My Little Sister’s New Friend (Chapter 6)

Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5

Author: Lee Dae Hyun (@amaryaririe)

Rating: Teenager

Genre: Friendship, Romance

Length: *chaptered

Cast:
Choi Dae Hyun (OCs)
Lee Jong Hyun (CNBLUE)

Other cast:
Choi Dae Jun (OCs)
Im Jin Ah/Nana (After School)
Cho Kyu Hyun (Super Junior)

Note: Mian ya kalo kelanjutannya kelamaan. Selamat membaca aja dan jangan lupa komen. No silent reader please ^^

 

“Kau sudah lama menungguku ya?”

Daehyun menoleh ke arah datangnya suara itu. Dia terkejut saat menemukan sesosok namja yang tentunya adalah pengirim surat yang misterius itu.

“Kau?” kata Daehyun terkejut. Ia tidak percaya akan apa yang dilihatnya. “Sungguh tidak mungkin,” pikir Daehyun.

Namun, namja itu hanya tersenyum lalu menghampiri Daehyun.

“Kenapa? Kau pasti terkejut ya? Kau pasti tidak menyangka itu aku. Tapi, kau tidak usah takut. Lagipula isi surat itu juga tidak mengerikan. Atau mungkin masalahnya tidak terletak pada isi surat itu melainkan pengirimnya? Choi Daehyun, tenang saja. Aku tidak bermaksud menyakitimu kok,” kata namja itu dan tanpa berpikir panjang ia langsung memeluk Daehyun.

“Lepaskan aku!” bentak Daehyun. Ia mendorong keras tubuh namja itu hingga menjauh.

“Lelucon apa yang sedang kau buat? Kau pikir ini lucu?”

“Aku tidak sedang membuat lelucon dan kupikir melihat seorang yeoja yang terus-menerus meratapi kesedihannya itu sama sekali tidak lucu!” jawab namja itu dengan suara keras.

“Kalau begitu, pergilah dari hadapanku. Aku sama sekali tidak ingin bertemu denganmu lagi!” bentak Daehyun lalu pergi.

Namja itu tidak melakukan apa-apa melainkan membiarkan Daehyun pergi begitu saja.

 

** **

“Aku pulang!” seru Daehyun saat ia memasuki rumahnya.

“Daehyun! Ini sudah malam, kenapa kau baru pulang?” teriak eommanya yang langsung berlari dari dapur.

“Eomma, eomma sudah pulang kerja?” tanya Daehyun yang sudah sangat letih.

“Sudah, sudah daritadi. Dan kau kenapa baru pulang? Kau ini kenapa Daehyun? Bajumu kotor sekali dan lihat, kau kelihatan lemas seperti ini.”

“Aku hanya berjalan-jalan. Aku hanya ingin menenangkan diri.”

“Ah, sudahlah. Kau ke kamarmu sekarang, bersihkan dirimu lalu makan malam.”

Daejun, adik Daehyun yang melihat kejadian itu merasa kasihan pada onnie-nya. Ia segera menuju meja telepon dan menghubungi seseorang.

“Oppa!” panggilnya kepada orang yang dihubunginya.

“Daejun? Ada apa?”

“Jonghyun oppa, onnie-ku semakin aneh saja. Hari ini dia pulang malam. Aku menjadi kasihan padanya. Sepertinya dia masih sedih karena Jaejin oppa. Aku takut terjadi apa-apa padanya.”

“Oh, begitu ya. Kalau begitu, Oppa akan pikirkan bagaimana caranya untuk menolong onnie-mu,” jawab Jonghyun.

 

** **

“Kau Lee Jong Hyun! Kupikir kau namja yang baik. Ternyata kau jahat. Surat omong kosong yang kau kirimkan itu benar-benar berhasil membuatku membencimu!” Daehyun berbicara sendiri dengan geram.

“Ya! Kau ini kenapa? Pagi-pagi wajahmu sudah seperti itu,” kata Jinah yang baru datang.

“Bagaimana tidak? Kau tahu? Pengirim surat misterius itu adalah Jonghyun.”

“Jonghyun?” Ekspresi Jinah tampaknya sama sekali tidak kaget.

“Kau kelihatannya tidak kaget,” kata Daehyun dengan tampang menyelidik.

“Ani. Maksudku, aku hanya berpikir kenapa orang seperti dia melakukan hal seperti itu.”

“Oh ya, Jinah. Aku sudah putuskan. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak akan sedih lagi karena Jaejin. Selama ini aku merasa bersalah karena memutuskannya. Tapi kupikir aku sudah menebus kesalahanku saat aku berada di sampingnya selama ia ia berada di rumah sakit hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya. Kupikir Jaejin juga sudah tenang di surga. Jadi aku tidak perlu bersedih lagi. Hanya saja…..ini. Aku tidak dapat melupakannya,” kata Daehyun sambil menunjuk bibirnya.

“Mwo? Kalian berciuman? Akhirnya kalian berciuman?” tanya Jinah terkejut sampai tidak berkedip.

“Hmm-hmm,” angguk Daehyun. “Tepatnya bukan berciuman tapi dia yang menciumku,” lanjut Daehyun.

“Oh, hahaha,” tawa Jinah. “Syukurlah akhirnya kau sadar untuk tidak lagi larut di dalam kesedihan,” lanjut Jinah.

 

** **

“Wah, ternyata kau, Jonghyun. Silakan masuk.”

“Annyeong, Ahjumma,” kata Jonghyun sambil membungkukkan badan.

“Ayo, silakan duduk. Aduh, sayang sekali. Daejun sedang tidur siang. Dan Daehyun, dia belum juga pulang,” kata eomma Daehyun.

“Ah, gwaenchana. Aku memang tidak ada janji dengan Daejun hari ini. Aku hanya ingin membicarakan sesuatu pada ahjumma.

“Oh ya? Ada apa?”

“Begini, aku memang belum terlalu lama mengenal Daehyun. Tapi, aku rasa saat ini dia sedang membutuhkan pertolongan. Ahjumma dan ahjussi pasti sedang bingung menghadapi Daehyun yang akhir-akhir ini menjadi berubah setelah kepergian Jaejin. Aku sebagai teman merasa tidak enak melihat Daehyun seperti. Aku hanya takut terjadi apa-apa dengan dia dan aku yakin ahjumma dan ahjussi lebih khawatir lagi mengenai dia. Jadi, aku menawarkan diri untuk membantu Daehyun. Aku harap tidak masalah jika ahjumma membiarkanku menolongnya. Kupikir mungkin saat ini dia agak tertutup dengan orang tuanya dan mungkin karena aku seusia dengannya, mungkin dia mau lebih terbuka denganku. Aku ingin ahjumma mengizinkanku untuk mengawasi Daehyun untuk sementara ini,” Jonghyun menjelaskan.

“Aku dan suamiku memang sangat mengkhawatirkan kondisi Daehyun akhir-akhir ini. Sebetulnya, kami masih melihat sikap Daehyun belum betul-betul dewasa dalam menghadapi sesuatu. Dan dia juga masih mengandalkan emosinya dan emosi dia belum begitu stabil. Tapi aku sungguh-sungguh berterima kasih kalau kau mau menolong. Lagipula aku melihat kau begitu dewasa, jadi kupikir Daehyun bisa belajar banyak darimu. Wah, kau memang benar-benar anak yang baik. Beruntung sekali Daejun bertemu denganmu secara kebetulan waktu itu. Tapi sebelumnya maaf ya jadi merepotkan.”

“Ah, tidak kok, Ahjumma. Aku dan Daehyun kan juga sudah menjadi teman.”

“Aku pulang,” terdengar suara Daehyun dari luar. Ia masuk dan kaget melihat Jonghyun ada di rumahnya.

“Sedang apa dia di sini? Lalu kenapa dia bersama dengan eomma?” tanya Daehyun dalam hati.

“Kau sudah pulang rupanya. Kebetulan sekali Jonghyun ada di sini,” kata eomma Daehyun.

Daehyun hanya melotot menatap Jonghyun lalu bergegas naik ke lantai atas dan menuju kamarnya.

TOK TOK TOK! Eomma Daehyun mengetuk pintu kamar anaknya lalu masuk.

“Kau ini kenapa, ada Jonghyun kok tidak disapa?”

“Dia sudah pulang?” Daehyun malah bertanya.

“Belum. Tuh masih ada di bawah. Oh ya, Daehyun. Eomma mau bicara sesuatu. Eomma memutuskan untuk meminta tolong pada seseorang untuk bisa membantumu melupakan semua kesedihanmu dan juga dia akan membantumu untuk menjadi lebih dewasa.”

“Tidak perlu. Untuk apa eomma lakukan itu? Agar orang tersebut mengawasi aku?”

“Bukan begitu. Eomma khawatir tentang keadaanmu. Eomma pikir tidak ada salahnya. Dia pasti akan menjadi teman yang baik.”

“Oh ya? Siapa?” tanya Daehyun yang nampaknya sangat-amat-tidak-tertarik mendengarnya.

“Jonghyun.”

“Mwo? Dia?”

“Eomma lihat dia orangnya begitu dewasa dan baik. Setidaknya kau bisa belajar banyak dari dia.”

“Shiro,” jawab Daehyun lalu berlari ke lantai bawah.

“Kau? Siapa kau berani-beraninya ingin mengawasiku? Kau pikir aku butuh pertolonganmu? Tidak, aku tidak mau,” bentak Daehyun pada Jonghyun.

“Daehyun. Naik ke atas. Kau pikir kau boleh membentak-bentak seperti itu,” tegur eommanya.

“Maafkan Daehyun ya. Kau lihat sendiri kan? Sikapnya sama sekali belum dewasa, agak sombong dan cuek seperti itu.”

“Gwaenchanayo, Ahjumma. Kalau begitu aku permisi dulu,” pamit Jonghyun.

“Ah, iya. Gomawo. Hati-hati di jalan ya. Salam untuk appa dan eomma-mu.”

“Tidak bisa mengambil hati anaknya, setidaknya aku bisa mengambil hati orang tuanya,” kata Jonghyun dalam hatinya dan tersenyum licik.

 

** **

Daehyun hendak pergi ke sekolah saat ia menemukan sebuah mobil sport dengan atap terbuka parkir di depan pagar rumahnya.

“Annyeong, Tuan Putri.”

“Cih, kau lagi. Untuk apa kau ke sini?”

“Untuk apa lagi kalau bukan untuk menjemputmu pergi ke sekolah,” jawab Jonghyun dengan evil smile-nya.

“Oh, rupanya kau ini jasa antar jemput ya?” cela Daehyun.

“Terserah kau menyebutnya apa. Yang jelas, sekarang kau naik saja ke mobil.”

“Shiro. Aku tidak butuh diantar ataupun dijemput ke sekolah. Seperti supir saja.”

Tanpa menunggu waktu lama, Jonghyun menarik Daehyun dan memasukkannya ke mobil.

“YAAAA!! LEE JONGHYUN!!! APA-APAAN SIH KAU?!” jerit Daehyun di dalam mobil.

“Daehyun-ah! Kau berisik sekali sih. Asal kau tahu, orang tuamu sudah mempercayakanmu padaku. Jadi kalau kau tidak ingin mengecewakan mereka yang begitu menyayangimu, tidak usah banyak protes,” tegur Jonghyun.

“Cih, dia pikir dia siapa?” cibir Daehyun.

“Manusia,” jawab Jonghyun asal.

“Yeah, manusia menyebalkan. Kau tahu itu?”

“Terserahlah kau mau menyebutku apa. Ingat saja, suatu saat kau akan berterima kasih padaku untuk ini,” kata Jonghyun cuek lalu men-starter mobilnya.

 

** **

“Annyeong. Oh, kalian berangkat bareng rupanya,” sapa Jinah saat menemukan sahabatnya keluar dari mobil Jonghyun. Yang disapa malah hanya diam, menutup pintu mobil lalu masuk begitu saja ke dalam gedung sekolah dengan kaki dihentakkan seperti orang yang sedang marah.

“Ih, kenapa lagi sih dia?” gumam Jinah.

“Entahlah. Ya sudah, aku ke sekolah dulu ya. Sampai ketemu,” kata Jonghyun lalu pergi dengan mobilnya.

Jinah langsung berlari-lari ke dalam gedung sekolah lalu masuk ke dalam kelas.

“Ya! Kau ini kenapa lagi sih?”

“Kenapa lagi kalau bukan karena Lee Jong Hyun. Sejak dia berkenalan dengan adikku lalu masuk ke dalam kehidupanku, hidupku jadi menyebalkan. Aissshh, sekarang orang tuaku malah membiarkan dia mengawasiku. Memangnya dia pikir aku anak kecil seperti Daejun apa? Menyebalkan sekali,” gerutu Daehyun.

“Mungkin dia hanya ingin bersikap baik padamu dan ingin menolongmu. Itu saja. Kukira kalian bisa jadi teman baik,” kata Jinah menenangkan sahabatnya yang sedang dongkol itu.

“Teman baik? Teman apanya? Dia itu hanya teman baru adikku. Teman adikku, bukan aku. Sudahlah, Jinah. Kau jangan pernah berpikir untuk membelanya ya,” kata Daehyun dengan wajah memerah karena kesal lalu pergi ke luar kelas.

“Hmm, dia belum juga dewasa menghadapi hal seperti ini dan agak keras kepala. Begitu susah untuk meyakinkannya kalau ini semua untuk kebaikan dia juga,” gumam Jinah pada dirinya sendiri.

 

Sepulang sekolah…

“Choi Daehyun!”

“Kyu oppa,” Daehyun berbalik dan menemukan Kyuhyun yang berlari ke arahnya.

“Oppa? Waeyo?” tanya Daehyun.

“Kau mau temani aku ke toko buku hari ini tidak?” tanya Kyuhyun penuh harap.

“Hmm, boleh,” jawab Daehyun bersemangat.

“Baiklah. Kajja,” ajak Kyuhyun sambil membetulkan posisi ransel di punggungnya.

“YA YA YA! Mau ke mana kau? Ayo kita pulang.”

Tiba-tiba sosok namja yang tidak diharapkan Daehyun untuk menemuinya lagi (setidaknya untuk hari ini saja) mencegat Daehyun dan Kyuhyun yang baru saja keluar dari gedung sekolah.

“Lupakan saja. Aku mau pergi. Aku tidak akan pulang denganmu.” Daehyun mendengus kesal.

“Maafkan aku, tapi orang tuanya memintanya untuk segera pulang,” kata Jonghyun pada Kyuhyun dengan nada sopan yang dibuat-buat.

“Oppa, jangan dengarkan dia. Aku bisa kok pergi menemani oppa.”

“Kau pulang saja. Dia bilang kau harus segera pulang. Dan lihatlah, tatapan matanya memandangku dengan sangat tajam. Lain kali saja ya,” kata Kyuhyun.

“Aisshh, kenapa Kyuhyun oppa takut pada orang seperti dia?” gerutu Daehyun.

“Berhenti memandangku seperti itu,” bentak Daehyun saat melihat Jonghyun memelototinya.

“Sebenarnya apa sih yang kau mau? Membuatku kesal seperti ini, apa yang kau mau? Hah?”

Jonghyun tidak menjawab apa-apa dan malah menarik tangan Daehyun dan membawanya ke belakang sekolah yang sepi dan tidak ada orang.

“YA! Aku bertanya padamu dan kau malah menarikku ke sini. Aku butuh jawabanmu, apa kau pikir……….

Tiba-tiba Daehyun tidak bisa meneruskan kalimatnya. Dia hanya bisa diam dengan mata terbelalak tak bisa berkedip.

 

-TBC-

4 thoughts on “My Little Sister’s New Friend (Chapter 6)

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s