JEALOUS

Author: pulippul

Title:  JEALOUS

Genre: romance

Rating: G

Main Cast:

  • Lee Jonghyun CNBlue as Lee Jonghyun
  • JOO as Jung Minju

Other Cast:

  • HyunA 4Minute
  • Jia MissA
  • Jung Shinna (OCs)

Note:  ff nie prnh aku post lwt note pesbuk aku dg cast Lee Gikwang BEAST…ehehehe dan sekarang aku post disini dengan sedikit perubahan…

Selanjutnya happy reading, and dont forget to RCL, gomawooo ^^

Eeeehhh…satu lagi, mian kalo bnyk typo (_ _)

*********************************************************

 

“happy anniversary jagi!” seru Minju sambil menyodorkan sebuah kotak segiempat tepat di depan hidung mancung Jonghyun.

“mwoya?” tanya laki-laki bermata indah itu bingung.

“kau lupa? Baiklah, aku tidak marah jika kau lupa hari special ini karena kau adalah pacarku yang sibuk, jadi aku maafkan”, kata Minju tulus. “cepat terima kadonya!” dengan ragu Jonghyun menerima kado yang disodorkan Minju. “ini tahun ke-4 kita pacaran jagi”, lanjut Minju mengingatkan.

“ah ye, mian aku melupakan hari penting ini”, sesal Jonghyun.

“arasseo, jangan menyesal seperti itu dong jagi, aku kan tidak masalah. Ayo cepat buka kadonya!” perintah Minju sambil memamerkan senyum manisnya.

“kau selalu seperti ini ya?” kata Jonghyun, matanya tepat menatap mata bulat Minju.

“mwo?” herannya.

“tidak pernah marah”, Minju tersenyum lagi.

“ye, karena aku adalah yeojachingu Lee Jonghyun”, kali ini Jonghyun yg tersenyum kemudian mulai membuka kado pemberian yeoja yang telah 4th ini pacaran dengannya.

“waaaahh…yeoppo!” serunya saat melihat isi kado itu. Sebuah jam tangan bermerk  warna perak yang telihat mewah dan mahal.

“kau mengambil uang tabunganmu lagi?” Minju mengangguk.

“ye, appa selalu memberiku uang bulanan yang begitu banyak sampai uang tabunganku menumpuk begitu saja, lagi pula aku juga tidak tahu harus kuapakan uang itu, aku kan bukan anak gadis appa yang boros!” ujar Minju panjang-lebar, Jonghyun hanya mengangguk. Ia tahu benar siapa Minju, dia hanya akan pergi belanja jika benar-benar butuh bukan ingin!!!

“baiklah, hari ini aku akan mengajakmu makan malam di restoran yang tidak biasa. Kajja!”

*****

Jonghyun merebahkan tubuhnya begitu saja keatas kasur, tanpa mengganti baju dan melepas sepatunya. Laki-laki tampan itu menatap kosong langit-langit kamarnya.

“huuuuff…” ia menghela nafas berat, “aku benar-benar bosan!” gumamnya sambil melirik jam tangan pemberian Minju yang sudah ia pakai saat makan malam tadi. Sebenarnya sudah sebulan ini ia merasa bosan pada hubungannya dengan Minju, ia merasa hubungan mereka terasa sangat hambar karena sikap Minju yang tidak pernah marah atau cemburu, padahal saat usia pacaran mereka menginjak usia ke-2 ia merasa masih baik-baik saja dan saat usia ke-3 ia mulai sadar kalo pacarnya itu tidak pernah marah padanya bahkan cemburu!!! Minju tidak marah saat ia terlambat, Minju tidak marah saat dia lupa pada barang atau hal-hal penting, Minju tidak marah saat ia kelepasan berkata kasar padanya karena kesal, Minju bahkan sama sekali tidak cemburu saat Jonghyun dekat dengan banyak teman yeoja. Dulu ia sempat berpikir Minju tidak benar-benar menyukainya, tapi mengingat semua perhatian Minju padanya ia yakin Minju sangat menyukainya sama sepertinya. Namun hari ini dia merasa begitu bosan pada hubungan mereka yang berjalan begitu baik sampai-sampai tidak ada rasanya, hambar! Jonghyun mengeliat kekanan, melirik foto Minju diatas meja samping tempat tidurnya. “saranghae Jung Minju…” gumamnya lirih, ia mulai menutup matanya dan larut dengan alam bawah sadarnya.

*****

-flashback on-

7 bulan lalu…

Minju sedikit terkejut saat pintu apartement Jonghyun terbuka dan sosok yeoja dangan pakaian yang begitu rapi keluar dari sana menyusul Jonghyun dibelakangnya.

“annyeonghaseyo”, sapa Minju ramah sambil membungkukkan badannya.

“annyeong”, balas yeoja itu dengan tersenyum manis. “baiklah Jonghyun-ssi aku harus pulang sekarang, annyeong”, pamitnya sambil tersenyum pada Jonghyun kemudian pada Minju.

“kau sudah datang? Ayo masuk” Jonghyun menarik tangan Minju memasuki apartement yang baru 2 bulan ini ditempatinya setelah orangtuanya  memberinya ijin untuk tinggal sendiri.

“geunyeo yeoja nuguyo?” tanya Minju sambil melepas sepatu dan mengganti dengan sandal.

“Jia, seniorku di kampus”, jawab Jonghyun dari pantry.

“kalian mengerjakan tugas?” tanya Minju lagi setelah mendudukkan pantatnya diatas sofa.

“ani, aku memintanya kemari karena ada materi kuliah yang kurang aku pahami dan dia menguasainya, hehehe…kami satu jurusan!” jelas Jonghyun sambil meletakkan 2 gelas orange juice keatas meja dan melirik ekspresi Minju saat itu.

“hooo…kau memang pacarku yang rajin belajar, aku bangga padamu!” ujar Minju senang, Jonghyun hanya tersenyum hambar. Sebenarnya Jia adalah salah satu teman dekat Jonghyun di kampus, dia adalah yeoja ke-3 yang ia undang ke apartementnya sesuai dengan jadwal kedatangan Minju untuk membuatnya cemburu tapi sampai saat ini hasilnya nihil, Jung Minju masih tampak biasa saja!

*****

10 hari setelahnya…

Ini sudah kali ke-3 Minju memergoki Jonghyun asik mengobrol dengan teman-teman yeojanya saat ia menyambangi kampus pacarnya itu.

“jagi!” panggil Minju dari ujung lorong kampus, Jonghyun menoleh karena ia mengenal betul pemilik suara itu dan tampaklah Minju sedang melambai kearahnya.

“sudah dulu ya, aku harus pergi sekarang”, pamit Jonghyun kepada teman-temannya yang sebagian besar adalah yeoja kemudian ia beranjak menghampiri Minju.

“kajja, kita pulang!” ajaknya sambil menggandeng tangan Minju.

“ani, kita akan makan siang dulu diluar…aku sudah lapar jagi…okey?” Minju bergelayut manja pada lengan Jonghyun, laki-laki itu tersenyum.

“oke, kajja!”

 

“Ju-ah”, panggil Jonghyun, ia menghentikan suapannya dan melirik Minju yang asik memakan spagetti.

“ye?”

“aku ingin tanya sesuatu”

“katakan, aku akan menjawab pertanyaanmu dengan baik”, kata Minju dengan mulut penuh spagetti.

“aku hanya ingin kau jujur”, kata Jonghyun serius, Minju menelan kunyahannya dan tersenyum.

“aku belum pernah membohongimu kan?” Jonghyun tersenyum. Ya, gadis itu memang belum pernah membohonginya selama meeka pacaran dan Minju adalah gadis yang sangat baik yang ia kenal.

“kau…tidak apakan saat melihatku bersama-sama teman yeojaku? Em…kau tidak cemburu?” tanya Jonghyun ragu-ragu dan lagi-lagi Minju tersenyum, ia memang gadis yang murah senyum.

“oh! Jagi…aku tau kau pasti punya urusan penting dengan mereka, jadi aku tidak perlu cemburu kan?” jawab Minju, sebenarnya ia tau Jonghyun hanya mengobrol dengan teman yeojanya, obrolan ringan yang sama sekali tidak peting! Tapi melihat kedekatan mereka biasa saja jadi ia tidak begitu khawatir.

“hm…baguslah”, kata Jonghyun.

“lagipula kau juga tidak pernah cemburu padaku kan?”

“ah iya…”

Untuk apa ia cemburu? Hampir semua teman-teman Minju adalah yeoja dan dia hampir tidak pernah terlihat dekat dengan namja kecuali dirinya jadi pada siapa dia harus cemburu?

“kau tidak banyak memiliki teman namja”.

“aku menjaga perasaanmu”

“tapi teman yeojaku banyak”

“arasseo, meski begitu aku percaya padamu. Bukankah itu yang pernah kau katakan padaku?”

 

-flash back-

10 Oktober 2008

Jonghyun dan Minju sedang asik memakan bekal makan siang mereka di taman sekolah, ini adalah hari ke-5 stelah mereka resmi menjadi pasangan baru di SMU Dongnam, Seoul.

“Ju-ah…”

“ye?”

“kau tau kan siapa aku di sekolah ini? Dan berapa banyak yeoja yang tidak suka dengan hubungan kita?”

“ye”, jawab Minju sambil menyuapkan toppoki ke mulutnya. “arasseo, kau adalah kapten sepak bola sekolah, kau adalah vokalis band sekolah, dan kau adalah flowerboy sekolah yang digemari banyak yeoja”, ujarnya dengan mulut berisi, Jonghyun malah tersenyum bangga.

“kau beruntung mendapatkanku”, kata Jonghyun narsis.

“ye”

“a, Ju-ah…aku ingin minta satu hal padamu”

“apa itu?” tanya Minju penasaran, iapun menghentikan kegiatan makannya.

“hubungan kita ini…pasti membuatmu sedikit tidak nyaman, jadi…apapun yang terjadi dan apapun yang membuatmu tidak nyaman, ragu-ragu, dan tidak percaya padaku…aku mohon jangan pedulikan itu!” kata Jonghyun sambil menatap dalam mata Minju. “kau…hanya harus peduli dan percaya padaku, pada perasaanku. Arasseo?” lanjutnya, Minju mengangguk. “kepercayaan adalah tiang utama sebuah hubungan, asal pasangan saling percaya, hubungan pasti akan baik-baik saja. kau yakini ini dan percayalah padaku”, tuturnya kali ini sambil menggenggam tangan Minju erat.

“ye arasseo, aku percaya bahwa Lee Jonghyun hanya menyukai dan mencintai Jung Minju yeoja biasa dengan suara indah!” tukas Minju narsis, “otthe?”

“bagus!” Jonghyun tersenyum lebar kemudian menyuapkan dadar gulung ke mulut yeojachingunya itu.

“mashitta!”

-flash back off-

*****

“silyehamnida” Minju reflek menahan lengan yeoja yg lewat dihadapannya.

“ne?” tanya yeoja yg dipaksa berhenti itu.

“kau mengenal Lee Jonghyun?”

“ne”

“kau tau dimana dia sekarang?”

“Jonghyun-ssi…dia ada di kantin bersama HyunA”

“gumapta” ujar Minju seraya membungkuk, yeoja itupun melanjutkan langkahnya.

Minju memutar langkahnya, mood-nya tiba-tiba hilang setelah mendengar nama HyunA, ya, sudah seminggu ia mendapati Jonghyun asik mengobrol akrab dengan yeoja yang katanya mahasiswa baru di kampus ini. Minju tidak mau menjadi pengganggu untuk kesekian kalinya, jadi ia putuskan untuk hari ini dia akan pulang sendiri…

 

Gadis itu tidak peduli es krim yang meleleh di tangannya, ia juga tidak peduli pada tatapan heran orang-orang di sekitar bangku taman yang sekarang ia duduki, saat ini ia hanya butuh menangis! Sebenarnya bukan kali pertama ia menangis seperti itu, ia sering melakukannya di kamar karena dengan menangis ia akan merasa sedikit lega.

“kenapa aku selalu menangis seperti ini saat melihatnya bersama yeoja lain? Wae? Wae?” gadis itu menghentak-hentakkan sepatu pink-nya. “ini cemburukah?” masih bergumam dan bertanya pada dirinya sendiri. “ah tidak…aku tidak boleh cemburu! Bukankah kalo aku cemburu sama saja aku tidak percaya padanya? Aku percaya bahwa Lee Jonghyun hanya mencintaiku jadi aku tidak perlu cemburu. Dia dengan HyunA hanya teman dekat Minju…hanya teman dekat…” ia terus menggumam, meyakinkan dirinya bahwa semuanya baik-baik saja. “uljima Jung Minju! Kau harus terus semangat, api cintamu harus terus membara…hwaiting!” tanpa peduli ia berteriak lantang menyemangati dirisendiri membuat beberapa pasang mata menatapnya heran, gadis itu hanya meringis tanpa dosa dan berlalu begitu saja dari tempat itu.

*****

Hari ini, hari dimana dia kan menyelesaikan semuanya, melaksanakan rencana yang sudah ia rancang seminggu yang lalu bersama HyunA di kantin kampusnya.

“Ju-ah!” panggilnya, yeoja berkucir kuda menoleh.

“jagi!” yeoja itu tersenyum lebar mendapati pacarnya berdiri di ujung koridor kampus. “kau menjemputku?” herannya.

“ye, aku ingin mengajakmu jalan-jalan”

“jigeum? Kenapa tiba-tiba?”

“wae? Kau menolak?”

“a~ ani! Kajja” Minju pun merapat pada Jonghyun dan menggandeng tangan pacarnya itu, Jonghyun tersenyum kemudian membawa Minju menuju mobilnya yang terparkir di depan kampus.

 

 

“kau senang?” tanya Jonghyun setelah ia dan Minju keluar dari mobil dan sekarang sudah berada tepat didepan pagar rumah Minju.

“ye, neomu haengbokhae!” Minju tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya. “kalo begitu aku masuk dulu”, kata Minju.

“chankamanyo”, seru Jonghyun, Minju menghentikan langkahnya, ia tampak ragu untuk bebalik menghadap Jonghyun, sebenarnya ia sudah merasa aneh pada sikap Jonghyun hari ini bahkan sampai dia berpikir berlebihan tapi panggilan pacarnya tadi sepertinya menandakan bahwa apa yang ia pikirkan tadi benar-benar akan terjadi hari ini, saat ini!

“ye?” kali ini Minju sudah memutar langkahnya dan matanya langsung menangkap mata Jonghyun yang ternyata juga sedang menatapnya.

“Jung Minju…” panggilnya lirih.

“ye, waeyo jagi?” Minju benar-benar gelisah sekarang.

“aku…ingin bicara”

“a~ ye, apa yg ingin kau bicarakan?” Minju melihat Jonghyun menarik napas berat.

“berhenti…aku ingin hubungan kita berhenti sampai disini”, kata Jonghyun tenang, kepalanya tertunduk, ia tidak berani menatap Minju.

“m…mwo?” suara Minju bergetar, ia sudah mengira hal ini akan segera terjadi tapi bagaimanapun persiapan yang sudah ia siapkan toh percuma karena putus adalah hal paling menyakitkan dan menyedihkan!

“aku merasa hubungan kita terlalu hambar, aku lelah…aku ingin menyudahinya, lagipula aku juga tidak ingin menduakanmu”

“ma…maksudmu…kau…”

“ye, aku menyukai yeoja lain. Aku menyukai…”

“HyunA?” Jonghyun mendongak kaget, nama yang baru saja ingin ia sebut malah keluar duluan dari bibir Minju. “benar HyunA kan yang kau sukai?”

“ye, aku menyukainya”, jawab Jonghyun, Minju tersenyum.

“kalo memang hanya sampai disini…baiklah! kita sudahi sesuai apa yang kau inginkan. Mungkin aku juga sudah lelah…lelah terus mengelak perasaan itu”, tutur Minju, suaranya mulai lebih tenang.

“kau lelah? Dan perasaan itu…apa maksudmu?” Jonghyun bingung dengan apa yang barusaja Minju ucapkan.

“perasaan cemburu! Aku lelah untuk terus menahannya Lee Jonghyun!” teriaknya bersama dengan tangisnya yang pecah.

“kau cemburu?” entah kenapa? tapi Jonghyun merasa sedikit senang mendengar apa yang Minju ucapkan barusan. Ia pun melangkah mendekati Minju tapi yeoja itu malah mundur menjauh.

“geuman Jonghyun-ssi! Kita sudahi sesuai keinginanmu, dan aku mohon selama 4tahun ini jangan menghubungiku, aku ingin menghapus kenangan yang telah kita buat selama 4tahun juga…”

“hajiman Ju-ah…”

“ini begitu berat, kau tau?” sela Minju. “aku mohon kau kabulkn permintaan terakhirku ini, terimakasih untuk semuanya…selamat tinggal” Minju pun berlari memasuki rumahnya tanpa mempedulikan Jonghyun yang terus memangil namanya. Ini sudah selesai, pikir Minju putus asa.

 

Jonghyun terduduk didepan pagar rumah Minju, mencengkeram erat kerah kemejanya. Ini sakit…kenapa aku yang sakit? Batinnya. Bukankah aku sudah mulai menyukai HyunA sejak sebulan lalu? Dan belajar untuk berhenti mencintai Minju? Tapi kenapa rasanya sakit? Jigeum ettokhae…naega ottokhae?

“Minju-ah” gumam Jonghyun lirih disela tangisnya. Saat itu, sosok yang sedari tadi sudah memperhatikan mereka dari balik tiang listrik mendesah berat. Kalian…hanya sampai disinikah?

*****

4tahun kemudian

“kau…tidak bisa dibilang namja yang menepati janji”, kata HyunA. “kau memang tidak menghubunginya selama 4tahun ini tapi kau selalu menanyakan kabarnya melalui  Shinna eonni, jadi…kau tidak bisa dibilang tepat janji, aku benarkan?” lanjutnya, Jonghyun hanya bisa manyun.

“HyunA, apa kau hanya bisa merecokiku dan menggangguku di jam istirahat kantor, huh? Apa kau tidak bisa memijat pundakku sebentar? Aku lelah…”

“aish…kau tau? Beruntung 4tahun yang lalu aku tidak benar-benar menyukaimu, jadi saat kau meminta maaf atas perasaanmu yang tiba-tiba itu padaku, aku jadi tidak terlalu sakit hati. Mungkin kalau aku benar-benar menyukaimu kau tidak akan kulepaskan begitu saja…” ujar HyunA tidak peduli dengan ucapan Jonghyun sebelumnya.

“mianhae…” sesal Jonghyun, namja itu terlihat sedikit tidak enak pada HyunA, teman satu kantornya.

“arasso. Kalau begitu aku pamit, tugasku hari ini menumpuk. Dan…lakukan apa yang seharusnya kau lakukan, ini sudah 4tahun kau tidak menghubunginya, semoga dia tidak benar-benar melupakanmu” ujar HyunA kemudian meminum habis vanilla late-nya dan berlalu meninggalkan Jonghyun sendirian. Tidak lama setelah HyunA meninggalkan cafe itu ponsel Jonghyun bergetar, panggilan masuk, Jung Shinna.

“Jonghyun-ssi…” terdengar suara yeoja dari ponselnya.

“y ye noona…” sahutnya gugup.

“kau jadi menemuinya kan?”

“YE!”

*****

-flash back on-

Seseorang melangkah mendekati Jonghyun yang terduduk di depan pagar rumah Minju.

“Jonghyun-ssi…” panggilnya, Jonghyun menengadah.

“no…noona?”

“sepertinya aku perlu bicara denganmu” kata orang yang dipanggilnya noona tadi, Jonghyun hanya mengangguk.

 

“ah, baru kali ini aku melihatmu secara langsung. Hehehehe…” kekehnya, Jonghyun hanya tersenyum simpul. Mereka berdua sekarang berada disebuah coffe shop dekat rumah Minju. “ternyata kau tampan seperti apa yang adikku ceritakan”, lanjutnya. “hajiman…neo…mengenaliku kan?” tanyanya ragu.

“ye, neoneun Minju eonni, Jung Shinna-ssi. Aku pernah melihatmu melalui foto keluarga”, jawab Jonghyun sekedarnya.

“Minju sering menceritakan padaku suka dan dukanya saat bersamamu. Dia slalu menyempatkan menelponku dan minggu terakhir ini dia sering mengeluh lelah menjalin hubungan denganmu, katanya dia cemburu. Meski kami tidak melakukan sambungan 3G tapi aku tau dia menangis disela curhatnya” papar Shinna setelah menyesap sedikit capuchino-nya. “sebenarnya apa yang kau lakukan padanya sampai dia begitu?” tanyanya.

“sebenarnya…aku hanya merasa hubunganku dengannya terasa hambar hanya karena Minju tidak pernah cemburu pada teman-teman yeojaku, sampai…aku pernah dengan sengaja membuatnya agar cemburu tapi reaksinya selalu sama. Dia…tidak pernah marah” jelas Jonghyun.

“kau pernah menyuruhnya agar selalu percaya padamu bukan? Makanya dia tidak pernah gelisah, karena selalu mempercayaimu…dia hanya terlalu percaya sampai tidak berani menampakkan kecemburuannya”, tutur Shinna, Jonghyun menghela napas berat, jelas sekali kalo namja itu menyesal, bukan menyesal karena meminta Minju untuk terus percaya padanya tapi menyesal karena malah dirinya yang tidak mempercayai perasaan Minju.

“lalu…kenapa noona ada di Seoul? Bukankah noona seharusnya di Paris?” tanyanya tiba-tiba.

“aku menghkhawatirkan Minju, ternyata kekhawatiranku tidak percuma”, jawabnya. “dan kalian…hanya sampai disinikah? Berakhir begini?” pertanyaan yang membuat Jonghyun tertegun sejenak.

“ani, aku tidak membiarkan berakhir begitu saja, hubungan ini terlalu sia-sia untuk diakhiri. Dan lagipula…hanya Lee Jonghyun yang pantas menjadi namjachingu Jung Minju, benarkan noona?” katanya narsis, Shinna hanya tersenyum. “noona…kau mau membantuku kan?” Shinna melipat keningnya heran.

“buat dia tidak pernah bisa melupakanku selama 4tahun ini!”

-flash back off-

*****

Jonghyun terus mengedarkan pandangannya mencari sosok yang seharusnya sudah berada disekitar situ 30menit yang lalu. Mungkin dia sudah pergi…ah noona kau tidak mengatakan kalo aku yang akan menemuinya kan??? Jonghyun sibuk dengan pikirannya karena sosok yang dari tadi ia cari tidak tampak batang hidungnya. Dilihatnya layar ponselnya untuk kesekian kali. Benar kog ini alamat yang dikirimkan noona tapi dimana yeoja itu? Saat sedang sibuk dengan pikirannya tiba-tiba seorang yeoja bertopi biru melintas disampingnya. Jonghyun yang seperti mengenal postur tubuh yeoja itupun dengan reflek menarik tangannya.

“Ju…Ju-ah?” seru Jonghyun kaget saat menyadari siapa yang dia tarik, yeoja yang memang ingin ia temui di tempat ini.

“Jonghyun-ssi?” dan ternyata yeoja itu juga sama kagetnya, karena setahu dirinya ia kemari karena perintah aneh kakaknya yang katanya di tempat ini ia akan menemukan banyak jenis ice cream, ia sangat suka ice cream tapi sampai sekarang yeoja itu belum menemukan toko ice cream sama sekali, ia malah bertemu namja itu…

“Jonghyun-ssi? Kemana panggilan sayang untukku jagi?” goda Jonghyun, betapa ia merindukan yeoja itu.

“jagi? Kitakan sudah…”

“anggap saja saat itu aku sedang tidak waras, bisa kan? Lagipula…apa kau tidak rindu padaku selama 4tahun ini?” sela Jonghyun sebelum Minju menyelesaikan perkataannya. Yeoja itu menggigit bibir bawahnya dan menunduk dalam. Jonghyun tersenyum melihat ekspresi Minju, diangkatnya dagu Minju pelan, dan ternyata mata yeoja itu sudah basah oleh airmata, segera dihapusnya dengan jari tangannya.
“Ju-ah…uljima”, kata Jonghyun lirih tapi malah membuat tangis Minju semakin deras. Ingin sekali rasanya ia memeluk dan menepuk-nepuk punggung yeoja itu untuk menenangkannya tapi ia tidak bisa melakukannya begitu saja.

“aku…ternyata…namja sepertimu…sulit…melupakan” kata Minju disela sesenggukannya.

“mwo mwo? Apa yang kau katakan? Aku tidak bisa mencernanya, kau bicara berputar-putar” Minju menghentikan tangisnya dan menatap Jonghyun.

“kau…sekarang begitu cerewet ya Lee Jonghyun?” katanya, Jonghyun hanya merespon dengan senyuman yang membuat Minju semakin ingin menangis kencang tapi sebelum yeoja itu melanjutkan tangisnya tiba-tiba Jonghyun sudah tidak bisa menahan diri lagi, ditariknya Minju kedalam pelukannya.

“Ju-ah neomu bogoshipo…apa itu sulit untuk kau katakan?” kali ini Minju sukses melanjutkan tangisnya tapi terasa lebih nyaman karena ia berada dalam pelukan Lee Jonghyun, namja yang sudah menghancurkan hidupnya 4tahun ini karena ia begitu merindukannya. “katakan kau merindukanku” pinta Jonghyun, Minju menarik napas dalam, wangi tubuh Jonghyun pun tercium olehnya.

“bogoshipo Lee Jonghyun…neomu neomu bogoshipo” ujar Minju lirih, Jonghyun tersenyum bahagia, iapun semakin mengeratkan pelukannya. “kau masih memakai parfum yg sama seperti yang aku berikan untukmu ya?” kata Minju dlm pelukan Jonghyun yang sudah sedikit melonggar, karena ia akan sulit bernapas kalo namja itu terus memeluknya seperti itu. Jonghyun tidak merespon, ia malah kembali mengeratkan pelukannya.

“saranghae Jung Minju…”

 

-THE END-

 

 

17 thoughts on “JEALOUS

  1. gomawo sudah baca ^^

    btw…klo ada yang bertanya2 syp JOO…JOO itu penyanyi solo yang pernah nyanyi bareng leeteuk super junior di single-x “ice cream”, dy jg pernah tinggal utk beberapa tahun di indonesia, jg juni lalu *klo g salah sempat k indo breng missA, 2AM etc…memenuhi undangan di acara apaaa getu *sy ndak tau

    afterall…jeongmal gomawo utk komentarnya ^_^

  2. hmmmmitu kasian si minju ternyata diam2 jg cemburu… hebat euy karna saking percayanya ma jonghyun jd kaya gitu… nah jonghyun nya nih yg lupa apa ma perkataannnya kalo ju itu harus percaya ma dia.. kena deh itu malah onghyun yg patah hati duluan pas nyatain putus. hihi..
    penantian 4 th ternyata tidak sia-sia dan akhirnya mereka kembali lg. huaaaa so sweet hihi

  3. Crta mngingatkanku pd ‘sesuatu’ . Jadi baca.a berkaca-kaca. O.o Ngga sharusnya kita ragu sm perasaan org yg syg sm kita. :’)
    nice ^^

  4. Maaf y klo smp ad reader yg sedih, mewek, ato bhkn nangis baca ff ini .
    Author g brmaksud..
    Jeongmal mianhae (_ _)
    Tp tetep makash utk komentarx ^^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s