Devil of Love #2

Author: KimsKimi ^^

Genre: School,Romance, AU

Cast:

Seohyun SNSD as Seo Joohyun

Jung Yonghwa CNBLUE as Jung Yonghwa

 

Other cast:

Tuan Oscar

Tiffany SNSD as Hwang Tiffany

Kyuhyun Suju as Setan kecil

 

Dis: Title and picture was by me and story was by Jinna Mai comic

 

Note: Happy Reading and don’t forget to RCL

 

“Kenapa jadi besar?!” Seohyun tersentak dari tidurnya, dia terdiam sejenak dan menyadari kalau dirinya sedang berada di tempat tidur.

 

“Akh!! Mimpi?! Ternyata semua itu cuma mimpi!!!” jeritnya histeris.

TOK TOK

 

“Kau itu hanya bisa diam waktu tidur saja ya?” ujar Yonghwa yang muncul dari balik jendela kamar Seohyun

 

“Yonghwa…!” sahut Seohyun dengan diiringi tatapan tajam darinya.

 

“Apa kau mau protes?! Aku kan sudah mengetuk pintu”

 

“Tidak kok, aku cuma masih bingung mana yang nyata dan mana yang mimpi? Atau itu semua cuma khalayanku?” dia bertanya pada dirinya sendiri sambil berusaha mengingat kejadian tadi siang.

 

“Seohyun-ah, tadi kau langsung pingsan saat menyelamatkan ku” sahut seseorang yang membuat dia jadi mengalihkan pandangannya ke asal suara itu.

 

“Ah..setan kecil…” ucap Seohyun sambil terpana melihat sosok yang berada di depan nya sekarang, yang berubah menjadi namja tampan dan berarti itu semua bukan mimpi.

 

“Kyuhyun imnida, aku berhutang budi padamu Seohyun dan untuk sementara aku akan merepotkan mu jadi mianhae ya” katanya sambil tersenyum pada Seohyun.

 

“Eh…? Merepotkanku?”

 

“Iya, aku akan bersamamu, tapi hanya sampai hutang budiku lunas padamu kok”

 

“Ka…kalau begitu, untuk sementara ini kau akan tinggal bersama dirumahku?!”

 

“Hei, aku gak setuju!!” sahut Yonghwa tapi tidak di hiraukan oleh mereka berdua.

 

“Ne, kau tak perlu kuatir,aku gak butuh makan kok. Cukup memakan mu saja” ucap Kyuhyun yang dengan cepat menciumnya , dan membuat Yonghwa refleks menarik Kyuhyun dari Seohyun yang sudah kaget karena di cium tiba-tiba.

 

“YA!! Apa yang kau lakukan?!”bentak Yonghwa pada Kyuhyun.

 

“Sumber tenaga ku kan dari manusia, makanya aku mencium nya karena disaat itu energi nya akan terpancar jelas” jawabnya dengan santai.

 

“Tapi kenapa harus mencium apa ga ada cara lain?!” sahut Yonghwa makin emosi.

 

Di saat Kyuhyun dan Yonghwa bertengkar masalah itu, Seohyun malah masih terpana dengan perbuatan Kyuhyun padanya.

 

“Hmmm….. Kyuhyun, terasa hangat, lembut dan harum.. Aku merasa melayang” hanya itu yang ada di pikiran Seohyun sampai dia teringat akan tuan Oscar.

 

“Aigoo!! barusan aku terjerumus pada kenikmatan dunia nyata dan hampir mengkhianati tuan Oscar! Jeongmal mianhae tuan Oscar!”

 

“Jadi Seohyun, mohon bantuannya ya” Kyuhyun tersenyum kepadanya,dan itu membuat dia kembali terpana oleh ketampanan Kyuhyun.

 

***

 

“Dasar setan kecil itu..sebaiknya aku enggak boleh lengah” gumam Yonghwa sambil mengganti baju di dalam kamarnya.

 

SRAK…SRUK..SSRAK..SREK

 

“YA! Kau ngapain sih? Kenapa membongkar barang milik orang lain?!” Yonghwa memarahi Kyuhyun karena memeriksa kolong tempat tidurnya.

 

“Seohyun bilang, biasanya orang menyimpan buku porno di bawah tempat tidur”

 

“Dia nggak bisa mengajarimu hal yang lebih berguna ya?!” sahut Yonghwa jengkel melihat Kyuhyun masih sibuk mengobrak-abrik tempat tidurnya.

 

“Horee! Ketemu!” Kyuhyun menari kegirangan dengan sebuah album foto di tangannya.

 

“Hhhh… Itukan cuma album foto waktu kami kecil.”

 

“Ooh…sepertinya kenangan kalian tidak ada yang manis, ya?” kata Kyuhyun sibuk mengomentari foto-foto Yonghwa dan Seohyun.

 

“Kamu suka Seohyun, kan?” kata Kyuhyun asal.

 

“Uhuk!!” Yonghwa jadi tersedak air minumnya saat mendengar hal itu.

 

Dia menatap curiga pada Yonghwa.

 

“Ah! Aku baru ingat. Bubuk cinta itu memang nggak akan mempan kalau digunakan pada orang yang sudah menyukai pengguna bubuk tersebut…”

 

“Maksudmu apa sih?!”

 

“Itu berarti kau sudah menyukai Seohyun sejak lama.Iya kan?”

 

“Mana kutahu! Mungkin saja obatmu itu memang nggak berguna!”

 

“Sudahlah, aku ke tempat Seohyun saja.”

 

Kyuhyun beranjak pergi meninggalkan Yonghwa, karena dia tidak mau berdebat lagi dengannya. Meskipun sebenarnya dia tahu Yonghwa tidak mau jujur dengannya.

“Annyeong Seohyun!!”

 

“An… Annyeong”

 

“Sudah mau tidur?” tanya Kyuhyun saat melompat ke kamar Seohyun dan langsung berbaring di tempat tidurnya.

 

“Kalau begitu, aku juga tidur.”

 

“Eh?! Masa kita tidur sama-sama?” Seohyun menatap Kyuhyun tidak percaya,

 

SREET  jendela kamarnya tiba-tiba terbuka, dan muncul Yonghwa dengan bantalnya juga ikut melompat ke tempat tidur Seohyun.

 

“Nggak akan kubiarkan! Biar aku mengawasinya.”

 

“Hah?!”

 

“Waktu ahjumma dinas ke luar negeri, aku kan dimintai tolong untuk menjaga mu. Jadi ini sudah tanggung jawabku!”

 

“Pikiranmu gimana, sih? Masa tidur bertiga? Itu gak mungkin!”

 

“Kan bisa tidur saling merapat !” Mereka beradu tatapan sinis sampai wajah keduanya tinggal berjarak lima centi.

 

“Memang sih, tempat tidur ini terlalu sempit buat tidur bertiga. Tapi aku bisa membuat tempat tidur ini jadi lebih besar dengan sihirku.” kata Kyuhyun dan segera menjentikkan jarinya.

 

“Uwaah! Tempat tidur nya jadi besar!” sahut YongSeo kompak.

 

“Nah, kalau begini, sudah cukup luas untuk tidur bertiga kan?”

Sebenarnya Kyuhyun senang melihat tingkah mereka begitu, karena ia berniat menyatukan mereka sebagai sepasang kekasih.

 

 

-pagi hari-

 

 

Seohyun pov

 

“Seohyun… Ayo bangun Seohyun.”

 

Suara itu terus memanggilku. Bukan suara ‘anak tetangga sebelah’ yang tidak sensitif dan kasar itu, tapi suaranya seperti tuan Oscar yang sangat menentramkan hatiku. Saat kubuka mataku, sosok Kyuhyun yang tampan terus memandangiku.

“Selamat pagi, Seohyun.” dia mencium keningku.

 

“Kyaa!!!”

 

“Kenapa kaget sih?” dia memandangku heran, tapi aku masih bingung kenapa dia bisa disini atau…. Ah! Aku lupa sekarang aku kan tinggal bersama nya.

 

“Apa kau malu ? Wajahmu memerah lho!”

 

“Aniya, aku hanya merasa sesak karena Kyuhyun memelukku begitu erat” sangkal ku karena takut dia mengetahui rasa gugup ku.

 

“Ooh…tapi kedua tanganku ada di sini lho” ucapnya sambil menunjukkan tangan nya di depan ku. Tunggu dulu!! Kalau tangan Kyuhyun ada disitu, berarti yang memelukku

sekarang…….

 

 

Author pov

 

“Kyaaaa!!” Seohyun berteriak histeris saat menyadari dirinya di peluk oleh Yonghwa. Langsung saja dilemparnya Yonghwa kembali kekamarnya.

 

“Apanya ingin melindungiku dari Kyuhyun, hah? Kau sendiri lebih berbahaya dari pada dia!”.

Dengan perasaannya yang masih kesal dia kembali ke ritual (?) tiap pagi nya, berbicara dengan poster tuan Oscar yang ada di depan pintu kamarnya.

 

“Tuan Oscar… Aku sudah mengusir pengganggu yang berusaha menggodaku. Hatiku hanya untuk mu seorang tuan Oscar”

 

“Seohyun…Seohyun!” panggil Kyuhyun dan itu mengalihkan nya dari tuan Oscar. Saat ia menghadap Kyuhyun, tiba-tiba saja Kyuhyun menarik dagu dan mencium nya.

 

“Sarapan!” tapi karena perbuatan nya yang ‘tiba-tiba’ Seohyun langsung pingsan.

 

“YA!! Kau mau mati?! Lagi-lagi kau menciumnya !” bentak Yonghwa karena dia tidak terima Seohyun dicium Kyuhyun.

Bukan nya merasa bersalah dia malah menantang Yonghwa.

 

“Kalau kau kesal, coba saja lakukan sendiri. Sekarang ini kesempatan terbuka lebar lho!”

 

“Ma… mana boleh mencium orang kalau orang itu nggak punya perasaan yang sama dengan kita?”

 

“Tapi kalau kau mencium nya, dia akan terpesona pada mu lho”

 

“Itu kan terbatas kalau kau yang menciumnya. Dasar rendahan!”.

Mereka membiarkan Seohyun tertidur sementara mereka masih sibuk berbicara.

 

“Dengan sikapmu yang lemah itu, kau memang nggak punya harapan menang dari tuan Oscar yang dikagumi Seohyun.”

 

“Apaan sih?”

 

“Jangan harap gadis yang kau sukai akan datang padamu kalau cuma sabar menunggu. Kau harus katakan kalau kau menyukainya. Ungkapkan cintamu.”

 

“…”

 

“Kalau kau nggak mulai usaha, kau nggak akan bisa berdiri sebanding dengan tuan Oscar.”

Yonghwa cuma diam dengan penjelasan Kyuhyun. Dia masih ragu-ragu dengan perasaan nya sendiri.

 

***

 

Seohyun tertunduk lemas di meja belajar sekolahnya. Dia terus memikirkan Kyuhyun.

“Kyuhyun…dia terlalu memaksa, selalu mencium tiba-tiba, sama sekali beda dengan tuan Oscar. Tapi kenapa sekarang hanya dia yang terbayang olehku? Ah ! Apa ini yang disebut cinta?” Seohyun terus bergumam sendiri, sampai ia tidak sadar dari tadi seluruh teman sekelas nya memperhatikannya..

 

Tanpa sengaja ia melihat wujud Kyuhyun ‘versi kecil’. Dan menganggapnya sebuah ilusi.

 

“Aah…sekarang aku mulai berilusi tentang Kyuhyun”

 

“Bukan ilusi. Ini beneran, kok.”

 

“Hah? Kok bisa?!”

 

“Ke…kenapa tubuhmu jadi kecil lagi?”

 

“Aku kan bisa mengubah ukuran tubuhku sesuka hati. Kalau kecil begini, aku jadi nggak mencolok kan?” Ia kembali jadi pusat perhatian karena berbicara dengan Kyuhyun.

 

“Iya sih. Tapi kenapa kau datang kesekolahku?”

 

“Aku…aku… Aku kesini mengambil makan siangku” Kyuhyun sengaja berbohong dari Seohyun, ia takut ketahuan.

Karena dia datang untuk mendukung Yonghwa menyatakan cintanya. Seohyun tersenyum tipis, mendengar perkataan Kyuhyun. Sedikit kecewa, karena dia sudah terpesona saat Kyuhyun menciumnya. Tapi ternyata ciuman itu hanya berarti makanan untuk Kyuhyun.

 

“Ya! Kau kenapa sih? Gwenchana?” tanya Kyuhyun yang melihat ia tiba-tiba lemas.

 

“Aniya, nan gwenchana”.

 

“Seohyun…” ia langsung menoleh ke arah yeoja berambut pendek itu.

 

“Tiffany? Ada apa lagi?”

 

“Pulang sekolah kemarin, kau langsung buru-buru pulang kan?”

 

“Ne, terus?”

 

“Kemarin diputuskan kelas kita akan mengadakan pesta dansa untuk acara Natal. Dan kau ditunjuk jadi penanggung jawab kostum. Jadi tolong buatkan desain kostum pelayan ya.” terang Tiffany sambil menunjukkan secarik kertas.

 

“Kenapa harus aku?! Aku kan nggak mau!”

 

“Hey, seorang otaku harusnya tahu banyak soal kostum pelayan kan?”

 

“Tunggu dulu! Yang namanya otaku itu juga ada macam-macam! Pengetahuanku tentang baju pelayan itu sama sedikitnya dengan kalian semua!”

 

“Dan bukannya kau selalu menganggap remeh otaku? Kenapa sekarang malah memintaku merancang kostum pelayan?!”

 

“Ya! Bisa diam dulu gak sih?” Tiffany jengkel dari tadi omongannya selalu dipotong oleh Seohyun.

 

“Menurutku bikin desain kostum jauh lebih berguna untukmu, daripada menghabiskan waktu bicara sendirian dengan boneka mengerikan itu.”

Kyuhyun tersentak dibilang mengerikan oleh Tiffany “Mengerikan? Aku?!”

 

“Baiklah tolong di selesaikan, ya.” pamit Tiffany lalu pergi ke luar kelas.

 

Di atas atap sekolah, Kyuhyun tak henti-henti nya menggerutu kesal. Dia tidak terima Tiffany mengatai nya dengan sebutan ‘mengerikan’.

“Yeoja menyebalkan ! Aku yang begini tampan malah dibilang mengerikan! Awas akan kusihir yeoja itu jadi nenek peyot !”.

 

“Lupakan saja. Kau hanya akan membuang sia-sia tenagamu.” kata Seohyun yang dari tadi sibuk merancang kostum pelayan.

 

“Ya ! Kenapa kau lakukan apa yang dikatakan anak itu ?!”

 

“Memang iya, sih… Walaupun bicaranya agak sombong, tapi sebenarnya Tiffany itu nggak bisa melakukan apa-apa. Lagipula, aku suka kok dengan pekerjaan ini”

 

“Oh, begitu…” mendengar penjelasan Seohyun dia jadi diam dan melihat nya bekerja lagi.

Seorang namja menghampiri mereka berdua, “Rupanya kau ada disini !”

 

“Yonghwa, kau mau apa?” diletakkan nya buku sketsa yang ia pegang tadi.

 

“Kudengar kau jadi penanggung jawab kostum. Cobalah menerima tugas itu….”

 

“Kau tahu sendiri sifat Tiffany itu seperti apa. Dia nggak bisa bicara jujur. Tapi sebenarnya dia cukup menyukaimu”

 

” … .” SeoKyu memandangi Yonghwa dengan tatapan tajam. Mereka heran dengan sikapnya yang begini, tiba-tiba membela orang lain.

 

“Oh ya? Aku nggak yakin bisa menyukai orang yang selalu bicara dengan nada sombong padaku seperti dia… Tapi seperti nya kau mengerti sekali tentang Tiffany. Jangan-jangan kau suka padanya, ya?” goda Seohyun pada Yonghwa yang mulai memerah wajahnya.

 

“Ja…jangan bercanda! Yang kusukai itu kan,

 

Seo…

 

seo…

 

Seo In Young..” Kyuhyun yang awalnya mengira Yonghwa akan mengatakan cintanya, sudah besemangat mendukung nya.

 

Tapi ternyata ia malah menyebutkan nama orang lain. “Seo In Young… Bukan perempuan sembarangan lho.” bohong nya dari Seohyun.

 

“Ck..ck..ck.. Kau ini cuma namja biasa yang standar, tapi punya mimpi yang tinggi juga ya..”

 

“Dasar pabo! Apa kau se pabo itu? Atau jangan-jangan dia berpikir lebih baik selamanya jadi teman masa kecil, dari pada nanti di tolak setelah menyatakan cinta?” pikir Kyuhyun yang sudah hinggap (?) di kepala Yonghwa.

 

“Baiklah kalau cuma penanggung jawab kostum”

 

“Benarkah?”

 

“Sebagai gantinya, kau harus begadang menggantikan ku mengantri tiket film terbaru tuan Oscar yang akan diadakan malam natal nanti. Setuju ?? ”

 

“Mwo?!”

 

“Kalau gak mau, ya sudah.. Aku gak mau mengerjakan nya ” dengan setengah memaksa kesepakatan mereka pun tercapai. Yonghwa rela mengantri demi Seohyun, meskipun sebenarnya dia hanya berpura-pura tidak mau.

 

Kyuhyun berubah wujud (?) lagi menjadi besar.

 

Tentu saja membuat Seohyun jadi terkejut. “Kenapa kau tiba-tiba jadi besar?”

 

“Aku cuma mau menggenggam tangan mu, jadi kau tidak bisa menggambar desain yang diinginkan Tiffany itu”

 

“Kalau begitu genggam terus tanganku.” karena terpesona Seohyun membiarkan tangannya digenggam oleh Kyuhyun.

 

“Selama ini aku sudah bertemu dengan manusia, tapi berada bersama Seohyun terasa sangat menyenangkan.”

 

***

 

Seminggu kemudian…

 

JREENG

 

“Nah! Akhirnya kostum buatanku selesai! Perhatikan baik-baik semuanya!” Seohyun menunjukkan hasil rancangan yang ia buat. Dia memakai kostum pelayan yang tergolong seksi itu di depan teman-temannya. Dan itu mendapat banyak pujian dari mereka apalagi yang namja.

 

“Hohoho….jadi gimana menurutmu Tiff ?”

 

“Yah… Untuk ukuran seorang otaku, pekerjaanmu kali ini cukup lumayan”

 

“Kau nggak bisa memberi sedikit pujian ya?”balas Seohyun sinis.

Hampir satu hari ini mereka semua tidak pulang sampai malam, mereka mengerjakan kostum pelayan yang telah dirancang Seohyun.

 

“Gimana baju ku?!” sahut Tiffany seraya keluar dengan kostum pelayan buatannya.

 

“Mmm… Tiffany, coba angkat tangan kirimu” pinta Seohyun setelah melihat kostum Tiffany.

 

BRET!

 

“Sekarang angkat tangan kanan mu”

 

BREET!.

 

Kostum buatan Tiffany gagal total, dia tidak bisa menjahitnya dengan benar.

 

“Kalian juga jangan lengah ya, kerjakan yang benar” perintah Seohyun pada temannya yang lain.

 

“Aku ini kan anak orang kaya, jadi aku memang nggak cocok dengan pekerjaan jahit menjahit !” kata Tiffany dengan nada sombong.

 

“Tiffany-ah, biasanya anak perempuan dari keluarga kaya itu juga diajari cara melakukan pekerjaan rumah tangga. Dan hanya anak perempuan kaya yang berotak kosong yang suka membanggakan diri mereka, yang nggak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga apapun.” kata Seohyun yang membuat jengkel Tiffany.

 

“YA! Kau bilang apa?!”

 

“Sudah, tenanglah. Jangan marah ya.” teman mereka yang lain berusaha menenangkan Tiffany dan menyuruh Seohyun pergi dari situ.

 

Setelah memberitahu ke guru jaga Seohyun berniat kembali lagi kekelas. Tak sengaja ia berpas-pas an dengan Yonghwa.

 

“Yonghwa !”

 

“Eh?! Kalian juga sudah mau pulang?”

 

“Iya. Mau pulang duluan ya? ”

 

“Ani… Aku mau menunggu mu kok..”

 

“Oh, kalo gitu temenin ke kelas dulu yuk” ajak nya pada Yonghwa.

 

“Kostum pelayan yang kau pakai tadi, cocok dengan mu lho” cetus Yonghwa dan membuat Seohyun menunjukkan wajah anehnya.

 

“Kau kenapa sih? Jangan-jangan kau penggemar kostum pelayan ya?”

 

“Tidak mungkin, aku bukan orang seperti itu”

 

“Yah…bukan urusanku sih. Nanti aku kan nggak pakai kostum itu.”

 

“Hah? Lalu kalau nggak pakai kostum itu, kenapa kau sengaja membuat 1 set untukmu sendiri?”

 

“Itukan hanya contoh. Dan seperti dugaan ku. Tiffany nggak bisa membuat kostumnya sendiri. Makanya kuberikan kostum ku”

 

“Begitu ya. Sayang sekali”

 

“Nggak apa-apa kok. Kyuhyun bilang katanya kostum itu manis” Seohyun tersenyum cerah (?) pada Yonghwa dan membuatnya salah tingkah.

 

Sementara itu dikelas Kyuhyun terus memandangi kostum pelayan Seohyun yang tergantung “Memberikan kostum ini pada Tiffany…? Rasanya kok agak sayang ya..” gumam

Kyuhyun .

 

SRET

 

Pintu kelas tiba-tiba terbuka dan Kyuhyun langsung bersembunyi di belakang meja.

 

“Tiffany? Sedang apa dia disini? Apa ada barang yang tertinggal?” batin Kyuhyun saat melihat Tiffany masuk kelas dan berdiri di hadapan kostum pelayan Seohyun.

 

“Kau selalu saja mengejekku ! Baju jelek begini !”

 

BREET  BREET

 

Tiffany merobek-robek kostum pelayan Seohyun. Disaat yang sama Yonghwa dan Seohyun pun memasuki kelas,

 

“Ah…ternyata ada Tiff….” mata Yonghwa tertuju pada robekan baju yang ada dimeja. Ia langsung sadar kalau itu kostum buatan Seohyun

 

“Ya! Bukankah itu kostum yang dibuat Seohyun?!”

 

“Mwo?” Seohyun terkejut melihat kostum nya yang telah rusak.

 

“Kostumku…” kata Seohyun lirih,

 

DRAP  DRAP dengan cepat ia berlari meninggalkan kelas

 

“Seohyun!! Seohyun!!” panggil Yonghwa yang masih berada dikelas.

 

“Aish..Pabo! Seohyun bilang dia akan memberikan kostum ini padamu !” kata Yonghwa marah pada Tiffany

 

“Tapi…tapi aku…aku…” Tiffany gelagapan melihat Yonghwa marah.

 

“Serahkan ini padaku ! Kau kejar saja Seohyun!. Pandangannya terhadapmu akan berubah kalau kau berhasil menghiburnya !” sahut Kyuhyun yang muncul tiba-tiba.

 

“Apa? Jangan-jangan karena itu kau diam saja melihat baju Seohyun dirusak ?!”.

 

***

 

Yonghwa berlari mengejar Seohyun yang pergi ke atas atap.

 

“Hiks…hiks.. Kyuhyun..kau dimana? Aku ingin kau ada didekatku…” kata Seohyun pelan.

 

“Seohyun? Kau nangis ya?”

 

“Buat apa aku nangis ! Aku marah pada diriku sendiri ! Aku begitu bodoh sampai mau bersimpati pada Tiffany yang sombong itu ! Dan kalau kau gak mau kujadikan pelampiasan… Tinggalkan aku sendirian!!” teriak Seohyun kasar.

 

“Kurasa kau nggak perlu berusaha terlihat kuat seperti itu. Perasaanmu kan sedang terluka. Wajar saja kalau kau menangis… Tapi aku tahu kau nggak bisa menangis di depan orang lain, makanya ayo kita pulang saja!” ajak Yonghwa sambil menenangkan Seohyun.

 

Seohyun bangkit dan menatap Yonghwa tajam.”Cih. Jangan bicara seolah kamu mengerti aku..menjijikan tahu! Memangnya tahu apa kau tentang aku?”

 

“Dasar pabo ! Aku tahu semuanya tentang kau !” Seohyun mengernyitkan dahinya.

 

“Kau itu egois, sinis,suka menyerang orang, suka nekat,dan gampang terluka !

 

Kebiasaan tidurmu juga jelek !

 

Mulutmu tajam !

 

Kau nggak pintar bergaul, jadinya kesepian !

 

Kejelekanmu nggak ada habisnya !” perkataan Yonghwa membuat Seohyun jadi makin naik darah dan marah.

 

GRRR! “Ooh.. Kau… Mau mati, ya?” dikepal kan tangan nya dan bersiap memukul Yonghwa.

 

“Tapi… Kalau kau berada bersama orang seperti itu sejak lahir.. Suka nggak suka kau pasti bisa melihat satu atau dua kebaikan orang itu.”

Yonghwa menatap Seohyun dalam

 

“Aku… Menyukaimu”

 

 

-t-tbc-

 

7 thoughts on “Devil of Love #2

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s