Second Life (Part 1)

Author: happyhanna (@hannamoran)

Lenght: *chaptered

Genre: Romance, Friendship, Uncategorized

Cast: Kang Min Hyuk CNBLUE

Lee Jong Hyun CNBLUE

Choi Soo Young SNSD

Luna F(x)

Amber F(x)

 

Note: annyeong second life dah muncul lagi nih. mian ya lamaaaa banget di post nya soalnya kering ide heheheh. buat yang udah nunggu sequelnya semoga suka ya. selamat baca and comment ya😀

 

NB: seperti cerita sebelumnya, karena nyawa Luna sudah masuk ke tubuh Sooyoung, jadi kalau ada tulisan Sooyoung POV itu artinya dari sudut pandang Luna juga okay🙂

 

****

Sekarang sooyoung dan seseorang yang tadi mengaku bernama Amber ini duduk disebuah taman yang sepi. Amber menatap sooyoung dengan seksama.

“wae? Kenapa kau bisa tahu kalau yang ada di dalam tubuh sooyoung adalah aku? Luna” Tanya sooyoung

“aku ini indigo, aku bisa merasakan dan berkomunikasi dengan alam orang mati. Selain itu aku juga bisa merasakan segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia orang mati. Makanya aku tau kalau kau bukan “manusia” seperti orang lain karena kau panas” kata amber menjelaskan. Sooyoung hanya mendengarkan dengan seksama.

“dan ternyata benar saja, kau meminjam tubuh sooyoung yang sama-sama sudah mati” kata amber. Sooyoung mengangguk mengiyakan perkataan amber.

“jadi, apa maksudmu kembali kedunia orang hidup?” Tanya amber pada sooyoung.

“maksud?” Tanya sooyoung

“iya, pasti aku masih punya urusan penting semasa kau hidup sebagai Luna kan? Sampai kau rela untuk kembali ke dunia ini lagi, kalau aku boleh tau apa maksudmu?” Tanya amber

“begini, sewaktu aku hidup aku berencana untuk menyatakan cinta pada namja yang aku sukai, tapi sayang saat dalam perjalanan untuk menemuinya aku tertabrak dan meninggal seketika. Dan aku tetap ingin menyatakan cinta padanya, sehingga arwahku tidak tenang disana. Sampai aku mendapat kesempatan untuk kembali lagi kedunia orang hidup, yaaaaa walaupun dengan tubuh orang lain, setidaknya aku masih punya kesempatan menyatakan cinta padanya. Setelah itu aku bisa pergi dengan tenang” kata sooyoung.

“sebegitu cinta kah kau pada namja itu?” Tanya amber

“tentu saja, sangaaaaatttt cinta” kata sooyoung

“baiklah, kalau begitu aku bisa membantumu” kata amber. Senyum mengembang diwajah sooyoung

“sungguh?” Tanya sooyoung pada amber

“tentu, itupun kalau kau mau”

“tentu saja aku mau…” kata sooyoung

“dimana kau tinggal?” Tanya amber

“molla, aku tidak mungkin kerumahku sebagai Luna, keluargaku pasti akan sangat kaget”

“kalau begitu kau bisa tinggal diapartementku, bagaimana?”

“ah! Gomawo kau mau membantuku” kata sooyoung girang.

 

***

“Kau yakin dia kuliah disini?” Tanya amber saat menemani sooyoung ke tempat kampus namja yang ia sukai.

“iya, tidak salah lagi. Dulu aku sering datang kesini sebagai Luna” kata sooyoung

“inikah tempat kuliah orang-orang pintar” kata amber

“memang, minhyuk oppa memang sangat pintar, makanya ia dengan mudah masuk kampus ini” kata sooyoung.

“lalu mana namja itu?” Tanya amber

“entahlah, aku belum melihatnya” kata sooyoung sambil mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kampus

“ah itu dia!!!” tunjuk sooyoung pada seorang namja yang baru saja turun dari tangga dan sekarang sedang berjalan menyusuri lorong kampus. Sooyoung segera berlari mendekat kearah namja itu, sementara amber hanya mengikutinya santai.

***

Sooyoung/ Luna POV

Minhyuk oppa, sudah lama tidak melihatmu. Kau tidak berubah tetap keren. Aku terus mengikutinya dari belakang dengan jarak kira-kira 5 meter. Aku semakin terpesona melihat punggung namja yang aku cintai itu dari dekat lagi. Aku mengikutinya terus, sepertinya ia menuju kantin kampus.  Tiba-tiba langkahku terhenti saat aku merasakan seseorang menggengam tanganku.

“amber…..” aku tersentak saat aku tau bukan amber yang menahanku

“nugu?” tanyaku pada namja yang menggengam tanganku dan menatapku lekat

“maaf, tolong lepaskan tanganku” kataku, tapi namja itu malah memelukku

“Sooyoung, ini kau kan……ini sungguh kau kan jagi……Sooyoung, kau kembali” namja itu membenamkan wajahnya di pundak ku, aku yang tak mengerti apa-apa berusaha menjauhkan diri dari namja ini. Apalagi sekarang orang-orang disekitarku memerhatikan kami.  Untungnya tak lama amber datang dan segera membantu ku melepaskan pelukan namja itu.

“Kau siapa?!!! Beraninya memeluk yeoja yang tidak kau kenal” kata amber mendorong namja itu dan segera membawa lari aku sebelum namja itu berbuat aneh lagi.

Setelah agak jauh aku dan amber berhenti berlari dan menenangkan nafas kami masing-masing.

“kau kenal namja itu?” Tanya amber

“tidak, aku tidak kenal. Dasar namja aneh” kataku

“sebentar, tadi dia memanggilmu sooyoung, berarti namja itu mengenal sooyoung” kata amber

“benar juga, tapi dia siapanya sooyoung ya? Masa ia tidak tahu kalau sooyoun sudah meninggal” kataku

“aku tidak yakin,ya sudahlah, setidaknya aku sudah jauh dari namja aneh itu” kata amber

“ah minhyuk oppa!! Aku jadi tidak tahu kan kemana dia pergi!!. Ayo bantu aku cari dia lagi” kataku mulai mencari minhyuk oppa lagi.

***

Aku melihat amber hanya duduk diatas tempat tidurnya, dengan tatapan kosong.

“hei, kau sedang apa? Ayo bantu aku masak” kataku. Aku menumpang dirumah Amber, kebetulan ia tinggal sendiri, kakaknya baru saja pindah ke amerika untuk kuliah disana.

“kau masak dulu sendiri ya, aku sudang seru nih” kata amber. Aku heran, amber hanya duduk diam sambil menerawang entah kemana, apanya yang seru??

“seru? Apa yang kau lakukan?” Tanya ku

“aku sedang mengobrol dengan sooyoung” kata amber sambil tersenyum kesisi kirinya, padahal tidak ada siapa-siapa disana. Atau mungkin sooyoung sedang duduk disana, tak kasat mata. Seketika buluk kudukku berdiri dan tanpa aba-aba kau meninggalkan amber dan segera menuju dapur.

Didapur aku memasak dalam diam, dengan debaran jantung yang tidak beraturan dan tubuhku sedikit bergetar saat tahu amber sedang berbincang dengan arwah pemilik tubuh yan sedang aku gunakan ini. Tak lama amber keluar dari kamarnya.

“kau sudah selesai?” Tanya ku

“sudah, kau pasti ketakutan” kata amber sambil terkekeh dan duduk disofa ruang tengah

“aku kan sudah bilang, aku bisa berhubungan dengan dunia orang mati. Dan aku juga bisa memanggil mereka bahkan berbincang layaknya teman, tapi melalui pikiran” kata maber menjelaskan

“lalu kenapa kau tertarik untuk memanggilnya?” Tanya ku

“aku hanya penasaran dengan kejadian tadi siang, aku rasa dia pasti mengenal sooyoung dan benar saja” kata amber, aku duduk disofa dekat amber untuk mendengar lebih seksama

“lalu apa yang dia ceritakan?”

“dia bilang namja yang tadi memelukmu adalah tunangannya, namanya Lee Jong Hyun. Sayangnya sooyoung harus meninggal karena sakit lemah jantung yang ia derita dari kecil. Dan lebih disayangkan lagi, sampai sekarang Jonghyun belum bisa menerima kematian sooyoung, ia masih mengira sooyoung masih hidup dan hanya tertidur dan ia yakin sooyoung suatu saat akan kembali hidup. Makanya saat melihatmu tadi dia langsung memelukmu” jelas amber panjang lebar.

“pantas saja, lalu bagaimana komentar sooyoung, aku menggunakan tubuhnya?” tanyaku

“dia tidak keberatan kau menggunakan tubuhnya, karena ia tahu kau bermaksud baik” kata amber. Akupun tersenyum lega mendengarnya.

“tapi sooyoung memberi syarat untukmu”

“apa?” Tanyaku.

“dihari terakhir kau nanti sebelum kau kembali ke dunia orang mati kau harus menjelaskan pada jonghyun siapa kau sebenarnya. Dan bilang kalau sooyoung akan selalu mecintainya selamanya”

“baiklah, itu bukan hal yang sulit”

“ah aku lapar, kau sudah masak kan?? Ayo kita makan” kata amber.

***

Author POV

Minhyuk membereskan semua peralatannya arsitekturnya dan segera meninggalkan kelasnya bersiap pulang. Saat ia sadar seorang yeoja sedang memerhatikannya dari balik pintu kelas

“ehemmm….ada yang bisa aku bantu?” Tanya minhyuk. Sooyoung yang merasa tertangkap basah sedang mengintip langsung menunduk malu. Minhyuk hanya tersenyum dan berjalan meninggalkan sooyoung.

“ah oppa!!!” panggil sooyoung

“oppa? Kau memanggil aku?” Tanya minhyuk sambil menunjuk wajahnya

“iya, kau oppa” sooyoung berjalan menghampiri minhyuk

“sepertinya terdengar sangat akrab kau memanggilku oppa, apa kita pernah bertemu sebelumnya??” Tanya minhyuk

“oppa apa kau lupa padaku? aku Luna” seketika minhyuk tertawa pelan

“kau jangan berbohong, Luna sudah meninggal dan aku tahu benar kau bukan Luna” kata minhyuk sambil tersenyum.

“oppa, tapi aku benar Luna” kata sooyoung meyakinkan. Kali ini senyum minhyuk semakin lebar

“jangan jadi pembohong yang terlalu bodoh ya” kata minhyuk, lalu melangkah meninggalkan Luna yang terperangkap dalam tubuh Sooyoung.

 

***

Sooyoung membanting pintu apartement Amber membuat amber yang sedang asik menonton sedikit tersentak.

“Gwenchana?” Tanya Amber saat sooyoung menghempaskan tubuhnya disofa sebelah amber.

“keliahatannya?” Tanya sooyoung

“Kacau” komentar amber singkat.

“ceritakan ada apa??” sooyoung pun menceritakan apa yang terjadi padanya saat bertemu minhyuk. Amber tertawa.

“kau ini memang babo!! Kau mengaku Luna dengan tubuh sooyoung, mana ada yang percaya”

Sooyoung terdiam sebentar, memikirkan perkataan amber, ia mengangguk pelan.

“memangnya seberapa dekat kau dengan minhyuk? Sepertinya kalian saling mengenal” kata amber

“dia kaka kelasku sewaktu SMA, aku sudah menyukainya sejak sekolah, kami saling mengenal tapi ia tidak tahu kalau aku menyukainya. Ia orang yang baik, tapi aku tidak pernah berani mengatakannya. Lalu minhyuk oppa lulus dan masuk ke universitas N yang terkenal sangat sulit untuk menjadi mahasiswa disitu. tiba-tiba teman-temanku mengadakan perjanjian denganku, kalau aku bisa masuk univ N juga, maka aku harus menyatakan perasaanku pada minhyuk. Aku menyetujui karena aku yakin dengan otakku yang pas-pasan ini mana bisa aku diterima di Univ N yang terkenal untuk anak pintar itu. tanpa diduga aku diterima disana, dan aku harus menepati janjiku. Tapi sayang, saat aku akan menemuinya untuk menyatakan perasaanku, kecelakaan itu terjadi dan aku meninggal seketika. Itulah kenapa arwahku masih tidak tenang, karena ku belum menyelesaikan rencanaku untuk menyatakan perasaan pada minhyuk” cerita sooyoung, amber mengangguk paham.

“sepertinya rencanamu kali ini juga tidak akan berjalan lancar” kata amber

“iya, tadi saja aku sudah gagal. Ini semua tidak semudah yang aku bayangkan” sooyoung tersenyum lesu

“tapi kau harus semangat, kau seharusnya senang mendapat kesempatan kedua. Jarang ada yang mendapat kesempatan sepertimu. Walaupun akan sulit tapi kalau kau berusaha kau pasti bisa” amber memberi semangat

“gomawo” kata sooyoung.

“ah ya, tentang jonghyun yang waktu itu aku bicarakan. Sepertinya kalian akan bertemu lagi, karena ia satu kapus dengan minhyuk”

“lalu, apa yang harus aku lakukan kalau bertemu dengannya? Aku kan sebenarnya tidak tahu siapa dia”

“sepertinya kau harus pura-pura mengenalnya. Kalau ia tahu kau hanya menggunakan tubuh sooyoung maka kesempatanmu untuk tetap didunia orang hidup akan berkurang. Sebenarnya aku sudah beberapa kali menangani kasus sepertimu, sangat sayang kalau kau membuang waktumu sebelum urusanmu selesai”

“kau sering membantu arwah-arwah yang masih tidak tenang seperti aku?” Tanya sooyoung

“tentu saja, makanya kau tenang saja. Aku akan membantumu”

 

***

Sooyoung/ Luna POV

 

Aku berdiri digerbang univ N, mencari sosok minhyuk. Lama aku tunggu ia tak muncul-muncul, tiba-tiba terdengar suara protes dari perutku, mau tak mau aku berjalan menuju kantin kampus dan memesan makanan. Aku duduk agak pojok sendirian agar dengan mudah melihat sekeliling kalau-kalau minhyuk muncul dikantin.

“permisi, apakah aku bisa duduk disini?” seseorang berbicara padaku. aku menatapnya dan pasti ia bisa melihat raut terkejut diwajahku.

“bolehkan? Tidak ada tempat lagi” katanya

“oh…eh silahkan” kataku, ia pun duduk diseberangku. Minhyuk oppa

“eh, kau itu gadis yang kemarin kan?” tanyanya

“iya…iya oppa. Eh iya minhyuk-ssi” kataku gelagapan.

“dari mana kau tahu namaku?” tanyanya. Aku bingung mau menjawab apa.

“hmm….dari….dari temanku” kataku menjawab asal. Ia mengerutkan kening

“Luna?” tanyanya

“iya…iya Luna” jawabku sekenanya. Lalu ia mengulurkan tangan

“namaku Kang Min Hyuk, siapa namamu?” tanyannya

“aku Lun…eh Sooyoung” aku hampir saja meneybut nama asliku. Ia tersenyum, manis sekali. Rasanya semuanya terhenti dan terfokus pada senyumannya yang sampai sekarang membuatku salah tingkah.

“Gwenchana?” tanyanya sambil melambaikan tangannya dihadapanku, membuyarkan lamunanku.

“ne..gwenchana…” kataku.

“hmm…mian kalau boleh aku Tanya, kau kenal Luna dari mana?? Maksudku kau taukan  Luna sudah tidak ada?” wajah minhyuk sedikit ragu, aku tertunduk mendengar pertanyaannya, sedikit kecewa kenapa ia menanyakan pertanyaan itu. tapi dengan cepat aku memutar otak untuk menjawab pertanyaan minhyuk.

“hmm…sebenarnya aku dan Luna itu masih punya hubungan keluarga, keluarga jauh sih” kataku, aku masih ragu menatap minhyuk. Entah kenapa aku merasa sedih mendengar minhyuk membicarakan aku yang sudah meninggal ini.

“mian, aku membuatmu sedih ya?” tanyanya

“ah ani, aku hanya sedikit ….sedikit…..teringat, tapi tidak apa” kataku meyakinkan

“mian, kalau aku boleh Tanya, sepertinya aku tidak melihatmu saat Luna dimakamkan”

“oh, aku tinggal diluar kota sehingga saat Luna dimakamkan aku tidak bisa datang, aku juga baru beberapa hari ini di Seoul” minhyuk mangangguk mengerti

“lalu bagaimana kau tau namaku?” Tanya minhyuk, aku mulai gelagapan lagi

“oh itu…..waktu itu Luna pernah menunjukan fotonya dengan teman-teman club-nya, ada kau juga disitu. Dan Luna bilang kau bernama minhyuk, dan tidak disangka kita bertemu” kataku untung aku ingat club melukis yang aku dan minhyuk ikuti pernah mengadakan foto bersama.

“oh ya?? Aku saja sampai lupa kalau club melukis pernah mengadakan foto bersama” kata minhyuk. Aku hanya tersenyum.

“tapi kalau ku perhatikan kau tidak mirip dengan Luna”

“hahahaha tentu saja, kami ini saudara jauh, jadi tidak mirip” kataku berusaha meyakinkan.

“hmm…semoga Luna bahagia disana, dia gadis yang baik. Sayang ia sudah tidak bersama kita lagi” entah kenapa kata-kata minhyuk begitu menusuk hatiku.

Ini aku minhyuk oppa, aku sedang duduk dihadapanmu, kenapa kau malah bilang begitu. Tiba-tiba rasanya mataku mulai panas. Aku tidak suka mendengar minhyuk menganggapku sudah meninggal.

“kau kenapa? Sakit?” Tanya minhyuk

“ah, ani. Aku ada urusan….mian aku duluan” aku mengambil tasku dan berjalan cepat meninggalkan minhyuk. Aku berjalan cepat, mencari tempat sepi. Aku menemukan sebuah tempat sepi di taman belakang kampus, aku terduduk sambil mengusap air mataku yang menetes.

Kenapa aku harus lari? Kenapa aku tidak bilang saja tadi kalau aku ini Luna?? Toh setelah itu aku tinggal bilang tentang perasaanku, jadi walaupun waktuku didunia ini berkurang tidak masalahkan. Tapi kenapa aku tidak bisa? Kenapa saat minhyuk membicarakan kematianku aku tidak suka?? Aku kenapa???

Aku terisak, aku tidak suka saat minhyuk membicarakan kematianku, saat ia percaya kalau Sooyoung adalah saudara jauhku. Aku tidak suka!!! Aku ingin minhyuk tahu kalau aku ini Luna. Ternyata semua yang aku rencanakan tidak berjalan mulus.

***

Aku terdiam di taman belakang kampus yang sepi. Aku hanya diam memandang tanah. Sayup-sayup aku mendengar suara petikan gitar, aku memalingkan wajah mencari cari mana asal suara gitar itu. aku sedikit tersentak saat menyadari si pemain gitar itu sedang menatapku dengan tatapan dingin, sesaat kemudian ia berhenti memetik gitarnya, lalu ia berjalan kearahku.

–TBC–

 

5 thoughts on “Second Life (Part 1)

  1. amber serem amat jadi anak indigo, tapi gatau kenapa menurutku cocok.
    yah kasian amat luna, udah keterima di univ bagus malah keburu mati. belum nyatain perasaan pula.
    ceritanya seruuuuu.
    tapi ngeri deh minhyuk jadi suka sooyoung, bukan luna.
    jonghyun tunangan sooyoung? cieeeee so sweet aja masih kuliah udah tunangan.
    yang natap dingin si luna itu jonghyun ya???
    ayo lanjut sar ^^

  2. Annyeong🙂 ak reader baru hehe

    Ish keren!!!!
    Ak suka jalan ceritanya
    Itu yg metik gitar si jonghyun kan???

    Minhyuk ceritanya ga deket sma lunakan? Kasian luna
    Wkwkwk
    Lanjut🙂 d tunggu kelanjutannya

  3. Gak tau kenapa sooyoung ama jonghyun cocok. Trs kenapa tatapannya jonghyun dingin coba? Jangan bilang jonghyun jugs indigo?! Jeng jeng… Nahlo. Next chap, ditunggu~

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s