Even Your Tears (Chapter 1)

Author: dimplesyororo

Rating: PG-15/NC-17

Genre: Romance

Cast:

  • Lee Jonghyun CNBLUE
  • Yoon Eunchae (Ocs)

Disclaimer: FF ini murni buatan saya. Inspirasi dari lagunya FTISLAND-Even Your Tears. Di publish juga baru di sini aja.

Note: Hello everybody ‘SOLI JILLEO’ (teriak2 ala Yonghwa) . Hohohoho akhirnya menetas juga part 1 nya. Alhamdulillah…. demi menyambut jodohku yang nun jauh disana, makanya aku pilih castnya Jonghyun :3. Semoga Kalian suka ya ^^ Jangan lupa juga kripik dan sarannya aku tunggu. Oke deh yuk merapat dan Enjoy ^^

*makasih juga sebelumnya buat istrinya minhyuk😄 yang uda kasih inspirasi tambahan, maaf juga uda aku repotin..hahahaha..setiap mention isinya “DM Reply dan email reply”

***************************************************************

 

 

Insa-dong, 6 AM KST

Eunchae POV

‘CKLEK’

“Chae-ya, Ireona.” Sayup-sayup terdengar suara abeoji.

“Ne….” Aku bangun dan berjalan menuju kamar mandi.

“Chae-ya, bajumu sudah abeoji setrika tadi. Abeoji gantung di lemari dekat kamar mandi.” Terlihat Abeoji sedang merapikan tempat tidurku saat ini.

“Ne.. Gomawoyo.” Sahutku.

Aku hanya tinggal bersama Abeojiku, eommaku meninggalkanku sejak kecil. Kami tinggal di lantai atas sebuah toko. Yah, Abeojiku memiliki sebuah toko alat musik dan reparasi di ujung insa-dong. Asal tahu saja, abeojiku ini juga seorang musisi, bahkan dia pernah mengeluarkan mini album. Tapi sayang, dia tidak populer seperti musisi lainnya. Dan setelah menikah dengan Eommaku, Abeoji memutuskan untuk membuka toko alat musik dan juga melayani reparasi. Bisa dibilang, usia toko kami lebih tua dari umurku. Jadi, Abeoji sudah memiliki banyak langganan tetap bahkan langganan abeoji pun banyak yang berasal dari kalangan entertainment terkenal di Korea.

Incheon Airport, 7 AM KST

Jonghyun POV

Akhirnya, Aku dapat kembali ke negaraku. Aku benar-benar merindukan Korea. Sudah 13 tahun aku tinggal di Kyoto bersama Abeoji dan simpanannya itu. Rasanya benar-benar bebas disini. Aku sudah mempersiapkan semuanya dengan rapi. Kartu kredit, uang cash, gitar sudah aku bawa. Aku ingin memulai hidupku disini. Sudah cukup muak rasanya meihat Abeoji yang mengkhianati Eomma, sampai akhirnya eomma meninggal di dalam rasa kesedihannya. Dan aku pun tidak mau ikut campur di dalam perusahaan Abeojiku yang brengsek itu. Mulai saat ini aku akan melupakan Abeojiku dan semua masa laluku di Kyoto.

“Humm… Insa-dong .. ya tempat ini sepertinya sangat cocok untuk tempat tinggal baruku. Aku dengar banyak musisi dan toko alat musik di daerah itu.”

Aku pun menaiki bus menuju ke Insa-dong.

 

20 menit kemudian

“Wah gang disini ramai sekali,”

Pagi-pagi begini Insa-dong terlihat ramai, ternyata tidak hanya toko alat musik yang berjejer disini, tapi juga ada banyak toko-toko makanan dan toko-toko lainnya. Fuhh.. untuk berjalan saja susah. Mungkin satu orang hanya bisa berjalan dua langkah setiap 30 detiknya.

“Hummm..baunya enak sekali. Perutku lapar.” Aku pun memutuskan untuk membeli kue beras di sebuah kedai pinggir jalan. Terlihat ada banyak kue beras. Sudah lama juga aku tidak pernah makan kue beras.

“Jeogiyo, Berapa?” Tanyaku

“ 6000 won.”

Aku merogoh saku celana belakangku. Urgh… kenapa dompetku tidak ada. Aku pun membuka tasku, mungkin dompetku tadi aku taruh di tasku. Setelah beberapa menit berkutat dengan tas ku. Aku tidak menemukan dompetku.

“Jamkkanmanyo.”

Aku ingat kalau masih ada uang receh di tasku. Aku pun kembali berkutat mencarai beberapa lembar won didalam tas.Syukurlah aku masih menemukan beberapa lembar won di tasku. Kalau dihitung uang ini masih tersisa 20ribu won saja.

“Aishh… aku lupa meletakkan dompetku di dalam tas. Jeongmal baboya!” seruku sambil mengacak rambutku.

“Dengan uang dua puluh ribu won, mana bisa aku menyewa tempat untuk tinggal.”

Aku pun berjalan tanpa arah, berfikir untuk mendapatkan tempat tinggal yang murah. “Humm…apa perlu aku menjual gitar ini.”

Insa-dong, Yoon Music Store

‘Kling’

“Eoseo oseyo” terlihat seorang ajusshi menyambutku. Sepertinya dia pemilik toko musik ini.

“Apa ada yang bisa kubantu?”

“Ummm..begini, ajusshi, apa Anda bisa……?”

“Ne..ada apa, kau ingin menjual Gitarmu?” Tunjuk ajusshi itu ke arah gitarku

“Ani…Ani… aku tidak menjualnya,Tapi bisakah Aku menggadaikannya? Aku akan mengambil gitar ini kembali jika aku sudah memiliki uang yang cukup.” Jawabku terbata-bata.

“Mwo?menggadaikan?aku belum pernah melakukan gadai gitar. Pergilah.”

“Jebal, aku baru saja kecopetan, uangku yang tersisa hanya 20000 won saja. Aku butuh tempat tinggal dan aku baru saja tiba di Korea.”

“Oh..Kyopo..Kau datang darimana? Jepang?”

“Ne..aku datang dari jepang. Tapi aku orang korea. Aku mohon ajusshi. Sebenarnya aku tidak rela bila harus menjual gitar ini. Gitar ini pemberian dari mendiang Ibuku.”

“Humm…apa kau tidak punya saudara di Korea?”

“Iya..aku punya keluarga di Korea. Mungkin bibi atau paman. Tapi aku tidak ingat mereka tinggal dimana. Karena saat usia 8 tahun aku sudah berada di Kyoto.”

Ajusshi itu memperhatikan wajahku dan melihatku dari atas hingga ke bawah. Aku pun hanya pasrah, berharap ajusshi ini mau membantuku.

“Hemm.. begini saja… aku memiliki kamar kosong di pojok situ. Kau bisa tinggal sementara di situ.”

“Jinjjayo?benarkah?Kamsahamnida ajusshi.” Aku menundukkan kepalaku.

“Kalau begitu gitarmu dapat kau letakkan di dekat etalase. Aku lihat gitar ini terlihat sangat mahal. Hummm…. Epiphone Hummingbird.” Ajusshi itu menyentuh gitarku dan memainkan beberapa petikan.

“Ne…Ibuku yang memberikan gitar itu padaku bahkan ada ukiran inisial namaku. Ajusshi, boleh aku tahu siapa namamu?”

“Oh..astaga..aku lupa memperkenalkan diri. Kau bisa panggil aku Pak Yoon. Namaku Yoon Seungho.”

“Lee Jonghyun ibnida, bangabseupnida.” Aku memperkenalkan diriku dan memberinya salam hormat.

“Eiii..sudah-sudah. Kau tidak perlu terlalu formal kepadaku, Jongg..Jongmun.”

“Uhmm…namaku Jonghyun.”

“Oh iya baiklah Jonghyun-ssi. Kau bisa tinggal di ruangan itu. Tapi ruangan itu sedikit kotor. Nanti, putriku akan membantu membersihkannya. Untuk sementara kau bisa tidur di dekat ruang televisi di lantai atas.” Tunjuk pak yoon ke sebuah tangga.

Aku pun bergegas menuju ke lantai atas. Ingin rasanya merebahkan diri. Sudah dompet hilang. Dan aku pun harus tinggal di tempat ini. Memang, dibandingkan rumahku, rumah ini memang berbeda jauh. Kecil tapi terlihat sangat hangat dan rumah ini walaupun terlihat tua tetapi sangat rapi dan bersih. Aku memandangi seluruh ruangan ini. Aku melihat ada banyak foto. Aku pun mengangkat sebuah foto.

“Yeppeo…..” Aku pun meletakkan foto itu. Pasti gadis cantik ini anak Pak Yoon.

Aku pun memperhatikan semua foto-foto itu. Tapi hanya ada foto Pak Yoon dan anaknya saja. Satupun tidak terlihat foto istrinya .

 

4PM KST

Eunchae POV

‘KLING’

“Abeoji, aku pulang……”

Toko terlihat sudah tutup. Tumben sekali Abeoji sudah menutup tokonya jam segini.

“Abeoji…kenapa pintunya tidak ditutup?” teriakku sambil melepaskan tali sepatuku dan beranjak ke lantai atas.

“Oh..abeoji tidur di sofa ternyata. Tumben sekali.”

Aku meletakkan barang-barangku di kamar. Setelah itu, aku berjalan menuju televisi dan menekan tombol powernya.

“Remote nya dimana ya?” Aku pun mencari remot televisi.

Begitu menemukannya aku menyalakan acara TV favoritku. Hari ini jam 5 sore ada kartun keroro. Aku tidak pernah ketinggalan menontonnya sekalipun satu episode.

“Abeoji…. tau tidak… tadi aku memakai kaos kaki yang pasangannya berbeda. Sepertinya itulah alasan kenapa hari ini banyak yang melihat kearahku sepanjang jalan ke sekolah tadi. Aku pikir hari ini aku terlihat cantik, ternyata….“

“hemmm……….”

“Coba lihat… satunya berwarna putih gading dan satunya lagi berwarnan kuning muda. Apa tadi abeoji juga tidak sadar kalau aku memakai pasangan kaos kaki yang salah?” Tanyaku pada abeojiku. Sementara mataku masih tertuju pada kartun keroro kesukaanku.

“Abeoji…. tau tidak..tapi untungnya teman-temanku bilang ‘tragedi kaos kaki’ ini bisa jadi trend. Oh iya, aku mau bercerita tentang namja yang aku kenal, namanya Song Seunghyun. Dia unik, dia juga seorang musisi. Suaranya lumayan bagus dan pandai juga bermain gitar. Entahlah abeoji, aku merasa nyaman di dekatnya. Dia dapat membuatku tertawa terpingkal-pingkal secara tiba-tiba. Nanti aku akan mengajaknya kemari. Pasti abeoji akan menyukainya.”

“hemm…. “

“Abeoji….ngomong-ngomong..usiamu sekarang berapa ya? songsaenimku ada yang baru saja bercerai dan dia sepertinya nyaris seusia dengan abeoji. Ayo kukenalkan kau padanya. Dia songsaenim favoritku. Sekali-sekali antar aku ke sekolah lagi yah.” Aku masih memandang lurus ke depan televisi dan menikmati pepero stick.

“hahahhahahhhaaha..abeoji…kenapa aku tidak dilahirkan seperti keroro saja? Matanya lebar. Lucu sekali. Abeoji kan punya mata yang lebar juga. Tapi kenapa mataku tidak terlalu lebar.”

“hemmmmm…..”

“Abeoji…bisa tolong ambilkan air minum tidak? Aku haus.”

“NE….dimana?”

Aku pun menoleh ke sumber suara itu secara perlahan. Dan…..

“YA!!!! KKKKAUUUU SIIIIAPAAAAA???” teriakku. Refleks aku langsung berdiri dan menjatuhkan pepero stick yang kupegang.

Itu bukan abeoji. Tapi dia siapa? Dimana abeoji? Apa yang kulakukan?????? Kenapa aku tidak sadar dari tadi? Ah! Dia pasti pencuri. Mungkin juga anggota Yakuza. Pantas saja Toko lebih cepat tutup hari ini. Apa abeoji tewas di tangan pria ini? Seperti film yang aku lihat semalam. Wajah pria ini terlihat sangat dingin. Dia menatapku lurus tanpa ekspresi. Dan terlihat seperti bad namja.

Aku pun berjalan mundur perlahan. Meraih dan menggenggam sebuah payung dan mengacung-acungkan payung ini. Pikiranku sangat kalut, ada seorang pria asing di rumahku. Dan abeoji tiba-tiba menghilang. Oh Tuhan… Abeoji adalah harta satu-satunya yang aku miliki.

“Neo…?Jakkamanyo…Aku bukan orang jahat.” Jawab pria itu sambil berjalan mendekatiku.

“YA!!!Keumanhaeyo!JANGAN DEKATI AKU!ATAU AKU AKAN MEMU……..” Pria itu mengambil alih payungku. Badanku pun ikut tertarik bersama payungku dan aku pun nyaris terjatuh.

“KYAAAAAAAAAAAAAAA…. JANGAN SENTUH AKU!!!DASAR PENCURI!!!PEMBUNUH!!!!” Teriakku sekencang-kencangnya saat pria itu menyentuh lenganku.

“YA!Dengarkan aku…Aku bukan pencuri atau pembunuh.” Pria itu mendorong tubuhku ke dinding dan mencengkeram tanganku. Rasanya aku ingin berteriak sekencang-kencangnya.

“KYAAAAAAAAAAAAAA…Lepaskan aku….”

“Shikeureo!!Aku akan melepaskanmu, tapi dengarkan aku dulu. Aku bukan pembunuh atau penjahat. Aku hanya orang yang menyewa ruangan di lantai bawah rumah ini. Mulai sekarang aku akan tinggal disini.” Perlahan pria itu melepaskan cengkraman tanganku.

“MWO?sejak kapan? Kau jangan bohong!Tipu daya macam apa ini!jelas-jelas abeoji tidak pernah bercerita kalau dia akan menyewakan kamar itu. Maldo andwae!!” Aku pun berlari menuju kamarku dan menutup pintu kamarku.

‘BRAKK’

Aku menguncinya rapat-rapat. Dan aku berusaha mengambil telepon genggamku. Mencoba menghubungi beberapa teman-temanku. Sialnya tidak ada satupun yang merespon panggilan darurat ini.

“YA!!!Hey kau..anak kecil!Buka Pintunya!Sudah kubilang aku bukan pencuri atau pembunuh.” Teriaknya ambil menggedor-gedor pintu kamarku. Aku menahan pintu ini dengan tubuhku. Aku takut sekali dengannya.

‘Abeoji…dimana kau’

Aku menutup mataku rapat-rapat dan menahan pintu kamarku dari dorongan pria asing itu.

 

“Jonghyun-ssi ada apa?” Terdengar suara abeoji. Hatiku terasa lega seketika.

“Abeoji…ada pencuri masuk ke rumah kita!Aku takut!” Teriakku dari dalam kamarku.

“Yoon Ajusshi… sepertinya putri Anda salah paham terhadapku. Hey kau!anak kecil. Buka pintu kamarmu.” Terdengar suara pria itu menyahuti teriakanku.

‘Krek’

“Abeojiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.” Aku berlari memeluk abeojiku.

“Hummm..ayo duduk…abeoji tadi membeli beberapa bahan makanan. Karena tadi abeoji lihat di lemari pendingin sudah tidak ada makanan lagi.”

“Oh..abeoji lalu siapa DIA?” Tunjukku ke arah pria asing itu.

“Jonghyun-ssi kemarilah…ayo kau juga duduk di sini. Kau juga harus menceritakan bagaimana kau dapat tinggal disini kepada anakku.”

“Ne…aku akan menceritakannya.”

 

***

Aku pun mendengar cerita pria asing itu. Namanya Lee Jonghyun. Tetap saja walaupun dia menceritakannya, aku masih ragu dengan pria ini. Kenapa pula abeoji dengan baiknya menampung pria ini padahal abeoji kan memiliki anak gadis sepertiku. Dia ini mungkin usianya nyaris sama denganku. Apalagi orang asing yang ditampungnya ini N-A-M-J-A. Aku tidak tahu jalan berfikir abeojiku.

 

***

 

Dan entah sejak kapan obrolan mereka berawal. Abeoji dan pria asing ini terlihat sedikit akrab. Tapi melihat keakraban mereka saat makan malam ini, rasanya aku pun mulai menyadari. Sepertinya ada banyak kesamaan di antara mereka. Abeoji dan Jonghyun sepertinya larut di dalam dunia mereka sendiri.  Yah, dunia musik, musisi, gitar, dan siapa itu..penyanyi dengan nama ‘clapton’ ? Aku memang bersekolah di jurusan seni. Tapi, sejujurnya aku tidak menaruh perhatian pada dunia musik. Aku hanya menjadi penikmat musik saja. Aku lebih menyukai desain grafis, fotografi dan seni lukis. Kata Abeoji, aku mirip dengan eomma. Baru kali ini, aku melihat abeoji bisa akrab dengan laki-laki yang usianya nyaris sama denganku. Dulu saja, saat aku mengajak teman laki-laki mampir ke rumah, abeoji tidak pernah bersikap baik kepada mereka. Bahkan terkesan ingin memakan mereka hidup-hidup. Sampai saat ini, aku pun tidak mempunyai namjachingu gara-gara abeojiku terkenal galak. Aku memandang mereka sambil meletakkan kedua tanganku, memangku wajahku.

“YA! Aku mau tidur.” Ucapku kesal.

“Uhmm..eunchae-yah tolong bersihkan meja dan cuci piring dulu ya sebelum tidur.” Ucap abeoji padaku.

“Ne….” Aku menumpuk piring-piring bekas makanan dan membawanya ke dapur. Di dapur aku masih dapat mendengar suara tawa mereka. Sudah lama juga aku tidak pernah mendengar Abeoji tertawa keras seperti itu.

 

***

 

“Jonghyun-ssi..kemarilah”

“Ne…ada apa ajusshi?”

“Bagaimana anakku?? Cantik tidak?”

“Tidak cukup buruk…wajahnya ketus sekali.”

“HAHAHAHHAHAHAHAHA Penilaianmu terhadap wanita sungguh bagus Jonghyun-ssi.”

 

***

 

Setelah mencuci piring aku pun menuju ke kamarku. Mematikan lampu dan menarik selimutku. Di sela-sela tidurku aku mendengar suara yang merdu dan manis diiringi dengan petikan gitar. Sepertnya abeoji dan Jonghyun masih belum berniat untuk tidur selarut ini. Sejujurnya, entah mengapa tapi harus kuakui suara Jonghyun sangat bagus. Dan aku berharap hari-hari berikutnya aku dapat mendengarkan suara indahnya itu.

And when at last I find you

Your song will fill the air

Sing it loud so I can hear you

Make it easy to be near you

For the things you do endear you to me

Oh, you know, I will

I will.

“The Beatless-I will”

Aku mendengarkan alunan satu persatu lagu yang dia nyanyikan. Bahkan Abeoji selalu memberikan tepukan tangan yang sangat keras di setiap akhir. Dan selalu terdengar suara abeoji meneriakkan “awesome boy!” Sepertinya mulai malam ini dan seterusnya, abeoji tidak akan kesepian lagi. Yah, semoga saja pria itu pria baik-baik dan tidak akan menyusahkan keluarga kami ke depannya. Bahkan kami saja belum tahu asal usul latar belakang pria asing itu. Dan anehnya lagi, Abeoji dengan mudahnya dapat mempercayai pria itu dan mempersilahkannya untuk tinggal disini. Mulai besok, perlahan-lahan aku akan mencari tahu siapa pria itu sebenarnya. Semoga saja dia bukan anggota geng mafia yang ingin merebut Toko alat musik kami. Oh, Tuhan selalu lindungilah keluargaku.

 

19 thoughts on “Even Your Tears (Chapter 1)

  1. wahahaaha pake cast jonghyun kan.
    emang cocok sih karakternya.
    tapi aku penasaran gimana selanjutnya hubungan mereka berdua, soalnya di teaser bikin penasaran.
    aaaa suka sama ceritanya.
    lanjut des🙂

  2. sebenernya aku orang pertama yang baca nh FF dan sedikit ngeddit juga hehehe
    aku suka ceritanya….kayakny seru tinggal serumah ma jonghyun hehehe
    pokoknya penasaran ma lanjutannya, kayaknya bakal lebih seru deh😀

  3. keren des.
    hahahha kasian jonghyun di sangkain maling ..

    padahal tadi jonghyun nya di pukul aja make payung..
    hahahaha..

    kerenkeren ..
    di tunggu lanjutan nya😀

  4. waaahhh bagus nih,kalau aku jadi eunchae yang kulakukan kalo ketemu jonghyun adalahhh NGACIR KE KUA minta dinikahin hahahahahah *gak ada yang nanya perasaan* -___-”
    bagus thor,cepetan ya lanjut ke chapter 2,okee🙂

    oh iya aku reader baru disini,annyeong *deep bow*

    sayonara~~~~~~~`

  5. Anyyeong, aku reader baru ^^
    ih seneng castnya nae nampyeon hihihi~ bagus ceritanya, bikin penasaran gmn kelanjutannya. Hwaiting author! aku tunggu part2 nya🙂

  6. deas, aku mau kritik nih hehe..
    menurutku part 1 ini lebih kayak membosankan, maaf yaa🙂
    aku sebagai readers merasa sedikit bosan karena terlalu monoton, apa mungkin karena part 1 ya jd baru awal dan belum ada konflik?
    Tapi kalau sebagai reader yg gak kenal sama kmu mungkin reader tsb gak akan mau lanjut ke part 2 dan mungkin dy gak akan ninggalin komen karena gak tau mau komen apa disini gitu..
    Tapi dari segi bahasa udah bagus, tinggal kamu perbaiki alurnya aja. gak perlu langsung ke konflik, walaupun masih part 1 justru di part awal itu kmu harus buat reader penasaran sm FF kmu, klo di awal aja reader udh bosan gmn mereka mau lanjut baca di part selajutnya.. Oke?
    Aku next ke part 2 yaaa~ ^^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s