I LOVE U PABO NOONA

 

Author            : Vivit

Rating             : PG-15

Length            : Ficlet

Genre              : Romance

Cast                : – Kang Minhyuk CNBLUE

                          – Lee Jooyeon AFTER SCHOOL

Other Cast     : – Lee Taemin SHINee

Disclaimer      : Real own my plot

Note                : Ditengah kesibukan saya dengan tugas kuliah yang menumpuk, dan persiapan buat UTS (29november) jadilah ff seadanya ini. Sebenarnya niat mau nerusin ff ku yang dulu – dulu, tapi tiba – tiba ide ilang. Don’t forget RCL. Semoga suka ceritanya.

**********

Jooyeon POV

“Aish noona kamu salah, cara memegang bolanya tidak seperti itu, tapi begini” Minhyuk mulai mengajariku bagaimana cara memegang bola basket dengan benar, dia berdiri di belakangku dan tangannya mengarahkan tanganku agar benar dalam memegang bola basket.

“Sikap bola tangan membentuk membentuk mangkok besar. Bola berada diantara kedua telapak tangan. Telapak tangan melekat di samping bola agak ke belakang, jari – jari terlentang melekat pada bola” Minhyuk sangat serius mengajariku dan aku pun mengikuti instruksi yang dia berikan.

“Ibu jari terletak dekat dengan badan di bagian belakang bola yang menghadap ke arah tangan depan. Kedua kaki membentuk kuda – kuda dengan salah satu kaki di depan. Badan sedikit condong ke depan dan lutut rileks” Minhyuk kembali memberikan instruksinya kepadaku, dan Minhyuk juga membantu membetulkan posisi kakiku.

“Gomawo” kataku penuh senyum.

Aku segera melempar bola basketnya ke dalam ring, Tapi ternyata gagal, bahkan bolanya sudah jatuh sebelum mencapai ring.

“Arghhh bolanya tidak masuk” kataku kecewa.

“Coba lagi noona, kau pasti bisa”

Aku mencoba sekali lagi, tapi ternyata bolanya tidak masuk lagi. Aku melipat kedua tanganku ke depan dan memanyunkan bibirku

“Kau bilang ini mudah Minhyuk-ah, tapi kenapa ini sulit sekali”

“Noona, posisi kakimu saja tadi salah, cara memegang bola saja juga salah. Padahal aku tadi sudah mengajarinya”

“Aku sudah melakukan sesuai yang kau instruksikan, tapi tetap saja aku tidak mampu memasukkan bolanya ke dalam ring”

“Aish noona, kau ini pabo” kata Minhyuk sedikit kesal.

“Mwo? Kau bilang apa? Ya! Katakan sekali lagi?” Aku membulatkan mataku dan menatap Minhyuk dengan tajam.

“Pabo, noona Pabo” Aku langsung menjitak kepalanya.

“Ya! Orang tua ku saja tidak pernah mengataiku pabo. Dasar anak kecil menyebalkan”

Minhyuk tetap diam tidak bicara lagi.

“Ya! Keenapa kau diam?”

“Karena aku tidak mau berbicara dengan orang pabo”

Aku menjitak kepalanya sekali lagi, dan pergi meninggalkannya sendiri.

“Aku pulang dulu. Dan jangan sekali – kali kau datang ke rumahku untuk minta maaf. Aku tidak akan memaafkanmu, anak kecil”

********

Aku pulang menuju rumah dengan jalan kaki. Sepanjang perjalanan tak henti – hentinya aku mengomel dan menendang kaleng – kaleng dan kerikil yang ada di hadapanku. Aku benar – benar marah pada Minhyuk. Oh iya kenalkan namaku Lee Jooyeon, dan namja menyebalkan tadi namanya Kang Minhyuk, dia adalah kekasihku. Yah bisa dikatakan aku berpacaran dengan brondong (?), usia kita terpaut 4 tahun. Kang Minhyuk adalah kakak kelas adikku saat di SMA, adikku namanya Lee Taemin. Bisa dibilang Taemin tuh mak comblang kita berdua, tapi lebih tepatnya TERPAKSA JADI MAKCOMBLANG. Taemin bilang padaku sebenarnya dia tidak mau menjodohkan Minhyuk dengan ku, tapi Minhyuk tetap memaksanya hahaha. Ok cukup sudah basa – basinya, hari ini aku benar – benar marah dengan Kang Minhyuk, jadi aku tidak mau membicarakan hal yang berbau (?) Minhyuk.

“Dasar bocah menyebalkan. Berani – beraninya dia memanggilku pabo. Kau yang pabo, dasar Kang GoonRoo” kataku kesal

****************

“Anyeyong noona, kau sudah pulang, dimana Minhyuk hyung?” Tanya Taemin saat aku baru memasuki rumah.

“Aku tidak tau. Memang aku pengasuhnya yang selalu bersamanya” jawabku sedikit ketus. Aku langsung masuk kamar. Sedangkan Taemin masih memandangku heran.

“Ckckckckckck jangan – jangan berantem lagi. Paling bentar lagi juga balikan” kata Taemin pelan. Tapi aku dapat mendengarnya.

“TIDAK AKANNNNNNNNNN” aku berteriak dari kamar, terbawa emosi.

“Aishhh kali ini aku benar – benar bertengkar dan tidak akan kembali pada anak ingusan itu. Tidak akan, tidak akan, tidak akan” Aku menoleh ke samping, dan di samping meja riasku ada sebuah figura fotoku bersama Minhyuk.

“Aish foto apa ini? Foto jelek seperti ini jangan di letakkan di sini, merusak pemandangan saja” Aku langsung menaruh foto itu di dalam laci.

Aku langsung merebahkan tubuhku di atas tempat tidur, dan mengambil handphone dari dalam saku celanaku.

“Bahkan bocah ini tidak mengirimiku pesan permintaan maaf”

Ada apa denganku? Kenapa aku masih mengharapkan dia akan mengirimkan pesan padaku?

*************

“Noona bangun” Taemin menggerak-gerakkan kakiku supaya aku tersadar dari tidurku.

“Wae?”

“Ini sudah sore, cepatlah bangun dan mandi. Dan ini ada surat untukmu”

“Surat? Dari siapa?”

“Siapa lagi, kalau bukan Minhyuk hyung”

Aku hanya membolak balik kertas itu, tidak berniat untuk membaca surat itu, walaupun sebenarnya hatiku berkata sangat ingin membaca surat itu.

“Aku akan membacanya sesudah mandi saja”

***************

Selesai mandi aku segera membuka surat dari Minhyuk

Jooyeon noona, aku tau kau marah padaku, dan aku suka saat kau marah padaku, karena kau begitu cute saat marah hehe.  jam 7 malam aku tunggu kau di tempat tadi. Jangan lupa datang. Saranghaeyo.

“Aish, jadi surat ini hanya ini isinya? Apa mau anak ini memintaku datang ke tempat tadi? Aku tidak mau datang”

Aku tidak dapat membohongi kata hatiku, pada akhirnya aku tetap menuruti kemauan Minhyuk. Aku pergi menuju tempat tadi. Saat tiba di tempat tadi, Minhyuk langsung menyambutku dengan senyuman. Dia langsung melingkarkan tangan kirinya ke pinggangku.

“Ya! Lepaskan” aku berusaha melepaskan tangan kirinya yang melingkar di pinggangku. Tapi tenaga dia ternyata lebih kuat”

“Duduk di sini noona. Aku sudah membeli banyak soda dan cemilan”

“Cepat katakan, apa maumu” kataku sedikit ketus. Dia malah mencubit pipiku.

“Aw, appo” aku merintih kesakitan sambil mengusap – usap pipi kananku, sedang Minhyuk hanya tersenyum.

“Mianhaeyo noona, aku tidak bermaksud membuatmu marah. Aku sungguh mencintaimu noona” “Oh ya? Mana buktinya?”

“Aku tidak tau harus membuktikannya dengan cara apa. Noona, cinta itu seperti udara, tidak berwarna, tidak dapat dilihat, tidak dapat dipegang tapi bisa dirasakan” Minhyuk menggenggam kedua tanganku.

“Noona, aku sungguh mencintaimu, bersamamu membuatku senang, hidupku lebih indah saat aku bertemu denganmu. Mianhaeyo jika aku terlalu kekanak – kanakan”

“Baiklah aku memaafkanmu, tapi berhentilah memanggilku dengan kata bodoh”

“Kau memang bodoh dalam bermain basket noona, tapi aku menyukainya. Karena si pintar Minhyuk akan mengajari Jooyeon yang bodoh hehehe”

PLAK

Jitakan kembali aku luncurkan di kepalanya.

“Berhentilah memanggilku bodoh”

Kami berdua menikmati malam ini dengan bahagia, minum soda bersama, menyalakan kembang api bersama. Aish aku memang bodoh, semudah itu aku jatuh kepelukan  anak ini, semudah itu aku memaafkannya. Senyumnya selalu membuatku terlena.

“Kajja kita pulang, besok aku ada kuliah pagi”

Kami bergandengan tangan sepanjang perjalanan pulang, bercanda bersama.

“Gomawo noona sudah memaafkanku. Saranghaeyo”

“Nado.cepat pulang sana, aku akan segera mengunci pagar rumahku” Minhyuk hanya menggeleng. Kemudian dia menarik tangan kiriku sehingga aku jatuh ke dalam pelukannya.

“Ya! Lepaskan. Jika ada yang melihat bagaimana?”

Minhyuk mengendorkan pelukannya. Kini wajah kami berhadapan sangat dekat sekali. Jantungku tiba – tiba berdetak lebih kencang. Tangan kanan Minhyuk memebelai lembut pipiku, tatapannya sedikit nakal, membuatku sedikit khawatir. Tangan kanannya merengkuh daguku, membuat wajah kami semakin dekat saja.

“Ya! Ini tempat umum, jika orang lewat bisa baha——–eumph”

Aku tidak bisa melanjutkan kalimatku lagi, karena bibirku sudah dibungkam oleh bibirnya. Seketika itu mataku membulat lebar tapi lama – lama aku mulai menutup mataku, mulai menikmati sentuhan bibir lembutnya. Bibirnya mulai menghisap bibir atas dan bawahku secara bergantian. Kedua tangan Minhyuk mulai mengusap – usap punggungku, membuatku sedikit geli dan member sensasi tersendiri. Tanpa kusadari tanganku mulai menyusup ke rambut Minhyuk, mengacak – acak rambutnya, bahkan terkadang menekan kepalanya agar memberikanku ciuman yang lebih dalam.

“AAAAAAAAAAAAA, apa yang kalian lakukan”

Reflek kami berdua menghentikan aktifitas (?) yang baru saja kami lakukan

“Noona, hyung, apa yang kalian lakukan? Aishhh kalian ini tidak tau tempat” Taemin langsung masuk kembali ke dalam rumah.

“Ini semua salahmu Minhyuk-ah, sudah kubilang hentikan, tapi kau tidak menurut”

“Tapi noona tadi tidak menolaknya, pabo”

“Mwo? Kau bilang aku pabo lagi? Kau jauh lebih pabo, kenapa kau mau pada gadis pabo sepertiku huh?”Minhyuk hanya tertawa.

“Karena aku suka gadis pabo seperti noona. I love u pabo noona”

Wajahku kembali memerah dan aku langsung saja memasuki rumahku karna tidak mau Minhyuk melihat wajah merahku.

 

 

–          The end –

Hehehehehehe garing ya? Maklum otak lagi mampet, jadi kalau ceritanya gak seru maaf ya? Ini aja bikinnya udah susah payah……. RCL

11 thoughts on “I LOVE U PABO NOONA

  1. aaaaaahhhhh mau dicium sama minhyuk *digeplak sama boice* kekekekekekeke~
    bagus kok chingu nice ff lah tapi minhyuknya rada nyolotin tapi ngegemesin. *abaikan hahahahahaha
    nice ff
    ^^

  2. hehehe ff nya menghibur banget nih … andai gue cuma 4 taun lebih tua dr jungshin n blom merit juga …
    /plak di geplak suami n 3 anak .. ampuuunnnnnn🙂

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s