PAIN [chapter 2]


 

Author : otreh

 

Rating : PG-17

 

Length : chaptered

 

Genre : friendship, romance, AU, tragedy

 

Cast :

 

  • Lee Jonghyun
  • Kang Minyuk

 

 

Other cast :

 

  • Jung Yonghwa
  • Lee Jungshin
  • Yoona
  • Kristal

 

 

 

 

Disclaimer : cerita ini pairingnya berasal dari ff yang sebelumnya dah ada disni. Ceritanya inspirasi sendiri.

 

Note : Author nya lagi geje karena lagi banyak tugas menanti (sok sibuk banget sih, plak), tapi sebisa mungkin minggu depan dah ada terusannya kalo ga byk revisi plus ga ada kerjaan sampingan yang menanti. Enjoy reading … chapter ini belum sadis tapi di chap selanjutnya be ware .. keukeu

**********************************************

 

 

Yoona berlari keluar dari apartemen Jonghyun, dia terus mencari dimana keberadaan Jonghyun. Yoona sudah hampir putus asa, dia sangat ketakutan dengan apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu, dia takut terjadi hal yang tidak diinginkan.

 

Terdengar suara erangan dari sebuah sudut jalan, Yoona langsung membalikan badannya dan dengan bergegas menuju sumber suara itu, entah mengapa perasaannya sangat kacau saat itu.

 

Dan apa yang dilihat sungguh sangat tidak disangka dan tidak diduga, ternyata di sumber suara itu sudah tergeletak 3 orang laki2 yang kepalanya sudah bocor penuh darah namun untung saja mereka masih hidup. Yoona memalingkan matanya pada satu2nya pria yang masih  berdiri kokoh, pria itu adalah Lee Jonghyun.

 

Kepala Jonghyun pun berdarah hanya saja dia masih bisa berdiri, matanya menatap pria2 yang sudah bergeletakan dijalan. Tangan kanan Jonghyun memegang sebuah kayu yang sudah penuh dengan darah. Jonghyun tersenyum kecil, lalu mendekati pria2 yang sudah tidak berdaya itu dan mulai menendang tubuh mereka satu persatu. Yoona yang melihat kejadian itu langsung berteriak.

 

“Jonghyun, kumohon hentikan apa yang kau lakukan?”

 

Yoona menangis dia mencoba memegangi tubuh Jonghyun yang tidak berhenti menendangi tubuh orang lain yg sudah terbaring lemah.

 

“Jonghyun, kumohon hen … ti .. kan!!!”

 

Akhirnya Jonghyun sadar dengan tangisan Yoona, diapun berhenti dari tindakannya yang kasar itu, dan mulai menenangkan Yoona.

 

“Yoona, sudahlah aku sudah berhenti jangan menangis lagi.”

 

Jonghyun memeluk tubuh Yoona yang bergetar hebat, lalu membawanya pergi dari tempat itu namun sebelum pergi Jonghyun menitipkan pesan pada para laki2 yg terbaring lemah itu.

 

“Kalian bilang pada laki2 tua itu , jangan ganggu hidupku lagi biarkan aku hidup sendiri dengan tenang atau kalian tanggung akibatnya.”

 

*************************************

 

“Yoona, maafkan aku!”

 

“Jonghyun, kau tahu kan betapa aku mengkhawatirkan dirimu..”

 

“Aku tahu Yoona tapi…”

 

Yoona memandang tubuh Jonghyun yang penuh dengan bercakan darah, lalu dia memegang kepala Jonghyun yang terluka.

 

“Lebih baik kita segera ke apartemenmu, aku akan mengobati lukamu.”

 

******************************************

 

Di apartemen …

 

“Upss, perih sekali ..”

 

“Aishhhhhhhhh, diam Jonghyun wajar saja perih luka di kepalamu parah sekali.”

 

Yoona mengobati luka Jonghyun dengan menggunakan handuk yang diberi es agar darahnya cepat membeku.

 

“Yoona?”

 

“Hmm,,”

 

“Mianhe, aku ga bermaksud melakukan hal seperti ini lagi, semua ini bukan salahku di awalnya a, a ku ha ..”

 

“Ssssssssstttt, sudah.”

 

Yoona menyentuhkan jari telunjuknya ke bibir Jonghyun agar dia berhenti bicara.

 

“Jonghyun, biarkan aku menginap disini yah.”

 

“Apa yang kau pikirkan Yoona?”

 

“Ia, aku ingin berada di sampingmu hari ini aku ingin kamu melupakan semua permasalahan mu hari ini, aku tahu kejadian hari ini ulah ayahmu kan?”

 

Jonghyun menganggukan kepalanya. Malam itu Yoona tidur di sebelah Jonghyun, kepalanya bersandar di tangan kanan Jonghyun. Mereka tidak melakukan apa2, karena Jonghyun sangat menyayangi Yoona sehingga dia tidak akan melukai Yoona dengan berbuat macam2 padanya. Sunyi dan sepi menyelimuti malam itu. Jonghyun menatap wajah Yoona lalu mencium dahinya.

 

“selamat tidur Yoona, maafkan aku karena tidak bisa membahagiakan dirimu namun aku berjanji suatu saat aku akan menjadi lelaki yang pantas untuk kau cintai.”

 

Yoona pun tersenyum didalam tidurnya yang pulas.

 

***********************************

 

Di sweet cafe ..

 

“Kenapa Jonghyun hyung belum datang yah? Ga biasanya dia telat seperti ini.”

 

Akhirnya Jonghyun datang juga ..

 

“Hyuk, maaf yah aku telat.”

 

“Hyung, ada apa dengan kepalamu jangan2?”

 

“Hahahaha, kau tahu kan hyuk.”

 

“haha, hyung iya aku tahu, kita ini kan korban keganasan orang2 yang tidak bertanggung jawab.”

 

“ia, tapi bahasamu keren juga Hyuk untung saja aku bisa Judo jadi aku bisa melawan mereka.”

 

“Aku tahu Hyung, kau memang hebat.”

 

“Kau juga, kau laki2 yang tegar Hyuk aku kagum padamu, tapi apa kau yakin masih terus mau bekerja disini? padahal kau memilki harta yang tidak kalah dari Yonghwa atau Jungshin.”

 

“Hyung, mana mungkin aku mau menggunakan uang hasil korupsi ayahku yang jahat itu.”

 

“Ia, tapi kan?”

 

“Sudahlah hyung aku mohon jangan tanyakan itu lagi, karena hal ini mengingatkanku pada ibu dan adikku yang ikut menjadi korban padahal mereka tidak salah apa2.”

 

“Aku mengerti Hyuk, aku tidak akan bertanya lagi tapi kau harus janji padaku kalau kau sedang dalam kesulitan hubungi aku.”

 

“Ia hyung tentu, bagiku kau sudah seperti kakak kandungku sendiri.”

 

****************************************

 

Akhirnya Yonghwa muncul juga … (banyak yang request ada seohyun nya tapi aku munculinnya Cuma dikit gpp kan, spya ga keluar dari alur cerita, mian)

 

Malam itu Yonghwa tak bisa tidur, dia masih berkutat di meja kantornya dia teringat untuk mencari data tentang kematian misterius keluarga Minhyuk dan pekerjaan ayah Jonghyun  dia ingin membantu sahabatnya Jonghyun dan Minhyuk yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri.

 

Lalu muncul Seohyun dari balik pintu,

 

“Hyun, sedang apa kau disini sekarang kan sudah malam lebih baik kau tidur?”

 

“Tidak, selama suamiku masih bekerja dengan keras aku tidak akan tidur dulu.. hmmm, aku membawakan jus untukmu.”

 

“Hyun, terima kasih kau memang istri yang pengertian.”

 

Seohyun medekati meja kantor Yonghwa dan melihat layar laptopnya.

 

“Yong, apa kau sudah mendapatkan informasi yang bagus?”

 

“Hmm, sejauh ini aku belum mendapatkan informasi yang bagus tapi aku yakin aku akan berhasil membantu Jonghyun dan Minyuk.”

 

Seo tersenyum mendengar perkataan Yonghwa, Seo yakin suaminya memang lelaki yang baik. Tiba – tiba saja Yonghwa menarik Seohyun dan menyuruhnya duduk di atas pangkuannya.

 

“Kita liat yang lain yu.”

 

Yonghwa tersenyum jahil, dan mengetikan browser nya dengan hal lain. Saat itu Yonghwa dan Seohyun melihat foto anak2 kecil yang lucu.

 

“Yong kamu punya anak berapa?”

 

“Hyun, kau bertanya padaku tentu saja aku ingin memilki 11 anak agar kita bisa membuat tim sepak bola sendiri.”

 

“hah, Yong itu kan melelahkan.”

 

“hahahaha, kau lucu Hyun.”

 

Tiba2 Yonghwa mengangkat tubuh Seohyun.

 

“Yong apa yang kau lakukan?”

 

“Bukannya kita segera mau punya anak?”, Yonghwa tersenyum nakal.

 

Seohyun tersipu malu dan menutup wajahnya, Yonghwa mengangkat tubuh Seohyun dan dengan cepat membawanya ke kamar dan ditutupnya pintu kamar itu menuju babak baru. (sensor)

 

********************************

 

Hari ini Jungshin masih saja datang menghampiri Kristal, namun sedikit berbeda dari biasanya karena Jungshin tidak memaksa Kristal kali ini.

 

“Kristal aku mohon kau mau bicara denganku sebentar 5 menit saja sudah cukup bagiku.”

 

“Baiklah kali ini aku tidak akan menolak tapi kau jangan macam2 padaku.”

 

“Oke, I’m swear!!”

 

Akhirnya Kristal dan Jungshin mengobrol dibawah pohon ..

 

“Kristal sebelum kamu berhubungan dengan Minhyuk apakah kau sudah tahu tentang keluarganya?”

 

“Tentu saja aku tahu, memang kenapa kalau keluarganya tewas terbunuh dan kalo ayahnya korupsi, toh Minhyuk baik2 saja dia laki2 yang baik dan bertanggung jawab.”

 

“Hah, ternyata dia sudah bercerita semuanya tapi belum ada satu hal lagi yang belum dia ceritakan.”

 

“Tidak sudah jangan diteruskan lagi Jungshin aku tidak mau mendengar apa yang kau ucapkan, aku hanya ingin mendengarnya dari mulut Minhyuk sendiri.”

 

“Ta, ta, pi….”

 

Lalu Minhyuk datang untuk menjemput Kristal. Kristal pun meninggalkan Jungshin dan berlari menuju pujaan hatinya.

 

“Kristal, aku sudah bilang sedikit berhati2lah dengan Minhyuk mu itu.”, Jungshin membuang nafas kesal dan pergi meninggalkan tempat itu.

 

******************************

 

“Kristal apa yang dikatakan Jungshin padamu.”

 

“Tidak, hanya saja dia sepertinya sudah banyak mengorek informasi tentang dirimu.”

 

“Hah, orang yang punya kekuasaan lebih memang suka seenaknya mengurusi kehidupan orang lain.”

 

“Tapi tenang aku percaya padamu kok.”

 

Kristal tersenyum lembut pada Minhyuk, namun hati Minhyuk merasa sakit kali ini melihat senyuman Kristal. Lalu diapun menarik Kristal kedalam dekapannya dan berbisik di telinga Kristal.

 

“Kristal, maafkan aku, maaf ..”

 

Kristal kaget mendengar kata2 dari mulut Minhyuk, matanya pun terbuka lebar.

 

 

=TBC=

 

 

— aduh malah makin pendek isi chapter ini, sori ,, cerita Kristal ma Minhyuk bakal menghiasi chap selanjtnya tapi siap2 aja melihat hasil yang ga diduga, misteri Jonghyun pun belum terungkap,, aduh author jadi bingung mau nerusinnya,, happy reading ja yah chingu. Haha

 

 

 

 

6 thoughts on “PAIN [chapter 2]

  1. miris banget sama jonghyun minhyuk di sini. hidup mereka kayaknya masih ga tenang.
    aaa suka sama ceritanya.
    ga kependekan kok.
    ditunggu lanjutannya🙂

  2. author q suka ff u…
    suka bgd…
    makasi thor yongseonya ada walo dikit…
    aihh,,, yongseo dh nikah di sini… ^^
    capt selanjutnya banyakin minhyuk krystalnya dunk… hehehe #reader banyak minta nih

    q masih penasaran nih sma keluarganya minhyuk n jonghyun…
    semoga segera terungkap…

  3. huuuaaa ..
    miris ..
    knp appa ny jonghyun jahat sih ..😦

    lanjut dlu ah part berikut ny ..
    cerita ny agak ngebut yagh thor ..
    tp over all bagus bngt kog ..

    suka pas bagian yongseo ..
    hihi ..
    mupeng ..

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s