I’m in Love [Part 5]

Author : Shineelover14

Rating : PG-15

Lenght : Chapter

Genre : Romance, Family, Friendship

Main cast : Lee Jonghyun (CN BLUE), Park Jihyun (as readers)

Support cast : Shin Hyeri, Han Minjung (Fiksi), and other cast …

Disclaimer : FF ini murni buatan aku sendiri. Terinspirasi waktu liat Jonghyun oppa nyanyiin lagi I’m in Love—Narsha BEG. Dan FF ini juga pernah ku publis di beberapa WP.

A/N : Annyeong readers. DON’T FORGET GIVE ME A COMMENT .. GOMAWO ..

<><><><><> 

 

 

Mentari pagi sudah bersinar terang. Namun Jihyun masih enggan bergegas mandi dan bersiap-siap pergi sekolah. Ia terus saja menggeliat di tempat tidurnya. Sesekali senyumnya merekah menandakan ia sedang bahagia. Seperti mimpi, kini ia telah resmi menjadi yeojachingu dari seorang Lee Jonghyun. Pria tampan yang sangat dingin dan tak banyak bicara itu.

Pipinya merona merah ketika ingatannya terputar kembali mengingat saat-saat romantis yang diciptakan Jonghyun untuknya.

Tak lama ponsel Jihyun bernyanyi menandakan pesan masuk. Diraihnya ponsel yang tergeletak dengan manis di meja sebelah kanan tempat tidurnya.

“Jonghyun …” gumam Jihyun ketika membaca si pengirim pesan singkat tersebut.

From : My Lee ©

Cepat turun. Aku sudah menunggu di depan rumah mu.

Seketika Jihyun melompat keluar dari dalam selimutnya. Ia berlari menuju balkon dan benar saja, Jonghyun sudah menunggunya di bawah sana.

“Ya! Ppailli …” pekik Jonghyun ketika melihat Jihyun yang masih dalam keadaan berantakan.

“Tunggu sebentar. Aku segera bersiap-siap,” jawab Jihyun yang segera bergegas menuju ke kamar mandi.

Jonghyun hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat yeoja yang sejak semalam telah resmi menjadi pacarnya.

<><><><><>

“Apa saja yang kau lakukan dari tadi? Mengapa lama sekali?” omel Jonghyun ketika melihat sosok Jihyun yang telah siap dengan seragamnya.

“Mian, aku kesiangan,” jawab Jihyun sembari menunjukkan puppy eyesnya.

“Lain kali jangan diulangi. Aku paling tidak suka menunggu.”

“Ne, arraseo,” jawab Jihyun seadanya.

Keduanya berjalan berdampingan selama dalam perjalanan menuju sekolah. Hening, tak satu kata pun yang terucap dari mulut dua insan tersebut. Hanya tangan mereka yang saling berbenturan karena jarak mereka yang terlalu dekat. Jihyun yang menyadari hal itu, tiba-tiba merasa canggung dan hendak ingin menjauh dari Jonghyun. Namun spontan Jonghyun meraih tangan Jihyun, dan menggenggamnya dengan erat.

“Begini lebih baik,” ucap Jonghyun tanpa menoleh kearah Jihyun. Seketika wajah Jihyun merah merona. Ia memegangi pipinya yang terasa panas.

Kemudian Jihyun menatap Jonghyun intens. Ia tidak menyangka dengan tindakan spontan Jonghyun barusan, mengingat selama ini Jonghyun selalu saja bersikap dingan padanya.

“Mengapa memperhatikan ku seperti itu? Apa aku terlihat sangat tampan,” ucap Jonghyun percaya diri.

Jihyun yang tertangkap basah hanya bisa tertunduk malu atas perkataan Jonghyun. Ya, memang diakuinya bahwa namja yang ada di sebelahnya ini sangatlah tampan.

<><><><><>

Di sisi lain …

Seorang wanita paruh baya berjalan menghampiri suaminya yang sedang sibuk dengan beberapa berkas yang menumpuk di meja kerjanya. Ia memeluk leher suaminya dari belakang dan berhasil membuat sang suami berhenti sejenak dari aktifitasnya.

“Ada apa yeobo?” tanya sang suami.

“Aniy. Aku hanya ingin bertanya, kapan kita akan kembali ke Seoul?”

“Aku belum dapat memastikan karena urusan bisnis kita belum selesai. Tapi—sepertinya bulan depan kita sudah bisa kembali ke sana.”

“Benarkah? Bagus kalau begitu. Aku akan segera menyuruh anak kita untuk kembali ke Seoul,” ucap sang istri sumringah.

“Oh ya, kau tau keluarga Park kan?” timpal sang istri yang dijawab dengan anggukan sang suami.

“Aku berencana menjodohkan anak kita dengan anaknya Tuan Park. Ia memiliki anak gadis yang sangat cantik.”

“Benarkah? Tapi apa anak kita akan setuju dengan perjodohan ini?” tanya sang suami sedikit ragu.

“Aku akan berusaha membujuknya. Percayakan saja pada ku,” ucap sang istri yakin.

<><><><><>

Jonghyun P.O.V

Mata ku tak henti-hentinya menatap gadis yang ada di hadapan ku saat ini. Ia tertawa kecil di sela-sela jam pelajaran karena Minjung membisikkan sesuatu yang lucu padanya. Wajah cerianya, tawanya, ekspresi mukanya sangat ku suka, membuat ku tak pernah bosan untuk terus memandangnya.

Ku rasa, aku benar-benar jatuh cinta sekarang. Sulit dipercaya, tapi ini nyata. Ia telah mencuri sedikit perhatian ku ketika pertama kali aku melihatnya. Dan semua rasa itu menumpuk begitu saja seiring dengan waktu.

‘Saranghae Park Jihyun. Jeongmal saranghae ..’ bisik ku dalam hati.

<><><><><>

Bell istirahat berbunyi …

Semua siswa dan siswi berbondong-bondong keluar kelas. Seketika kelas menjadi sepi. Hanya aku dan Jihyun saja yang tersisa di kelas.

Aku masih sibuk dengan buku bacaan yang ada di tangan ku. Sedangkan Jihyun, aku tak tau ia sedang apa. Mata ku tiba-tiba menangkap wajah resahnya. ‘Ada apa?’ batin ku.

Ia terus saja memandangi ponselnya. Entah apa yang sedang ia lihat di sana. Aku bangkit dari duduk, kemudian berjalan mendekatinya.

“Ada apa?” tanya ku.

Ia terkejut setelah melihat ku yang kini sedang berdiri di dekatnya. Wajahnya seketika menjadi panik, dan buru-buru ia kantongi kembali ponselnya.

“Aniy. Tidak ada apa-apa,” ucapnya seraya tersenyum hambar. Aku tau, ia sedang berbohong sekarang. Tapi, aku mengurungkan niat ku untuk mengetahui hal itu lebih jauh.

Segera ku tarik tangannya. Sekilas ku lemparkan senyum manis ku padanya. Ia hanya menurut dan mengikutiku dari belakang.

Aku membawanya ke aula teater. Aku selalu menghabiskan waktu istirahat di sana dengan bermain gitar dan bernyanyi beberapa bait lagu yang ku suka.

Aku menuntunnya duduk di kursi yang terletak di tengah-tengah panggung. Kemudian aku mengambil satu kursi lagi dan ku letakkan tepat di hadapannya. Ku pandang mata beningnya dan seketika jantung ku berdetak cepat. Hati ku sedang dipenuhi rasa cinta. Mulai ku petik satu per satu senar gitar ku. Menghasilkan nada harmoni yang lembut nan indah. Aku terpejam merasakan sensasi yang ku ciptakan akibat alunan merdu tersebut.

Bibirku mulai berucap, melantunkan bait-bait kata indah untuknya yang memang benar sedang ku rasakan saat ini.

(CN BLUE-Love Light … Bisa bayangin ndiri kan gimana Jonghyun nyanyiinnya ..)
Geuh del bo myun ul gool ee bbal geh jigo
ketika aku memandang  mu wajahku menjadi merah

Geuh del bo myun ga seum ee doogeun doogeun
ketika aku melihat mu hatiku menjadi berdebar debar

Ah ee chuh lum soo joob geh mal hago
Saya berbicara dengan rasa malu seperti anak kecil

Geuh del bo myun gwen siri oo seum ee na
ketika ku melihat aku hanya tersenyum entah dari mana

Babo chuh rum ja ggoo man geuh leh
seperti orang bodoh aku terus melakukan itu

Ama neh geh sarang ee on gut gatah
aku pikir cinta datang padaku

Geuh deh neun neh ma eum sok eh president
Kau presiden di hatiku

Neh ga seum eh byul soo noh ji
Kau adalah penyulam bintang di dadaku

I’m genie for you girl
Aku jin untuk mu gadis

Neh soom eul mut geh haji
Kau membuatku berhenti bernafas

Geuh deh ga won ha neun gun da
Apapun kau mau

Nuh reul sarang ha ni gga
Karena aku cinta kamu

Neh sarang eh ee yoo neun ub jan ah you know
Disana tidak ada alasan untuk cintaku kau tahu

Geuh deh neun darling
aku rasa cinta datang pada ku

Bam ha neuk byul bit boda ah reum da wuh yo
kau lebih cantik dari pada bintang di langit

Neh mam sok gip peun got eh suh ban jjak guh li neun
Hal yang cemerlang jauh di dalam hatiku

Naman eh sarang beet
cahaya cinta terbaik milikku

Geuh del reul sarang heyo darling
aku cinta kamu sayang

Uhn jena neh gyut hae suh beet cheul neh joyo
berikan aku cahaya di samping ku setiap kali

Meh il bam bara bogo
setiap malam aku memandang mu

Bara bwado ah reum dawuh yo
dan kau cantik bahkan ketika aku memandang mu

Geuh den nah eh sarang beet
kau cahaya cintaku

Geuh deh neun lovely
kau sayang

Juh ha neul het sal boda noon ee boo shuh yo
kau lebih menyilaukan dari matahari di langit

Neh mam sok uh doon got gga ji bal geh bee choo neun
kau bersinar di tempat gelap dalam hatiku

Naman eh sarang beet
cahaya cinta milikku

Geuh del leul sarang heyo lovely
aku cinta kau sayang

Doo noon eul gam ah bwado geuh deh bo yuh yo
bahkan jika aku menutup mataku aku melihat mu

Ee luh geh bara bogo
memandang mu seperti ini

Bara bwado noon ee boo shuh yo
kau tetap berkilau bahkan ketika aku melihat mu

Geuh den nah eh sarang beet.
kau adalah cahaya cinta ku

Selama melantunkan bait demi bait syair lagu tersebut, mata ku tak lepas menatap mata indah miliknya. Ia tertegun. Mungkin tak percaya dengan apa yang ku lakukan  sekarang. Tapi inilah aku. Dan beginilah cara ku menunjukkan rasa cinta ku padanya.

Ku sandarkan gitar acoustic yang ku mainkan tadi di pinggiran kursi. Aku bangkit dari posisiku dan berjalan mendekatinya yang masih terdiam seribu bahasa. Aku berlutut sembari membelai lembut punggung tangannya dengan ibu jari ku. Mata kami saling terpaut dalam. Entah apa yang ada di dalam pikiran ku saat ini. Ku rasa ada sesuatu yang bergejolak di dalam dada ku.

Ku dekatkan wajah ku ke arahnya. Nafas ku menderu menerpa wajah putihnya. Seketika matanya membulat lebar ketika jarak antara kami terpaut hanya beberapa centi. Ku sunggingkan senyum terbaik ku untuknya.

Sesaat ku tatap lagi matanya, dan sekarang mata indah itu sedang terpejam. Semakin ku perpendek jarak kami hingga ku rasa bibir ku menyentuh bibir hangatnya. Ku kecup bibirnya perlahan dan sangat hati-hati. Aku pun mulai memejamkan mata, menikmati sentuhan lembut yang tercipta antara bibir ku dan bibirnya.

Kemudian ku lepas kecupan ku dan sedikit menjauh dari wajahnya. Mata kami saling bertemu, membuat jantung ku berdetak tak karuan. Ku beranikan diri untuk mengucap cinta padanya sebagai bukti atas perasaan ku yang tulus untuknya

“Saranghae,” ucap ku setengah berbisik sembari tersenyum.

“Na do saranghae,” jawabnya lalu memelukku erat.

<><><><><>

Sepulang sekolah, seperti biasa Jihyun selalu membantu ku di kedai appa. Aku jadi senyum-senyum sendiri mengingat sikap ku yang dingin padanya dulu. Bukan tanpa sebab aku bertindak seperti itu. Aku selalu berhasil membuat wajahnya bertekuk dan itu sangat lucu sekali. Aku senang melihat ekspresi wajahnya seperti itu. Namun sungguh bodohnya aku tak menyadari sejah awal, bahwa aku menyimpan perasaan yang lebih padanya.

“Jonghyun~a, mengapa kau melamun? Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya eomma menyadarkan ku dari lamunan.

“Aniy. Tidak ada yang ku pikirkan eomma,” dusta ku.

“Jangan berbohong. Eomma tau kau menyembunyikan sesuatu. Ayo ceritakan pada eomma,” ucap eomma sedikit memaksa.

“Tidak eomma. Tidak ada yang ku sembunyikan.”

“Kau yakin? Lalu jelaskan pada eomma, mengapa kalian bisa akur? Apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku,” tanya eomma penuh selidik.

“Kalian? Maksud eomma—aku dan Jihyun?” Eomma mengangguk sambil tersenyum penuh arti.

“Aku … Aku sudah berbaikan dengannya. Itu saja.”

“Kau yakin hanya itu? Kau tidak mau bilang pada eomma, kalau kalian sedang berpacaran?”

“Eomma tau dari mana?!” tanya ku kaget.

“Jihyun yang menceritakannya pada eomma.” Aku hanya tertunduk malu. Aku yakin sekali wajah ku sudah memerah sekarang.

“Coba lihatlah ia, dia sangat rajin,” ucap eomma sembari menyuruh ku melihat ke arah Jihyun yang sedang melayani tamu.

“Sejak awal ia datang ke kedai kita, eomma sudah yakin bahwa ia menyimpan perasaan lebih kepada mu dan begitu pula dengan kau, nak.”

Aku tersenyum kepada eomma. Tertangkap basah sudah. Inilah salah satu alasan mengapa aku tidak bisa berbohong kepada eomma. Ia selalu tau tentang semua yang ku rasa kan.

<><><><><>

Sekarang sudah menunjukkan pukul 20.30 KST. Para pelanggan pun sudah sepi. Aku dan Jihyun segera berkemas-kemas menutup kedai.

Setelah ku pastikan pintu kedai sudah tertutup rapat, ada pun segera menyusul Jihyun yang sudah menunggu ku di seberang jalan.

Malam semakin larut. Yang tampak hanyalah rembulan malam nan indah menghiasi langit. Cahaya terangnya menyinari pinggiran kota kecil Seocho. Menghipnotis setiap insan hingga tertarik kedalam hawa malam yang dingin. Sudah 2 hari salju tak turun, tapi hawa dinginnya masih sangat menusuk. Ku lihat Jihyun terus saja mendekapkan kedua tangannya di dada.

Jonghyun P,O,V end

<><><><><>

Jihyun P.O.V

Malam ini benar-benar dingin. Ku rasa tangan ku hampir membeku sekarang. Aku menggosok-gosokkan kedua telapak tangan ku, lalu meniupnya agar sedikit terasa hangat. Namun sia-sia saja udara terlampau dingin.

Tiba-tiba saja ku rasakan tangan Jonghyun menyentuh pundak ku. Kemudian ia menarik ku ke dalam pelukannya.

“Kau kedinginan Jihyun~a.”

“Ne,” jawab ku malu-malu.

“Baiklah, kita jalan sambil berpelukan saja. Aku tidak ingin kau sakit.”

Aku hanya mengangguk meng-ia kan. Sulit dipercaya. Tapi ini benar-benar nyata. Sepanjang jalan aku terus saja tersenyum. Bahagia atas semua cinta yang dicurahkan Jonghyun untuk ku.

Selama 15 menit kami berjalan, hingga akhirnya sampai juga di depan rumah ku. Ia sedikit melonggarkan pelukannya dan membuat ku berhadapan dengannya. Ia merengkuh pipi ku, dan dapat kurasakan tangannya memberikan rasa hangat.

“Pipi mu dingin sekali Jihyun~a. Cepatlah masuk, aku tak ingin kau masuk angin.”

“Ne. Aku akan segera masuk. Gomawo, karena sudah mengantar ku pulang.”

“Sudah kewajiban ku,” ucapnya seraya tersenyum.

Aku tertegun sesaat karna senyumnya yang sangat manis. Aku hampir meleleh karena senyum itu. Dan karena senyum itu pula aku semakin jatuh cinta ke padanya.

<><><><><>

Ini sudah hampir tengah malam, namun mata ku tak jua kunjung terpejam. Resah dan gelisah, itu yang ku rasa. Segera ku raih ponsel ku, dan ku buka kembali kotak masuknya.

Mata ku terus saja tertuju pada pesan singkat itu. Ada perasaan takut yang menyelimuti hati ku.

Flashback …

Bel baru saja berbunyi. Minjung menghampiri meja ku. Ia mengajakku ke kantin, namun aku menolaknya. Aku sedang tidak ingin kekantin saat ini. Dengan berat hati Minjung meninggalkan ku sendirian di kelas.

Tiba-tiba saja ponsel ku bergetar. Ku raih ponsel ku, ternyata pesan singkat.

Ku buka, lalu ku baca pesan yang tertera di sana.

From : Pak Jang

Agassi, aku hanya memberi tahukan kepada anda bahwa Tuan dan Nyonya akan segera kembali ke Seoul minggu depan. Bisakah sebelum minggu depan anda sudah berada di Seoul? Ini demi kebaikan anda ..

Aku terkejut setelah membaca pesan singat itu. Mengapa appa dan eomma cepat sekali kembali ke Seoul? Apa karena mereka sudah tau halmoni sedang sakit? Lalu bagaimana dengan sekolah ku? Bagaimana dengan Jonghyun nantinya? Bagaimana dengan hubungan kami? Banyak pertanyaan yang memenuhi otak ku.

Hingga aku tak menyadari bahwa aku tak sendirian di kelas ini …

Flashback end …

Tiba-tiba ponsel ku berdering menandakan panggilan masuk. ‘Eomma …’ batin ku.

Apa yang harus ku katakan sekarang? Ragu-ragu ku angkat panggilannya.

“Yeoboseo …”

“Yeoboseo Jihyun~a. Bagaimana kabar mu nak? Eomma sangat merindukan mu.”

“Aku baik-baik saja. Tumben sekali eomma menelpon ku. Ada apa?” ucap ku dingin.

“Jihyun~a, mengapa kau berkata seperti itu. Eomma benar-benar sangat merindukan mu nak. Eomma akan segera kembali minggu depan bersama appa.”

“Bukankan memang seperti itu kenyataanya? Eomma tidak pernah perduli dengan ku sedikit pun. Bahkan ketika aku kembali dari Amerika, kalian sama sekali tidak menyambut ke hadiran ku. Menelpon ku saja tidak. Ketika aku berulang tahun beberapa hari yang lalu, kalian juga tidak menghubungi ku. Aku hanya ingin mendengar eomma dan appa memanjatkan doa untuk ku, tapi apa? Kalian hanya sibuk dengan urusan kalian masing-masing. Sebaiknya kalian tidak usah kembali. Aku sudah merasa nyaman dengan kehidupan ku sekarang.”

“Jihyun~a. Bukan begitu maksud eomma. Eomma sangat menyayangi mu nak. Eomma mengaku salah karena telah mengabaikan mu selama ini. Tapi eomma berjanji, setelah pulang nanti eomma akan lebih memperhatikan mu.”

“Tidak perlu. Eomma urus saja semua bisnis eomma. Eomma tidak butuh aku,” jawab ku ketus.

“Beri eomma kesempatan sekali saja Jihyun~a. Eomma mohon.”

Aku sudah tidak tahan lagi mendengar semua omong kosong yang eomma lontarkan. Aku memutuskan panggilan itu sepihak. Setelah terdiam cukup lama, tiba-tiba saja air mata ku jatuh. Lagi-lagi aku menangis karena ke egoisan mereka. Jujur saja aku benar-benar sangat merindukan suara lembut eomma, tapi rasa sakit di hati ku mengalahkan semuanya.

Jihyun P.O.V end

<><><><><>

Author P.O.V

“Kau baik-baik saja yeobo?” tanya seorang pria paruh baya dengan suara berat. Ia baru saja keluar dari kamarnya, dan tiba-tiba ia menemukan istrinya sedang menangis sendirian di ruang tengah dekat perapian.

Pria itu merengkuh tubuh istrinya lalu segera memeluknya dengan erat.

“Apa yang harus ku lakukan yeobo? Jihyun benar-benar marah pada ku. Ia tidak ingin bertemu dengan ku,” ucap Ny. Kim sambil berisak.

“Sudahlah, mungkin ia butuh waktu menyendiri dulu. Ia pasti sedang emosi saat ini. Sebaiknya kau beristirahat saja yeobo, kau baru saja sembuh dari penyakit mu,” ucap Tuan Park menenangkan istrinya.

“Mungkin keputusan ku untuk tidak memberi tahunya tentang penyakit leukimia ku ini adalah salah. Aku benar-benar menyesal yeobo. Dan sekarang ia malah membenci ku. Membenci ibunya sendiri.”

“Sudahlah, biar nanti aku saja yang bicara dengannya. Ia pasti akan mengerti,” ucap Tuan Park seraya memapah tubuh istrinya ke dalam kamar.

“Tolong bujuk Jihyun, yeobo. Aku tidak ingin ia membenci ku.”

“Ne …”

To Be Continue …

 

5 thoughts on “I’m in Love [Part 5]

  1. huee aku tunggu tunggu nih..

    huoo melting tuh di aula. jonghyun so sweet banget yaaaaaah #emang
    wah ibunya sakit?? jangan2 nanti dia minta jihyun sama pilihan ibunya pake alasan penyakitnya *reader mulai khawatir*
    penasaran penasaran..
    lanjuttt~

  2. Wah ibunya sakit
    Bisa2 mau deh neh dijodohin, aaaa jgn smpe jdi deh perjodohannya kasian jonghyun

    Jgn lama2 y lanjutanya penasaran

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s