Falling and Waiting [Part 2]

Teaser | Part 1

Author: happyhanna @hannamoran

Lenght : *chaptered

Genre: Romance, Friendship

Cast: Kang Minhyuk

Jiyeon (T-ARA)

Haneul (OCs)

Dis: my own story

Note:  akhirnya post part 2 ….. silahkan baca, like dan komen. buat yang penasaran siapakah peran yang masih dirahasiakan itu *ala silet* nah baca deh….. okey check this out😀

***

1 tahun kemudian……

 

Author POV

Jiyeon membuka matanya pelan, meregangkan tubuhnya dan akhirnya ia mengumpulkan tenaga untuk bangun. Ia mengusap kedua matanya pelan dan berjalan menuju pintu kamarnya saat reminder ponselnya berdering, ia mengambil ponselnya dan membaca tulisan dilayar ponselnya

“KANG MINHYUK’S BIRTHDAY”

Jiyeon membelalakan mata, ia lupa hari ini hari ulang tahun minhyuk. Ia segera menghubungi ponsel minhyuk tak peduli apakah di Inggris sana sedang siang, malam, atau pagi.

“nomor yang anda tuju tidak terdaftar…..” jiyeon memutuskan hubungan telepon, ia mendengus.

Sudah 1 tahun minhyuk tinggal di London, awalnya mereka masih sering berkomunikasi, melalui  dunia maya atau hanya mengirim pesan singkat, kadang mereka saling bertelefon ria, tapi 7 bulan lalu saat jadwal kuliah minhyuk sudah mulai padat dan jiyeon harus menyiapkan ujian kelulusannya mereka semakin jarang berkomunikasi hingga sama sekali tidak ada komunikasi.

Jiyeon masih duduk disisi tempat tidurnya, mengambil figura fotonya dengan minhyuk dan memandanginya

“saengil chukhae babo….!!!” Kata jiyeon. Ia duduk bersila sambil masih memandang figura fotonya

“semoga kau panjang umur…sehat selalu….dan cepat pulang ke korea,aku kangen…hmm…saranghae” kata jiyeon, senyuman terukir dibibirnya.

“jiyeonaaa…..bangun…bantu omma masak” terdengar suara omma nya memanggilnya

“ne omma” jiyeon segera berlari menuju dapur untuk membantu ommanya.

 

***

Hari ini jiyeon mengikuti orientasi di kampus barunya setelah beberapa bulan lalu ia lulus SMA, sekarang ia resmi menjadi mahasiswi. Ia kelelahan setelah seharian mengikuti macam-macam acara orientasi. Ia duduk di bangku taman, pohon rindang dibelakangnya melindunginya dari cahaya matahari.

Tiba-tiba seseorang duduk disebelahnya, jiyeon kaget.

Namja, seorang namja duduk disebelahnya, ia tidak mengenal namja itu, tapi jiyeon terus memandangi namja itu karena namja itu seperti tidak menyadari jiyeon yang duduk disampingnya. Akhirnya namja itu menoleh kearah jiyeon.

“kenapa?” Tanya namja itu

“ah ani…” kata jiyeon, iya merasa canggung dengan tatapan namja itu. ia pun memilih pergi.  Tapi langkah kedua ia kehilangan keseimbangan dan…

BUUUK

Jiyeon jatuh terduduk ditanah, lututnya sedikit lecet dan tangannya  kotor.

“gwencahana?” sebuah tangan terulur, namja itu sekarang sedang mengulurkan tangannya. Wajah jiyeon memanas karena malu, ia berdiri tanpa bantuan namja itu dan berlari meninggalkan namja itu.

Namja itu hanya melihat tubuh mungil jiyeon yang berlari semakin jauh dengan senyuman.

 

***

Jiyeon mematikan lampu kamarnya, ia duduk bersila di lantai.  Hanya cahaya lilin-lilin yang tertancap di atas blackforest yang menerangi kamarnya dan membuat air matanya kelihatan berkilauan.

Saengil chukhamnida…saengil chukhamnida….saranghaneun Kangminhyuk….saengilchukhamnida…..

Lagu yang jiyeon nyanyikan diakhiri dengan meniup lilin dihadapannya.

“minhyuk babo…. Kenapa kau tidak bisa dihubungi, tidak membalas sms ku. Aku kan ingin bilang selamat ulang tahun babo…” kata jiyeon sambil menghapus air matanya.

“minhyuk…bogosipoyo” kata jiyeon, dan kembali terisak, ia sengaja tidak menyalakan lampu kamarnya, ia membiarkan suasana sekitarnya gelap. Agar ia bisa lebih puas menangis.

***

“Park Jiyeon” jiyeon menoleh mencari arah suara yang memanggilnya, ia sedikit kaget karena namja yang ia temui ditaman kemarin sedang berlari kecil kearahnya.

“kau park jiyeon kan?” Tanya namja itu memastikan

“ne”

“kenalkan aku Lee Jong Hyun” namja itu mengulurkan tangannya, jiyeon membalas uluran tangan jonghyun dengan wajah ragu-ragu.

“aku park jiyeon” kata jiyeon

“iya aku tau” kata jonghyun sambil tersenyum

“ya Tuhan….senyumannya…” kata jiyeon dalam hati terpaku pada senyuman jonghyun.

“kau tau darimana namaku?” Tanya jiyeon

“hmm masa kau tidak ingat?” Tanya jonghyun

“kau yang kemarin duduk disebelahku kan?”

“ne, dan yang melihatmu jatuh” jonghyun terkekeh pelan, wajah jiyeon seketika memerah

“kalo hanya untuk mengejekku saja, lebih baik kau pergi sana” usir jiyeon

“kau berani sekali mengusirku begitu, kau tidak tahu siapa aku huh??”

“tidak, memangnya kau siapa?”

“aku ini kakak angkatanmu, ketua panita orientasi mahasiswa baru kemarin” kata jonghyun, jiyeon tercengang

“mian sunbae, aku tidak tahu kalau kau kaka angkatan ku, mian aku udah lancang” kata jiyeon sambil menunduk

“gwenchana, tidak apa-apa, jangan terlalu formal begitu. Kesannya asing sekali” kata jonghyun dengan senyumnya yang menawan

“ne sunbae” kata jiyeon

“hmm…jangan panggil aku sunbae,terlalu tua. Aku ini kan masih muda, bagaimana kalau kau panggil aku jonghyun saja”

“apa tidak terdengar tidak sopan?”

“pokoknya kau panggil aku jonghyun saja, lebih bagus kalau kau panggil aku jonghyun oppa, arasseo?”

“ne, arasseo jonghyun” kata jiyeon

“nah sekarang aku ingin mengajakmu keliling kampus, kau pasti masih asingkan?”

“tidak terlalu sih, kemarin aku sempat berjalan-jalan disekitar juga”

“hmm…. Kalau begitu aku akan ajak kau lebih tahu banyak tempat-tempat disini, bagaimana?”

Jiyeon terlihat ragu

“tenang saja, aku ini orang baik kok”

“baiklah…”

Akhirnya mereka berdua menjelajahi kampus yang cukup luas itu.

“kita mau kemana?” Tanya jiyeon saat mereka memasuki gang kecil yang terdapat dibelakang kampus, agak gelap dan lembab

“tenang saja, diujung lorong ini akan ada tempat yang sangat bagus” kaya jonghyun

“aaaw..” jonghyun menoleh kebelakang, ternyata jiyeon terpeleset karena memang jalanan di gang kecil  licin.

“gwenchana? Pegang tangan ku biar tidak jatuh lagi” kata jonghyun, membantu jiyeon berdiri dan ia mengenggam tangan jiyeon supaya tidak terjatuh lagi.

“apa masih jauh?” Tanya jiyeon

“tidak juga” benar saja, tak lama mereka keluar dari gang sempit itu, dan mata jiyeon langsung terpaku pada pemandangan didepannya, hamparan hutan pinus dan sebuah danau kecil tak jauh dari situ.

“aku baru tahu ada tempat seindah ini di sini” kata jiyeon

“makanya aku ajak kau kesini” kata jonghyun.

“woooow, tapi kenapa sepi sekali? Tidak ada mahasiswa lain yang kesini?” Tanya jiyeon, jonghyun menggeleng.

“yang tau tempat in hanya aku, rector, dan penjaga kampus ini saja, mahasiswa lain terlalu sibuk untuk menemukan tempat seindah ini”

Mereka duduk dihamparan rumput didekat danau kecil itu.

“kau anak rector ya? Makanya tau tempat ini?” Tanya jiyeon

“tidak, aku bukan anak rector kok”

“lalu bagaimana kau menemukan tempat ini?”

“waktu aku baru masuk sebagai mahasiswa baru seperti mu, aku keliling sekolah ini, dan tersesat aku mencari jalan pulang ternyata aku malah menemukan tempat ini, ya sudah aku jadi sering kesini” cerita jonghyun.

“begitu, lalu kenapa kau mangajakku kesini?”

“tidak apa-apa, aku rasa kau akan suka tempat ini, jadi aku ajak kesini”

“boleh tidak aku ajak seseorang ketempat ini juga? Aku rasa ia akan suka tempat ini juga”

“hmm….boleh saja. Siapa?”

“namanya kang minhyuk”

“boleh saja, kapan kau ajak dia kesini? Besok? Lusa?” Tanya jonghyun

“entahlah, saat ini orangnya sedang kuliah diluar negeri. Aku tidak tahu kapan ia pulang ke korea, mungkin tahun depan, mungkin tahun depannya lagi, atau entah kapan” kata jiyeon, jonghyun bisa melihat raut kecewa dan sedih diwajah jiyeon.

“dia itu namjacinggu mu ya?” Tanya jonghyun

“ani…dia teman SMA ku, kok”

“oh begitu, kalau begitu saat ia pulang nanti ajak dia ke sini. Ia pasti akan senang dengan tempat ini”

“ya”

“sudah sore, kau mau pulang? Biar aku antar”

“tidak usah, aku bisa pulang kerumah sendiri kok” kata jiyeon menolak dengan halus

“baiklah, setidaknya aku antar sampai gerbang kampus, bagaimana?”

“baiklah”

 

***

 

4 minggu kemudian.

 

Jiyeon sudah mulai sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya, ia sedang mengerjakan tugasnya saat ponselnya berdering.

“yoboseo…”

“jiyeon-na…sedang apa kau?” Tanya sipenelepon

“ah jonghyun, aku sedang mengerjakan tugas, kenapa?”

“mau temani aku minum kopi tidak?”

“hmm…boleh, dimana?”

“di café biasa, jam 7 malam. Bagaimana?”

“okay, kalau begitu aku akan selesaikan tugasku lalu bersiap-siap”

“baiklah, sampai jumpa”

 

***

 

“kau yakin hanya pesan mocca ice cream saja?” Tanya jonghyun pada jiyeon

“ya, aku sedang ingin ice cream”

“baiklah kalau begitu, aku pesan mocca float saja” kata jonghyun pada pelayan yang berdiri disamping mereka.

“kalau begitu pesanannya harap ditunggu”

“ya”

“aku mengganggu waktu belajar mu ya?”

“tidak, aku sudah selesai belajar kok”

“hmm… aku kira aku menganggu” kata jonghyun sambil tersenyum, dan mata mereka saling bertemu, tiba-tiba jiyeon merasa gugup terus dipandangi jonghyun, walaupun sebenarnya ia suka tatapan hangat jonghyun.

Jiyeon mengalihkan pendangannya untuk menutupi rasa gugupnya. Tiba-tiba ia melihat sosok yang ia kenal.

“mian, aku harus keluar sebentar, hanya sebentaaaar. Kurang dari 5 menit aku akan kembali lagi” kaya jiyeon lalu ia berlari keluar café, mengejar orang yang ia cari

“onni…” panggil jiyeon, seorang wanita menoleh pada jiyeon

“haneul onni, masih ingat aku kan?” Tanya jiyeon

“jiyeon? Benar kan? Lama tidak bertemu….” Kata haneul sambil berjalan mendekati jiyeon

“ne, onni apa kabar?” Tanya jiyeon

“baik, kau juga baik-baik sajakan? Sedang apa disini?”

“aku sedang menemani temanku makan”

“lama tidak bertemu”

“iya benar, ah onni bagaimana kabar minhyuk oppa?” Tanya jiyeon, raut wajah haneul sedikit berubah, lalu tercipta kembali senyum diwajah haneul

“aku dah minhyuk sudah tidak menjalani hubungan apa-apa lagi, jiyeon. Kami sudah putus 2 bulan lalu”

“putus? Kenapa?” Tanya jiyeon

“ada beberapa hal yang selama ini menjadi masalah antara kami dan akhirnya kami memutuskan untuk putus” jelas haneul, sekarang raut wajah jiyeon yang berubah bingung dengan panjelasan haneul

“nanti juga kau akan tau… kau pasti kangen pada minhyuk ya?” Tanya haneul

“iya, lama sekali kami tidak saling memberi kabar”

“hmm.. mungkin ini bisa membantu. Aku tahu nomor telepon minhyuk, aku yakin kau bisa menghubunginya”

“jinjja?”

“ne….” haneul memberikan nomor telepon minhyuk, jiyeon sungguh senang.

“gomawo onni…..”

“ne, sekarang aku harus pergi. Lain kali kita ngobrol-ngobrol lebih lama ya”

“ne, sampai jumpa onni”

Haneul pun meninggalkan jiyeon, jiyaon segera manuju café karena jonghyun pasti sudah menunggu.

 

***

“kenapa kau senyum-senyum begitu?” Tanya jonghyun saat melihat jiyeon kembali

“ani”

“tadi kau bertemu siapa?” Tanya jonghyun

“bertemu haneul onni, teman lama”

“oh begitu. Ice cream mu sudah hampir cair itu. ayo cepat dimakan”

Merekapun menghabiskanice cream dalam perbincangan hangat.

 

***

Jiyeon meletakan ponselnya di telinga kanan, tangan kirinya menyentuh dadanya berusaha menenangkan detak jantungnya yang semakin tak karuan.

Nada tunggu telepon membuatnya semakin gelisah.

“hello…” suara laki-laki terdengar menyapa, ia hafal betul suara itu. jiyeon berusaha menahan air matanya saat ia kembali mendengar saara yang sangat ia rindukan.

 

— tbc–

 

 

22 thoughts on “Falling and Waiting [Part 2]

  1. Huaaaaa ..
    Akhir nya FF ini publis juga ..

    Senang ..🙂

    Kog tbc nya di situ??
    Nanggung ..
    Sumpah,,aku nya jd penasaran bgt ..
    Author bisa aja nie buar readers penasaran ..
    Hehehe ..

    Di tunggu yagh part selanjutnya ..
    Up date soon ..

  2. ayeeeeeeeeeee putus haeul ma minhyuk-aahh hahaha…
    aishhh deket ma jonghyun nih skrg jiyeon apa akan ada benih2 cinta muncul *tsaaaaaaaah…
    eaaaaaa apa yg akan dikatakan jiyeon setelah mendengar suara minhyuk?? hahaha

  3. jonghyun muncul dalam kehidupan jiyeon ~ bisakah jiyeon mempertahankan cintanya atau berpaling ?

    penasaran , kenapa minhyun sama haneul bisa putus ?

  4. ih ih ih sar ya ya ya ya …suamiku dibawa..minhyuk segeralah datangggg…..cegah cegah..hahhaahhaaha..keren sar..makin ksini makin keren..aku pgn tau jiyeon knapa sering jatuh…U.U ditunggu ye lanjutannya sar…jangan lama-lama

  5. aduh ini berehentinya nanggung abis geregetan banget bacanya haha.
    ah aku jadi inget pas ultah minhyuk yang kemaren aku juga tiup lilin gelap gelapan dikamar hehehe *curhat

  6. rrrr baru aku like doang ternyata. baru inget waktu itu mau komen eh udah giliranku presentasi ke depan dan ternyata belum komen sampe sekarang.

    jonghyun pengganti minhyuk, nananana.
    harusnya seneng tuh minhyuk putus. haha.
    kalo telponan sama org yg udah lama ga kontek, pasti deg degannya minta ampun.
    bingung deh nih jiyeon bakal ke siapa nanti. minhyuk atau jonghyun?
    lanjut

  7. Saat jiyeon memandang figura,saat jiyeon menyanyikan slamat ultah,saat minhyuk mengganti nope’a dan jiyeon tdk bs menghbngi minhyuk ju2r buatq menangis tdk tahan aja..kshan aq pd jiyeon…wlau ada jonghyun..tp jiyeon hanya buat minhyuk..keren author ff’a..lanjutkan..

  8. Yaaa minhyuk paboya.. Knp kau mlpkan jiyeon hah?? Bahkan mengganti nmrmu kau tdk mengabari uri jiyeonnie.. Jeongmall paboya minhyuk!! Neomu neomu babo!! Apa krn kul di london kau sdh jd playboy hah?? Wah.. Sy jd emosi nih.. Wkwk

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s