Young Mafia [Part 5 -END-]

Part 1  | Part 2 |Part 3 |Part 4

Author : happyhanna (@hannamoran)

Lenght : *chaptered

Genre: Tragedy, Romance, Kekerasan

Rating : PG 17

Casts: Kang Min Hyuk

Kim Jae Joong (JYJ)

Yuri (SNSD)

Park Han Young [OCs]

Dis: Happyhanna’s ideas

Notes: last part ……

makasih banyak buat reader yang udah ngikutin cerita young mafia yang garing ini #bow…. maaf kalau ceritanya kurang seru atau mungkin kependekana dan kepanjangan miaaaan….tapi author tetep butuh comment juga, mian kalau ada typo. jadi selamat baca dan sampei ketemu di FF author yang lainnya😀

***

Mata kedua namja itu saling memandang, kebencian yang amat sangat saling menusuk dari tatapan mereka.

“akhirnya aku bisa berhadapan denganm kang min hyuk”

“seharusnya aku yang berkata seperti itu, bukankah kau yang selama ini pengecut huh” balas minhyuk

Telunjuk jaejoong bersiap untuk menekan tuas yang akan langsung meluncurkan sebuah peluru kearah hanyoung,

“kau menembak hanyoung, aku akan menembakmu” kata minhyuk tajam, tapi hanya dibalas senyuman mengejek jaejoong.

“seharusnya kau memberikan penghargaan padaku, karena aku sudah membalaskan dendammu”

Minhyuk hanya diam, ia tidak mau terkecoh dengan segala omongan jaejoong.

“kau seharusnya berterima kasih karena aku sudah membunuh pembunuh omma dan noonamu”

Minhyuk masih diam, ia memandangi hanyoung yang masih meringkuk dipojokan, minhyuk sedang mencari cara agar hanyoung bisa kabur dari sini.

“omma ku yang sudah membunuh omma dan noonamu, yaaaa sebenarnya omma ku hanya ingin membunuh omma mu saja, tapi sayang noona mu melihat semuanya, terpaksa ommaku membunuh noonamu juga” jaejoong bercerita dengan ringan, seolah itu bukanlah cerita yang menyeramkan.

FLASHBACK

Seorang wanita dengan dandanan elegan keluar dari sebuah mobil mewah bersama seorang gadis remaja yang tak kalah modisnya. Mereka berdua masuk kesebuah rumah mewah, seluruh pelayan rumah itu menunduk saat 2 wanita itu lewat dihadapan mereka.

“selamat sore nyonya” sapa kepala pelayan dirumah itu.

“selamat sore” sapa wanita itu ramah

“ada tamu yang sedang menunggu anda didalam nyonya” kata kepala pelayan itu

“tamu? Siapa? Aku tidak membuat janji dengan siapapun hari ini”

“tamu anda adalah nyonya Kim Jun Young” raut wajah wanita itu berubah.

“baiklah, aku akan menemuinya” , wanita itu dan anak gadisnya masuk kedalam rumah.

“minhyun, kau keatas saja dulu. Omma kedatangan tamu”

“ne, omma” dan gadis itu menuju kamarnya sedangkan ibunya menemui tamunya.

Seorang wanita lain sedang duduk manis di ruang tamu rumah mewah itu.

“masih ada muka kau kesini?” wanita bernama Kim Jun Young itu tersenyum melihat kedatangan nyonya rumah yang langsung melontarkan pertanyaan pedas. Senyuman licik.

“suamiku sedang tidak ada dirumah” jawab nyonya rumah dengan ketus.

“kau sungguh wanita tidak tau diri. Kau sudah punya suami dan anak, tapi masih saja menggoda suami orang” nyonya rumah, Kang Ah Ra menatap tajam selingkuhan suaminya yang kini sedang berdiri dihadapannya.

“itulah tujuanku datang kesini, untuk mempermudah semuanya”

“maksudmu?”

“aku tidak ingin berlama-lama disini. Aku datang kesini hanya untuk memintamu satu hal…. Bercerailah dengan Choi Hee, agar aku bisa menikah dengannya”

PLAAAAK

Tamparan keras mendarat di pipi nyonya Jun Young

“kau wanita jahanam, wanita murahan!!!” cacian keluar dari mulut nyonya Kang Ah Ra

“kau boleh saja bilang aku ini wanita murahan atau apapun yang kau mau, tapi asal kau tahu saja Choi Hee lebih mencintaiku daripada kau”

“itu karena kau menggodanya, dasar murahan!! Aku tau kau hanya menginginkan uangnya, karena suamimu tidak sekaya Choi Hee, yakan?”

“kita sama-sama wanita jadi aku yakin kau juga tau rasanya jadi aku, aku mohon…”

“tidak!!! Aku tidak akan membiarkan siapapun mengambil Choi Hee dariku, seberapa keraspun kau menggoda suamiku, aku tidak akan menceraikannya untuk wanita sepertimu”

“ia lebih bahagia dengan ku, jadi …..”

PLAAAAAK

Sebelum pembicaraannya selesai  pipi nyonya Jun Young kembali merasakan tamparan keras di pipinya.

“KELUAR DARI SINI KAU PEREMPUAN MURAHAN, JANGAN PERNAH MUNCUL DIHADAPANKU, DAN TINGGALKAN SUAMIKU” teriak nyonya Ahra, tapi nyonya Jun Young merogoh tas tangannya dan mengeluarkan sesuatu yang berkilap, pisau lipat.

Ia melangkah cepat dan menusukan pisau itu diperut nyonya Ahra sebanyak 4 kali, darah segar mengalir dari perut nyonya Ahra, ia terjatuh.

“ini cara tearkhir untuk menyingkirkanmu Ahra”

***

“noona bilang pada omma aku pulang terlambat, aku masih harus latihan basket disekolah”

“ne, nanti kau dijemput supir seperti biasa” kata minhyun pada minhyuk, adiknya ditelepon

“ne” kata minhyuk dan mengakhiri teleponnya. Minhyun berjalan ke pintu kamarnya berniat untuk memberitahu ommanya kalau dongsaengnya akan pulang trelambat

“KELUAR DARI SINI KAU PEREMPUAN MURAHAN, JANGAN PERNAH MUNCUL DIHADAPANKU, DAN TINGGALKAN SUAMIKU” minhyun kaget mendengar teriakan ommanya dari tamu, ia ingat ommanya sedang menerima tamu, minhyun yang khawatir segera turun untuk melihat apa yang terjadi.

Tubuh minhyun bergetar melihat apa yang terjadi pada ommanya ia bahkan tidak punya tenaga untuk berteriak minta tolong, tamu itu mengeluarkan pisau lipat dan langsung menusukkannya pada tubuh ommanya, hingga ommannya bersimbah darah dan terjatuh kelantai. Dan tamu itu berniat meninggalkan ommanya begitu saja, tapi tatapan mata minhyun dan nyonya Jun Young bertemu, jun young panic, ia ketahuan.

Tanpa pikir panjang nyonya jun young menarik minhyun ka ruang tamu, dan ia mengambil pisau yang Masih menancap di perut nyonya Ahra yang sudah terbujur kaku. Ia menusukan pisau itu beberapa kali ke perut minhyun, membunuhnya agar ia tidak bisa bercerita pada siapapun apa yang ia lihat tadi. Sekarang sudah tergeletak dua mayat ibu dan anak dengan darah besimbah. Junyoung memutuskan segera kabur sebelum para pelayan menemukannya.

***

FLASHBACK END

Tangan minhyuk bergetar mengetahui kebenaran pembunuhan omma dan noonanya. Tapi pikirannya segera teralih pada jaejoong.

Jaejoong bergerak mundur. Minyuk masih waspada.

Jaejoong menarik tubuh hanyoung agar berdiri, dan mendekapnya dari belakang, dan meletakan ujung pistolnya di kening hanyong, ia menyeringai pada minhyuk.

“aku rasa ini adalah balasan yang imbang minhyuk” kata jaejoong, lalu ia mencium pipi hanyoung, minhyuk bisa merasakan ekspersi ketakutan yang amat sangat dari wajah hanyoung.

“ucapkan kata-kata terakhirmu pada namjacinggu mu cantik…” bisik jaejoong.

Minhyuk bersiap menekan tuas pistolnya, tapi tiba-tiba

“kau membunuh jaejoong, maka aku akan membunuhmu” sontak gerakan tangan minhyuk terhanti, ada pistol lain yang mengarah padanya, dan suara yeoja terdengar di telinganya. Posisi mereka sekarang Yuri mengarahkan pistolnya pada minhyuk, minhyuk pada jaejoong dan jaejoong pada hanyoung yang masih dalam sekapannya.

“yuri, kau datang disaat yang tepat chagi” kata jaejoong.

“aku tidak ingin melewatkan kesempatan ini” kata yuri. Suasana hening, tapi hening yang menyeramkan. Tiba-tiba minhyuk menepis tangan yuri, hingga pistol yang yuri pegang terjatuh. Minhyuk segera mangambil pistol itu, sekarang minhyuk punya dua pistol dimasing-masing tangannya, yang satu terarah pada jaejoong dan yang satunya pada yuri. Yuri waspada, pandangan matanya menatap minhyuk, jaejoong dan hanyoung bergantian.

“ini tidak semudah yang kau bayangkan bodoh” kata jaejoong.

“yuri!!!” jaejoong mendorong tubuh hanyoung kearah yuri. Yuri berhasil menangkap tubuh hanyoung. Minhyuk berlari kearah yuri dan hanyoung berniat menangkap tubuh hanyoung terlebih dahulu tapi jaejoong berlari kearah minhyuk sambil mengarahkan pistolnya, tapi dengan reflek minhyuk memukul tangan jaejoong sampai pistol ditangannya terlempar entah kemana, dan sayangnya juga salah satu pistol ditangan minhyuk ikut terlempar. Dan detik itu juga pukulan keras menghantam wajah minhyuk sampai ia tersungkur di lantai, dan detik berikutnya jaejoong menendang perut minhyuk dengan keras. Dan memukul wajah minhyuk lagi Hingga ujung bibir minhyuk dan hidung minhyuk mengeluarkan darah segar.

“MINHYUUUUKKK!!!!” teriak hanyoung, tangannya di pegang kuat oleh yuri, tapi ia terus meronta dan memberontak, apalagi ia melihat minhyuk di pukul dan ditendang didepan matanya.

“diam kau hanyoung!!!” yuri berusaha menahan badan hanyoung yang terus memberontak akhirnya ia menarik paksa tubuh hanyoung, mendudukannya di kursi disudut ruangan dan mengikat tubuhnya kuat, serta menutup mulut hanyoung dengan kain agar ia tidak bisa berbicara ataupun berteriak lagi. Walaupun tubuhnya masih terus memberontak tapi tidak banyak yang bisa hanyoung lakukan.

Sementara dihadapa hanyoung ,jaejoong dan minhyuk masih terus saling pukul. Minhyuk berusaha berdiri, minhyuk berusaha mengarahkan pistolnya pada jaejoong,

DOOOOR

PRAAAANG

Satu peluru terlontar, namun mengenai kaca jendela karena jaejoong berhasil menangkis tangan minhyuk. Jaejoong merebut pistol itu dan berusaha menekan tuasnya, tapi sayang ternyata peluru di pistol itu sudah habis

“SHIIIT” teriak jaejoong, ia teringat pada pistol lain yang tadi terlempar ia berusaha meraihnya, tapi minhyuk segera menarik kerah baju jaejoong dan menghujam tubuh jaejoong dengan pukulan dan tendangan. Giliran jaejoong yang jatuh tersungkur, minhyuk terus menghujam wajah dan tubuh jaejoong dengan kepalan tangannya tanpa ampun, hingga jaejoong berlumuran darah. Dirasa jaejoong sudah tak pnya tenaga lagi minhyukpun berlari mengambil salah satu pisol yang tergeletak diujung ruangan. Minhyuk menyeringai saat melihat jaejoong masih terkapar.

“MINHYUK!!” teriak seseorang diujung ruangan, minhyuk lupa kalau mereka punya penonton. Ternyata yang berteriak adalah yuri dengan psau lipat mengkilap dileher hanyoung.

“kalau kau tidak mau hanyoung mu ini mati tertusuk, jangan tembak jaejoongku” kata yuri, ia menggoreskan pisau yang tajam itu ke kulit lehar hanyoung.

“mmmphh….mmmpp” hanyoung yang mulutnya masih di ikatpun merintih kesakitan saat pisau itu menggores kulit lehernya tipis, dan dari kulit lehernya menetes darah segar.

“jangan lukai dia!!!” kata minhyuk

“kalau begitu jangan lukai jaejoong” kata yuri, hanyoung menutup matanya. Menahan perih di lehernya.

Jaejoong mulai bisa berdiri, dan sekarang berjalan kearah minhyuk. Jejoong berbalan terseok-seok.

Yuri menambah goresan dileher hanyoung, hanyoung meringis lagi. Ternyata jejoong terseok mengambil sebuah pistol yang mesih tergelat tak jauh darinya.

“Hmmmpp…hmmppp…” hanyoung memberontak, ingin bertetiak memperingatkan minhyuk. Tapi dekapan dimulutnya menahan suaranya.

“Diam kau!!!” bisik yuri, kali ini ia berusaha menggores pipi hanyoung, tapi entah kekuatan dari mana hanyoung berusaha membuka ikatan ditangannya, awalnya cukup sulit, sementara jaejoong semakin mendekat tanpa diketahui minhyuk yang masih waspada dengan yuri dan pisaunya.

Tapi sebuah keajaiban membuat ikatan tali dilengan hanyoungmelonggar dan ia segera melepaskan ikatan itu. ia mendorong keras yuri yang berdiri dihadapannya hingga yuri jatuh tersungkur.

Jarak jaejoong dan minhyuk kurang dari satu meter. Pistol sudah terarah kekepala minhyuk, jaejoong tersenyum licik.

Hanyoung membuka kain yang menutup mulutnya. Ia berlari kearah minhyuk.

“minhyuk awaaaas” teriak hanyoung, minhyuk menoleh dan medapati jaejoong siap menembak kepalanya.

Terlintas ide dikepal jaejoong saat ia melihat hanyoung yang berlari kearah minhyuk, ia segera mengalihkan senjatanya mengarah pada hanyoung.

Minhyuk yang tau maksud jaejoong segera menarik hanyoung kearahnya ia memeluk hanyoung, hanyoung menyembunyikan wajahnya di bahu kiri minhyuk.

DOOOORRR

Tangan minhyuk masih terulur setelah ia melepaskan tembakan yang tepat mengenai kepala jaejoong yang langsung terkapar dengan darah segar yang mengalir dari kepalanya. pelukan hanyoung mengencang, ia kaget mendengar suara tembakan tadi walaupun ia tidak melihat langsung, karena minhyuk menutupi pandangan hanyoung.

“gwenchana…gwenchana… “ kata minhyuk menenangkan hanyoung yang shock. Hanyoung melepaskan pelukannya, ia bergidik ngeri melihat mayat jaejoong terkapar dilantai. Lalu pandangan mereka berdua tearah pada yuri yang bergetar melihat jaejoong yang tewas seketika. Ia mengacungkan pisaunya.

Minhyuk menarik hanyoung untuk berdiri dibelakangnya, hanyoung berlindung dibelik tubuh minhyuk.

“sebaiknya kau menyerah. Tidak ada lagi yang membantumu” kata minhyuk, ia memegang senjatanya disamping tubuhnya. Yuri menatap tajam minhyuk dan hanyoung.

“SHIRRO!!!” jawab yuri masih mengenggam pisaunya.

“aku tidak ingin melukaimu, jadi sebaiknya menyerah sebelum aku terpaksa melikaimu” kata minhyuk.

“tidak!!! Aku tidak akan menyerah!! Aku yang membunuh appamu! Jadi kalau aku menyerah kau pasti akan membawaku ke polisi” kata yuri

“sudah ku duga kau yang membunuh appaku, dan pasti jaejoong yang menyuruhmu” kata minhyuk.

Yuri tidak menjawab, itu artinya minhyuk benar.

“sebaiknya kau menyerahkan diri, kalaupun aku membawamu kepolisi itu akan lebih baik daripada kau menanggung rasa bersalah selamanya. Aku bisa membantumu meringankan hukuman yang akan kauterima, aku bisa bilang kau hanya disuruh” minhyuk berusaha membujuk yuri, sebisa mungkin ia tidak mau melukai yuri, ia tidak tega karena ia tahu yuri tidak sepenuhnya bersalah.

“kau tidak bisa membujukku minhyuk. Lebih baik aku mati daripada hidup tanpa jaejoong” kata yuri

“jangan jadi wanita bodoh….” Minhyuk tidak menyelesakan kalimatnya

“YURIII” teriak minhyuk dan hanyoung saat yuri menghunuskan pisau yang ia pegang keperutnya. Yuri memilih untuk bunuh diri.

Hanyoung jatuh terduduk, hari ini melihat 2 kejadian kejam langsung didepan matanya, ia bahkan menjadi korbannya. Minhyuk membuang pistolnya. Ia memeluk hanyoung yang masih terduduk lemas dan menangis.

“gwenchana….kau sudah aman.. semuanya sudah selesai” kata minhyuk memeluk hanyoung.

***

Hampir 1 tahun setelah kejadian itu. minhyuk dan hanyoung sudah melupakan semuanya. Mereka meneruskan hidup mereka yang lebih tenang.

Minhyuk mengambil alih semua perusahaan mendiang ayahnya, dan menjalankan semua perusahaannya dengan lebih manusiawi.

Hanyoung menyisir rambutnya didepan cermin kamarnya. Ia menunggu minhyuk pulang, ia masih tinggal dengan minhyuk, walaupun ia sudah minta pindah ke apartementnya sendiri tapi minhyuk tidak mengizinkan. Tentu saja mereka memiliki kamar masing-masing.

Tapi sekarang ia tidak membutuhkan pengawasan extra karena tidak ada lagi yang bisa melukainya.

Terdengar suara pintu terbuka.

“minhyuk….” Panggil hanyoung

“kau peramal ya? Tau saja kalau aku yang datang”

“memangnya siapa lagi penghuni rumah ini?” kata hanyoung sambil meneruskan menyisir rambutnya. Minhyuk memandangi hanyoung yang tampak sangat cantik hari ini.

“kenapa melihatku seperti itu?” Tanya hanyoung

“ani… kau hanya terlihat lebih cantik” wajah hanyoung bersemu merah mendengarnya

“sudah sana kekamarmu, ganti bajumu. Sesudah itu kita makan malam” minhyukpun menuruti kata hanyoung, ia segera kekamarnya tapi tak lama ia muncul lagi dipintu kamarnya, tapi kali ini minhyuk sudah melepas jasnya. Kemejanya sudah keluar dan tak rapih lagi, dasinya sudah tidak tersimpul dan hanya menggantung bebas dilehernya.

“belum ganti baju juga?” Tanya hanyoung sambil berdiri

“menikahlah denganku” kata minhyuk, hanyoung terdiam ditempatnya. Minhyuk mengeluarkan kotak bludru merah dan membukanya. Sebuah cincin terselip disana. Mata hanyoung berkaca-kaca. Minhyuk mengambil tangan kanan hanyoung dan menyelipkan cincin cantik itu dijari manis hanyoung.

“pas” kata minhyuk. Hanyoung memeluk minhyuk erat. Minhyuk tersenyum dan membalas pelukan hanyoung

“kau mau menikah denganku kan?” Tanya minhyuk.

“iya aku mau” minhyuk menjawab mantap. Minhyuk meraih dagu hanyoung dan mengecupnya…

“gomawo cantik…” kata minhyuk . ciuman mereka semakin dalam dan panas.

—END—

selesai….sebenernya author mau bikin epilog, tapi mungkin ga semua orang bisa nikmatin, tapi kalo yang penasaran berdoa aja author berbaik hati ya, jadi kalian bisa baca juga (bingung ya author ngomong apa?) pokoknya Ff ini belum sepenuhnya end. hehehe *author niatnya bikin penasaran*

21 thoughts on “Young Mafia [Part 5 -END-]

  1. Hohohoho….sarrr…ga nyangka endingnya skarang..aku pikir bakal sampe 12 part U.U
    eh ini seru…ahhahhaa…aku suka..so sweet endingnya..dilamar >,,<
    ihhi…ada epilognya nih..musti berguru sama mmpeb..ahhahahaha
    ahh tapi buat epilog…aku bener2 menantikannya
    *tolong jangan siksa aku lagi sarrrrrrrrrrrrrr*

    buat reader yg lain…ga bakal nyesel kalo minta EPILOG nya "young mafia"
    *Promosi*

  2. setdaaaah, berasa nonton james bond ini. james minhyuk (?)
    udah duga, yuri itu pasti ada apa-apanya dan ternyata benar kan.
    emak-emak udah tua malah bikin masalah, kasian kan anak-anak cantik+ganteng jadi korban..
    ah seru deh XDDD
    cie epilog. kalo ga semua orang bisa nikmatin berarti NC ya huaakakakakaka.
    ditunggu~

  3. wah…
    O.o koq nggantung sc??
    tp, over all…
    smwa bguz, brasa kya ntnd film action!!

    d’lanjutin lg dun…
    mxh pnasaran ini!

    Oh iya, sya bdoa…
    semoga sya bsa lihat epilognya! Amin.

  4. Wah dah end ff nya…
    seneng sekaligus sedih karena g ada ff minhyuk lgi yg dtungguin…

    bikin epilognya thor… kn minhyuk lom nikah tuh sma hanyoung…

    untung minhyuk sma hanyoung selamat… ternyata dugaan q benar yuri itu cew nya jaejoong…

  5. pertarungan jaejoong minhyuk nya seru .. hahahha ..
    tapi kasian jaejoong nya mati X((

    aaahh han, ending nya sweet banget ..
    ngebayangin deh waktu keluar kamar, minhyuk nya bingung sendiri .. streesss .. bingung gmna cara nya buat ngelamar han young ampe belom sempet ganti baju ..
    ngebayangin aja tuh penampilan minhyuk acak*an garagara stress ..
    hahahahahha ..

    ayoo dong . ditunggu epilog nyaa …
    gantung banget XDD

  6. WAAAAAAAAAAAA!!
    Kereeeeennn!!
    Gila!! Sumpah!! Keren!!
    Baca part trakir smpe tahan nafas aq..
    Deg2 an jg..

    Baguss!!😀

  7. kapan Minhyuk pegang pistolnya tiba2 uda nbak Jaejoong? ._.
    diperhatiin lagi ya author ;;)

    tapi uda bagus lah :3

  8. Sedih pas baca bagian yuri unnie bunuh diri minhyuk oppa pun entah ά​​​​þά​​​​ pke bunuh jaejoong oppa coba jaejoong oppa hidup yuri unnie kan ga bunuh diri minhyuk oppa sih enak hidup bahagia yuri unnie ama jaejoong oppa meninggal😥

  9. happy ending????? waaaaa padahal udah khawatir bakal dibikin Mingiienya matiiii😥 huhuhuhu
    Ternyata ceritanya ga semengerikan yg aku bayangin, abis pas liat judulnya aja udah ngeri hhihihi eh gataunya banyak scene sweetnyaa🙂🙂🙂
    aihhh Mingiie kenapa keliatan manly banget yah di cerita ini *berimajinasi* hahaha
    mmm koreksinya plg cuma typo kak dikitttt😉
    ohya minta epilognya donnggg😀😀

  10. huaaah..,akhirnya selesai jga..
    maaf ya, coment’ny aqu gabung disini..,
    ff’ny bagus bnget, bikin tegang..,
    action’ny jga dapet…
    seruuu..
    daebak daebak..🙂

    btw aqu mau password bwt bca epilog’ny dnk…
    *muka melas

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s