[AuthorLepas] No One Get the Ideal [Chapter 4]

Author : nayom (http://twitter.com/#!/nayom)

Rating : G

Length : Chaptered

Genre : Romance, Friendship

Cast :

–          Jung Yonghwa

–          Lee Jonghyun

–          Kang Minhyuk

–          Lee Jungshin

–          Seohyun SNSD

–          Yuri SNSD

Disclaimer : Ide dan alur cerita milik saya. Mohon maaf kalau ada kesamaan alur dengan cerita lain.

Note : semester baru tiba, yeee~ey! fyi, para tokoh sekarang ada di semester ganjil, jadi yang 91-liners itu ada di semester 3 gitu dan cast lain disesuaikan dengan usia masing-masing. Semester ganjil di korea dimulai bulan maret jadi setting nya sekarang musim semi. Cerita yang sesungguhnya baru akan dimulai, kkk. Sebelum ke konflik inti kan panjang perjalanannya, jadi mohon maaf readers kalo kesannya jadi lambat alurnya.

Semester baru, cerita baru, kkk. enjoy~ ^^

*********

“Baiklah. Kalian semua pasti sudah tahu bahwa perayaan ulang tahun kampus kita akan segera tiba. Tahun ini, bagian kitalah, klub musik, untuk mempersembahkan pertunjukkan!” seru Ye-eun, ketua klub musik, yang disambut oleh tepuk tangan dan seruan para anggota klub.

“Ya. Kali ini akan ada pertunjukan dari masing-masing grup musik di klub kita.”

“SNSD.” kata Ye-eun menoleh pada Taeyeon.

“CN Blue.” lalu menoleh pada Yonghwa kemudian melanjutkan membaca nama-nama grup yang ada di daftarnya.

Lalu ia melanjutkan, “Puncaknya adalah.. kolaborasi! Yeey~ tepuk tangan semua.”

“Akan ada beberapa grup kolaborasi. Grup-grup ini panitia buat dengan penuh pertimbangan dan benar-benar secara acak. Jadi, kumohon kalian tidak meminta kami untuk mengubah susunannya lagi.”

“Ini daftarnya. Taeyeon, tolong bantu aku membagikan ini. Setiap lagu yang akan tampil, kami yang menentukan karena parade lagu kita akan membentuk sebuah cerita.” kata Ye-eun sambil membagikan kertas-kertas di tangannya.

Minhyuk menerima kertas yang Ye-eun bagikan dan dia mencari namanya. Begitu ia menemukan namanya, ia terkejut. Entah harus terkejut gembira atau terkejut kecewa, mungkin juga keduanya.

Grup 2

Lagu : Vanessa Carlton – A Thousand Miles

Anggota :

–          Jung Yong Hwa

–          Kang Min Hyuk

–          Kwon Yu Ri

–          Lee Jae Jin

–          Lee Jun Ho

–          Seo Joo Hyun

***

Unnie, kau ada dimana? Klub musik sedang berkumpul, ada hal penting.

-Seohyun

Aku di gedung kolam renang. Klub renang juga sedang berkumpul, disini juga tak kalah penting. Hal penting apa disana?

-Yuri

Kita akan mengisi acara ulang tahun kampus tahun ini. Nanti kita makan siang bersama ya, biar aku ceritakan detilnya. Ada apa di klub renangmu, Unnie?

-Seohyun

Baiklah. Kami akan ikut kompetisi renang nasional, tak boleh dilewatkan!

-Yuri

“SMS siapa?” suara bisikan terdengar di telinga kanan Yuri. Ia tersentak dan menoleh.

“Oppa! Kau membuatku takut.”

Rupanya itu Jonghyun yang duduk di samping Yuri. Yuri memperhatikan wajah Jonghyun dan menyadari ada sesuatu yang berbeda dari Jonghyun.

“Waa.. kau benar-benar memotong rambutmu? Keren..” puji Yuri.

“Gomawo. Aku tahu aku memang keren.” kata Jonghyun memuji diri.

“Cih.” jawab Yuri seadanya.

“Ya! Noona! Aku sudah potong rambut. Kau kenapa tidak menggerai rambutmu juga?” protes Jonghyun. Yuri pernah menyarankan Jonghyun untuk memotong rambutnya dan ia mengikutinya. Begitu juga Jonghyun menyarankan Yuri untuk membiarkan rambutnya tergerai, tapi Yuri masih tetap menguncir rambutnya.

“Tidak apa-apa.” jawab Yuri santai.

“Coba kita lihat rambutmu.” kata Jonghyun sambil menggerakkan tangannya ke rambut Yuri. Tangannya menggenggam kuncir kuda Yuri, berniat melepaskannya.

“Ya! Lee Jong Hyun! Lepaskan tanganmu!”

Tangan Yuri yang satu memegangi rambutnya dan yang satu lagi menggenggam tangan Jonghyun, memaksa Jonghyun untuk melepaskan tangannya. Namun Jonghyun lebih kuat dari Yuri, tangan Jonghyun yang satunya melepaskan kedua tangan Yuri dan dalam sekejap ia melepas kuncir rambut Yuri.

Yuri tertunduk, rambutnya jatuh tergerai. Jonghyun terpana melihatnya karena rambut Yuri begitu indah seperti rambut para model iklan shampoo. Namun, pemandangan yang awalnya seperti melihat bidadari berubah menjadi pemandangan melihat monster saat Yuri menoleh. Matanya tajam menatap Jonghyun.

“Jonghyun-ah!” seru Yuri. Ia tampak murka, tapi Jonghyun tidak peduli.

“Lepas juga jepitannya.” kata Jonghyun sambil berusaha melepas jepit rambut di kepala Yuri.

“Ya! Ya! Ya!”

***

“Jonghyun kemana ya?” tanya Yonghwa pada kedua dongsaengnya saat keluar dari ruang musik.

“Mungkin ada di gedung kolam renang, babak penyisihannya kan sebentar lagi.” jawab Minhyuk.

“Kolam renang kan sudah jadi rumah keduanya.” kata Jungshin menimpali, membuat dua orang yang mendengarnya tertawa.

“Sekarang sudah tahap penyisihan yang keberapa?”

“Sudah yang kedua. Jadi dia berlatih lebih keras lagi.”

Saat sedang berbincang, dua orang yeoja datang menuju ruang musik. Kedua yeoja yang seperti sepasang sahabat itu melihat-lihat ke dalam ruang musik lewat jendela seperti ingin mencari atau menyampaikan sesuatu.

“Permisi, mungkin ada yang bisa dibantu?” kata Jungshin menawarkan bantuan.

“Hm? Tidak ada.” jawab yeoja yang rambutnya dikuncir itu dengan santai lalu kembali melihat ke jendela ruang musik.

Sementara yeoja yang rambutnya lebih panjang menyikut temannya dan menjawab Jungshin, “Iya, kami mau tanya. Pendaftaran anggota klub musik sudah dibuka belum ya?”

“Ah.. belum.. belum..” jawab ketiga namja itu.

“Kami akan buka pendaftarannya setelah acara ulang tahun kampus nanti karena sekarang semua sedang sibuk untuk perhelatan itu.” jelas Yonghwa.

“Apa klub musik yang ambil bagian di acara itu?” yeoja yang rambutnya dikuncir memalingkan pandangannya dari jendela dan bicara pada Yonghwa. Ketiga namja itu mengangguk, “Ne.”

“Kalian ingin mendaftar?” tanya Jungshin.

Lagi-lagi si yeoja berkuncir tidak menjawab dan menoleh ke jendela lagi, gantinya si yeoja berambut panjang menjawab, “De. Terima kasih untuk infonya. Kami permisi dulu.”

Yeoja yang berambut panjang membungkuk kecil dan menarik temannya sambil berbisik, “Ayo, Lim.”

“Nanti dulu. Tunggu Ye-eun unnie.” balas si yeoja berkuncir tapi tetap mengikuti temannya. Mereka pergi meninggalkan Yonghwa, Minhyuk, dan Jungshin.

“Mukanya lucu ya, seperti dimsum.” komentar Jungshin seperginya kedua yeoja itu.

“Yang berambut panjang dan lurus itu?” tanya Yonghwa yang kemudian disambut anggukan Jungshin.

“Yang satu lagi sepertinya kurang ramah.” kata Minhyuk.

“Dan hidungnya juga pesek.” tambah Jungshin.

***

Ddrrrtt..

“Yoboseyo?” Minhyuk mengangkat telpon di ponselnya.

“Minhyuk-ah, nanti kita latihan untuk grup kolaborasi. Jangan lupa datang ya, latihan perdana nih.” suara Yonghwa terdengar di ujung telepon.

“Sip, Hyung. Jam berapa?”

“Jam tujuh, di ruang musik modern.”

Minhyuk melirik arloji di tangannya, “Lima belas menit lagi, dong.”

“Hehe, iya. Jangan lupa yaa.”

“De.”

Kebetulan sekali saat itu Minhyuk hendak menuju ruang musik modern untuk mengambil buku catatannya yang tertinggal beberapa hari lalu saat berkumpul dengan klub musik.

Ruang musik di kampus Minhyuk ada tiga: ruang musik klasik, ruang musik tradisional, dan ruang musik modern. Ketiga ruangan tersebut berdampingan dan dibatasi dengan pintu yang sangat besar, sehingga sewaktu-waktu ketiga ruangan itu bisa disatukan saat dibutuhkan.

Minhyuk kala itu sedang berjalan menuju ruang musik modern ada di ujung lorong, melewati ruang musik klasik dan ia mendengar suara yang indah dari dalam ruang musik klasik. Ia tahu itu adalah suara biola. Suara biola itu mengalun dengan indah, menentramkan insan yang mendengarkan.

Minhyuk mengintip jendela di ruang musik klasik itu, mencoba melihat sang violis. Namun yang nampak olehnya hanyalah punggung sang violis yang membelakangi dirinya. Violis itu seorang yeoja ternyata, yeoja dengan baju berwarna putih, sama dengan warna baju Minhyuk.

Ddrrrtt..

Ponsel Minhyuk berdering lagi, ia mengangkat telepon dari Jinwoon.

“Minhyuk-ah, kau dipanggil Profesor Kang. Sekarang juga ya. Penting.”

Belum juga Minhyuk berkata apa-apa, Jinwoon sudah menutup teleponnya. Segera Minhyuk bergegas menemui Profesor Kang, sepertinya memang ada hal penting menantinya.

***

“Padahal ini latihan perdana kita, tapi Minhyuk tidak bisa hadir. Ia berurusan dengan Profesor Kang.” kata Yonghwa.

“Kalau begitu kita cari penggantinya saja dulu, hanya kali ini saja.” saran Jaejin.

“Ide bagus. Bagaimana dengan Jinwoon?” kata Yuri.

“Iya benar. Coba aku tanya dia ya..” Seohyun mengeluarkan ponselnya dan menelepon Jinwoon.

“Jinwoon-ah, bisakah kau bantu kami latihan sebentar saja?” kata Seohyun di telepon. Di sudut lain, Yonghwa melirik Seohyun dengan ujung matanya.

“Dia bilang dia akan membantu kita, tunggu saja sekitar lima menit lagi.” tutup Seohyun.

***

Malam itu, latihan Yonghwa dan grupnya berakhir pukul sembilan malam. Hingga akhir latihan, Minhyuk tak kunjung datang, sepertinya ia benar-benar berurusan penting dengan Profesor Kang.

“Unnie, ayo kita pulang.” ajak Seohyun.

“Aku akan latihan renang, Seohyun.” jawab Yuri.

“Mwo? Selarut ini? Kau bisa sakit, Unnie.”

“Justru itu. Kalau aku tidak latihan sehari saja, aku akan sakit. Kompetisi sudah di depan mata, Seohyun.” kata Yuri sambil menggerakkan tangannya seolah menggenggam sesuatu.

Tiba-tiba Jinwoon ikut bicara, “Seohyun-ah, biar ku antar kau pulang.”

“Ah, tidak usah Jinwoon, rumah kita kan berlawanan arah.” tolak Seohyun ramah.

“Aah.. tidak apa-apa..” Jinwoon bersikeras.

Tanpa keraguan, Yonghwa menyela, “Bukankah kau sudah janji pulang bersamaku, Hyun?”

“Mwo?” Seohyun terkejut.

Tapi kemudian ia menambahkan, “Oh iya betul, Oppa. Maaf aku lupa.”

“Jinwoon-ah, maaf aku lupa aku sudah janji dengan Yong-oppa. Mianhae.” kata Seohyun sambil tersenyum.

Jinwoon menoleh pada Yonghwa. Mereka bertatapan sepersekian detik dengan tatapan tajam, namun kemudian keduanya tersenyum. Setelahnya, Jinwoon berbalik menaruh stik drumnya dan Yonghwa merapikan gitarnya.

Yuri berbisik pada Seohyun, “Aigoo~ Seohyunie~ Yong-oppa? Kedengaran akrab.”

***

Yuri sudah memulai latihan renangnya, meski malam telah menjemput. Ia berpikir ia harus belatih keras karena babak penyisihan pertama tinggal beberapa pekan lagi.

Kala itu Yuri sedang melatih renang gaya bebasnya untuk kesekian kalinya. Tiba-tiba dia merasakan ada orang yang lewat. Ia berhenti dan melihat sekelilingnya, berjaga-jaga akan sesuatu yang buruk, entah itu hantu atau maniak wanita berbaju renang, Yuri tak tahu.

Bam!

Tiba-tiba terdengar suara dentuman pintu locker dari salah satu ruang ganti. Ia menoleh ke arah suara itu berasal. Jika ada seseorang atau mahluk atau sosok apapun itu keluar dari ruang ganti, Yuri akan teriak sekeras mungkin. Pasti ada yang dengar teriakannya nanti, harus ada. Kalau tidak, maka habislah dia menjadi korban dari sebuah kisah misteri.

Sebuah bayangan nampak berjalan keluar dari ruang ganti laki-laki. Sesuai dengan rencana awalnya, Yuri akan berteriak sekeras mungkin begitu sosok misterius itu muncul. Dia hitung. 1. 2. 3.

“Aaaaaaaaaaaaarrgghh!”

***

“Oppa, aku kan tidak berjanji apa-apa padamu.” kata Seohyun pada Yonghwa saat mereka sudah duduk di dalam bus, bersebelahan.

“Kau berjanji.” jawab Yonghwa enteng.

“Ani-ya. Jinjja.” Seohyun serius menanggapinya dan itu membuat dirinya tampak lucu bagi Yonghwa.

“Kau berjanji.” kata Yonghwa enteng, memandang lurus ke depan. Seohyun menghela napas panjang.

Melihat Seohyun begitu, Yonghwa tertawa kecil, “Tapi kan tetap saja kau setuju pulang bersamaku.”

“Ani.” jawab Seohyun.

“Ya! Ya! Ya! Seo Joo Hyun. Jelas-jelas sekarang kau sedang pulang bersamaku.”

“Op..”

“Kau ingin pulang bersamaku, makanya kau setuju.”

“Aa..”

“Aku tahu kau tak bisa menolakku.” kata Yonghwa bangga. Ia terus membanggakan fakta bahwa Seohyun memilih pulang bersamanya dibanding Jinwoon tanpa memberi kesempatan Seohyun berkomentar apapun.

“Ani-ya, Oppa. Rumah Jinwoon itu di Yeoksam-dong, berlawanan arah dengan rumahku. Kalau dia mengantarku pulang, dia akan pulang terlalu malam.” jelas Seohyun.

“Kau sangat mengenalnya.” Yonghwa menanggapi dengan dingin.

“Dia kan temanku.”

“Sedekat apa kau dengannya?”

“Cukup dekat.”

“Kau bahkan bicara akrab padanya, banmal.”

“Kami seusia.”

“Mengapa kau tak bicara banmal padaku?”

“Kau kan lebih tua dariku.”

“Ehm. Sebenarnya ada yang ingin kukatakan padamu.” kata Yonghwa yang tiba-tiba serius.

***

“Ya! Kwon Yu Ri! Kenapa kau berteriak?” sosok misterius itu sudah keluar dari bayangannya, nampak jelas di depan Yuri, sosok itu adalah orang yang ia kenal.

“Jonghyun-ah!” Yuri terhenti dari teriakannya.

“Kau kira siapa?”

“Kukira kau hantu atau maniak atau semacamnya.” jawab Yuri tersengal-sengal.

“Ya! Apa aku tampak seperti maniak?” kata Jonghyun sambil meregangkan otot-ototnya sebelum berenang.

“Ya tentu saja. Untuk apa semalam ini datang ke kolam renang?”

“Untuk berlatih, untuk apa lagi. Kau juga sedang berlatih kan?”

“Tentu saja, untuk apa lagi.” jawab Yuri enteng, lalu berenang lagi.

***

“Ada apa, Oppa?”

Jantung Seohyun berdegup kencang, menanti perkataan Yonghwa selanjutnya.

“Aku.. sebenarnya..”

Seohyun mendengarkan dengan seksama. Sementara Yonghwa mendekatkan wajahnya, jantung Seohyun berdegup lebih kencang lagi.

“Aku.. sebenarnya.. masih berusia 20 tahun.”

“Mwo?” Seohyun tidak percaya apa yang dikatakan Yonghwa.

“Aku seusia denganmu.” kata Yonghwa mengabaikan kekecewaan Seohyun.

“Eenngg~” Seohyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Aku seusia denganmu, jadi bicaralah banmal padaku.” Yonghwa bicara dengan penuh semangat.

Sementara itu, Seohyun mengendalikan pikirannya. Tidak seharusnya ia berharap hal yang lebih jauh dari Yonghwa, pikirnya.

***

“Apa kau akan pulang?” tanya Jonghyun pada Yuri saat Yuri naik dari kolam renang.

“Ya.” jawab Yuri sambil berjalan menuju ruang ganti.

Jonghyun pun naik dari kolam renang dan mengakhiri latihannya. Sepuluh menit berselang, Jonghyun dan Yuri sama-sama keluar dari ruang ganti masing-masing.

“Mau pulang bersama?” tawar Jonghyun.

“Ehmm, ok.”

Jonghyun dan Yuri jalan bersama ke lahan parkir dimana motor Jonghyun terparkir disana. Jonghyun bertanya dan menceritakan banyak hal, namun Yuri hanya menjawab dengan kata-kata singkat.

“Noona, kau kenapa?”

“Tidak apa-apa.”

“Apa kau marah padaku?”

“Kau pikir begitu?”

“Molla, Noona. Katakan saja kalau kau marah padaku.”

Yuri terdiam sejenak.

“Ya. Aku marah padamu.”

“Apa karena kejadian di kolam tadi?”

“Ya. Aku hampir mati ketakutan tadi.” jawab Yuri, kini dengan nada yang tidak dingin seperti sebelumnya.

“Aah.. mianhae. Aku sungguh tidak bermaksud buruk. Kupikir aku akan mengganggu latihanmu jika aku memanggilmu.”

“Gwenchana. Paling tidak tadi itu bukan kejadian yang sangat buruk.”

“Kau sudah memaafkanku kan? Sekarang panggil aku Oppa lagi.” kata Jonghyun sambil nyengir, ciri khas dirinya.

“Mwo? Apa hubungannya dengan memanggilmu Oppa?” Yuri bingung mendengarnya.

“Saat kau marah, kau tidak menyebutku sama sekali. Tidak dengan Oppa atau Jonghyun-ah.” Jonghyun menyerahkan helm pada Yuri.

“Aish~ Cepat antar aku pulang.” kata Yuri saat mereka berdua naik ke atas motor.

“Pegang pinggangku atau kau akan jatuh.” perintah Jonghyun.

“Mwo?”

Jonghyun memacu motornya, membuat Yuri tersentak dan meraih pinggang Jonghyun. Benar kata Jonghyun, pegang pinggangnya atau Yuri akan jatuh.

*********

15 thoughts on “[AuthorLepas] No One Get the Ideal [Chapter 4]

    • kalo yongseo moment nya banyak ngutip wgm sih, hehehe.
      taecyeon nya udah lulus kan jadi ga ada lagi, tp kalo yoona masih ada di chap2 mendatang.
      makasi udah baca ^^

    • makasi ya udah baca ^^
      wah kenapa nih sama judulnya? kalo ada saran, sampaikan aja chingu, hehe.
      aku juga bingung awalnya mau kasih judul apa soalnya, hehe.

  1. kyaaaa yong mulai beraksi hoho…
    aishhhhh jonghyun lebih deket ma yuri ya.
    minhyuk suka ma cewe yg bermain biola hoho… apa itu yuri ??? eaaaa
    lanjuuut

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s