ada yang salah ?.”

“ Nggak juga sih .. hanya …”

“ Sudahlah Kim, jangan terlalu khawatir seperti itu. Aku tahu batasan kok. Arasso pamanku tersayang.” Sayumi melihat pamannya dengan tatapan hangat. Kim tersenyum melihatnya,  mungkin beginilah romantika anak ABG kenapa aku bisa lupa ya kata Kim dalam hati.

“ PLETAAAKK”

“ ADAAWWW …” teriak Sayumi mengelus jidatnya yang terkena lemparan penghapus. Dilihatnya penghapus yang terbuat dari kayu itu, heran saja di halaman belakang sekolah kok ada penghapus. Siang ini karena malas ke kantin Sayumi tiduran dibangku bawah pohon halaman belakang sekolah sambil mendengarkan mp3nya (kebiasaan author jaman sekolah dulu cuman bukan pake mp3 jaman dulu gak ada tp radio tape kecil). Sayumi mengucek-ucek matanya yang agak silau dan didapatinya Sandara , HyunAh serta Krystal berdiri dihadapannya.

“ Apa yang kalian ….”

“ PLAK … PLAK “ tamparan keras Sandara tiba-tiba mendarat di pipi Sayumi meninggalkan bercak merah dan di sudut bibirnya mengeluarkan darah tanda bagian dalam mulut terluka.

“ Jangan sekali-kali kau mendekati YongHwa oppa dan JungShin lagi. ARRASSOO .” kata Sandara keras. Sayumi tersenyum tipis, jadi ini yang menyebabkan mereka bertiga membully dirinya Aigoo keluh Sayumi dalam hati.

“ NEEEE … aku mengerti. Lalu apalagi yang kalian inginkan ?.” jawab Sayumi acuh tak acuh membuat ketiga yeoja itu naik pintam.

“ KAAUU …” HyunAh akan melayangkan tangannya namun keburu di tahan Krystal.

“ Sudahlah HyunAh, kurasa Sayumi sudah mengerti maksud kalian. Kita pergi saja. Kajja ..” ajak Krystal menarik kedua temannya kembali ke kelas meninggalkan Sayumi yang masih duduk di kursi.

“ Kau tidak apa-apa ?.” tegur seseorang yang langsung duduk di samping Sayumi. Sayumi tersenyum tipis

“ Nggak apa-apa ko MinHyuk.”

“ Ahh bibirmu berdarah .” MinHyuk cepat mengeluarkan saputangan dari sakunya dan mengusap bibir Sayumi perlahan. Desis tertahan keluar dari mulut Sayumi merasakan perih.

“ Aigoo apa yang kalian para yeoja pikirkan. Hanya karena seorang namja saja sampai jadi begini.” kata MinHyuk panjang pendek membuat Sayumi tersenyum lebar.

“ Kau ini bukannya menangis malah tertawa .” omel MinHyuk. Sayumi tambah keras tertawa melihat raut muka MinHyuk yang sedang ngomel itu.

“ Hmmm hanya karena seorang namja ya ? Tapi jika namja itu adalah orang yang mereka cintai, aku rasa wajar mereka berusaha mempertahankan miliknya walaupun cara yang dipakai seperti ini.” Sayumi masih tersenyum dan itu menular pada MinHyuk.

“ Kau ini sudah di bully masih saja membela mereka. Kau tidak akan menangis kan, jika ingin menangis maka kupinjamkan pundakku ini padamu.” kata MinHyuk menepuk-nepuk bahunya dan kedua lengannya terbuka lebar seolah akan memeluk Sayumi. Tawa Sayumi sontak pecah melihat perhatian MinHyuk.

“  Aisshh jidatmu juga berdarah sedikit. Sini kukasih plester, untung aku selalu bawa plester.”

“ Gumawo MinHyuk-ssi kau baik sekali.” Sayumi berdiri dan membungkukkan badan dalam-dalam. Lalu keduanya tertawa keras.

YongHwa menatap Sayumi yang tertawa ceria bersama MinHyuk seolah tak pernah terjadi apa-apa barusan. Tadi YongHwa sempat melihat kejadian itu dari balik jendela ruang siswa dan buru-buru berlari menghampiri Sayumi hanya sajaniat itu di urungkan karena MinHyuk sudah bersama yeoja itu. Batin YongHwa terasa sesak melihat yeoja itu ditampar karena dirinya. YongHwa tahu jika mau Sayumi bisa membalas perlakuan Sandara namun entah kenapa yeoja itu hanya diam saja.

“ Mianhe Yumi … Mianhe ..“ bisik YongHwa lirih

tbc

nb: adegan ditampar aseli pernah dialami author …😛 LOL kalo inget sekarang ini

20 thoughts on “School of Love : Boyfriend part 3

  1. Wuah bgus2, brarti chap slanjtx,minhyuk ama yumi y? Ntar yumi jd ma sapa neh?pnasaran akut eon.

    Bnarkah,eonnie perna ditampar?wah knapa eon?eon diskolah dulu preman jg y kl sayumi? /plak

    • Ne.. chap selanjutnya Hyuk .. kalau soal jadian , author blom kepikiran mau jadian sama siapa si Yuminya ini … hehehe

      dari awal kan eon tulis garis besar plot FF ini realitas author sewaktu jaman SMA (18th yg lalu) ..
      dibilang preman banget sih enggak, cuman eon memang beneran atlet karate (pernah ikut kejurnas lho #pamer dikit) … n beneran jg pernah ditampar sama fansnya ketua osis .. hehehehe🙂

  2. tsah, sayumi bak bulan yg menerangi kegelapan (?) pembawaannya yg ceria bikin yg baca jadi ikut ceria. ciri2 orang supel sih..

    Eh emang yonghwa sama jonghyun ‘nanti malan jam 8’ mau ngapain???

    Eon, jadi yg suka sama yong itu sandara apa seohyun. Kayaknya pas bagian mergokin yumiyong (?) di ruang osis ada miss typo deh. Sandara tiba2 berubah jd seohyun. apa mereka dateng berdua?

    Nice story eon, lanjut~

    • ” nanti malam jam 8 … ” … posting ntar malam dech … eheheh
      Seohyun kan blom muncul *lagi sakit* dianya ..
      yeoja typo di part 1 just intermeso kok .. (menandakan yong2 banyak fansnya termasuk si Sandara )
      🙂

  3. yumi itu sebenernya baik, lucu, riang. tapi kenapa dia harus sama empat2nyaaa -envy-
    penasaran nih eon sm minhyuk-yumi, bakal kea gimana kisah mereka.
    trus td aku bingung itu yg mergokin yong-yumi tuh sandara apa seohyun ya?

    • huaahh pantas td emppebb juga bingung soal yg mergokin di ruang siswa .. ternyata eon salah ketik .. *mian*
      ok udah di edit …🙂

  4. Pingback: School of Love : Boyfriend part 4 | ffcnblueindo

  5. Pingback: School of Love : Boyefriend part 5 (end) « ff CNBLUE indo

  6. aduh geli jg bca tingkahnya yumi yang kocak.
    penasaran siapa nanti yg dipilih yumi. tp setelah bca part2 sm ini kayaknya yumi naksir sm yong dah. tp yg gtw jg
    yg paSti penasaran bca endingnya

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s