PAIN [chapter 1]


 

Author : otreh

Rating : PG-17

Length : chaptered

Genre : friendship, romance, AU, tragedy

Cast :

  • Lee Jonghyun
  • Kang Minyuk

Other cast :

  • Jung Yonghwa
  • Lee Jungshin
  • Yoona
  • Kristal

Disclaimer : cerita ini pairingnya berasal dari ff yang sebelumnya dah ada disni. Ceritanya inspirasi sendiri.

Note : ga tahu deh chapter2 nya bakal keluar kapan, tapi chap 1 ini sebenarnya lebih ke prolog.. moga teman2 suka bacanya.  Arigatou ..

 

Flash back

Jonghyun saat itu sedang di rumah sendirian, tapi perutnya sangat lapar walaupun rumah yang ia tempati itu bukan rumah “biasa”. Saat itu Jonghyun masih berusia 10 tahun, dia hanya hidup bersama dengan ayahnya karena ibunya sudah tiada sejak ia masih 8 tahun. Perutnya sangat lapar seringkali ia mengeluh dengan keadaannya, buat apa aku tinggal di rumah yang serba mewah jika hidup Jonghyun ini hanya sebuah kesepian belaka. Jonghyun yang kala itu masih kecil hanya bisa memainkan harmonika nya sambil sesekali memakan biskuit untuk menahan rasa laparnya.

Tiba – tiba saja pintu rumah Jonghyun terbuka dengan hentakan keras.

“Bragggg, hei anak kurang ajar kemana kamu hah?”

Jonghyun terkejut dengan kedatangan ayahnya yang mengamuk seketika, tubuhnya bergetar hebat.

“hah, rupanya kamu ada disini, kamu lapar yah? Aduh kasihan”

Ayahnya mendekati jonghyun sambil mengusapkan tangannya ke wajah Jonghyun, hanya saja wajah ayahnya terasa seperti menghina.

Tubuh Jonghyun semakin bergetar hebat, bibirnya pun berkata sambil bergetar,

“i,ia ayah aku lapar.”

Mendengar perkataan anaknya, ayahnya semakin murka dan dia mengalihkan tangannya ke rambut Jonghyun dan menjambaknya.

“Kau, berani2nya bilang lapar dari setelah apa yang telah kau lakukan pada ibumu sampai2 ibumu meninggal?”

Jambakan ayahnya semakin kuat menarik rambut Jonghyun, namun Jonghyun sudah tidak dapat merasakan sakit lagi dia sudah kebal.

“Ayah, itu bukan salahku ayah!”

“Sudah kau diam, sekarang lebih baik kamu masuk saja ke dalam lemari sambil makan biskuit2 mu itu hah dan jangan keluar sampai aku bilang kau bisa keluar.”

Jonghyun terdiam didalam sebuah lemari yang sempit, dia menundukan kepalanya sambil meneteskan air mata.

“Ayah, sampai kapan kau akan megurungku seperti ini.”

Jonghyun melihat sebuah retakan di lemarinya, dia mengusap retakan2 itu.

“Apakah hidupku ini akan hancur selamanya seperti retakan ini?”

***********************************************************

 

Minhyuk berlari sangat kencang menuju rumahnya yang sedang dikerumuni oleh banyak orang. Betapa kagetnya dia ketika  apa yang dilihatnya saat itu bukanlah pemandangan biasa melainkan mengerikan bahkan menyedihkan.

Ayah, ibu dan adik Minhyuk sudah terkapar penuh darah di lantai rumahnya yang besar. Lantainya yang putih bersih menjadi lautan darah, Minhyuk yang ketika itu baru datang hanya bisa menelan ludahnya. Minhyuk berlutut di hadapan hamparan tubuh keluarganya yang sudah tidak bernyawa. Orang – orang disekelilingnya hanya bisa melihat ke arah Minhyuk dengan iba.

Minyuk benar – benar terpaku, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Pada hari itu juga dia menjadi sendirian, keluarganya benar2 telah hilang. Akhirnya air matanya pun menetes.

Minhyuk merangkul tubuh ibunya yang sudah penuh dengan darah sehingga baju Minhyuk pun penuh dengan darah. Minhyuk menangis sejadi – jadinya hari itu.

****************************************

Back to real time ..

Jonghyun baru saja bangun dari tidurnya, lalu dia bersiap – siap untuk melakukan kerja sampingan untuk membiayai biaya kuliahnya. Dia sudah lupa sejak kapan dia memutuskan untuk melarikan diri dari rumah meninggalkan kekejaman ayahnya.

Tiba – tiba saja seorang gadis muncul dari pintu apartemennya.

“Jonghyun, aku bawakan makanan untukmu!”

Gadis itu datang dengan membawa sebuah piring yang sudah berisi makanan. Setelah dia meletakan makanannya. Jonghyun memeluk gadis itu dari belakang.

“Terima kasih, Yoona, kau wangi sekali.”

Yoona tersenyum geli mendengar kata – kata Jonghyun yang terkesan gombal. Yoona pun membalikan badannya dan mengecupkan bibirnya ke bibir Jonghyun. Jonghyun kaget dengan tindakan Yoona, lalu diapun membalas kecupan Yoona sehingga mereka berdua terlibat dlam sebuah kecupan yang semakin dalam. Setelah Yoona merasakan sesak akhirnya mereka berdua menghentikan kegiatan yang membuat tubuh mereka panas.

“Yoona, kau sangat,, hmmm.”

“Haha, Mian Jonghyun abisnya aku sangat kangen padamu kita kan sudah lama tidak bertemu.”

Yoona pun menemani Jonghyun sarapan pagi itu.

***********************************************

Minhyuk adalah teman Jonghyun kerja sambilan, sebenarnya Jonghyun bingung dengan keputusan Minhyuk untuk kerja sambilan karena ia tahu baha harta yang ditinggalkan keluarga Kang tidaklah sedikit bahkan sangat banyak.

Mereka berdua bekerja di sebuah kafe milik Jung Yonghwa, tidak banyak yang tahu siapa sosok Yonghwa sebenarnya. Orang2 hanya tahu bahwa Keluarga Jung merupakan keluarga kaya yang memiliki banyak rekanan baik dari dalam atau luar negri.

Namun tidak banyak orang yang tahu pula bahwa Minhyuk dan Jonghyun adalah sahabat dari Jung Yonghwa.

Kafe tempat Jonghyun dan Minhyuk bekerja adalah “Sweet”, kafe itu sangat digandrungi oleh para gadis tentu saja itu karena ketampanan yang dipancarkan oleh Jonghyun dan Minhyuk.

Salah satu dari pelanggan setia kafe itu adalah Kristal seorang gadis SMU yang ternyata merupakan kekasih dari Minhyuk.

“Hei, Hyuk itu pacarmu menungguimu dari tadi.”

Jonghyun menunjukan tangannya ke arah Kristal yang sedang menunggui Minhyuk yang masih beres – beres di dalam kafe.

“Lebih baik kau hampiri saja dia kasihan dia kan masih anak sekolah.”

“Gpp, Hyung beres2nya kan belum selesai!”

“sudahlah, tinggal segini lagi biar aku yang bereskan.”

“terima kasih hyung.”

Akhirnya Minyuk menghampiri Kristal yang menungguinya dari tadi. Sebelum mengantarkan Kristal pulang dengan motornya, Minhyuk mengajak Kristal ke sebuah sungai yang tidak jauh dari rumah Minhyuk.

“Kristal, kau tahu kan sebenarnya aku masih punya banyak sekali rahasia yang tidak bisa aku ceritakan padamu setidaknya untuk saat ini.”

“Ia, aku tahu.”

“terus kamu ga merasa risih?”

“tentu saja tidak, aku mencintaimu dengan tulus jadi aku akan menantikan sampai kamu benar – benar mau cerita padaku.”

“Terima kasih Kristal.”

Minyuk mencium kening Kristal dengan penuh perasaan, lalu mulai memindahkan bibirnya ke bibir Kristal, ciuman mereka sungguh hangat di tengah rasa dingin yang mengelilingi sungai itu.

Namun setelah itu kaki Kristal terpeleset sehingga dia terjatuh dan ikut menarik badan Minhyuk sehingga Minhyuk berada di atas tubuhnya sekarang, dan ciuman yang sebelumnya berhenti sejenak itupun akhirnya dilanjutkan kembali sampai irama gemercikan suara air sungai menyadarkan mereka untuk segera berhenti.

*************************************************

Jonghyun akhirnya telah menyelesaikan seluruh pekerjaannya di kafe seluruh badannya yang lelah perlu diistirahatkan. Sesampainya di apartemen dia langsung merebahkan badannya dan akhirnya dengan cepat dia pun tertidur

10 oct 19**

Saat itu Jonghyun yang masih berusia 8 tahun, ia dan ibunya pergi bertamasya ke sebuah perbukitan. Hari itu hari yang sangat membahagiakan, sebelumnya ibu Jonghyun berada di rumah sakit dalam waktu yang lama sehingga Jonghyun baru kali ini ia bisa bertemu lagi dengan ibunya.

Di bukit itu terdapat sebuah jurang sehingga ibu Jonghyun memperingatkannya untuk tidak bermain teralu dekat dengan jurang itu.

Namun tiba – tiba hujan turun dengan sangat deras, mereka kebingungan harus seperti apa di bukit itu karena jalanan menjadi licin. Di saat Jonghyun dan ibunya sedang mencoba untuk turun tiba – tiba saja ada seseorang dengan wajah tertutup mencoba mendorong ibu Jonghyun ke jurang, pada awalnya Jonghyun yang hampir terdorong ke jurang namun dengan kekuatan seorang ibu, ibunya berhasil melempar Jonghyun menjauh dari jurang dan akhirnya Jonghyun tersungkur.

Pergelutan ibu Jonghyun dengan orang misterius itu tidak berhenti, malah semakin menjadi pada akhirnya ibu Jonghyun tidak berhasil melawan orang itu dan tubuhnya terdorong jatuh ke dalam jurang.

Jonghyun yang melihat kejadian itu dengan matanya sendiri hanya bisa berteriak

“Umma, Tolong, umma !!!”

Seseorang yang misterius itu menghampiri Jonghyun yang terus berteriak, dia mencoba mencekik lehernya namun Jonghyun menggigit tangan penjahat itu dengan sangat keras sehingga penjahat itu kesakitan. Jonghyun kembali berteriak minta tolong.

Hujan berhenti orang – orang yang mendengar teriakan Jonghyun akhirnya berdatangan, penjahat itu kabur melarikan diri.

Orang – orang itu mendekati Jonghyun yang bergetar hebat, anak kecil seusianya baru saja mengalami hal yang mengerikan. Lalu 1 jam kemudian mayat ibu Jonghyun berhasil ditemukan dan tentu saja keadaan sudah sangat mengenaskan.

Tubuh ibu Jonghyun sudah dipenuhi dengan darah, bahkan wajahnya sudah tidak bisa dikenali. Jonghyun hanya bisa menatap mayat ibunya tanpa berkata apa – apa. Tidak ada satu orang pun yang percaya dengan kejadian yang menimpanya.

————————————

Back to realtime

Jungshin adalah laki – laki yang mnyukai Kristal bahkan terobsesi dengannya. Bahkan meskipun dia tahu bahwa Kristal sudah menjadi pacar Minhyuk tetap saja dia masih mencoba mendekatinya. Jungshin memang bukan orang biasa bisa dibilang dia merupakan orang terkaya kedua di kota itu setelah Jung Yonghwa, demi cintanya pda Kristal yang tidak terbalaskan dia mencoba mengorek informasi mengenai keluarga Minhyuk sedalam2nya, termasuk kasus pembunuhan keluarga Kang.

Sewaktu pulang dari sekolah, Kristal menunggui Minhyuk untuk menjemputnya, dan Jungshin mendekatinya.

“hei, beb lebih baik kau pulang denganku saja kau pasti lebih nyaman.”

“ga usah repot2 kok, aku nunggu pacarku saja menjemput.”

“ya, elah sok jual mahal banget sih.”

Jungshin memaksa Kristal sambil menarik tangannya namun Minhyuk akhirnya datang dan melepaskan genggaman Jungshin dari tangan Kristal.

“Hei, apa yang kau lakukan sialan, jangan kau coba2 mengganggu pacarku lagi.”, sentak Minhyuk dengan penuh emosi.

“heh, ini dia c anak satu2nya yang tertinggal dari keluarga Kang.”

“hah, darimana kau tahu.”

“tentu saja aku tahu, dan aku juga tahu bagaimana keluarga yang kau cintai itu mati dengan penuh darah, ha, ha, ha, ha.”

“Apa kau bilang?”

“wajar saja sih mereka dibunuh, keluarga Kang memang keluarga “kacau”.”

Minhyuk sudah tidak bisa menahan emosinya lagi dia mengepalkan tangannya dan menonjokan sebuah tinju ke pipi Jungshin sehingga dia tersungkur, namun Jungshin tidak tinggal diam dan membalas pukulan Minhyuk. Baku hantum pun terjadi.

Kristal yang melihat kejadian itu, mencoba melerai mereka berdua namun tidak berhasil dan pada akhirnya ketika Jungshin akan memukul Minhyuk lagi, Kristal mengahalangi arah pukulan itu dan Kristal yang akhirnya terkena pukulan Jungshin.

Jungshin kaget dan pergi dari Minhyuk dan Kristal.

“Kau, tidak apa2 kan kris?”

“Ia aku gpp, kok.”

Kristal menyentuh pinggiran bibir Minhyuk yang berdarah.

“Kau, juga gpp kan.”

“tubuhku memang sakit, tapi hatiku lebih sakit.”, Minhyuk berkata sambil menatap wajah Kristal dengan lekat.

Secara reflek Kristal, menjilat darah yang menempel di pinggiran bibir Minhyuk hingga darah nya tidak ada lagi.

“darahmu yang aku rasakan ini, agar aku juga bisa merasakan rasa sakit mu.”, Kristal berkata sambil menangis.

Air mata yang Kristal keluarkan benar2 tulus, Minhyuk memeluk Kristal dengan erat sehingga Kristal membenamkan wajahnya di bahu Minhyuk.

******************************************

Yoona mendatangi apartemen Jonghyun, namun entah mengapa apartemen itu terlihat sangat lengang. Mata Yoona terbelangak ketika melihat salah satu sisi tembok apartemen Jonghyun terdapat beberapa bercakan darah, seperti bekas tonjokan tangan. Dia mencoba memeriksa seluruh sudut apartemen itu namun Jonghyu tetap tidak ditemukan.

Pikiran Yoona melayang, lalu dia berkata dalam hatinya.

“Jangan2 Jonghyun kembali seperti dulu lagi?”

Yoona langsung bertindak, dia berlari keluar dari apartemen Jonghyun dengan perasaan penuh cemas.

 

-TBC-

>> masih banyak misteri yang belum terungakap, bagaimana cerita selanjutnya.. aku juga belum tahu, haha, peran Yonghwa aja belum jelas.. ckckckck, minta saran untuk chap selanjutnya mau mana yang dibanyakin, adegan romantisnya atau adegan berdarah2nya haha, enaknya gimana ya? hehe

 

 

9 thoughts on “PAIN [chapter 1]

  1. Adegan yongseonya #gag nyambung #e mklum yongseo addict

    Adegan dua duanya diimbangi ja thor, klo d chap selanjtx bnyk darah, chap bsokx romantis…itu c saran sy…tp selnjutx sy oadamu sajalah…#apasih???

    Oke, fighting!!!

  2. Wuah yoona jonghyun lg… *my fav couple after yongseo*

    ayahx JH kejam amat c,,masak nyalahin JH,,udah tau ibunya JH dibunuh,bkan salah JH.. Pnasaran ni sama yg ngbunuh ibu JH..

    Keluarga MH jg mengenaskan,knp bsa satu keluarga dibunuh smua *pnasaran* ..Trz knp MH mau krja sampingan,pdhl dy kaya *LANJUT

  3. miris banget hidupnya jonghyun minhyuk. kasian u.u
    emangnya jonghyun yang dulu tuh kayak apa?
    ayo lanjut, penasaran.

    diimbangin aja romance:thriller 50:50

  4. banyakin adegan romantisnya minhyuk n krystal…
    ini sepertinya konfliknya bakal rumit… keren thor…
    suka ff yg rumit tpi ada romantisnya…
    penasaran sma keluarganya minhyuk…
    jungshin jgn jahat” atuh,,

  5. author daebak bgd… q suka yv romantis tpi konfliknya banyak kyak ini ff…
    thor, tmbahin seohyun dunk buat cast ff nya biar pasangan sma yonghwa… #maklum yongseo shipper
    seneng ada couple fav q stelah yongseo yaitu minhyuk krystal…
    banyakin adegan romantisnya mereka berdua y thor…

    penasaran bgd nih sma keluarganya minhyuk,,, knp sampe dbantai semua…
    yong juga bikin penasaran ih…
    jungshin jgn jahat” atuh… jgn ganggu minhyuk krystal…

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s