[AuthorLepas] I WILL ALWAYS LOVE YOU, NO MATTER WHEN, NO MATTER LONG [Chap 2/2]

Author : otreh

Rating : PG-15

Length : two shots

Genre : romance, angst/tragedy, AU

Cast :

Yonghwa

Seohyun

Yume

Disclaimer : cerita ini terinspirasi sama sebuah anime yang berjudul clannad, tapi tidak 100%  sama, 80% adalah hasil pemikiran sendiri.

Note : ini merupakan ending ceritanya, selamat membaca ^^. Semoga pada suka yah, ceritanya sedih kata author bagi yang sensitif bisa sediakan tisu …

***********************************************

 

Hari Minggu yang cerah seohyun dan yonghwa pergi ke sebuah sungai, mereka duduk sambil saling bercerita.

“Hyun, Kenapa hidungmu berdarah kau mimisan ya?”, Yonghwa bertanya pada Seohyun dengan wajah yang cemas.

Seohyun memegang hidungnya yang sudah berdarah, dan segera mengelapnya dengan sapu tangan.

“aku, tidak apa – apa Yong, paling juga karena kepanasan.”

“kalau kamu merasa pusing cepat bilang padaku, aku kan tidak tahu keadaan tubuhmu sebenarnya ^^.”

“tidak usah khawatir Yong, terima kasih buat perhatianmu my dragon.”

——————————–“””—————————————-

Yonghwa sedang berada di kamarnya, dia berada di sudut kamar sambil memainkan gitar. Yonghwa sudah lupa kapan terakhir kali dia memainkan gitarnya semenjak  Seohyun meninggal, dia terlalu sibuk dengan kuliahnya di Amerika. Bahkan dia lupa pada hartanya yang paling berharga, harta yang ditinggalkan Seohyun kepadanya.

Yonghwa melihat foto Seohyun yang terpampang di atas meja belajarnya.

“Hyun, seandainya aku tahu tubuhmu itu sangat rapuh, aku tidak akan mengijinkanmu untuk mengandung bahkan sampai bisa merenggut nyawamu.”

“Hyun apa menurutmu aku egois? Apa aku ini laki – laki payah yang lari dari tanggung jawabnya?”

“seandainya aku tahu maksud kata – katamu “I will always with you, no matter when, no matter long” , itu karena kau tidak tahu sampai kapan kau bisa berada di sampingku.”

Yonghwa teringat pada Seohyun, dan betapa bodohnya dia karena dia tidak tahu bahwa Hyun menderita penyakit Leukemia.

5 tahun kemudian

Akhirnya Yonghwa telah berhasil menyelesaikan studinya di Amerika, dia pulang ke Korea cepat – cepat karena perusahaan keluarga di Korea sedang membutuhkan bantuannya. Yonghwa memilih naik bis dari bandara, dia ingin merasakan kampung halamannya kembali.

Setelah turun dari Bis Yonghwa berjalan kaki. Di perjalanan dia melihat seorang gadis mungil yang sedang menangis, yonghwa merasa iba pada gadis kecil itu dan dia mencoba mendekati gadis kecil tersebut.

“Uhhhhhhhhhh….. T_T”, gadis kecil itu terus menangis sambil mengucek – ngucek matanya.

“anak manis kenapa kau menangis, adakah yang bisa om bantu?”

“hiks, hiks, esklimnya jatuh ke tanah, hiks hiks ..”

Yonghwa melihat ke tanah dan emang benar ada eskrim yang terjatuh.

“anak manis beli eskrimnya dimana?  biar om  belikan eskrim baru, kamu mau?”

“mau, om cenangnya, acik dapet esklim balu, makacih om.”

Akhirnya Yonghwa membelikan eskrim untuk gadis kecil yang baru ditemuinya.

“Om, main ke taman yuk…”, gadis kecil itu menarik tangan Yonghwa, entah mengapa tangannya dapat merasakan kehangatan yang dia rindukan.

Ternyata taman yang dituju gadis kecil itu adalah taman yang sering dia kunjungi bersama Seohyun, entah mengapa wajah Yonghwa mulai memancarkan kesedihan yang mendalam dan mebuatnya terduduk di Taman itu.

Tiba – tiba saja dia merakan tangan kecil yang mengelus – elus keningnya, dan dihadapannya terlihat seorang gadis kecil yang sedang tersenyum manis mencoba menghibur dirinya.

“cup, cup, om jangan sedih kenapa om jadi sedih?”

Mata jernih dari gadis kecil itu sangat tulus, deg tiba – tiba saja jantung Yonghwa bergetar hebat entah mengapa gadis kecil itu mengingatkannya pada Seohyun.

“Om, ga sedih kok, soalnya ada anak manis seperti kamu yang menemani.”

Giliran Yonghwa mengelus – elus kening gadis kecil itu.

“ah, dah waktunya pulang, Om makasih yah dah beliin esklimnya lagi, dadah om.”

Gadis kecil itu pulang meninggalkan Yonghwa, dan Yonghwa hanya terpaku pada gadis kecil itu.

—————————-“——————————————–

Aku adalah seorang appa

Entah mengapa pikiran Yonghwa hari itu terus teringat pada gadis kecil yang baru dia temui kemarin. Gadis kecil itu memiliki mata yang indah seperti mata yang dimiliki Seohyun.

Yonghwa teringat pada Yume, putri yang telah dia tinggalkan selama 5 tahun. Dia pikir pasti Yume sudah besar, mungkin seumuran dengan gadis kecil yang baru dia temui tadi. Sebenarnya Yonghwa sangat ingin bertemu dengan Yume, hanya saja jika dia bertemu dengan putrinya itu pasti dia teringat pada Seohyun yang meninggal untuk melahirkan Yume.

“Appa macam apa aku ini, yang meninggalkan anaknya sendirian tanpa kasih sayang orang tuanya.”

Yonghwa teringat ada Hyun, dia ingat bahwa keadaan Hyun saat hamil sangat lemah, tetapi Hyun tetap berusaha menjaga kesehatannya. Hyun memang perempuan yang hebat oleh karena itu Yonghwa selalu menganggap dia adalah laki – laki yang telah gagal.

Yonghwa teringat pada Hyun, dan mencoba membuka diari peninggalan Hyun. Saat diari itu dibuka sebauh amplop terjatuh yang ternyata berisi sebuah surat yang ditujukan padanya.

Dear, my lovely dragon … Jung Yonghwa

Yong, gimana kabarmu sekarang, Kau pasti baik – baik saja kan? .. aku takut saat kau sedang membaca surat ini, kau sedang menangis karena ingat padaku , istrimu ini geer yah….

Yong, bagiku kamu adalah laki – laki yang hebat, walaupun kamu bilang dirimu ini payah tapi buatku asal bersamamu kesulitan apapun menjadi lebih mudah. Suami terhebat dan tertampan ^^.

Yong, kamu tahu betapa senangnya aku ketika kamu menyatakan cinta padaku, saat itu aku merasa menjadi perempuan yang tercantik di dunia, walaupun aku juga takut perempuan – perempuan di sekolah bakal menjabakku ^^.

Terlebih lagi ketika tahu aku sedang mengandung, perasaanku campur aduk aku bahagia namun juga sedih. Aku senang karena di dalam tubuhku ini ada seorang manusia yang akan lahir sebagai anakmu, tapi aku juga sedih karena hal ini akan merusak masa depanmu.

Pada saat kau mengajakku menikah, sekali lagi aku merasa menjadi perempuan yang paling bahagia di dunia. Aku yakin, aku bisa bahagia bila bersamamu.

Saat mengandung sebenarnya tubuhku semakin lemah, namun aku tidak ingin membuatmu khawatir. Aku takut aku tidak bisa membesarkan anak kita bersama deganmu, namun aku yakin kau adalah laki – laki yang hebat Yong, sehingga aku yakin jika setelah melahirkan aku tiada aku bisa menitipkan anak kita dengan tenang.

Yong, sekali lagi aku minta maaf aku tidak bisa memenuhi janjiku padamu untuk terus berada disisimu tapi aku senang karena aku bisa melewatkan sisa hidupku sebagai istrimu.

Yong, jaga kesehatanmu yah … ragaku memang tidak ada di sisimu tapi aku akan selalu ada di hatimu, Yong terima kasih…

Dari istrimu Seohyun  J .”

Air mata Yonghwa menetes, dia teringat pada Yume. Setelah membaca surat itu Yonghwa bergegas menuju rumah perawat yang merawat Yume.

PERTEMUAN

TOK, TOK, TOK

Yonghwa mengetuk pintu sebuah rumah dengan keras.

“ya sia …… pa? Kamu Jung Yonghwa akhirnya kamu pulang.”, seorang wanita paruh baya membukakan pintu kaget melihat wajah Yonghwa dihadapannya.

“Ia bu, aku pulang terima kasih karena kau sudah merawat Yume sekarang aku bermaksud menemuinya.”

“Tentu saja kau boleh menemuinya, dia pasti sangat senang selama ini dia selalu menanyakan dimana appanya berada sambil menangis.”

“Ia bu aku ini memang appa yang jahat, tapi aku menyesal sekarang, aku benar – benar merindukan Yume.”

“Tidak ada kata terklambat untuk menyesal, baiklah Yume sekarang sedang berada di Taman Bunga dia sedang bermain, dan ada satu hal yang harus kamu ketahui Yume menderita kanker darah seperti yang diderita Hyun , istrimu.”

“Apa?”, Yonghwa kaget mendengar kata ibu itu, dia merasa bahwa kejadian 5 tahun yang lalu akan terulang lagi.

Di bukit taman bunga

akhirnya Yonghwa telah sampai di bukit itu, terlihat seorang gadis kecil yang sedang bermain di tengah hamparan bunga.

“Yume …”, ibu perawat itu memanggil Yume sehingga Yume membalikan badannya.

Yonghwa tertegun ternyata anaknya adalah gadis kecil yang dia belikan eskrim kemarin. Yonghwa menghampiri Yume.

“Hai, Yume masih ingat pada om?”

“Iya Yume masih inget kok om, om kenapa bica disyini?”

Yume memandang mata anaknya dengan lekat, terilhat bahwa mata anaknya memancarkan raut kebingungan.

“Yume, mulai saat ini jangan panggil om lagi yah, sekarang Yume bisa memanggil om dengan sebutan appa.”

“Appa, jadi om Appa Yume, acik Yume sekarang punya appa, Yume cenang.”

Namun tiba – tiba Yume mulai menangis.

“Kenapa, menangis Yume kamu tidak senang bertemu dengan Appa?”, Yonghwa berkata sambil mengelap air mata Yume.

“hiks….Yume, pikir Appa benci Yume, soalnya appa ga pernah ada di samping Yume, jadi Yume Cuma bica liat foto Umma aja.”

“Yume, cenang Appa dicini, Appa ga benci cama Yume kan, Appa Yume cekarang punya Appa, Yume bica nangis di pundak Appa, hiks.”

“Tentu, tentu saja pundak Appa ada untuk Yume, my lovely Yume.”

Yonghwa memeluk Yume dengan erat begitu juga dengan Yume mereka berdua menangis tenggelam di dalam rasa kerinduan yang mendalam. Pemandangan yang saat indah.

——————–“”””””———————————–

Hari itu Yonghwa mengajak Yume jalan – jalan naik kereta api. Di tengah perjalanan mereka berdua saling mengobrol.

“Appa, Umma itu olangnya seperti apa?”

“Yume pingin seperti Umma, Umma itu sangat cantik di foto.”

“Kau tidak kalah cantik dengan Umma mu, Yume punya mata yang sama dengan Umma.”

“Umma mu itu perempuan yang sangat tegar dan juga ceria, dia adalah perempuan yang berhasil mengalihkan dunia appa.”

“Umma, tidak pernah memperlihatkan dirinya yang rapuh sehingga orang yang berada didekatnya selalu merasa bahagia.”

Yonghwa tiba – tiba menagis lagi. Kali ini Yume pun ikut menangis.

“uaaaa, hiks , hiks, Yume cedih Umma udah ga ada, Appa juga sedih.”

“Yume udah jangan nangis, Appa dah ga sedih lagi kok soalnya udah ada Yume sekarang di samping appa.”

PERPISAHAN

Setelah 1 minggu berlalu, hari – hari Yoghwa bersama dengan Yume sangat menyenangkan. Yonghwa berhasil meyakinkan keluarganya untuk menerima Yume. Yume memang gadis yang lucu dan manis sehingga tidak perlu waktu lama untuk membuat orang – orang senang padanya.

Suatu saat tubuh Yume melemah penyakit Yume semakin parah, waktu itu Yonghwa akan membawa Yume ke rumah sakit tapi Yume enggan dan menangis sehingga Yonghwa pasrah. Badan Yume sangat panas namun Yume ingin diajak jalan – jalan oleh Yonghwa padahal cuaca sedang bersalju. Yume terus merengek sehingga Yume diajak keluar dengan baju sangat tebal.

Mereka berdua berjalan saling bergandengan tangan, Yume menggenggam erat tangan Yonghwa sambil berjalan perlahan dikarenakan kondisinya sangat lemah.

“Yume tidak cape, biar appa gendong yah.”

“Ia, appa Yume cape , appa gendong Yume yah.”

Yonghwa menggendong Yume kedalam pelukannya, wajah Yume tenggelam dalam pundak Yonghwa.

Lalu Yume berbicara pelan pada Yonghwa.

“Appa, appa ga akan kecepian kan kali Yume pelgi.”

“Yume, kamu bilang apa? Yume kan selalu disamping appa.”

“Soalnya Yume melihat Umma sedang beljalan di sebelah Appa, Yume cenang soalnya Umma tersenyum kepada Yume, Yume pingin cekali ketemu Umma.”

“Yume, kan ada appa!”

“Appa, jangan cedih yah kalo Yume pelgi Umma bilang Yume halus jadi anak yang baik buat appa.”

“Yume, cayang cekali sama Appa, Umma juga cayang cekali cama Appa.”

“Umma, sekarang cenyum cama Yume , Yume mau ke Umma, Appa makacih yah udah cayang ama Yume.”, Yume memejamkan matanya di dalam gendongan Yonghwa

Tiba – tiba saja Yume sudah tidak bersuara lagi. Yonghwa duduk melihat wajah anaknya, anaknya sudah memejamkan matanya dia tertidur dalam pelukan Yonghwa. Air mata Yonghwa jatuh di atas wajah Yume.

“Yume, appa juga sayang sama Yume titip salam buat Amma yah.”

Bayangn Seohyun dan Yume berada di belakang Yonghwa, mereka melihat punggung Yonghwa dan menyentuhnya lalu pergi.

————————-“””””””””””””””_________________

Last story

Terdapat 2 buah pusara dia atas bukit,  pusara Seohyun dan Yume yang saling berdampingan. Yonghwa menyimpan bunga diatasnya.

“Untuk dua gadis tercantik didalam hidupku, terima kasih kalian telah menjadi bagian terindah dalam hidupku.”

“Hyun, terima kasih karena kau sudah melahirkan seorang gadis kecil yang cantik dan terima kasih juga atas semua kenangan indah, sedih yang telah kita alami berdua berkat dirimu aku menjadi laki – laki yang kuat.”

“Yume, terima kasih karena kau telah membuka pintu hati appa yang sudah tertutup, appa tidak akan pernah melupakan senyuman Yume.”

Lalu Yonghwa pun pergi meninggalkan pusara itu dengan pelan, menuju mobil dimana anak dan istrinya sudah menunggu.

—-THE END —-

 

>>>>> argh, first fanfic nya selesai juga, kamsahamnida yang udah baca, bow!!, akhirnya aku malah buat Yume meninggal, tapi setidaknya Yonghwa mendapatkan kebahagiannya kembali. Chingu makasih yah dah baca …..

8 thoughts on “[AuthorLepas] I WILL ALWAYS LOVE YOU, NO MATTER WHEN, NO MATTER LONG [Chap 2/2]

  1. sediiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih..
    sekalinya balik sama anak sendiri malah ternyata penyakitan juga.
    yang tabah ya yong~
    oh jadi ceritanya pas yong nengok makam seohyun & yume, dia udah berkeluarga lagi ya?
    nice~

  2. ceritanya sedi bg..
    boleh kritik? ceritanya kecepetan, kyk terburu” pengen kelar cepet”, coba alur cerinya lebih panjang lagi, bakalan banjir air mata readernya..🙂

  3. makasih yah yang udah baca, kebetulan emang aku jarang baca ff jadinya sekali ngepost mesti update, ,
    >>>tau aja nih, aku emang buru2 pingin cepat selsai soalnya takut ga diterusin,
    ia akhirnya yonghwa nikah ma orang lain, coz aku ga mau ceritanya intimidate seseorang, jadinya aku buat bahagia yonghwanya di akhir, makasih ya chingu ..

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s