Melody of Love [chapther 4]

Part 1   |   Part 2    |   Part 3

Author : @Eonn1k4D

Rating : PG17

Genre : Romance

Leght : Chapthered

Cast :

Lee JongHyun

Kang MinHyuk

Sunny

Disclamer : plot is mine .. also lee jung shin to # gak nyambung😛

Note : mian lamaaaaa banget posting part 4 ini, maklum author super sibuk #curcol .. n kayaknya alur semakin gaje tapi tetep jangan lupa tinggalin koment ya .. hehehe #nyengir

MinHyuk tertegun melihat lembaran cek yang di sodorkan Sunny. Pagi ini baru saja dia sampai di perternakan Sunny sudah menariknya ke gazebo dekat istal.

“ Apaaa !!!! .. Kurang ajar hyungku itu , aku tak bisa menerima perlakuannya yang menghina ini terhadapmu.” wajah MinHyuk memerah karena marah. Sunny hanya tersenyum geli.

“ Kau ini sudah di hina seperti ini malah tertawa2 geli. Apa kau tidak marah .?

“ Aku  .. ? Marah … ? untuk apa … Aku hanya geli kau hanya di hargai bla bla juta  oleh hyungmu. Padahal kalau Mirota dan Skype merger, keuntungan perusahaan hyungmu itu akan milyaran dollar. Ckckckc .. hyungmu itu pelit .” MinHyuk semakin heran melihat Sunny tidak marah.

“ Lalu apa yang akan kau lakukan dengan cek itu. Kenapa kau tidak merobek2 dihadapannya atau kau lemparkan saja ke mukanya ..”

“ Semula sih aku juga ingin melemparkan cek ini dan merobeknya, tapi aku ingat kau butuh dana untuk pembangunan panti asuhan itu. Cek ini akan kuserahkan padamu, isilah dengan nominal yang kau butuhkan agar panti asuhan itu segera berdiri. Aku sumbangkan cek ini atas nama Lee JongHyun CEO Mirota.Corp.” jawab Sunny sambil tersenyum lebar.

“ Tapi hyungku akan men-cap mu sebagai yeoja materialistis. Dan kau juga tak boleh meninggalkan aku hingga 3 bulan kedepan. Hanya untuk berjaga2…., walau kurasa pengacaraku telah menemukan celah agar aku tetap dapat menerima warisan tanpa harus menikah atau bertunangan terlebih dahulu.”

“ Tidak penting apa pendapat Lee JongHyun sang CEO tentang diriku. Yang penting proyek amalmu dan hubunganmu dengan JungShin aman hingga 3 bulan kedepan.”

“ Tapi Sunny … “

“ Sstt .. “ Sunny meletakkan jarinya di mulut MinHyuk agar namja itu tak bicara lagi. Sesaat kemudian MinHyuk memeluk sahabatnya dengan penuh rasa sayang. Kemesraan itu yang di tangkap JongHyun dari balik jendela.

“ Semoga yeoja itu menepati janjinya, walau aku tak yakin juga .” JongHyun menghembuskan nafas berat. Seraya matanya tak lepas memandangi kedua insan yang kini berjalan bergandengan tangan penuh kemesraan itu.

***

“ Jangan coba2 untuk menceburkanku dalam air, aku tidak pandai berenang tau.” kata Sunny yang duduk santai di kursi malas pinggir kolam renang. Sementara MinHyuk menarik2 lengannya agar mau turun ke air. MinHyukpun mengalah dan sesaat kemudian air kolam memuncrat kala tubuh kekarnya terjun di kolam.

“ Kau tidak bisa berenang ?.” tanya Nyonya Kang pada Sunny yang duduk di samping Sunny. Nyonya Kang eomma MinHyuk masih terlihat sangat cantik di umurnya yang sudah paruh baya. Orang yang ramah begitu Sunny menilai wanita ini sejak pertama mereka bertemu. Akhirnya eomma MinHyuk dan JongHyunpun muncul walau hari telah siang. Dan sore ini mereka bersantai di pinggir kolam milik JongHyun.

“ Tidak, aku tidak mahir berenang ahjumma. Sejak kecil aku tidak pernanh diberi kesempatan untuk belajar berenang” Jawab Sunny

“ Kau boleh memanggilku eomma jika kau mau.”

“ Ne eomma … “ jawab Sunny agak sungkan.

“ Lagipula kau kekasih MinHyuk, jadi kuijinkan kau memanggilku eomma … Walau aku tahu apa yang terjadi sesungguhnya …. “ Ny Kang menghela nafas panjang, sesaat Sunny tertegun mendengar  ucapan itu. Apakah eomma MinHyuk tahu jika sahabatnya itu seorang ….

ASTAGA !! Wajah Sunny memucat dan berubah prihatin sambil menatap nyonya yang masih ayu ini. Perubahan itu tak luput dari pandangan JongHyun yang duduk di seberang kolam memperhatikan eomannya asik berbincang dengan Sunny.

Ada apa barusan ?, apa yang mereka bicarakan hingga wajah yeoja itu pucat. Ataukah eomma memperingatkan yeoja itu agar menjauhi Hyuk. Baguslah kalau begitu. Usahaku mengudang mereka berhasil dengan sukses guman JongHyun senang. Namun di sudut hatinya entah kenapa terasa pedih melihat mata Sunny yang selalu nampak ceria itu kini terlihat sedih.

***

.. Let’s make a run

From all we know

We’ll find a way and get back stronger again

Too many times

I’ve wondered why

I feel ashamed only to be around …

Suara bening Sunny menggema di ruangan kafe yang penuh sesak pengunjung. Jika weekend semacam ini kafe memang selalu penuh,apalagi jam bukanya hingga jelang dini hari. Itu berarti Sunny dan anggota Band harus menghibur tamu hingga berjam-jam lamanya.

Sunny mengelap peluh di dahinya saat mengakhiri lagu. Suasana kafe sudah mulai pengap.  Dan Hentakan music dr box DJ kini menggantikan dirinya semakin membuat suasana riuh.

“ Kelihatannya kau lelah Sun .” tegur manager Han.

“ Ani .. aku hanya merasa gerah kok. Berapa lagu lagi jatah kami ?.” tanya Sunny sambil menegak air mineral langsung dari botolnya.

“ Kalau kau lelah , setelah ini dua lagu kurasa cukup. Nanti bagian terakhir biar Takhesi saja yang menyelesaikan. “ Takhesi adalah DJ malam ini.

“ Gumawo .. aku memang agak lelah sedikit .” kata Sunny senang. Siang tadi Sunny memang tak banyak beristirahat, MinHyuk meminta bantuannya untuk menyiapkan ceremony pembukaan Panti Asuhan dua minggu kedepan. Begitu banyak pegawai yang di miliki sahabatnya itu tapi tetap aja MinhHyuk ingin Sunny yang mengkoordinir. Sunny senang hati saja walau tak di bayar.

Sunny menyandarkan dahinya di pintu loker pegawai, peluhnya dingin menetes tak berhenti. Dua lagu terakhir tlah selesai dinyanyikan. Berulang kali Sunny menarik nafas panjang

“ Kau baik-baik saja ?.” tegur suara berat mengagetkan.

“ Gwecana .. apa yang kau lakukan di sini ?.” Sunny menatap cuek sosok yang kini bersandar di pintu ruang belakang kafe sambil membereskan tas dan bersiap pulang. Lee JongHyun ? Ngapain juga dia malam ini di sini guman Sunny kesal melihat siapa yang barusaja menegurnya tadi.

“ Sepertinya kau sedang tidak sehat .. Kau sakit ?.” Sunny menghela nafas panjang dan berlalu namun langkahnya tertahan saat lengannya di tahan namja itu.

“ Kau tak menjawab pertanyaanku .”

“ Sudah kujawab kan … Aku baik2 saja dan sekarang aku mau pulang.” Sunny mengibaskan lengannya tapi pegangan itu sangat erat.

“ Ehh badanmu panas, kuantar kau pulang .” kata JongHyun seraya menarik lengan Sunny dan membimbingnya keluar kafe lewat pintu belakang. Beberapa pegawai yang berpapasan menyapa mereka.

“ Masuk .. “ pintu mobil terbuka lebar namun Sunny enggan masuk.

“ Aku naik bis saja .”

“ Mana ada bis jam segini .. Masuklah .” bujuk halus JongHyun.

“ Aku naik taksi saja kalau begitu .”

“ Shiro … naiklah. Aku tak akan berbuat macam2 ko.” kata JongHyun lagi,  kali ini dengan nada yanglebih ramah. Dengan sedikit enggan Sunny menghempaskan pantatnya di jok mobil yang halus dan lembut ini. JongHyun menahan laju mobilnya perlahan menyusuri jalan yang mulai lenggang.

“ Bagaimana hubunganmu dengan MinHyuk … ?” tanya JongHyun memecah keheningan.

“ Masih baik saja , waeyo ?.” JongHyun menghela nafas panjang.

“ Aku hanya mengingatkan janjimu padaku saja kok .. ?” Sunny menoleh dan menatap paras dingin JongHyun

“ Janji ? Aku pernah janji apa padamu ?.”

“ Janji kau akan meninggalkan dongsaengku setelah menerima cek itu .” Olala Sunny lupa hal ini. Dengan senyum lebar Sunny menjawab

“ Aku memang menerima cek darimu .. tapi rasanya aku tak pernah berjanji untuk menginggalkan MinHyuk .. Seingatku AKAN KUCOBA tapi kalau Hyukie nggakmau meninggalkan aku yachh aku tak bisa berbuat apa-apa … “ rahang JongHyun mengeras menahan kesal mendengar jawaban Sunny.

“Lalu kau gunakan untuk apa uang yang telah kau cairkan itu ?.” tanya JongHyun lagi . Sunny membelalakkan mata gelagapan mendengar pertanyaan JongHyun. Mampus …. aku harus jawab apa, pasti MinHyuk telah mencairkan cek itu kata Sunny dalam hati.

“ Emm mm untuk bersenang-senang ….. “ jawab Sunny menggantung.

“ Ohh begitu ya … “

“ He ehh .. “  jawab Sunny sedikit ragu. JongHyun diam tak bertanya apa-apa lagi. Sunny menghela nafas lega.

“ Sampai … “ kata JongHyun menghentikan mobil di depan gedung apartemen Sunny.

“ Gumawo JongHyun-ssi .”

“ Harusnya kau beli apartemen baru dengan uang itu daripada terus tinggal di sini. Jangan kau habiskan untuk bersenang-senang saja .” tegur JongHyun sebelum Sunny melangkah keluar mobil.

“ Nee .. Selamat malam JongHyun-ssi .”  Mobil JongHyun melesat meninggalkan Sunny yang tetap berdiri hingga mobil itu hilang di kejauhan,

“ Aiisshhh …. Besok aku harus tahu berapa banyak uang yang telah dicairkan MinHyuk dari cek itu ,  jadi jika si Beruang ini tanya lagi aku bisa menjawabnya .” gerutu Sunny .

***

Sunny melupakan tentang pertemuannya dengan JongHyun seminggu lalu , hingga sore hari saat persiapan untuk naik panggung lagi manager Han mendekatinya dengan wajah aneh.

“ Ada apa ? … sepertinya kau akan bilang sesuatu yang tidak mengenakkan padaku .” tebak Sunny menatap pantulan tubuh manager Han dari cermin. Helaan nafas panjang sebelum manager Han membuka mulut.

“ Kau  di berhentikan dari kafe ini .”

“ Haahh … nggak salah dengar kah aku ?.” Sunny meletakkan alat make-upnya dan berbalik menghadap manager Han.

“ Mianhe Sunny…, aku sebenarnya juga tak suka hal ini. Kau adalah penyanyi terbaik yang pernah dimiliki kafe ini …. “

“ Laluu … “ potong Sunny.

“ Tapi pemilik kafe ini menghendaki penyanyi lain yang tampil…. “

“ Apakah untuk seterusnya ?… atau hanya sementara ?.”

“ Ehh emm untuk seterusnya Sunny. Mianhe , aku sudah berusaha menyakinkan Direktur tapi dia tak mendengarkan aku … “

“ Direkturrr yang menyuruhmu ? .. Biar aku telpon MinHyuk, kenapa dia seenaknya saja memecatku …” Sunny meraih hp tapi sebelum sempat memencet deretan nomer manager Han sudah merebutnya.

“ Yang memecatmu bukan Direktur MinHyuk … “

“ Bukan ? … lho bukankah kafe ini miliknya . Lalu milik siapa ?” tanya Sunny heran.

“ Direktur MinHyuk hanya pelaksana saja. Tapi pemilik utama jaringan kafe ini adalah  Direktur Lee JongHyun , kurasa kau mengenal dia…..”

“ Emm dan bukankah minggu lalu kau pulang bersamanya . Kukira kau tak boleh tampil di sini karena … ehemm …. yaachh kau tahu , sebagai yeoja cingu Direktur rasanya tak pantas jika tetap menyanyi di tempat seperti ini. Walau Kafe ini exlusif juga sih …” manager Han berbicara panjang lebar tanpa memperhatikan paras Sunny yang merah padam karena kesal.

“ Aku bukan yeoja cingu Direktur Lee … “ sergah Sunny cepat.

“ Tapi yang kutangkap dari pembicaraan dengan Direktur tadi pagi, dia menyiratkan hal seperti itu .” manager Han ikut bingung. Lelaki paruh baya itu terus mengusapkan jemarinya yang berkeringat pada celana tanda gugup.

“ Ohh begitu ya … “ Sunny tak ingin mempersulit manager Han. Karena dia tahu siapa dalang dibalik semua ini.

“ Huaahhh … kalau begitu aku pulang dahulu manager. Gumawo atas bantuanmu selama ini manager.” Sunny tersenyum lebar. Manager Hanpun menghela nafas lega.

“ Hati-hati di jalan ya Sunny. Dan ini gaji serta sedikit … yachh pesangon mungkin .. “ kata manager Han menyelipkan amplop coklat dalam genggaman sebelum Sunny melangkah keluar kafe.

Sunny menyipitkan mata menatap langit senja, sudah satu tahun hidupnya bersama kafe ini. Dan kini tiba-tiba saja terengut. Semua ini karena si Beruang itu. Aku harus buat perhitungan dengan dia tekad Sunny bulat.

“ Apakah Direktur Lee sudah pulang ?.” tanya Sunny pada resepsionis Mirota.Corp yang telah bersiap untuk pulang.

“ Sepertinya belum. Ada keperluan apa anda mencari beliau nona ?.” si resepsionis menatap penuh selidik tamunya yang datang tak pada jam normal.

“ Bukan urusanmu untuk tahu … “ kata Sunny ngeloyor kea rah lift.

“ Nonaa .. kau tak boleh masuk sembarangan … “ si resepsionis mengejar Sunny tapi pintu lift sudah menutup naik menuju lantai 15 kantor Direksi.

“ BRAAAKKK … “ JongHyun menoleh saat pintu kantornya terbuka dengan kasar.

“ Ne .. tidak apa-apa manis. Aku bisa menanganinya, pulanglah dulu. Hati2 di jalan ya … “ kata JongHyun lembut  sebelum meletakkan gagang telponnya. Sunny menatap JongHyun yang duduk santai di mejanya, bibirnya mencibir kesal mendengar ucapan gombal JongHyun, entah dengan siapa dia berbicara Sunny tak peduli.

“ Hmm ada yang kau butuhkan lagi manis ?.” tanya JongHyun ramah mensedekapkan lengan sambil bibirnya menyunggingkan senyum penuh perhitungan kearah Sunny.

“ Maniss ? .. aku bukan salah satu peliharaanmu .” sergah Sunny galak. JongHyun tersenyum geli mendengar jawaban Sunny.

“ Oke … lalu apa tujuanmu kemari ?.” tanya JongHyu.

“ Kurasa kau sudah tahu kenapa aku datang kemari. Bukankah kau pagi tadi telah bertemu dengan manager Han … “ Sunny berkata ketus seraya melipat tangannya menahan rasa kesal melihat JongHyun hanya duduk di meja seolah ogah-ogahan bicara dengannya.

“ Ooo … itu … “

“ Kau tak seharusnya memecatku begitu saja. Apalagi dengan pemberitahuan yang sangat mendadak seperti ini. Lagipula apa kesalahanku hingga manajemen memecatku seenaknya seperti ini.” kata Sunny berapi-api. JongHyun menaikkan sedikit alisnya dan tersenyum sinis

“ Benar … memecat karyawan ada aturannya. Tapi perlu kau ketahui bahwa itu adalah hak pemilik perusahaan. Dalam hal ini AKU…..”

“ Namun kau juga harus tau Sunny, posisimu di kafe itu hanya sebagai penyanyi yang di sewa secara kontrak bukan sebagai karyawan tetap. Jadi adalah HAK ku untuk mengakhiri kontrak pegawai yang aku sewa tanpa penjelasan apapun. Dan bukankah kau sudah mendapatkan pesangon ?.” kata JongHyun panjang lebar.

“ Tapi aku tetap butuh penjelasan. Aku tak melakukan kesalahan apapun selama ini, aku juga bekerja dengan baik …. “ kata Sunny berapi-api.

“ Apakah pesangonmu kurang ?.” potong JongHyun berdiri menghampiri Sunny

“ Bukan itu yang aku pedulikan , tapi … “ Sunny mundur sedikit cemas saat JongHyun perlahan menghampirinya. Dari parasnya Sunny tahu namja itu sedang marah.

“ Lalu apa yang kau pedulikan ?. Bukankah aku telah memberimu uang yang cukup banyak untuk menunjang hidupmu asal kau menjauhi MinHyuk…. ?.”

“ Kau tidak mengerti Lee JongHyun … aku …. “ Sunny kebingungan untuk menjelaskan perihal cek itu. Dia sudah berjanji pada MinHyuk.

“ Aku tidak mengerti bagaimana ?… Yang kutahu kau sudah setuju Sunny ,… tapi kau ternyata memang seperti yeoja lain yang hanya mengincar harta namja2 kaya. Kau serakah Sunny .. kau masih tak mau juga melepaskan MinHyuk .. kau tak tahu berterima kasih.. kau…”

“ PLAAKKKK “ tamparan keras di pipi JongHyun menghentikan ucapan namja itu. Mata JongHyun berkilat marah begitu pula dengan Sunny

“ Kau tidak tahu apapun tentang aku Lee JongHyun  … “

“ Apa yang tak kutahu tentangmu manis ? .. bahwa kau anak dari seorang wanita penghibur yang tidak tahu lelaki mana yang telah menghamilinya .. atauuu kau adalah anak yang berpindah –pindah dari satu panti asuhan satu ke panti asuhan lain karena tak ada orang tua asuh yang berminat padamu …. “

“ Atau kau sebelum ini adalah yeoja simpanan sopir ekspedisi tua dan dia pernah hidup bersamamu selama 3 tahun sebelum kau bertemu dengan MinHyuk. Dengan MinHyuk kau menguras uangnya …. “ kata JongHyun panjang lebar.

“CUKUUPP …. “ bentak Sunny kaget tak menyangka JongHyun menyelidiki latar belakang hidupnya yang selama ini ditutupinya. Bahkan MinHyukpun tak tahu latar belakang kehidupannya yang kelam. Dengan tatapan nanar Sunny memandang JongHyun yang berdiri di hadapannya dengan angkuh.

“ Harusnya kau sadar siapa dirimu Sunny. Kau tidak sepadan dengan MinHyuk …… “

“PLAAKK .. “ untuk kedua kali ucapan JongHyun terhenti karena jemari Sunny mendarat di pipinya.

“ Aku masih punya harga diri Lee JongHyun.., kau .. kauu … “ Sunny terbata-bata karena marah.

“ Kau punya harga diri ? … Harusnya kau hanya berterima kasih saja padaku Sunny karena kau kini tak akan kekurangan uang. Dan inilah yang harusnya kau lakukan … bukan malah menamparku …” desis JongHyun sebelum menarik tubuh Sunny dan menyatukan bibir mereka.

“ Huufftt …. “ Sunny mendorong dada JongHyun namun pelukan namja itu semakin erat membuat tangan Sunny terkunci di antara tubuhnya sendiri dan tubuh JongHyun.

“ Buka mulutmu brengsek .” umpat  JongHyun saat mendapati bibir Sunny terkatup rapat.

“ Kurang ajar kau Lee …. “ Sunny balas mengumpat marah, namun JongHyun tak menggubris kata2 pedas itu dan malah mengulum bibir Sunny yang terbuka dengan cepat. Tarikan nafas kaget Sunny mendapati kehangatan bibir JongHyun membuat yeoja itu semakin keras berusaha melepaskan diri.

Tiba-tiba JongHyun menghentikan ciumannya saat menyadari bahwa yeoja yang berada dalam pelukannya tidak memberontak lagi. Dan bahkan hanya diam saja. Perlahan JongHyun menarik wajahnya dan tertegun mendapati paras pucat dengan mata terbuka lebar namun kosong. Bibir yeoja di hadapannya ini membengkak karena ciuman kasarnya dan di pipi pucat itu mengalir air mata bening.

“ Ahh … “ JongHyun bingung hendak berkata apa dan hanya mundur melepaskan pelukannya.

“ Apakah ciuman tadi berarti aku sudah membayar rasa terima kasih padamu karena kau telah memberiku cek itu ?.” tanya Sunny dingin. JongHyun tak menjawab

“ Kalau begitu kita impas. Dan kini aku tak berhutang apapun padamu. Selamat malam Lee JongHyun-ssi. Semoga kita tak pernah bertemu lagi .” kata Sunny berbalik dan setengah berlari keluar dari kantor JongHyun.

Tangis Sunny meledak saat lift meluncur ke lantai dasar. Batin Sunny teras sangat pedih mengingat ucapan keji JongHyun.

“ Bukan pilihanku mempunyai ibu seorang pelacur yang tak tahu siapa lelaki yang menghamilinya. Bukan pula keinginanku jika tak ada orang tua asuh yang berminat menjadikanku anak angkat karena umurku sudah bukan balita lagi saat itu….”

“ Dan Kim Yoon ahjussi bukalah lelaki bejat, malah berkat dialah aku mempunyai tempat bernaung sejak panti asuhan memberlakukan batasan umur bagi penghuninya karena keterbatasan dana dari pemerintah. Kau tak tahu apapun tentang aku Lee JongHyun .. kau tak tahu apa – apa “ kata Sunny di sela isak tangisnya.

Sementara di lantai 15 JongHyun terdiam lesu seraya memandang langit yang mulai gelap dari balik jendela kantornya. Apa yang barusan aku lakukan tadi ? guman JongHyun lirih.

tbc

13 thoughts on “Melody of Love [chapther 4]

  1. Eonni ..
    Sumpah, senang banget waktu ngliat FF ini di publis ..
    Udah lama aku nungguin FF ini ..

    Part berikutnya jangan lama-lama yagh ..
    Penasaran akuuuut ..

    Kasian banget Sunny nya dihina Jonghyun ..
    Jonghyun tega banget ..😦

  2. Hikz aku nangis T_T
    miris tau kisah hidup sunny..
    Dan emosiQ meledak2, karakter jonghyun sadis amat ==
    Daebakk. . Lanjutannya jgn lama y eon, jebal ^_^

  3. Akhirnyaaaaaa eon dikeluarin juga lanjutannya, sekian lama aku menunggunya #lebay

    Makin seru ceritanya, makin penasaran juga gmn ntar sama sunny n jonghyunnya. Next part jgn lama2 eon

  4. eonniiiiiiiiii
    sedih banget, mau nangis ngebayangin sunny digituin..
    tapi suka juga karakter si jonghyun.
    ah daebak lah.
    suka banget eon.
    lanjutannya jgn lama-lama dong eon, asli penasaran bgt.

    ngomong2 kalo ngebayangin sunny di sini rambut oendek kayak the boys cocok deh. keren.

  5. kyaaaa…
    thanks god!!
    akhirnya FF ini d’post juga!!!
    yak ampun eonni, jgn lama” y post lanjutannya!! Please…

    Don’t Judge a Book by the Cover, Jonghyun Oppa…🙂

  6. muncul juga part ini
    kok deg-degan ya bacanya… eheheh kebayang jonghyun pasti keren bgt pas *ehem* ma sunny >,<
    tapi kok dia jahat sih, kasian sunny…
    part selanjutnya minhyuknya banyakin ya onn heheh
    nice FF

  7. ahir’a part 4 ny muncul juga…🙂

    crita’a makin kren aja nih…

    sdih bgt pas Sunny’a di hina gitu… huhuhu😦
    aaah, JongHyun.. jangan gitu dong..

    N Author’a jangan Lama2 ya publis part slanjut’a…
    kami selalu menunggu..🙂

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s