Love is Never Paralyzed

Author : happyhanna (@hannamoran)

Lenght: *oneshot

Rating: Teenagers

Genre: Friendship, Romance

Cast:

Lee Jung Shin CNBLUE

Sulli f(x)

Disclaimer : my own plot

Note: annyeong….. setelah beberapa FF tenteng si magnae Jung pada humor dan cenderung menyiksa si magnae, sekarang author  buat FF tentang si magnae Jung yang sweet, nah pairing nya ma magnae girlband sebelah  (nunjuk sulli) semoga kalian suka ya ma nih couple yang unyu heheh. selamat baca dan berkomen ria.🙂 mian kalo typo😀

17 Tahun Lalu

Author POV

“jungshin ah…. Kenapa kau selalu mengikutiku terus?” Tanya seorang gadis cantik

“memang tidak boleh??” Tanya seorang anak yang lebih tua 2 tahun dari gadis kecil tadi, bocah tampan bernama jungshin

“rumah mu kan ke arah sana, bukan ke arah sini” kata gadis kecil bernama sulli itu

“memangnya kenapa kalau aku mau ke jalan yang searah denganmu?”

“kau mau menculikku ya?” Tanya gadis itu

“tentu saja tidak, aku justru mau mengantarmu pulang, supaya kau sampai dengan selamat”

“tapi aku tidak mau kau mengantarku….sana pulang ke rumahmu” kata gadis kecil bernama sulli itu, tapi jungshin tidak beranjak dari tempatnya. Lalu sulli berlari meninggalkan jungshin

“sulli ya~ tungguuuuuuuuu” jungshin pun segera berlari mengejar sulli yang sudah berlari mendahului

8 Tahun Lalu

Sulli POV

Aku selesai merapikan rambutku, dan mengikatnya seperti ekor kuda. Lalu aku segera bergabung sarapan bersama dengan keluarga ku.

“omma , appa aku berangkat ya” akupun menutup gerbang rumah setelah berpamitan dengan kedua orangtua ku

“selamat pagi sulli” aku dikagetkan dengan suara seseorang yang sudah sangat aku kenal, yang kadang-kadang sudah berdiri didepan pagar rumahku. Tapi kau berusaha tidak memperdulikannya dan terus berjalan menuju halte bus untuk berangkat kesekolah

“kau tidak membalas salam ku” kata jungshin yang berhasil menyusulku

“selamat pagi juga” kataku singkat, lalu langsung memasang headset dikedua kupingku dan terus berjalan tanpa memperdulikan jungshin.

*****

Bus nya agak penuh, aku terpaksa harus berdesakan dengan penumpang lain, sebenarnya ini bukan masalah, yang jadi masalah adalah jungshin berdiri didepanku dan beruasah melindungiku dari desakan dan drongan penumpang lain. Aku tau maksudnya baik, tapi ini membuatku tidak nyaman.

“ah lihat pasngan siswa sisiwi itu, mereka sangat lucu ya” aku mendengar beberapa penumpang disekitar kami berbisik melihat sikap over protective jungshin.

Aku mendorong tubuh jangkung jungshin dan segera menerobos penumpang yang berdiri di bis dan mecari tempat lain, aku menghindari jungshin. Dan syukurlah jungshin tidak mengikutiku lagi kerena ia terjebak diantara penumpang yang masih berdesakan.

***

Jungshin POV

Akhirnya jam istirahat juga, aku segera ke kelas sulli yang berada diujung lorong untuk mengajaknya makan bersama. Tapi saat aku sampai, aku melihat kelasnya kosong.

“mungkin dia ke kantin” pikirku, akupun segera berlari ke kantin, dan benar saja sulli sedang makan siang dengan teman-teman sekelasnya.

“annyeong, kenapa kau tidak menungguku? Aku kan sudah bilang akan membawakan makan siang untukmu” kataku sambil duduk disamping sulli

“eh kenapa kau duduk disini?? Tidak lihat aku sedang makan dengan teman-temanku?” kata sulli ketus

“cepat singkirkan makanan itu? kau makan makanan dari aku saja” kataku sambil meletakan kotak bekal milikku

“kau apa-apaan sih? Cepat sana pergi!! Lagipula aku tidak minta kau buatkan makan siang” kata sulli, aku kecewa mendengarnya ketus padaku, tapi aku justru manyukainya yang seperti ini. Sangat cantik

“jungshin….!!! Ayo makan disini saja” teman-temanku dari meja diseberang memanggilku

“tuh temanmu memanggil, sudah sana” kata sulli

“ya sudah kalau begitu. Aku kesana dulu ya” akupun beranjak menuju teman-temanku

***

Sulli POV

“akhirnya dia pergi juga”

“eh jungshin sunbae itu sering sekali mengikuti mu. Ada apa antara kalian?” Tanya jinna temanku

“tidak ada apa-apa”

“lalu kenapa dia selalu ada didekatmu?”

“mana aku tahu. Dari SD setiap kali aku pulang dia selalu mengikutiku, selalu saja. Sudah aku usir, aku marahi bahkan aku bentak tetap saja selalu mengikutiku” kataku

“mungkin ia menyukaimu”

“tapi aku tidak suka dia, mana mungkin aku suka namja yang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Kalau dia memang suka padaku ia harusnya bersikap seperti biasa saja, mungkin aku bisa menyukainya kalau dia seperti itu” kataku

***

Jam pulang sekolah pun datag, aku cepat cepat menuju pintu kelas, memastikan kelas jungshin belum keluar sehingga aku bisa pulang tanpa diikutin jungshin. Dan untunglah, kelas ku keluar lebih cepat. Dan dengan segera aku berlari menuju gerbang sekolah dan pulang dengan damai tanpa jungshin yang mengikutiku.

Ditengah perjalanan pulang, ponselku bergetar, telepon dari jungshin aku pun me reject nya. Tak lama pesan masuk

From : Jungshin

Kau dimana?? Aku mancarimu ke seluruh sekolah tapi kau tak ada, kau pulang dulan meninggalkan aku ya?

Aku mendengus kesal, dan tak menjawab pesannya.

***

Author POV

“sulli, itu temanmu menunggu di depan rumah, suruh dia masuk, kasihan kedinginan nanti” omma sulli memanggil anaknya yang sedang asik mengerjakan PR dikamarnya.

“omma, bilang saja aku sedang mengerjakan PR”

“kau ini, tidak baik menyuruh orang menunggu. Temui saja walaupun Cuma sebentar” akhirnya sulli dengan enggan menemui jungshin

“ada apa kau kesini?” Tanya sulli

“ah kau keluar juga akhirnya, temani aku makan malam yuk” kata jungshin

“shirro!!!! Makan saja sana sendirian” kata sulli

“ayolaaah aku sungguh lapar sekali, aku tratir kok. Kau bisa makan apapun yang kau mau”

“Shirrrooooo!!!” kata sulli, tapi tiba-tiba perutnya protes mengeluarkan suara yang mewakili rasa lapar sulli, dan seringaian pun terbentu di bibir jungshin.

Sulli mengigit bibirnya, malu karena baru saja ia mengatakan tidak mau ikut makan

“kau lapar kan sulli ya?? Kajja” jungshin pun menarik tangan sulli. Tapi sulli segera menepis tangan jungshin

“aku memang lapar, tapi bukan berarti aku mau makan denganmu” kata sulli

“kau yakin? Padahal aku akan mengajakmu makan tappoyaki lho” kata jungshin

“tappoyaki?” mata sulli berbinar saat tau jungshin mangajaknnya makan-makanan yang sangat ia sukai

“baiklah, tapi jangan jalan dekatku, jangan pegang tanganku” kata sulli

“baiklah, kau boleh jalan duluan kalau begitu” kata jungshin, sulli pun berjalan terlebih dulu sambil mengawasi jungshin siapa tahu ia mencuri kesempatan untuk dekat dengan sulli .

***

Mereka makan sampai kenyang disalah satu kedai makanan jepang, sulli sampai menambah 2 kali

“kau sudah kenyang?” Tanya jungshin

“sudah” kata sulli

“yakin tidak mau tambah lagi?”

“ya!!! Kau menyruhku makan banyak supaya aku gendut hah??” kata sulli dengan wajah galaknya

“ani….aniyo… hanya saja kau kelihatan sangat suka makan disini, jadi aku tawarkan lagi”

“kajja, aku harus pulang. Omma ku nanti mencari” kata sulli meninggalkan jungshin

“ya….tunggu, aku bayar dulu makanan ini” kata jungshin segera ke kasir dan menyusul sulli.

“kau tidak kedinginan?” Tanya jungshin yang melihat sulli hanay memakai kaos dan celana panjang padahal angin malam cukup kencang.

“tentu saja aku kedinginan, kau sih langsung memaksa akau ikut makan, jadi aku tidak sempat membawa baju hangat”

“kalau begitu pakai saja baju hangatku, nanti kau sakit” kata jungshin, dengan segera melepaskan aju hangatnya dan memberikannya pada sulli

“tidak usah, tidak dingin kok”kata sulli mengelak, tapi jungshin malah menyempirkannya di bahu sulli

“jung…..”

“sttt sudah pakai saja” kata jungshin.

Tak lama merekapun sampai didepan rumah sulli.

“sudah sampai” kata jungshin

“nih jaketmu” kata sulli meyodorkan jaket jungshin dengan enggan

“sudah, masuk sana. Sampai jumpa” kata jungshin, sulli membuka pagar rumahnya dan segera masuk kedalam. Sementara jungshin hendak berjalan pulang kerumahnya saat…

“eh jungshin…..” tiba-tiba sulli memanggil jungshin

“ne?” anya jungshin heran kali ini sulli memanggilnya

“gomawo traktirannya, dan jaketnya…” kata sulli cuek

“cheonmaneyo…” kata jungshin, jungshin hendak melangkah pulang lagi saat sulli memanggilnya lagi

“eh..lain kali biar aku yang traktir, anggap saja balas jasa” kata sulli jungshin hendak mengatakan sesuatu saat pintu rumah sulli sudah tertutup rapat dengan sedikit keras.

Jungshin pun berjalan pulang dengar perasaan senang karena bisa menghabiskan waktu makan malamnya dengan sulli

***

Jungshin POV

Hari ini tepat tanggal 14 Februari, dan aku semangat menyiapkan coklat yang akan aku berikan pada sulli, juga menyiapkan perasaanku yang akan aku utarakan pada sulli, walaupun kemungkinan kecil ia akan membalas perasaanku, tapi setidaknya perasaanku yang aku pendam sejak kami SD bisa segera diungkapkan.

Coklatnya sudah dibungkus sempurna dan aku siap berangkat sekolah. Hari ini aku tidak akan menjemput sulli, supaya aku bisa memberikan kejuan yang sempurna untuknya nanti.

Aku mencari sulli keseluruh penjuru sekolah, tapi aku belum menemukannya, aku takut ia sudah pulang duluan.

“eh permisi, kau teman sekelas Sulli kan?” tanyaku

“benar, kau jungshin sunbae kan?” Tanya gadis itu

“ah ne, kau tau dimana sulli?” Tanya ku

“bukannya biasanya sunbae mengikuti sulli terus?” Tanya gadis ini

“ya!! Kenapa kau malah balik bertanya?? Cepat katakana kau lihat sulli tidak?” Tanya ku

“dia dilapangan baseball, baru saja selesai pelajaran olah raga”

“oh baiklah, gomawo” kataku lalu berjalan mennuju lapangan baseball sekolah. Dan benar saja sulli sedang membereskan tasnya

“annyeong” sapaku berusaha menutupi persaanku yang sedang gugup  ini.

“kau…?? Aku kira kau sudah lupa denganku. Padahal aku sudah sangat bahagia hari ini tidak melihatmu” kata sulli tetap ketus seperti biasa

“kau ini galak sekali sih. Oh yak au tau ini tanggal berapa?” Tanya ku pada sulli

“kau datang padaku hanya untuk menanyakan tanggal?? Kau tidak punya kalender?” Tanya sulli

“ani….. ini hari valentine” kataku sambil mengeluarkan bungkusan coklat yang sudah aku siapkan, tapi sulli malah berjalan mendahuluiku.

“ya…sulli tunggu…!!!” aku menyusul sulli

“aduh ada apa lagi sih…??”

“aku ingin membrikan ini” kataku pada sulli sambil menyodorkan bungkusan coklat. tapi tanpa aku sangka sulli menepisnya

“aku tidak suka coklat” katanya lalu kambali berjalan mendahuluikum aku kembali harus menyusulnya walaupun aku mulai merasa kecewa.

“baiklah akalu begitu tidak apa-apa. Tapi aku mau bicara, bisakah kita bicara sebentar?” tanyaku

“bicara apa? Bilang saja” katanya semakin ketus

“bisa berhenti sebentar?” tanyaku, sulli langsung menghantikan langkahnya saat itu juga, dan memandangku dengan tatapan dinginnya.

“hmm….aku….aku….” katakau, lidahku rasanya sangat kaku

“mian, aku tidak punya waktu….”

“aku menyukaimu” akhirnya kata-kata itu bisa aku ucapkan

“mwo?” sulli memandangku dengan tatapan yang sulit diartikan

“iya…aku menyukaimu” aku memastikan lagi

“tapi aku tidak menyukaimu. Sana pulang” aku terdiam mendengar jawaban sulli, memang aku sudah memperkirakan ia akan menolakku, tapi aku tidak memperkirakan ia akan menolkaku dengan cara yang sangat dingin, bahkan lebih dingin dari biasanya.

“sulli….”

“kenapa kau memaksa!!! Aku kan sudah bilang tidak suka padamu, jadi sana pergi!! Jangan ikuti aku lagi”

“baiklah, tapi kenapa kau sangat dingin?” tanyaku

“kau mau tau kenapa aku dingin padamu?” Tanya sulli

“ne, kau terlihat sangat menyedihkan hari ini”

“YA!!! AKU BEGINI KARENA JUNHYUNG OPPA MENOLAK PERASAANKU, SAMA SEPERTI AKU MENOLAKMU TADI…!!! AKU HANCUR JUNGSHIN!!! HANCUR!!!” sulli berteriak lepas kendali, dan ia berlari menuju gerbang sekolah, aku mengejarnya tepat saat ia akan menyebrang dan terdengar suara sesatu yang sangat keras, seperti decitan dan sesuatu yang keras yang saling bertubrukan.

Aku segera ingin melihatnya, seketika kedua kaki ku lemas, tubuhku bergetar

“SULLLIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII”

***

Author POV

Air mata deras mengalir dari kedua mata sulli, dekapan ommanya tidak bisa menghentikan tangisnya. Matanya menatap kursi roda yang ini terongok dihadapannya.

“ommaaaaa… lebih baik aku mati saja” suara lirih sulli membuat ommanya tak kuasa meahan air matanya

“sulli ya..jangan bilang begitu, hidupmu masih berguna sayang….”

“omma…. Aku cacat….aku lumpuh untuk selamanya…aku tidak berguna….”

“ani….kau masih sangat berguna..kau sangat berharga apapun kondisimu, kau sangat berharga untuk omma dan appa….” Omma sulli terus memberi semangat pada sulli

“kau juga masih sangat berharga untukku sulli, sangat berharga hingga aku rela menukar semua yang aku punya demi melihatmu bahagia” jungshin muncul dari balik pintu

“kenapa kau masih disini? Kau lihatkan? Aku cacat sekarang jungshin….jadi pergilah cari yeoja lain yang sempurna”

“kau yang paling sempurna sulli, aku tidak butuh yeoja lain” kata junshin mantap

“bibi tinggal kalian berdua ya” omma sulli mengerti mereka berdua butuh waktu bicara.

“bantu dia jungshin, bibi mohon” bisik omma sulli saat berpapasan dengan jungshin.

“kau pasti mau bilang, kalau saja aku menerimamu, semua tidak akan seperti ini, ya kan?”

“ani…aku tidak menyalahkanmu. Aku datang untuk memberimu semangat” kata jungshin dan duduk disisi tempat tidur rumah sakit dan menggenggam tangan sulli, wajah pucat sulli dengat air mata yang masih deras mengalir membuat hati jungshin sakit. Ia merengkuh wajah sulli dan mengecup bibir sulli singkat. Sulli terdiam sesaat….

“jungshin….” Sulli berbisik pelan, tapi jungshin bisa mendengar suara sulli

“ne?”

“maukah kau…memelukku?” tanpa menunggu waktu lama jungshin mendekap sulli dalam pelukannya, dan seketika itu juga tangsan sulli pecah. Ia terisak dengan kerasnya, dan jungshin memeluknya semakin erat, membarikan kekuatan

“menangislah sekeras yang kau mau… aku ada disini tidak akan pergi, walaupun kau lumpuh, walaupun kau tetap membanciku, aku menyukaimu apa adanya sulli, aku tidak akan pergi walaupun kau mengusirku aku tetap menyukaimu”

Sulli menangis semakin manjedi, terlebih sekarang ia menyadari hidupnya masih berharga walaupun kecelakaan itu membuatnya harus lumpuh seumur hidup, dan saat ia sadar ada seseorang yang masih sangat menyukainya apapun keadaannya.

****

Sekarang

Jungshin mendorong kursi roda sulli pelan. Semantara sulli duduk dengan tenang dengan amat tertutup kain hitam

“jagi? Sudah sampai belum?” Tanya sulli tidak sabaran

“tenang, tinggal sedikit lagi” jungshin membuka pintu dan membawa sulli masuk.

“buka penutup matanya” kata jungshin dan sulli langsung membuka penutup matanya dan iapun langsung tercengang

“dimana kita?” tanay sulli

“dimana? Tentu saja dirumah kita” kata jungshin bangga

“rumah kita?” Tanya sulli lagi. Jungshin berlutut untuk menyetarai sulli

“kau pikir setelah kita menikah bulan depan, kita akan tinggal dimana? Dirumah ommamu? Tidak mungin kan. Jadi aku membangun rumah ini untuk kita” kata jungshin

“jagi…kau baik sekali. Rumah ini besar sekali….” Kata sulli mulai menggerakan kursi rodanya dengan tombol otomatis di sisi kanannya. Jungshin mengikuti dari belakang

“rumah ini besar tapi hanya terdiri dari satu lantai, memudahkan kau beraktifitas. Kau suka?” Tanya jungshin

“ne, aku suka….sangat suka. Terima kasih” kata sulli

“baguslah kalau kau suka. Nah sekarang ayo kita lihat-lihat kamar” ajak jungshin merekapun mengelilingi rumah yang nantinya akan mereka tempati sebagai suami istri

“kyaaaaa kamar kita luas sekali jagi…. Saranghae jagi……….” Terdengar suara kegirangan sulli diikuti tawa riang jungshin.

–END–

ayo komeeeeeeennnnn😀

11 thoughts on “Love is Never Paralyzed

  1. jungshin stalker (?)sejati. Udah dicuekin masih aja ngikutin. Pengen bgt ada cowok yg begitu *plak.
    Sampe cacat pun masih cinta. So sweet si magnae ini. Biasanya di ff lain dia tertindas *plak lagi.
    Semoga langgeng (?)
    Nice story

  2. Wuah si magnae akhrx tdk di bully lg hahaha…

    Bgus bgus ffx, ngebyangn sulli yg kalem jd judes kekekeke

    jungshin keren nih belasan taun masi tetap mencintai sulli…walau sering dijudesin

  3. Senengnya kalau jadi sulli T^T
    Dicintai apa adanya #eaeaea
    Jungshin terlalu baik T^T
    Huaaa~ *lohkonangis?
    Nice ff chingu^^
    Lanjutakan! (Y)

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s