[AuthorLepas] No One Get the Ideal [Chapter 5]

Author : nayom

Rating : G

Length : Chaptered

Genre : Romance, Friendship

Cast :

–          Jung Yonghwa

–          Lee Jonghyun

–          Kang Minhyuk

–          Lee Jungshin

–          Seohyun SNSD

–          Yuri SNSD

Disclaimer : Ide dan alur cerita milik saya. Mohon maaf kalau ada kesamaan alur dengan cerita lain.

Note : maaf ni Yoona nya belum muncul lagi, belum saatnya, hehe. enjoy~ ^^

*********

Yonghwa updated : “talk to me, please.” – 10 mins ago.

-Chat Box-

Jungshin : “statusmu, hyung. soal yeoja?”

Yonghwa : “ne.”

Jungshin : “dugu?”

Yonghwa : “mau tahu aja.”

Jungshin : “kasih tahu dong hyung~ jebal~”

Yonghwa : “:P”

Jungshin : “hyung~”

Jungshin : “inisial?”

Yonghwa : “SH”

Jungshin : “So Hee?”

Jungshin : “Seo Hwa?”

Jungshin : “Seung Hyun? Sang Hyuk? Seung Ho? Soo Hyun?”

Jungshin : “ah aku tahu.”

Yonghwa : “annyeong, jungshin~”

Jungshin : “Shin Hye?”

Yonghwa is offline.

***

“Hana. Dul. Set.”

Seohyun mendentingkan tuts piano dan menyanyikan bagian pertama di lagu yang akan mereka tampilkan, A Thousand Miles. Seohyun dan Yonghwa bernyanyi untuk lagu ini, Junho memetik gitar bersama dengan Yonghwa, Jaejin memegang gitar, Minhyuk menggebuk drum, dan Yuri memainkan biola.

Tak terduga, Yuri yang tidak terlihat feminin ternyata bisa memainkan biola. Paling tidak, Minhyuk yang berpikir begitu karena hanya ia sepertinya yang tidak tahu banyak mengenai Yuri. Ia cukup kagum melihat Yuri, tidak ia sangka seorang duplikat-Jonghyun-hyung ternyata memiliki bakat terpendam.

Latihan telah usai dan mereka membahas kembali kelebihan dan kekurangan dari masing-masing permainan.

“Hyung, menurutku duetmu dan Seohyun kekurangan sesuatu.” kata Junho.

“Iya, aku setuju. Mungkin, ada baiknya kalian latihan lagi.” tambah Jaejin sambil menoleh pada Seohyun.

“Kebetulan, kami akan latihan setelah ini. Kalian ikut saja.” kata Yonghwa. Yang ia maksud kami sebenarnya CN Blue. Tapi semua yang mendengar, Junho, Jaejin, Yuri, dan Minhyuk, mengira yang Yonghwa maksud adalah dirinya dan Seohyun saja.

“Ah tidak usah begitu, Hyung.” kata Jaejin yang sudah mengemasi barang-barangnya.

“Aku pulang duluan yaa. Annyeong~” kata Junho pamit, ia pikir ia akan mengganggu Yonghwa dan Seohyun nantinya.

“Ehehe, aku juga pulang yaa. Annyeong~” Jaejin juga ikut pamit dan segera mengejar Junho yang sudah membuka pintu untuk keluar.

“Ya! Kalian..” Yonghwa belum bicara apa-apa tapi Junho dan Jaejin sudah lenyap dari pandangan.

“Hyung, k..kau benar mau latihan berdua saja?” tanya Minhyuk kecewa.

“Siapa yang bilang kami akan latihan berdua saja? Kau kan tahu kita –aku, kau, Jonghyun, Jungshin- akan latihan hari ini. Maksudku kita sekalian latihan bersama saja.” jelas Yonghwa.

“Apa aku harus ikut?” tanya Seohyun memperjelas.

“Tentu saja. Kau kan harus membangun chemistry lagunya dengan Yonghwa.” jawab Yuri.

“Kau ikut juga ya, Unnie?”

“Aku harus latihan berenang, Seohyunie.”

“Kau kan bisa latihan bersama Jonghyun nanti, Yuri.” kata Yonghwa.

“Oke deh, aku ikut.”

***

Tanpa diperintah, dan hal ini terjadi secara alami, Yonghwa dan Seohyun berjalan berdua di depan meninggalkan siapa pun di belakang mereka, kali ini Minhyuk dan Yuri.

“Bukankah kau suka pada Seohyun?” tanya Yuri.

“Siapa bilang begitu?” Minhyuk menanggapi.

“Waktu di perpustakaan.”

“Kau tahu, itu hal kecil.”

“Maksudmu?”

“Dia berjalan dengan hyung-ku. Itu biasa saja.”

“Tetap aku tidak mendapat jawabanmu, kau suka padanya atau tidak.”

Sejak semester satu berakhir, Minhyuk dan Yuri tidak pernah bertemu. Bahkan sebelum semester satu berakhir, tepatnya saat mata kuliah tempat mereka bertemu telah beres, mereka tidak pernah lagi bertatap muka. Jujur saja, Minhyuk lega untuk tidak bertemu dengan Yuri yang ia anggap menyebalkan karena ia kembali menjadi orang baik yang tidak suka marah-marah. Tapi, sebenarnya ia kehilangan seorang teman.

“Aku tidak menyangka kau bisa bermain biola.” kata Minhyuk mengganti topik.

“Ha! Kau pasti tidak menyangka bahwa aku bisa menjadi yeoja anggun.” jawab Yuri dengan cara yang sama seperti biasa saat ia bicara dengan Minhyuk. Harus Minhyuk akui, perkataan Yuri benar.

“Aish~ aku serius.”

“Kau berbeda, Minhyukie.” Yuri menanggapi serius. Sama seriusnya saat Yuri bertanya apa Minhyuk marah atau ia sedih di waktu lalu.

“Apa kau sakit?” kata Yuri sambil memegang dahi Minhyuk.

“A..ani. Gwenchana.”

“Kupikir kau sakit atau apa.”

“Apa aku terlihat pucat?” tanya Minhyuk sambil membesar-besarkan matanya.

“Bukan. Kau seperti tidak punya tenaga untuk marah-marah seperti biasa.”

Minhyuk tertawa kecil mendengarnya.

“Sini biar aku yang bawa.” Minhyuk mengambil tas besar berisi biola di tangan Yuri.

“Untuk apa?”

“Untuk membuktikan kalau aku masih punya tenaga.”

“Tas itu tidak berat, Minhyukie.”

Yuri memegang tas biola di tangan Minhyuk, hendak merebutnya. Namun Minhyuk tidak melepasnya dan hanya menoleh dengan ekpresi tulus, “Biar aku yang bawa ya.”

***

CN Blue, Seohyun dan Yuri berlatih bersama. Setelah mereka berlatih lagu A Thousand Miles, CN Blue memainkan lagu yang akan mereka bawakan di perayaan ulang tahun kampus nanti. Seohyun dan Yuri tampak menikmatinya, terbukti dari tepuk tangan mereka berdua saat CN Blue selesai membawakan lagunya.

“Seohyun-ssi, Yuri-ssi, apa kalian mau belajar alat musik kami?” tanya Jungshin, bermaksud menghangatkan suasana.

“Boleh.” kata mereka berdua.

“Mau belajar yang mana dulu?” Jungshin bertanya lagi.

“Hmm.” keduanya diam sejenak, berpikir.

“Gitar.” kedua yeoja itu menyebut kata yang sama.

Keenam orang di ruangan itu tertawa kecil mendengarnya, tapi untuk alasan yang berbeda-beda. Ada yang merasa lucu, senang, mau pun menutupi kekecewaan.

Lima belas menit berlalu. Seohyun masih berkonsentrasi dengan gitar Yonghwa, lain hal nya dengan Yuri yang sudah bosan, malah jadinya Jonghyun yang belajar biola. Keadaan berbeda dengan Jungshin dan Minhyuk yang hanya bercakap-cakap.

“Ah! Kau ingat drama tahun lalu?” seru Minhyuk pada Jungshin, tapi semua orang mendengarnya.

“Oh, waktu Yonghwa-hyung mengejar-ngejar cinta Shinye-noona?” tambah Jungshin.

“You’re Beautiful!” seru Jonghyun ikut berbincang, menyebut judul drama tersebut.

“Ne, ne. sampai sekarang juga Yonghwa-hyung masih mengharapkan cinta Shinye-noona.” kata Jungshin santai.

“Mwo?” seisi ruangan sontak kaget mendengarnya.

“Aigoo~ Jungshin-ah, mana ada hal seperti itu.” elak Yonghwa.

“Aa~h Hyung, status tentang yeoja itu. Waktu kutanya siapa, kau bilang SH. Aku tahu itu Shinye, kkk.” jelas Jungshin terkekeh.

Semua orang di ruangan itu tertawa kecil dan menggoda Yonghwa. Seohyun juga tertawa, tapi tawanya seperti kewajiban bagi siapa pun yang mendengar untuk tertawa.

***

Sejak Jungshin membeberkan hal inisial SH, Seohyun berhenti berlatih gitar dengan alasan ia harus mencoba belajar instrumen yang lain sebelum pulang. Beruntungnya Minhyuk, setelah belajar gitar, Seohyun memilih belajar drum.

“Pertama, coba injakkan pedal di situ.” Minhyuk menginstruksikan.

“Lalu coba dipukul yang ini.” kata Minhyuk sambil menunjuk simbal. Lazimnya, seorang guru drum memegang tangan muridnya. Minhyuk harusnya begitu, tangannya sudah bergerak ke stik drum yang Seohyun pegang.

“Minhyuuuuu~uuk-ah!” seru Yonghwa pada Minhyuk. Sontak seisi ruangan kaget dan menoleh pada Yonghwa, begitu juga Minhyuk. Yonghwa jadi salah tingkah karena semua orang memandangnya heran.

 

“Ergh, t..tak usah p..pegang ta..tangan. Dia kan yeoja.” ucapnya terbata-bata.

“N..ne, Hyung. A..aku juga hanya mengarahkan stik-nya.” uniknya, Minhyuk juga terbata-bata.

Jungshin mengamati kejadian itu dan berpikir keras alasan Yonghwa sampai berteriak seperti itu.

“Yonghwa-hyung suka Seohyun?” pikirnya dalam hati.

“Tapi kan dia suka Shinhye-noona.” pikirannya yang lain mematahkan dugaannya.

Ia terus berpikir dan berpikir, “AH!”

SH yang Yonghwa maksud belum tentu Shin Hye, jangan-jangan justru Seo Hyun. Jungshin mengutuk dirinya sendiri atas kebodohannya. Ia pikir ia harus membereskan kesalahpahaman yang telah ia ciptakan.

“Hyung, SH tadi..” Jungshin coba bicara dengan pelan.

Tidak mendapat respon baik, Yonghwa hanya menatap Jungshin tajam, seolah berbicara, “Jangan bicara lagi atau kau mati di tanganku.”

***

“Ya benar begitu. Kau bisa jadi ahli kalau belajar terus.” kata Minhyuk memuji Seohyun.

“Lain kali, kau bisa datang sendiri untuk belajar bersamaku.” saran Minhyuk.

Sekejap dua pasang mata menatap Minhyuk tajam.

“Ergh, maksudku saat CN Blue latihan.” kata Minhyuk gugup ditatap begitu oleh Yonghwa.

“Yuri juga boleh ikut.” tambahnya saat melihat Yuri juga menatapnya tajam.

***

“Kami duluan ya. Klub renang sedang berkumpul di kampus.” kata Jonghyun setelah melirik arlojinya.

“Kalau begitu, kita juga pulang saja.” saran Seohyun.

“Oh iya. Bagaimana Seohyun pulang ya?” kata Yuri merasa bertanggung jawab akan Seohyun.

“A..”

Baru saja Yonghwa akan menawarkan diri mengantar Seohyun pulang, Yuri sudah lebih dulu angkat suara, “Oh! Kau pulang dengan Minhyuk saja kalau begitu.”

“Kita pulang sama-sama saja.” tutup Yonghwa.

***

Yonghwa, Seohyun, Minhyuk, dan Jungshin sudah masuk ke dalam bus dan duduk berempat di bangku paling belakang. Seohyun mengambil tempat dan Minhyuk juga Yonghwa menyesuaikan, duduk di kanan dan kiri Seohyun. Sementara itu, Jungshin yang belakangan naik bingung memilih akan duduk dimana. Awalnya ia akan duduk di samping Minhyuk, tapi ia melihat tatapan Yonghwa seolah berkata, “Kau berhutang padaku.” membuat Jungshin duduk di samping Yonghwa. Yonghwa tersenyum bangga, merasa seolah ia yang didukung oleh Jungshin untuk memenangkan hati Seohyun.

***

Malam itu, Jonghyun dan Yuri mendengarkan arahan dari ketua klub mereka, Junhyung yang menggantikan Taecyeon. Junhyung menjelaskan hal kompetisi renang nasional, sementara Yuri mulai mengantuk. Jonghyun kala itu duduk di samping Yuri, keduanya bersandar pada tembok di belakang mereka. Yuri mulai tertidur, nampak gigi Yuri menjepit lidahnya. Itu berarti Yuri sangat kelelahan, hal aneh lain tentang Yuri.

Jonghyun merasakan keabsenan orang di sampingnya. Ia menoleh dan melihat Yuri sudah tertidur dengan lidah digigit dan sedikit terjulur. Ia tertawa kecil melihat temannya yang unik ini. Dua jarinya menggerakkan kepala Yuri ke bahunya dan menutup wajah Yuri dengan handuk kecil yang ia pegang.

“Dia sangat lelah.” pikir Jonghyun.

***

Halte demi halte berlalu. Minhyuk mengajak Seohyun bicara satu dan lain hal, terkadang Yonghwa juga ikut bicara. Sementara Jungshin diam saja, menyadari kesalahannya pada Yonghwa, sampai akhirnya halte tempat Jungshin dan Minhyuk turun tiba.

“Ah! Ayo siap-siap turun, Minhyuk.” ajak Jungshin yang sudah sangat bosan dicuekin kedua temannya yang lebih suka berbincang dengan Seohyun.

Minhyuk yang sedang asik berbincang dengan Seohyun segera sadar bahwa ia sudah akan turun, “Aku duluan ya, Seohyun-ah.”

“De. Annyeong Minhyuk-ah.” balas Seohyun.

Lalu Minhyuk berdiri dan bersiap turun tapi dipanggil lagi oleh Yonghwa, ”Kalian berdua tidak pamit padaku?”

Kedua dongsaeng itu berbalik, “Ah, mian Hyung, lupa. Annyeong uri Hyung~”

Kedua namja itu sudah tiba di halte tujuan mereka dan turun dari bus meninggalkan Seohyun dan Yonghwa.

“Dua halte lagi aku turun.” kata Yonghwa.

“Ne.”

“Kau turun di halte setelahku kan?”

“Ne.”

“Besok kita tidak latihan ya?”

“Ne.”

“Masih ada dua kali latihan kan?”

“Ne.”

Yonghwa menghela napas panjang, “Kalau kau hanya menjawab ‘ne’, bagaimana aku menjawabnya lagi.”

***

Yuri membuka matanya, ia tidak melihat apapun kecuali warna putih menyelimuti pandangannya. Sepertinya ada sesuatu yang menutupi wajahnya, ternyata itu sebuah handuk. Ia singkirkan handuk di wajahnya kemudian menyadari dirinya masih berada di dalam gedung kolam renang. Masih dalam keadaan setengah sadar, ia merasa ia bersandar pada sesuatu yang tidak empuk namun hangat. Merasa nyaman, ia pikir ia sedang bermimpi dan akan menutup matanya lagi unutk kembali ke dunia nyata. Kelopak mata Yuri hampir tertutup saat ia melihat bahwa ia memiliki empat kaki, “Empat kaki?!”

Mata Yuri tak jadi menutup. Gantinya, terbuka lebar dan kesadarannya kembali penuh. Ia menegakkan kepalanya lalu menoleh kepada sandarannya, “Jonghyun-ah!”

Ternyata itu bukan mimpi.

“Lama sekali tidurmu.” kata Jonghyun sambil melirik arlojinya.

“Teman-teman yang lain mana?”

“Sudah pulang lah. Sudah jam segini.”

“Memangnya sekarang jam berapa?” kata Yuri sambil menarik tangan Jonghyun, hendak melihat arlojinya.

“Mwo?” Yuri terkejut sendirimelihat jarum pendek jam mengarah pada angka dua.

“Kenapa tidak kau bangunkan aku?” tanya Yuri meringis.

“Tidurmu nyenyak sekali. Sudah kubangunkan berkali-kali sampai kuceburkan ke kolam juga, tapi kau tidak bangun.” kata Jonghyun melebih-lebihkan, kenyataannya Jonghyun tidak tega membangunkan Yuri yang terlihat sangat lelah.

“Haa~ah.. gagal semua rencanaku.” Yuri memegang kepalanya seperti orang yang sakit kepala.

Jonghyun tertawa kecil, mengerti maksud Yuri. Pasti rencana untuk berlatih renang.

“Termasuk rencana makan?” tanya Jonghyun.

“Iya.”

“Ayo kita makan.” ajak Jonghyun seraya bangkit dan berjalan keluar.

“Semalam ini? Ani, maksudku, sepagi ini? Ada tempat yang buka?” Yuri kurang yakin tapi tetap mengikuti, perutnya butuh diisi.

***

Yonghwa tidak bisa tidur malam itu hingga waktu menunjukkan pukul dua dini hari. Sedari tadi ia berkutat dengan handphone-nya, menimbang-nimbang apa yang harus ia lakukan.

“Apa aku harus minta maaf?”

“Minta maaf untuk apa?”

Bermacam pikiran berperang di batinnya. Segala hal sudah ia lakukan untuk meredakan peperangan batinnya, mengerjakan tugas kuliah, menonton televisi, sampai akhirnya ia menyerah pada gitar kesayangannya.

Ia memetik satu dua nada dan mulai bernyanyi sebuah lagu dari sebuah band lama, The Corrs.

What can I do to make you love me

What can I do to make you care

What I can say to make you feel this

What can I do to get your there

I’m lonely

***

Jonghyun sedang dalam perjalanan dengan motornya mengantar Yuri, namun tiba-tiba hujan turun dengan deras.

“Kita berteduh dulu.” teriak Yuri mengalahkan suara rintik hujan.

Jonghyun menepikan motornya ke halte terdekat. Mereka berdua turun dari motor dan merapikan pakaian mereka yang sedikit basah.

“Woah, aku sial sekali hari ini.” keluh Yuri sambil melepas helm nya dan merapikan rambutnya yang setengah basah. Meski begitu, wajah Yuri justru tetap nampak ceria seperti biasanya.

“Wae?” Jonghyun melepas helm nya.

“Tidak jadi latihan renang, makan malam telat, sudah dapat makan malah terpaksa mentraktir.”

Awalnya Yuri sangat bersyukur masih bisa makan malam meski sudah larut malam, terlebih lagi Jonghyun bersedia mentraktir berapapun banyaknya. Hanya saja Jonghyun mengajukan satu syarat, mereka berdua harus berlomba menghabiskan sepiring besar spaghetti dan Yuri harus menang supaya Jonghyun yang membayar. Sialnya, Yuri kalah dan malah dirinyalah yang jadi mentraktir Jonghyun.

Jonghyun tertawa mendengar ratapan Yuri, “Ya sudah, lain kali gantian aku yang traktir.”

Yuri menoleh pada Jonghyun yang menertawakan kemalangannya, lalu mengeluarkan sapu tangan di sakunya.

“Ya, oppa! Kau terlalu bersemangat di lomba tadi, pipimu juga ikut makan.” Yuri menyeka saus yang tertinggal di pipi Jonghyun dengan sapu tangannya.

Jonghyun menggenggam tangan Yuri yang menyeka pipinya, Yuri menurunkan tangannya tapi Jonghyun masih menggenggamnya. Jonghyun mendekatkan wajahnya dengan wajah Yuri. Jantung Yuri berdegup kencang dan ia menutup matanya. Bibir Jonghyun menyentuh bibir Yuri. Yuri terkejut, tapi ia tidak melepaskan dirinya. Gantinya, ia justru membalas ciuman Jonghyun.

Di suatu malam, di antara hujan.

*********

 

14 thoughts on “[AuthorLepas] No One Get the Ideal [Chapter 5]

  1. hahaha bagian chat nya itu, ampun dingin banget yonghwa. kocak sih.
    jungshinnya juga resek ni, seohyun nya jadi salah paham kan /eh/
    aku kira jonghyun bakal sama yoona. entah kenapa pas mereka ciuman itu so sweet banget >< uuuuuuu

    lanjut~

    • namanya leader gitu, jadi sok2 dingin yong nya, hehe.
      jungshin bertanggung jawab tuh, bikin masalah aja, ckckck.
      ga ngerti nih jonghyun mau nya apa *lho? author yang aneh*
      sip deh dilanjuut, gomawo ^^

  2. Kya~ sbenrx ak g gtu suka yuri tp yasudah laa…yg penting yongseox eksis, hahahaha…
    Msukin kristal dun thor . Ak suka bgt klo minhyuk pairingx kristal ^^
    Nice ff, dg setia bin sabar ak tunggu lnjutnx

    • itu juga awalnya aku kurang sreg bikin yuri jd tokoh, tapi dia bisa berenang + main biola, jadi dia deh.
      mungkin krystal di ff lain aja yaah, mianhae. yang ini udah kepenuhan tokoh, hehe.
      makasi lho udah nungguin, kkk ^^

  3. author aku udah baca dari chap 2 tapi trus ngebut ke chap ini bacanya, jadi aku komen disini aja yaaa hehe. aku penasaran sama dua yeoja yang nanya ama jungshin dan yonghwa, lanjut yaaaa😀

  4. yonghwa dingin banget sama seohyun ~

    seohyun perlu lebih bersabar😀 ~

    aku kira yuri dengan minhyuk , ternyata pairingnya jonghyun😀 ~

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s