[AuthorLepas] I WILL ALWAYS WITH YOU, NO MATTER WHEN, NO MATTER LONG [Chap 1/2]


Author : otreh

Rating : PG-15

Length : two shots

Genre : romance, angst/tragedy, AU

Cast :

  • Yonghwa
  • Seohyun

Disclaimer : cerita ini terinspirasi sama sebuah anime yang berjudul clannad, tapi tidak 100%  sama, 80% adalah hasil pemikiran sendiri.

Note : coba deh nonton animenya sedih banget, dan entah mengapa pas aku nonton anime ini jadi inget ma Yonghwa ma CNBLUE, ceritanya berat butuh pemikiran yang jernih saat membacanya.

****************************************************************

 

Story begin

Yonghwa adalah pelajar yang terkenal dengan ketampanan dan kepiawaiannya dalam bermain gitar. Banyak perempuan yang mengincar Yonghwa untuk dijadikan pacarnya, hanya saja Yonghwa terlalu dingin untuk didekati. Hingga suatu saat dia bertemu dengan seorang perempuan bernama Seohyun.

Banyak perempuan di sekolah yang patah hati ketika tahu bahwa Yonghwa telah mengungkapkan perasaannya pada Seohyun.

Confession

Hari sudah sore seohyun dan Yonghwa masih berada di kelas dikarenakan giliran piket.

“Yonghwa, kamsahamnida.”

“buat apa?”

“karena kamu sudah membantuku piket hari ini padahal kamu kan ga ada jadwal piket.”

“hmmm, itu karena …. sesuatu.”

“sesuatu? Makdudmu apa Yong?”, matahari senja dari jendela kelas menerangi wajah Seohyun yang memancarkan raut penasaran.

Mendengar pernyataan itu, raut wajah Yonghwa berubah, dia terlihat sangat gugup. Wajahnya yang gugup semakin terlihat jelas karena sinar matahari yang mengenai wajahnya.

“sebenarnya aku ingin bilang padamu bahwa …… Na Neul Saranghae Seohyun ah …. aku menyayangimu,aku harap mulai besok saat ke sekolah kita sudah menjadi sepasang kekasih.”

Seohyun tertegun mendengar pengakuan mendadak dari Yonghwa, dia senang namun juga sedih. Dia tidak menyangka bahwa hari ini dia menemukan cinta pertamanya (dan mungkin cinta terakhirnya), seohyun meneteskan air mata lalu berlari menuju Yonghwa dan memeluk nya erat.

dalam pelukan , Seohyun menjawab dengan pelan ..

“Aku juga menyayangimu Yonghwa.”

Yonghwa tersenyum mendengar pengakuan Seohyun, dan Yonghwa pun membalas pelukan itu dengan mencium kening seohyun.

1 tahun kemudian ..

Akhirnya Seohyun dan Yonghwa lulus sekolah, di hari kelulusan itu Yonghwa berhasil menjadi siswa lulusan terbaik. Di upacara kelulusan itu banyak murid perempuan yang meminta kancing jas seragam Yonghwa (di jepang suka ada tradisi ambil kancing dari kakak kelas favorite), namun tentu saja Yonghwa tidak memberikan semuanya karena dia menyisakan satu buah kancing.

Yonghwa dan Seohyun pulang berdua, mereka bergandengan tangan sepanjang jalan. Akhirnya mereka pun berhenti sejenak di sebuah taman dan duduk di ayunan.

“Seohyun, ini.”, Yonghwa mengeluarkan sesuatu dari sakunya lalu memberikannya kepada Seohyun.

“apa ini, hah, kancing? Kau memberikan ini juga padaku, kamsahamnida Yong!”

“Itu adalah kancing terakhirku, aku ingat padamu jadi aku simpan, aku harap itu bisa menjadi kenangan kita berdua di SMA.”

Seohyun tersenyum senang mendengar ucapan Yonghwa, namun tiba – tiba Seohyun meremas kancing di tangannya dengan erat dan bibirnya bergetar.

“Yong, sebenarnya ada hal yang harus aku ceritakan padamu dan hal ini sangat penting.”

“Hal, apa? Ceritakan Hyun, kamu kok gugup seperti ini?”

Bibir Seohyun semakin bergetar bahkan kini matanya sudah terlihat hampir menangis.

“Ada apa Hyun, kalau kau menangis seperti ini aku jadi bingung cepat ceritakan.”

“sebenarnya sekarang aku sedang me … mengandung anakmu Yong.”

Akhirnya air mata Seohyun tumpah, dan Yonghwa sangat kaget dengan yang dikatakan Seohyun.

“Hyun, itu benar? Kau tidak bohong kan Hyun?”

“Itu benar Yong, aku tidak memintamu berkata apa – apa sekarang Yong, tapi aku harap kau memikirkannya Yong aku tidak mau kamu susah karena aku.”

“Hyun, kamu kenapa kau baru bilang?”

“Yong, lebih baik kau pulang dulu ke rumah pikirkanlah hal ini dengan matang aku menyayangimu Yong, aku ga mau kamu kesusahan karena aku terlebih aku menghambat dirimu masuk universitas.”

Akhirnya Seohyun meninggalkan Yonghwa sendirian.

—————————————————————————–

Yonghwa proposal to seohyun

Seohyun tinggal di sebuah apartemen dengan kakak laki – lakinya dan istrinya itu karena orang tua mereka sudah tiada. Alangkah kaget kakak  Seohyun ketika tahu bahwa Seohyun kini telah hamil, tapi apa daya semua sudah terlanjur.

Hp seohyun berdering ternyata ada sms masuk

Hyun aku ingin kita bertemu sekarang, aku tunggu kamu di jalan depan apartemenmu, -Yong-

Seohyun berjalan mencari Yonghwa, dan Yonghwa sudah menunggunya dengan menyender di sebuah tembok.

“Yong?”

Tiba – tiba saja Yonghwa berlari menjauh dan Seohyun mengejarnya ….

Yonghwa berlari tidak jauh, karena keadaan Seohyun yang sedang mengandung. Ketika berhenti tiba – tiba saja Yonghwa memukul tembok yang ada dihadapannya dengan sangat keras sehingga membuat tangan kanannya terluka, Seohyun kaget melihat tingkah Yonghwa.

“Yong, kumohon hentikan jangan lukai dirimu lebih dari ini.”, Seohyun memeluk Yonghwa dari belakang mencoba menghentikan Yonghwa dan akhirnya mereka berdua terjatuh dan terduduk di atas jalanan.

“Yong, tanganmu ini pasti sakit kan kumohon sudah hentikan.”

“Hyun, luka yang aku alami ini tidak sesakit lukamu,  aku malu meihat tatapan matamu yang begitu tegar.”

Seohyun dan Yonghwa terdiam sebentar …

“Hyun, bagaimana jika kita menikah?”

“Yong, lalu bagaimana dengan cita – cita mu tapi tentu saja aku mau menikah denganmu.”

“Kau yakin, Hyun? Cita – citaku saat ini adalah bersamamu Hyun aku ingin membahagiakanmu.”

“tentu aku yakin, karena aku menyayangi mu Yong!”

“Apa kau bisa mempercayakan dirimu dengan laki – laki payah seperti Hyun.”

“Tentu, asal bersamamu aku yakin kalo kita bisa melewati masalah ini berdua.”

Yonghwa memeluk Seohyun dengan erat, entah apa yang dibenak Yonghwa tapi saat ini dia yakin dengan keputusan yang dia ambil untuk menikahi Seohyun.

“Hyun, aku harap kita kan selalu bersama kau harus janji padaku kalau kau akan selalu berada disisiku.”

“I will always with you, no matter when, no matter long.”

Seohyun sedikit mencium bibir Yonghwa dan berakhir dalam pelukan erat.

——————————————–

LABOR DAY

Yonghwa dan Seohyun tinggal di sebuah apartemen kecil dikarenakan Yonghwa belum mendapatkan pekerjaan yang baik, dia hanya menjadi seorang penyanyi di kafe.

(8 bulan kemudian setelah hari pernikahan Yonghwa dan Seohyun)

“Huh, huhhhhhhhhh arghhh …. “, Seohyun menggenggam erat tangan Yonghwa dikarenakan rasa sakit  melahirkan.

“Hyun, bertahanlah kau pasti bisa melewati ini.”

“Yong, sakit sekali ,,, argh,,, eeeeeemmmmm.”

Tiba – tiba pintu apartemen Yonghwa terbuka, ternyata kakak laki – laki seohyun dan istrinya datang membawa seorang perempuan yang akan menantu persalinan Seohyun.

“Kakak, terima kasih kau akhirnya datang.”

Sang perawat langsung menghampiri Seohyun yang menjerit kesakitan.

Waktu terus berlalu , 1 jam , 2 jam dan akhirnya 3 jam, namun Sohyun masih terus menggemgam tangn Yonghwa.

“Arghhhhh, huhuuuuuuuu ….”, Seohyun menangis menatap mata Yonghwa.

Dan akhirnya …

“Oa, oa, oa …”, akhirnya seorang bayi perempuan mungil telah muncul di hadapan Yoghwa dan Seohyun, akhirnya anak hasil buah cinta mereka telah lahir.

Perawat memberikan bayi itu pada Yonghwa, dikarenakan kondisi Seohyun yang sangat lemah. Kakak laki – laki seohyun dan istrinya terharu melihat keajaiban yang baru mereka lihat ini.

Yonghwa menggendong anaknya lalu menatap kearah Seohyun.

“Hyun, kau hebat kau berhasil melahirkan anak perempuan secantik ini.”

Seohyun terbaring sangat lemah,

“Yong, aku ingin anak kita ini diberi nama Yume, karena ini Yume adalah mimpi kita berdua (Yume=mimpi).”

Seohyun tersenyum melihat Yonghwa namun matanya meneteskan air mata.

“Yong, jangan menangis kau harus kuat demi Yume.”

“Hyun, kenapa kau berkata seolah – olah kau akan pergi bukannya kau sudah berjanji kalau kau akan terus berada disisiku.”

“Yong, aku ingin mencium kening Yume.”

Yonghwa mendekatkan Yume ke Seohyun sehingga Seohyun bisa mencium kening anaknya.

“Yong, aku menyayangimu dan anak kita.”

“Yong, kau jangan marah padaku yah ….”

Seohyun sekali lagi tersenyum, Yonghwa menggemgam tangan Seohyun namun tiba – tiba saja tangan Seohyu melemah dan melepaskan tangannya dari genggaman Yonghwa.

“Hyun, bangun Hyun kumohon demi aku dan Yume.”

Namun mata Seohyun sudah tertutup dengan rapat.

Yonghwa mentupi tubuh Seohyun dengan selimut, dan menangis. Yume yang masih bayi pun menangis di pangkuan ayahnya.

—————————–

Yonghwa pergi ke Amerika setelah 1 hari meninggalnya Seohyun, ntah apa yang terjadi tetapi Yonghwa tidak mau melihat anaknya sendiri setelah kepergian Seohyun. Yonghwa pergi ke Amerika untuk melanjutkan kuliahnya yang tertunda, setelah dia lari dari rumah. Dan Yume dititipkan di rumah perawat yang membantu persalinan Seohyun, walaupun begitu Yonghwa tetap mengirimi nafkah untuk Yume.

Ketika Yonghwa melihat Yume dia akan teringat pada Seohyun sehingga dia memutuskan untuk meninggalkan Yume untuk sementara.

Yonghwa tidak menyangka bahwa keputusannya untuk meninggalkan Yume itu sangat salah besar.

–          TBC –

Fanfic pertama nih teman, cerita ini akan berkhir di chap selanjutnya, aduh maaf Seo nya aku buat meninggal, dan cerita romance nya Cuma dikit tapi aku harap chingu suka yah , ceritanya emang agak berat. Tapi Author mau usaha supaya ceritanya bisa di update secepat mungin, kamsahamnida. – bow –

 

8 thoughts on “[AuthorLepas] I WILL ALWAYS WITH YOU, NO MATTER WHEN, NO MATTER LONG [Chap 1/2]

  1. waaah yonghwa sama seohyun pacarannya intim banget nih. sampe blendung perutnya.
    tega banget anaknya ditinggal.
    ayo lanjutannya~

  2. waduh yong.. hyun sampe hamil gitu -geleng2kepala-
    kenapa tuh keputusan yong ninggalin yume jd keputusan yg salah, pengen tauu~ ^^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s