Young Mafia (Part 2)

Part 1

Author : happyhanna (@hannamoran)

Lenght : *chaptered

Genre: Tragedy, Romance

Cast: Kang Min Hyuk

Kim Jae Joong

Park Han Young [OCs]

Other Cast : Lee Jong Hyun

Lee Jung Shin

Jung Yong Hwa

Leeteuk

Kwon Yuri

 

Dis: Happyhanna’s ideas

Note: part 2 datang……😀 selamat baca dan komen okay

 

***

Hanyoung sedang mengeringkan rambutnya saat ponselnya berdering, ia pun mengambil ponselnya di atas tempat tidurnya, tidak ada nomor  ataupun nama yang tertera dilayar

“hidden number?” gumam hanyoung sebelum akhirnya mengangkat telepon itu

“yoboseo…..”

“……” tidak aja jawaban

“yoboseo…..” hanyoung mencoba menyapa lagi, tapi masih tidak ada sapaan, hanyoung pun berniat mematikan hubungan teleponnya saat ia mendengar suara seorang namja yang menjawab teleponnya

“hanyoung….”

“ye, siapa ini?” Tanya hanyoung

“hanyoung, kau….akan….mati” hanya kalimat itu yang terdengar dan sambungan teleponpun terputus

“yoboseo….yoboseo….” tapi hanyoung tidak mendapat jawaban lagi, segera mungkin hanyoung keluar dari kamarnya mencari leeteuk, oppa nya. Tapi ia ingat pagi-pagi sekali leeteuk pergi untuk menghadiri rapat direksi perusahaannya di Busan. Hanyoungpun dengan segera menghubungi minhyuk

“yoboseo…” terdengar suara minhyuk

“jagi, kau dimana?” tanay hanyoung sedikit panic

“aku baru saja sampai kantor, wae?” Tanya minhyuk

“barusan ada telepon misterius ke ponselku, si penelepon hanya bilang…..aku akan mati” kata hanyoung

“mwo? Aku akan segera ke rumahmu, apa leeteuk hyung bersama mu?” Tanya minhyuk

“oppaku sedang ke busan, aku dirumah sendirian” kata hanyoung

“baiklah, aku akan segera kesana, kalau ada telepon misterius itu lagi jangan diangkat, pastikan jangan keluar rumah, kalau ada yang datang jangan bukakan pintu kecuali aku, arraseo?” Tanya minhyuk

“ne” kata hanyoung,  iapun memutuskan hubungan telepon dan segera mengunci pintu rumahnya, kembali ke kamarnya dan duduk disisi ranjang, lalu pandangannya beralih ke laci meja riasnya, iapun membuka pelan dan menggengam benda hitam yang minhyuk berikan padanya, ia mengenggam pistol itu dengan hati-hati hanya untuk berjaga-jaga.

 

***

Hanyoung mendengar pintu rumahnya  diketuk, ia melihat dari jendela kamarnya mobil minhyuk terparkir di halaman depan, iapun segera membukakan pintu untuk minhyuk.

“gwenchana?” Tanya minhyuk

“ya, aku hanya sedikit panic” kata hanyoung, tapi tiba-tiba minhyuk menatap hanyoung, bukan pada wajahnya tapi tangan kanan hanyoung dan minhyuk sedikit menjauh dari hanyoung

“wae?” Tanya hanyoung

“jagi, kau tidak bermaksud membunuhku kan?” Tanya minhyuk, lalu hanyoung mengikuti arah pandangan minhyuk yang tepat pada pistol yang masih hanyoung genggam. Hanyoung segera menyembunyikannya dibalik tubuhnya

“mian, tadi aku hanya berjaga-jaga saja” kata hanyoung

“iya, aku hanya sedikit khawatir kau akan menembakku” kata minhyuk.

“mana mungkin”

“oh ya , mana ponselmu?”

“sebentar” kata hanyoung segera menuju kamarnya, mengambil ponselnya dan meletakan pistolnya kembali ditempat yang aman.

“ini”kata hanyoung sambil menyerahkan ponselnya pada minhyuk

“benar-benar tidak ada nomor dan nama yang bisa dideteksi” kata minhyuk

“hmm…. Aku sangat kaget dengan kata-katanya tadi, ia mengancamku akan mati. Aku takut” kata hanyoung

“apa yang meneleponmu seorang namja?” Tanya minhyuk

“dari suaranya aku yakin ia namja” kata hanyoung

“apa kau pernah mengenal suara itu?” Tanya minhyuk

“hmmm….. sepertinya tidak pernah”kata hanyoung

“aku akan menyelidikinya, secepatnya kita akan menemukan orang itu “ kata minhyuk

“apa pelakunya sama dengan yang selama ini menerorku?” Tanya hanyoung

“kemungkinan besar iya, kau tenang saja semuanya akan segera berakhir” kata minhyuk merangkul hanyoung dalam dekapannya

“kau takut?” Tanya minhyuk, hanyoung hanya menjawab dengan anggukan pelan

“gwenchana” kata minhyuk mengelus rambut hanyoung

“sekarang kau ikut aku ke rumahku seperti biasa sampai leeteuk hyung pulang dari busan”

“ani, aku disini saja, kau harus bekerja kan, aku tidak mau merepotkanmu terlalu banyak” kata hanyoung

“kau tidak merepotkanku sama-sekali. Sekarang kemasi barangmu seperti biasa, aku tunggu di mobil sambil menghubungi leeteuk hyung”

“ne” hanyoungpun kembali ke kamarnya dan minhyuk segera ke mobilnya ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sederetan nomor

“yoboseo Jung ahjussi, ini minhyuk. Aku butuh bantuanmu untuk melacak sesuatu”

“……”

“nanti siang kau bisa kekantorku untuk mengambil barang yang harus dilacak”

“…..”

“baik aku tunggu” minhyuk pun segera menutup teleponnya saat hanyoung membuka pintu mobil dan duduk disamping minhyuk . tak lama mobil minhyuk melaju meninggalkan halaman rumah hanyoung.

 

***

Minhyuk menceritakan tentang telepon misterius itu pada pak Jung, pak jung adalah orang kepercayaan minhyuk sekaligus mata-mata dan detektif dalam kasus hanyoung ini.

“kalau benar itu telepon dari kim jae joong dia sungguh tidak bisa di sepelekan, beberapa kali kita hampir mendapatkan keberadaannya tapi ia selalu bisa lolos” kata pak jung diikuti anggukan setuju dari minhyuk

“itulah kenapa akhir minggu nanti aku akan menandatangani semua dokumen pemindahan kekayaan dan kekuasaan appaku, aku akan langsung menggunakan kekuasaan appaku untuk menemukan kim jaejoong” kata minhyuk

“itu ide bagus tuan, tapi jangan sampai anda gegabah menggunakan kekuasaan itu” kata tuan jung bijak.

“tentu saja, pak jung terus cari tau semua tentang jejoong sampai kita menemukannya, dan seperti biasa jangan sampai hanyoung tahu masalah ini” kata minhyuk

“baiklah, kalau begitu saya akan mulai mencari tahu tentang penelepon misterius itu dan akan segera mengabari anda perkembangannya, saya pamit tuan minhyuk” pak jungpun meninggalkan ruang kantor minhyuk

***

Malam ini hanyoung dan minhyuk makan malam dirumah minhyuk

“makanan buatanmu enak jagi” kata hanyoung yang menyantap makanan buatan minhyuk

“tentu saja, kau pikir aku tidak bisa masak apa?”

“jangan marah begitu dong” protes hanyoung

Setelah makan malam selesai minhyuk menghampiri hanyoung yang sedang asik membaca novel

“kau belum ngantuk?” Tanya minhyuk

“belum, aku mau menyelesaikan satu novel ini” kata hanyoung. Minhyuk duduk disamping hanyoung dan menyerahkan sebuah ponsel yang sangat mirip dengan ponsel hanyoung

“ini,ponsel ini khusus aku pesan untuk melacak siapa penelepon misterius itu” kata minhyuk sambil menyerahkan ponsel itu pada hanyoung

“nomormu sudah aku pindahkan keponsel ini, sekilas ponsel ini terlihat seperti ponsel biasa, tapi semua telepon dari nomor yang tidak dikenal akan langsung terhubung ke ponselku sehingga kalau penelepon itu meneleponmu akau akan segera tahu” kata minhyuk

“tuh kan aku merepotkan lagi” kata hanyoung

“kau sama sekali tidak merepotkanku, arraseo?”

“hmm…gomawo”

“kau tidak usah takut lagi ya, akan ada aku yang selalu melindungmu” kata minhyuk, ia merangkul hanyoung dan mencium bibir hanyoung. Dan mereka menghabiskan sisa hari bersama sampai melewati batas malam.

***

Sementara ditempat lain

Darah akibat pukulan 2 lawannya mengalir dari hidup seorang pemuda berwajah dingin. Ia masih berusaha melawan walaupun tenaganya sudah tidak tersisa

“kau akan mati malam ini” kata seorang pria bertubuh besar sambil memainkan tongkat kayu ditangannya . tanpa ia sadari pria yang dari tadi masih diam dengan luka-luka disekujur tubunya bangkit dan mengambil sesuatu di balik bajunya.

DOOR DOOR

Dua suara letusan dari senjata yang ia pegang berhasil menewaskan 2 pria yang tadi memukulinya. Senyuman dingin terbentuk di bibirnya

“aku tidak akan mati sebelum kuhabisi mereka semua” bisik pria itu sambil berlalu sebelum seseorang mengetahui ia telah membunuh 2 orang.

 

***

Minhyuk akhirnya menandatangani dokumen yang ditawarkan appanya seminggu lalu

“kau memang anak kebanggaan appa, tidak sia-sia appa membesarkanmu” puji appanya

“mwo? Bahkan aku tidak pernah benar-benar tau kau membesarkanku dari usiaku 4 tahun”

“ya!! Sesudah kau menerima semua kekayaanku kau malah mengataiku huh!!”

“memang itu kenyataannya” kata minhyuk pelan

“baiklah, mulai besok kau sudah bisa menggunakan semua wewenangku dan kekayaanku”

“jinjja?”

“hmm…kau urus baik-baik semuanya, appa tidak mau semua yang sudah appa bangun susah payah akhirnya bangkrut ditanganmu”

“tenang saja, masalah bisnis, kepandaian appa menurun padaku” kata minhyuk

“bagus, kalau begitu ada yang appa ingin bicarakan lagi mengenai han….”

“yuri, bisakah kau keluar”kata minhyuk pada assistant appanya yang masih berdiri diruangan itu, dan yuri pun segera keluar dari ruangan itu.

“jangan terlalu kasar padanya, ia yeoja yang lembut” kata appanya

“aku tidak kasar appa. Sudahlah, apa yang ingin appa bicarakan” Tanya minhyuk

“appa tau kau menandatangani ini semua hanya untuk menggunakan kekuasaannya untuk terus mencari tahu peneror hanyoung kan?” Tanya appanya

“iya, dan mencari tahu pembunuh omma dan noona” kata minhyuk, sesaat ia melihat wajah appanya menjadi tegang, tapi segera berubah menjadi tenang, pura-pura tenang tapi minhyuk berlagak seolah tidak menyadarinya.

“kau sangat mencintai hanyoung?” Tanya appanya

“tentu saja” kata minhyuk, appanya tersenyum

“jaga dia, jangan sampai kau kehilangannya seperti appa kehilangan omma mu”

“hmm…appa, boleh aku Tanya sesuatu?”

“tanyakan saja”

“kenapa appa tidak pernah berusaha mencari tahu penyebab kematian omma dan noona, atau membantuku mencari tahu siapa peneror hanyoung”

“itu tugasmu. Sekarang kau sudah punya kekuasaanmu. Jadi gunakan itu semua untuk membongkar semuanya” kata appanya

“hmm, kalau begitu aku pulang” kata minhyuk tak lama meninggalkan ruangan appa nya.

“perlu saya antar tuan?” Tanya yuri saat melihat minhyuk keluar dari ruangan appanya

“tidak perlu, kembalilah bekerja” kata minhyuk terlihat tidak memperdulikan yuri.

 

***

Hanyoung sedang menonton DVD yang baru dibelinya dengan seksama saat ponselnya berdering, ia mengambilnya dan tertegun saat tidak ada nomor ponsel yang tertera. Ia yakin itu penelepon misterius itu, ia ingat telepon ini akan terhubung dengan ponsel minhyuk sehingga ia merasa lebih tenang dan mengangkat teleponnya.

“yoboseo…..”

“……” lagi-lagi tidak ada jawaban

“yoboseo… tolong bicara” kata hanyoung mencoba memancing pembicaraan diantara mereka, tapi hanya decakan mengejek yang terdengar

“yoboseo…..” hanyoung mulai kesal dan hendak memutuskan hubungan saat terdengar sebuah suara

“hallo cantik” sekarang giliran hanyoung yang tak tahu harus berkata apa

“kenapa diam? Kau kaget?”

“siapa kau? Berani-beraninya memanggiku seperti itu”

“kau lupa denganku ternyata, baiklah…. Akan aku beri tahu siapa aku ini” hanyoung merinding mendengar suara dingin namja itu

“aku adalah mantan pacarmu yang paling tampan, hanyoung  ku yang cantik” seketika itu juga hanyoung merasa sesuatu menghantamnya dengan keras, ia terduduk lemas

“kim Jae joong?” terdengar suara hanyoung pelan

“memangnya selain dengan aku dan minhyuk, kau pernah berpacaran dengan siapa lagi huh!! Kau pasti kira aku sudah mati dalam kebakaran itu, kau salah sayang” terdengar tawa nyaring jaejoong

“lalu apa maumu sekarang huh!!!”

“wow hanyoung yang sekarang galak ternyata, apa minhyuk mengajarimu untuk galak?!” kata jaejoong dengan suara yang dibuat seperti ia takut

“tentu saja membalas dendam, apa lagi?”

“memangnya apa salahku?” hanyoung berusaha menyembunyikan suaranya yang bergetar karena katakutan

“siapa bilang aku akan membalas dendam padamu jagi, aku akan membalas dendam pada kang minhyuk, kekasihmu tercinta” suara dingin jaejoong semakin membuat hanyoung geram sekaligus bingung

“apa salah minhyuk?” Tanya hanyoung

“kau tidak perlu tahu apa salahnya, ini urusanku dengannya. Sampai jumpa cantik”

“ya!! Jae joong!!! Kim jaejoong!!!!”

TUT TUT TUT …..

Hanyoung membanting ponselnya ke sofa, ia masih tidak percaya pada semua yang baru terjadi

***

Minhyuk mendengarkan dengan seksama percakapan antara hanyoung dan penelepon rahasia itu melalui ponselnya yang terhubung dengan ponsel hanyoung, minhyuk senang karena akhirnya penelepon rahasia itu menghubungi hanyoung, saat tiba-tiba ia mendengar percakapan mereka lebih lanjut dan ia mendengar sebuah fakta yang tak pernah ia ketahui selama ini, hanyoung dan jaejoong pernah memiliki hubungan, sepintas minhyuk mengira jaejoong masih terobsesi dengan hanyoung sehingga ia terus menguntit hanyoung, tapi pikirannya salah, karena ternyata jaejoong akan membalas dendam pada dirinya.

Raut wajah minhyuk mengeras, ia meletakan ponselnya setelah hanyoung menyelesaikan pembicaraannya dengan jaejoong, minhyuk segera mengambil kunci mobilnya dan segera menuju tampat parkir.

Jalanan tidak bisa dikatakan lengang di jam makan siang seperti ini, tapi minhyuk terus mengemudi dengan kecepatan diatas rata-rata, ia mendesak semua mobil yang menghalangi jalannya.

***

Hanyoung masih terduduk dengan pandangan kosong, flm yang tadi sedang ia tonton pun sekarang tak ia perhatikan. Tiba-tiba ia mendengar minhyuk membuka pintu apartementnya.

“hanyoung….” Panggil minhyuk, tapi yang dipanggil malah diam tidak mendengar panggilan minhyuk,

“hanyoung” panggil minhyuk sambil menyentuh punggung hanyoung, barulah hanyoung merespon

“oh minhyuk, kok kau sudah pulang?” Tanya hanyoung

“aku menghkawatirkanmu, tadi aku mendengar semua pembicaraanmu dengan jaejoong” kata minhyuk, minhyuk melihat wajah pucat hanyoung saat ia menyebut nama jaejoong

“gwenchana, aku hanay ingin tahu cerita hubunganmu dengan jaejoong, ini sebuah kunci untuk menemukan apa yang dia inginkan itu pun kalau kau mau menceritakannya” kata minhyuk

“hmm, akan aku ceritakan” hanyoung dan minhyukpun duduk diruang makan, hanyoung manatap minhyuk yang menunggu cerita hanyoung

***

“dia mantan pacarku sewaktu aku SMA, dia orang yang baik kami menjalani hubunagn selama 4 bulan, kami putus kerena aku tahu kalau dia menjadikan aku pacaranya karena ia taruhan dengan teman-temannya, ditambah aku tahu ia bukan pria baik. Ia sering kali mabuk dan berjudi”

Hanyoung terdiam sebentar lalu menatap minhyuk yang masih mendengarkan dengan seksama

“lalu kebakaran yang ia maksudkan?” Tanya minhyuk

“2 tahun setelah aku lulus SMA, aku dengar rumah jaejoong terbakar tengah malam. Ia dan ommanya dinyatakan meninggal dalam kebakaran itu, dan sejak itu aku sudah melupakannya” kata hanyoung sesaat menghela nafas panjang mengakhiri ceritanya

“lalu apa yang kau pikirkan?” Tanya minhyuk melihat kegelisahan di wajah hanyoung

“aku tidak menyangka kalau selama ini jaejoong masih hidup dan dialah yang berusaha membalas dendam padamu, mian minhyuk, karena aku….”

“bukan karena mu” minhyuk memotong pembicaraan hanyoung

“ia hanya memakai mu sebagai jalan membalas dendam padaku, walaupun aku tidak tahu sendiri tidak tahu dendam apa yang ingin ia balaskan padaku” kata minhyuk.

Ponsel minhyuk berdering, ia menganggkatnya

“yoboseo…..”

“…….”

“oh baiklah” lalu minhyuk meletakan ponselnya

“aku harus ke kantor, ada rapat yang harus aku hadiri. Baik-baik dirumah, sebentar lagi seohyun akan datang menemanimu”

“kau merepotkan mereka saja” kata hanyoung

“itu ide yonghwa hyung untuk meminjamkan pacarnya padamu” kata minhyuk terkekeh setelah itu ia kembali kekantornya, tapi sebelum itu ia kekantor pak jung untuk memberitahu perkembangan masalah jaejoong.

 

***

Hanyoung sedang membereskan kumpulan DVD nya saat ia mendengar langkah kaki mendekat

“seohyun onni, cepat sekali kau dat…….” Hanyong mematung saat melihat yang datang bukan seohyun

“long time no see, darling” seorang namja yang tak diharapkan berdiri dipintu dengan senyuman yang sulit diartikan dan ia berjalan mendekat kearah hanyoung.

 

— TBC—

makin penasarankan ma jaejoongnya…. tunggu part selanjutnya. janji deh disitu jaejoong ma minhyuknya lebih banyak hehehe

 

20 thoughts on “Young Mafia (Part 2)

  1. Aduh penasaran nih lanjutx… Lagi2 aku dibikin envy ma hanyoung.. Minhyuk… Aku rela menggantikan posisi hanyoung diHatimu /plak…

    Itu ayahx minhyuk kah yg membuat rumah JJ kebakaran?? Teruz JJ ngebunuh ibu&nuna minhyuk y? *reader sok tau*

    yg datang itu JJ y???

    *out of topic*
    aq setuju ma twittmu yg blg kalau ava twitter JJ mirip ma edward cullen kekeke*

  2. nafas terasa tercekat *?????*

    Ayahknya minhyuk kayaknya nyimpen sesuatu, jangan-jangan…. Ah gamau berspekulasi.
    Penasaran apa sebenarnya yg bikin jaejoong dendam sama minhyuk. Ganyangka jaejoong menampakan diri di depan jaejoong. RIP hanyoung #loooooh?

    Seru sar.. Ayo lanjutannya ditunggu

  3. akhirnya keluar juga lanjutannya…
    penasaran bgd… yg dteng itu pasti jae joong, bner g?
    minhyuk tolongin pacar mu dalam bahaya tuh…

    keren ff nya… bikin deg”an bacanya…
    seru…
    lanjut y author… ^^

  4. keren certanya..hmm emng jaejoong oppa tampangnya bagus jdi badguy wapolun agak manis,,,
    yg gak nyangka kok minhyuk ya cast utamanya…knpa sehhh???
    makasihhhh ^^

  5. eehh … nggak bisa koment banyak … ngacir part selanjutnya
    Aiggoo jae joong ma eon aja dech .. hanyoung kan udah ma minhyuk …
    #andweeeeeee teriak JungShin😛

  6. uwaaaa…ada uri jaejongiiie…
    eh mian sebelumnya ikut nimbrung..hehe
    suka ama ni cerita…penasaran apa yg dilakuin jeje oppa disini..
    haha..good job unn..:)

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s