No One Get the Ideal [Chapter 6]

Author : nayom

Rating : PG-15

Length : Chaptered

Genre : Romance, Friendship

Cast :

–          Lee Jonghyun

–          Kang Minhyuk

–          Jung Yonghwa

–          Lee Jungshin

–          Yoona SNSD

–          Yuri SNSD

–          Seohyun SNSD

Disclaimer : Ide dan alur cerita milik saya. Mohon maaf kalau ada kesamaan alur dengan cerita lain.

Note : Yoona kembali lagiiii! Buat yang ga terima Jonghyun-Yuri dan penasaran sama Jonghyun-Yoona, rahasia terkuak disini, hehe. enjoy~ ^^

*********

Di suatu malam, di antara hujan.

– Flashback-

Dua murid SMP berlari menghindari hujan yang membasahi langkah mereka. Murid namja menggenggam tangan murid yeoja, seperti menuntunnya untuk menyelamatkan diri dari derasnya hujan. Mereka berlari terus hingga tiba di sebuah halte.

“Ah, jadi basah begini.” kata si murid namja setibanya mereka di halte.

Sementara si murid namja sibuk merapikan pakaiannya yang sedikit basah, si murid yeoja memandangi langit sambil menengadahkan tangannya merasakan rintik hujan.

“Ya! Yoona-yah!” si murid namja berpura-pura akan mendorong temannya supaya ia tersadar.

“Ah!” Yoona terkejut karena ia pikir ia benar akan jatuh ke jalanan yang basah di depan halte.

“Jonghyun-ah!” Yoona berbalik dan memukul pelan temannya yang jahil itu.

“Habis, kau ini. Melihat hujan sampai seperti itu.”

“Kan bagus.”

“Hujan itu biasanya identik dengan kesedihan, bukan keindahan.” protes Jonghyun.

“Iya betul, aku juga merasa sedih melihat hujan, tapi hujan itu memang indah.”

“Ha! Perasaan macam apa itu?” Jonghyun berkata seperti itu hanya untuk sebuah candaan.

Yoona mengerucutkan bibirnya dan membalas Jonghyun dengan tatapan mematikan.

“Aku hanya bercanda, Yoona-yah.” jawab Jonghyun terkekeh melihat reaksi Yoona.

-Flashback end-

Looking at the rain drop falling down my window

I think of you, you who I have hidden away

With the tears falling down my heart, I try to erase you

You are listening to this sound right? You, who used to love the rain

Do you still remember me? When it rains I yearn for you

(Credit : kpopeyes, lirik lagu cn blue)

Jonghyun memetik gitarnya dan bernyanyi, menatap rintik hujan membasahi jendela kamarnya. Jarum jam sudah menunjukkan pukul empat pagi. Setelah mengantar Yuri pulang, ia justru mengambil gitarnya dan mengenang satu masa yang terlewat, masa yang tak bisa ia lupakan.

***

Hari perayaan ulang tahun kampus sudah di depan mata. Tiga puluh jam ke depan, klub musik akan menampilkan karya mereka. Selain memeriahkan acara ulang tahun kampus, hal itu juga menjadi daya tarik bagi para mahasiswa baru yang ingin bergabung dengan klub musik.

“Noona, klub kolaborasiku tampil di urutan berapa?” tanya Jungshin pada Ye-eun.

“Oh, itu. Ketiga. Tidak jadi yang kedua, tapi ketiga ya.” kata Ye-eun setelah melihat catatan yang ia pegang.

Nampak Ye-eun sedang berbincang dengan dua yeoja yang tempo hari berbincang dengan Jungshin, Yonghwa, dan Minhyuk saat Jungshin datang. Yeoja yang tempo hari berkuncir rambut dan berhidung pesek melihat kepada Jungshin saat Jungshin berbalik pergi.

“Dia juga anggota klub musik? Dia bermain apa?” tanya yeoja berhidung pesek itu pada Ye-eun.

“Bass.” bukan Ye-eun yang menjawab, melainkan Jungshin yang berbalik lagi dan membisikannya di telinga yeoja itu.

***

Jonghyun dan Yuri baru saja bangun dari tempat duduk mereka saat Yoona memasuki kantin. Tampak berpuluh-puluh pasang mata melihat ke arah Yoona dan mulai berbisik-bisik. Yoona tampak tenang berjalan menuju tempat pemesanan makanan seperti tidak terjadi apa-apa. Tak lama kemudian, Jungshin masuk dan menyapa Jonghyun juga Yuri.

“Annyeong, Hyung. Annyeong, Noona.”

“Ya, Jungshin-ah. Kenapa orang-orang melihat Yoona seperti itu?” tanya Yuri. Yuri sudah tahu kalau Jungshin adalah satu di antara ribuan fanboys Yoona. Pasti Jungshin tahu segala hal tentang Yoona.

Gantinya langsung menjawab, Jungshin menggerakkan jari telunjuknya seperti memberi tanda untuk mengikutinya. Mereka bertiga duduk di salah satu bangku kantin.

“Yoona-noona baru putus dengan Taecyeon-hyung.” jelas Jungshin berbisik.

Baik Yuri mau pun Jonghyun terkejut mendengarnya.

“Aigoo~ Yoona kenapa tidak memberitahuku?” keluh Yuri.

“Kejadiannya baru saja terjadi, Noona. Baruuu saja.” kata Jungshin.

Terlihat Yoona memegang nampan makan siangnya dan mencari tempat duduk untuk makan. Ia nampak seperti orang yang sendirian dan tidak punya teman karena orang-orang melihatnya seperti melihat seorang yang jahat.

Yuri melambaikan tangannya kepada Yoona dan Yoona segera melangkahkan kakinya menuju meja Yuri setelah melihatnya. Yuri yang duduk di samping Jonghyun bangun dari bangku panjang tempatnya duduk dan menyuruh Yoona untuk duduk di antara dirinya dan Jonghyun.

“Makanlah yang banyak. Tidak usah dipikirkan cara mereka melihatmu.” kata Yuri berusaha menenangkan Yoona.

Gantinya tenang, Yoona malah menangis tanpa berkata apa-apa. Ia tertunduk menelungkupkan wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis lirih. Tangan Jonghyun reflek hendak menyentuh kepala Yoona, tapi ternyata tangan Yuri sudah lebih dulu membelai kepala Yoona. Yoona bersandar pada bahu Yuri dan terus menangis.

“Gwenchana, Yoona-yah.”

***

Yonghwa menangkap sosok Seohyun yang ia cari-cari sedari tadi. Ia berencana mengajak Seohyun untuk berangkat bersama ke gedung tempat perayaan ulang tahun kampus diadakan, seluruh partisipan akan mengadakan gladi resik. Belum sempat Yonghwa memanggil Seohyun, Seohyun sudah menoleh dan menangkap mata Yonghwa. Namun, Seohyun tidak berkata apa-apa, begitu juga Yonghwa yang merasa lidahnya tercekat, tak dapat berkata-kata.

“Seohyun-ah.”

Sebuah suara membuat Seohyun menoleh ke koridor lain.

“Oh, annyeong, Minhyuk-ah.”

“Kau mau ke tempat gladi resik?”

“Ne.”

“Ayo berangkat bersama.”

Seohyun terdiam sejenak, “Ne.”

Seohyun sedikit menoleh pada Yonghwa lalu pergi meninggalkan kampus bersama Minhyuk.

***

Gladi resik dimulai. Secara bergantian, setiap partisipan menampilkan lagunya masing-masing. Uniknya, tidak hanya parade lagu yang dibawakan, tapi ada juga semacam drama yang menjadi inti dari setiap lagu yang dibawakan. Lagu-lagu yang dibawakan menggambarkan kisah dari drama tersebut jadi tidak ada dialog dalam drama.

Saat CN Blue naik ke atas panggung dan membawakan sebuah lagu, nampak orang-orang yang mendengar menikmati penampilan mereka, meski itu hanya sebuah latihan. Dua orang yeoja junior nampak di tengah-tengah para anggota klub musik yang sibuk merapikan gedung pentas itu. Mereka berdua menikmati lagu yang CN Blue tanpa sedikit pun berkedip.

Ye-eun yang ada di samping mereka berdua menyadari kekaguman kedua teman sekaligus adik kelasnya itu, “Hei, mengediplah sekali.”

“Woah, mereka keren sekali ya, Unnie.” kata yeoja yang berwajah lucu seperti dimsum.

“Yang itu namanya siapa, Unnie?” yeoja yang berhidung pesek menunjuk pada Yonghwa.

“Yang mana?” tanya Ye-eun memastikan.

“Itu. Yang paling depan, vokalis utamanya.” yeoja itu masih menunjuk-nunjuk Yonghwa.

“Oh, itu.” Ye-eun mengangguk-angguk, “Jungshin.”

Yeoja junior itu terlihat puas mengetahui nama vokalis itu, tidak tahu kalau dirinya dibohongi.

“Jungshin.” gumamnya sambil mengangguk-angguk menatap kagum pada Yonghwa.

***

Beberapa lagu dan grup secara bergantian naik ke atas panggung layaknya sedang mengadakan pertunjukkan hingga tiba giliran grup kolaborasi Yonghwa, Seohyun, dkk yang membawakan lagu.

“Musiknya enak ya..” kata Taeyeon berkomentar pada Ye-eun disampingnya.

“Iya, aku setuju. Tapi. Hmm, feeling nya kurang kena.” Ye-eun menambahkan.

Mendengar itu, Taeyeon menyunggingkan senyum kecil sambil bergumam dalam hati, “Seohyun-ah, harusnya kau baikan dulu dengannya, baru bernyanyi.”

***

“Ya. Terima kasih untuk hari ini, teman-teman.” seru Ye-eun begitu gladi resik selesai.

“Sekarang kita makan malam!” ucapan Ye-eun disambut tepuk tangan dari seruan gembira dari teman-temannya. Semua yang mendengarnya tentu bergembira karena itu berarti mereka tinggal makan dan pulang.

“Tapi setelah makan, kita dekor hall ini dulu ya..” Ye-eun menambahkan, membuat orang-orang yang penuh harapan untuk pulang jadi lemas lagi. Sudah jadi kebiasaannya, suka mematahkan harapan orang.

“Sudah kalian jangan protes. Makanannya gratis kok.”

Lain dengan orang-orang yang satu per satu mengambil kotak makanan yang sudah disediakan, Yuri malah pergi ke belakang panggung setelah celingak-celinguk mencari seseorang. Ia pergi ke ruang tunggu dan merogoh-rogoh isi tasnya, lalu mengeluarkan sebuah kotak makan berwarna putih. Ia sudah mempersiapkan makanan itu sedari pagi, bukan untuk dirinya, untuk Jonghyun.

Dari satu ruang ke ruang lain, Yuri mencari Jonghyun. Ia yakin Jonghyun ada di belakang panggung, sepertinya di salah satu ruang tunggu, karena sebelumnya ia tidak melihat Jonghyun di depan. Sampai akhirnya ia menemukan sosok Jonghyun di dalam salah satu ruang tunggu. Ia berniat mengagetkan Jonghyun dari sisi pintu yang terbuka itu.

Yuri tertegun mematung akan apa yang ada di depan matanya. Hal itu bukan sesuatu yang ia inginkan, bahkan bukan sesuatu yang bisa ia bayangkan.

***

Minhyuk memegang dua kotak makanan di tangannya dan celingak celinguk mencari kawannya sambil berjalan tanpa arah.

“Ya! Minhyuk! Apa itu untukku?” tanya Jungshin menunjuk kotak makanan di tangan kanan Minhyuk.

“Ah.. i.. ini..”

“Tidak usah terbata-bata.” kata Jungshin menepuk bahu Minhyuk.

“Bilang saja kalau kau mau makan dua kotak, Minhyuk-ah. Aku sudah punya satu kok.” Jungshin menunjuk pada satu kotak makanan di tangannya.

Minhyuk menghela napasnya lega lalu pergi meninggalkan Jungshin.

“Ya! Mau kemana?” tanya Jungshin.

Aneh sekali Minhyuk mau pergi makan ke tempat lain, “Kau tidak makan disini?”

“Nanti.” sahut Minhyuk sambil berlalu ke belakang panggung.

***

Yonghwa mengambil satu kotak makanan untuk dirinya, lalu terdiam sejenak, dan mengambil satu kotak makanan lagi.

“Untuk Seohyun.” pikirnya. Ia ingin sekali bicara lagi dengan Seohyun, paling tidak kotak makanan ini bisa jadi alasan.

Yonghwa hendak berbalik mencari Seohyun saat Seohyun sendiri yang datang kepadanya, begitu yang ia pikir. Kenyataanya, Seohyun bukan mendatangi Yonghwa tapi mengambil salah satu kotak makanan tanpa sedikit pun menghiraukan Yonghwa.

“Seohyun-ah.” Seohyun terdiam sejenak lalu berbalik.

“Ne?”

“Kau marah padaku?”

“Ani.”

“Kau terus menghindariku.”

“Ani-ah.”

“Iya, kau begitu.” Satu sifat Yonghwa yang menyebalkan, kekanakan, membuat Seohyun terpancing kemarahannya atau lebih tepatnya terpancing untuk meluapkan kemarahannya.

“Tidak. Aku tidak menghindar.”

“Kau tidak suka padaku?”

“Hm?” Seohyun bingung.

Yonghwa segera meralat perkataannya, “Maksudku, kau tidak suka bicara padaku?”

“Kau yang tidak suka aku.” Benar saja Seohyun terpancing.

“Aku suka.” jawab Yonghwa polos tanpa mencerna perkataan Seohyun.

“Kau tidak pernah bilang suka aku.” Seohyun mengatakannya tanpa berpikir. Tak lama, ia merasa salah bicara.

“Joohyun..” Seohyun menoleh ke arah suara dan nampak Tiffany melambaikan tangan kepada Seohyun, memanggilnya. Beruntung baginya, wajahnya terselamatkan dari hadapan Yonghwa. Ia segera berbalik dan meninggalkan Yonghwa.

Sementara Yonghwa tersenyum dan mengerti, “Seohyun-ah!”

***

Saat gladi resik usai, Jonghyun beralih ke belakang panggung dan menuju salah satu ruang tunggu. Rencananya ia ingin tidur sebentar di situ karena ia tidak tidur malam sebelumnya, mengingat kerelaannya menunggu Yuri tidur di bahunya malam itu. Saat hendak menuju salah satu sofa, ia melihat Yoona melintas dan langsung Jonghyun menarik lengan Yoona masuk ke dalam ruang tunggu.

Yoona sudah akan berteriak tapi Jonghyun lebih cekatan untuk membekap mulut Yoona dan mendorongnya ke salah satu tembok. Gantinya mengutarakan isi pikirannya, Jonghyun terdiam dan menatap lekat Yoona. Sama halnya dengan Jonghyun, Yoona terdiam. Mereka seakan berbicara dalam diam melalui tatapannya masing-masing.

-Flashback-

Jonghyun menarik lengan Yoona menuju sebuah tangga yang berada di belakang sekolah.

“Ha.. kita tidak tertangkap..” kata Yoona masih dengan napas yang tersengal-sengal.

Jonghyun hanya membalas dengan senyum yang merekah karena sama lelahnya seperti Yoona, napasnya tersengal-sengal. Meski lelah, raut wajah mereka berdua menunjukkan kegembiraan. Kegembiraan karena terlepas dari kejaran guru yang akan menghukum mereka karena ketahuan kabur dari sekolah.

Tangan Jonghyun dan Yoona masih berpegangan saat mereka berdua duduk di bawah tangga. Seperti tersihir, Jonghyun mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona. Yoona memejamkan matanya dan jantungnya berdebar. Jonghyun mencium lembut bibir Yoona. Mereka masih duduk di bangku kelas 3 SMP, itulah ciuman pertama mereka.

-Flashback end-

Layaknya mengulang masa yang telah lalu, bibir Jonghyun menyentuh bibir Yoona, menciumnya lembut, seakan mengingat kembali ciuman pertama mereka.

***

Yuri tertegun, hatinya terluka seperti dihantam batuan besar. Melihat Jonghyun mencium yeoja lain, Jonghyun yang sama yang pernah menciumnya. Yang terburuk, Jonghyun mencium sahabat terbaik Yuri, Yoona.

Perasaannya hancur. Kekecewaan, kesedihan, dan kemarahan menjadi satu. Dengan begitu saja, air matanya jatuh menyentuh kotak makanan yang ia pegang, kotak makanan untuk Jonghyun.

***

Tidak perlu mencari terlalu lama, Minhyuk langsung menemukan sosok yang ia cari. Yuri sedang berdiri di samping sebuah pintu yang terbuka. Yuri berbalik dan nampaklah oleh Minhyuk, Yuri menangis.

Minhyuk mencoba mengerti alasan Yuri menangis. Ia melihat ke dalam ruangan yang pintunya terbuka itu, Jonghyun sedang mencium Yoona. Yuri berlari, Minhyuk hendak mengejarnya tapi sebuah teriakan dari depan panggung menghentikan langkahnya.

“Seohyun-ah! Saranghanda..”

*********

20 thoughts on “No One Get the Ideal [Chapter 6]

  1. hehehe..
    kn typ hri saia nngu’n lnjutn part’y mka’y jgn lma2 ya chingu lnjutn’y
    part yongseo’y d-tmbah lg yaa,, dbkin so romantic jg gtu..
    hehehe,, daebak !!!!

  2. kalo gini jonghyun kesannya playboy -cuma kesan-
    kasian yuri. semalem dicium sama jonghyun, besoknya jonghyun cium sahabatnya sendiri.
    yah siapa itu yeoja berhidung pesek -kkkkk- kayaknya bakal dipasang sama jungshin ya? #sotoy
    loh kok TUmben minhyuk nyariin yuri , dikira seohyun.

    yang teriak-teriak itu siapa? yonghwa ya?
    aish penasaran. lanjut~

    nb: oh ya nay, di bawah note di kasih Insert More Tag ya, biar di home tampilannya ga penuh ^^

    • iya sih kesannya gitu, tapi nanti aku usahakan nama jonghyun bersih lagi *lho?
      sebenernya mau diungkap si yeoja berhidung pesek, tapi ga ada percakapan yang bisa nyebut namanya sampai sekarang jadi biarkan dia menjadi misteri, kkk.
      oh iya maap kemaren itu lupa di insert more tag nya, tapi sekarang udah kok, hehehe.

  3. yonghwa thu pasti yonghwa!!!
    ak suka kog thor si jonghyun ma yuri, knp hrs diganti k yoona??? omaigatt…
    ayo lanjutannya jgn lama yah ^^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s