Young Mafia (Part 3)

Part 1  | Part 2 

Author : happyhanna (@hannamoran)

Lenght : *chaptered

Genre: Tragedy, Romance

Cast: Kang Min Hyuk

Kim Jae Joong

Park Han Young [OCs]

Other Cast : Lee Jong Hyun

Lee Jung Shin

Jung Yong Hwa

Leeteuk

Kwon Yuri

 

Dis: Happyhanna’s ideas

 

Note: Jaejoongnya muncul… minhyuknya juga ga kalah keren😉 selamat baca dan komen

***

 

Langkah kaki pria itu semakin mendekat, sementara hanyoung pun mundur selangkah demi selangkah

“kau mau kemana, hanyoung? Bukahkan seharusnya kau berlari kepelukanku, kau tidak merindukanku?” kaya jaejoong sambil membentangkan kedua lengannya seolah siap memeluk hanyoung

“JANGAN MENDEKAT!!!” kata hanyoung, jaejoong masih tersenyum licik

“kenapa kau bisa masuk kemari?!!!!” hanyoung menghentikan langkahnya karena ternyata tubuhnya sudah merapat pada tembok.

“Kim Jae Joong selalu bisa melakukan apapun yang ia mau, termasuk masuk kerumah ini” kata jaejoong dengan pandangan dinginnya pada hanyoung

“seharusnya kau mati!!! Kau mati dalam kebakaran itu!!!”

“manis, mana mungkin aku ingin membakar diriku sendiri” kata jaejoong semakin mendekat

“kau….. kau yang membakar rumahmu sendiri?!!!!” hanyoung berusaha menghindar, ia berniat berlari tapi terlambat, tangan jaejoong menyambar tangannya terlebih dahulu sedangkan tangan yang lainnya mendorong bahu hanyoung hingga hanyoung tersudut ditembok.

“kalau aku bilang, ya aku yang membakar rumahku sendiri 2 tahun lalu. Dan membunuh omma ku… kau mau apa huh?” jaejoong mendekatkan wajahnya pada hanyoung. Hanyoung memberontak tapi percuma, tenaga jaejoong masih tetap menahannya.

“KAU GILA JAEJOONG!!! KAU SUDAH TIDAK WARAS!!! LEPASKAN AKU!!!!” hanyoung masih meronta, kini wajah jaejoong hanya berjarak beberapa centi dari hanyoung, nafas memburu jaejoong terasa diwajah hanyoung. Hanyoung masih meronta.

“kenapa kau takut padaku sekarang? Seharusnya kita sekarang bersenang-senang, jagi….”  Jaejoong mengelus pipi hanyoung seolah takut hanyoung terluka, tapi matanya berkata lain. Mata jaejoong menunjukan kemarahan yang sulit diartikan, senyumannya seolah siap menerkan hanyoung kapan saja. Dia bukan seperti jaejoong yang hanyoung kenal dulu, searang ia berkali lipat lebih jahat.

“kalau kau mau berteriak minta tolong, lakukanlah!!! Karena tidak akan ada satu orangpun yang akan mendengar dan menolongmu” kata-kata jaejoong begitu dingin, hingga hanyoung gemetaran, tapi ia terus berfikir mencari cara lepas ari cengkraman jaejoong.

Hingga tepat saat jemari jaejoong menyentuh bibirnya hanyoung segera mengigit jari jaejoong sekeras yang ia bisa, hingga darah yang mengalir deras membuat jaejoong melepaskan cengkramannya dibahu hanyoung. Hanyoung segera berlari menuju kamarnya.

“YEOJA SIALAN!!! KAU TIDAK AKAN BISA LARI!!!” teriak jaejoong berusaha mengejar hanyoung dan tidak memperdulikan luka dijarinya.

Hanyoung menuju kamarnya, segera ia mengunci pintu kamarnya, dan ia mengambil pistol dikamarnya.

Jaejoong tak tinggal diam, ia berusaha mendobrak pintu kamar hanyoung. Ia menendangnya, mendorongnya, tapi tak ada perubahan. Hingga ia melihat sesuatu yang ia rasa bisa membantunya membuka pintu kamar hanyoung. Ia mengambil kursi didekatnya, ia mengangkatnya tinggi dan mengayunkannya dengan sekuat tenaga hingga kursi itu menghantam keras pintu kamar hanyoung. Dan dengan mudahnya pintu terbuka.

Tepat saat pintu terbuka, tangan hanyoung yang memegang senjata terulur kearah jaejoong, ia siap menembak jaejoong. Tapi sayangnya jaejoong tidak mau kalah. Ia mengacungkan sebuah pistol juga pada hanyoung, ia tersenyum licik saat melihat hanyoung mulai ragu-ragu memegang senjatanya. Jaejoong berjalan mendekat lagi pada hanyoung

“sudah ku bilang kau tidak bisa lari dariku” kata jaejoong

“kau mau menembakku? Silahkan lakukan!!! LAKUKAN KALAU KAU BERANI!!! CEPAT BUNUH AKU!!!” kata jaejoong, gertakan jaejoong membuat hanyoung semakin ragu-ragu.

Kini ujung pistol jaejoong menempel tepat didahi kanan hanyoung, jantung hanyoung sudah tak karuan, ia pasrah

“lepaskan pistolmu!! LEPASKAN ATAU AKU AKAN MENEMBAKMU!!!” bentak jaejoong, hanyoung menjatuhkan pistolnya kelantai. Jaejoong terkekeh

“gadis penurut” kata jaejoong. Hanyoung masih tak bisa berkutik. Jaejoongpun memungut pistol yang terjatuh dilantai, dan saat itu tangan hanyoung reflek mangambil lampu baca disampingnya dan memukulkannya dengan keras ke tengkuk jaejoong dan membuat jaejoong tak sadarkan diri.

Ada niat untuk membunuh jaejoong saat itu juga, tapi ia tidak punya banyak keberanian untuk membunuh jaejoong dan ia yakin ia masih membutuhkan nyawa jaejoong untuk mencari tahu apa saja yang sudah dia lakukan.

Hanyoung merasa sedikit lega, ia menyeret tubuh jaejoong kesebuah  kamar, menguncinya dan ia segera menghubungi polisi. Iapun segera menghubungi minhyuk.

“yoboseo….”

“minhyuk aku mohon cepat pulang!! Sekarang aku sedang bersama jaejoong” kata hanyoung dengan panic. Minhyuk pun terkejut mendegar kata-kata hanyoung

“apa yang terjadi?”

“panjang ceritanya! Sekarang ia aku kurung, ia tidak sadarkan diri. Aku sudah menelepon polisi aku mohon cepat kau kemari” kata hanyoung tanpa pikir panjang minhyuk meninggalkan rapat dan segera pulang.

Minhyuk tiba bersamaan dengan datangnya polisi, ia langsung masuk kerumah dan segera menemui hanyoung

“ah dia didalam, tadi ia mengancamku dengan senjata dan aku memukulnya hingga tak sadarkan diri dan aku mengurungnya didalam kamar supaya ia tidak kabur” kata hanyoung pada polisi dan dengan segera polisi membuka pintu tersebut

“dapat kau jaejoong” kata minhyuk tak sabar melihat mangsanya.

Setelah pintu terbuka hanyoung dan minhyuk segera masuk kedalam tapi hanya ruangan kosong yang mereka dapatkan.

“tadi aku membawanya kemari, aku sudah memastikan semua jendela terkunci aku juga sudah mengikat kaki dan tangannya” kata hanyoung dengan suara yang masih bergetar. Minhyuk merangkulnya, tapi memang tidak ada jendela yang rusak ataupun terbuka, polisi segera melakukan penyelidikan.

“minhyuk, itu…..” hanyoung menunjuk sebuah jendela. Polisi mendekat dan mengamati jendelanya. Polisi itu menyetuh kaca jendela itu dengan pelan, namun kaca itu perlahan terjatuh dan terbang bebas ketaman diluar sana dan pecah saat membentur tanah

“ia membuka kaca ini dengan lihai, ia tidak memecahkannya agar tidak menarik perhatian. Kami akan segera mengejarnya. Polisipun segera meninggalkan minhyuk dan hanyoung untuk mengejar jaejoong yang mungkin belum kabur terlalu jauh.

Tiba-tiba hanyoung terduduk lemas dilantai dan menangis. Minhyuk memeluknya

“aku takut minhyuk… ia mau membunuhku…” hanyoung berusaha berbicara dalam isakannya

“gwenchana… aku ada disini… tidak ada yang perlu kau takutkan” minhyuk mengusap punggung hanyoung ,menenangkan

“ia ingin membunuhku… tadi ia hampir menembakku minhyuk… aku takut….”

“ia hampir menembakmu?? Ini tidak bisa dibiarkan” kata minhyuk

“setelah kau tenang ceritakan semuanya. Aku benar-benar menagkapnya kali ini” kata minhyuk dengan pandangan penuh kebencian.

 

***

Hanyoung dan minhyuk sama-sama tidak bisa tidur, ditambah setelah mendengar pihak kepolisian tidak bisa menagkap jaejoong yang hilang tanpa jejak.

“tapi tadi ia sungguh datang, ia bahkan mengancamku dengan sangat mengerikan” kata hanyoung dalam pelukan minhyuk. Minhyuk mengeratkan pelukannya.

“ya, aku percaya kalau ia datang, aku percaya. Sekarang kau tenang saja, ada aku disini. Apapun yang akan terjadi aku tidak akan membiarkan seorangpun melukaimu” kata minhyuk. Tiba-tiba ponselnya berdering

“siapa sih yang menelepon jam 2 pagi begini” keluh minhyuk, tapi ia segera berjalan keluar kamar saat melihat nama pak Jung dilayar ponselnya.

“ya pak Jung, ada perkembangan apa?” Tanya minhyuk langsung ke pokok pembicaraannya

“hingga kini keberadaan jaejoong belum bisa dideteksi, tapi yang kami temukan sekarang adalah kemungkinan besar jaejoong tidak bekerja sendiri. Sepertinya ada orang lain yang membantunya”

“kenapa bapa bisa menyimpulkan seperti itu?” Tanya minhyuk antusias

“karena pemilihan waktunya saat datang ke rumah tuan minhyuk sangat tepat, saat nona hanyoung sedang ada dirumah tuan dan tak lama setelah tuan meninggalkan rumah untuk kembali kekantor. Betapapun cerdiknya dia, sangat sulit untuk mengetahui aktifitas kalian dengan sangat mendetail jika tidak dibantu orang lain yang lebih tau”

“jadi maksud tuan Jung, ada orang dalam yang mengenal aku dan hanyoung yang membantunya?” Tanya minhyuk

“perkiraan awal tim kami seperti itu tuan, jadi tetaplah berhati-hati. Karena ia bisa saja datang kapan saja” pak Jung memperingatkan

“aku minta segera cari tahu siapa orang yang membantunya” kata minhyuk

“ya tuan, pasti akan saya terus mencarinya sampai mendapatkannya” kata pak Jung.

“bagus, oh ya aku tidak ingin polisi ikut campur dalam masalah ini, mereka ahanya akan menambah rumit saja. Jadi bagaimanapun caranya aku ingin polisi tidak pernah lagi ikut campur masalah ini, arraseo?”

“ne arasseo” kata pak Jung “ kalau begitu maaf saya telah mengganggu anda selarut ini taun minhyuk”

“gwenchana, terima kasih juga atas kerja pak Jung yang sangat bagus” tak lama minhyukpun mengakhiri pembicaraannya ditelepon. Ia menghembuskan nafas panjang, ia mengacak rambutnya, ia kembali kekamarnya, ternyata hanyoung sudah terlelap tidur. Minhyukpun mendekap hanyoung, walaupun minhyuk tetap tidak bisa tidur.

 

***

pagi-pagi sekali ponsel minhyuk berdering. Minhyuk yang sedari tadi hanya berfikir disamping hanyoung yang terlelap tidur akhirnya mengambil ponselnya

“yoboseo” kata minhyuk

“tuan minhyuk, ini aku yuri. Asisten tuan kang” terdengar suara seorang wanita diujung sana

“ada apa kau menelfonku  sepagi ini?” tanya minhyuk enggan

“tuan kang… tuan kang…. Meninggal!!!”

“MWO?? Kau bicara apa??” suara terkejut minhyuk membangunkan hanyoung yang sedang tertidur, ia memandang minhyuk ingin tau apa yang terjadi.

“ya tuan minhyuk, ayah anda meninggal, sekarang jenasahnya dalam perjalanan menuju rumah sakit. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan disini” terdenger suara yuri bergetar karena bingung

“kenapa appa ku meninggal semendadak ini?” Tanya minhyuk, hanyoung yang mendengar kabar itu menunjukan wajah cemas bercampur kagetnya.

“ayah anda ditemukan tewas dengan luka tembak tuan. Saya mohon tolong saya, saya bingung, hanay anda keluarga beliau yang saya kenal” kata yuri

“baiklah, aku akan kerumah sakit dan kerumah appa” kata minhyuk,

“ahjussi meninggal?” Tanya hanyoung

“hmm, aku harus kesana. Aku rasa ada yang tidak beres”

“aku ikut” kata hanyoung segera mengekor minhyuk keluar dari kamar

 

***

Minhyuk mengendarai mobil dengan kecepatan diatas rata-rata, sedikit membuat hanyoung yang duduk disebelahnya harus memperingatkan minhyuk untuk hati-hai. Raut wajah minhyuk sangat kacau, ia sangat shock mendengar appanya meninggal dengan luka tembak. Tak lama minhyuk dan hanyoung sampai dirumah sakit, mereka segera menuju ruang jenasah. Yuri, seorang pembantu dirumah appa minhyuk, dan pengacara keluarga sudah menunggu

“apa yang terjadi?” Tanya minhyuk penuh rasa penasaran

“tuan kang ditemukan tewas dikamarnya dengan luka 2 luka tembak di kepalanya” kata pengacara itu, hanyoung yang mendengarnya menutup mulutnya yangsedikit terbuka karena kaget.

“aku harus melihatnya sendiri” kata minhyuk hendak masuk keruang jenasah

“Yuri, kau temani hanyoung disini” kata minhyuk dan segera menuju ruang jenasah dengan pengacara.

Hanyoung duduk dikursi dekat ruang jenasah.

“ini, pasti sangat dingin sepagi ini datang kerumah sakit dengan pakaian itu” kata yuri sambil memberikan segelas kopi hangat. Hanyoung melihat penampilannya, hanya menggunakan sepatu kets, celana pendek dan kaos juga jaket. Hanya baju ini yang sempat ia pakai, karena harus terburu-buru kerumah sakit.

“gomawo” kata hanyoung menerima cangkir kopi daru yuri, yuripun duduk disamping hanyoung.

“kau yeojacinggunya tuan minhyuk ya?” Tanya yuri, hanyoung mengangguk

“kau pasti sangat bahagia” kata yuri, hanyoung tersenyum

“aku perhatikan, ia sangat melindungimu. Dia tipe pria idaman” kata yui, hanyoung memperhatikan yuri

“mian, aku tidak bermaksud membuatmu cemburu, hanya saja aku jadi ingin mempunyai namja cinggu seperti tuan minhyuk” kata yuri

“ya, dia namja yang baik dan sangat perhatian. Memangnya kau belum punya namjacinggu?” Tanya hanyoung pada yuri

“aku punya namjacinggu, hanya saja ia tidak seperhatian tuan minhyuk” kata yuri. Sesaat mereka saling terdiam.

***

 

Minhyuk hanya berdiri terdiam memandangi tubuh appanya yang terbujur kaku. Sedangkan pengacara keluaraganya maish setia disamping minhyuk.

“aku rasa appa bukan bunuh diri” kata minhyuk

“lalu apa penyebab kematian tuan kang?”

“ia dibunuh. Kau tau kan appaku tidak pernah menggunakan senjata, yang memegang senjata hanya para pengawalnya. Dan ada hal ganjil lainya, senjata yang ditemukan didekat mayat appa adalah senjata jenis lama, mana mau appaku membeli senjata jenis lama, ia pasti selalu membeli semua barang dengan jenis terbaru. Apa ada sidik jari disenjata itu?” Tanya minhyuk

“polisi mengatakan hanya ada sidik jari tangan tuan kang disenjata itu”

“aku masih yakin ini bukan kasus bunuh diri, appa tidak memiliki alasan untuk bunuh diri. Ia pasti dibunuh, dan aku rasa aku tau siapa pembunuhnya” kata minhyuk

“permisi tuan minhyuk, pihak polisi akan memintaku sebagai saksi, bolehkah?” Tanya yuri yang masuk keruang jenasah

“hmm, silahkan. Aku juga perlu tau cerita lengkap kau menemukan appaku” kata minhyuk. Lalu semuanya keluar dari ruang jenasah.

Hanyoung menghampiri minhyuk dan memeluknya

“gwenchana?” Tanya hanyoung dalam pelukan minhyuk

“hmm aku baik-baik saja, hanya saja aku menemukan keganjilan” kata minhyuk

“mwo? Keganjilan apa?” Tanya hanyoung

“kau tau sendirikan appa tidak pernah memegang senjata, yang memegang senjata hanya para pengawalnya.tapi appa tewas karena tembakan dikepalanya. Aku yakin ini bukan kasus bunuh diri, appa tidak punya alasan kuat untuk bunuh diri” kata minhyuk

“lalu kau memperkirakan ahjussi dibunuh? Oleh pengawalnya?” tebak hanyoung

“iya aku sangat yakin appa dibunuh, hanya saja bukan oleh pengawalnya, karena senjata yang yang ditemukan didekat appa bukan senjata milik para pengawalnya melainkan senjata model lama, kau tau sendirikan appa mana mau membei sesuatu dengan model lama” cerita minhyuk, hanyoung mengengguk setuju

“dan waktu appa ditemukan tewas tepat 2 jam setelah jaejoong kabur dari rumah” kata minhyuk lagi

“jadi yang kau maksudkan, jaejoonglah yang membunuh ahjussi?” Tanya hanyoung

“tepat, hanya saja aku masih harus menunggu hasil pemeriksaan untuk benar-benar menagkap jaejoong sebagai pembunuh appaku” kata minhyuk, kali ini ia tertunduk, ia sama sekali tidak meneteskan air mata. Karena rasa dendam dan marahnya pada jaejoong mengalahkan rasa sedinya. Hanyoung kembali memeluk minhyuk memberikan kekuatan dan semangat

 

***

Dering ponsel terdengar disebuah rumah kecil, pemilik ponsel itu mengambil ponsel itu

“yoboseo”

“good job, kau sudah menyelesaikan tugasmu dengan sangat baik” kata suara sipenelepon

“kan sudah kubilang kau bisa mempercayakan semuanya padaku”  kata sipenerima telefon

“tapi aku belum selesai, aku masih butuh bantuanmu”

“siapa lagi selanjutnya?” Tanya sipenerima telepon

“nanti juga kau tau, kalau semua sudah siap, aku akan menghubungimu okay”

“okay, aku siap membantumu” akhirnya kedua orang itu menyelesaikan hubungan telepon mereka

 

***

4 bulan berlalu sejak pembunuhan ayahnya, minhyuk sudah beraktifitas seperti biasa. Walaupun belum diketahui siapa pembunuh appa nya, minhyuk memutuskan untuk menutup kasus ini dan akan menyelesaikannya sendiri, seperti biasa ia tidak mau terlalu berurusan dengan pihak kepolisian.

Ia menghempaskan tubuhnya diatas kasur, ia menghampaskan jas nya disampingnya dan melonggarkan simpul dasinya, tapi tetap membiarkan dasinya melingkar dilehernya. Ia mendengar langakh kaki hanyoung masuk kekamarnya.

“kau terlihat lebih lelah dari biasanya” kata hanyoung sambil mengambil jas minhyuk yang tergeletak

“bagaimana aku tidak lelah, kasus appa masih belum ada titik terang. Entah sipembunuh yang terlalu pintar atau orang-orangku yang terlalu bodoh” kata minhyuk sambil memandang langit-langit kamarnya.

“lusa aku akan ke Singapore, mengurus casino pemberian appa, kau harsu ikut” kata minhyuk

“mendadak sekali?” komentar hanyoung

“semuanya sudah aku siapka, kau tinggal kemasi  pakaianmu dan berangkat”

“kau selalu….”

“kau tidak boleh membantah, okay!!” kata minhyuk sambil tersnyum saat tahu hanyoung akan membantah ajakannya

“aku mau mandi dulu, kau masak makan malam ya” kata minhyuk lalu beranjak dari kamarnya, disusul hanyoung yang beranjak menuju dapur

 

***

2 hari kemudian minhyuk dan hanyoung terbang ke singapur dengan pesawat jet pribadi milik minhyuk.

 

“wow luas sekali “ komentar hanyoung saat di antar berkeliling casino milik almarhum ayah minhyuk

“aku juga baru tau kalau appa ku memiliki tempat seluas dan semewah ini” kata minhyuk

“ah aku ketoilet sebentar ya” kata hanyoung

“hmm, kalau sudah kau kelantai 2 saja ya”

“okay” kata hanyoung sambil meninggalkan minhyuk menuju toilet, setelah selesai hanyoung merapihkan rambutnya dan bernajak keluar dai toilet. Tepat saat itu seorang pria yang menunggu didekat pintu toilet menyerang hanyoung dan membekap mulut hanyoung . Hanyoung mmeberontak dan berusaha berteriak minta tolong, tapi orang itu semakin membekap mulut hanyoung kencang sehingga teriakan minta tolong hanyoung tidak dapat terdengar. Aroma obat bius menyeruak dari sapu tangan yang digunakan untuk membekap mulut hanyoung, dan hanyoungpun kehilangan kesadaran.

 

***

Minhyuk melihat jam tangannya, hampir 20 menit tapi hanyoung belum kembali

“miss, can you see my girlfriends at the toilet? She not comeback since 20 minutes ago” kata minhyuk pada seoang pelayan wanita didekatnya. Sang pelan pun menyusul ketoilet wanita, tak lama sipelayan kembali lagi hanya seorang diri

“sorry sir, I can’ find your girlfriend” kata pelayan itu.

“what?” minhyuk heran, lalu ia memerintahkan seluruh orang disitu untuk mencari hanyoung. Iapun ikut mencari tapi hasilnya nihil. Minhyuk mencoba menguhubungi ponsel hanyoung tapi hasilnyapun nihil. Sampai malampun minhyuk bisa mengemukan hanyoung, tiba-tiba ponselnya berdering, dari ponsel hanyoung

“yoboseo, jagi! Dimana kau, aku cari ….” Minhyuk tidak menyelesaikan kalimatnya saat mendengar isakan hanyoung

“hiks…hiks…” terdengar suara hanyoung diantara isakannya

“ya hanyoung jawab aku”

“tenang saja minhyuk, ia ada diseoul bersamaku. Cepat kau temui aku diseoul, atau nyawa hanyoung taruhannya?”

 

–TBC–

16 thoughts on “Young Mafia (Part 3)

  1. teganggggggg.
    cocok deh jaejoong karakternya begitu. misterius.
    orang dalem? jangan-jangan yuri lagi. curiga aja.
    aaa lanjut. super penasaran. suka sama ceritanya~~~

  2. kereeennn..
    wach penasaran bgt neh..
    pko’y harus ttap d-lanjutkan,,
    lanjutkan.. lanjutkan.. lanjutkan.. *demo
    kira2 sypa ya yg ngebantu jaejoong *mikir
    lakh pusing klo d-pikirin,, mendng lanjutin aja ya thor..
    jgn lama2.. hehe

  3. Ceritanya makin seru aja… Itu knp JJ jd bakar rmahx sndiri?? Trus bpk nya MH jd mati juga,aduh tambh rumit…

    JJ sbnrx dndam apa y ma keluarga MH.. Pnasaran akut

    Stuju ma yg diatas,kykx orang dalamx tuh YURI.. Dy kn bilangx punya pcr tp g seperhatian Minhyuk.. Lanjut

  4. mamah di culik kan …
    wah pemikiran nya sama banget nih .
    pasti yuri deh ..
    pasti pacar ny yuri tuh si jaejoong …
    *mulai sok tau lagi :p
    hehheheheh..

  5. 20 menit singapore – seoul? kurang bentar thor, 5 meniy aja sekalian -_______-
    kurang masuk akal author.. harusnya jan di seoul, gilak aja 20 menit Singapore – Seoul –”
    di sekitar singapore aja gtu author..

    selebihnya bagus, nice

  6. Itu paasti jejje oppa kan . Ommmmmoooo…. jgn smpai dia bnuh hayoung. dendam apa sih yg membuat jeje oppa kek gtu?

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s