Always Remember You [Ficlet]

Title : Always Remember You

Author : Shineelover14

Main Cast : Sunny SNSD, Kang Minhyuk CN BLUE

Rating : PG-13

Genre : Angst, Sad, Romance

Lenght : Ficlet

Disclaimer : FF ini tercipta begitu saja hasil pemikiran GJ ku. Moga aja pada suka.

A/N: Annyeong .. Aku author baru disini .. Makasi banget buat Febri yang udah nerima aku jadi author di FFCNBLUE INDO. Senang!! Ini FF perdana ku. Mian kalo jelek. Oke deh selamat membaca. JANGAN LUPA COMMENT YAGH ..

<><><><><>

Hati ini telah menjadi rapuh tanpa mu ..

Kemana lagi aku harus berpegangan bila tangan mu tak lagi menggenggam tangan ku erat ..

Ini terlalu sulit  ..

Kehilangan mu benar-benar menyita separuh hidup ku ..

Aku mencintai mu ..

Sangat .. sangat mencintai mu ..

Sampai kapan pun tak akan pernah berkurang ..

***

Sejuk. Pagi ini mentari tak bersinar seperti biasanya. Sudah sejak tadi malam, hujan tak henti-hentinya turun membasahi kota Seoul.

Hening. Hanya aku yang ada di ruangan ini. Duduk termenung di depan jendela transparan berukuran besar yang ada di kamar ku sembari memandangi butiran bening yang menempel di jendela, menciptakan bentuk-bentuk abstrak yang aku pun tak mengerti apa maksud dari semua itu.

Sudah hampir 2 jam, aku duduk dengan posisi meringkuk memeluk kedua lututku. Penat sudah tak terasa lagi. Hanya perih serta kesedihan yang tersisa menyesak di hulu hati ku.

Air mata ku terus saja mengalir keluar ketika ingatan itu kembali menghantui.

Bayang-bayang Kang Minhyuk, pria yang telah ku cinta selama kurang lebih 3 tahun terakhir itu telah pergi meninggalkan ku. Bahkan aku tak dapat merasakan lagi kehangatannya dalam diri ku.

Ia telah pergi untuk selamanya ke sisi Tuhan beberapa hari yang lalu. Dan penyesalan menyelimuti ku karena ia pergi ketika hatiku marah terhadap kondisinya yang semakin hari semakin memburuk.

Ia berubah menjadi sosok yang lemah, padahal aku tahu ia adalah sosok yang sangat tegar. Ia berubah menjadi putus asa dengan sakitnya, padahal aku tahu ia adalah sosok yang mau berjuang dengan keras. Ia tak lagi tersenyum pada ku, padahal aku tahu ia sangat suka memamerkan senyumnya kepada siapa saja.

Aku marah. Sangat marah ketika itu, karena ia dengan rela pergi meninggalkan ku sendirian di sini.

<><><><><>

Jam telah menunjukkan pukul 22.00 KST, namun mata ku tak dapat terpejam. Hening, detik jarum jam seakan menggema di telinga ku.

Aku bangkit dari posisi tidur ku, kemudian ku raih ipod yang tergeletak dengan manis di atas meja yang berada disisi kiri tempat tidur ku.

Ku pasang headset dikedua telinga ku dan lagu itu mulai bernyanyi dengan harmoni nada yang sangat ku suka.

‘My Star’… Lagu itulah yang sering dinyanyikan Minhyuk untuk ku ketika mata ku tetap terjaga sembari mengelus pelan rambut ku.

Lagu pengantar tidur itulah yang beberapa hari ini selalu ku rindukan ketika siang telah berganti menjadi malam.

Aku kembali menangis. Mengapa ingatan itu selalu melekat secara permanen di otak ku, seperti sebuah pita proyeksi yang terputar secara teratur ketika bayang-bayang Minhyuk berkelebat di pikiran ku.

Flashback …

“Hyukkie~a. Mengapa kau tidak makan? Lihatlah, ramyun mu mulai dingin,” ucap ku ketika sadar Minhyuk terus saja menatap lekat wajahku.

“Aku suka melihat wajahmu setiap saat, Sunny~a. Bahkan ketika sedang makan saja kau tampak sangat cantik. Aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu ku. Melihat mu lebih berharga dari pada kehilangan selera makan karena ramyun ini menjadi dingin,” ucap Minhyuk yang sukses membuat wajah ku bersemu merah.

“Kau menggoda ku?” tanya ku sedikit malu.

“Aniy. Kau memang lebih berharga dari apa pun, Sunny.”

Flashback end …

“Aku rindu saat-saat itu Hyukkie, sangat rindu. Bahkan kini aku tak dapat lagi mendengar suara mu.”

“Jebal, kembalilah Hyukkie. Aku tak ingin sendirian di sini tanpa mu,” ucap ku semakin terisak.

<><><><><>

Mentari baru saja muncul dari peraduannya. Hangat ku rasa ketika sebagian tubuhku disinari oleh sang surya yang menyapa ku pagi ini.

Ku renggangkan semua persendian ku. Penat melanda sekujur tubuh ku. Mungkin ini akibat posisi tidur ku yang meringkuk dari tadi malam.

Dengan malas aku bangkit dari tempat tidur, kemudian mematut bayangan ku di cermin. Kantung mata ku membesar akibat terlalu banyak menangis. Ku rapikan sekenanya tatanan rambutku, kemudian aku berjalan menuju kamar mandi.

***

“Sunny~a, sarapan dulu sebelum pergi,” ucap eomma ketika melihat ku turun dari lantai dua.

“Aku sarapan di kampus saja eomma,” ucap ku sembari berlalu menuju pintu depan.

Eomma tak berkata apa-apa lagi mendengar ucapan ku barusan, mungkin ia mengerti dengan suasana hatiku yang kurang baik beberapa hari terakhir.

Baru saja hendak ku langkahkan kaki ku keluar rumah, tiba-tiba bayangan Minhyuk muncul di hadapan ku. Ia duduk di atas cup mobil Fordnya sembari melipat kedua tangannya di dada.

Ia mengenakan kemeja bermotif kotak-kotak, kemeja kesukaannya. Seketika tubuhku menjadi kaku. Cairan bening itu kembali meluncur dari pelupuk mata ku. Kemudian ku lihat bayangan diri ku sedang berlari mendekat kearah Minhyuk. Minhyuk turun dari cup mobilnya ketika bayangan diri ku telah berdiri di hadapannya.

Minhyuk menyentuh pundak bayangan ku sembari tersenyum manis, kemudian ia mengecup keningnya.

Air mata ku semakin deras mengalir hingga akhirnya aku terisak. Aku rindu saat-saat itu, ketika setiap pagi Minhyuk selalu memberikan kecupan hangat di kening ku.

Semakin lama bayangan dua orang itu memudar, hingga akhirnya menghilang dari pandangan ku. Aku terdiam cukup lama, berusaha menghentikan air mata yang masih mengalir membasahi pipi ku.

Setelah benar-benar berhenti, kulangkahkan kaki ku menuju Seoul University.

<><><><><>

Entah apa yang sedang dibicarakan Miss Han sekarang. Sudah sejam yang lalu perkuliahan dimulai, namun aku tak dapat menyimak dengan baik apa yang disampaikannya. Pikiran ku hanya tertuju pada sebuah buku harian berwarna biru milik Minhyuk yang ada di hadapan ku.

Ku buka lembaran demi lembaran buku itu. Isinya menceritakan semua tentang diri ku, mulai dari awal pertemuan kami hingga detik terakhirnya bersama ku.

Sekelebat kenangan itu kembali muncul. Aku masih mengingat dengan jelas semua ucapannya.

Flashback …

….

“Sunny~a, kau tahu aku akan terus mencintai mu sampai kapan pun. Bahkan ketika aku tak berada di samping mu nanti,” ucap Minhyuk sembari memain-mainkan ujung rambut ku.

“Jeongmalyeo? Aku juga akan melakukan hal yang sama. Tapi mengapa kau berkata seperti itu Hyukkie? Apa kau akan meninggalkan ku?” tanya ku ragu.

“Aku akan tetap bersama mu Sunny, walau raga ku tak lagi hidup. Kenangan yang telah kita ciptakan terlalu manis untuk di lupakan. Aku akan tetap berada di ingatan mu kapan pun kau rindukan.”

Flashback end …

Aku kembali menitikkan air mata. Mengapa setiap mengenangnya, aku selalu saja menangis. Belum relakah aku tanpanya? tanya ku dalam hati.

‘Tuhan, kumohon kuatkanlah aku walau ia sudah tak lagi bersama ku.’

***

Enggan ku langkahkan kaki ku menuju tempat itu. Namun kerinduan ini terlalu menyakitkan. Jika dapat ku ulang waktu, aku ingin ia tetap hidup dan biarlah aku yang pergi untuk menggantikannya.

Ku genggam erat sebuket bunga lili putih sembari mengiringi langkah ku menuju tempat peristirahatannya. Langkah ku semakin melambat ketika dari kejauhan ku lihat nisannya masih dipenuhi rangkaian bunga.

Tangan ku bergetar, namun sebisa mungkin aku tetap berusaha kuat.

Ku tatap nama itu cukup lama, kemudian aku kembali menangis. Aku jatuh terduduk tepat di depan nisan itu. Ingin rasanya hati ini menjerit atas kehilangannya. Namun yang ku lakukan hanya tetap menangis dan menangis tanpa tahu  kelangsungan hidup ku selanjutnya.

….

“Sunny~a, apa arti mentari untuk mu?” tanya Minhyuk ketika kami sedang duduk berdua menghabiskan waktu menikmati sang surya kembali keperaduannya.

“Mentari akan selalu menghangatkan jiwa ku ketika pagi datang.”

“Kalau begitu aku tidak butuh mentari lagi mulai sekarang, karena ada kau yang akan selalu memberi kehangatan dalam jiwa ku.”

….

 “Sunny~a, apa kau suka es krim?”

“Ne, aku suka es krim. Karena es krim sangat manis.”

“Kalau begitu aku tidak suka es krim. Karena kau jauh lebih manis dari pada es krim ini.”

….

“Sunny~a, kau tahu mengapa tanganmu sangat kecil.”

“Mmm .. Mungkin karena aku seorang wanita, makanya Tuhan membuat tangan ku kecil dan mungil seperti ini.”

“Ku rasa tidak. Tuhan pasti menciptakan tangan mu yang kecil ini untuk selalu ku genggam erat dalam tangan ku.”

….

“Sunny~a, apa kau tahu kegunaan mata?”

“Tentu saja. Mata adalah alat bantu kita untuk melihat segala keindahan yang diciptakan oleh Tuhan.”

“Kalau begitu, mata ku akan ku gunakan untuk selalu melihat mu. Karena kau adalah keindahan yang diciptakan oleh Tuhan untuk ku.”

….

***

2 tahun kemudian …

Aku melangkah cepat menuju sebuah kompleks pemakaman sembari menggenggam bunga lili yang sama dengan yang ku bawa 2 tahun yang lalu.

Sudut bibir ku tertarik menciptakan seulas senyuman manis. Dua tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk ku memulai menata hidup yang baru.

Aku tak lagi menangis karnanya ketika hati ini rindu akan kehangatannya. Aku tak lagi menangis karnanya ketika bayang-bayang Minhyuk berkelebat di pikiran ku.

Sunggu aku tetap mencintainya walau waktu yang telah memisahkan kami. Cinta ini akan tetap abadi untuk selamanya. ‘Saranghae Kang Minhyuk ..’ ucap ku dalam hati.

Ku letakkan lili bunga itu di atas nisannya. Kemudian ku pejamkan kedua mata ku lalu memanjatkan doa untuknya agar ia selalu tenang di sana.

Tiba-tiba seseorang memanggil ku dan membuat ku menoleh kearahnya.

“Sunny~a ..” panggil orang itu dengan suara yang berat.

Aku tersenyum. “Ne, tunggu sebentar. Aku ingin meminta izin dulu.”

“Baiklah, aku juga,” ucap si pemilik suara berat itu sembari berjalan ke arah ku.

Ku tatap manik matanya sekilas ketika ia sudah berdiri di samping ku, kemudian pandangan ku beralih ke arah nisan itu.

“Hyukkie~a. Kenalkan, dia adalah calon suami ku. Namanya Lee Jonghyun,” ucap ku sembari tersenyum.

Kemudian Jonghyun meraih tangan ku dan menggenggamnya erat.

“Aku akan mencintainya sama seperti kau yang mencintainya dulu,” ucap Jonghyun pada nisan Minhyuk.

“Ne, aku juga akan tetap selalu mencintai mu Hyukkie. Sampai kapan pun. Percayalah, di hati ku masih ada ruang untuk cinta mu bertahta.”

Jonghyun merapatkan tubuh pada ku. Ia memeluk pinggang ku erat. Lalu membisikkan sesuatu.

“Kau hanya milik ku seutuhnya Sunny …”

-FIN-

JANGAN LUPA COMMENT YAGH .. GOMAWOO ..

11 thoughts on “Always Remember You [Ficlet]

  1. DAEBAK !!!

    Aduhh. . . Kenapa jadi minhyuk mati ???

    Itu jonghyun apa gak sakit ya ? Sunny masih suka sama minhyuk. Kan dia mau nikah ??

    Tapi yang penting ni ff keren.

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s