I’m in Love [Part 2]

 

Author : Shineelover14

Rating : PG-13

Lenght : Chapter

Genre : Romance, Family, Friendship

Main cast : Lee Jonghyun (CN BLUE), Park Jihyun (as readers), Shin Hyeri (Fiksi)

Support cast : Han Minjung (Fiksi), and other cast …

Disclaimer : FF ini murni buatan aku sendiri. Terinspirasi waktu liat Jonghyun oppa nyanyiin lagi I’m in Love—Narsha BEG. Dan FF ini juga pernah ku publis di beberapa WP.

A/N : Ini FF pertama yang aku publis di sini. Moga aja gak ngecewaiin. Jujur aku baru jadi boice. Sebenarnya udah lama sih tau CN BLUE, n’ makin suka sejak aku baca FF buatan salah satu temen aku yang main cast-nya adalah Jonghyun. Oke deh gak panjang-panjang lagi. HAPPY READING! PLEASE DON’T FORGET GIVE ME A COMMENT .. GOMAWOOOO …

<><><><><>

Narsha (BEG)- I’m in Love …

….

Ahh .. I’m in love you’re my baby
Ahh .. I’ll fall in love
Deureopjianayo geudaewa hamkkeramyeon
Saesangeun neomu areumdapjyeo

Ooh .. I’m in love, I’m so deep in love
Ooh .. I’ll fall in love
Deureopjianayo geudaewa hamkkeramyeon
Saesangeun neomu areumdapjyeo
Geudaeneun neomu areumdapjyeo

Jonghyun P.O.V

Gadis pindahan itu selalu saja mengikuti ku kemana pun aku pergi. Ia sangat berisik, banyak bicara dan cerewet sekali. Aku sangat kesal jika ia mulai menjahili ku.

Dan sekarang ia mengikuti ku ke tempat kerja. Sepanjang jalan ia selalu saja mengoceh. Aku tak tau apa saja yang ia bicarakan dan aku memang tidak ingin tau.

Ia berteriak-teriak ketika aku mulai mempercepat langkah ku dan meninggalkannya. Lalu setelah itu ia berlari menyusulku dan mengimbangi langkah ku. Dasar yeoja aneh ..

Akhirnya sampai juga, ku lihat seorang gadis yang sudah lama tak pernah ku temui berlari kearah ku.

‘Hyeri ..’ gumam ku. Lalu aku tersenyum padanya.

Dengan kilat ia memeluk ku dan mencium pipi ku. Omo .. Ia mencium ku? Sudah 6 bulan kami tidak bertemu. Dan aku sangat merindukannya.

Shin Hyeri adalah sahabat terbaik ku. Kami berteman sejak ia pindah ke Seocho waktu aku baru duduk di kelas 10. Ia gadis yang sangat ceria. Aku selalu suka ketika melihatnya tersenyum. Senyumnya sangat manis dan menenangkan. Dulu kami selalu pergi kemana pun bersama-sama. Menghabiskan waktu bersama-sama hingga akhirnya kami harus berpisah 6 bulan yang lalu, karena Appa nya membuka cabang bisnis perusahaan jasa pengiriman barang di Busan.

“Aku sangat merindukan mu oppa ..”

“Emm .. Na do.”

Ia melonggarkan pelukannya dan kembali tersenyum. Senyum yang selalu ku suka.

“Ayo masuk kedalam, apa kau sudah makan?”

“Aku sudah makan 2 porsi ramen oppa,”ucapnya seraya tertawa dan begitu pula dengan aku yang tertawa mendengar ucapannya.

“Oh ia oppa, tadi ku lihat kau kesini dengan seorang gadis. Kemana dia?” Aku menyernyit mencerna perkataan Hyeri. ‘Gadis??’ …

Aku baru sadar kalau gadis yang bernama Jihyun itu tidak ada. Kemana perginya? Bukankah ia bilang kalau ia ingin makan mie ramen? Dasar yeoja aneh. Kadang datang tiba-tiba dan pergi tiba-tiba membuat kepala ku pusing saja.

“Aku tidak tau ia kemana, dan bukan urusan ku.”

“Kau tidak berubah oppa, masih sama seperti dulu. Tapi aku suka.” Hyeri tertawa setelah ia menyelesaikan kalimatnya tadi.

“Sudah jangan membahas gadis itu. Setiap hari ia selalu saja menganggu ku.”

“Benarkah? Dulu aku juga suka mengganggu mu. Bahkan aku selalu bersama mu kemana pun kau pergi. Kau sangat lucu dan menarik oppa.”

“……..” Ya, memang Hyeri selalu mengganggu ku dulu hingga akhirnya kami menjadi akrab. Ia gadis yang sangat jahil. Ia selalu tertawa jika aku mulai marah padanya, dan ketika melihat tawanya itu rasa marah ku hilang begitu saja.

Hari mulai semakin sore dan Hyeri sudah pulang terlebih dahulu. Awalnya ia ingin menemani ku sampai kedai ramen ini di tutup, tapi tadi sore appanya menelpon dan menyuruhnya untuk segera pulang.

Penat mulai terasa disekujur tubuh ku, hari yang melelahkan. Pengunjung kedai appa sangat banyak hari ini. Dan pasti akan menguntungkan bagi appa. Aku harus berusaha lebih giat lagi.

Aku mulai melangkah pulang menuju rumah, namun tiba-tiba kepala ku mulai terasa berat. Pusing .. Itu yang ku rasakan sekarang. Perlahan langkah ku melambat, pandangan ku berkunang-kunang. Aku kehilangan keseimbangan hingga akhirnya semua terlihat gelap.

Jonghyun P.O.V end

<><><><><>

Hyeri P.O.V

Aku kecewa sekali hari ini tidak bisa menemani Jonghyun oppa sampai pulang. Padahal aku ingin lebih lama lagi bersamanya. Aku benar-benar merindukannya. Tak banyak perubahan pada dirinya, rambut yang sama ketika aku membelainya, kulit yang sama ketika ia menggenggam tangan ku, mata yang sama ketika memandang ku, senyum yang sama ketika ia tersenyum. Sungguh aku suka dengan semua yang ada pada dirinya.

‘Oppa, tidak bisakah kau memandang ku sebagai seorang yeoja? Kau selalu saja menganggap ku dongseng mu dan tak lebih dari itu ..’

Ku buka ponsel flip ku dan di layarnya terpampang foto ku bersamanya.

 

Flashback

“Oppa rasakan ini.” Aku melemparkan sebongkah bola salju padanya.

“Hahahahhaha .. Kena kau.”

Ia terlihat sangat kesal ketika bongkahan salju itu mendarat tepat di punggungnya. Lalu ia berlari mengejar ku. Aku tau dia pasti marah. Dengan cepat aku berlari menjauh darinya, tapi saya langkah ku dapat dikejar dengan mudah olehnya.

Ia menarik mantel ku. Ku tutup mata ku lalu ku rapatkan kedua tangan ku dan menggosok-gosoknya seraya memohon ampun.

“Mianhae oppa. Mianhaeeee ….”ucap ku setengah merengek.

Tapi tidak ada reaksi darinya. Sekitar 20 detik aku memejamkan mata dan tiba-tiba …

CKKKLLLLIIIK …

‘Bunyi apa itu?’. Dengan perlahan ku buka mata ku dan ku lihat sebuah ponsel memenuhi pandangan ku. Jonghyun oppa mengambil foto ku dengan ekspresi jelek seperti ini. Hhuuh ..

“Ya oppa, mengapa mengambil foto ku ketika aku terpejam seperti ini.”

“Biar saja, ekspresi wajah mu sangat lucu.”

“Tidak adil, oppa juga harus di foto dengan ekspresi yang sama juga. Sini biar ku foto,”ucap ku seraya mengeluarkan ponsel dari saku tas.

“Andwe .. Andwe ..” Ia malah merong kearah ku.

“Ya oppa, ayo lah,”ucap ku setengah merengek lagi.

“…….” Ia terlihat sedang berpikir. Dan kemudian ia berkata “Baiklah, tapi kita foto bersama. Bagaimana?”

Aku tersenyum. “Baiklah.”

Kami memasang gaya yang sangat buruk sekali. Yah, tak apa lah sekali-sekali foto dengan pose terjelek. Hhee.

“Sudah siap? Hana, dul, set ..”

CKKKLLLIIIK ..

Setelah melihat hasilnya, kami hanya mampu tertawa terbahak-bahak hingga aku sendiri ingin menangis. Dan Jonghyun oppa malah tertawa sambil guling-guling (?) diatas salju.

Flashback end …

 

“Oppa, saranghae …”

Hyeri P.O.V end

<><><><><>

Jihyun P.O.V

Aku babo .. babo .. babo .. karena terlalu kesal melihat Jonghyun bersama gadis itu, aku malah lupa makan dan sekarang cacing-cacing diperut ku malah demo besar-besaran. Ottoke??

Kulihat seluruh tubuh ku yang masih menggunakan seragam sekolah. Malas sekali pulang kerumah, seharian ini aku hanya menghabiskan waktu duduk berdiam diri di tepi dermaga. Memandangi para nelayan yang datang dan pergi dengan kapal ikan.

‘Sepertinya aku harus pulang sekarang. Halmoni pasti khawatir pada ku.’

Aku berjalan sambil menendang-nendang beberapa krikil batu yang berusaha menghalangi langkah ku. Kini aku berjalan melewati Kedai Ramennya. Ku hentikan langkahku tepat didepan kedai itu. Memori tadi siang terputar kembali didalam ingatan ku seperti sebuah proyektor yang di putar ulang berkali-kali.

‘Kau tersenyum dengan manis nya pada gadis itu. Benar-benar membuat dada ku sesak.’ Gumam ku pelan.

Aku tak mau berlama-lama disini. Mengingatnya membuat hati ku semakin sakit. Aku kembali berjalan gontai menuju rumah, tapi langkah ku terhenti ketika ku lihat sosok pria sedang tidur-tiduran di tepi jalan.

‘Sepertinya orang mabuk.’ Aku mempercepat langkah ku ketika kulewati sosok yang sedang tiduran di jalan tadi. Aku takut kalau orang itu terbangun dan mengganggu ku.

Jalanan sepi sekali. Bulu tengkuk ku mulai berdiri. ‘Halmoni, aku takut ..’ Teriak ku dalam hati.

Dan tiba-tiba ku lihat ada sosok pria lagi yang tidur-tiduran di jalanan, tapi kali ini posisi tidurnya sangat aneh. Ia tidur dengan posisi tertelungkup. ‘Apa tidak sakit jika wajahnya terkena aspal jalanan yang kasar seperti ini?’ Aku pun kembali mempercepat langkah ku ketika melewatinya.

‘Huuuh .. Selamat, akhirnya aku terbebas dari gangguan preman-preman yang sedang mabuk. Tapi tunggu dulu. Sepertinya aku mengenali tubuh orang yang tadi. Aku sering melihat tubuh seperti itu. Dimana yagh?’ Aku mulai bergumal dengan pikiran ku sendiri.

“Haaah! Jonghyun …”pekik ku.

Segera ku palingkan wajah ku dan ku lihat wajah itu, wajah tenang Jonghyun. Aku berlari mendekatinya.

“Jonghyun~a .. Lee Jonghyun ..” Ku gerakkan tubuhnya, tapi ia tak bergerak sedikit pun. Aku mulai panik dan khawatir. Ku raih tangannya dan ku naiki tubuhnya diatas punggung ku.

“Kau kuat Park Jihyun.” Gumam ku pelan ketika tubuhnya telah berhasil dengan sempurna ku naikkan keatas punggung ku.

Jihyun P.O.V end

<><><><><>

Jonghyun P.O.V

Perlahan mata ku mulai melebar. Tapi kesadaran ku belum sepenuhnya kembali. Dan tiba-tiba seseorang berjalan mendekat kearah ku. Ia membawa sebuah nampan. Aku tak tau dia siapa, aku masih tak bisa melihat dengan baik.

“Kau sudah sadar?”tanya orang itu yang ternyata adalah seorang yeoja.

‘Yeoja?!’ teriak ku dalam hati. Dimana aku sekarang? Segera ke paksakan penglihatan ku agar terlihat membaik dan ku lihat gadis menyebalkan itu tersenyum seraya menatap ku.

“Kau pingsan tadi. Aku menggendong mu sampai ke sini.”

‘Menggendong ku?! Yang benar saja gadis bertubuh mungil ini mengendong ku. Tidak, pasti tidak mungkin.’

“Kenapa? Kau tidak percaya aku menggendong mu? Tanya saja pada halmoni ku,”ucapnya sambil menunjuk kearah seorang wanita tua yang ku perkira berumur 70 tahunan. Wanita tua itu tersenyum pada ku sembari mendorong kursi roda dengan kedua tangannya lalu mendekat kearah tempat tidur.

“Jihyun benar. Tadi ia menggendong mu sampai kemari.”

“Aku saja tidak percaya melihat cucu ku kuat sekali menggendong seorang pria dipunggungnya.” Timpal wanita tua itu.

‘Jadi benar ia menggendong ku. Kuat juga dia ..’ batin ku.

“Hei .. Kau tidak bicara sama sekali. Ayo lah, aku ingin mendengar suara mu.”

“……” Aku tidak menjawab atau menggubris semua ucapan gadis yang ada dihadapan ku sekarang. Aku hanya menatapnya datar.

“Kau ini irit sekali bicaranya. Dasar P E L I T!”

‘Mwo .. Dia mengataaiku pelit. Dasar yeoja ini.’

“Sudah jangan mengganggunya. Biarkan ia istirahat dulu Jihyun.”

“Ne halmoni. Sebentar lagi aku akan meninggalkannya.”

Wanita tua itu keluar terlebih dahulu dan tinggalah aku hanya BERDUA saja dengan gadis menyebalkan itu. Ia menatap ku sambil tersenyum ramah. ‘Apa yang sedang ia pikir kan?’

Tubuhnya semakin mendekat kearah ku. ‘Hei .. Hei .. berhenti jangan mendekat!’ teriak ku dalam hati.

Haah .. Bodohnya aku, mana mungkin ia bisa mendegarkan suara hati ku. Jarak diantara kami tinggal beberapa senti lagi dan mau tak mau aku harus bersuara.

“Ya .. Kau mau apa?!”

Ia menghentikan wajahnya di hadapan ku. Beberapa detik mata kami saling bertemu. Ku melihat mata bulatnya yang indah berwarna coklat. Bulu matanya panjang dan lentik menambah kecantikan matanya. Tatapannya berubah sendu. Tapi aku tak tau apa arti dari tatapan sendunya itu.

‘DEG’..

Apa ini, mengapa jantung ku berdetak secepat ini? Tak lama kami saling berpandangan tiba-tiba gadis itu tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya sendiri. ‘Dia kenapa?’ Aku hanya menatapnya heran. Dia benar-benar aneh.

Setelah 1 menit lebih ia tertawa, akhirnya ia angkat bicara juga …

“Kau tau, wajah mu sangat lucu sekali tadi,”ucapnya yang diselingi dengan tawa renyah.

Tatapan heran ku berubah jadi sinis. Ternyata lagi-lagi ia menjahili ku.

“Mian .. Mian .. Aku Cuma bercanda.”

“Baiklah kau tidur sekarang. Besok tidak usah sekolah dulu. Biar aku yang menulis surat izin untuk mu. Selamat malam.”timpalnya.

Sebelum ia pergi, ia mengubah posisi bantal ku yang tadinya bertumpuk dua bantal menjadi satu bantal. Kemudian ia menyelimuti ku lalu pergi.

Jonghyun P.O.V end

<><><><><>

Author P.O.V

Jihyun terlihat sangat terkejut sekali ketika ia tak menemukan Jonghyun dikamarnya. Yang tertinggal hanyalah sepucuk surat yang tergeletak diatas tempat tidurnya.

Dear Park Jihyun ..

Terima kasih untuk semalam ..

“Kenapa tidak mau bicara secara langsung saja? Dasar namja aneh?”guman Jihyun pelan.

 

Sepanjang pelajaran Jihyun terus saja memutar kepalanya ke belakang dan melihat Jonghyun yang menatap lurus kepapan tulis. Ia terlihat sedikit khawatir pada namja yang sekarang telah mencuri perhatiannya. Ia khawatir karena wajah namja itu terlihat masih pucat.

“Ya, Jihyun~a. Kenapa dari tadi kau melihat Jonghyun terus? Kau suka padanya ya?”bisik Minjung.

“Aniy.” Buru-buru Jihyun membantah ucapan sahabatnya itu.

“Jinjayeo?”tanya Minjung dengan nada menggoda.

“Neee …” Bisik Jihyun dengan sedikit penekanan diujung kalimatnya.

Minjung hanya tersenyum simpul melihat sahabatnya yang berbohong. Minjung tau betul kalau Jihyun sedang gencar penarik perhatian Jonghyun belakangan ini.

<><><><><>

Jihyun setengah berlari mengikuti Jonghyun ke tempat kerjanya. Jihyun benar-benar khawatir dengan keadaan Jonghyun. Apa lagi belakangan ini kedai appanya Jonghyun dipenuhi banyak pelanggan.

“Ya .. Lee Jonghyun. Sebaiknya kau tidak usah bekerja dulu hari ini. Wajah mu masih pucat sekali,”ucap Jihyun sedikit berteriak, namun tak digubris sama sekali oleh Jonghyun. Pria itu malah asik membersihkan meja yang kotor akibat tumpahan kuah ramen.

“Baiklah kalau kau tetap ingin bekerja, aku akan membantu mu. Tak akan ku biarkan kau kelelahan lagi hari ini,”ucap Jihyun berlalu menuju dapur sedangkan Jonghyun hanya menatap punggung gadis itu datar.

“Dasar keras kepala …” gumam Jonghyun.

Sejak hari itu, Jihyun selalu pulang sekolah bersama dengan Jonghyun dan membantu Jonghyun bekerja di kedai milik appanya. Walaupun sering bersama-sama, sikap Jonghyun tetap tidak berubah. Ia masih saja dingin ke pada setiap orang tak terkecuali Jihyun yang sering berada didekatnya.

<><><><><>

Sudah hampir 1 bulan Jihyun terus membantu Jonghyun. Mereka selalu makan siang bersama di kedai appa Jonghyun. Tentu saja appa dan eomma Jonghyun sangat baik pada Jihyun. Jihyun tidak meminta bayaran sama sekali atas kerja kerasnya. Ia malah senang bisa membantu Jonghyun dan keluarganya.

“Jonghyun~a .. apa kau tidak pernah bicara atau mengobrol dengan orang lain? Aku selalu saja mengajak mu bicara, tapi kau selalu diam. Kau hanya menjawab hal-hal penting saja. Apa kau tidak bosan diam terus?”ucap Jihyun panjang lebar seraya melahap makan siangnya.

“……..” Jonghyun hanya diam dan berusaha menghabisi makan siangnya juga.

Jihyun menekuk wajahnya ketika melihat Jonghyun selalu tidak meresponnya.

“Baiklah kalau kau tidak mau bicara. Aku juga tidak akan bicara.”

Kini mereka berdua sama-sama berdiam diri dan sibuk dengan makanan mereka masing-masing. Sesekali Jihyun melirik ke Jonghyun. Dan Jonghyun hanya menatapnya datar.

“Oppa …”panggil seseorang dari arah belakang Jihyun. Jihyun menoleh dan ia melihat sosok gadis yang pernah memeluk dan mencium pipi Jonghyun.

“Hyeri~a … “ucap Jonghyun ketika sadar Hyeri memanggilnya.

Spontan mata Jihyun membulat mendengar suara Jonghyun kemudian ia menatap pria yang dihadapannya itu dengan tatapan tidak percaya.

“Mianhae oppa, aku tidak mengabari oppa waktu aku pulang ke Busan,”ucap Hyeri seraya duduk disebelah Jonghyun.

“Gwenchanayeo .” Jonghyun tersenyum pada Hyeri dan tentu saja membuat Jihyun terheran-heran dengan perubahan drastis pria yang ada dihadapannya sekarang.

“Oppa lagi makan siang?”

“Eeuuung ..”Jonghyun mengangguk meng-iakan.

Hyeri menatap Jihyun sekilas lalu tersenyum.

“Bukankah ini gadis yang bersama dengan oppa waktu itu?”

“Ne,”jawab Jonghyun singkat.

“Annyeonghaseo. Jeoneun Shin Hyeri imnida.”

“Ne, annyeonghaseo. Park Jihyun imnida.”

“Senang bisa berkenalan dengan mu,”ucap Hyeri dengan nada yang sangat ramah.

“Ne, aku juga.”

“Bagaimana kau bisa mengenal Jonghyun oppa?”

“Aku … Aku teman sekelas Jonghyun.”

“Benarkah? Jadi kau bersekolah di Sangmoon HS (*High School) juga?”

“Mwo?! Apa kau juga bersekolah disana? Tapi aku tidak pernah melihat mu sebelumnya.”

Hyeri tertawa mendengar perkataan Jihyun. Dan Jihyun menatap Hyeri heran.

“Dulu aku bersekolah disana. Tapi sekarang aku sudah pindah ke Busan.”

“Oh .. Pantas saja aku tidak pernah melihat mu. Mian.”

“Gwenchanayeo. Aku juga tidak pernah melihat mu. Apa kau murid pindahan?”

“Ne,”jawab Jihyun singkat.

“Sudah hentikan mengobrol bersamanya Hyeri. Kalau bicara dengan gadis ini tak kan ada habis-habisnya.” Dengan segera Jonghyun menyambar tangan Jihyun dan menariknya.

“Kami harus bekerja lagi. Waktu istirahat sudah selesai, maaf aku tidak bisa menemani mu lebih lama.”

“Gwenchanayeo oppa,”jawab Hyeri sambil tersenyum.

“Mianhamnida Hyeri-ssi aku harus kembali bekerja,”ucap Jihyun seraya membungkuk. Lalu Jonghyun pun segera menarik Jihyun untuk kembali ke dapur. Jihyun yang ditarik-tarik hanya bisa mengomel tak jelas, dan tentu saja tidak mendapat respon apa-apa dari Jonghyun.

Author P.O.V end

<><><><><>

Hyeri P.O.V

Hari ini aku sengaja datang ke kedai ramen milik appanya Jonghyun. Aku ingin memberi kejutan padanya. Aku rindu sekali pada Jonghyun oppa. Sudah sebulan aku tidak melihatnya. Terakhir kali aku tidak sempat berpamitan pada Jonghyu oppa ketika aku harus kembali lagi ke Busan.

Aku sudah sampai didepan kedainya, ku lihat ia sedang makan siang bersama seseorang yeoja. ‘Siapa ia?’ gumam ku.

“Oppa ..”panggil ku. Tiba-tiba gadis yang bersama oppa menoleh. Ternyata gadis yang waktu itu.

“Hyeri~a ..”sahut Jonghyun oppa. Gadis itu terlihat terkejut. ‘Ada apa dengannya?’

“Mianhae oppa, aku tidak mengabari oppa waktu aku pulang ke Busan,”ucap ku seraya duduk disebelah Jonghyun oppa.

“Gwenchanayeo,”jawab Jonghyun oppa seraya tersenyum pada ku. ‘Ada apa dengan oppa, tumben sekali tingkahnya jadi aneh begini? Biasanya ia pasti akan marah pada ku kalau aku pergi kemana pun tidak memberitahukannya terlebih dahulu.’

“Oppa lagi makan siang?”

‘Pertanyaan yang sangat konyol Shin Hyeri, kau tidak lihat Jonghyun oppa sedang melahap ramennya. Dasar Shin Hyeri babo.’

“Eeuuung ..”jawab Jonghyun oppa sambil mengangguk meng-iakan.

‘Kenapa aku merasa canggung seperti ini?? Jonghyun oppa bersikap aneh sekali. Apa karena gadis dihadapan ku sekarang?’ Aku menatap gadis itu sekilas lalu tersenyum padanya.

“Bukankah ini gadis yang bersama dengan oppa waktu itu?”

“Ne,”jawab Jonghyun oppa singkat.

“Annyeonghaseo. Jeoneun Shin Hyeri imnida.”

“Ne, annyeonghaseo. Park Jihyun imnida.”

‘Ia cantik dan terlihat ramah, apa Jonghyun oppa menyukai gadis ini?’ gumam ku dalam hati.

“Senang bisa berkenalan dengan mu.”

“Ne, aku juga.” Aku mulai penasaran dimana Jonghyun oppa mengenal gadis ini. Apa ku tanya saja ya?

“Bagaimana kau bisa mengenal Jonghyun oppa?”

“Aku … Aku teman sekelas Jonghyun.”

‘Teman sekelas? Murid pindahan kah?’

“Benarkah? Jadi kau bersekolah di Sangmoon HS juga?”

“Mwo?! Apa kau juga bersekolah disana? Tapi aku tidak pernah melihat mu sebelumnya.”

Aku tertawa mendengar perkataan Jihyun tadi. Ternyata Jihyun tidak tau kalau aku pernah bersekolah di sana juga. Jadi oppa tidak pernah cerita apa-apa tentang ku padanya?

“Dulu aku bersekolah disana. Tapi sekarang aku sudah pindah ke Busan.”

“Oh .. Pantas saja aku tidak pernah melihat mu. Mian.”

“Gwenchanayeo. Aku juga tidak pernah melihat mu. Apa kau murid pindahan?”

“Ne.”

‘Ternyata benar dugaan ku.’

Tiba-tiba Jonghyun oppa menarik tangan Jihyun. Mereka mau kemana??

“Sudah hentikan mengobrol bersamanya Hyeri. Kalau bicara dengan gadis ini tak kan ada habis-habisnya.”

“Kami harus bekerja lagi. Waktu istirahat sudah selesai, maaf aku tidak bisa menemani mu lebih lama,”timpalnya lagi.

“Gwenchanayeo oppa,”jawab ku sambil tersenyum.

“Mianhamnida Hyeri-ssi aku harus kembali bekerja,”ucap Jihyun seraya membungkuk. Lalu Jonghyun oppa segera membawa Jihyun kedapur. Aku hanya bisa memperhatikan tingkah mereka yang mulai semakin menjauh dan akhirnya menghilang dibalik pintu dapur.

‘Kau bahkan tak pernah mengizinkan ku untuk membantu mu disini oppa. Kau selalu saja menyuruh ku pulang. Tapi sekarang kau malah membiarkan gadis yang baru kau kenal itu membantu mu disini. Kau tidak ingin jauh darinya kah hingga kau mengizinkannya oppa? Bahkan kau sengaja membuatnya kesal untuk mencari perhatiannya. Hati ku sakit oppa. Sakit ..’

 

To Be Continue …

 

4 thoughts on “I’m in Love [Part 2]

  1. uwaaaaaaaaaa….makin rumit aja nih…

    Jonghyun..jd the Ice man nih >,<

    kalo ada part 3 nya publish yah..author n adminyya
    🙂

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s