No One Get the Ideal [Chapter 7]

Author : nayom

Rating : G

Length : Chaptered

Genre : Romance, Friendship

Cast :

–          Lee Jonghyun

–          Kang Minhyuk

–          Jung Yonghwa

–          Lee Jungshin

–          Yoona SNSD

–          Yuri SNSD

–          Seohyun SNSD

Disclaimer : Ide dan alur cerita milik saya. Mohon maaf kalau ada kesamaan alur dengan cerita lain.

Note : bagaimana respon yoona dan siapa yang teriak-teriak? boleeeh dibacaa, hehe. don’t forget to leave a comment aaaand.. enjoy~ ^^

*********

Minhyuk hendak mengejar Yuri yang berlari pergi, tapi sebuah teriakan menghentikan langkahnya.

“Seohyun-ah! Saranghanda..”

“Mwo?” Minhyuk terkejut. Seseorang menyatakan cinta pada Seohyun dan suara orang itu, ia mengenalnya secara pasti. Itu suara Yonghwa.

Minhyuk menghela napas panjang. Ia menoleh ke arah Yuri berlari, menoleh ke arah suara pernyataan cinta Yonghwa berasal, lalu menoleh kepada hyung-nya yang lain, Jonghyun, sedang mencium Yoona.

“Ottoke?”

***

“Seohyun-ah! Saranghanda..”

Semua mata memandang Yonghwa.

“Seohyun-ah! Apa kau mendengarku?”

“Saranghaeyo!”

Seohyun yang sedang dalam langkahnya meninggalkan Yonghwa berhenti. Ia tertunduk.

“Waa!” semua orang kini mengelilingi Yonghwa dan Seohyun yang terpisah beberapa langkah, Seohyun masih membelakangi Yonghwa.

“Aigoo~ Seohyun berbaliklah..” kata Hyoyeon memutar Seohyun berbalik menghadap Yonghwa.

“Terima! Terima! Terima!” teriak orang-orang yang mengerumuni Yonghwa dan Seohyun.

Seohyun masih menunduk, ia malu, malu sekali. Rasanya ia ingin kabur, tapi kalau ia kabur justru akan membuat Yonghwa jadi malu. Ia memberanikan dirinya untuk menatap Yonghwa, terlihat olehnya Yonghwa tersenyum ramah namun gugup.

“Ayo, Seohyun jawablah.. Goguma atau hamburger?” kata Tiffany.

***

Yoona mendorong pelan Jonghyun. Ia merasa bahwa mencium Jonghyun adalah hal yang salah, meski sebelumnya ia tidak langsung menolak Jonghyun.

“Mianhae.” kata Jonghyun pelan.

“Mianhae, Jonghyun. Kita tidak bisa bersama lagi.” kata Yoona seraya meninggalkan Jonghyun.

Namun Jonghyun menahan lengan Yoona, “Wae?”

“Aku baru putus dengan temanmu lalu kau menciumku tanpa tahu alasan aku putus dengannya padahal masalah kami lebih berat dari yang orang pikir.” Yoona menyelesaikannya kalimatnya dalam sekali napas. Ia hanya menunduk dan menggeleng-gelengkan kepala selagi mengutarakannya.

“Maka dari itu, beritahu aku semuanya.”

***

Minhyuk sudah tiba di luar gedung pertunjukkan dan ia mencari-cari sosok Yuri. Yah, ia pikir dirinya akan lebih berguna menenangkan temannya yang menangis dibanding mengganggu temannya yang sedang berciuman atau melarang temannya yang lain yang tengah menyatakan cinta sekalipun pernyataan itu untuk yeoja pujaan Minhyuk.

Minhyuk akhirnya menemukan Yuri tengah duduk bersandar pada sebuah tembok. Ia melipat kakinya dan menumpangkan kepalanya ke atas kedua lututnya, menunduk sambil menangis. Minhyuk tidak pernah berpikir kalau Yuri juga bisa menangis, mengingat pembawaannya yang selalu ceria atau tepatnya menyebalkan di hadapannya.

Minhyuk ikut duduk di sebelah kanan Yuri. Yuri masih menunduk, entah ia tahu keberadaan Minhyuk atau tidak.

“Ya! Kau belum makan ya?” kata Minhyuk sedikit galak, seperti yang biasa ia lakukan.

Yuri masih dengan mata berair menoleh sedikit lalu langsung menutup wajahnya lagi. Rupanya ia baru tahu kalau Minhyuk datang dan ia tidak mau dilihat Minhyuk sedang menangis.

“Cuma satu kotak yang tersisa dan semua orang bilang mereka sudah makan. Berarti ini punyamu.” Minhyuk mendekatkan kotak makanan itu ke lengan Yuri, berharap Yuri merespon.

Tapi ternyata Yuri masih diam dan menunduk menutup wajahnya.

“Hanya tidak dapat makanan saja kok menangis sampai banjir.”

Yuri mengangkat kotak makan putih di sebelah kirinya sambil terus menunduk, bermaksud menunjukkannya pada Minhyuk.

“Oh, ya sudah kalau sudah punya makanan. Yang ini buatku saja.”

Yuri meletakkan kembali kotak makan di tangannya. Lalu dengan tangan yang sama ia menengadahkan tangannya kepada Minhyuk.

“Mwo? Kau mau yang ini? Kau kan sudah punya makanan.” kata Minhyuk mengangkat-angkat kotak makanan di tangan kirinya.

Yuri mengintip sedikit ke arah Minhyuk lalu tangannya merebut kotak makanan dari tangan Minhyuk dan menaruhnya di sebelah kirinya.

“Aish~” Minhyuk tertawa kecil melihat tingkah temannya.

***

“Ayo, Seohyun jawablah.. Goguma atau hamburger?” kata Tiffany.

“Goguma.”

Jawaban Seohyun disusul teriakan gembira dan tepuk tangan, tapi bukan tepuk tangan yang ramai dan riuh melainkan hanya riuh kegembiraan dari enam yeoja yang berdiri di dekat Seohyun.

Menyadari bahwa jawaban Seohyun tidak dimengerti siapa pun kecuali dirinya dan kelima temannya, Taeyeon segera angkat suara, “Itu artinya dia terima.”

Sekejap, gedung pentas itu dipenuhi teriakan, tepuk tangan, maupun siulan. Semua orang nampaknya turut merasakan kebahagiaan untuk teman mereka, Yonghwa dan Seohyun.

“Yaah.. sayang sekali dia sudah punya pacar sekarang.” kata seorang yeoja berhidung pesek menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Beruntung sekali yeoja itu jadi pacarnya Jungshin-oppa.”

Jungshin yang mendengar hal itu memicingkan matanya melirik yeoja di sampingnya. Ia bingung kenapa jadi namanya yang dibawa-bawa.

***

Yuri masih menunduk, tak juga memunculkan wajahnya. Entah masih menangis atau tidak, Minhyuk tak tahu. Bisa saja Yuri masih menangis dalam diam.

“Kalau kau mau, kau boleh cerita padaku kenapa kau menangis.”

Yuri tidak menjawab apa-apa. Minhyuk menghela napas, lalu ia bernyanyi. Sebuah lagu yang mungkin bisa menghibur Yuri, ia pikir.

“It’s hard to say your mind

Kagayaku mabushii yokogao

I can tell you my own

Kimi ga yurushitekureru nara”

Minhyuk terus bernyanyi, tapi Yuri masih terdiam. Yuri sendiri tidak mengerti makna lagu itu karena berbahasa Jepang. Namun, Yuri mulai sedikit mengerti maknanya saat Minhyuk menyanyikan bagian bahasa inggrisnya.

“I don’t wanna see you feeling blue

I don’t wanna see your light is gone

Towa naru jikan itsu..”

“Sudah berhenti.” kata Yuri menghentikan nyanyian Minhyuk.

“Suaramu jelek.” Yuri menegakkan kepalanya dan memandang Minhyuk, nampak oleh Minhyuk wajah Yuri yang sembab.

“Mukamu jelek.” Minhyuk menunjuk wajah Yuri.

Mendengar itu, Yuri mengerucutkan bibirnya dan menenggelamkan wajahnya lagi.

“Ya! Ya! Jangan menangis lagi. Aku kan cuma bercanda.”

Yuri tidak jadi menunduk lagi, gantinya ia memandang Minhyuk. Ia terkejut mendengar ucapan Minhyuk, kedengaran penuh perhatian. Ia pikir Minhyuk tidak mungkin bicara seperti itu padanya. Minhyuk sendiri menyadari ucapannya, terlihat dari cara Yuri memandangnya. Mereka hanyut dalam keheningan sejenak, saling menatap, sampai Yuri merasakan perutnya memanggil.

“Ah, aku lapar.”

“O..oh iya. Makanlah kalau begitu.”

***

Jonghyun dan Yoona memutuskan untuk pergi ke taman kota. Mereka duduk di atas ayunan, sama-sama terlarut dalam pikiran masing-masing.

“Kau belum mau memberitahuku?” Jonghyun yang masih penasaran menagih janji Yoona.

“Hm?”

“Kalau belum siap, tidak apa-apa. Aku akan menunggu.”

“Tidak usah menunggu, Jonghyun.”

“Tidak bisa. Aku pasti menunggumu.”

Mendengar kata-kata Jonghyun, Yoona terdiam seribu bahasa.

“Sejak dulu.” tambah Jonghyun.

“Aku tidak mengerti kenapa kau selalu menungguku, padahal kau yang meninggalkanku.” protes Yoona kemudian.

“Mwo? Kau bilang aku yang meninggalkanmu? Siapa yang meninggalkan siapa?” Jonghyun semakin bingung dengan perkataan Yoona.

“Jelas kau yang meninggalkanku. Kau yang pindah ke Busan tanpa mengatakan apapun.”

“Aku memang pindah ke Busan, tapi aku bukan pergi begitu saja. Aku sudah bilang padamu..”

“Bilang apa?” Yoona memotong kata-kata Jonghyun.

“Bilang bahwa aku pindah ke Busan bersama keluargaku dan berjanji aku akan kuliah di Seoul sehingga kita bertemu lagi. Oh iya, satu lagi, aku minta kau untuk menungguku sampai kita bertemu lagi di Seoul.” Jonghyun menyelesaikan kalimatnya dalam sekali napas.

Tambahnya, “Aku mengirim e-mail padamu saat itu. Tidakkah kau membukanya?”

Yoona terlihat terkejut mendengarnya, seakan ia baru tahu kalau Jonghyun melakukan segala hal itu. Yang ia tahu Jonghyun pergi meninggalkannya tanpa sepatah kata pun.

Membaca ekspresi Yoona, Jonghyun menebak, “Jangan bilang kau tidak tahu kalau aku mengirim e-mail itu padamu?”

“T..tidak, aku sungguh-sungguh tidak tahu.” tampak raut penyesalan di wajah Yoona.

“Mianhae, Jonghyun-ah. Itu pasti karena ayahku.”

-Flashback-

Malam telah menyambut, namun Jonghyun dan Yoona belum pulang. Mereka baru saja keluar dari sebuah rumah makan sederhana, melangkahkan kaki mereka menuju halte terdekat. Namun kemudian hujan menyambut langkah mereka. Masih dengan seragam SMP, mereka berlari menghindari hujan. Jonghyun menggenggam tangan Yoona, seperti menuntunnya untuk menyelamatkan diri dari derasnya hujan. Mereka berlari terus hingga tiba di sebuah halte.

“Hujan lagi, Jonghyun.” kata Yoona setibanya mereka di halte.

“Ne. Kau suka kan?”

“Hm.” Yoona mengangguk semangat.

“Tapi kau ikut bersedih saat melihat hujan?”

“Hm.” anggukan Yoona sama semangatnya seperti sebelumnya.

“Kenapa begitu? Kau punya kenangan sedihkah saat hujan?”

Jonghyun hanya menebak walau ia tak yakin itu alasan Yoona bersedih saat hujan.

“Bingo. Kau benar. Ibuku pergi saat hujan turun.”

“Mianhae. Aku turut berduka cita.” Jonghyun tertunduk, merasa salah bicara.

Yoona berbalik menoleh kepada Jonghyun, “Ani-yah. Ibu ku belum meninggal.”

Jonghyun menegakkan kembali kepalanya dan nampak bingung, “Hm?”

“Dia hanya pergi, pergi begitu saja meninggalkan aku dan ayahku.” Yoona kemudian ikut duduk di bangku halte di samping Jonghyun.

Jonghyun terdiam, bersiap mendengarkan cerita Yoona, juga bersiap menenangkan hatinya jika ia akan menangis.

“Waktu itu aku masih berusia lima tahun. Ayahku dan ibuku tampak akur-akur saja bagiku. Kami berlibur bersama saat musim panas dan kami bahagia. Tapi, satu kali hujan turun. Ibuku menangis tersedu-sedu sambil mengepak pakaiannya. Ayahku terus memohon ibuku untuk tidak pergi, tapi ibuku bersikeras untuk meninggalkan rumah. Ia memanggilku lalu menggendong dan menciumku, kemudian ia pergi dari rumah di tengah hujan. Sejak itu, ia tidak pernah kembali.”

Benar saja, Yoona menangis tersedu-sedu setelah menyelesaikan ceritanya. Jonghyun merangkulkan tangannya ke bahu Yoona dan membiarkannya menangis di bahunya. Ia menepuk-nepuk bahu Yoona tanpa berkata-kata, ia tahu dengan hal itu saja Yoona dapat lebih tenang. Benar saja, Yoona perlahan kembali tenang dan berhenti dari tangisannya.

“Gomawo Jonghyun-ah.” kata Yoona masih tetap bersandar.

Belum sempat Jonghyun berkata apa-apa, sebuah mobil datang menepi di depan halte tempat mereka berteduh. Yoona langsung menegakkan kepalanya, terkejut melihat seorang namja paruh baya yang keluar dari mobil.

“Appa.”

“Yoona-yah, pulang sekarang! Kenapa kamu ikut-ikutan dengan temanmu keluyuran sampai malam begini.” kata namja paruh baya itu seraya menarik lengan anaknya.

“Ani-yah, Appa. Kami kehujanan dan hanya berteduh menunggu hujan reda.”

“Kalau sampai malam seperti ini, namanya sudah tidak wajar.”

“Appa!”

Kenyataannya, Yoona memang sudah meminta izin kepada ayahnya untuk pulang pukul enam sore, tapi hujan menghalanginya untuk pulang hingga malam menjemput.

“Kau.” tunjuk Ayah Yoona ke arah Jonghyun.

Jonghyun tidak tahu harus berbuat apa. Jangankan berbuat sesuatu, berkata pun tidak mampu.

“Pulanglah sekarang.” kata Ayah Yoona menyerahkan sebuah payung pada Jonghyun.

“Tidak usah kau kembalikan payung itu, juga tidak usah menemui Yoona lagi.”

Ayah Yoona menarik lengan Yoona dan membukakan pintu mobil baginya, lalu dirinya sendiri pun masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya meninggalkan Jonghyun di halte itu.

-Flashback end-

Kenangan itu kambali hadir di antara Jonghyun dan Yoona, mengingatkan kembali alasan mereka berpisah.

***

Malam itu, para anggota klub musik bergembira. Bagaimana tidak, esoknya mereka akan tampil ditambah lagi berita gembira yang datang dari pasangan baru, Yonghwa dan Seohyun.

Jungshin sendiri sudah mengucapkan selamat pada Yonghwa, ia merasa senang akhirnya punya kakak ipar. Setelah selesai mendekorasi ruang pertunjukkan bersama teman-teman yang lain, ia berniat mengajak Yonghwa pulang bersama seperti biasanya. Ia tidak melihat Minhyuk maupun Jonghyun dimana-mana, yah ia pikir paling tidak masih ada Yonghwa-hyung yang akan menemaninya pulang.

“Hy..” baru saja Jungshin akan memanggil Yonghwa, Yonghwa sudah keluar meninggalkan ruang pertunjukkan bersama Seohyun.

“Haa~ah.. Hyung sudah lupa padaku.”

***

Yonghwa dan Seohyun, sama seperti hari-hari mereka sebelumnya, duduk berdampingan di dalam bus. Yonghwa tidak ada henti-hentinya tersenyum merekah, ia memang tidak pandai menyembunyikan perasaan. Di sisi lain, Seohyun terlihat manis dan malu-malu, tidak berbeda dengan biasanya karena ia pandai mengolah perasaan.

“Hyu~un” panggil Yonghwa manja.

“Ne?”

“Karena kita sudah menikah, ki..”

“Mwo? Menikah?” Seohyun memotong perkataan Yonghwa.

“Yaa itu hanya kiasan, Hyun.”

“Kiasan untuk apa?”

“Yaa.. kau kan sudah menerima pernyataanku.. jadi..” Yonghwa memilih kata-katanya dengan hati-hati.

“Kapan aku menerima pernyataanmu, Oppa?” Seohyun bertanya polos seakan tidak mengerti maksud Yonghwa, padahal ia sangat mengerti.

“Jangan berpura-pura, Seo Joo Hyun. Tadi itu. Saat kau bilang goguma.”

“Aku hanya lapar dan teringat makanan kesukaanku, jadi kubilang goguma.” Seohyun memberi alasan yang tidak masuk akal.

Tambahnya, “Mungkin Oppa salah paham.”

Yonghwa bingung memilih antara mempercayai hatinya bahwa Seohyun bercanda atau mempercayai pendengarannya bahwa Seohyun menolaknya.

“Hm, baiklah. Aku turun disini saja.” Yonghwa bertingkah seperti anak kecil. Ia hendak bangkit dari tempat duduknya, tapi Seohyun menahannya.

“Oppa! Aku kan bercanda.” Seohyun kemudian memamerkan senyum jahilnya. Jarang-jarang ia mengerjai orang, Yonghwa termasuk orang yang beruntung dikerjai Seohyun.

Yonghwa mengikuti permainan Seohyun, kini ia pura-pura marah. Semua orang yang melihat juga tahu kalau ekspresi marahnya palsu dan hanya sekadar candaan.

“Oke, sekarang jelaskan padaku supaya aku tidak salah paham. Kau ini mau menikah denganku atau tidak?”

“Mwoo? Kenapa jadi menikah lagi?”

“Jawab sekarang atau aku akan turun sekarang juga.” Yonghwa bertingkah seperti anak kecil, melipat kedua tangannya di depan dada.

“Oppa!”

“Ne, ne, baiklah. Kuanggap itu sebagai ‘ya’. Kupikir itu berarti kau harus memanggilku dengan cara yang berbeda. Coba panggil aku.”

“Eeng.. Yo~ong-oppa?” tanya Seohyun ragu.

“Kau tidak mau memanggilku ‘yeobo’ atau ‘jagi’ begitu?” goda Yonghwa

Seohyun terlalu malu untuk menjawab, Yonghwa segera tahu hal itu.

“Baiklah kalau kau belum siap. Nanti juga dengan sendirinya kau akan memanggilku begitu, kkk.” Yonghwa terkekeh sendiri membayangkan saat Seohyun akan memanggilnya begitu kelak.

***

“Jadi.. kau dan Taecyeon?”

Jonghyun dan Yoona sudah menyelesaikan pembicaraan mereka tentang kesalahpahaman di antara mereka di masa lalu. Sejak Jonghyun dan Yoona dilarang untuk bertemu oleh ayah Yoona, mereka tidak bisa berkomunikasi karena ayah Yoona selalu mengawasi putrinya. Hanya satu cara mereka berkomunikasi saat itu, melalui e-mail. Namun, siapa yang tahu kalau ayah Yoona juga bisa memasuki account e-mail Yoona sehingga saat Jonghyun pindah ke Busan, Yoona tidak tahu apa-apa. Karena itu, yang Yoona tahu sejak dulu sampai sekarang adalah Jonghyun meninggalkannya tanpa sepatah kata pun.

“Kami putus, tadi pagi. Hah, semua orang juga tahu.” keluh Yoona.

“Orang mungkin berpikir Taecyeon yang memutuskan hubungan dan aku tercampakkan, itu terlihat dari cara mereka memandangku.”

Jonghyun mendengarkan dengan seksama curahan hati Yoona, seperti di masa yang lalu Jonghyun selalu begitu.

Yoona melanjutkan, ”Itu semua salah, Jonghyun. Orang-orang benar melihat kami bertengkar tadi pagi di depan kampus saat Taecyeon dengan marah mengucapkan kata putus. Tapi bukan dia yang memutuskan hubungan, aku yang terlebih dulu memutuskan hubungan, dia hanya marah dan pada akhirnya mengakui putusnya kami dengan kemarahannya.”

“Apa alasanmu putus dengannya?”

“Itu dia, Jonghyun. Kurasa hanya kau yang tahu masalah ini. Itu karena ibu Taecyeon..” Yoona menghela napas sejenak.

“..adalah ibuku.”

*********

26 thoughts on “No One Get the Ideal [Chapter 7]

  1. Owh jd yoona jonghyun haxa salah paham toh., Knp ayahx yoona malah melarang dy ktmu jonghyun…ada apa emang antara appa yoona&keluarga jonghyun??

    Yoona jonghyun tuh couple fav q stlah yongseo,jd tlng pertahankan mrk haha

    aq suka dah cra minhyuk nenangin yuri..Wuah tmben minhyuk perhatian ma yul hehe

    yongseo sweet dah.yong emang choding hehe,g brubh2

    • gimana ya yoona mau sama jonghyun lagi ga yaa, kkk.
      sama aku juga suka sama minhyuk *lho? minhyuk kan teman yang baik~
      iya nih si yong choding mulu, ehmm

  2. yongseo,, yongseo !!!
    so sweet bgt dueh.. huhhu
    daebak author !!!
    yg slanjut’y part yongseo mkin bnyk ya.. hehehe
    kerennn kereennn kerennn

  3. BEUK! YONGSEO JJAAAAANNNGGGG!!! itu si yuri minhyuk lucu amat dah. trus si bocah pesek itu mau aja lagi di boongin. yoona jonghyun… nyesek abis yoona nya. ditunggu lanjutannyaaa~

  4. horeeeee yongseo jadian!😄 penasaran tapi sama taecyeon dan yoona, kok bisa ya emaknya sama? ayo ayo author lanjuttt! *maksa

  5. ahhh aku suka jonghyun-yuri kenapa jd jonghyun-yoona😦
    author boleh req ga? Ntar bikinin ff jonghyun-yuri dong.. Plizz mereka couple fav aku ><

  6. kocak nih yongseo, bikin senyum-senyum sendiri bacanya. goguma atau burger? kya~~~ jadi inget wgm.
    minhyuk kan ya yg suka seohyun? udah mulai sedikit berpaling ke yuri ya.. keke. boleh boleh. mereka bakal jadi pasangan teraneh -mungkin-.
    tuh kan kasian jungshin. baru aja yongseo pacaran udah terabaikan. sini sini sama aku /plak.
    suka deh sama jonghyun-yoona di sini. so sweet. cuma gara-gara email mereka jd salah paham. dan ganyangka ibu taecyeon ibunya yoona. ibu kandung taecyeon kah?
    super penasaran.
    lanjut~~~~~~~~

    • iya minhyuk suka seohyun tapi malah milih nolong yuri, hmm bisa jadi aneh juga.
      jungshin jadi super protagonis dia mah,hidup menderita -authorjahat-
      ibu taecyeon tuh ibu kandung yoona ga yah? ehmm, hehehe

  7. akhirnya yongseo jadian lagi😀 ~

    terungkap juga akhirnya masa lalu yoona dan jonghyun ~

    minhyuk pun semakin dekat dengan yuri😀 ~

  8. akhirnya yongseo jadian lagi😀 ~

    terungkap juga akhirnya masa lalu yoona dan jonghyun ~

    minhyuk pun semakin dekat dengan yuri😀 ~

    ditunggu kelanjutannya ~

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s