Playboy Vs Playgirl [chapter 1]

Author: kang hyeri [@mpebriar]

Genre: romance

Length: chaptered

Rating: PG16

Cast:

  • Kang Minhyuk CNBLUE
  • Krystal / Jung Soojung F(X)
Other cast:
  • Key / Kim Kibum SHINee

Disclaimer: this’ my own plot *walaupun keliatannya basi* keluar dari otak seorang febri

Note: Pertama-tama, maaf karakter Krystal aku buat jutek. soalnya tampangnya mendukung #plak. Yang kedua, gara-gara baca clandestine (cmiiw) di ffindo, aku jadi suka minhyuk-krystal, yah saya shipper mereka. Tapi soal jutek2an aku ga ikut2an dr ff itu, seperti yang aku bilang tadi, tampangnya mendukung (?). Dan yang ketiga dan terakhir, SELAMAT MEMBACA~ jangan lupa komen ^^

***************************************************

Seorang yeoja yang duduk di bangku paling belakang, menatap gelisah suasana luar melalui jendela kelas di sampingnya. Sesekali dia memutar ponselnya, berharap ponsel miliknya bergetar. Pikirannya ingin fokus pada mata kuliah yang sedang berlangsung, tapi tetap saja bayangan seseorang terus muncul di benaknya.

“Minhyuk! Kau ke mana, sih?” gumamnya.

Sudah seminggu ini dia tidak melihat namjachingunya. Mengirim pesan tapi tidak dibalas. Menelponnyapun tidak di respon. Mengunjungi rumahnya? Dia bahkan tidak tahu di mana karena mereka baru resmi berpacaran sejak dua minggu yang lalu.

Ya, begitulah anggapannya.

DRRRRRT!

Ponselnya bergetar. Buru-buru dia mengeceknya.

Tak lama kemudian senyuman lega terukir di bibirnya.

Begitu sang dosen keluar dari kelasnya, dia berjalan sedikit berlari menuju ruang UKS. Agak khawatir mengapa namjachingunya meminta bertemu di sana. Sakitkah? Tapi dia bersyukur dirinya masih diingat.

Begitu sampai di depan pintu UKS, dia sedikit membenah diri. Dia merogoh isi tas dan mengeluarkan sebuah kaca yang lumayan besar.

“Mata? Cek! Pipi? Cek! Rambut? Cek!”

Setelah merasa tidak masalah dengan penampilan atas, dia kembali memasukkan kaca itu ke dalam tas ber-merk-nya, lalu merapihkan pakaiannya. Dia tampak sangat cantik.

“Haaaah!” yeoja itu menghela nafas.

Dirasa siap, dia membuka pintu UKS.

Senyuman yang telah dia siapkan khusus untuk namjachingunya terpaksa ia pendam. Hatinya terasa sangat sakit melihat apa yang sedang terjadi.

“M..minhyuk?” katanya dengan suara bergetar. Ingin sekali dia menahan tangisnya di depan namja yang disukainya tapi ternyata sangat sulit untuk ditahan. Alhasil air mata mulai membasahi pipinya.

Dua orang yang sejak tadi sedang asik sendiri di dalam UKS baru tersadar sepasang mata sedang mengawasinya di pintu. Sang yeoja bangkit dari pangkuan sang namja, sedangkan sang namja merapikan rambutnya yang berantakan setelah dimainkan oleh yeoja tadi, lalu ikut bangkit berdiri.

“Hyerin? Kau sudah datang rupanya!” kata namja yang bernama Minhyuk itu. “Chagi, bisakah kau keluar? Nanti aku telpon! Aku harus bicara dengannya”

“Baiklah, aku tunggu!”

Tidak lupa Minhyuk memberikan kecupan kilat di bibir yeoja itu, tidak peduli dengan tatapan tajam yeojachingunya. Yeoja itupun keluar dan dengan sengaja beradu bahu dengan Hyerin. Hyerin hanya diam.

“Bisa kan masuk ketuk-ketuk pintu dulu?” tanya Minhyuk dingin. Namja itu kembali mendudukkan dirinya di atas tempat tidur UKS.

“Kenapa? Takut kepergok sedang berciuman?” Hyerin bertanya balik, suaranya masih bergetar. “Jadi ini yang kau lakukan seminggu ini di belakangku?”

“Dibilang iya, tidak. Dibilang tidak tapi iya!”

Rasa sakit semakin menjadi di hati Hyerin. dengan segenap kekuatannya dia berjalan menghampiri Minhyuk lalu menampar keras pipi namja itu.

“Kita putus, tuan Kang!”

Hyerin berjalan meninggalkan Minhyuk sendirian. Minhyuk hanya tersenyum seraya mengusap pipinya.

“Memang itu yang aku harapkan, miss Choi!”

 

 

Minhyuk pov

 

Akhirnya aku terbebas dari jeratan yeoja membosankan itu. Rencanaku tidak sia-sia.

“Minhyuk!!!”

Seseorang memanggilku dari arah belakang. Aish! Aku mengenal suara ini!

“Chagiya, tunggu!”

Suaranya semakin mendekat dan langkahku semakin cepat. Namun ternyata kalah cepat dengannya.

“Chagi!” panggilnya lagi setelah dia berhasil mencegat langkahku. “Katanya kemarin mau menelponku? Aku menunggumu sampai larut malam!” katanya seraya memelukku.

Aku memang tidak risih berpelukan dengan yeoja di tempat umum, sekalipun di depan kampus seperti sekarang. Tapi kalau berpelukan dengan yeoja centil ini, bisa turun pamor aku.

“Lepaskan aku, Go Minra! Aku buru-buru!”

Aku masih berusaha melepaskan dirinya, tapi ternyata dia licin seperti belut.

“MINRA-SSI, LEPAS!”

Setelah aku membentaknya, akhirnya pelukannya mengendur.

“C…chagi? kau bahkan memanggilku seperti kita tidak mengenal dekat.”

“Memang benar, kan? Aku baru mengenalmu kemarin! Dan jangan memanggilku chagi, aku bukan pacarmu!” kataku tegas.

Aku berusaha mentapanya tajam dan dia mulai menangis. Cih! Berusaha meluluhkan hatiku, huh?

“Tapi kemarin kita berci…”

“Sudahlah, Minra-ssi! Jangan berharap terlalu jauh! Lupakan saja yang kemarin.”

Aku berjalan meninggalkan yeoja itu, menuju sebuah mobil yang terparkir tidak jauh. Tidak peduli dia berteriak memanggil-manggil namaku.

Maaf, Go Minra! Kau hanya alat dalam rencanaku kemarin.

“Haha, lagi-lagi yeoja!” kata seseorang begitu aku mendudukan diriku di bangku sampingnya. Kim Kibum atau biasa kupanggil Key, teman yang sudah kuanggap sahabat yang kini duduk di bangku kemudi.

“Ya begitulah! Yeoja itu rumit!”

“Kau yang rumit! Berhenti mempermainkan perasaan perempuan!”

“Ck! Kau mau apa menyuruhku ke sini? Kalau hanya untuk menceramahiku, lebih baik aku pergi.”

“Pergi ke mana? Cari yeoja baru?” katanya seraya tertawa renyah. Akupun ikut tertawa. Ini memang lucu.

Lucu, kan? Baru saja aku putus, dengan cara yang tidak mengenakkan pula, aku malah sudah berniat mencari yang baru. Yeoja yang aku pacari sejak dua minggu yang lalu, Choi Hyerin, dia membosankan dan banyak maunya. Aku malas kalau kenal yeoja seperti itu. Karena –sebenarnya- aku tidak tega memutuskannya, mengingat umur pacaran kami yang baru seumur jagung, sekalian saja aku permainkan perasaannya. Hahaha. Katanya tidak tega?

“Minhyuk-ah? Melamun, huh?”

“Eh? Sedikit!”

Aku baru sadar mobilnya sudah jalan.

“Key-ah, kau mau minta tolong apa padaku?”

“Tidak, temani aku saja di apartemenku! Sumpek!”

“Memang barbie-barbiemu kau kemanakan?”

Key spontan meraih bantal kecil di jok belakang dan melemparnya ke arahku.

Hahaha! Aku suka sekali menggodanya seperti ini. Aku pikir orang yang suka pink pasti suka barbie. Iya, kan?

Kemudian Key memutar lagu kesukaannya. Kalau sudah begini, pasti dia akan bungkam, hanya bersenandung sesuai irama musik. Sedangkan aku hanya memandang jalanan (?).

Hey, ada sesuatu yang menarik perhatianku!

“STOP, KEY!”

CIIIIT! Suara ban berdecit karena Key mengeremnya secara mendadak.

“YA, PABO!”

Aku tidak menghiraukan umpatan Key. Kubuka pintu mobil dan berjalan menyusul seseorang yang tadi menarik perhatianku.

“Chogiyo!”

Dia menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arahku. Rambut panjangnya kini terganti dengan wajah cantik seorang yeoja.

“Nuguseyo?”

“Joneun Kang Minhyuk imnida! Mahasiswa seni musik (?) Universitas Hankuk.”

Dia mengernyitkan keningnya, mungkin bingung kenapa ada orang tiba-tiba datang menghampirinya dan langsung memperkenalkan diri.

“Aku tidak mengenalmu!”

“Memang! kau mahasiswi Universitas Seoul?” tanyaku sambil menunjuk ke samping kami. Saat ini kami berada di depan sebuah universitas bergengsi.

“Begitulah! Ada urusan apa denganku? Aku buru-buru!” katanya dingin.

Ah iya! Aku belum pikirkan alasan yang tepat kenapa aku di sini. Masa iya aku bilang ‘habis tadi aku melihat malaikat cantik sedang berjalan, ternyata kau!’? Yang ada sebelum aku mendapatkannya, dia malah ilfeel padaku.

Yeah, aku rasa dia cocok jadi targetku selanjutnya. Kau memang playboy kelas kakap, Kang Minhyuk.

“Krystal?”

Seseorang berteriak dari kejauhan. Aku menoleh ke belakangku dan mendapati seorang namja sedang berlari ke arah kami. Namanya Krystal? Aneh! Mungkin bukan yeoja ini.

Tapi sepertinya yeoja ini namanya benar Krystal. Kalau bukan, kenapa namja itu berdiri di sampingnya?

“Jadi ini alasan kau minta putus dariku?”

Namja itu sekarang menatapku dengan penuh selidik. Kenapa sekarang aku jadi dibawa-bawa?

Tiba-tiba yeoja itu bergelayut manja di lenganku. “Kau pintar, Jinwoon! Kenalkan pacar baruku. Minhyuk oppa!”

Mwoya? Aku tidak salah dengar? Oppa? Baru saja dia bicara dingin padaku dan sekarang dia memanggilku oppa? Dunia memang berputar ternyata (?). Dan… pacar?

Namja yang bernama Jinwoon menghela nafasnya. Sepertinya dia pasrah sekali.

“Kalau memang kau sudah punya pacar lagi… Baiklah! Aku akan berhenti memohon cinta lagi padamu!”

Jinwoon pergi meninggalkan kami. Dan begitu Jinwoon sudah menghilang, yeoja bernama Krystal ini langsung menjauh dariku.

“Kau datang di saat yang tepat. Gamsahamnida, Minhyuk-ssi! Annyeong!” katanya lalu berbalik memunggungiku.

Hey, dia memanfaatkanku!

“YA!”

Buru-buru aku menahan pergelangan tangannya. Dia berusaha melepaskannya tapi aku lebih kuat.

“Apa lagi?”

Tsk! Dia kembali bersikap dingin padaku.

“Setelah memanggilku oppa kau pergi begitu saja? Bahkan aku belum mengutarakan niatanku ke sini!”

Terdengar helaan nafasnya. Terlihat semakin cantik.

“Baiklah, cepat katakan!”

Aku melirik ponselnya yang sedang dia genggam dan langsung kurebut.

“YA! Kau mau apakan ponselku? Cepat kembalikan sebelum aku berteriak maling (?)!” katanya sambil berusaha merebut ponselku. Walaupun dia memakai high heels, tetap saja aku lebih tinggi darinya sehingga dia tidak bisa menjangkau.

“Aku pinjam sebentar!”

Aku memencet nomorku di ponsel itu lalu menghubungi nomorku sendiri. Setelah merasakan ponselku yang di dalam saku kemejaku bergetar, aku mengembalikan ponsel miliknya.

“Igeo!”

Dia mengambilnya dengan kasar.

“Apa yang kau lakukan, huh?”

“Hanya ingin tahu nomormu, cantik!”

“Cantik? Jangan memanggilku begitu, orang asing!”

“Orang asing? Tidak ada orang asing dipanggil oppa!”

“Tsk! Menyebalkan!”

Dia kembali berbalik dan berjalan menjauh. Aku hanya tersenyum menatap punggungnya yang semakin mengecil.

“SAMPAI JUMPA BESOK, KRYSTAL!”

Yeoja itu hanya mengangkat kepalan tangannya tanpa berbalik melihatku.

Unik!

 

 

 

“Heh, orang gila! Sana pulang!”

Key menyingkirkan kakiku lalu duduk di sampingku.

Sekarang ini aku sedang bersantai di rumah Key, tidur selonjoran di atas sofanya.

“Kau yang memintaku ke sini, kan? Dan siapa yang kau maksud orang gila? Tidak ada orang lain lagi kan di sini?”

“Pabo! Orang gilanya itu ya kau, siapa lagi?! Dari tadi senyum-senyum sendiri! Kau mengkhawatirkan! Atau jangan-jangan kau sudah menemukan yang baru?” tanyanya dengan tatap menyelidik.

Kurangkul bahunya. “Tepat!”

“Nugu?”

Aku memandang nakal padanya. “Kau!”

Kedua tangannya sontak mendorongku menjauh darinya. Aku hanya tertawa melihat ekspresi menjijikan yang tergambar di wajahnya.

“Sana pulang!”

“Haha, bercanda, Key! Aku ini masih normal!”

“Ck! Jadi siapa selanjutnya? Bukan yeoja tadi, kan?”

“Kau memang mengerti diriku banget, Key!”

“YA! Kau baru kenal dengannya! Sinting!” dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Kemudian menenggak habis minuman kaleng yang dibawanya dari dapur.

“Entahlah! Aku menyukainya!”

“Sejak kapan kau tidak menyukai yeoja? Hidupmu hanya yeoja, yeoja, yeoja saja! Pacaran selama dua minggupun aku kira hampir memecahkan rekor terlama masa pacaranmu. Ah, yang paling lama berapa, ya? Tujuh belas hari, kan?”

“Kau tahu itu?”

“Aku bersamamu sudah sepuluh tahun, Minhyuk!”

“Oh ya, aku lupa!”

Aku merebut minuman kalengnya lalu meminumnya. ternyata kosong.

Tsk! Sebegitu playboy-nya kah aku?

 

 

 

Aku memasuki apartemenku. Anehnya seperti ada orang di dalam. Pencuri? Tidak mungkin! Aku percaya apartemen ini aman dari pencuri.

“Apa biasanya jam segini kau baru pulang, Minhyuk?”

Aku menoleh ke arah sumber suara dan aku mendapati appa sedang duduk di meja makan bersama seseorang.

“Habis dari rumah Key!” jawabku sekenanya.

“Kau masih berteman dengannya?” tanyanya lagi sebelum dia menyeruput teh yang aku jamin pasti buatan yeoja yang duduk di depannya.

Aku rasa pertanyaan ini sebaiknya tidak usah kujawab. Dia tahu Key adalah sahabatku, untuk apa dia bertanya begitu? Selalu saja merendahkan orang! Apa status penting? Ada yang salah kalau dia hanya anak seorang pengusaha kelas menengah?

“Kami ke sini untuk memastikan kembali keputusanmu. Kau yakin tidak ingin ikut kami tinggal di London?”

“Ini keputusan bulatku, appa! Tolong hargai aku! Aku sudah dewasa dan aku berhak memutuskan jalan hidupku sendiri!”

Aku yakin appa memintaku ikut dengannya pasti karena perusahaan besarnya. Sejak dulu aku tidak tertarik pada bisnis. Kenapa harus aku yang jadi laki-laki satu-satunya di keluargaku? Kenapa appa tidak meminta Minyeon noona saja yang menjadi bakal penggantinya kelak? Yeoja bukan berarti tidak bisa memimpin perusahaan, kan? Padahal appa tahu kalau Minyeon noona suka sekali dengan bisnis, sama sepertinya.

“Keras kepala!” appa sengaja sedikit membanting cangkir yang tadi dia pegang. Bahkan yeoja yang duduk didepannya terkejut.

“Minhyuk-ah, sebaiknya kau menuruti kata appamu!” kata yeoja itu lembut.

“Mianhae, ahjumma! Ini sudah keputusanku!”

“Kang Minhyuk! sudah berapa kali aku bilang panggil eom…”

“Suamiku! Sudah-sudah! Tidak apa-apa!”

Yeoja itu berusaha menenangkan appaku.

Jangankan memanggilnya eomma, namanya saja aku enggan. Aku lebih nyaman menyebutnya ‘yeoja itu’ ketimbang menyebut nama atau marganya. Memanggilnya ahjumma saja lidahku sedikit terasa kelu.

“Terserah kau saja lah! Susah punya anak keras kepala sepertimu!”

Tsk! Aku keras kepala begini juga keturunan siapa kalau bukan dari appa.

“Yeobo, ayo kita pergi! Sebentar lagi pesawatnya take off!”

Appa dan yeoja itu bangkit dari tempat duduk. Appa berjalan melewatiku begitu saja tanpa sepatah katapun. Sedangkan yeoja itu tersenyum seraya menepuk bahuku. Aku tahu dia tersenyum tulus. Maaf, aku masih belum rela kau menjadi ibuku.

Setelah mereka berdua pergi, aku berjalan menuju sofa dan merebahkan diriku di atas sana.

“Haaah!” rasanya lega.

Ada sesuatu yang mengganjal di bawah bantal. Aku mengambilnya dan ternyata sebuah pigura berumur lima tahun yang tidak ada bosan-bosannya jika aku melihatnya.

Aku, eomma dan appa.

“Pasti kematian eomma jadi berkah bagi appa!”

Sudahlah. Capek hati juga memikirkan hal yang sama setiap hari.

 

***

 

Hari ini mobilku sudah sembuh, baru tadi pagi di antar. Dan aku siap menjajalnya menuju Universitas Seoul.

Tiga puluh menit kemudian aku sampai di kampus Krystal. Kukeluarkan ponsel dari saku kemejaku dan kuhubungi seseorang.

Yobosseyo?”

Yobosseyo! Annyeong, Krystal!”

“Nugu?” tanyanya sedikit terkejut. Aku yakin dia tahu aku yang menelpon, terdengar begitu jelas dari nada suaranya.

“Minhyuk oppa!”

TUUT TUUT TUUT!

Sial! Dia memutuskan sambungannya. Dan kucoba menghubunginya lagi, eh malah direject.

“Kau mau main-main denganku rupanya, Krystal? Baiklah!”

Aku turun dari mobil. Tidak lupa mengenakan headset merah kesayanganku. Aku sudah terlihat keren, kan?

Kukelilingi universitas ini. Sesekali bertanya keberadaan Krystal pada –tentunya- yeoja-yeoja yang aku lewati. Terakhir ada yang melihat dia ada di ruang musik.

“Gamsahamnida, cantik!” kataku seraya memberikan kedipan mataku padanya. Yah hitung-hitung hadiah. Toh dia juga senang sampai mau pingsan begitu.

Setelah kutelusuri hampir sepuluh menit, akhirnya aku menemukan ruang musik yang yeoja tadi maksud. Aku berniat membuka pintunya tapi kuurungkan niatku itu. Kebetulan gorden dari dalam terbuka sehingga bisa melihat dalamnya dari luar.

Aku sedikit menyembunyikan kepalaku agar Krystal tidak menyadarinya. Dan bukannya menemukan dia sedang bermain musik atau bernyanyi, dia malah sibuk berciuman dengan seorang namja.

ASTAGA!

Aku tidak salah lihat kan?

-tbc-

 

41 thoughts on “Playboy Vs Playgirl [chapter 1]

  1. bahaha..gimme five! *sodorin tangan
    Krystal emg keliatan jutek + galak. Paling cocok dpet peran begini /pletak
    tp ga kebayang kalo minhyuk yg kyak anak polos itu jd player
    seru seru..ak tnggu lanjutannya😉

  2. wew, minhyuk jd player gitu, ga nyangkaa.
    setuju tuh, krystal cocok jadi tokoh jutek.
    gimana tuh si minhyuk malah ketemu sesama player, jd penasaran~

  3. ommmmooooooo minhyuk belum apa-apa dah main nyosor aja
    mau dong di gobalin minhyuk hahaha
    seru nih kayaknya playboy ketemu playgirl pasti mainannya parah *??* LOL
    lanjutannya jangan lama-lama ya *wink

  4. g bisa ngebayangin minhyuk jdi playboy klas kakap… wajahnya terlalu manis tak berdosa…
    q juga suka minhyuk krystal gra” bca clandestine #g ada yg nanya
    cocok nih palyboy sma playgirl…. ^^

  5. Annyeong haseyo😀
    Saia baru baca ff ini *telatttt hahahaha
    Lucu and menarik xD
    G bisa bayangin c polos minhyuk jdi cassanova xixixixi
    *lanjud part 2 xD

  6. Huaaa..
    Kykny telat banget yah baca ff ini..
    Maklum lah..pas lg ngubek-ngubek(?) google..eh ketemu lah saya dengan blog ini🙂

    ngakak abis dah ngeliat Minhyuk jadi playboy…
    Nice ff! Next ke part 2🙂

  7. Minhyuk jadi playboy aku jadi inget sekwang! Hahaha dasar playboy ganteng!
    *o*
    Nah loh dia ngeliat krystal ciuman sama namja… Nyes dah tuh rasanya😀
    Lanjuuut ke part 2

  8. Annyeong ^^
    Pembaca baru ,,, yuni imnida ,,, huaaaa keren disini ,,, cerita nya krystal sama minhyuk sma2 suka main2 soal perasaan toh ??? Daebakk ,,, keren cerita nya …

  9. annyeong~ I’m new reader in here…
    waktu aq bca judulnya aq udh tertarik.. dn saat baca critanya… wow… neomu neomu daebakkk…

  10. annyeong,,, gak sengaja nemu nie ff,,,dr jdulnya ky’nya seru,,,pas baca,,,ternyata emang beneran seru,,, salam kenal,,,ijin baca ff dsni ya,,,

  11. Annyeong~ aku reader baru nih thor, salam kenal yaa🙂
    Aku lg cari ff main cast minhyuk oppa dan krystal dan akhirnya aku ketemu dgn wp ini dan aku penasaran/tertarik dgn ff milik author ini.. jadi aku baca deh dan ternyata emang bagus nih ff😀

    Aku lanjut baca ya thor..😉

  12. . Annyeong Haseyo Admin-nim , Author-nim

    . Aku reader baru di sini …
    . Lagi kesemsem sma Couple cute ini😀

    . Aku boleh lanjut baca dan menjelajah kan Author-nim , Admin -nim ,, hehe …

    . Cerita asiik ,, ga nyangka ya wajah cute begitu playboy ,, :v
    . Target berikutnya malah playgirl ,, bakalan seru ini … (y)

  13. w0aaa….. daebak bnget…
    aqhu suka,, ngebayangin minhyuk yg super p0l0s thu jd playb0y… huahahaha…😀😀😀 lucu bngett…😀😀 daebak_daebak…

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s