When Your Gone [Ficlet]

Title   : When Your Gone

Author   : Keynie^^ aka Jung Woon Min (Twitter : @Weny_Jung)

Main Cast   : CNBLUE Jung Yonghwa, SNSD Seohyun

Other Cast   : f(x) Krystal, CNBLUE Kang Minhyuk.

Length   : Ficlet

Rating   : PG-15

Genre   : AU, Romance, Angst, Tragedy.

Disclaimer   : All cast not mine, but all plot of this story pure mine!

Backsound   : DBSK (TVXQ) – Don’t Say Goodbye

NB   : Disarankan bacanya sambil diiringi sayup-sayup (?) lagu yang ku sarankan untuk dijadikan backsound. Biar ngena feelnya. Karna aku buatnya juga sambil dengerin lagunya. Kalo ngga punya lagunya, bisa dengerin disini. Piku nya aku kasih di akhir cerita. So, pantengin aja yaaa =)

 

Happy reading ^_^

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Kata-kata dokter tadi masih terngiang jelas di telinga Yonghwa. Ia benar-benar tak menyangka bahwa gadis yang sangat dicintainya akan mengalami keadaan seperti ini. Yonghwa menyandarkan tubuhnya ke tembok rumah sakit yang dingin. Dan perlahan mulai jatuh terduduk di lantai. Mata coklatnya yang bening menatap kosong ke depan. Dan airmata itu tak berhenti mengalir dari matanya. Perlahan Yonghwa menunduk dan memeluk kedua lututnya.

“Apa yang harus ku lakukan?”, lirihnya.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Oppa, aku kenapa?”

“Kau hanya kecapekan, Hyun.”

Seohyun menatap mata Yonghwa lekat.

“Oppa tidak menyembunyikan apapun kan dariku?”

 

DEG!

Yonghwa menghentikan aktifitasnya menyendok bubur untuk Seohyun. Balas menatap mata Seohyun lekat, membelas halus rambut Seohyun dengan tangan kanannya yang bebas, lalu tersenyum kecil.

“Kau memang hanya kecapekan, sayang.”

Seohyun mendengus pelan.

“Baiklah. Semoga memang hanya kecapekan. Aku tidak betah dirumah sakit ini Oppa.”

“Makanya kau makan dulu, supaya cepat sembuh. Aaaaaaa~~..”, Yonghwa menyuapi Seohyun dengan bubur yang dipegangnya. Membuat Seohyun tersenyum.

“Gomawo Oppa”

Yonghwa mencium punggung tangan Seohyun yang tertusuk jarum infus.

“Cheonmaneyo chagi.”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Keadaannya menurun lagi. Tapi syukurnya dia cepat dibawa masuk. Kini dia sudah sadar. Usahakan dia jangan sampai kena angin malam dan terlalu capek. Itu berbahaya bagi kesehatannya.”

“Ne, aku akan menjaganya lebih hati-hati lagi. Terima kasih dokter.”

 

Yonghwa membuka pintu kamar rawat Seohyun. Di ranjang, Seohyun sudah duduk sambil menundukkan kepalanya. Yonghwa berjalan mendekati Seohyun. Selama beberapa menit mereka terdiam. Seohyun mulai terisak. Menangis.

“Oppa, mianhae. Hikss..”

Yonghwa masih tetap bergeming. Seohyun makin menangis kencang.

“Aku tadi hanya ingin keluar sebentar Oppa. Jangan marah padaku. Jebal~~”, lirih Seohyun sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tak lama Seohyun merasakan kepalanya ditarik dengan lembut ke dalam sebuah pelukan. Ya, itu pelukan Yonghwa.

 

“Oppa tidak marah kan?”, tanya Seohyun takut-takut. Yonghwa menggelengkan kepalanya.

“Tapi kenapa Oppa tidak berbicara?”

Yonghwa melepaskan pelukannya dan duduk di samping ranjang Seohyun. Seohyun sedikit terkaget mendapati mata Yonghwa yang berair. Bahkan pipinya juga sudah basah. Baru pertama kalinya ia melihat Yonghwa menangis.

 

“Oppa kenapa menangis?”

“Aku tidak marah. Tapi maukah kau benjanji satu hal padaku?”

“Apa?”

Yonghwa menghirup nafasnya sejenak.

“Berjanjilah untuk tidak melakukannya lagi. Jangan membuatku khawatir. Arraseo?”

Seohyun mengganggukkan kepalanya. Yonghwa mencium lembut kening Seohyun dan kembali merengkuhnya lagi ke dalam pelukannya.

‘Aku belum siap, Hyun. Dan kurasa aku tak akan pernah siap.’, batin Yonghwa.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Seohyun menangis hebat. Secarik kertas yang dipegangnya pun terjatuh begitu saja. Ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Tidak percaya dengan hal yang baru ia ketahui.

 

KRIETTTT

 

Pintu terbuka oleh sesosok namja tampan. Itu adalah Yonghwa. Saat Yonghwa membalikkan badannya, Yonghwa terkejut melihat kondisi Seohyun. Terduduk sambil menangis hebat di pojok ruangan. Matanya menangkap secarik kertas yang tak jauh dari posisi Seohyun. Jantungnya berdegup kencang. Seohyun sudah tahu segalanya. Yonghwa berlari memeluk Seohyun. Namun dengan kasar Seohyun menolaknya.

 

“Hyun~~”

“Kenapa kau menyembunyikan semuanya Oppa!!”, teriak Seohyun.

“Hyun, aku tak bermaksud—“

“CUKUP!!”

Nafas Seohyun tersengal-sengal. Ia kembali menangis hebat. Yonghwa ikut menagis. Ia ingin mencoba memeluk Seohyun sekali lagi, namun Seohyun kembali menepisnya dengan kasar.

 

“Pergilah Oppa..”

“Hyun, aku—“

“TINGGALKAN AKU SENDIRI!!! TIDAKKAH KAU MERASA JIJIK BERDEKATAN DENGAN PENDERITA KANKER OTAK SEKALIGUS PENGIDAP HIV/AIDS SEPERTIKU INI??? AKU MAKHLUK KOTOR, OPPA!!”, Seohyun berteriak frustasi. Mengacak rambut halusnya yang kini sudah berantakan. Yonghwa menatapnya nanar.

“SEO JOO HYUN!! AKU TIDAK PEDULI APA YANG TERJADI!! TIDAK PEDULI APA PENYAKITMU DAN BAGAIMANA KEADAANMU SEKARANG!! AKU TETAP MENCINTAIMU!!”, Yonghwa balas berteriak. Bahu Seohyun bergetar hebat. Yonghwa kembali merengkuh Seohyun, dan kali ini tidak mendapat perlawanan sedikitpun dari Seohyun. Seohyun menangis hebat dipelukan Yonghwa, sedangkan Yonghwa menangis dalam diam. Tak lama Yonghwa merasa Seohyun tidak bergerak. Kepalanya terkulai lemas di bahu Yonghwa.

“SEOHYUN-AH!!!!!”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Yonghwa menggenggam tangan Seohyun erat. Yonghwa tak berhenti menangis dari dua jam yang lalu. Sudah dua jam Seohyun pingsan. Tak sadarkan diri. Krystal, adik Yonghwa juga menangis di sofa ruangan itu. Tak menyangka kekasih Oppanya yang sudah ia anggap sebagai Eonnie kandungnya itu menderita dua penyakit yang bisa merenggut hidupnya kapanpun waktu meminta. Disampingnya, Minhyuk –kekasih Krystal- mencoba menenangkan Krystal dengan mengelus punggungnya.

 

“Hyun, sadarlah.. Aku tahu kau mendengarku, sayang. Aku minta maaf sudah menyembunyikan semuanya darimu. Hal inilah yang ku takutkan. Kondisimu menurun begitu tahu semuanya. Aku benar-benar meminta maaf. Hyun~ kau mendengar ku kan? Kumohon sadarlah, Seo Joo Hyun.. Kumohon~~”, lirih Yonghwa. Krystal tak tahan mendengarnya. Ia berdiri dan memeluk Yonghwa dari belakang.

“Oppa, kau harus bertahan. Kalau kau begini, bagaimana kau bisa menjadi sandaran Eonnie?”

“Akuu.. takut kehilangannya Krystal-ah.. Sangat takut..”

“Aku tahu perasaanmu Oppa..”, Krystal semakin memeluk Yonghwa dengan erat. Keduanya menangis bersama dalam diam. Dibelakangnya, Minhyuk menunduk. Ikut sedih melihat pemandangan didepannya.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Seohyun telah sadar. Dan emosinya pun sudah mulai stabil. Seohyun mulai bisa menerima semua kenyataan yang menimpanya. Terlebih setelah Yonghwa menjelaskan alasannya menyembunyikan semua itu darinya. Malam ini mereka berdua pergi ke taman bunga rumah sakit. Awalnya Yonghwa sempat menolak dengan tegas karena khawatir dengan kondisi Seohyun. Tapi, Seohyun begitu memohon. Membuat Yonghwa tak sanggup untuk menolak permintaan gadis pujaannya itu. Seohyun memakai 3 lapis jaket dan mantel tebal untuk menutupi tubuhnya yang semakin hari semakin kurus. Yonghwa mendorong kursi roda Seohyun pelan.

 

“Oppa, aku ingin duduk dibawah pohon besar itu.”, tunjuk Seohyun ke arah pohon yang cukup besar di ujung taman. Yonghwa mengangguk pelan menyetujui permintaan Seohyun. Setelah sampai, Yonghwa menggendong Seohyun ala bridal style dan mereka berdua sama-sama duduk dibawah pohon pinus itu. Yonghwa memeluk Seohyun dari belakang. Memberi kehangatan yang lebih untuk Seohyun.

 

“Oppa..”

“Hmm?”

“Maafkan aku..”

“Untuk apa?”

“Maaf membuatmu mencintai perempuan penyakitan sepertiku.”

 

Yonghwa menggeleng pelan. Matanya mulai berair. Yonghwa mengeratkan pelukannya pada Seohyun.

“Aku tidak pernah sekalipun merasa menyesal telah mengenal dan mencintaimu, Hyun. Kau harus tahu akan hal itu.”

Seohyun tersenyum lemah.

 

“Aku sudah bisa menduganya sejak dulu Oppa. Cepat atau lambat, semua akan terjadi. Saat aku tahu aku adalah anak yang tak jelas siapa appanya. Karena pekerjaan eommaku yang membuatnya harus melayani namja-namja yang haus akan nafsu. Saat aku tahu eomma juga harus meninggal dengan penyakit yang sama denganku saat ini. Kanker otak. Aku sudah tahu. Pada akhirnya, aku akan mengalami hal yang sama. Tinggal menunggu waktu saja. Karena seperti kata dokter, kanker otak dan HIV/AIDS bisa menurun pada keturunan penderitanya. Tak ku sangka, aku malah mendapatkan keduanya.”, ucap Seohyun miris. Yonghwa tidak bisa berkata apa-apa. Mulutnya terlalu kaku untuk mengeluarkan suara.

 

“Oppa, kau mau berjanji satu hal padaku?”

“Hmm?”
“Berjanjilah tetap hidup dengan baik jika nanti ragaku sudah tak ada lagi disampingmu.”

Yonghwa akhirnya tidak bisa lagi menahan airmatanya. Ia menangis dalam diam sambil terus memeluk tubuh Seohyun erat.

“Bisakah aku egois? Kali ini saja Hyun. Aku ingin kau tetap berada disampingku.”, ucap Yonghwa dengan suara bergetar.

“Jangan buat aku makin berat untuk meninggalkanmu Oppa.”

 

Yonghwa mulai terisak. Seohyun pun ikut menangis. Keduanya masih berpelukan erat. Seakan tidak ingin berpisah satu sama lain.

“Senyummu adalah senyum yang terbaik yang pernah ada Oppa. Berjanjilah untuk menemukan senyum itu lagi nantinya. Bisakan?”

Yonghwa hanya mengangguk pelan. Airmatanya tak berhenti mengalir.

 

“Oppa, aku ingin tidur.”

 

Yonghwa merasakan sakit yang teramat sangat dihatinya. Entahlah, seperti sebuah firasat. Ia juga merasakan sebuah tetesan cairan jatuh ke punggung tangannya. Darah. Ya, itu darah dari hidung Seohyun. Yonghwa memegang dagu Seohyun dan mengarahkan wajah Seohyun ke depan wajahnya. Matanya perlahan terpejam dan ia mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Seohyun. Bibir yang hangat dan bibir yang mulai dingin itu bertemu. Ciuman itu juga diselingi rasa asin. Berasal dari darah yang keluar dari hidung Seohyun dan mengalir sampai bibirnya bercampur dengan airmata Yonghwa yang masih mengalir dengan deras.

 

Ditengah ciuman itu, Seohyun berkata dengan sangat lirih.

“Saranghae, Jung Yonghwa~~”

Yonghwa makin melumat bibir Seohyun yang sudah dingin. Lalu ikut berkata dengan lirih.

“Nado, jeongmal saranghae.. Seo Joohyun~~~”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

1 Years Later..

Yonghwa menatap dalam sebuah pigura indah yang saat ini dipegangnya. Itu adalah foto Seohyun, kekasih yang sangat amat dicintainya yang meninggal 1 tahun yang lalu. Di dalam foto itu, Seohyun duduk di belakang piano sambil tersenyum menatap Yonghwa.

 

“Hyun~~ begitu besar pengaruhmu dalam hidupku sampai-sampai hingga saat ini aku masih belum bisa melupakanmu. Ani, bukan masih belum bisa. Mungkin juga aku tak akan pernah bisa untuk melupakanmu.”

Yonghwa menarik nafasnya sejenak.

“Aku ingin minta maaf, Hyun. Sampai saat ini, aku masih belum bisa tersenyum dengan baik seperti janjiku kepadamu. Tapi, aku pastikan aku akan hidup dengan baik. Karena aku percaya, meskipun ragamu tak menemaniku lagi, tapi hati kita berdua akan selalu terpaut. Aku akan hidup dengan baik karena kau menjagaku.”

Yonghwa membawa pigura foto itu untuk tidur bersamanya. Dan mulai memejamkan matanya.

 

Aku bangga dengan perasaan suci ini, aku bahagia bisa mengenalnya. Dan aku mendapatkannya hanya saat aku bersamamu. Sebuah perasaan yang kusebut sebagai CINTA.’

 

THE END

 

 

Nb : Gimana? Adakah yang menangis termehek-mehek membaca ff nista ini? *hayo tunjuk tangan*. Saya bikinnya instan dalam waktu 2 jam dan dalam keadaan setengah ngga waras xD. Mian buat YongSeo shipper kalo disini YongSeo saya nistakan. Sebenernya nggarela juga sih FF emak bapak sendiri (?) diginiin. Tapi, feelnya lebih dapet pake nama mereka. Hehe^^. Eh, tapi saya mau bilang, kata-kata terakhir itu asli dari otak dan hati saya *curcol* :p. Piku diatas itu adalah salah 1 favorit aku dari WGM YongSeo. Sudut pandangnya pengambilan gambarnya bagus dan Seohyun natap Yonghwa-nya gimanaa~ gitu😀. FF Regret dalam proses. Buat yg menanti, sabar aja. Mian kalo ada typo *bow*. Keep RCL… ^^

20 thoughts on “When Your Gone [Ficlet]

  1. chingu~
    FF ini berhasil membuatku menangis… *lebay*
    tp bnr chingu~ aku nangis saat baca FF ini…
    walaupun rada gk ikhlas Goguma Couple hruz terpisah spti itu… Tp, bguz koq FF’na…🙂
    d’tunggu karya selanjutnya yauw!

  2. Sy sebagai yongseo shipper sangat….terkesan dg ff nie..
    Uri buin…T_T
    meski g smp nangis tp ak sedih bacax…
    Lama g baca ff yg cast-nya mereka jd pas baca ff nie rasanya kangeeeenn bgt
    gomawo thor ^^

  3. hix hix hix.. sedih bgt thor crita’y
    hix hix hix,, sbner’y g rela c seo’y mninggal tp yong setia bgt ya
    hix hix hix hix,, bner2 g bs b’hnti ngalir neh aer mata..
    hix hix hix hix hix..
    hix hix hix hix hix..
    piku’y bgus,, aq jg suka !!
    hix hix hix hix hix..

  4. ah ya ampun .
    feel nya dapet banget .. apalagi waktu liat pict nya ..
    dapet banget lah ..

    dan itu .. gyyaaa seohyun ngeliat yong nya gitu bangeettt😄
    berasa dalem banget ..
    X))

  5. kok nasibnya seohyun sedih banget ya, udahlah gak jelas bapaknya siapa, kena kanker otak udah gitu hiv/aids lagi hahaha.
    tapi ceritanya seru kok sedihnya dapet banget, temanku yang fans beratnya yongseo histeris banget baca ff ini.
    sukses deh buat authornya ^^

  6. Huaaa~~ ><
    *lebay*
    keren banget, author!
    Bahasa enggak ribet, pokoknya keren!😀
    bikin ff yongseo lagi ya? Hehe😀
    kamsahamnida~

  7. Kyaaa..yongseo! yongseo! yongseo! ^o^ *jiwashipperkumat*
    tp koq ff.ny sedih thor?😦 *labil*
    keren,,,feel.ny ngena bgt..
    keep writing^^
    fighting!

  8. selamat ya thor, km sukses bkin air mataku tumpah ..
    baca ff ini sambil dengerin Dont say goodbya nya DBSK (seperti saran author) emg bener nyeseek!!! ak goguma shipper, gk rela sbnrnya mrka hrus pisah gini, tp yg ak sneng, papun kndisinya, cinta mrka bnr2 kuat. moga dlm khdpan nyata mrka emg diem2 mendam cinta yg suatu saat nanti akan berbuah indah.
    amiiinnn >>>>>.<<<<<<<

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s