[AuthorLepas] RETALATION OF GRUDGE [1 of 2]

NB  : Annyeong.. I’ll Back..😀.. Makasih buat chingudeul yang udah berpartisipasi di NEED CAST kemarin yaaa.. Dan cast yang beruntung untuk FF “RETALATION OF GRUDGE” adalah yang punya nama korea “HAN JIKYO”.. Sedangkan untuk cast yeoja FF “REGRET” adalah yang punya nama korea “SHIN YONGNEUL”

Chukahae buat yang kepilih.. Dan yang ngga kepilih maaf yaa.. Mungkin kalo ada kesempatan bisa di pairing di FF yang lain ^^.

Oiya, kemaren banyak yang milih FF “RETALATION OF GRUDGE”. Jadi saya putuskan untuk publish itu duluan. Dan chapter pertama ini, banyak adegan mewek-meweknya. Dan untuk adegan tembak-menembaknya (?) ada di part kedua. Happy reading.. ^^

 

 

Title  : Retaliation of Grudge – Chapter 1

Author  : Keynie^^ aka Jung Woon Min (Twitter : @weny28pooh)

Main Cast  : CNBLUE Lee Jonghyun, Han Jikyo (OCs)

Other Cast  : CNBLUE Jung Yonghwa, CNBLUE Lee Jungshin, CNBLUE Kang Minhyuk, Super Junior Cho Kyuhyun, Super Junior Choi Siwon, SNSD Seohyun

Rating  : PG-15

Length : Twoshoot.

Genre  : Thriller, Angst, Tragedy, Romance.

Disclaimer  : Alur dan ide cerita 100% ASLI pemikiran SAYA!

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Author POV

Jonghyun menatap kosong cermin yang ada di depannya. Satu kata yang menggambarkan keadaannya sekarang. Mengenaskan. Rambut yang acak-acakan, mata yang sembab disertai lingkaran hitam dibawah matanya, bajunya yang kusut, bibirnya yang nampak pucat dan wajahnya yang semakin tirus dari hari ke hari. Jonghyun tertawa skaptis melihat keadaannya sekarang. Ia meraih botol wine dan sloki di meja samping kanan tempat tidurnya. Lalu meneguknya dalam beberapa gelas. Kini botol wine itu hampir habis. Membuat Jonghyun makin merasakan sakit diperutnya karena sejak beberapa hari yang lalu tak ada sesuap nasi pun yang masuk ke perutnya kecuali minuman berakhohol itu.

 

Keadaan kamar yang ditempati Jonghyun sekarang pun tak jauh ada bedanya dengan dirinya. Kamar itu seperti kapal yang karam. Baju berserakan dimana-mana, seprei yang sudah tak lagi terpasang dengan baik di ranjang, alat make-up, hingga berbagai macam hiasan ruangan pun berhamburan di lantai. Bukti bahwa sang pemilik kamar tidak membersihkan suatu tempat yang sepertinya tak layak lagi disebut sebagai kamar itu.

 

Pening mulai menghampiri Jonghyun, namun ia tetap memaksakan diri untuk terus berdiri. Dengan langkah yang terhuyung, Jonghyun pun duduk di sisi kiri tempat tidurnya. Mengambil satu frame foto di meja samping kiri tempat tidurnya. Memandangi objek di dalamnya. Ia tersenyum miris. Mengingat berbagai memori saat pengambilan foto itu. Di foto itu, seorang yeoja hanya berbalutkan handuk ditubuh dan kepalanya, sedangkan sang namja dengan pakaian kantornya yang cukup kusut.  Keduanya tersenyum lebar menghadap kamera, dan terlihat sangat bahagia. Jemari Jonghyun perlahan terangkat mengelus gambar wajah yeoja yang ada di foto itu. Airmata pun sudah mengalir deras dari pelupuk kedua matanya.

 

“Jikyongie….”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Flashback

1 Years ago..

Jonghyun POV

“Oppa, oddiga?”, suara yeoja yang kucintai itu menyeruak di ponselku.

“Aku masih dikantor chagi.. Wae?”, tanyaku berusaha agar suaraku terdengar biasa.

“Kau sudah makan?”

“Sebentar lagi aku akan makan.”

“YA! Oppa! Ini sudah hampir larut dan kau masih belum makan??? Kau mau penyakit maag mu itu kambuh lagi, huh?”

Astaga, suara istriku bombastis sekali. Sampai-sampai aku harus menjauhkan telingaku dari handphoneku -_-.

“Iya chagi.. Aku akan makan.”

“Oppa, masih lamakah?”

“Hmm.. sepertinya begitu. Akhir-akhir ini aku harus bekerja lebih keras. Agar perusahaanku menang di beberapa tender.”, bohongku.

“Apa Oppa lupa hari ini hari apa?”

 

Aku terdiam. Bukan memikirkan apa maksud pertanyaannya. Namun berusaha menahan tawaku. Aku membuat nada bicaraku seperti sedang berpikir dan akhirnya..

“Hari ini? Hari Kamis bukan? Memangnya ada apa dengan hari ini chagi?”

“Aigoo~~ bukan itu maksudku.. Ah sudahlah, selesaikan saja pekerjaanmu Oppa.”, ucapnya gusar. Aku tersenyum mendengarnya.

“Chagi, kau kenapa? Apa aku berbuat salah?”

“Ani. Tak usah dipikirkan. Bekerjalah kembali. Aku akan menutup telponnya.”

“Yeoboooo..”

“Apa lagi?”

“Apa kau sudah mandi?”

“Belum. Wae?”

“Ani. Segeralah mandi. Baunya tercium sampai sini.”

 

TUT TUT TUTTT

 

Telpon terputus. Yeoja-ku memutuskan sambungannya. Sekarang aku tak bisa lagi menyembunyikan tawaku. Maafkan aku sayang. Ini adalah bagian dari kejutanku untukmu. Hari ini adalah anniversary pernikahan kami yang kedua. Dan aku ingin memberikan sebuah kejutan istriku tercinta. Aku sengaja tak mengucapkan ucapan selamat atau apapaun padanya. Dan mengacuhkannya hari ini. Sengaja tak meneleponnya saat makan siang. Dan menghindar darinya. Aku mengambil bungkusan yang berisi kue tart dan makan malam kami hari ini. Serta tidak lupa, kado specialku untuknya. Ahh.. sepertinya malam ini akan jadi malam yang membahagiakan.

End Jonghyun POV

 

Author POV

Jonghyun keluar ruangan dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya. Kang Minhyuk, karyawan di kantornya yang malam itu akan pulang larut menyapanya.

“Annyeonghaseyo, sajangnim.”

“Oh, Minhyuk-ssi, Annyeonghaseyo. Kau belum pulang?”

“Belum, sajangmin.”

“Aigoo~~ ini sudah lewat dari jam kantor. Panggil saja aku hyung, tidak perlu sungkan”

“N..ne, Saj- maksudku hyung..”

Jonghyun tertawa renyah. Membuat Minhyuk tersenyum. Minhyuk kemudian melirik beberapa bungkusan plastik yang dibawa Jonghyun.

“Ini isinya kue tart dan makan malam untuk istriku. Malam ini anniversary pernikahan kami yang kedua.”, ucap Jonghyun seakan menjawab pertanyaan yang ada di otak Minhyuk.

“Jincayo? Wah, chukkahamnida hyung.. Semoga pernikahanmu awet selalu.”

“Gamsahamnida Minhyuk-ssi.”

“Hyung, mau saya bantu mengangkat plastik-plastik ini?”

“Oh, tidak usah Minhyuk-ssi. Aku merepotkanmu.”

“Gwaenchana, hyung.. Aku senang bisa membantumu..”

“Tidak usah, aku bisa membawanya sendiri. Doakan aku yaa.. Semoga malam ini semuanya lancar. Hehe ^^”, Jonghyun tersenyum dengan manisnya.

 

Minhyuk sempat terkejut melihat apa yang ada di depan matanya kali ini. Yang dia ketahui, Lee Jonghyun adalah seorang direktur yang perfeksionis, bersahaja, tegas, dan berwibawa. Namun saat ini, Minhyuk seakan melihat sisi lain dari Jonghyun.

“Aigoo~~ kenapa? Kau kaget melihatku seperti ini? Semua sikapku yang kutunjukkan selama ini hanya saat jam kerja kantor saja Minhyuk-ssi. Diluar jam kantor, aku akan bersikap friendly kepada semua orang. Tak terkecuali dirimu.”

“Ah, ye.. Saya mengerti hyung..”

“Baiklah, aku harus pergi.. Kau jangan sampai pulang terlalu larut. Aku duluan yaa? Selamat malam.”

“Ne..hyung.. Selamat malam.”

 

Jonghyun berlalu meninggalkan Minhyuk yang masih takjub untuk beberapa saat. Saat Jonghyun sudah menghilang melalui lift, Minhyuk tersenyum.

“Aigoo~~ beruntungnya Nyonya Lee mendapatkan suami seperti Sajangnim”.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

@Other Side..

 

Jikyo POV

Aaaaaa!!! Jonghyun Oppa menyebalkan!!!! Masa dia lupa tentang hari ini???? Hari anniversary kami yang kedua yang seharusnya menjadi agenda penting untuknya. Aigoo~~ ini akan membuatku gila!! Lihat saja Oppa!!! Kalau kau datang, aku tak akan memaafkanmu!! O.o

Sebaiknya aku mandi untuk menenangkan pikiranku. Aigoo~~ aku jadi teringat ucapan bodoh suami ku itu tadi. Bukannya memberikan ucapan selamat dan juga kejutan, dia malah mengataiku bau. Suami macam apa itu??!!! -_-. Kuputuskan untuk segera mandi. Semoga air akan membuat emosiku berkurang.

Lee Jonghyun, hidupmu akan bermasalah kali ini…

End Jikyo POV

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Author POV

Jonghyun melangkah dengan sangat pelan ke masuk ke dalam rumah mereka. Ia mendengar suara air shower yang menandakan istri tercintanya sedang mandi. Jonghyun terkikik geli. Dengan cekatan, ia segera mempersiapkan segala sesuatunya di atas meja makan. Setelah selesai, ia masuk ke dalam kamar. Mematikan saklar lampu kamar mereka dan segera bersembunyi di balik pintu.

 

Tak lama kemudian…

Jikyo keluar dari kamar mandi. Ia terheran melihat lampu di kamarnya mati.

“Rasanya tadi aku hidupkan saja lampunya.”

Jikyo mencari saklar lampu di tengah terbatasnya cahaya yang hanya mengandalkan cahaya dari lampoon kecil di kamar mandi. Mata Jikyo memang tak pernah bisa beradaptasi dengan gelap. Ia tak takut, tapi pandangannya akan menjadi sangat buruk di tempat yang gelap atau kurang cahaya.

 

CKLEKKK

 

Tepat setelah saklar lampu ia hidupkan. Seseorang memeluk Jikyo dari belakang.

“KYAAAAAAAAA~~~~”, Jikyo berteriak nyaring.

“SSSSTTT!! Ini aku yeobo, suamimu yang tampan.”

“OPPA!!!”, teriak Jikyo lalu memukul-mukul lengan Jonghyun. Membuat Jonghyun meringis kesakitan.

“Yeobo, appooo..”

“KAU MAU MEMBUATKU MATI TERKENA SERANGAN JANTUNG, HUH?”

Jonghyun tahu kalau Jikyo sudah berteriak seperti itu disertai dengan tatapan matanya yang sadis berarti Jonghyun sudah membuat kesalahan yang cukup besar.

 

“Chagiii… maafkan aku.. Aku hanya ingin memberimu sedikit kejutan.”, kata Jonghyun sambil memeluk Jikyo. Jikyo awalnya mendengus kesal. Namun tidak lagi saat Jonghyun mencium tengkuk Jikyo dengan lembut. Wangi orange menyeruak di hidung Jonghyun saat mencium tengkuk Jikyo. Membuat Jikyo merinding.

“Op..paaa… Ak..ku ha..ruuss pasang baa..juu..”, Jikyo berusaha menyadarkan pikirannya. Namun Jonghyun kembali memeluk Jikyo dan menyandarkan kepalanya dengan lembut di bahu Jikyo yang tak terbalut apapun.

“Biarkan seperti ini.. sebentar sajaaa..”, ucap Jonghyun. Jikyo menurut. Ia tak lagi protes. Jikyo memang selalu lemah pada namjanya yang satu ini. Bahkan sering ia termakan omongan sendiri karena tak sangggup untuk bertengkar dengan Jonghyun.

 

“Yeobo, aku sudah menyiapkan sesuatu malam ini.. Kajja..”, Jonghyun menarik tangan Jikyo keluar kamar.

“Oppa! Aku masih pakai handuk.”, keluh Jikyo.

“Gwaenchana. Kalau kau masih berbicara, bibirmu tak akan ‘selamat’ dariku chagi..”, Jonghyun mengerling nakal. Lalu mendudukan istrinya di kursi meja makan. Jikyo terpana melihat apa yang ada di atas meja makan. Candle Light Dinner yang amat romantis serta sebuah kue tart berukuran sedang, lengkap dengan lilin angka 2 bertuliskan.. “HAPPY 2ND ANNIVERSARY.. JONGHYUN & JIKYO”

 

“Oppaa…”, Jikyo tak mampu berkata apa-apa lagi pada Jonghyun.

“Chuahaeyo?”

“Neomu…”, Jikyo tersenyum cerah dan mengecup kilat pipi Jonghyun.

Jonghyun duduk di sisi meja makan lainnya, berhadapan dengan Jikyo. Jikyo tersadar akan sesuatu.

 

“Bukankah tadi di telepon Oppa bilang akan pulang larut?”

“Aku tak bilang seperti itu”

JIkyo menggembungkan pipinya kesal. Membuat tawa Jonghyun meledak.

“Hahahaha.. Kau ini lucu sekali. Baiklah, aku mengaku. Aku sengaja berbohong padamu. Untuk mempersiapkan semua ini.”

Raut kesal di wajah Jikyo berubah menjadi senang.

 

“Jadi, kau ingat hari ini?”

Jonghyun sedikit berdiri untuk mencubit pipi Jikyo.

“Oppaaaa!!! Appoyoooo!!!”, Jikyo mengusap pipi kirinya yang dicubit Jonghyun.

“Mana mungkin aku lupa, yeobo.. Hari ini adalah hari yang harus selalu wajib ku ingat. 2 tahun yang lalu, tepat pada hari ini, aku bersaksi di hadapan Tuhan untuk selalu mencintai seorang wanita di depanku ini. Bersedia untuk selalu mencintai dan mengasihinya, berbagi dalam suka maupun duka, dan menjadi sandaran jika ia lelah dan kesulitan. Aku tak akan pernah lupa akan hal itu.”, Jonghyun menutup perkataannya dengan senyuman. Membuat Jikyo terpana melihatnya.

 

Jonghyun menggenggam tangan kanan Jikyo dengan tangan kirinya. Menatap mata Jikyo dalam.

“Happy anniversary, istriku..”, ucap Jonghyun dengan tulus. Keduanya saling tersenyum satu sama lain.

“Kita harus segera meniup lilinnya. Sebelum lilin itu merusak kue indah ini. Hitungan ketiga tiup bersama yaa..”

“Oppa, buat permohonan dulu.”, ucap Jikyo. Jonghyun menganggukan kepalanya tanda setuju. Keduanya sama-sama berdoa dalam hati.

Tuhan, terima kasih untuk hari ini. Aku harap selamanya akan seperti ini, bahagia bersama Jonghyun Oppa dan anak-anak kami kelak.”, doa Jikyo

Aku berharap aku dan Jikyo selalu bahagia dan segera punya anak.”, doa Jonghyun.

Dan keduanya bersama-sama untuk meniup lilin.

 

“Chagi, kita harus abadikan moment ini..”, dan tanpa menunggu jawaban Jikyo, Jonghyun segera mengeluarkan kamera digital yang memang sengaja ia persiapkan untuk hari ini. Lalu memeluk Jikyo dan berkata “yeobo, say kimchi..”, Jonghyun mengarahkan kamera itu ke wajah mereka berdua dan…

“Kimchiiiiiii…….”, ucap keduanya bersamaan.

 

JEPRETTTTT

 

Keduanya tersenyum melihat hasil foto yang ada. Keduanya tersenyum lebar ke arah kamera. Jonghyun dengan seragam kantornya yang sudah tidak beraturan, dan yang paling parah adalah Jikyo yang hanya terlilit handuk di badan dan kepalanya. Namun, hal itu tak mengurangi kebahagiaan diantara mereka. Beginilah kehidupan pernikahan ala Jonghyun dan Jikyo. Terkadang keduanya akan berperilaku sangat romantis, tapi terkadang juga bertingkah konyol seperti anak kecil satu sama lain. Namun meski seperti itu, Jonghyun dan Jikyo tak pernah bertengkar dalam waktu yang lama. Selalu saja ada yang bisa mengalah diantara mereka berdua. Dan setelah itu, mereka seolah melupakan masalah yang pernah menghampiri mereka.

 

Jikyo hendak mengganti handuk yang ia kenakan dengan baju ketika sebuah tangan melingkar di pinggangnya.

“Yeobo..”

“Apa lagi Oppa?”

“Tutup matamu, dan jangan mengintip.”

“Ada apa? Kau tidak akan macam-macam padaku kan?”

“Tentu tidak sayang. Cepat tutup matamu.”

Jikyo menutup matanya dengan patuh. Beberapa detik kemudian, ia merasakan sebuah benda yang dingin menyentuh bagian lehernya.

“Buka matamu sekarang.”

 

Jikyo terbelalak kaget melihat benda yang kini bertengger di lehernya. Sebuah kalung berbandul hati bermata biru safir yang sangat indah.

“Ini hadiah anniversary kita..”

“Gomawo Oppa..”, Jikyo memeluk Jonghyun bahagia dan mengecup bibir Jonghyun kilat.

“Maaf kalau aku tak bisa memberikan kado apapun untukmu.”, sesal Jikyo

“Eii~ kehadiranmu merupakan kado untukku yeobo.. Hmm, sebenarnya kau bisa memberikanku kado malam ini. Tak perlu keluar rumah dan tak perlu uang.”

“Apa itu?”

Jonghyun mengerling nakal.

“Melayani suamimu.”

Jikyo tertawa kecil. Lalu mengangguk mengiyakan kemauan Jonghyun.

Jonghyun mulai merengkuh pinggang Jikyo dan mencium bibir Jikyo dengan lembut. Tangan Jikyo pun memeluk leher Jonghyun manja. Semakin lama mereka semakin memperdalam ciuman mereka. Jonghyun menghentikan kegiatannya sejenak. Menggendong Jikyo ala bridal style dan menutup pintu. Keduanya pun terlarut dalam penyatuan cinta yang besar malam itu.

Flashback end

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“ARRRRRGGGGGGGHHHHHHHHH !!!!!!!!!!!!!!!”, Jonghyun membanting keras lampu hias di meja samping kanan tempat tidurnya ke dinding. Lalu mulai berteriak-teriak, sambil terus melempari apa saja yang ada di kamarnya sekalipun kamar itu sudah hancur berantakan sebelumnya. Terakhir, ia melempar kaca kamarnya sendiri yang cukup besar dengan botol parfum yang ada di tangannya.

 

PRANGGGGGGG !!!!!!!!!!!!!!!

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Yonghwa tergesa-gesa mengetuk pintu. Pintu itu dikunci oleh pemiliknya. Disampingnya sudah ada Minhyuk.

 

PRANGGGGGGGG !!!!!!!!!

 

“Hyung, apalagi yang dilakukan Jonghyun hyung kali ini?”

“Entahlah Minhyuk, pintu ini tidak bisa dibuka. Aku akan mendobraknya.”

Minhyuk mengangguk cemas. Yonghwa melangkah mundur dan mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu.

 

BRAKKKKKK

 

Pintu itu terbuka dengan kasar. Yonghwa dan Minhyuk bergegas masuk dan menuju kamar Jonghyun. Mereka terbelalak kaget melihat Jonghyun sedang menggenggam serpihan kaca besar dan bersiap untuk menggoreskan kaca itu ke tangannya.

“JONGHYUN!!”, teriak Yonghwa.

Yonghwa segera berlari mengambil serpihan kaca itu dari tangan Jonghyun dan melemparnya asal. Tangan Jonghyun mengeluarkan banyak darah. Namun, Jonghyun masih menatap kosong. Tak menyadari Yonghwa ada di depannya.

“Minhyuk, ambil kotak P3K sekarang.”

Tanpa disuruh dua kali, Minhyuk bergegas mengambil kotak P3K di dapur dan memberikannya pada Yonghwa. Kini Yonghwa dan Jonghyun sudah duduk di pinggir kasur. Tatapan Jonghyun masih sama seperti sebelumnya. Kosong. Minhyuk menangis melihat orang yang sudah dianggapnya seperti kakak laki-lakinya sendiri itu dengan keadaan seperti ini. Lalu ia bersama Yonghwa mulai membersihkan darah di tangan kanan Jonghyun dan membalut lukanya.

 

Setelah selesai, keduanya membawa Jonghyun ke ruang tengah.

“Jonghyunnie~”, panggil Yonghwa dengan lembut. Jonghyun awalnya tetap diam. Namun Yonghwa merengkuh wajah Jonghyun untuk menghadap wajahnya. Dan kini, Jonghyun pun melihat kearah Yonghwa yang sudah hampir menangis.

“Jebal Jonghyunnie~~ Jangan siksa dirimu seperti ini lagi.. Kumohon..”, ucap Yonghwa lirih. Kini ia tak lagi bisa menahan airmatanya.

“Hyunggg~~~~”, ucap Jonghyun lirih.

Yonghwa segera merengkuh sahabat yang telah ia anggap seperti saudara kandung itu ke dalam pelukannya. Membiarkan Jonghyun merasakan sebuah perhatian yang sudah tak ia dapatkan beberapa hari ini. Minhyuk yang melihat kejadian itu juga ikut menangis. Sedih melihat Jonghyun yang begitu tersiksa sekarang. Jonghyun yang mulai menyadari semuanya terisak hebat di pelukan Yonghwa. Sesekali meneriakan nama “Jikyongie” dalam raungan tangisannya. Yonghwa dan Minhyuk hanya bisa menangis dalam diam. Setelah beberapa saat, Jonghyun kembali tenang. Yonghwa melepaskan pelukannya. Menatap mata Jonghyun.

“Jonghyunnie~.. maaf kalau aku tak berada disisimu saat semuanya terjadi. Aku benar-benar menyesal. Istriku Seohyun baru saja melahirkan jadi aku tak bisa meninggalkannya. Tapi, sekarang aku ada disini. Menemanimu. Berhenti bertingkah bodoh seperti ini Jonghyunnie~. Ada aku, Minhyuk, Jungshin yang masih menyayangimu. Kami semua membutuhkanmu. Kami merindukan sosok Jonghyun yang selalu bersinar dan tersenyum seperti dulu.”, ucap Yonghwa lirih. Jonghyun menatap mata Yonghwa.

 

“Ini salah!”, ucap Jonghyun dingin.

“Ini kenyataan Jonghyun, terimalah! Ia tak akan pernah kembali..”

“Tidak akan! Ini semua bohong kan hyung? Katakan padaku kalau ini semua bohong!!!!”, ucap Jonghyun yang kini mulai berteriak lagi.

“Jonghyun, kumohon kendalikan dirimu!”

“Tidak mungkin!! Ini semua pasti hanya mimpi!!!! ANDWAEEEEEE!!!!”, Jonghyun berteriak keras sambil menitikan air mata kepedihan. Kini Minhyuk yang memeluk Jonghyun dan membiarkan Jonghyun terus menangis pilu di dalam rangkulannya.

“Hyung, jangan ungkit lagi..”, pinta Minhyuk dengan airmata yang sudah membanjiri pipinya. Yonghwa mengangguk paham.

“Tenangkan dia dulu Minhyukkie.. Aku akan memasakan sesuatu untuknya.”

Minhyuk mengangguk patuh. Masih menenangkan tangisan Jonghyun yang tak kunjung reda.

 

“Jonghyunnie~ buka mulutmu..”

Jonghyun menggeleng lemah. Tatapan matanya mengarah ke depan. Bukan memperhatikan suatu objek. Jonghyun hanya memandang kosong.

“Kau harus makan Jonghyunnie.. Sedikit saja. Buka mulutmu.”, ucap Yonghwa.

Jonghyun memalingkan wajahnya, menolak untuk makan. Yonghwa dan Minhyuk menghela nafas.

“Hyung, biar aku coba”, kata Minhyuk mengambil makanan yang ada di tangan Yonghwa.

 

DRRTTT..DRRTTT

 

Yonghwa sedikit menjauh dari Jonghyun dan Minhyuk. Di ponselnya tertera nama Lee Jungshin.

“Yeobseyo, Jungshin-ah”

“…”

“Ne, aku ada di rumah Jonghyun.”

“…”

“Mworagu? Baiklah.. Aku akan menunggumu disini.”

“…”

“Ne, arraseoyeo”

 

FLIPP

 

Yonghwa menutup sambungan teleponnya.

“Apa itu Jungshin, hyung?”

“Ne, Minhyuk-ah…”, Yonghwa maju mendekati Minhyuk. Membisikan sesuatu di telinga Minhyuk.

“Bisa kau bawa Jonghyun ke kamar? Jungshin akan kemari membicarakan ‘kejadian’ itu.”

Minhyuk mengangguk mengerti. Lalu menuntun Jonghyun ke kamar.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Silakan duduk Jungshin-ah.”

Jungshin duduk di sofa yang dipersilakan Yonghwa.

“Kau baru datang hyung?”

“Ne, sesampainya aku di Seoul aku langsung kesini.”

“Bersama Minhyuk?”

“Terpisah. Aku dari Busan, dan Minhyuk dari Daegu. Ibunya sakit. Meskipun sudah agak mendingan katanya. Aku janjian dengannya untuk bersama-sama pergi ke Seoul hari ini. Menjenguk Jonghyun.”

Jungshin mengangguk paham. Lalu kembali memandang Yonghwa.

 

“Lalu… Bagaimana keadaan Jonghyun hyung?”

Yonghwa menghela nafas berat. Lalu memandang Jungshin sendu.

“Parah. Dia depresi berat. Kau tahu Jungshin? Aku merasa jadi sahabat sekaligus hyung yang gagal untuknya. Aku tak ada disaat ia mengalami masa-masa sulit. Sejujurnya, ini bukan kehendakku. Saat mendengar kabar itu, ingin rasanya aku langsung pergi ke Seoul. Tapi tepat saat itu, Seohyun mengalami kontraksi akan kandungannya. Dan sesuai perkiraan dokter, Seohyun melahirkan. Dia membutuhkanku. Minhyuk juga tidak bisa ada di Seoul hari itu. Aku pikir dengan dua hari meninggalkan Jonghyun di Seoul tidak akan apa-apa. Tapi…. Dugaanku salah. Aku sangat kaget melihat keadaannya. Perkiraanku, ia memang tak ada makan, mandi, atau apapun selain minum wine dan melempar semua barang-barang di kamarnya. Aku menemukan botol wine yang hampir habis di kamarnya dan keadaan kamarnya yang hancur berantakan. Aku heran, kemana semua sahabat terdekat Jonghyun saat Jonghyun mengalami hal seperti ini?”, Yonghwa berkata frustasi.

 

Jungshin tersenyum kecut.

“Aku tahu hyung apa penyebabnya.”

“Maksudmu?”

“Aku meminta izin komandan untuk mengusut kasus ini dan meminta bantuan beberapa temanku di kepolisian. Dan ini hasilnya.”

Jungshin menyerahkan file data yang ia bawa ke Yonghwa.

“Cho Kyuhyun? Bukannya dia salah satu pegawai JHL Corp? Bawahan Jonghyun dan sekaligus sahabat terdekatnya bukan? Dan Choi Siwon? Direktur Hyundai Corp? Apa..??”, tanya Yonghwa bingung.

“Ne hyung.. Mereka semua terlibat.”

“MWOOOO ???”

 

 

To Be Continued….

NB (again)   :  Gimana? Mian kalo ada typo yaaa.. ^^

Bagi yang bingung.. Nih aku jelasin.. Jonghyun itu direktur di perusahaannya, JHL Corp. Dan Minhyuk adalah salah satu pegawai disana. Yonghwa dan Jungshin itu juga sahabatnya Jonghyun. Teman SMA sampai kuliah. *anggep aja gitu :D*. Yonghwa itu sepupunya Minhyuk, statusnya udah nikah sama Seohyun *amin :D*. Detail gimana Minhyuk, Jonghyun, dan Yonghwa bisa deket, ntar aku ceritain di part selanjutnya. Sedangkan Jungshin, dia itu polisi. Atas inisiatifnya sendiri, Jungshin ngebantu mengusut ‘kasus’ Jonghyun. Penasaran kenapa ada nama Kyuhyun dan Siwon? Kejadian apa yang sebenernya menimpa Jonghyun? Kemana Jikyo? Ntar yaa itu ku jelasin semua di part 2.. Keke~~ ^^

Ada yang bingung? Tanyain aja.. Kecuali untuk cerita selanjutnya yaa.. Itu rahasia..😀 *pinjem gummy smile Eunhyuk*

 

Terakhir.. ku tunggu like dan commentnya ^^

11 thoughts on “[AuthorLepas] RETALATION OF GRUDGE [1 of 2]

  1. *Penasaran tingkat dewa* apa hubungan nya si kyu ma siwon trus kenapa dengan jikyo ama jonghyun apa si jikyonya selingkuh atau…. ah aku bingung ngejelasin nya … *readers galau* ==”

  2. Ehem,, gk nyangka nama q nongol d ffnya oennie,, ^^ . hehehehehe.. Gumawo.. Tpi kmna tu si jikyo???? tiba” z kgak nongol lgi… Ckckckc.. Ceritanya bikin galau.. Ayo lanjutin Thor….. Ayo..ayo.. #semangat45…

  3. asli deg2an.
    Awalnya miri pas awalnya. Trus flashback jadi senyum senyum sendiri. Jonghyun so sweet bgt. Suami idaman.
    Pas flashback end, jd miris lg sama jonghyun. Kasian.. Pasti dia cinta bgt sama jikyong.
    Penasaran siapa itu kyuhyun + siwon, tega bikin jonghyun begitu hu…
    Lanjut~

  4. aku dag dig dug duer baca ini
    tebakanku, jikyo itu dibunuh
    dan yg ngebunuh itu kyuhyun atas perintah siwon. Siwon mau ngehancurin jong biar perusahaanny bangkrut
    hihi..apa bgt ini saya sok tau sekali
    ah serulah pokoknya. Kebayang gmana syangnya jong sm jikyo smp2 dia depresi gtu.
    Ditunggu ya lanjutannya🙂

  5. Pingback: [Author Lepas] Retaliation of Grudge – Chapter 2A « ff CNBLUE indo

  6. Pingback: Retalation Of Grudge – Chapter 2B + Epilog « ff CNBLUE indo

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s