YOU ARE NOT FOR ME

 

Author : Vivit (@vivit_dwinovita)

Rating : General

Length : Ficlet

Genre : Tragedy

Cast : Jung YongHwa CNBLUE

Choi MinGi (fiksi)

Other Cast : Kang Minhyuk CNBLUE, Lee JongHyun CNBLUE

Disclaimer : Cerita ini asli karanganku.

Note : Menurutku ceritanya agak aneh, tapi tetep ditunggu komennya. Sebenarnya aku lagi buat ff buat Minhyuk, tetapi nyampek tengah jalan ideku ilang, ya sudah sambil nunggu inspirasi buat ff Minhyuk, aku buat ff ini dah untuk selingan, sebenarnya mau dibuat Drabble, tapi jadinya malah kepanjangan dan jadinya ficlet hehehehe.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Yonghwa Pov

Aku besar di Busan, setelah lulus SMA aku memutuskan untuk pindah ke Seoul, aku ingin mencari kerja di kota ini. Sudah 3 tahun aku berada di Seoul. Aku bekerja jadi karyawan di suatu perusahaan swasta. Sudah 2 tahun ini aku menjalin hubungan dengan Choi Mingi, dia baru saja lulus SMA, dia manis, aku pernah mengajaknya main-main di kantorku, mengenalkannya pada temanku. Saat masih SMA aku sering mengantar jemputnya, dia anak bungsu, dia anak orang kaya, tetapi orang tuanya tidak pernah mempermasalahkan anaknya berpacaran dengan orang sederhana sepertiku.

Mingi cukup cantik, jadi wajar jika banyak yang menyukainya. Walaupun berpacaran denganku sudah dua namja yang melamarnya tapi dia menolaknya, karena dia tidak mencintainya, yang dia cintai hanya aku tentunya.

“oppa bagaimana ini, sudah 2 orang yang melamarku” kata Mingi saat sedang jalan-jalan di taman bersamaku.

“terus kenapa?” jawabku santai

“kau jangan pura-pura tidak tau dengan tradisi di daerahku oppa” katanya sambil tertunduk lemas.

Tentu aku mengerti maksudnya, Jika ada orang yang melamar seorang yeoja, boleh ditolak, tetapi tidak untuk orang ketiga, mau tidak mau, lamaran dari orang ketiga harus diterima (author ngarang, di Korea gak ada yang beginian kok).

“Lalu aku harus bagaimana Jagiya? aku tidak mungkin melamarmu, kehidupanku belum mapan, rumah saja aku masih kost, bagaimana aku harus melamarmu. Biaya untuk pernikahan saja aku tak punya”

“aku tau itu oppa, aku sebenarnya juga tidak memaksamu untuk menikah denganku saat ini, aku juga masih belum genap 20tahun, tetapi aku hanya takut jika orang ketiga yang melamarku itu bukan kau”. Katanya menatapku dengan penuh kesedihan.

Aku merengkuh kepalanya, meletakkannya didadaku. Aku bisa merasakan ketakutan yang dia rasakan, aku juga sama takutnya seperti dia, tetapi mau bagaimana lagi, nasibku mempunyai yeoja chinguu yang cantik, pasti banyak orang yang menyukainya. Orang tuanya menyerahkan semua keputusan ditangan mingi, beliau tidak mempermasalahkan namja mana yang akan dipilih putrinya.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

DRTTTTTTTT

“yeoboseyo?” tanyaku setengah sadar, karena aku sedang tidur.

“hiks hiks hiks”. Aku hanya mendengar suara tangisan. Lalu aku melihat handphoneku dan ternyata Mingi yang menelpon.

“wae jagiya? Kenapa kau menangis? Malam-malam kenapa kau telepon” tanyaku khawatir.

“o, op, oppa, hiks hiks”

“ya! Jangan menangis, kau membuatku khawatir”

“Yang aku khawatirkan terjadi, tadi sore keluarga Lee datang ke rumahku, dia melamarkan diriku untuk putranya.” Katanya sambil terisak.

“_____” aku hanya bisa diam mendengar penjelasannya, aku tidak tau apa yang harus aku katakana, hatiku rasanya sakit.

“sepertinya inilah takdir kita” kataku lirih.

Mingi semakin terisak, aku hanya berusaha menahan air mataku agar tidak jatuh.

“kenapa harus ada tradisi seperti ini? Kenapa dari sekian banyak yeoja di daerahku, kenapa mereka memilihku”

“mungkin kau memang bukan jodohku, aku berdoa yang terbaik untukmu”

Aku langsung menutup sambungan teleponnya, dan membenamkan wajahku pada bantal.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

2 bulan kemudian

Aku melihat Mingi keluar dari kostanku. Mungkin dia sedang mencariku, sudah 1 bulanan ini aku menghindar darinya, dia bukan untukku, jadi aku berusaha menjauh darinya.

“Hyung kau pulang juga, barusan Mingi kemari” kata Minhyuk saat aku baru masuk ke dalam.

Aku langsung naik ke atas.

“Hyung, kenapa kau tidak Tanya padaku, untuk apa Mingi kemari”.

“Aku tidak mau tau, Minhyukkie” jawabku sambil tersenyum dan lanjut masuk ke kamar.

Minhyuk menyusulku ke kamar, dia membawa sesuatu untukku.

“Ini hyung, Mingi menitipkannya padaku, dia menyuruhku untuk memberikan surat dan undangan in untukmu”

“gomawo”. Setelah memberikan titipan Mingi padaku, Minhyuk segera keluar dari kamarku.

Aku membuka undangannya, dan ternyata benar dugaanku, itu undangan pernikahannya. Aku membacanya dengan perasaan sedih. Seminggu lagi dia akan menikah, dan calon suaminya itu bernama Lee Jonghyun. Yang aku dengar Lee Jonghyun ini berasal dari keluarga mapan, dan dia juga sedang mengurusi pabrik milik ayahnya, tentu saja dengan materi yang dimilikinya dia cukup mampu untuk mengajak Mingi menikah.

Aku juga membuka suratnya.

dearYonghwa oppa…

Oppa maaf aku membuatmu sedih, tetapi inilah kenyataannya, aku akan segera menikah. Calon mertuaku menginginkan aku segera menikah, karena Jonghyun oppa harus mengurusi pabriknya di Busan, mereka tidak mau kalau hanya tunangan saja. Aku terpaksa menerimanya, aku juga akan kuliah di Busan, untungnya Jonghyun mengizinkanku untuk tetap melanjutkan kuliahku. Sakit rasanya menerima kenyataan bahwa suamiku bukanlah dirimu, dan hatiku lebih sakit karena sejak aku memberitahumu aku dilamar oleh keluarga Lee, kau terkesan menghindariku. Kau tidak membalas sms ku, tidak juga mengangkat teleponku. Apakah kau marah padaku?? Ku mohon maafkan aku. Aku harap kau datang di pernikahanku, bukan maksudku untuk membuatmu lebih sakit, jika kau tidak datang aku akan merasa bahwa kau membenciku. Ku mohon dengan sangat oppa, datanglah. SARANGHAEYO.’

CHOI MINGI

“aku tidak pernah marah padamu Mingi-ah, aku hanya tidak mau membuatmu galau(?) saat kau melihatku, kau sudah memiliki pasangan, jadi aku ingin kau benar-benar melupakanku dan kau bisa mencintai sepenuh hatimu pada namja yang bernama Jonghyun itu” kataku bicara sendiri sambil memandangi surat dari Mingi.

“hyung, apa kau akan datang dipernikahannya?” Tanya Minhyuk, yang entah sejak kapan dia sudah berdiri di depan pintu.

“molla” kataku sambil mengedikkan bahuku.

“Hyung, jangan begitulah, Mingi pasti akan sedih jika kau tidak datang”. Minhyuk berjalan menghampiriku, duduk di samping tempat tidur.

“Lalu kau mau aku datang, dan membawa kabur Mingi dari pernikahannya” kataku mencoba bercanda.

“Hyung kau membuatku khawatir” Minhyuk menyadari bahwa walau aku mengajak bercanda tetapi dari tatapan mataku tercermin kesedihanku.

“Hyung, kalau kau datang, dia akan lebih tenang, tetapi jika kau tidak datang dia pasti merasa sedih, karena dia akan berfikir kalau kau sedang frustasi dan sedih berat.” Lanjutnya.

“Kalau tidak ada halangan, minggu depan aku usahakan datang kok”

“Begitu dong hyung.” Katanya penuh senyum, lalu meninggalkan kamarku.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Hari ini adalah hari pernikahan Mingi, aku sudah siap-siap, begitu juga Minhyuk. Sebenarnya aku malas mau datang ke acara pernikahannya, aku masih berharap tiba-tiba bos ku menelfonku menyuruhku untuk lembur, jadi aku ada alasan untuk tidak pergi ke acara pernikahannya.

Aku berniat menutup jendela kamarku sebelum berangkat, dan kurasakan ada tetesan air membasahi tanganku, saat aku mendongak ke atas ternyata hujan turun dan tambah deras.

“Hyuk, di luar sedang hujan, sepertinya aku tidak jadi datang”

“Hyung jangan begitu dong, nanti Mingi kecewa, kita bisa membawa payung dan naik taksi jadi tidak akan terlalu basah kenak hujan”

“lihat. Hujannya deras sekali, mianhae aku tidak bisa datang”

“Hyung jangan jadikan hujan sebagai alasan”

“kalau kau mau datang, silahkan Hyuk, sampaikan salamku padanya, semoga dia bahagia”

“aish hyung, dia lebih menginginkan kehadiranmu dibanding aku. Dan jika hanya aku yang datang maka dia akan tambah yakin kalau hyung memang tak mau datang ke pernikahannya”

“Aku memang tidak mau Hyuk. Aku akan semakin sakit melihatnya mengenakan gaun pengantin, dan menyadari bahwa namja yang mendampinginya bukan aku” kataku tertunduk lesu.

“mianhaeyo Hyung, aku tidak pernah memikirkan perasaanmu, kau selalu terlihat tenang, jadi aku tidak menyadari perasaanmu yang sesungguhnya”

“gwenchana. Aku mau tidur dulu”

“baiklah, aku harap Mingi mengerti keadaanmu, kenapa kau tidak bisa datang malam ini” katanya sambil meninggalkan kamarku

Aku lari ke tempat tidur, merebahkan tubuhku.

DRRRRRTTTTTTTTTT

Panggilan masuk dari Mingi, aku malas mengangkatnya, jadi aku biarkan saja.

DRRRRRRRRRRRRTTTTTTTTTT

Sudah berulang kali Mingi mencoba menelfonku. Aku langsung memasukkan handphoneku ke dalam laci, dan aku langsung menarik selimut, aku mau tidur.

Aku tidur dan tanpa kurasakan air mataku mengalir, derasnya hujan di luar semakin membawaku untuk menangis lebih. Aku menutup mataku dan mengingat kembali saat-saat indah yang aku alami selama 2 tahun bersama Mingi, padahal yang aku ingat kenangan manis, tetapi aku malah semakin jadi menagis. Aku menangis tanpa suara dan airmata terus-terusan mengalir.

“semoga kau bahagia Mingi, saranghaeyo” kataku lirih.

-end-

Wuah gimana ceritanya??? Aneh yah??? Aku memang sengaja bikin sad ending, aku memang mau bikin cerita yang sediih-sedih… Kalau ceritanya agak GEJE harap maklum ya, authornya lagi GEJE juga soalnya hehehehe.

14 thoughts on “YOU ARE NOT FOR ME

  1. tradisi yg wajib dimusnahkan ini mah /pletak
    tp mingi enak tau, dpet jonghyun xD
    *ketauan kalo ni anak demen jong
    sudah yonghwa, tak ada mingi sayapun jadi *kabur

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s