Falling and Waiting [Part 1]

Teaser

Author: happyhanna @hannamoran

Lenght : *chaptered

Genre: Romance, Friendship

Cast: Kang Minhyuk

Jiyeon (T-ARA)

Haneul (OCs)

Dis: my own story

Note: kemarin uda di post teasernya kan, sekarang part 1 nya. tinggal 1 cast lai berarti yang maish rahasia ya. jadi tunggu part selanjutnya okay. young mafia masih dalam proses jadi tetep tungguin juga ya. jangan lupa komen ya. mian kalo ada typo🙂

***

Jiyeon POV

Kakiku sakit, luka dilututku belum benar-benar kering. Aku terpaksa harus jalan agak sedikit pincang, ditambah beban berat di bahu kananku yang datangnya dari tas penuh buku di tasku.

“kau berjalan seperti anak kucing yang kakinya baru diinjak anak kecil” tawa terkekeh dibelakangku sudah sangat hafal, tanpa perlu melihat aku sudah tau siapa yang berjalan disampingku, aku segera melemparkan tasku padanya, dan ia menangkapnya dengan cekatan

“daripada menertawaiku, bawakan tasku” kataku berusaha berjalan dengan kaki yang masih sakit

“biar aku tebak, kau pasti jatuh di lapangan basket”

“salah!!”

“kantin?”

“salah juga, coba tebak tempat lain, sekolah kita punya banyak tempat yang bisa menjad tempat favoritku untuk terjatuh selain lapangan dan kantin”

“tangga? Atau…… ah aku tahu, pasti disamping mejamu dikelas, saat kau disuruh mengerjakan soal matemetika oleh pak Song. Iya kan?” aku hanya diam pertanda jawaban minhyuk benar.

“kau selalu teledor, selalu terjatuh. Kakimu terbuat dari apa sih?” tanyanya sambil memandang ku dari ujung kaki sampai ujung kepala, aku yang sedang diperhatikan  malah terus berjalan, tanpa peduli dengan ejekan minhyuk.

Aku memang orang aneh, sering sekali terjatuh tanpa sebab, bukan itu saja. Aku rasa IQ ku terlalu diatas rata-rata sampai terkadang pola pikirku bisa dikatakan “ajaib”. Saking ajaibnya sampai terlihat seperti pola pikir akan kecil, tapi tidak dimata kang minhyuk, salah satu teman dekatku, ia bilang pola pikirku brilliant, dengan jawaban-jawaban yang ada diluar dugaan.

Dan minhyuk paling senang kalau tahu aku baru saja tertimpa musibah “jatuh”. Jatuh cinta padanya, untuk yang satu itu dia belum tau, dan jangan sampai ia tahu. Kalau sampai ia tahu matilah aku dibunuh oleh yeojacinggunya

“makan dulu yuk sebelum pulang” tawar minhyuk sambil menunjuk kantin sekolah yang agak lengang, aku menggeleng

“aku tidak lapar hyuk, aku harus cepat pulang. Banyak PR” kataku

“kalau begitu kerjakan di rumahku saja”

“memangnya kau tidak ada PR apa? Kau kan sudah kelas 3 harus siap-siap ujian” kataku, minhyuk sekarang kelas 3 sementara aku masih kelas 2.

“ujian soal gampang, aku kan pintar” kata minhyuk dengen senyum percaya dirinya, memang sih sampai detik ini ia masih memegang gelar juara umum bertahan satu sekolah.

“jagi…..” terdengar suara seorang yeoja 300 meter didepan kami, sedang melambai, aku mengerti. Aku mengambil tasku yang tersampir di bahu minhyuk.

“sana” kataku

“kau yakin mau langsung pulang?” Tanya minhyuk

“hmmm, aku tidak mau kakiku ini makin parah, sana haneul sudah menunggumu” kataku, tak lama minhyuk beranjak menuju tempat haneul berdiri, sementara aku memilih untuk segera pulang sebelum mataku memanas seperti mataku sekarang ini.

***

“tau saja kau, aku sedang haus” kata minhyuk sambil merebut kaleng cola yang aku bawa dan langsung meneguknya

“minhyuuuuukkk!!!! Aku membeli itu dengan sisa uang jajanku, kau malah meminum setengahnya” kataku sambil melotot pada minhyuk yang sekarang malah terkekeh

“hihiihi kalian lucu sekali” suara lembut yeoja tertawa melihat tingkah kami. Haneul

“hai onni” sapaku

“hai, jiyeon. Kalian selalu seperti ini setiap kali bertemu, lucu” kata haneul tersenyum menunjukan deretan gigi rapihnya

“apannya yang lucu? Ini sudah menjurus kemenyebalkan” kata ku sambil melipat tanganku dan masih melayangkan tatapan kesal pada minhyuk. Yang dipelototi malah mengacak rambutku.

“masa gitu saja marah…” kata minhyuk. “kau itu sudah aku anggap seperti adikku sendiri, nah sebagai adik yang baik kau harus berbagi dengan oppa mu, ara?” Tanya minhyuk seperti bertanya pada anak kecil. Aku hanya mendengus, bukan karena ia mengambil minumanku, tapi karena ia hanya menganggapku sebagai adiknya, hanya adik.

“ah aku dan haneul harus pergi sekarang. Kau juga pulang ya, sudah hampir malam, hati-hati dijalan” kata minhyuk sambil menggandeng tangan haneul.

“ara.. kalian pasti ingin menghabiskan malam minggu bersama. Sudah sana pergi” kataku lalu melambaikan tangan pada mereke berdua dan pergi meninggalkan mereka sedangkan mereka juga berlalu menuju arah yang berbeda. Beberapa langkah aku berjalan aku membalikan badan, menatap sepasang punggung yang berjalan semakin jauh, dan masih tetap bergandengan tangan. Aku pun memutuskan kambali berjalan pulang seiring dengan mataku yang memanas.

***

BUUUGH

Tubuhku terhempas ke tanah yang becek, alhasil baju bagian depanku kotor dan basah. Aku mendengus kesal, bukan karena bajuku yang basah tapi karena suara tawa beberapa namja yang aku yakin sedang puas menertawaiku. Siapa lagi kalau bukan minhyuk dan genk nya

“puas kalian?!!” tanyaku sambil berkacak pinggang, sebenarnya aku malu terjatuh didepan mereka, tapi kalau sudah begini, pasang tampang kejam itu sudah paling pas.

“kau sudah jatuh 5 kali dalam minggu ini, ji yeon” kata jin ki salah satu teman minhyuk yang masih puas tertawa

“kau ini terbuat dari apa sih? Berkali-kali jatuh tapi tetap kuat. Tulangmu terbuat dari besi ya?”

“diam kalian, kalau sudah puas tertawa pergi sana!!” kataku lalu berlalu ingin berganti baju.

“dasar teledor, berjalan saja kau harus jatuh segala” aku tau minhyuk bermaksud bercanda, tapi entah kenapa aku merasa geram mendengar perkataan minhyuk. Aku menatapnya tajam dan berlari.

“ya ji yeon… kau marah?? Hey mian…. Aku tidak bermaksud begitu” aku menghiraukan panggilan minhyuk dan segera menuju ruang ganti baju.

Aku selesai mengganti seragamku dengan baju olah raga, berhubung sebentar lagi pelajaran akan selesai tidak masalah kalau aku memakai baju olah raga. Aku keluar  dari raung ganti dan dikejutkan oleh seorang manja yang bersandar pada tembok.

“mian” katanya saat tahu aku sudah keluar dari ruang ganti

“sudahlah lupakan, aku sudah tidak memikirkannya” kataku

“tapi kau masih terlihat kesal, kau harus tulus memaafkan aku”

“hmm… aku akan tulus memaafkanmu asal kau mentraktirku makan” kataku, tak kusangka ia menganggukan kepala

“jinjja?” tanyaku meyakinkan

“ne, ayo kita makan sekarang saja, aku sudah lapar” kata minhyuk

“tunggu, haneul onni?”

“oh dia sedang ada praktikum, mungkin nanti akan menyusul” kata minhyuk. Dan kamipun segera menuju kantin sekolah.

Kantin tidak terlalu ramai, kami memilih duduk sedikit diujung. Kami memesan makanan dan menikmatinya bersama.

“jiyeon na, kenapa sih kau sering sekali terjatuh?”

“mwolla” kataku sambil terus mengunyah

“dari kecil aku sering sekali terjatuh, mungkin keseimbangan tubuhku buruk” aku melanjutkan

“aneh” komentar minhyuk singkat

“aku kan memang aneh” kata

“selain sering terjatuh, suka makanan telur setengah matang, tidak suka pelangi, ingin berenang dengan ikan paus apalagi keinginanmu?” Tanya minhyuk

“aku ingin jadi astronot” kataku tanpa malu, minhyuk tampak mengerutkan kening

“aneh ya? Memang aneh” kataku sambil melanjutkan makan ku

“kenapa ingin jadi astronot?”

“supaya aku bisa ke bulan”

“kenapa harsu bulan?”

“entahlah, aku hanya ingin pergi kebulan. Bumi sudah terlalu sempit dengan orang aneh seperti ku, jadi aku berbaik hati mengungsi” kataku. Minhyuk tertawa, dan dunia rasanya berhenti berputar.

Kenyang sudah.

“kau yang bayarkan?” tanyaku sekali lagi, aku takut minhyuk akan berubah pikiran

“iya tenang saja” kata minhyuk, ia merogoh tasnya dan mengeluarkan dompetnya, tapi ada beberapa lembar kertas yang ikut keluar dari tas minhyuk. Aku membaca sederetan kaliamt dalam bahasa inggris.

“apa itu?” tanyaku

“oh, formulir pendaftaran kuliah ku” kata minhyuk, aku mengambil kertas-kertas itu dan membacanya dengan seksama.

“London?” tanyaku

“ne, aku kan sekarang sudah kelas 3, sebentar lagi aku kuliah. Tapi aku memutuskan untuk kuliah di London saja” kata minhyuk. Aku hanya diam

“haneul onni sudah tau?” tanyaku masih terfokus pada kertas dihadapanku

“tentu saja, dia orang yang pertama tau niatku ini” kata minhyuk. Tiba-tiba rasanya aku ingin memuntahkan semua makanan yang sudah aku makan tadi. London, Inggris. Memikirkan jarak antara London dan Seoul saja sudah membuat kepalaku pusing, dan ternyata haneul orang pertama yang tau ini semua, dan aku? Orang terakhir yang tahu ini semua.

Aku menurunkan kertas yang mennutupi wajahku, berusaha membuat sebuah senyuman

“minhyuk fighting!!! Kau pasti bisa!!!” kataku memberi semangat, rasanya berat untuk tersenyum terlalu lama.

“gomawo!! Aku harus mengirimkan formulirnya minggu depan, semoga aku diterima ya” senyuman minhyuk mau tak mau membuat aku harus tersenyum juga.

“aku yakin kau bisa” susah payah aku mengucapkan kalimat itu. susah payah.

***

Aku meringkuk didalam balutan selimut, sudah hampir jam 2 pagi tapi aku belum bisa terlelap. Yang aku pikirkan hanya minhyuk.

Sudah hampir 3 tahun kita bersahabat, minhyuk selalu menceritakan semua yang ia rasakan padaku. kami hampir tidak punya rahasia tentang perasaan kami, kecuali rasa sukaku pada minhyuk. Aku tidak pernah memberitahunya. Belum. Aku takut ini akan merusak hubungan persahabatan kami, dan sekarang minhyuk adalah pacar dari heneul, sudah sangat baik haneul memaklumi persahabatku yang sangat dekat ini, haneul tidak pernah cemburu kalau aku selalu didekat minhyuk, ia tidak protes kalau aku mengganggu kencan mereka, apa aku masih tega memisahkan mereka? Tentu saja tidak.

Tapi sekarang aku kesal, minhyuk akan meinggalkan korea. Aku mendukung rencananya untuk menyelesaikan kuliah tapi aku tidak menyangka ia akan memilih Negara yang jauh dari korea. Dan yang paling menyedihkan, aku adalah orang terakhir yang tau ini semua.

***

Hari ini upacara kelulusan minhyuk, aku sebenarnya diliburkan karena aku masih tingkat 2 tapi aku ingin melihat wisuda minhyuk. Jadi aku pergi kesekolah dan ternyata upacara kelulusan baru saja selesai. Aku segera menghampiri minhyuk untuk menagh janjinya memberikan kancing seragamnya.

Sesuai kebiasan sekolah ku, setiap kelulusan banyak siswi yang akan meminta kancing seragam para siswa yang dianggap popular, katanya itu bisa dipakai sebagai barang keberuntungan, namun kancing paling atas adalah kancing yang special. Dan minhyuk termasuk siswa popular disekolah, jadi aku yakin walaupun sekarang statusnya sudah punya yeoja cinggu akan banyak siswi yang meminta kancing seragam minhyuk, tapi aku tenang saja Karena minhyuk sudah berjanji akan menyisakan kancing seragamnya untukku.

“mana kancing seragammu?” tanyaku smabil menyodrkan telapak tanganku padanya.

“kau ini datang-datang bukannya memberi selamat atas kelulusanku malah langsung meminta kancing seragamku” kata minhyuk

“baiklah, selamat atas kelulusanmu Kang Min Hyuk” kataku . minhyuk mengacak rambutku

“ini” katanya sambil meletakan sebuah kancing ditelapak tanganku. aku yakin ini bukan kancing paling atas seragamnya.

“hi jiyeon” haneul onni datang sambil mengenggam sebuah kancing, kancing paling atas seragam minhyuk, aku yakin

“onni, selamat juga kau sudah lulus sekarang” kataku smabil memeluk haneul onni

“gomawo… kau juga mulai hari ini harus berjuang supaya tahun depan kau bisa lulus juga” kata haneul onni

“ne, aku juga pasti akan lulus” kataku

“eh minggu depan kau mau kerumahku tidak?” Tanya minhyuk

“untuk?”

“datang ke acara perpisahanku, rencananya aku akan mengadakan makan malam bersama teman-teman dekatku. Kau kan sahabat yang paling dekat denganku, jadi kau harus datang ya. Aku berfikir sebentar, tersenyum berat dan menatap mata minhyuk

“mian, sepertinya tidak bisa. Aku harus mengunjungi saudaraku di Daegu, aku sudah janji” kataku. Aku berbohong.

“sayang sekali. Kalai begitu sebagai gantinya kau harus mengantarkan aku kebandara. Arraseo?” aku terdiam lebih lama, kenapa gantinya harus lebih berat. Mengantarnya, melihatnya pergi jauh

“kau setuju tidak? Ah kau harus setuju okay” kata minhyuk sambil menepuk bahuku.

“ne” kataku akhirnya

“ok, kalau begitu sekarang kita bertiga jalan-jalan yuk” ajak minhyuk

“ah ani… kan kalian yang lulus, jadi kalian saja yang jalan-jalan ya. Kencan sehabis kelulusan itu sangat menyenangkan lho. Dah aku tidak mau mengganggu kalian, jadi kalian jalan-jalan berdua saja ya” kataku sambil menarik minhyuk dan haneul agar berdiri semakin dekat satu sama lain.

“jalja….” Kataku sambil melambaikan tangan kearah sejoli itu. setelah menjauh aku membuka telapak tanganku dan melihat kancing yang tadi diberikan oleh minhyuk. Aku menggenggamnya dan baru sadar kalau air mataku mulai mengalir.

***

Aku membenamkan sebagian tubuhku dibalik selimut hangat, mataku tak bisa terpejam, saat ini pasti minhyuk sedang bersenang-senang dengan teman-temannya dan mengadakan pesta perpihan, seharusnya aku juga ada disana. Tapi apa aku sanggup?

Dan yang labih parah lagi aku sudah berjanji akan mengantarnya ke bandara.

“Aduuuh jiyeon itu labih gila lagi” desisku kesal pada diriku sendiri. Terlanjur berjanji  mau diapakan lagi??

Aku membalikan tubuhku manghadap sisi tempat tidurku yang lain dan mataku bertemu dengan sebuah figura photo d nakas kecil disamping tempat tidurku. Foto aku dan minhyuk saat bermain salju 2 tahun yang lalu. Hanya aku dan minhyuk, tidak ada haneul onni. Aku memeluknya dan membenamkan tubuhku lebih dalam diatara selimut, berusaha meredam isakan ku, aku belum mau berpisah jauh dengan minhyuk.

***

Aku menyisir rambut panjangku, menatap mataku yang sembab. Hari ini aku harus mengantar minhyuk ke bandara. Aku harus terlihat baik-baik saja. Sebuah mobil berhenti didepan rumahku. Itu pasti minhyuk dan haneul onni yang menjemputku.

***

20 menit lagi minhyuk akan terbang ke London, saat ini kami sedang menunggu di sebuah café. Aku mengetuk-ketukan tanganku keatas meja.

“jiyeon? Gwenchana?” Tanya minhyuk

“ne, gwencahana. Wae?”

“kau terlihat kurang sehat, kalau sakait kau pulang saja duluan. Mian sudah memaksamu mengatarkan aku” kata minhyuk

“ani, aku tidak sedang sakit kok.aku sehat-sehat saja” kataku

Lalu aku memerhatikan haneul onni yang terlihat biasa saja, padahal namja cinggunya akan berpisah dengannya tak lama lagi.

“onni, kau tidak sedih? Minhyuk akan terbang ke London sebentar lagi. Apa kau tidak sedih akan menjalani hubungan jarak jauh?” tanyaku. Yang ditanya malah menatap minhyuk mesra.

“sedih sih pasti. Tapi aku tidak mungkin menahannya disini kan? Toh dia ke London untuk menuntut ilmu, aku harus mendukungnya. Lagi pula aku percaya padanya, percaya ia tidak akan mengkhianati aku yang manunggunya disini” minhyuk menatap balik yeoja cinggunya.

“tapi wanita-wanita bule itu banyak yang cantik lho” goda minhyuk. Aku memalingkan wajahku, kenapa aku harus melihat kemesraan mereka saat hatiku sedih begini.  Tak lama pengumuman bahwa seluruh penumpang yang akan terbang menuju London diharap memasuki pasawat terdengar. Minhyuk bersiap. Tiba-tiba ide gila muncul dikepalaku. “kenapa kau tidak utarakan perasaan sukamu pada minhyuk sekarang?” Tanya suara hatiku. Aku hanya tertegun.

“didepan haneul onni, pacarnya?” sisi hatiku yang lain balik  bertanya, terjadi perang didalam hatiku.

“baiklah, aku pergi” kata minhyuk membuyarkan lamunanku.

“annyeong jagi, jangan lupa hubungi aku ya sesampai disana” kata haneul onni. Dan tak kusangka minhyuk mencium bibir haneul onni didepan wajahku. Aku memalingkan wajahku, tak bermaksud melihat mereka.

“minhyuk!! Malu dilihat orang” kata haenul dengan wajahnya yang memerah. Minhyuk hanya terkekeh

“annyeong jiyeon” kata minhyuk lalu memelukku, hanya pelukan persahabatan.

“ayo jiyeon, bilang kalau kau suka dengannya” teriakku dalam hati, tapi yang aku lakukan hanya diam.

Langkah minhyuk semakin jauhm sambil melambaikan tangan pada aku dan haneul onni.

“minhyuk…” panggilku. Aku ini saat nya, aku berjalan menghampiri minhyuk.

“ada apa jiyeon?”

“hm… aku mau bilang kalau…. Kalau aku….”

“kau kenapa?” Tanya minhyuk penasaran

“ani, kalau kau kangen kau lihat saja bulan” dan detik itu juga aku mengutuki otak dan mulutku yang tidak sepkiran. Minhyuk mengusap puncak kepalaku.

“ne, arraseo calon astronaut. Sudah ya aku harus berangkat sekarang. Annyeong. Oh yak au kan sering jatuh, kalau jatuh lekas berdiri ya. Karena aku tidak bisa membantmu berdiri dari London sana”

Dan aku hanya berdiri melihat minhyuk yang semakin jauh.

“saranghaeyo…saranghaeyo” bisikku pelan dalam hati

–TBC–

26 thoughts on “Falling and Waiting [Part 1]

  1. knp y q baca ff ini sedih bgd?
    kasihan sama jiyeon… pasti sakit bgd jdi jiyeon lhat orang yg disuka pacaran sma cew lain d depannya…
    dah gtu ditinggal minhyuk k london pula…
    jiyeon fighting!!! rebut minhyuk ne…

    keren thor ff nya…
    ayo dilanjutin… ^^

  2. nyesek abeeeeees. hua nyesek beneran. jadi ngebayangin sendiri kalo cowok yg disukain malah mesra-mesraan di depanku.
    sakit banget pasti jadi jiyeon. huaaa yang sabar ya yeon (?)
    lanjut sarah~~~

  3. Akhrx ada yg buat cast MinHyuk Jiyeon keke pengen aja ada couple mrk.. Sbar y Jiyeon, tp misal mau ngerebut minhyuk, jd g enak ama pcr minhyuk yg baik bgt mau menerima pershbtan hyuk&jiyeon… Ahhh bingung kalau gni😦

  4. jiyeon jujurlah mending. tp udah keburu pergi kan minhyuknya. hmmmm
    tunggu minhyuk kembali ya . hoho..
    haneul , kok aku curiganya dia bakal selingkuh ya. hha

  5. Deebak..deebak author i like it..krn ada yg bkn ff cast’a minhyuk dan ji yeon..mrk couple yg plng serasi..aq jg sk crt’a wlau agak nyesek dihati krn mrskn apa yg ji yeon rasakan..author..fighting..lanjutkn.

  6. i like this ff. Mmbwt ak yg mbcny jth airmata. Krn jiyeon blm smpt ungkapkan perasaannya. Kprgian minhyuk menyisakan kenangan indah u/jiyeon sbg sahabat. Tp jg sktht krn hny bs mlht minhyuk pergi bgt saja. Good. Dtngu yg slnjtny

  7. aduh minhyuknya so sweet abis, gak bisa bayangin gimana kalo aku jadi jiyeon pasti aku udah teriak teriak kayak orang gila di bandara karena ditinggal minhyuk T.T
    daebak! ditunggu lanjutannya ^^

  8. pasti nyesek banget kalau jadi jiyeon , tapi mau bagaimana lagi T.T

    semoga jiyeon dapat menemukan pengganti minhyuk ~

    penasaran sama kelanjutannya ~

  9. Wkwkkk ff nya lucu gila AQ baca ngakak jiyi Mw ke bulan Trus jd ASTROnot ada2 aja tp beneran jd jiyi tragis bgd udah jatuh terus cinta bertepuk sebalah tangan aduh Malang Amd nasib jiyi Part ke 2 ya Thor

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s