Playboy Vs Playgirl [chapter 9]

chapter 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8

 

Author: mmmpeb

Genre: romance, friendship, family

Length: chaptered

Rating: PG16

Cast:

  • Kang Minhyuk CNBLUE
  • Krystal / Jung Soojung F(X)
Other cast:
  • Key / Kim Kibum SHINee
  • Kang Minyeon [OCs]
  • Choi Hyerin [OCs]
  • Jung Yonghwa CNBLUE

Disclaimer: this’ my own plot *walaupun keliatannya ceritanya basi* keluar dari otak seorang febri

Note: Pertama-tama, maaf karakter Krystal aku buat jutek. soalnya tampangnya mendukung #plak. Yang kedua, gara-gara baca clandestine (cmiiw klo judulnya salah) di ffindo, aku jadi suka minhyuk-krystal, yah saya shipper mereka. Tapi soal jutek2an aku ga ikut2an dr ff itu, seperti yang aku bilang tadi, tampangnya mendukung (?). Dan yang ketiga dan terakhir, SELAMAT MEMBACA~ jangan lupa komen ^^

***************************************************

 

KURANG AJAR!!!!!!!

Yeoja iblis yang bernama Choi Hyerin itu benar-benar kurang ajar! Kalau tidak ada dosen yang memergoki kami tadi, mungkin pipinya sudah merah karena tanganku! Sial! Bagaimanapun aku harus menyeretnya ke hadapan Krystal dan menyuruhnya menjelaskan kejadian yang sebenarnya.

Seringaian seorang Choi Hyerin sangat tidak bisa aku lupakan. Oke, dia memang sengaja menjebakku. Aku benar-benar tidak tahu kalau Hyerin adalah teman SMA Krystal. Aku tahu itu barusan dari Kihoon, teman sekelasku yang kebetulan ternyata teman SMA mereka.

“Kang Minhyuk! Please go somewhere else! I don’t want to see you here just right now, daydreamer!”

Oh baguslah! Aku juga sedang tidak mood mengikuti kelas sekarang.

Tanpa menatap mata dosen bahasa inggrisku, aku keluar dari kelas. Kutelusuri lorong kampus dan akhirnya aku menemukan sosok yang telah membuat moodku hancur sejak kemarin.

“Mau ke mana lagi?” kucengkram erat pergelangan tangannya. Dia tidak memberontak, justru berjalan mendekat. Malah aku yang terpaksa melepas tangannya.

“Hai, chagi!”

“Aku harap kau ingat kalau kita tidak ada hubungan apa-apa!”

“Masih marah ya dengan kejadian kemarin?” tanya Hyerin. Tangannya ingin meraih kerah jaketku, tapi buru-buru kutepis.

“Sialan kau! Ikut aku dan jelaskan semuanya pada Krystal apa yang sebenarnya terjadi kemarin!”

“Shiro! Aku tidak salah, Minhyuk-ssi!”

“KAU MENFITNAHKU!!!” Aku kelepasan! Emosiku sudah diambang batas. Sudah tidak peduli apa komentar orang-orang yang ada di lorong ini.

Hyerin hanya tersenyum. Lebih cocok disebut seringai. Sungguh wanita cantik berhati busuk.

“Memang tujuanku itu!”

“Kau marah karena dulu aku selingkuh? Maafkan aku, Hyerin-ssi, tapi aku memang ingin putus denganmu saat itu!”

Dia hanya diam terpaku dengan matanya yang terpejam. Lambat laun air mata mengalir dari ujung matanya. Saat matanya terbuka, terlihat jelas warna putih di bola matanya sedikit memerah dan berair.

“Beginilah kondisiku setelah aku putus denganmu! Tapi akhirnya aku sadar, tidak ada gunanya aku menangisi pria bodoh sepertimu! Hatiku sakit, apalagi saat melihat kau merangkul pacar barumu, Soojung! Cih! Kau bersenang-senang sedangkan aku menderita!”

Aku memang bodoh! Aku tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan Hyerin dan Hyerin-Hyerin sebelumnya. Aku sungguh sangat menyesal. Kenapa penyesalan selalu di saat-saat terakhir? Andai waktu bisa dimundurkan, aku ingin kembali ke masa awal kebodohanku.

“Maafkan aku, Hyerin-ssi! Aku benar-benar menyesal! Maafkan aku!”

“Aku sudah memaafkanmu, Minhyuk-ssi! Tapi rasa sakitku tidak bisa hilang. Maaf, aku tidak mau bicara apa-apa pada Soojung!”

Dia berjalan melewatiku. Entah kenapa tubuhku sulit sekali untuk digerakkan. Ya Tuhan, bagaimana aku menjelaskannya pada Krystal? Dia masih tidak mau bicara padaku.

 

*****

 

Ini sudah ke seribu kalinya aku menelpon Krystal, tapi tetap saja tidak di angkat. Hari ini menginjak hari ketiga semenjak peristiwa salah paham itu dan aku sangat merindukannya. Krystal tidak ada di apartemennya. Aku tidak tahu dia di mana. Mungkinkah menumpang di rumah Yonghwa hyung? Ah, aku tidak tahu di mana dia tinggal. Atau kutelpon saja? Bisa habis aku karenanya.

“Minhyuk-ah, makanlah sedikit!”

“Aku tidak lapar, Key!”

Nafsu makanku benar-benar hilang. Aku bahkan belum memasukkan apapun ke dalam perutku sejak kemarin pagi, mungkin hanya beberapa gelas air.

“Payah! Begini saja langsung tidak mau makan. Kau berlebihan, Kang Minhyuk!”

Kali ini aku benar-benar tidak ingin ribut. Biarlah dia mau bicara apa tentangku.

“kalau Minyeon noona tahu kelakuanmu begini, dia pasti sangat mencemaskanmu. Aku tidak mau dia kepikiran macam-macam, takut berpengaruh pada kandungannya. Bersyukurlah karena aku tidak menceritakannya.”

“Gomawo!”

Hanya jawaban singkat itu yang terlontar dari mulutku. Mengenai pacar bajingannya saja mungkin sudah memenuhi isi kepala noona, yah walaupun di depanku dia terlihat baik-baik saja, tapi tetap saja aku tidak mau menambah beban pikiran noona mengenai keadaanku sekarang.

Aku bingung harus memulai dari mana. Sama sekali belum pernah mengalami pertengkaran seperti ini. Sebelum-sebelumnya aku yang memicu pertengkaran, itu supaya aku bisa bebas dari jeratan mantan-mantanku.

“Ah sudahlah! Tidak ada gunanya membujuk arjuna yang kesepian ini. Aku pergi, ya! Sudah janji akan mengantar noona check up kandungan hari ini!”

Sigh! Aku benar-benar kesepian!

 

*****

Yes, i got it! Aku mendapat alamat rumah Yonghwa hyung dari Kihoon –teman sekelasku. Dan setelah kucocokkan alamat rumah yang tertera di kertas dengan rumah yang di depanku ini, aku rasa memang ini rumahnya.

Kutekan bel rumah berkali-kali.

CKLEK!

“Annyeong, hyung! Aku-!”

BRAK!

Pintu yang sempat terbuka dibanting dengan kasar. Bahkan pintu daunnya nyaris mengenai ujung hidungku. Kalau keadaannya begini, Yonghwa hyung pasti tahu yang terjadi di antara aku dan Krystal.

DOK DOK DOK!

“Hyung, biarkan aku bertemu dengan Krystal! Aku harus bicara dengannya!”

Pintu tiba-tiba terbuka dan aku disambut dengan tinju yang bersarang di perutku.

BHUG! BHUG! BHUG!

Hingga aku terjatuh, dia masih memukul perutku.

“Sudah kubilang kan untuk menjaga adikku! Kau membuatnya menangis! Aku tidak akan memberikanmu kesempatan!”

“H…hyung, dengar dulu penjelasanku. Aku sungguh-“

“Pergi! Atau perlu kupanggilkan polisi?”

Matanya garang menatapku. Dia mendengus kesal melihatku berdiam diri, lalu masuk ke dalam rumahnya dan dengan sengaja membanting pintu.

Sampai kapanpun, aku akan tetap berusaha mengejar Krystal.

 

*****

“Dokter bilang janinnya sehat.”

“Hmm!”

“Asal noona terus menjaga kesehatan dan terus mengontrol asupan gizinya, calon bayinya akan tumbuh sehat.”

“Hmm!”

“Kau tidak menyimak ucapanku, ya?”

“Hmm!”

“PABO!” Key berteriak tepat di telingaku.

Ada apa denganku? Aku tidak bisa marah. Seperti tidak punya tenaga.

Kang Minhyuk sedang merana karena Jung Soojung.

Helaan nafas Key terdengar jelas. sofa sedikit berguncang karena hempasan tubuhnya.

“Aku akan segera melamar noona!”

“Hmm!”

Hening. Terasa aneh.

“MWO?”

Aku tidak salah dengar, kan?

“Aku serius, Minhyuk!”

Tanpa kau jelaskan juga aku tahu. Wajahmu mengeras, ekspresi serius dari Kim Kibum selain menahan emosi.

“Benar.benar.serius?”

“Se.ri.us!”

Aku cukup senang sebenarnya. Noona beruntung mendapatkan orang sebaik Key. Tapi aku takut Key akan kecewa begitu nanti noona malah menolaknya. Ya ampun, dua orang ini membuatku rumit.

Yaaaa! Kenapa harus Key? Penderitaanku akan bertambah. Aish!

“Kenapa melamun? Tidak suka?”

Aku menoleh pada Key. Mendapati matanya yang menyipit terarah padaku.

“Menurutmu?” tanyaku dengan mata yang tidak kalah sipitnya (?)

“Kau tidak suka!”

Kau tidak mengerti, Key. Noona tidak mencintaimu. Semua perlakuannya padamu hanya karena dia menganggapmu sebagai adik. Saat noona menceritakan pacarnya saja sudah membuatmu kalut, apalagi saat noona menolakmu nanti. Aku tidak tahu bagaimana kacaunya kau nanti.

“Kenapa kau menatapku begitu? Apa aku seperti orang yang pantas dikasihani? Aku tahu noona tidak mencintaiku, tapi aku tidak akan menyerah sampai mendengar sendiri dari mulutnya kalau dia tidak mencintaiku.”

Terserah kau sajalah! Kalau nanti merasa sakit, jangan ajak-ajak aku untuk merasakan sakitmu juga dengan atas nama sahabat.

 

*****

Author pov

 

Dunia terasa seperti tak pernah secerah hari ini dan inilah yang dirasakan Minhyuk. Krystal kembali ke apartemennya sejak seminggu yang lalu lebih memilih rumah Yonghwa ketimbang tinggal di dekat Minhyuk. Tapi gadis itu masih enggan untuk bicara pada Minhyuk, terbukti dari keengganannya membuka pintu dan sengaja mengganti password keamanan dengan kode-kode yang tidak diketahui oleh laki-laki yang statusnya masih sebagai pacarnya itu.

“Krystal, jebal, buka pintunya! Kau harus mendengar penjelasanku dulu. Ak-“

CKLEK!

Senyuman terukir dibibir Minhyuk, tak lama kembali menghilang begitu melihat koper besar yang bertengger di samping Krystal.

“Kau..mau ke mana?”

“Menurutmu?” balas Krystal dengan nada ketusnya.

“Ayolah, ini bisa kita bicarakan baik-baik!”

“Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, tuan playboy! Aku sudah tahu semuanya. Mulai saat ini kita tidak ada hubungan apa-apa lagi!”

Krystal menerobos tubuh kaku Minhyuk yang masih mencerna kata-kata Krystal barusan.

“Putus?” gumam Minhyuk. Masih tidak terima dengan keputusan itu, Minhyuk segera berlari mengejar Krystal yang sudah berjalan jauh. “YA!”

Minhyuk menarik kasar lengan Krystal, membuat gadis itu berdiri berhadapan dengannya.

“Kenapa kau buat keputusan seenaknya? Aku tidak mau! Kau, Jung Soojung, masih menjadi pacarku.”

Krystal berusaha menepis lengan Minhyuk, tapi ternyata cengkramannya lebih kuat.

“Lepas, Minhyuk! Kau sudah mendapatkan uangnya, untuk apa lagi kau mempertahankan aku?”

“Uang?”

“Jangan pura-pura bodoh! Kau bertaruh dengan Key, kan?”

“Bertaruh? Maksudmu aku mempertaruhkanmu? Siapa yang mengatakannya? Hyerin?”

Merasa cengkraman Minhyuk mulai melonggar, Krystalpun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. buru-buru ia menarik tangannya.

“Itu bukan urusanmu!”

Krystalpun beranjak pergi dari hadapan Minhyuk, meninggalkan banyak pertanyaan di benak namja itu. Minhyukpun hanya diam mematung, membiarkan dirinya bergelut dengan pikirannya sendiri. Mencari akal bagaimana caranya agar Krystal mau kembali padanya. Cukup sudah dia kehilangan orang yang dicintainya dan ia tidak mau itu terulang untuk yang kedua kalinya.

Minhyuk berlari. Menyusul gadisnya yang entah sudah berjalan hingga sejauh mana. Kedua tangannya mengepal, bertekad akan menyelesaikan masalahnya hari ini juga. Walaupun Krystal memberontakpun, dia akan tetap menyeret gadis itu kehadapan Hyerin.

Jackpot! Bukan hanya Krystal yang berhasil dia temui, sang biang keladipun kini ada di depan matanya, membantu Krystal meletakkan kopernya ke bagasi mobil. Tepat saat Krystal menarik gagang pintu mobil sisi kanan, Minhyuk mencegahnya. Dan kini Krystal yang bertanya-tanya di benaknya, kenapa malah Minhyuk yang masuk ke dalam mobil Hyerin?

“Jalan!” perintah Minhyuk tanpa menoleh pada Hyerin yang sibuk mengenakan seatbeltnya.

“Mwo?” Hyerin kebingungan, tapi senyumanpun terukir. “Baiklah!”

Diluar skenario. Awalnya Minhyuk memang ingin memaksa Hyerin bicara lagsung pada Krystal. Setelah memikirkannya lebih jauh, dia sadar akan konsekuensi jika Hyerin malah bicara yang hanya akan memperkeruh suasana. Untuk itu dia butuh bicara empat mata pada gadis licik itu dan membuat kesepakatan.

Mobil Hyerinpun melaju, meninggalkan Krystal dengan seribu pertanyaan. Semua pikiran negatif muncul di otaknya.

“Aku tidak salah lihat, kan?” gumam Krystal, menghapus air matanya yang tiba-tiba mengalir melihat mobil Hyerin makin menjauh darinya.

Krystal makin terisak. Sangat tidak peduli orang sekitar ingin menganggapnya apa. Yang ada dipikirannya adalah Minhyuk benar-benar sudah tidak peduli dengannya. Asumsi yang ingin sekali dia enyahkan dari pikirannya selama ini.

“Krystal?”

Seseorang menepuk bahu Krystal, membuat gadis itu menoleh ke belakang.

 

 

 

Mobil Hyerin melaju dengan kecepatan rata-rata. Sang pengemudi hanya bisa tersenyum di dalam kebisuan. Kejadian di luar skenario tadi sungguh menguntungkan baginya dan karena itulah dia tidak bisa berhenti tersenyum.

“Puas?”

“Sangat!”

Kedua tangan Minhyuk mengepal menahan emosinya.

“Apa yang kau mau dariku, Hyerin-ssi?”

“Apa, ya? Aku hanya ingin kau merasakan sakit yang aku derita!”

“Aku sudah minta maaf, Choi Hyerin!”

“MAAF SAJA TIDAK CUKUP!” pekik Hyerin. Suara lantangnya mampu membuat Minhyuk sedikit terlonjak.

Selanjutnya tidak ada yang membuka suara. Mobil Hyerin terus meluncur tak tentu arah. Rasa penyesalan yang amat sangat kini dirasakan oleh Minhyuk.

“Mianhae!” seru Minhyuk lirih. Hyerin tidak menggubrisnya, tetap fokus pada apa yang digelutinya kini. Dadanya terasa sesak menahan tangis.

Hyerin menepikan mobilnya di pinggir jalan dan selanjutnya kembali diam. Air mata yang berusaha ditahannya tidak mampu dibendung lagi. Isakannya membuat penyesalan Minhyuk semakin membesar.

“Kau tahu kapan pertama kali aku pacaran?”

Minhyuk hanya diam, memandangi dashboard yang ada di depannya. Dia sama sekali tidak tahu harus menjawab apa karena dia tidak pernah mengorek informasi lebih jauh mengenai mantan kekasihnya itu.

“Enam bulan yang lalu. Denganmu! Cinta pertamaku.”

Perlahan kepala Minhyuk menoleh pada Hyerin. Rasa bersalah semakin menghantuinya saat melihat gadis itu mengelap air mata yang tidak mau berhenti turun. Hyerinpun membalas tatapan sayu Minhyuk.

“Kenapa? Kasihan, ya?” tanya Hyerin di sela tawa mirisnya.

Minhyuk tidak mampu berkata-kata. Seolah rasa bersalahnya mengunci bibirnya untuk berbicara. Tatapannya memang terarah pada Hyerin, hanya saja kosong. Dan hal itu dimanfaatkan oleh Hyerin. Tubuh gadis itu condong pada Minhyuk dan tiba-tiba mencium bibirnya. Merasakan sentuhan dibibirnya membuat Minhyuk tersadar, kedua tangan besarnya mendorong bahu Hyerin dengan kasar.

“Kau benar-benar menolakku rupanya? Baiklah!”

Dengan emosi yang meluap, gadis itu menekan gasnya secara tiba-tiba hingga membuat tubuh mereka berdua tersentak.

“Hyerin-ssi, pelankan kecepatannya!” seru Minhyuk. sebelah tangannya memegang erat sebuah gagang yang ada di atas pintu mobil. Hyerin hanya menyeringai. Akal sehat perlahan tergantikan oleh keemosiannya.

“Kau belum pernah melihat singa betina marah? Kali ini kau akan melihatnya!”

Pedal gas kembali Hyerin tekan semakin dalam.

 

 

 

“Kau percaya padaku, kan?”

Minyeon menatap Krystal dengan memelas. Tangannya menggenggam tangan Krystal, meyakinkan kalau adiknya tidak mungkin berbuat seperti yang gadis itu pikirkan.

“Tapi kau tidak bisa merasakan kalau kau yang ada di sisiku, eonni! Aku melihatnya sendiri!”

“Melihat langsung mereka berdua bercumbu? Tidak, kan?”

Krystal menghela nafas, lalu menggeleng lemas. Membenarkan apa yang dikatakan Minyeon barusan.

“Yang kau lakukan seharusnya bukan menghindarinya, Krys! Aku tahu sekali adikku! Jika Minhyuk sudah menemukan sesuatu yang sangat berharga baginya, dia akan terus menjaganya. Dan mengkhianatimu aku rasa itu bukan adikku kalau memang dia benar-benar mencintaimu.”

Kedua tangannya kini menutup wajahnya. Terisak karena menyesal dengan perlakuannya belakangan ini pada Minhyuk.

BRAKKK!

Kepala Minyeon dan Krystal spontan menoleh begitu mendengar bantingan pintu apartemen Minhyuk. Key muncul dengan wajah paniknya. Peluh keringat memenuhi wajahnya karena berlari terburu-buru. Ada sesuatu yang penting yang harus disampaikannya segera.

“Key-ah? Gwaenchana?” tanya Minyeon. Gadis yang sedang berbadan dua itupun berjalan menghampiri Key.

“Aku tidak apa-apa. Tapi adikmu yang sedang ada apa-apa.”

“Maksudmu?”

“Minhyuk kecelakaan!”

 

 

 

Sudah sepuluh jam Minhyuk meringkuk di atas tempat tidur dengan selang oksigen yang membelit hidungnya dan kabel-kabel yang menempel di sekitar dadanya. Garis elektrokardiograf masih membentuk garis zig-zag, menggambarkan pergerakan jantung Minhyuk. Masa kritisnya sudah lewat. Untung orang-orang di sekitar buru-buru membawa Minhyuk menuju rumah sakit begitu kecelakaan terjadi, sehingga Minhyukpun masih terselamatkan.

Krystal tidak beranjak sedikitpun dari sisi Minhyuk. Betah duduk berjam-jam tanpa menghiraukan rasa pegal yang melanda. Rasa pegal yang memang tidak sebanding dengan rasa sakit yang sedang dialami sang pacar sekarang ini.

Kedua tangan Krystal mengusap-usap tangan Minhyuk yang bebas dari selang infus. Sesekali mengecupnya. Berharap tangan itu bergerak. Namun hingga saat ini, tidak ada pergerakan apa-apa dari tubuh Minhyuk, hanya dadanya saja yang naik turun seiring namja itu bernafas.

“Krystal, aku akan mengantar noona pulang. Jangan lupa makan! Makanannya ada di atas meja.”

“Gomawo, Key!”

Minyeon mengacak-acak puncak rambut gadis keras kepala itu. Sudah beberapa kali ia membujuk Krystal untuk beristirahat di apartemennya, tapi Krystal terus menolak.

“Kalau ada apa-apa, hubungi kami, oke?”

Krystal mengangguk. Matanya tidak lepas dari sosok Minhyuk yang betah memejamkan matanya berjam-jam.

Key merengkuh bahu Minyeon, menuntun gadis itu keluar dari ruangan khusus tempat Minhyuk berada. Dirasakannya bahu Minyeon bergetar, menangis karena keadaan Minhyuk.

“Gweanchana, noona! Minhyuk akan baik-baik saja!”

Minyeonpun mengangguk, percaya akan ucapan Key.

Tiba-tiba tubuh Minyeon tersentak karena Key tiba-tiba membalikkan tubuhnya.

“Eee.. noona, kau duduk di ruang tunggu dulu, oke? Aku… aku ingin beli minum dulu!”

Tanpa menunggu respon, Key berlari meninggalkan Minyeon. Berlari mengejar seseorang yang tidak asing baginya yang tidak sengaja dia lihat sedang berjalan berbelok di lorong rumah sakit. Keypun berbelok dan matanya menangkap sosok itu sedang masuk ke dalam ruang inap yang sempat Key kunjungi sebelumnya.

Dibukanya pintu kamar itu sedikit. Dari celah pintu, Key bisa menangkap sosok tadi sedang berbicara serius dengan sang penghuni kamar. Telinganya mendengar kata demi kata yang meluncur dari mulut mereka. Tangannya mencengkram gagang pintu dengan erat. Raut wajahnya mengeras, menahan emosi.

BRAK!!!!

Key mendorong pintu itu dengan kasar hingga dua orang itupun menoleh secara tiba-tiba pada Key.

“K…kau?”

“Apa kabar?” sapa Key dingin. “Masih ingat aku? Yang tadi pagi.”

Key berlari menghampiri namja itu dan memukulnya bertubi-tubi.

 

-tbc-

 

maaf ya kalo part ini mengecewakan. jenuh jenuh~

makasih udah baca🙂 jgn lupa komentarnya

 

24 thoughts on “Playboy Vs Playgirl [chapter 9]

  1. hyerin jahat…!!! ga suka ma dia…..
    greget deh kenapa krystal baru sadar minhyuk ga salah pas minhyuk udah kecelakaan gitu….
    eh itu siapa yang key bentak?????
    penasaraaaaaan……lanjuuuut >,<

  2. owalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah kenapa makin rumit ini haduuuh…
    plis olisssss minhyuk mesti bangun sadar. itu hyerin giman ?? apa dia udah tewas dlm kecelakaan itu ??? semoga aja iya. *evil
    krystal mulai memaafkan minhyuk nih… ayooo jaga minhyuk ampe sembuh ya.
    hmmmm itu namja siapa yg disamperin key ??? jgn2 laki yg hamilin kakanya minhyuk. kok key tau sihhhh ??? hmmmm… jonghyun ya ??
    aishhhh author lanjutiiiiin segera ya ya ya .. jgn lama2 okeeee.

  3. wah, siapa itu yg dpukul sma key???
    minhyuk cepet sembuh…
    q sedih lhat minhyuk sakit gtu…
    smw gra” hyerin…

    sapa itu thor?? penasaran…
    ayo lanjutannya…

  4. Makin seru ni, hyerin gmana y?dy mati g? *kejam* kalau tu ank masi idup,moga dy bisa sadar. Amiin

    trz yg ditemuin key itu sapa?jonghyun y??apa sblumx key brtmu JH?ngapain?trz ngapain tuh cow dirumah sakit?apa yg mrk bicrakan? *cerewet*

  5. minhyuk kecelakaan! ah, kasian minhyuk… T.T
    tapi untung krystal udah ga salah paham.
    wah, key sangar juga. siapa tuh yang dihajar?
    oke next chapter~

  6. E buset yonghwa galak amat -,-
    Nah bener kan tuh hyerin mau balas dendam sama minhyuk gara2 dulu diputusin sepihak ckck
    Tapi kasian minhyuk malah kecelakaan… Semoga mereka berdua cepet baikan! Nggak sabar endingnya kayak gimana…
    Next

  7. Ih sumpah deh hyerin nyebelin banget -_-
    Lah lah, gara2 hyerin.. minhyuk kecelakaan..
    Aku senang deh akhirnya krystal mempercayai minhyuk lagi..
    Nah siapa yg ditemui key? Penasaran~~

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s