Playboy Vs Playgirl [chapter 3]

 

chapter 1 | 2

 

Author: kang hyeri [@mpebriar]

Genre: romance, friendship

Length: chaptered

Rating: PG16

Cast:

  • Kang Minhyuk CNBLUE
  • Krystal / Jung Soojung F(X)
Other cast:
  • Key / Kim Kibum SHINee

Disclaimer: this’ my own plot *walaupun keliatannya basi* keluar dari otak seorang febri

Note: Pertama-tama, maaf karakter Krystal aku buat jutek. soalnya tampangnya mendukung #plak. Yang kedua, gara-gara baca clandestine (cmiiw) di ffindo, aku jadi suka minhyuk-krystal, yah saya shipper mereka. Tapi soal jutek2an aku ga ikut2an dr ff itu, seperti yang aku bilang tadi, tampangnya mendukung (?). Dan yang ketiga dan terakhir, SELAMAT MEMBACA~ jangan lupa komen ^^

**************************************

Tanpa berpikir panjang, entah dorongan dari mana, aku lancang mencium bibirnya. Hingga beberapa detik berlangsung dia mendorong tubuhku, lalu memukulku dengan tasnya.

“Brengsek! BRENGSEK!” katanya dengan suara yang bergetar.

TENG!

Lift terbuka dan Krystal keluar dari lift dengan langkah cepat. Sedangkan aku? Kakiku susah sekali digerakkan.

“Kenapa dia menangis? Dia sudah sering mencium banyak namja, kan? Kenapa dia menangis begitu aku menciumnya?”

 

***

 

Sudah dua minggu berlalu, sudah dua minggu pula aku tidak bertemu dengan Krystal. Sepertinya dia sengaja menghindariku.

Seperti kemarin. Saat aku membuka pintu –ingin pergi kuliah-, disaat yang bersamaan pintu apartemen Krystal juga terbuka, tapi buru-buru dia tutup lagi.

Apa kesalahanku sangat fatal hingga dia tidak mau bertatap muka denganku lagi? Aku hanya menciumnya. Dan aku yakin aku bukan satu-satunya namja yang dapat merasakan sentuhan bibirnya.

“Minhyuk-ssi?”

Seseorang memanggilku. Akupun menoleh ke arahnya.

“Nuguseyo?” tanyaku pada yeoja yang sama sekali tidak kukenal.

Cantik. Fashionable. Tinggi.

“Aku Han Sooki, mahasiswi jurusan akuntansi!”

“Lalu?”

“A…aku menyukaimu!” katanya sedikit malu-malu.

Aku bangkit berdiri dari kursi kantin dan menepuk bahunya.

“Terima kasih karena sudah menyukaiku, tapi maaf aku tidak menyukaimu!” kataku sembari tersenyum padanya lalu pergi dari tempat itu.

Ada apa denganku? Sungguh ini pertama kalinya aku menyia-nyiakan seorang yeoja cantik seperti… siapa namanya? Sooki? Ah, bodohnya aku!

Bahkan biasanya aku akan menerima pernyataan cinta seorang yeoja sekalipun aku baru mengenalnya seperti kasus Sooki tadi –jika sesuai tipeku-. Hanya saja, saat dia bilang suka padaku, yang terbayang malah wajah Krystal.

Lupakanlah!

Saat aku berjalan menuju mobilku, Key tiba-tiba datang menghampiriku seraya bertepuk tangan.

“Siapa yang ulang tahun?” kataku dengan sedikit malas.

“Tidak ada yang ulang tahun! Hanya saja ini momen spesial!”

“Mwo? Bicara yang jelas!”

Aku membuka pintu mobilku lalu masuk. Keypun ikut masuk melalui pintu satunya lagi.

“Daebak!”

“Apa sih, Key?”

“Hampir satu bulan kampus tenang karena kau!”

“Maksudmu?”

“Biasanya kalau aku sedang berjalan di kampus, pasti ada saja yang membicarakanmu. Entah ke-playboy-anmu lah, yeoja baru lah! Tapi itu sudah lama tidak kudengar!”

“Ck! Kukira apa!”

Kustarter mobilku, lalu kuinjak kopling mobil, kumasukkan gigi satu, menginjak gas dan melepas kopling perlahan.

“Dan sepertinya bukan hanya Universitas Hankuk saja yang tenang, Universitas Seoul sama halnya dengan kampus kita.”

“Langsung intinya, Key! Kau ini suka sekali bicara berputar-putar.”

“Baiklah! Yeoja yang bernama Krystal itu tampaknya tidak ‘berulah’ lagi!”

Aku menengok pada Key dengan pandangan meminta penjelasan, lalu kembali fokus pada jalanan.

“Kau tahu Minho, kan? Temanku yang kuliah di sana yang aku ceritakan? Minho bilang sudah beberapa kali Krystal menolak cinta namja-namja di sana. Sama seperti kau tadi!”

Oh ya? Bagus, dong!

BAGUS?

“Ada apa dengan playboy dan playgirl yang satu ini? Sepertinya kalian saling berkaitan.”

“Mwolla! sepertinya iya!”

Tiba-tiba tawanya meledak. “TUH KAN, KAU JATUH CINTA PADANYA, HAHAHA!”

Key-ah, suaramu… Ya Tuhan!!

“IYA, IYA! KAU BENAR! TAPI TIDAK PERLU BERTERIAK KALAU TIDAK MAU MATI SEKARANG!”

 

 

 

Baru saja aku ingin membuka pintu apartemenku, pintu apartemen Krystal terbuka. Tapi begitu dia melihatku, dia langsung berniat menutup kembali. Buru-buru kucegah pintu itu.

“Krystal! Bisa bicara sebentar?”

Dia tidak mengeluarkan suaranya sama sekali. Hanya menundukkan kepala lalu membiarkan pintu terbuka lebar.

“Gomawo!” kataku.

Aku berjalan mengikuti Krystal masuk ke dalam. Tangannya menyilakanku duduk di sofa, sedangkan dia sendiri duduk di kursi meja makan yang tidak jauh dariku. Sepertinya dia masih menjaga jarak dariku.

“Mau bicara apa?” tanya Krystal.

Oh Tuhan! Ini pertama kalinya dia tidak bersikap dingin padaku!

“Untuk kejadian yang waktu itu, aku sangat menyesal! Mianhae! Maaf karena sudah menuduhmu yang bukan-bukan dan menci…”

Kutatap dirinya yang masih enggan menatapku. Baru kusadari tubuhnya sedikit kurusan.

“Gwenchana! Aku sudah lupa!”

Benarkah? Aku bahkan selalu terbayang-bayang dengan kejadian itu. Aroma tubuhnya, ekspresi kagetnya, rasa lipglossnya, sentuhan bibirnya. Aku tidak bisa lupa itu semua. Aku belum pernah seperti ini sebelumnya karena biasanya aku berciuman hanya karena terbawa hawa nafsu. Tidak sampai memperhatikan hal sedetail itu.

Tapi dengan Krystal? Sangat berbeda.

Omo!! Aku benar-benar jatuh hati dengannya.

Lihat! Hampir setengah jam kami hanya diam. Di depannya aku seakan kehilangan kata-kata. Padahal selain playboy, aku juga dijuluki sebagai raja gombal. Ya begitu sih kata Key. Ah, itu sama sekali tidak nyambung, Minhyuk!

“Minhyuk!” “Krystal!”

Tidak sengaja kami menyebut nama lawan bicara kami masing-masing serempak.

“Hehehe!”

Lagi-lagi kami tertawa secara bersamaan. Setidaknya suasana sedikit mencair.

“Kau duluan saja!” tawar Minhyuk.

Krystal tidak bicara sedikitpun.

“Krys?”

“Namja yang kau lihat waktu itu, yang keluar dari apartemenku. Dia bukan siapa-siapaku. Sungguh!”

“Iya, aku percaya! Buku matematikamu masih di tempatku.”

Matanya membulat. “Eh? Ada di kau? Bagaimana bisa? Kau… Taemin…”

“Kami tidak sengaja bertemu di lobi dan dia menitipkan buku itu padaku. Aku tidak sangka player sepertimu mengajar les, kekeke!”

Wajahnya memerah.

“Aku hanya membantu Jungshin. Adiknya sebentar lagi akan menghadapi ujian kelulusan. Karena aku menganggur, ya kubantu saja.”

Jungshin? Siapa lagi dia?

“Jungshin itu mantanku sewaktu aku duduk dibangku kelas tiga SMA!”

Hebat! Dia bisa tahu aku sedang memikirkan itu.

“Lalu, kenapa kau mau aku tahu tentang hal ini? Kukira siapa itu Taemin dan apa yang kalian lakukan tidak begitu penting untukku.” Salah besar! Sangat penting! Aku cukup gusar memikirkan ini sebelum aku tahu kebenarannya.

Mulut Krystal terbuka seolah ingin berkata sesuatu tapi dia urungkan niatnya. Ekspresinya seperti orang linglung. Mungkin dia bingung harus menjawab apa. Atau…ia ingin aku tidak cemburu? Ahaha tidak mungkin.

“Ha…hanya ingin tidak terjadi salah paham lagi di antara kita.”

Masuk akal, sih!

“Dan namja yang kau peluk di pintu lobi?”

Dia mulai menggigit kuku jempolnya. Sepertinya kembali bingung harus menjawab apa.

“Incaran barumu?”

Dia masih diam. Tatapannya sudah mengarah ke mana-mana. Dengan sedikit ragu-ragu Krystal mengangguk. “Tapi sungguh, aku tidak bertemu dengannya lagi setelah itu. Saat itu aku sedang kesal –karena kau-, dan Jinki sunbae bersedia menemaniku jalan-jalan. Hanya itu saja! Dia hanya mantanku.”

Hanya menemani jalan-jalan, imbalannya pelukan. Mau juga dong :p

“Entah namanya Jinki atau siapalah itu, yang aku tanya kan apakah dia incaran barumu? Kenapa kau jawab panjang lebar? Cukup jawab iya atau tidak!”

Hahaha, kena kau Krystal! Mau jawab apa lagi sekarang?

“Tidak!”

Sepertinya Krystal benar-benar ingin aku tidak salah paham lagi. Tidak apa, baguslah!

“Sekarang giliranku yang bertanya.”

“Ya, bukannya kau sudah banyak tanya tadi?” tanya Krystal.

“Kan kau yang mulai, bukan aku. Sekarang giliranku.”

Krystal sedikit mengerucutkan bibirnya, menghembuskan nafasnya melalui hidung lalu menatapku dingin. Krystal telah kembali. Manisnya…

“Mau tanya apa?”

“Hmm, di mana keluargamu tinggal? Aku penasaran.”

Dia tidak menjawab. Yang kudapat hanyalah tatapan kosong Krystal. Mungkin karena pertanyaanku dia jadi rindu keluarganya.

“Krys?”

“Hah?” lamunannya buyar.

“Kenapa tidak tinggal bersama orang tuamu?”

Krystal bangkit dari kursi lalu berjalan menuju sebuah lemari kecil. Dia mengambil sesuatu dari dalam laci. Kemudian ikut duduk di sampingku.

“Igeo!”

Krystal menyerahkan sebuah pigura foto. Sepasang suami istri dan seorang yeoja berseragam SMP –aku tahu seragam sekolah ini-.

“Orang tuamu dan kau, kan?”

“Ne!”

“Jadi benar ini kau?” tanyaku seraya menahan tawa.

Aku membandingkan foto itu dengan Krystal. Hahaha, dia benar-benar culun.

“Berhenti tertawa, Minhyuk!”

Ah iya, aku tidak mau diamuk Krystal.

“Di mana orang tuamu?”

“Sudah meninggal.”

Bibirku yang tadinya tersungging sebuah senyuman seketika memudar.

“Itu foto terakhir yang aku ambil bersama orang tuaku. Di hari kelulusanku!”

Aku benar-benar merasa sangat tidak enak bertanya begitu. Pabo!

“Mianhae!”

“Sudahlah! Gwenchana!” sahutnya seraya tersenyum. Kalau dia tersenyum begini makin terlihat cantik.

Krystal memalingkan wajahnya dariku. Aku tidak tahu kenapa dia tidak mau melihatku. Atau tidak mau aku melihat wajahnya?

Bahunya gemetaran. Aku yakin sekali dia sedang menangis.

Kuraih dagunya dan kuputar agar menghadapku. Benar! Dia menangis. Kurengkuh kedua pipinya dan kuusap air matanya yang jatuh. Kedua tanganku menarik tubuhnya ke dalam dekapanku. Dia menangis makin menjadi.

“Menangislah sampai kau puas!” bisikku padanya.

Kedua tangannya memeluk pinggangku. Kueratkan pelukanku. Kini dia terisak di dekapanku. Hatiku sakit mendengar isakannya karena aku sangat mengerti bagaimana sedihnya kehilangan orang yang sangat kita cintai.

“Eom..ma..! Hiks..! Appa..!” katanya lirih.

Aku tidak tahan mendengarnya.

Tuhan, tega sekali Kau membuat Krystal menangis seperti ini!

 

 

 

Hampir sejam Krystal tidur dipelukanku. Senang, sih! Sangat malahan! Tapi pegal..

Kupapah tubuhnya dan kubawa ke kamarnya –hanya ada satu kamar di apartemen Krystal, sama seperti punyaku-. Perlahan kurebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan kututup tubuhnya dengan selimut. Aku menarik kursi dan duduk di samping tempat tidur Krystal.

Kalau sedang tertidur begini, wajahnya terlihat sangat polos. Benar-benar berbeda dengan Krystal yang kukenal selama ini. Melihatnya begini membuatku tak bisa berhenti tersenyum. Dia sangat cantik.

“Jam sepuluh? Hoaam! Pantas aku mengantuk!” gumamku sambil meregangkan tubuhku.

 

***

 

BHUG!

BHUG!

Sesuatu mengenai wajah dan perutku. Karena terasa sakit, aku membuka mataku.

Ini di mana? Ini bukan kamarku!

“YA?!”

Aku menoleh ke samping kiriku. Kulihat Krystal yang sedang memandangku tajam, seakan siap menelanku hidup-hidup. Sebelah tangannya memegang bantal guling, sebelahnya lagi memegang selimut yang menutupi setengah tubuhnya.

ASTAGA!!!

Aku di tempat tidur Krystal!

“YA! NEO! Ah, jinjja!” Krystal memalingkan wajahnya seraya mendengus kesal, lalu kembali menatap wajahku. “Apa yang kau lakukan padaku, HAH?”

Apa yang aku lakukan? Aku tidak melakukan apa-apa!

“Tidak ada! Sungguh!”

Aku buru-buru bangkit dari tempat tidur sebelum bantal guling itu kembali menerjang tubuhku.

“Tidak ada lalu kenapa kau tidur di tempat tidurku?”

“A…aku lelah! Tadinya aku duduk di kursi itu!” kataku sambil menunjuk kursi di samping tempat tidur Krystal yang semalam kududuki. “Aku benar-benar tidak tahu kenapa aku bisa pindah ke atas tempat tidur. Tapi aku bersumpah tidak melakukan apa-apa padamu. Kita tidak…telanjang. Bahkan sepatu yang aku pakai kemarin masih kukenakan. Lihat!”

Dia melihat ke bawahku. Sepertinya dia mulai percaya. Lagi pula mana mungkin aku melakukan ‘itu’ sambil menggunakan sepatu? Tsk, tidak usah dibahas.

“SANA CEPAT KELUAR!”

Aku berlari keluar sebelum vas bunga itu melayang ke kepalaku.

 

***

 

“Apa playboy di sampingku ini sudah tobat?” kata Key tanpa melepaskan tatapannya dari televisi. Dia sedang bosan, makanya kuajak saja ke apartemenku.

“Aku?” tanyaku yang juga tidak melepas pandanganku dari televisi.

“Siapa lagi playboy di sini? Aku ini namja baik-baik!”

“Lalu aku namja tidak baik-baik?”

Key menepuk puncak kepalaku. “Anak pintar! Alhamdulillah yah (?)!” serunya seperti sedang berbicara dengan anak kecil. Aku menepis tangannya.

“Aku jatuh cinta padanya!”

Key menatap mataku datar.

“Kau serius?”

“Ye! Tidak pernah seserius ini!”

“Kalau Krystal hanya mempermainkan perasaanmu? Yah kau tahu sendiri siapa dia.”

“Aku yakin dia sudah berubah, sama seperti aku!”

Key tertawa. Memangnya ada yang lucu?

“Kau? Berubah?”

“Iya, kan? Sejak kenal sama Krystal aku tidak satu kalipun pacaran lagi. Aku sudah tobat dari dunia player!”

“Tapi kau masih suka main mata dengan yeoja-yeoja cantik, kan? Mengedipkan matamu pada mereka.”

“Itu hanya fanservice!”

Spontan Key melempar bantal sofa ke arahku.

Ngomong-ngomong tentang aku dan Krystal, hubungan kami sudah membaik sejak hari itu. Dia lebih murah senyum padaku. Kya cantiknya… Dia juga tidak menolak saat aku menawarkan diri untuk mengantarnya ke kampus. Aku seperti kekasihnya saja, mengantar dan menjemputnya di kampusnya.

Dan  ngomong-ngomong tentang kekasih, aku ada niatan untuk menyatakan cintaku padanya. Hanya saja aku ragu. Aku ragu dia akan menerimaku dan ragu aku benar-benar mencintainya atau tidak. Biasanya aku berpacaran hanya karena aku tidak mau kesepian, tidak terlalu menginginkannya. Tapi dengan Krystal, aku serasa ingin memilikinya.

Perlu dicamkan, aku belum pernah bilang cinta pada yeoja-yeoja yang aku pacari selama ini. Aku hanya akan bilang cinta pada yeoja yang benar-benar aku cintai.

Kang Minhyuk sedang jatuh cinta.

 

***

 

Pagi ini aku kembali mengantar Krystal ke kampusnya. Aku turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Krystal.

“Silahkan, tuan putri yang cantik!” kataku seperti seorang pelayan.

Krystal turun dan tersenyum padaku. Aku senang Krystal tidak marah-marah lagi saat aku memanggilnya cantik.

“Terima kasih, tuan playboy!”

“Ck! Aku bukan playboy!”

“Oh ya! Terima kasih, tuan mantan playboy yang sudah berjalan ke jalan yang lurus (?).”

“Kau meledekku!” aku pura-pura marah, kugembungkan pipiku.

Tiba-tiba saja Krystal mencubit pipiku. “Aih, gemasnya!” seru Krystal. Krystal –yang masih mencubitku- sempat terdiam memandang mataku, lalu melepasnya dan memalingkan wajahnya.

Omo!! Ini pertama kalinya Krystal menyentuhku. Tunggu sampai aku bisa menggandeng tanganmu, cantik.

“Kang Minhyuk?”

Seorang yeoja tiba-tiba muncul.

“Ne? Nuguseyo?” tanyaku pada yeoja yang tidak kukenal.

“Aigoo! Ini benar kau, Minhyuk!” tiba-tiba saja yeoja itu memelukku. Ya, kenapa harus di depan Krystal.

“Lepas! Kau siapa?”

Yeoja itu melepaskan pelukannya dan menatapku tajam. “Kau lupa aku? Woori, mantanmu! Ah, kau melupakanku pasti karena yeoja ini!” katanya seraya memandang –sedikit- sinis pada Krystal. Krystal yang tidak mau kalah mulai mengeluarkan tatapan mautnya.

Aku tidak ingat kalau aku pernah berpacaran dengan mahasiswi Universitas Seoul. Atau dia mantanku sewaktu SMA? Aku benar-benar lupa.

“Aku tidak ingat kau! Sana pergi!”

“Cih! Kasar sekali kau sekarang. Dulu sewaktu kita pacaran, kau selalu mengucapkan kata-kata yang lembut padaku. Setelah empat hari kita berpacaran, kau mencampakkanku. Sudahlah! Jangan muncul di hadapanku lagi!” Yeoja yang bernama Woori itu berjalan pergi meninggalkanku dan Krystal.

Kau yang tiba-tiba muncul di hadapanku, hey nona! Kenapa aku yang disuruh jangan muncul di hadapannya? Kenal saja tidak. Mungkin efek memiliki banyak mantan (?)

“Krystal, nanti aku jemput, ya!”

Tatapan tajam Krystal yang tadi dia berikan pada Woori beralih padaku. “Tidak perlu! Aku naik bus saja!” Kemudian dia berjalan tanpa pamit dan tidak memberikanku senyumannya yang manis seperti biasanya.

Kenapa dia?

 

***

 

“Krystal, kau marah padaku?” tanyaku padanya. Aku berusaha berjalan beriringan di sampingnya.

Dia benar-benar tidak mau pulang denganku. Padahal aku sengaja bolos kuliah. Kuikuti saja bis yang dia tumpangi.

Sesampainya kami di depan apartemen kami, Krystal berdiri mematung sambil menatap mataku. “Aku tidak marah!” katanya ketus.

“Kau marah!”

“Tidak!”

“Iya!”

“Iya! Eh, tidak!”

“Iya kau marah!”

“IYA AKU MARAH!”

Kubekap mulutnya karena suaranya yang terlampau keras. Aku takut mengganggu para tetangga.

Tangan Krystal menepis tanganku.

“Mianhae, Krystal! Jebal! Dia hanya mantanku!” jelasku padanya. Setelah diingat-ingat, Woori memang mantanku. Ternyata kami pernah pacaran empat bulan yang lalu.

Krystal hanya diam, tidak merespon.

“Aku dimaafkan?”

“Entahlah!”

“Maafkan aku, Krystal!”

Krystal kembali menatap mataku. Kemudian dia menghela nafas. “Baiklah, aku maafkan!” serunya datar.

“Kau tidak memaafkanku. Mana senyumnya?”

Diapun tersenyum walaupun aku tahu itu hanya terpaksa.

“Nah, gitu dong! Oh ya, ngomong-ngomong kau kenapa marah padaku? dan… kau memaafkanku begitu aku bilang kalau Woori hanya mantanku?”

Tiba-tiba dia memukulku dengan bukunya yang sejak tadi dia genggam. Sepertinya Krystal mulai sadar kalau dia marah padaku karena satu alasan. Cemburu.

Aku mengambil buku Krystal dari genggamannya. Cukup sakit dipukul buku sebesar ini. Entah ini buku atau kamus bahasa.

“Sudah ah, lupakan! Bagaimana kalau temani aku nonton? Aku tadi menyewa beberapa dvd. Tidak asik kalau hanya menonton sendiri. Temani aku ya?”

Krystal tampak sedang menimbang-nimbang. Tanpa menunggu jawabannya, aku meraih pergelangan tangannya dan menariknya masuk ke dalam apartemenku. Untungnya dia tidak menolak.

“Duduklah!” kataku. Aku meletakkan tasku di samping Krystal dan mengeluarkan sesuatu dari dalam. “Pilih saja yang mana yang mau duluan ditonton. Aku mau ambil cola dan cemilan di dapur.”

Aku berjalan menuju dapur, meninggalkan Krystal yang sedang asik-asik melihat beberapa dvd yang kusewa tadi sepulang kuliah.

Setelah meletakkan dua buah kaleng minuman soda dan beberapa cemilan di atas baki, aku kembali ke tempat Krystal sambil menenteng baki tersebut.

Di mana Krystal?

BRAK! Terdengar suara pintu dibanting. Pintu apartemenku.

Dia marah lagi? Apa lagi salahku?

“Hyukkie!”

Aku menoleh ke pintu kamarku dan mendapati seorang yeoja berhanduk kimono berdiri di sana sambil mengusap-usap rambutnya yang basah.

Ini pasti alasan kenapa Krystal marah!

 

-tbc-

 

makin lama ceritanya makin gaje kah? maaf ya, ga ada ide.. soalnya bikin chapter ini dadakan sebelum aku mau mudik biar bisa aku schedule tayangnya (?) dan readers ga nunggu kelamaan~

 

30 thoughts on “Playboy Vs Playgirl [chapter 3]

  1. wwwwoooooowww mereka bertobat *??*
    lucu deh bayangin player kaya mereka tobat trus saling suka antar player hehehe
    tuh yeoja siapa??? kok……ada di apartement minhyuk???
    lanjut onn, suka deh bacanya

  2. waa..mereka kembali ke jalan yg benar xD
    tp itu sp yg pake kimono?
    Jgn2 sodaranya minhyuk lg
    lol, ak ngakak tiap scene minhyuk key
    di kehidupan nyata mreka dket bneran kah?

  3. author makin keren aja ff nya…
    itu yeoja sapa sih maen masuk apartemen minhyuk? dah gtu dalam keadaan gtu pula…
    jelas aja krystal ngamuk”…
    lanjutannya jgn lma” y author… ^^

  4. Asik juga ceritanya para players yg tobat…
    Wkwkwkwkwkwk…
    Kyknya yg berhanduk kimono itu kakakny minhyuk deh…
    Feeling aja…

    Fighting!!!

  5. Hahaha ngakak pas Key blg *alhamdulillas ya~*

    mestinya minhyuk jwb *sesuatu bgt ya key* lol

    hyukstal ni hubunganx gmana ni?minhyuk blum ngungkapin cintax kn??? Ayo segera katakan cintamu Hyuk..

    Ayo siapa yg pki handuk kimono itu?kok menggoda kykx y?apa dy mantanx minhyuk yg g trima diputusin ma minhyuk??

  6. Kayaknya Kry udah mulai cinta sama Minhyuk nih🙂
    Buktinya Krystal cemburu berat waktu ngeliat Hyuk dipeluk cewek lain~
    Kyaaa seru seru seru😀
    Lanjut ya thor~

    Btw author aku ketawa ngakak waktu Key bilang “Alhamdulillah yah”
    HAHAHAHA😀

  7. Aiiih, suka deh sama hubungan minhyuk-krystal disini >.<
    Krystal nya udah cemburu cemburu gitu… Udah baikan, eh muncul orang itu.
    Siapakah dia? Hmmm… Oke lanjut chapter selanjutnya…🙂

  8. Adegan waktu krystal nangis di pelukannya minhyuk itu sweet bangeet walaupun ujung2nya dia ditimpuk pake bantal guling hihi…
    Wah krystal udah cemburu sama minhyuk itu tandanya dia juga udah tobat (?) dan udah mulai sayang sama minhyuk ciyeee😀
    Lucu yah ngeliat mantan player pada jatuh cinta kayak gini🙂
    Waduuuh lagi enak2nya mau nonton dvd eh ada lagi yg bikin krystal cemburu!
    Itu cewek barunya minhyuk atau siapa?
    Lanjuut

  9. Minhyuk memang awesome. Jadi kalo punya mantan banyak gk masalah dong /? /apa/ tapi kalo mereka berantem terus gk asik ah. Mending berantem diranjang aja Minhyuk oppa sm Krystal._. wkwkwk

  10. Hahaha..aku ngakak loh thor pas key mengatakan “alhamdulillah” sekalian ajah “alhamdulillah sesuatu” thor..😀
    Disini mereka agamanya islam yaa..? Hehee
    Wah minhyuk bener2 deh sampai lupa mantannya, saking banyaknya mantan sih yaa..
    Tp aku sujud syukur(?) nih couple ini udah tobat..😀

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s