[AuthorLepas] I’m in Love [Part 1]

 

Author : Shineelover14

Rating : PG-13

Lenght : Chapter

Genre : Romance, Family, Friendship

Main cast : Lee Jonghyun (CN BLUE), Park Jihyun (as readers)

Support cast : Han Minjung (Fiksi), and other cast …

Disclaimer : FF ini murni buatan aku sendiri. Terinspirasi waktu liat Jonghyun oppa nyanyiin lagi I’m in Love—Narsha BEG. Dan FF ini juga pernah ku publis di beberapa WP.

A/N : Ini FF pertama yang aku publis di sini. Moga aja gak ngecewaiin. Jujur aku baru jadi boice. Sebenarnya udah lama sih tau CN BLUE, n’ makin suka sejak aku baca FF buatan salah salu temen aku yang main cast-nya adalah Jonghyun. Oke deh gak panjang-panjang lagi. HAPPY READING! PLEASE DON’T FORGET GIVE ME A COMMENT .. GOMAWOOOO …

<><><><><>

Narsha (BEG)- I’m in Love …

….

Ahh .. I’m in love you’re my baby
Ahh .. I’ll fall in love
Deureopjianayo geudaewa hamkkeramyeon
Saesangeun neomu areumdapjyeo

Ooh .. I’m in love, I’m so deep in love
Ooh .. I’ll fall in love
Deureopjianayo geudaewa hamkkeramyeon
Saesangeun neomu areumdapjyeo
Geudaeneun neomu areumdapjyeo

Park Jihyun P.O.V

3 hari yang lalu aku baru saja kembali dari Amerika setelah menempuh 1 tahun pendidikan ku disana. Aku pulang karena kehendak ke dua orang tua ku yang menginginkan ku meneruskan jenjang SMA di Korea. Awalnya ku kira aku akan dapat perhatian lebih dari kedua orang tua ku sesampainya disana. Tapi ternyata saat kepulangan ku, mereka tidak menyambutku sekali. Karena apa? Karena mereka sedang sibuk dengan bisnis mereka di Belanda. Aku benar-benar muak dengan sikap mereka yang selalu saja egois sendiri dan tidak pernah sedikit pun memperhatikan ku.

Aku tidak perlu bergelimang harta, aku tak butuh semua kemewahan. Aku hanya ingin appa dan eomma mengerti bahwa aku sangat membutuhkan mereka. Membutuhkan kasih sayang mereka, serta perhatian mereka.

Seminggu setelah itu, aku memutuskan untuk pergi ke Seocho. Ku harap aku bisa mendapat kasih sayang disana. Ya, Seocho adalah kota kelahiran ayah ku. Hanya ibu dari ayah ku saja yang tinggal disana, karena kakek ku telah meninggal ketika aku berumur 10 tahun. Nenek tinggal bersama pelayan yang diperintahkan appa untuk menjaga nenek disana. Aku rasa nenek juga kesepian seperti ku.

<><><><><>

“Halmoni …!”teriak ku ketika kulihat seorang wanita yang sudah sangat tua duduk diatas kursi roda seraya tersenyum kearah ku.

“Aa .. Cucuku, kau terlihat semakin cantik sekali. Apa kau sehat?”tanya nya ketika aku dengan erat menyambar kedalam pelukannya.

“Tentu saja cucu halmoni sangat cantik.”

“Aku sehat-sehat saja,”timpal ku.

“Syukurlah kalau begitu. Ayo nak, masuk dulu. Kau pasti sangat lelah kan menempuh perjalanan yang cukup jauh dari Seoul ke Seocho.”

“Ne halmoni,”ucap ku seraya mendorong kursi roda halmoni.

<><><><><>

Aku benar-benar betah di sini. Halmoni selalu memperhatikan ku, ia sangat sayang pada ku. Ku rasa aku akan tinggal disini saja bersama halmoni. Aku tidak perduli appa dan eomma marah dengan keputusan ku, toh mereka juga tidak pernah perduli dengan kehidupan ku.

Aku menyuruh Pak Jang, sekretaris pribadi eomma untuk mengurus semua administrasi sekolah dan ia memilihkan SMA terbaik di Seocho. Dan aku minta juga ke padanya agar tidak memberitahukan masalah ini kepada appa dan eomma.

Park Jihyun P.O.V end

<><><><><>

Author P.O.V

“Annyeonghaseo, jeoneun Park Jihyun imnida ..”

Seketika suasana kelas menjadi riuh pagi itu. Semua mata tertuju pada sosok gadis cantik yang sedang berdiri didepan kelas 11-1. Banyak murid laki-laki berdecak kagum melihat kecantikan gadis yang bernama Park Jihyun itu dan tak sedikit juga para gadis-gadis memuji kecantikannya.

Tentu saja dia sangat cantik, karena dia memang berbeda. Ia terlihat lebih mencolok dari siswi-siswi yang ada disekolah itu karena dari cara berpakaiannya saja ia sangat modis. Rambutnya yang panjang ikal menjuntai berwarna coklat, kulit putih nan halus bagai sutra serta mata bulatnya nan indah menawan membuatnya jadi pusat perhatian.

“Baiklah Park Jihyun, silahkan duduk.”

“Ne, gamsahamnida Song seosaengnim.”

Jihyun pun melangkah menuju bangku kosong yang terletah di pojok ruangan, tepatnya didepan seorang namja yang sedari tadi manatap Jihyun datar. Tapi Jihyun tak menyadarinya sama sekali.

“Anak-anak, coba kerjakan latihan soal halaman 20. Ibu harus keruang Kepsek sebentar. Ingat, jangan ribut!”

“Ne seosaengnim!”teriak siswa-siswi serempak.

Belum sampai 1 menit Song seosaengnim pergi, kelas kembali riuh akibat siulan maupun teriakan-teriakan para namja-namja teman sekelas Jihyun yang ingin berkenalan dengannya. Jihyun hanya tersenyum melihat tingkah teman sekelasnya itu.

“Annyeong Jihyun~a .. Jeoneun Han Minjung imnida.”

“Ne. Annyeong. Senang bisa berkenalan dengan mu Minjung~a.”

Seorang gadis berambut hitam sebahu menyapa Jihyun sembari tersenyum, ia terlihat sangat ramah. Jihyun pun melemparkan senyum terbaiknya pada Minjung yang duduk disebelah kanannya.

Jihyun sangat serius dengan tugas yang diberikan oleh Song seongsaenim hingga akhirnya Jihyun mendengar Minjung berbisik-bisik seperti memanggil seseorang. Perhatian Jihyun kini teralih ke Minjung yang sedang memanggil seseorang yang duduk di belakangnya. Jihyun mengikuti arah pandangan Minjung dan dilihatnya seorang namja berkulit putih sedang serius menulis.

“Jonghyun~a .. Ya .. Lee Jonghyun ..”bisik Minjung. Namun namja itu tak menjawab apa-apa. Ia hanya memandangi Minjung dengan tatapan datar, dan akhirnya menatap Jihyun dengan tatapan yang sama.

“Ya .. Kau tuli ya. Pinjam dong tugas mu, aku tidak mengerti,”bisik Minjung setengah merengek.

“…….”

Namja bernama Lee Jonghyun itu tetap tidak menjawab dan melanjutkan aktivitas menulisnya.

“Ya, Lee Jonghyun …” Kini suara Minjung sedikit meninggi.

“Andwe,”jawabnya datar tanpa menoleh sedikit pun ke arah Minjung.

“Ya …” Belum sempat Minjung melanjutkan kalimatnya, Jihyun sudah memotong perkataannya.

“Sudahlah Minjung~a, liat tugas ku saja.” Tawar Jihyun.

“Haa! Jinjayeo?!”

“Ne,”jawab Jihyun sambil tersenyum.

“Jeongmal gomawo Jihyun~a. Kau baik sekali.”

Dengan segera Minjung menyambar buku Jihyun dan segera menyalin semua tugas-tugas Jihyun.

Author P.O.V end

<><><><><>

Park Jihyun P.O.V

‘Dia kenapa? Cuek sekali.’Gumam ku dalam hati

Aku terus saja menatap namja itu. Ia serius sekali. Siapa namanya ya? Aku lupa tadi. Apa ku tanya saja ya?

“Annyeong …”sapa ku.

“……..”

Dia tidak menjawab. Dia tuli ya?

“Hei … Aku bicara pada mu.” Akhirnya ia menoleh juga dan aku langsung tersenyum.

‘Deg’ tapi ia tidak membalas senyum ku dan malah menatap ku seperti itu. Namja aneh, pikir ku.

“Boleh ku tau siapa nama mu?”tanya ku lagi.

“…….”

Untuk kesekian kalinya ia tak menjawab dan malah mengacuhkan ku. Ia benar-benar namja yang aneh. Akhirnya aku menyerah juga ingin bicara dengannya.

<><><><><>

Aku melangkah gontai menuju kamar ku. Hari pertama sekolah sangat melelahkan, apa lagi tadi banyak sekali namja-namja yang ingin berkenalan dengan ku. Hahaha .. Mereka terlihat polos dan lucu sekali. Apa pergaulan disini memang seperti itu? Haah .. Molla ..

Tapi tiba-tiba saja aku teringat pada namja yang duduk tepat dibelakang ku. Namanya siapa ya? Aku benar-benar lupa. Tadi Minjung bilang apa ya??

“Lee Jung .. Lee Yung .. Lee …”

“Aaaaiiiissssh .. Kenapa ingatan ku jadi buruk seperti ini??” Aku mengacak-acak rambut ku hingga berantakan. Untuk beberapa menit aku membenamkan wajah ku kebantal.

Dan tiba-tiba …

“Ya, namanya Lee Jonghyun.” Pekik ku sambil mengepalkan kedua tangan ku ke udara.

“Aiiisssh, babo nya aku. Namanya kan hampir mirip dengan ku.”

“Jonghyun … Jihyun … Jonghyun … Jihyun …”

“Tu kan mirip. Hahahahaha.” (*Jihyun gila yagh ketawa sendirian?? #PLAAAk .. Ditabok Jihyun .. )

<><><><><>

Sudah 2 minggu aku bersekolah di Seocho. Semuanya terasa biasa saja. Tapi kali ini Minjung mengajakku berkeliling melihat-lihat sekolah baru ku. Jujur saja semenjak pindah ke sekolah ini, aku belum pernah sekali pun berkeliling karena aku selalu berada di kelas. Aku berusaha menghindar dari godaan sunbae-sanbae yang iseng itu.

Minjung mengajak ku ketaman yang ada dibelakang sekolah, disini benar-benar sangat nyaman. Udaranya masih segar, sejuk dan teduh. Kurasa ini akan jadi tempat favorit ku.

“Minjung~a. Aku ingin tanya soal Jonghyun.”

“Wae? Memangnya ada apa dengan Jonghyun??”

“Aniy, dia sepertinya pendiam sekali.”

“Waaaa .. Kau memperhatikannya yaa?” Pertanyaan Minjung tadi spontan membuat wajah ku bersemu merah. Entahlah, aku bingung kenapa aku merasa malu seperti ini.

“Aniy ….”elak ku.

“Lalu mengapa kau bertanya seperti itu?”

“Tidak, hanya saja ia sangat pendiam dan sangat irit bicara.”

“Dia memang begitu. Teman-teman sekelas  menganggap ia itu namja yang aneh. Selalu bersikap dingin pada setiap orang.”

“Jinjayeo?!”

“Euuung ..”

Pikiran ku kembali menerawang mengingat semua ekspresi wajah Jonghyun. Benar saja, selama ku perhatikan ia selalu saja menunjukkan ekspresi yang datar. Apa ia punya kelainan yagh??

‘Huuusss .. Bicara apa sih aku ini? Sudahlah lupakan,’cepat-cepat ku buang jauh pikiran aneh ku tadi.

“Jihyun, kenapa melamun? Kau memikirkan Jonghyun ya?” goda Minjung.

“Aniy. Aku sedang berpikir bagaimana caranya menghentikan otak mu yang selalu curiga saja pada ku.”

Spontan Minjung dan aku tertawa bersama-sama.

<><><><><>

Aku terus saja bergumal diatas kasur. Bergerak kesana-kemari tak tentu arah. Perut ku mulai terasa sakit karna sejak kemarin malam aku tidak makan. Aku terlalu sibuk dengan beberapa tugas dari sekolah.

Dengan segera aku berjalan menuju dapur. Kenapa suasananya sepi sekali? Mana Jung Ahjuma? Pikir ku.

Ku buku pintu kulkas dan ternyata disana tidak ada apa-apa. Ottoke? Aku benar-benar lapar saat ini. Tuhan, aku butuh makanan.

Kaki ku segera beranjak menuju kamar halmoni. Aku ingin tau kemana perginya Jung Ahjuma.

“Halmoni, Jung Ahjuma kemana?”tanya ku dari balik pintu kamar. Dan ku lihat halmoni sedang duduk di atas kursi rodanya yang menghadap ke jendela sambil mengerjakan sesuatu. Aku tertarik dengan apa yang dikerjakan halmoni. Aku berjalan mendekat kearahnya.

“Aaah .. Jihyun~a, kemari sayang. Halmoni lagi buat syal untuk mu. Sebentar lagi akan musim dingin kan, kau pasti akan membutuhkan ini.” Ku lihat syal buatan halmoni sangat cantik sekali, keseluruhannya sudah hampir rampung, tinggal ditambah sedikit lagi syal itu sudah selesai.

“Jinjayeo? Halmoni membuatkan syal ini untuk ku?! Jeongmal gamsahamnida halmoni.” Aku langsung memeluk halmoni dengan hangat. Ia benar-benar memperhatikan ku. Eomma tidak pernah seperti ini pada ku. Aku sungguh kecewa pada eomma.

“Ne, jagi. Ini untuk hadiah ulang tahun mu.”

“Halmoni masih ingat tanggal ulang tahun ku?” Aku tak percaya, wanita setua halmoni masih dapat mengingat dengan baik tanggal ulang tahun ku. Ke dua orang tua ku saja selalu lupa dengan tanggal ulang tahun ku. Mereka selalu mengucapkan selamat ulang tahun ketika harinya sudah lewat.

“Tentu saja jagi, kau lahir tanggal 23 Desember kan?”

“Ne halmoni, itu tanggal lahir ku. Aku benar-benar sayang halmoni.” Semakin ku eratkan pelukan ku yang sempat mengendur sebelumnya.

“Oh, ia. Halmoni lupa. Bukankah kau mencari Jung Ahjuma?”

“Ne halmoni, aku lapar. Tapi tidak ada makanan didalam kulkas.”

“Mianhae jagi, Jung ahjuma terlalu sibuk melayani halmoni sehingga ia lupa belanja bulanan. Sekarang ia sedang pergi belanja kebutuhan untuk rumah ini. Mungkin pulangnya akan lama.”

“Jinjayeo?” Bagaimana dengan purut ku? Ia benar-benar tidak mau berkompromi lagi. Cacing-cacing didalam sana sudah demo minta makan.

Haaah .. Babo, aku cari makan diluar saja.

“Halmoni, aku keluar sebentar ya. Aku cari makan di luar saja. Tidak akan lama, halmoni jangan khawatir.”

“Benar tidak apa-apa?”

“Ne. Aku sudah besar halmoni. Aku bisa menjaga diri ku sendiri.”

“Baiklah. Hati-hati ya sayang.” Aku segera menyambar puncak kepala halmoni dan segera bergegas pergi mencari makanan yang dapat mengenyangkan perut ku.

Pandangan ku terus mencari tempat makan yang bisa aku datangi. Yang terlihat hanya jejeran orang-orang yang berjualan seafood. Bodoh, kenapa aku berjalan menuju pasar seafood ini? Huh .. Aku mendengus kesal.

Tapi tiba-tiba pandangan ku beralih menuju sebuah papan plang yang bertuliskan “KEDAI RAMEN” ..

‘Ramen? Tidak buruh juga untuk perut ku yang sedang konser saat ini ..’ Aku semakin mempercepat langkah ku menuju kedai itu. Tapi tiba-tiba langkah ku terhenti. Antara percaya atau tidak, tapi itu benar dia ..

Aku sudah berdiri tepat didepan kedai itu. ‘Apa ia bekerja disini? Ia terlihat sibuk sekali.’ Aku masuk dan memilih duduk dipojokan. Sepertinya ia tidak menyadari keberadaan ku. Apa ku kejutkan saja ya?? Hahaha ..

Tak lama seseorang datang mendekat. Aku semakin yakin bahwa ia tidak sadar dengan keberadaan ku.

“Mau pesan apa agassi?”tanya nya.

“Aku mau pesan dua mangkuk ramen.”

“Baiklah dua mangkuk ramen, tung …” belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya ia sudah menatap ku terkejur. Haha .. Sudah ku duga ia pasti akan terkejut melihat ku.

“Kenapa? Terkejut melihat ku disini?”tanya ku seraya tersenyum manis padanya.

“Aniy ..”jawabnya datar.

“Lalu, mengapa kau terkejut?”

“Aku tidak terkejut.”masih dengan nada yang datar.

“Lalu mengapa kau tidak menyelesaikan kalimat mu tadi ketika melihat ku?”

“Aku tidak menyangka saja, yeoja seperti diri mu ternyata makannya banyak juga,”jawabnya seraya pergi meninggalkan ku.

Aku berusaha mencerna setiap ucapannya tadi. ‘Haah! Jadi maksudnya aku rakus?! Begitu? Hah, lihat saja nanti’ ..

Aku masih menunggu pesanan ku datang, dan kulihat ia masih melayani pelanggan yang lain. ‘Hei .. Tunggu .. Tunggu .. Ia terlihat berbeda sekali. tidak seperti di sekolah, sikapnya lumayan ramah ketika melayani tamu-tamu yang lain. Lalu mengapa ia bersikap sangat dingin jika disekolah?’ banyak pertanyaan yang muncul dibenak ku. Aaaaiiiissh ..

Tak lama Jonghyun datang dengan membawa dua mangkuk ramen yang ku pesan. Aku tersenyum melihatnya, namun ia hanya menatap ku datar.

“Ini dua mangkuk ramen pesanan mu. Silahkan menikmati.”

Belum sempat ia beranjak pergi, aku sudah menarik tangannya. Ia menatap ku heran.

“Kau mau kemana?”sejujurnya ini adalah basa-basi saja.

“Kau tidak lihat kalau aku sedang bekerja,”jawabnya seraya berusaha melepas genggaman ku tapi sayang, aku menggenggam t-shirt lengan panjangnya dengan kuat.

“Aku tau kau sedang bekerja. Tapi aku ingin kau duduk di depan ku dan habiskan ini. Aku yakin kau pasti belum makan,”ucap ku sambil menyodorkan semangkuk ramen yang ku pesan tadi.

“Aku sudah makan.” Lagi-lagi dengan nada yang datar.

“Baiklah-baiklah. 2 menit saja dan temani aku sebentar disini. Bagaimana?” Awalnya ia tidak mau. Tapi aku terus saja mendesak dan memaksanya. Dan akhirnya ..

“Baiklah hanya 2 menit dan tak lebih dari itu.”

Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. Lalu ia duduk tepat dihadapan ku. Ia memandang ku datar. Entahlah apa yang ada didalam pikirannya, aku terus melahap ramen itu sambil menatapnya juga. Kami sedang perang mata sekarang. Aku ingin tau seberapa lama ia mampu menatap mata ku.

Jonghyun semakin mamandang mata ku lebih dalam, aku merasa dipermainkan saat ini. Awalnya aku yang ingin mengerjainya, tapi kenapa jadi dia yang mulai mengerjai ku?

Tatapan matanya tak datar lagi sekarang, tapi pandangannya itu sulit sekali untuk ku artikan. ‘Ah aku tau bagaimana cara membalasnya’ batin ku.

“Ya .. Lee Jonghyun, betah sekali kau memandangi ku terus. Bukan kah kau bilang hanya 2 menit saja? Tapi ini sudah lebih dari 2 menit.“Aku menunjukkan jam yang ada di pergelangan tangan kiri ku. Tatapannya kini berubah menjadi sinis, haha .. kena kau ..

Ia segera beranjak dari kursinya dan pergi meinggalkan ku. Aku tersenyum penuh kemenangan melihat ia pergi dengan wajah seperti tadi.

<><><><><>

Setelah ku tahu Jonghyun bekerja di kedai itu, setiap pulang sekolah aku selalu mampir kekedai ramen milik  Lee Ajussi untuk sekedar menjahilinya. Ia benar-benar sangat lucu dan menarik.

Tapi hingga detik ini ia masih kaku terhadap ku apa lagi di sekolah. Aku ingin tahu mengapa sikapnya berubah-udah seperti itu. Ia seperti memiliki kepribadaian ganda. Di sekolah ia sangat dingin pada siapa pun, sedangkan di tempat kerjanya ia terlihat sangat ramah. Benar-benar aneh kan? (*Jonghyun : Author noh yang aneh ..)

“Jonghyun~a ..Nanti sediakan semangkuk ramen yang spesial ya buat ku. Mie ramen buatan appa mu benar-benar sangat enak.”

“……..”

Seperti biasa ia selalu tidak menjawab perkataan ku. Dan aku sudah hafal betul dengan sikapnya itu.

“Aku ingin kali ini kau temani aku makan ya, tenang saja biar aku yang traktir. Bagaimana?”

“………”

“Baiklah kau hanya dia saja, berarti kau setuju,”ucap ku dengan egoisnya.

Kali ini aku sengaja pergi ke kedai ramen itu bersama Jonghyun. Aniy .. Aniy .. Bukan bersama, tapi aku saja yang mengikutinya biar terlihat seperti pergi bersama. Banyak siswa-siwsi yang heran memandangi kami berdua, aku tak perduli. Lihatlah, Jonghyun saja tidak perduli begitu pula dengan ku.

“Jonghyun~a, kau suka makan ramen tidak?” Jonghyun hanya menatap ku datar. ‘Ya, Park Jihyun. Pertanyaan macam apa yang baru saja kau lontarkan? Dasar babo!’ ..

Aku hanya tersenyum kecut ketika melihatnya menatap ku seperti itu. Ya SELALU seperti itu, selalu DATAR.

Aku benar-benar sangat heran dengan namja yang irit bicara itu. Apa aku bayar saja ya agar dia mau bicara pada ku? Lihat lah ia ketika sedang bekerja, ia berubah jadi banyak bicara dan ramah. Apa mungkin agar mendapatkan uang?? Lalu ketika disekolah ia diam saja seperti takut pita suaranya habis dan tak bisa di gunakan lagi untuk bekerja. Hmm .. Ku rasa itu alasannya. Hahahahaha ..

Aku mulai tertawa sendiri dan tentu saja itu mengundang perhatian Jonghyun. Ia menatap ku DATAR, dan dengan segera aku menghentikan tawa ku lalu segera menutup mulut ku rapat-rapat.

“Mian ..”hanya itu yang keluar dari mulut ku.

Langkahnya semakin cepat dan aku berusaha mengimbanginya.

“Ya, Lee Jonghyun. Jangan cepat-cepat aku lelah.” Ia tidak menggubris dan malah semakin mempercepat langkahnya. Aku mulai berlari untuk mengejarnya. Dan akhirnya sampai juga didepan kedai ramen milik appa Jonghyun.

Tapi tiba-tiba seorang gadis berlari kearah kami.

Aniy .. Aniy .. Bukan kami, tapi Jonghyun. Dan seketika gadis itu memeluk Jonghyun dengan erat.

Jonghyun tersenyum manis pada gadis itu.

‘DEG’ ..

Ia bahkan tak pernah tersenyum seperti itu pada ku. Gadis itu siapa? Apa adiknya? Atauu … Ah, apa mungkin ia memiliki yeojachingu. Bersikap baik pada orang lain saja ia enggan.

Eh .. eh .. tunggu dulu. Kenapa ada sesuatu yang aneh pada ku? kenapa jantung ini berdetak sangat cepan dan terasa sangat sakit? Kenapa? Kenap dada ku terasa sakit dan sesak, apa karna pemandangan yang ada di hadapan ku saat ini? Gadis itu baru saja mencium pipi Jonghyun. Lalu aku .. aku .. cemburu ..

 

To be continue …

 

7 thoughts on “[AuthorLepas] I’m in Love [Part 1]

  1. huaahh siapa tuh yeoja ? … adeknya nih pasti adeknyaa ..
    jd ingin makan ramen baca FF ini … #telp jungshin dulu minta bikinin ramen😛

    lanjutannya di tunggu

  2. nyahaaaaaaaaaaa..ada FF jonghyun🙂
    woahh..itu siapa ceweknya….>,<

    hihihi Jihyunnya mulai suka yah sm Jonghyunku

    ditunggu klanjutannya

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s