Young Mafia [part 4]

Part 1  | Part 2 |Part 3

Author : happyhanna (@hannamoran)

Lenght : *chaptered

Genre: Tragedy, Romance, Kekerasan

Rating : PG 17

Casts: Kang Min Hyuk

Kim Jae Joong

Park Han Young [OCs]

Dis: Happyhanna’s ideas

Note: akirnya dipost juga part  nya. selamat baca semuanyaaaa. jangan lupa komen, mian kalo ada typo *terlalu semangat ngetik sih ^^ * yang mau tau awal mula masalah antara JaeJoong ma minhyuk, ayo baca part ini ya …. soalnya dijelasin secara rinci.

***

Pesawat jet pribadi minhyuk segera meninggalkan singapure. Minhyuk terus gelisah didalam pesawat dengan fasilitas nomor satu itu.

“tuan minhyuk, kami terus melacak keberadaan nomor ponsel nona hanyoung, jadi tuan tenang saja” kata salah satu asisten minhyuk

“bagaimana aku bisa tenang! Aku tidak tau bagaimana keadaan hanyoung, dimana ia berada. Yang aku tau ia ada ditangan seseorang yang mungkin akan menyakitinya” kata minhyuk frustasi, tak ada yang bisa ia lakukan selain menunggu hingga ia menginjakan kaki diseoul

***

Akhirnya pesawat pribadi minhyuk mendarat di seoul. Minhyuk segera turun dari pesawat, tepat saat ponselnya berdering

“yoboseo” kata minhyuk

“kau sudah mendarat dengan selamat huh? Aku tak sabar ingin berhadapan denganmu minhyuk”

“jaejoong!! Kataka dimana hanyoung” kata minhyuk

“aku akan mengatakan dimana kekasihmu tercinta, asalkan kau akan menghadapiku seorang diri. Jangan bawa siapapun bersamamu, atau kau hanya akan membawa mayat yeojacinggumu tercinta ini” kata jaejoong dikuti tawa nya.

“ya jaejoong, aku pikir kau bisa bermain-main denganku hah!!! Katakan dimana hanyoung dan aku akan menemuimu untuk menyelesaikan semuanya!! Untuk membunuhmu!!” kata minhyuk, emosinya sudah memuncak. Baru kali ini ia merasa harus membunuh seseorang.

“kau akan menemukannya dengan mudah dirumah appa mu” hanya itu kalimat yang minhyuk dengar sebelum sambungan terputus. Minhyuk segera merebut kunci mobil ditangan supirnya

“tuan minhyuk, anda mau kemana?”

“kau tidak usah tau, jangan ada yang menyusulku, jangan telepon polisi dan jangan lakukan apapun tanpa perintah dariku” kata minhyuk segera menuju mobilnya dan melesat menuju rumah appanya.

***

Hanyoung hanya bisa memberontak tanpa suara, karena  mulutnya disumpal sementara tangan dan kakinya di ikat kuat. Ia hanya bisa menatap tajam jaejoong yang duduk disebelahnya sambil memainkan sebuah pisau ditangannya, memutar-mutarnya. Kemudian jaejoong  melihat jam tangannya

“minhyuk mu sepertinya tidak akan datang, mungkin ia ingin melihat mu mati ditanganku”

Hanyoung hanya bisa memberontak tanpa hasil. Tiba-tiba jaejoong mendekatkan wajahnya pada hanyoung, hanyoung berusaha menjauh sebisanya, walaupun wajah mereka tetap saja sangat dekat.

“sambil menunggu minhyuk mu itu, bagaimana kalau ceritakan sesuatu? cerita yang sangat indah. Kau harus mendengar cerita ini” kata jaejoong dengan senyuman dinginnya. Hanyoung hanya membelalakan matanya, kali ini ia tidak berusaha memberontak, karena ia tau akan percuma, lagipula jaejoong hanya akan bercerita, dan jujur saja hanyoung penasaran dengan apa yang akan jaejoong ceritakan.

“dengarkan baik-baik cantik. Aku dan minhyuk nyariiiiis menjadi adik kakak, kalau saja aku tidak membunuh ommaku sendiri….”

Hanyoung kaget setengah mati, ia tidak pernah menyangka kalau jaejoong adalah pembunuh, bahkan ia membunuh ibu kandungnya sendiri, dengan cara membakarnya.

“aku tau kau pasti kaget, sangat kaget… tapi sayangnya cerita yang seru ini belum selesa chagi” kata jaejoong, ia menyentuh pipi hanyoung dan mengelusnya pelan. Ia membuka penutup mulut hanyoung, hingga hanyoung akhirnya bisa berbicara lagi.

“kau gila jaejoong” kata-kata hanyoung sangat singkat tapi diucapkan dengan penuh kemarahan dan kebencian, tatapan mata hanyoung seolah ingin membunuh jaejoong saat itu juga.

“ssstttt” jaejoong meletakan telunjuknya di bibir hanyoung

“bagian serunya belum selesai sayang, kau bisa simpan kekagumanmu nanti” kata jaejoong sambil terkekeh

“appa minhyukmu itu dan omma ku berselingkuh, bahkan terang-terangan didepan wajahku mereka bermesraan. Dan jangan kau fikir ini semua salahku. Aku menuntut balas atas kematian appa ku, dan kebangkrutan perusahaan keluargaku pada orang yang tepat” hanyoung muak melihat seringaian dari bibir jaejoong. Hanyoung semakin muak, tapi tak ada yang bisa ia lakukan.

Tiba-tiba tangan jaejoong bergerak menyentuh pipi hanyoung, wajahnya semakin mendekat dan sebuah kecupan singkat mendarat dibibir hanyoung.

“aku belum mau kehilangan kau hanyoung…. Tapi lagi-lagi minhyuk merebutmu” kata jaejoong. Ia kembali mengecup bibir hanyoung tapi lama-kelamaan ciuman jaejoong semakin memanas. Ia berusaha membuat hanyoung membuka mulutnya, namun hanyoung juga bersikeras untuk menutup rapat mulutnya. Jaejoong yang merasa mendapat penolakan mencengkeram kedua sisi rahang hanyoung dengan sebelah tangannya. Ia menekan kedua sisi rahang hanyoung hingga hanyoung kesakitan dan mau tidak-mau hanyoung mengerang kesakitan, dan kesempatan ini tidak disia-siakan , ia menyelipkan lidahnya diatnara kedua bibir hanyoung, tapi hanyoung terus melakukan perlawanan. Ia menggigit lidah jaejoong dengen kasar sehingga jaejoong menjauh. Ia marah.

PLAAAAAK

Dalam hitungan detik telapak tangan jaejoong mendarat disalah satu sisi wajah hanyoung, meninggalkan bekas merah tapi jaejoong tidak peduli.  Jaejoong melepaskan ikatan yang mengikat tubuh hanyoung dikursi, tapi tidak melepaskan ikatan tangan dan kaki hanyoung.hanyoung tau masih ada hal mengerikan yang akan jaejoong lakukan.

Benar saja, jaejoong mencengkram pergelangan tangan hanyoung kuat dan membawanya keruangan lain, ia menyeret tubuh hanyoung ke ruangan yang sama pengapnya. Ia mendorong tubuh hanyoung  kepojok ruangan itu, dan jaejoong bergerak mengunci tubuh hanyoung dibawah tubuhnya

“jaejoong. Lepaskan!!! Aku ….” Belum selesai pemberontakan hanyoung harus dibungam oleh bibir dingin jaejoong, jaejoong memaksa melesak masuk kedalam mulut hanyoung, hanyoung menundang tubuh jaejoong tapi jaejoong menampar wajah hanyoung, dan ia kembali membungkap hanyoung dengen ciuman ganasnya. Ia melumat bibir atas hanyoung dan mengigitnya, ia menyusupkan lidahnya. Jaejoong hanya bermain sendirian, karena hanyoung hanya pasrah dan air mata mulai mengalir dari kedua matanya.

“Tuhan tolong aku…..” pintanya dalam hati

“Minhyuuuukkk….. cepatlah datang” hanyoung berteriak dalam hati, berharap siapapun akan segera menolongnya, tapi ia tahu mungkin tidak akan ada yang datang menolongnya.

Ia mulai merasakan tangan jaejoong menyentuh bagian pinggangnya dan mulai menyusup ke dalam baju yang ia kenakan

“jae….joong….je… jebal…..” hanyoung berbicara terbata karena bibirnya masih dikuasai jaejoong

“jaebal mwo? Kau memohon supaya aku melakukan lebih? Memang itu yang aku lakukan” lalu ciuman jaejoong mendarat di leher hanyoung, hanyoung memejamkan mata dan menangis

“jaejoong aku mohon jangan!!! Aku tidak mau!!!” hanyoung memukul punggung jaejoong keras dengan kedua tangannya yang masih terikat.

“kau lupa siapa aku saat kita sekolah dulu? Aku pimpinan terkuat, jadi mengendalikan wanita cantik sepertimu bukan masalah sulit bagiku” kata jaejoong tersenyum licik dan kali ini hanyoung meronta dan meronta lagi.

BUGH

Kepalan tangan jaejoong mengenai wajah hanyoung.

“jangan menangis hanyoung, kau tidak mau kan minhyuk khawatir denganmu” kata jaejoong, wajahnya berubah keras saat menyebutkan nama minhyuk. Membuat hanyoung bergidik ngeri

“kau tau? Ia tidak akan datang. PENGECUT SEPERTI KANG MINHYUK TIDAK AKAN DATANG!!!!” jaejoong berteriak lepas kendali , raut wajahnya berubah beringas.

***

FLASHBACK

Jaejoong POV

Aku dan omma pindah kerumah baruku, rumah yang jauh lebih kecil dan pengap. Setahun lalu perusahaan appa ku mengalami kebangkrutan dan disusul dengan kematian appaku yang mendadak. Padahal seharusnya perusahaan itu menjadi hak milikk karena appa bilang ia mewariskan perusahaan itu padaku, anak satu-satunya. Dan terpaksa kami harus membayar hutang perusahaan dengan rumah, mobil dan asset keluarga lainya, dan hanya menyisakan sedikit uang untuk aku dan omma menyewa sebuah rumah kecil di pinggiran kota, aku pun harus membantu keuangan aku dan omma dengan cara bekerja paruh waktu disebuah restoran sebagai pelayan sednagkan omma yang lulusan universitas ternama masih bisa diterima bekerja disebuah perusahaan besar sebagai asisten senior. Untungnya aku bekerja disebuah restoran bintang 5 sehingga gaji yang kudapat diatas rata-rata gaji pelayan lainnya.

Hari ini aku harus menjemput omma ku dikantornya, dan selanjutnya kami akan mengunjungi makam appa untuk berziarah.

“permisi nona, aku ingin bertemu dengan nyonya Kim Jun Young, aku anaknya” kataku pada receptionist

“oh, kau bisa langsung menuju ruangannya dilantai 7”

“baiklah, gomawo” kataku lalu menuju lift, aku sudah beberapa kali ke ruangan omma ku jadi sudah tidak asing lagi.

Pintu lift terbuka dan aku langsung menuju ruangan ommaku yang bersebelahan dengan ruangan boss nya yang merupakan pemilik perusahaan ini, dan aku dengar dari omma, boss nya juga masih punya banyak perusahaan besar serupa.

Ternyata didepan ruangan omma duduk seorang namja yang sepertinya lebih muda beberapa tahun dariku tapi dari penampilannya tak usah ditanya berapa harga baju yang ia pakai. Aku jadi berfikiran, kalau saja perusahaan appa tidak bangkrut mungkin hidupku seperti anak ini. Ia hanya tersenyum singkat saat melihatku. Aku menuju runagn omma ku

“kau pasti anak Kim Jun Young ahjumma ya?” tanyannya, ia terlihat sedikit tidak suka saat menyebutkan nama omma ku, atau mungkin hanya perasaanku saja.

“iya, kau siapa?” tanyaku

“aku anak Kang Choi Hee” katanya singkat. Aku benar, ia anak pemilik perusahaan ini.

“omma mu sedang diruangan appa, sepertinya sedang ada hal penting yang mereka bicarakan”

“apa?” tanyaku, ia mengngkat kedua bahunya

“aku juga tidak tau, aku tidak boleh kedalam” kata anak itu

“oh, kalau begitu aku juga akan menunggu disini” kataku lalu duduk didekatnya. Tak lama ia berdiri dan beranjak pergi

“kau mau kemana?” Tanya ku

“bosan aku menunggunya, aku mau menunggu dirumahnya saja” katanya llau berlalu. Tinggallah aku sendirian. Tiba-tiba aku mendengar suara-suara mencurigakan dari dalam ruangan itu. sepertinya ada yang sedang melakukan sesuatu yang biasa dilakukan orang dewasa. Aku yang penasaran segera mendekat dan meletakan kupingku di pintu.

“terima kasih kau sudah membebaskan ku dari Kim Hyun Jin” itu suara ommaku, ia menyebut nama appa ku. Tapi apa maksudnya terbebas dari appaku

“itu hal mudah jagi, hanya membuat perusahaannya bangkrut sehingga kau punya alasan untuk pergi meninggalkannya” terdengar suara berat seorang lelaki, itu pasti boss omma.

“dan masalah kematiannya, aku tak menyanga kau sungguhan melakukannya” suara omma lagi.

KLEK

Ternyata pintu ini tidak terkunci, aku mengintip. Omma ku duduk dipangkuan seorang namja yang sepertinya seumuran dengan appa, lelaki itu menciumi omma ku dan sepertinya omma tidak menolaknya, terbukti dengan tangan omma yang mengelus rambut pria itu. aku baru sadar baju apa yang omma pakai.rok terusan mini yang menunjukan bentuk tubuhnya. Selain didepan appa aku tidak pernah melihat omma memakai baju seminim itu, tapi kali ini dideapn boss yang sedang menggodanya.

Dadaku sesak melihat semuanya. Tapi aku tepa berdiri situ dan mendengarkan cerita selanjutnya

“aku sudah bilang aku akan menyingkirkan Kim Hyun Jin selamanya dan membuatmu kembali pada pelukanku. Dan bukan hal sulit untuk Kang Choi Hee untuk membuat keparat itu ditemukan di gantung diri seolah-olah ia bunuh diri” pembicaraan mereka terputus oleh ciuman omma pada lelaki itu.

“anak buamu sungguh hebat” puji omma ku

“itu hanya untukmu seorang” dan detik itu juga aku berlari pulang, setelah mengetahui semuanya.

***

“jaejoong, omma pulang” terdengar suara omma. Tapi aku tak bergeming, aku menghisap rokokku, sudah lama aku tidak merokok, tapi kali ini rokok pun tak bisa menghilangkan rasa frustasi ku.

“jaejoong, kemarilah. Ada yang mau omma ceritakan” aku merasa sakit hati saat melihat sorot mata omma, aku tahu ia berusaha terlihat biasa saja didepanku.

“apa?” kataku tidak mau melihat kearah omma.

“hmm…. Bagaimana kalau omma memutuskan untuk menikah lagi?” aku tidak terlalu terkejut, hanya tersenyum kecut

“kau setuju?”

“tidak. Omma lupa appa baru saja meninggal tapi omma sudah mau menikah lagi?….. dengan pembunuh appa” kataku. Wajah omma berubah pucat. Dan tiba-tiba amarahku memuncak, dan entah apa yang aku pikirkan, aku berlari menuju garasi rumahku, mengambil sebotol bensin dan membawanya menuju hadapan omma ku. Wajahnya terkejut seketika.

“jaejoong…apa yang kau lakukan? Jaejoong… “ omma mundur beberapa langkah, aku muak melihat wajahnya. Aku menyulut api dan melemparkan botol berisi bensin itu kehadapan ommaku. Api mulai memenuhi ruang tengah rumahku. Aku menyaksikan omma terbakar, ia menjerit kepanasan, tapi aku memilih untuk pergi meninggalkan rumah sebelum orang-orang datang dan sebelum aku juga ikut terbakar. Dan detik itu juga aku bersumpah akan membalas dendam pada orang yang sudah membunuh appaku.

FLASHBACK END

***

Author POV

Hanyoung masih memberontak, dan jaejoongpun dengan mudah menghentikan pemberontakan hanyoung. Ia meletakan ujung senjatanya dipelipis hanyoung.nafas hanyoung memburu, ketakutan.

“semakain kau melawan, semakin aku ingin menyetuhmu ,baby” bisikan jaejoong membuat hanyoung bergidik ngeri. Jaejoong mencium bibir hanyoung lembut, tapi setelahnya seringaian muncul di sudut bibir hanyoung.

“malam ini kau akan jadi milikku seutuhnya….”

***

Minhyuk mengendarai mobil seperti orang kesetanan, ia sudah berapa kali nyaris menabrak mobil lain yang melaju lebih lambat. Sekarang yang ada diotaknya hanya hanyong, yang netah bagaimana nasibnya bersama jaejoong.

Minhyuk mengeratkan cengkramannya pada stri mobilnya, menekan pedal gas sekuat mungkin. Ia berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan hanyoung.

***

Jaejoong menjambak rambut hanyoung , menjenjangkan lehernya dan ia menciumi leher hanyoung.

“jaejoong hentikan aku mohon…..” hanyoung memohon sambil menangis.

“jangan harap” kata jaejoong. Lalu ia membuka kancing kemeja hanyoung satu persatu.

“jaejoong lebih baik kau bunuh aku daripada kau melakukan ini semua” pinta hanyoung

“memang itu niatku, jagi…membunuhmu” kata jaejoong tajam.

“jangan pernah harap kau bisa membunuh hanyoung”

Seketika wajah hanyoung berubah lebih tenang setelah melihat sosok yang sekarang sedang menyodorkan senjatanya kea rah kepala jejoong, siap menembaknya.

“akhirnya kau datang” kata jaejoong dengan tenang, walaupun tahu benda berbahaya sedang menempel dikepalanya.

“bukankah ini yang kau tunggu Kim Jaejoong” pandangan mereka bertemu dan kebencian yang amat sangat terlihat dari kedua mata namja itu.

–TBC–

maaf kalo part ini jaejoongnya banyak banget, soalnya part ini nyeritain asal mula masalahnya, dan biar readers semua juga pada tau kenapa jaejoong sebegitu ga sukanya sama minhyuk. part 5 Author janji bakal full minhyuk, makanya tungguin part selanjunya ya ^^

18 thoughts on “Young Mafia [part 4]

  1. huhuhu.. jaejoong ja’at
    knpa jd benci sma minhyuk kn yg slah appa’y minhyuk..
    tp yasudah lakh,, itu urusan mreka.. hehehe
    d-lanjut yaa..
    kurg pnjang neh kaya’y..😀

  2. daebak thor…
    dh lama bgd q nungguin klanjutannya…
    next part wajib banyakin minhyuk y thor…

    kasihan hanyoung… jaejoong jahat deh…
    minhyuk tolongin hanyoung…

  3. Oh.. tidak apa-apa kalo part ini part abangku di banyakin. seneng kok ^^ oh iya, keren banget nih ff! tapi aku rada mulai ilfeel pas bagian nc… hehe..

  4. YAHHHH minhyuk jangan dateng dulu dong, itu jaejoong sama hanyoung lagi seru #PLAK #PLAK #PLAK
    saiko banget ya jaejoong. tapi ga ada asep sih kalo ga ada api. *bisa aja asap buatan. abaikan*
    emang kenapa ibunya jaejoong gamau sama suaminya lagi? emang dari dulu ga cinta? atau akunya yg ganyimak banget cerita ini?
    hueh pokoknya seru deh.
    ditunggu NC minhyuk-hanyoung #EH

  5. Stju sm mmpeb eon.. Coba aj minhyuk agk lamaan dtg.a.. Smpai hanyoung.a brdarah dikit gtu biar sadis #PLAK
    Kasian bnget idup jaejoong dsni.. D.tnggal ayah, d.khianati ibu, d.tnggal hanyoung lg.. Tp aku sk tuh yg agak brbau slingkuhan gtu:D *stress. Lanjut ya:)

  6. entah kenapa kalo dipikir yg pas jadi minhyuk dstu iti Jonghyun(?) #ditimpukauthor
    wajahnya lebih mendukung urusan kayak gini ketimbang Minhyuk -..-

    nice laaah

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s