Melody of Love part 2

Part 1

Author : @Eonn1k4D

Rating : PG17

Genre : Romance

Leght : Chapthered

Cast :

Lee JongHyun

Kang MinHyuk

Sunny

Jessica

Disclamer : plot is mine .. also lee jung shin to #gak nyambung😛

Note : cast untuk hyung’nya MinHyuk pilihan readers (terbanyak) adalah Lee JongHyun and don’t forget to coment after u read yaaa #halah

MinHyuk menatap sosok tegap yang berdiri membelakanginya dengan tatapan mata marah bercampur muak. Sementara namja yang menjadi target kebencian santai memandang kebawah lewat jendela besar melihat arus lalu lintas yang hiruk pikuk dari kantor MinHyuk yang ada di lantai 15.

“ Sejak kapan kau berpacaran dengan penyanyi kafe itu ?.” tanya JongHyun tanpa berbalik.

“ Namanya Sunny .” jawab MinHyuk sambil menghempaskan tubuhnya di sofa panjang. Ruangan ini sebenarnya adalah kantornya, tapi dengan kehadiran Lee JongHyun CEO Mirota.Corp seakan ruangan ini secara otomatis menjadi miliknya.

“ Aku tahu siapa namanya. Yang kutanyakan sejak kapan kau berpacaran dengannya … siapa orang tuanya .. apa pendidikannya .. di mana rumahnya ?.” tanya JongHyun panjang. MinHyuk hanya mendengus sebal, seorang JongHyun repot2 bertanya tentang seseorang ? rasanya mustahil karena pasti dia sudah menyewa detektif untuk menyelidiki latar belakang Sunny.

“ Pertanyaan retorik karena kuyakin kau telah tahu jawabannya .” JongHyun berbalik menghadap dongsaengnya. Alisnya terangkat sebelah tanda dia tidak menyukai sesuatu hal.

“ Kalau begitu kau sudah tahu kenapa aku tak setuju dengan pilihanmu itu.”

“ Hidupku adalah milikku hyung, kau tak berhak untuk mengatur siapa yang menjadi temanku, kekasihku atau bahkan istriku nanti.”

“ Kau masih dalam perwalianku Hyuk .” cetus JongHyun mengingatkan.

“ Ara ..ara .. aku tahu. Tapi hanya tinggal beberapa bulan lagi dan aku akan bebas darimu. Aku akan menerima seluruh warisanku dan KAU tak akan bisa lagi mengontrol diriku.”

“ Terserah .. tapi kau jangan lupa. Pada saat itu kau juga sudah harus mempunyai istri … yaahh minimal tunangan yang AKU SETUJUI . Jika tidak … jangan berharap kau menerima warisan bagianmu.”  JongHyun mencibir sinis.

MinHyuk tersentak kaget mendengarnya, ia lupa klausul itu. Entah apa yang di pikirkan Appa mereka saat menulis wasiat itu. Tidak adil karena JongHyun tidak dibebani syarat apapun saat menerima warisan bagiannya. Toh begitu JongHyun sepertinya juga tak butuh harta itu karena dia telah lebih dahulu kaya dengan berbagai bisnis yang dilakoninya sejak usia muda.

Harta warisan Appa hanya pelengkap saja. Termasuk Mirota.Corp yang saat di wariskan untuk mereka berdua dalam keadaan hampir pailit karena terlilit hutang. Tapi lihat sekarang … berkat otak bisnis JongHyun Mirota.Corp menjadi salah satu perusahaan kuat di Korea. Tapi berbeda umur 5 tahun harusnya tidak menjadikan hyungnya itu sebagai wali gerutu MinHyuk kesal.

“ Dan kau tahu … aku TIDAK menyetujui hubunganmu dengan penyanyi itu.”

“ Kau harus memilih Krystal tau yeoja lain yang nanti akan kukenalkan padamu .” kata JongHyun lagi.

“ Tapi AKU MENCINTAI SUNNY hyung … “ teriak MinHyuk kesal bersamaan dengan terbukanya pintu kantor. Sesaat Jessica terpaku saat mendapati kedua bersaudara itu sedang bersitegang di ruangan .

“ Ehh .. mian. Saya kira MinHyuk-ssi sedang sendiri .. eehh .” gugup Jessica dengan keadaan yang canggung ini. Diliriknya MinHyuk yang duduk tegang di sofa sementara CEO  berdiri membelakangi jendela yang di sorot sinar matahari dari luar. Siluetnya terlihat garang.

“ Anyeong Jess .. kalian boleh kembali bekerja. Aku ada urusan lain. Ingat kata2ku Hyuk.” kata JongHyun beranjak pergi tanpa menunggu jawaban baik dari Jessica ataupun MinHyuk. Jessica membalas sapaan itu dengan lirih dan menunduk sedikit saat JongHyun melewatinya.

“ Apa yang terjadi barusan ? Dan kau dengar bos … Lee JongHyun-ssi menyapaku ? .” tanya Jessica sedikit heran, nggak bisanya seorang Lee JongHyun repot2 menyapa karyawannya.

“ Pesta sabtu malam kemarin apakah terjadi sesuatu yang gawat, kau lihat wajahnya yang galak itu .. Aigooo … kalau tatapannya diibaratkan pisau,  pasti siapapun sudah mati jika berhadapan dengannya.” MinHyuk terse nyum kecut mendengar komentar Jessica barusan.

“ Benar dugaanmu Jess,.. dia kemarin memang sengaja datang hanya untuk menjodohkanku dengan Krystal anak tunggal pemilik Skype.Int dan dia tidak menyukai hubunganku dengan Sunny.” paras Jessica memerah demi mendengar  nama Sunny disebut.

“ Lalu apa yang akan kau lakukan ?”

“ Aku belum tahu, dan aku tak bisa menduga apa yang akan dilakukaannya. Hyungku terkenal akan akal liciknya.”

“ Kurasa bukan licik tapi cerdas. Sangat cerdas … jika tidak Mirota.Corp tak akan berkembang besar seperti sekarang ini kalau bukan berkat tangan dinginnya.”

“ YAAA …. kenapa kau malah membelanya. Harusnya kau mendukungku karena aku atasanmu langsung, bukan dia.” gerutu MinHyuk semakin kesal. Jessica hanya angkat bahu dan meletakkan berkas2 yang harus di teliti dan di tandatangani oleh MinHyuk.

“ Kau mau kemana ?.” Tanya MinHyuk melihat Jessica hendak keluar ruangan.

“ Udara disini pengap. Aku mau kembali keruanganku. Nanti kalau kau sudah selesai menandatangi berkas itu, panggil aku saja.” jawab Jessica santai dan menutup pintu meninggalkan MinHyuk yang sedang kesal itu. Jessica mengusap kening dan bersandar dibalik pintu sebelum kembali keruangannya.

“ Dia benar2 kekasih Sunny .. ahh .” keluh Jessica lemah.

 

***

 

MORANT butik saat siang begini selalu ramai pengunjung. Koleksi musim panas yang ekslusif dari desainer HannaMoran baru saja diluncurkan. Koleksi ini sangat terbatas dan harganya selangit, namun bagi beberapa orang, harga bukan masalah yang penting bergaya dan up to date.

“ Sunny tolong kau bantu Junee di side A . Hanyoung kau ini lelet amat…. Shinaa kau dimana ?.” teriak Hanna si desainer sibuk memerintah karyawan. Sambil berjalan mondar mandir

“ Ne .. “ Sunny segera ke ruang yang di sebut Side A artinya ruang fitting untuk tamu2 VVIP.

“ Untunglah kau datang, cepat bantu aku. Yang di dalam itu rewel sekali.” bisik Junee sambil menunjuk tirai yang setengah tertutup. Sunny tersenyum mendengarnya, sudah biasa jika tamu vvip berulah. Tapi itu sepadan dengan tip yang akan mereka dapat dari bos Hanna jika si tamu memborong banyak baju.

“ Kau yang disitu, ambilkan scarf nya … “ Sunny menarik scarf biru dari gantungan dan menyodorkan tangannya ke balik tirai. Tak lama scarf itu melayang dilempar keluar. Buru2 Sunny meraih dan segera menggantungkan kembali.

“ Tidak cocok bodoh…., carikan yang lain ..” kali ini Junne yang menyodorkan scarf warna merah. Berulang kali yeoja yang didalam itu berteriak dan melemparkan baju yang telah dicobanya. Sunny hanya menghela nafas seraya memunguti baju2 yang bertebaran.

“ Hmm kurasa hanya ini yang cocok untukku. Bagaimana ?.” kata yeoja setelah keluar dari bilik fitting sambil berputar2 memamerkan gaunnya.

“ Cantik sekali nona .” jawab Sunny sambil tersenyum. Yeoja itu melotot kearah Sunny

“ Aku tak bertanya padamu bodoh. Bagaimana  penampilanku oppa ?.” tanya yeoja itu pada seseorang dibelakang Sunny yang duduk di sofa tunggu. Sunny tadi tidak melihat ada orang duduk disitu, atau karena sibuk melayani si nona jadi dia tidak memperhatikan keadaan sekeliling.

“ Cantik seperti biasa dan berkelas.” Sunny tertegun mendengar suara itu dan saat menoleh kebelakang tatapannya bertemu dengan sepasang mata tajam.

Astaga Lee JongHyun … dia ada disini ? dari sekian banyak butik di kota Seoul kenapa dia ada disini keluh Sunny dalam hati. Sesaat pipinya memerah mengingat kejadian sabtu malam lalu. Tapi sepertinya Lee JongHyun tidak memperhatikan keberaddaan Sunny.

“ Baiklah oppa , aku akan ambil yang ini.” kata yeoja itu dan berbalik masuk lagi ke dalam kamar fitting bersama Junne yang membantunya. Suasanya jadi hening …

“ Jadi kau bekerja di sini ?.” suara tajam bertanya.

“ Ne .. “ jawab Sunny  pelan, karena siapa lagi yang ditanya oleh namja itu jika bukan dirinya.

“ Apa MinHyuk tak memberimu uang untuk biaya hidupmu, hingga kau repot2 bekerja seperti ini .”

“ Seperti ini ? .. apa yang salah dengan pekerjaan ini ?.”

“ Pekerjaan rendahan … dan itu tidak cocok dan sepadan bagi MinHyuk.”

Alis sunny terangkat mendengar ucapan sinis merendahkan seperti itu. Sesaat mulutnya akan terbuka untuk beragumentasi dengan tuan sombong ini. Namun Sunny ingat janjinya pada MinHyuk untuk berpura-pura menjadi kekasihnya dan MinHyuk juga sudah memperingatkan mungkin akan terjadi hal2 semacam ini mengingat hyungnya telah memilihkan calon istri.

“ Itu bukan masalah untukku. Apalagi Hyukie pun juga tidak melarangnya .” jawab Sunny santai dan acuh. Sengaja menyebut MinHyuk dengan panggilan Hyukie agar terlihat bahwa hubungan mereka sudah dekat. Benar … wajah JongHyun sedikit mengeras saat Sunny menyebut nama Hyukie. Hanya orang2 tertentu saja dalam hidup MinHyuk yang diijinkan untuk memanggil dengan nama itu.

“ Weell .. kurasa … “ JongHyun tak menyelesaikan ucapannya karena suara manja memotong pembicaraan itu

“ Kau mengenal yeoja ini oppa ?.” tanya tamu vvip sambil bergayut manja di lengan Jonghyun.

“ Ani .. aku hanya sedikit ngobrol dengannya. Kau sudah selesai ?.” tanya Jonghyun tersenyum lebar dan manis. Yeoja itu anggukkan kepala senang.

“ Kita sekarang makan siangya oppa .. aku ingin makan di … “ kata yeoja itu sambil beriringan dengan JongHyun menuju kasir depan. Sementara Sunny hanya menatap punggung keduanya.

“ Zzzsssttt menyebalkan sekali dia, aku tak akan ngefans lagi padanya.” kata Junee kesal.

“ Memang siapa yeoja itu ?.” tanya Sunny heran

“ Kau tidak tahu …?. Dia Soojin anggota girls day. Dan kau tahu siapa namja itu ?.” Sunny hanya gelengkan kepala pura2 tak tahu.

“ Dia CEO di Mirota.Corp, wajahnya aselinya lebih tampan daripada saat di Koran atau majalah.”

“ Apakah dia pelanggan utama toko kita ?.” tanya Sunny sambil membereskan baju2 yang tak dipilih Soojin.

“ Tepat sekali, tapi biasanya dia minta dikirimkan contoh baju ke rumahnya atau ke kantornya. Tak pernah dia datang kemari. Baju yang tak di sukai ‘kekasih’nya akan dikembalikan, sedangkan yang di sukai akan dibayar cash.” mulut Sunny membentuk huruf O besar.

“ Dan kalau kau belum tahu. Separuh saham toko ini adalah miliknya. Jadi lain kali kalau dia datang lagi, maka layanilah dengan baik,  jangan banyak bicara dan menggosip. Itu menurunkan citra butik kita..” suara Hanna tiba2 memotong penjelasan Junee.

“ Ne kami mengerti.” jawab Sunny dan Junee kompak.

Baju yang tak di sukai akan kembali ….? Aigoo ada berapa banyak ya kekasihnya itu ? guman Sunny dan senyumnya muncul karena geli mengapa dia malah memikirkan Lee JongHyun, hyungnya MinHyuk.

 

***

….. I’m missing you.

And I want you to come and give me your love.

I’m missing you You’ve given me your one last Adios, but now I believe your true mind.

Now I know I’m missing you whole time, Don’t say good bye ….

Tepuk tangan membahana mengiringi Sunny yang turun dari panggung. Sesaat di liriknya meja bar di ujung barat. Serta merta senyumnya mengembang lebar melihat siapa yang duduk disana .

“ Hai .. mukamu jelek sekali. Ada masalah apa ?.” Tanya Sunny menghempaskan tubuhnya di bangku pendek yang kosong di sebelah namja itu.

“  Hyungku berulah lagi …” MinHyuk meneguk cairan bening dari gelas pendek.

“ Apalagi yang dilakukannya kali ini ?.” sudah hampir satu bulan sejak malam dana itu, tiap bertemu MinHyuk di kafe selalu hanya cerita hyungnya yang menghiasi percakapan mereka. Si CEO yg inilah itulah ..

“ Dia memberitahu eommaku kalau aku akan segera bertunangan.”

“ Mwoo … ? Kau akan bertungangan ?. Dengan siapa … Krystal ?.” Sunny kaget mendengarnya. Kalau itu terjadi berarti sandiwara mereka selama ini tidak berhasil mengelabui JongHyun.

“ Eommaku tadi sewaktu menelpon tak bertanya siapa yeoja yang akan bertunangan denganku. Sepertinya hyung tidak menyebutkan nama. Tapi itu berarti peringatan yang halus darinya.”

“ Ahhh aku bingung … kukira dia sudah dapat menerimamu setelah kita beberapa kali di undangnya makan malam. Ternyata  dia tak melupakan niatnya untuk mencarikanku istri.” lanjut MinHyuk menyesap habis isi gelasnya.

“ Dan kapan pertunangan itu ?. kau  menjelaskan yang sebenarnya pada eommamu.”

“ Dua bulan lagi sepulang eomma dari liburannya. Dan eomma tak akan mendengarkan aku karena dia lebih mendengar apa kata2 hyung.” Sunny menepuk2 punggung sahabatnya ini perlahan. Keadaan yang diluar dugaan mereka.

“ Sunny … bagaimana kalau kita bertunangan saja ?.” kata MinHyuk tiba2.

“ Hahaha .. itu nggak akan terjadi Hyuk. Kalau sekedar berpura2 sepasang kekasih aku masih bisa membantumu. Namun kalau bertunangan rasanya tidak bisa. Apakah kau tak ingin mencari istri yang sebenarnya ? Jika kau berpura2 memiliki tunangan maka kau tak akan dapat mencari kekasih atau bahkan istri yang sebenarnya karena kau sudah terikat padaku .” kata Sunny panjang lebar.

“ Aku tak keberatan tentang hal itu … apakah kau keberatan ? Apakah kau mempunyai orang yang kau sukai ?… Aigooo maafkan aku Sunny , telah menyeretmu dalam situasi yang tak enak ini.” MinHyuk mengenggam erat jemari Sunny.

“ Tenanglah … saat ini aku sedang tak berhubungan dengan siapapun. Dan aku juga tak mempunyai orang yang sedang aku sukai .” jawab Sunny menenangkan MinHyuk. Suasana kafe yang tenang membuat pikiran keduanya melayang. Lee JongHyun guman Sunny dan mendadak kaget dengan pikirannya sendiri. Kenapa aku tiba2 mengingat namja itu.

“ Pulanglah Hyuk, ini sudah larut dan kau sudah agak mabuk. Mau kupanggilkan sopir kafe ?.” ucap Sunny menyentuh pelan lengan MinHyuk.

“ Tidak usah, aku tadi kemari dengan Song ahjussi, dia menungguku di luar. Aku pergi dulu Sunny hati2 nanti pulangnya.” Kata MinHyuk mengecup sekilas kening Sunny dan berjalan keluar kafe dengan sedikit terhuyun. Sunny menatap bos sekaligus sahabatnya itu dengan tatapan penuh sayang. Tanpa disadari sepasang mata memperhatikan dari pojok kafe yang remang2 itu.

“ Sunny … lagu terakhir .” Han memanggil Sunny. Dengan senyum lebar Sunny menyapa pengunjung kafe dan mengalunlah lagu ballads menutup pertunjukan malam ini.

 

***

 

“ Sendirian nona ? … Mau kuantar pulang ?.” tegur seseorang saat Sunny menunggu bus di halte tak jauh dari kafe. Sunny menoleh melihat dua orang yang menatapnya secara intens dari atas hingga bawah sambil tersenyum menjijikkan. Sunny ingat mereka adalah salah satu pengunjung kafe, dan sejak di dalam kafe tadi mereka sudah mencoba untuk mengajaknya kencan secara terang2an.

“ Terima kasih. Aku menunggu temanku menjemput.” jawab Sunny menolak secara halus, Bagaimanapun juga mereka pelanggan tetap kafe dan Sunny tak mau berurusan dengan mereka.

“ Kami sudah memperhatikanmu dari tadi dan kurasa kau sedang tidak menunggu siapapun nona.”

“ Ayolah ikut kami saja. Kita akan bersenang-senang malam ini.” salah seorang namja itu menyentuh lengan Sunny dengan sengaja. Sunny mundur dan menepis tangan namja itu namun punggungnya tertahan namja satunya lagi. Mereka berdua mengamit Sunny rapat. Jantung Sunny berdebar keras

“ Permisi .. “ Sunny berkelit menghindar dan berjalan menjauh dari halte bus. Kedua namja itu tertawa dan mulai berjalan mengikuti langkah Sunny yang semakin cepat.

“ Tuhan tolonglah aku …” bisik Sunny ketakutan. Memang ini resiko yang harus dihadapi jika kau bekerja malam. Biasanya dia menunggu bus tidak sendirian, ada Woyoung pelayan bar yang rumahnya searah dengannya, namun hari ini dia ijin tidak bekerja. Langkah Sunny semakin cepat dan semakin cepat saat didengarnya kedua orang itu mengejar dan berteriak2 agar dia berhenti.

“ Bruukk .. Aduuhh .” teriak Sunny saat menabrak sesuatu, tepatnya seseorang dan sebelum tubuhnya terhempas di trotoar sepasang lengan menahannya.

Terkesiap kaget Sunny mendapati tubuhnya dalam pelukan hangat beraroma harum itu, dan sesaat pikirannya yang hilang segera kembali saat didengarnya suara dari dua orang yang mengejarnya. Sunny beringsut menarik diri saat kedua lengan yang melingkari tubuhnya itu mempererat pelukannya

“ Maaf chagi aku terlambat menjemputmu .” suara tajam menenangkannya.

“ Chagi ? … “ kedua stalker itu menghentikan langkah mereka. Chagi ? tanya Sunny dalam hati.

“ Kau mengenal mereka ?.” tanya namja itu pada Sunny. Sunny mendengar ada nada tajam disuara namja itu.

“ Ani .. aniyo.” jawab Sunny gugup.

“ Baiklah .. ayo kita perg chagi ….” Sunny menurut saja saat namja itu membimbingnya pergi menjauh. Untunglah kedua stalker itu tak mengikuti mereka. Sunny menghembuskan nafas lega tapi saat melirik siapa yang telah menolongnya, hatinya langsung mencelos kedasar yang paling dalam. Keluar dari mulut buaya masuk ke mulut beruang keluh Sunny dalam hati.

“ Masuk !! … aku akan mengantarmu pulang.” Sunny ragu2 masuk kedalam mobil mewah itu. Dan tanpa banyak bicara mobil segera melaju membelah jalanan malam kota Seoul. Sunny melirik sekilas namja disampingnya. Apa yang dilakukannya disini ? guman Sunny penuh tanya.

 

***

 

“ Bangun .. kita sudah sampai .” suara lembut membangunkan Sunny yang terlelap. Sesaat dikerjapkannya mata karena silau akan lampu pinggir jalan. Dilihatnya mobil sudah berhenti di depan gedung apartemennya. Pintu di sebelahnya juga sudah dibuka. Sunny merenggangkan tubuh dan sesaat kemudian tersentak saat mendapati tatapan menusuk yang memperhatikan tingkahnya.

“ Ehh.. yaa aku segera turun…” cepat-cepat Sunny melompat dan akibatnya malah fatal. Kakinya terkilir mengingat dia memakai high hells, untunglah lengan kokoh menopangnya.

“ Ehh .. ee gumawo. Mian aku ceroboh ….. “ Sunny meringis menahan ngilu di pergelangan kakinya saat berusaha berdiri tegak. Helaan nafas panjang dan kesal terdengar.

“ Ohhh .. auuww .” teriak Sunny kaget saat tubuhnya terayun. Namja itu menggedongnya dan dengan mantab berjalan memasuki gedung apartemannya. Tidak ada lift di gedung itu padahal letak apartemen Sunny ada di lantai 2. Tapi sepertinya namja itu tak mengalami kesulitan menaii tangga.

Sunny hanya bisa diam kaku berada dalam gendongan namja itu. Darimana dia tahu tempat tinggalku, apa yang dilakukannya di dekat kafe tadi. Berjuta tanya berkecamuk di benak Sunny.

“ Buka pintunya .” Sunny memencet nomer kode keamanan dan pintupun terbuka.

Ditengah ruang apartemennya yang kecil perlahan namja itu menurunkan tubuh Sunny di sofa. Tanpa banyak cakap namja itu berjalan menuju kulkas mengumpulkan es batu dan dimasukkan dalam karet kompres. Dia berlutut didepan Sunny dan mengkompres pergelangan kakinya. Rasa dingin yang menenangkan syaraf membuat Sunny mendesah tanpa sengaja.  Tatapan mereka beradu …

“ Ehh .. Khamsahamnida sir .. “ kata Sunny perlahan serta bingung akan berkata apalagi. Hening sesaat sebelum namja itu berkata ..

“ Bukan begitu cara untuk berterima kasih, .. tapi seperti ini .” bibir namja itu menutup mulut Sunny.

Kesiap kaget keluar dari mulut Sunny saat tubuhnya terdorong kebelakang. Jemari namja itu menyusup dalam helai rambutnya, ciumannya kasar. Sunny berusaha mendorong namun kehangatan dan kelembutan ciuman itu membuat jemarinya yang semula hendak mendorong malah jadi membelai dada bidang itu.

Perlahan lengannya naik keatas dan jemarinya menarik kepala namja itu agar semakin mendekat. Mendapat respon … namja itu memperdalam ciumannya. Desah nafas saling beradu cepat. Sunny mengerang lirih saat bibir namja itu meninggalkan mulutnya menelusuri leher dan telinga. Rasa geli menggelitik. Jemari namja itu yang semula membelai punggung perlahan bergerak ke depan ….

“ Ahh … jangan .. jangan .” Sunny menahan lengan namja itu. Semburat merah menebar di wajahnya saat tatapan mereka beradu . Senyum sinis tersungging di bibir namja itu.

“ Kau tidak menginginkan lebih dari ini ?. Bukankah kau sudah terbiasa … tidak usah malu. Aku akan memuaskanmu.” kata namja itu sambil mengecup sekilas bibir Sunny. Jemarinya mengelus dada Sunny sepintas. Mata Sunny terbelalak lebar mendengar ucapan namja itu.

“ Miann .. kau salah. Kuharap kau pergi. Terima kasih atas bantuanmu tadi SIR .” kata Sunny penuh penekanan. Namja itu menaikkan alis dan sesaat lalu berdiri kemudian berbalik menuju pintu.

“ Kita akan bertemu lagi manis.” katanya penuh ejekan sebelum menutup pintu. Sunny menghela nafas panjang dan menarik-narik rambutnya kesal. Apa yang terjadi padaku, kenapa aku begitu saja luluh dalam pelukannya, ciumannya…. Lee JongHyun guman Sunny perlahan.

JongHyun pov

Aigoooo …. Apa yang telah kulakukan ? … Tadi aku datang ke kafe itu hanya untuk mengetahui sejauh mana hubungan MinHyuk dengan yeoja itu. Kuakui MinHyuk benar2 sayang kepadanya.

Tapi saat dia dalam pelukanku, otakku saakan mati. Dan kelembutan serta kehangatan bibirnya membuatku lupa diri.

Aarrgghh …. kenapa dia harus milik MinHyuk. Tapi tidak mengapa.., dia bukan yeoja yang setia. Aku harus menjauhkan dia dari MinHyuk. Dongsaengku harus mendapatkan yeoja yang baik untuk pendamping hidupnya.

 

tbc

13 thoughts on “Melody of Love part 2

  1. uwaaaaa ada nama aku >,< jadi desainer pula….. hehehe. gomawo onni😀
    aduh minhyuk serius tuh ma sunny.
    jonghyun kereeeeeeeeeen bgt *mian hyuk*
    tapi kenapa akhirnya selalu…. heemmmmm ya kalo ketemu jonghyun tapi seru onn.
    lanjuuuut

  2. Mwo? Aigooo~ asli seneng bgt eon wkt tau cast ff nie ad sunny-nya…cz ak suka bgt ma dy ^^ trz sukasuka suka bgt deh klo jadiannya ama jonghyun ^^ wahahahaha #evil laugh

    Krystal cepatlah muncul biar minhyuk trpesona kecantikanmu…#apasih?

    Lanjut lanjut eon, sy akn setia komen dan follow ff nie smp rampung!!! Fighting ^^

  3. huaaahh huaahhh ko malah JongHyun … ? hedeehh makin penasaran
    btw mau dunk kalo cara berterima kasih model gitu .. #ngarep

  4. aaaaa akhirnya pake cast jonghyun. mantep eon, kalo pake jonghyun aku bisa ngerasain feelnya, bener2 cocok dapet peran begitu. playboy cap badak #eh
    gatau aja ya si jonghyun kalo mereka berdua ga pacaran. kayaknya minhyuk nanti bakal suka sama krystal. kayaknyaaaaaaa…
    zzzzzzz melek aku baca scene di apartemen itu, entah kenapa aku suka banget jonghyun si playboy. haha dia suka sunny😀
    nice eon, mau loncat baca yang ke-3

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s