Something about love

 

Author : Kim Sung Rin (@megaoktavias)

Cast :

  • Lee Jonghyun
  • OCs :   Cho Hyun Hee

Rating : PG-13

Length : Ficlet

Genre :Romance  ,AU

Disclaimer : murni hasil dari jerih payah (?) saya semedi didepan computer (?) ,maunya sih saya pemilik castnya *digebukin boice* kekekekke~ tapi apa boleh buat,mereka semua punya tuhan😀

Note : NO BASHING,NO PLAGIAT DAN NO SIDERS!! #capsjebol tinggalkan coment setelah baca ff ini ya chingu,oke terakhir wejangan (?) dari saya adalah happy reading” ^^v

~~~~

 

Cho Hyun Hee pov

Aku memandang sekeliling taman rumahku,memandang bunga mawar yang tengah mekar dengan indahnya. Kujalankan kursi rodaku menghampiri bunga itu dan mengelus kelopak mawar tersebut.

“Kau suka dengan mawar? Nanti kita buat taman rumahmu ini menjadi kebun mawar”. Jonghyun datang sambil memelukku dari belakang. Aku tersentak kaget melihat kedatangannya yang sangat tiba-tiba. Dia tersenyum hangat kepadaku yang membuatku nyaman berlama-lama berdekatan dengan dia.

“Tidak,aku lebih suka taman ini dipenuhi dengan bunga aneka warna. Menurutku terlalu monoton kalau hanya didominasi satu warna saja”.  Jonghyun mengangguk setuju dengan jawabanku.

“Baiklah aku akan turuti kemauan sahabatku yang satu ini”. Katanya sambil mencubit pipiku. Aku tersenyum hambar. Entah kenapa hatiku memberontak ketika dia hanya menganggapku sahabat.

“Kau terlihat senang sekali hari ini. Ada apa?” tanyaku sambil menatap Jonghyun. Dia tersenyum malu-malu.

“Kau tau kan yeoja yang tinggal di ujung jalan deretan rumahku?”

“Ya aku tau. Apakah ini ada hubungannya dengan dia?” tanyaku lagi. Jonghyun tampak menghela nafas sebelum menjawab pertanyaanku.

“Aku sudah pacaran dengannya”. Paparnya malu-malu. Senyumku semakin memudar tapi Jonghyun tidak menyadarinya. Hatiku seperti ditusuk-tusuk. Astaga kenapa reaksinya sehebat ini?? dia kan sedang membagi kebahagiannya denganku. Lalu kenapa aku tidak menyukainya?

“Jeongmal? Aku turut senang mendengar kabar itu”. Dustaku,”Lalu siapa namanya?” tanyaku lagi.

“Namanya Yoona”. Katanya bersemangat. Aku mengangguk dan tersenyum kearahnya.

“Hemm Jonghyun aku ingin kedalam ya. Sepertinya aku tidak enak badan”. Dustaku sambil mengeratkan cardiganku. Seketika saja wajahnya berubah menjadi khawatir terhadapku.

“Gwenchanayo?”. Tanyanya dengan wajah khawatirnya. Sejujurnya aku suka dia masih khawatir terhadapku,tapi aku tak tega bila dia terlalu memikirkan aku,lebih tepatnya terganggu denganku.

“Gwenchana”. Senyum mengembang diwajahku,membuat gurat-gurat kekhawatiran diwajah Jonghyun sedikit demi sedikit memudar.

“Baiklah aku antar kedalam ya”. Katanya sambil mendorong kursi rodaku. Aku tak kuasa untuk melarangnya. Dia terlihat bahagia sekali,beda sekali dengan aku yang begitu terpuruk disini. Tapi aku kan hanya sahabatnya. Kenapa juga aku harus terpuruk? Seharusnya aku senang karena sahabatku bahagia.

“Nah aku juga mau membeli aneka macam bibit bunga untukmu. Sampai ketemu besok ya. Istirahat yang banyak”. Katanya diakhiri dengan pelukan singkat darinya. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum lalu melambai kearahnya yang mulai menjauh dari pandanganku.

“Sekarang aku tau kenapa aku begitu terpuruk mendengar ini semua,aku mulai jatuh cinta padamu,Jonghyun”. Gumamku pada diriku sendiri.

~~~

Udara malam yang dingin tidak menghalangiku untuk berjalan-jalan keluar mengusir rasa bosanku. Bisa dibilang ini adalah kenekatanku karena aku tidak boleh berjalan-jalan sendirian. Terlalu fatal bagiku dengan keadaan kakiku yang lumpuh.

Aku melewati taman bermain yang berada tak jauh dari rumahku,kulihat Jonghyun dan  Yoona sedang duduk di ayunan taman. Seketika aku menghentikan kursi rodaku. Aku mengamati mereka berdua dibalik pepohonan taman yang sedikit jauh darinya. Lama-lama kulihat mereka saling menatap,lalu wajah mereka semakin mendekat dan.. aku tak tau apa yang terjadi. Aku memutar dengan cepat kursi rodaku dan menjalankannya dengan cepat. Wajahku sudah berurai airmata,entah kapan air mata mulai membasahi wajahku. Karena kekalapanku aku menjalankan kursi rodaku dengan brutal,sampai-sampai tidak menyadari kalau ada batu besar yang menghalangi jalanku. Kursi rodaku tersandung oleh batu tersebut dan akhirnya aku terjatuh dari kursi rodaku. Aku menyeret badanku mendekati kursi roda,masih dengan air mata yang mengalir diwajahku.

Aku berusaha untuk menduduki kursi rodaku tapi hasilnya nihil. Aku tak akan bisa duduk tanpa bantuan orang lain. Itu sebabnya umma selalu melarangku bepergian sendirian. Karena sebenarnya aku membutuhkan orang lain sebagai pengganti kakiku.

“Jebal..tolong aku”. kataku disela-sela tangis. Saat ini aku hanya berharap keajaiban akan datang.

***

Lee Jonghyun pov

Yoona makin mendekatkan wajahnya. Ini terlalu cepat untuk hubungan kami yang baru terjalin dua hari. Aku mengalihkan pandanganku kearah lain,dan sepertinya aku melihat Hyun Hee tadi dibalik pepohonan itu.

“Mianhae ini sudah malam,sebaiknya kau pulang”. Kataku lagi. Aku memandangnya yang sedikit tersipu malu. Mungkin karena adegan ‘kissing’ yang tidak jadi itu.

“Baiklah. Aku mau ke supermarket dulu,ada yang harus kubeli. Sebaiknya kau duluan saja”. Aku mengangguk dan melambai kepadanya.

“Baiklah hati-hati”. Kataku menjauh darinya. Dia melambai kearahku dan pergi kearah yang berlawanan denganku.

Aku menuju pepohonan yang kuduga ada Hyun Hee disana namun nihil. Disitu tidak ada siapa-siapa.

Samar-samar  aku mendengar suara isak tangis seorang yeoja. Aku mengikuti suara itu dan kudapati Hyun Hee sedang menangis.

“Omona~Hyun Hee kau kenapa?” aku lalu membopongnya hingga duduk kembali dikursi rodanya. Dia tampak terkejut dengan kedatangan aku.

“Gwenchanayo?” tanyaku kepadanya. Dia hanya terdiam menahan isak tangisnya.

“Jangan jalan-jalan sendirian!! Kau kan tau itu akan merepotkan dirimu sendiri”. Kataku menghapus air matanya. Dia semakin menangis. Akupun memeluk menenangkannya.

“Katakan sesuatu Hyun Hee”. Dia menelan tangisnya dan kembali menggeleng.

Kulihat lututnya berdarah. Wajahnya pun sembab. Dan daritadi dia hanya terdiam. Menelan tangisnya dan berusaha terlihat tegar dihadapanku.

“Baiklah kuantar kau pulang”. Kataku sambil mendorong kursi rodanya. Dia masih sesekali sesenggukan namun kuputuskan untuk terdiam sama seperti dia.

“Astaga Hyun Hee kau tidak apa-apa?”. sambut ummanya dengan kekhawatiran yang amat mendalam kepada anak tunggalnya itu.

“Aku tak apa umma”. Akhirnya dia bersuara. Ummanya lalu memandangku,bisa kulihat dari sorot matanya yang bertanya-tanya apa yang terjadi dengan putrinya itu.

“Bukan salah dia umma. Ini semua salahku karena aku nekat jalan-jalan sendirian”. Ucap Hyun Hee seakan membiaskan sorot mata ummanya itu. Ummanya terlihat sekali terkejut namun langsung disamarkan dengan suara deheman kecil.

“Tentu saja aku tidak menyalahkan dia. Aku tau karena tadi dia tidak bersamamu”. Ucapnya tersenyum kearahku.

“Sudah malam. Sebaiknya kau pulang”. Ucap Hyun Hee dingin. Dia tidak mau memandang mata bahkan wajahku. Perlahan dia mulai menjalankan kursi rodanya menuju kedalam rumah.

“Aku tidak tau apa yang terjadi antara kalian berdua. Tapi aku berterima kasih sekali kepadamu Jonghyun,kau memang selalu bisa kuandalkan. Besok siang datang ya,kau harus makan siang disini sebagai rasa terima kasihku karena kau telah menolong putriku”. Umma Hyun Hee tersenyum kearahku.

“Kami berdua baik-baik saja. Tapi aku tak tau apa yang terjadi dengannya. Tadi kutemukan dia sudah terjatuh dari kursi rodanya. Baiklah aku akan datang,terimakasih atas undanganmu. Sebaiknya kau juga tidur,ini sudah malam. Jaljayo ahjumma”. Pamitku.

“Jaljayo”.

~~~

Sesuai undangan umma Hyun Hee,jam makan siang aku mengunjungi rumahnya. Tidak kulihat Hyun Hee berada ditaman seperti biasanya. Aku lalu masuk kedalam dan kudapati Umma Hyun Hee sedang menata meja makannya.

“Eh kau sudah datang Jonghyun. Duduk disini”. Ucap Umma Hyun Hee sambil menarik kursi tepat didepanku. Aku lalu memandang ke sekitar,mencari-cari sosok Hyun Hee.

“Dia sedang dikamarnya. Sebentar lagi juga menyusul”. Ucap umma Hyun Hee menjawab rasa penasaranku. Aku hanya tersenyum memandangnya.

Dan benar,tak lama kemudian Hyun Hee keluar dari kamarnya. Wajah sembabnya sudah berangsur menghilang,dia tersenyum singkat kearahku.

“Baiklah silahkan menikmati”. Ucap umma Hyun Hee sambil meninggalkan dapur.

“Umma tidak makan bersama kami?” Tanya Hyun Hee pelan. Umma menggeleng,”Tidak aku sudah makan duluan tadi. Sekarang aku harus ke toko bungaku dulu. Selamat menikmati”. Ucap Umma Hyun Hee sambil menutup pintu.

Hyun Hee memandangku lalu tersenyum,”Selamat makan”. Katanya pada akhirnya. “Selamat makan”. Kataku sambil melahap makanan yang telah disiapkan oleh Umma Hyun Hee.

***

Cho Hyun Hee pov

Setelah selesai makan,Jonghyun membawaku ke taman rumahku.

“Aku sudah membeli banyak bibit bunga dan sudah kutanam tadi pagi bersama ummamu”.

Aku melihat berpetak petak tanah yang masih basah. “Gomawo. Seharusnya kau menungguku tadi”.  Dia lalu menatap wajahku. “Kau sebenarnya kenapa?” tanyanya kepadaku. Wajahnya penuh rasa ingin tau. aku ragu bila aku menatapnya terlalu lama akan membuatku luluh dan menceritakan semua rasa cemburuku dengannya,jadi aku mengarahkan pandanganku kearah lain.

“Kenapa? Barangkali aku bisa membantumu. Kan kita sahabat”. Aku kembali menatapnya. Sorot matanya yang tajam  itu membuatku selalu ingin memilikinya. Aku menghela nafasku pelan.

“Iya kita ini memang sahabat”. Jawabku lagi.

“Lalu kenapa kau tidak menceritakannya kepadaku?” tanyanya pelan namun penuh paksa. Aku tersenyum kearahnya. Beritahu dia atau biarkan dia dengan pertanyaannya? Pertanyaan itu kini berkecamuk di otakku.

“Tunggu sampai semua bibit yang kau tanam berubah menjadi bunga yang sempurna. Aku akan memberitahumu yang sebenarnya”.

“Itu terlalu lama bagiku. Kenapa kau tidak ceritakan saja semuanya sekarang? Itu akan sama saja bila diceritakan nanti”. Katanya dengan wajah cemberut.

“Itulah makanya aku lebih memilih nanti. Karena kau tidak akan mengerti Jonghyun. Kau akan mengerti nanti,bukan sekarang!  Simpan rasa penasaranmu itu. Tak ada gunanya kau terus memaksaku sekarang”. Kataku dengan tegas.

“Entahlah. Kurasa lebih baik kau menyimpannya saja. Aku tak mau tau!” ucapnya dengan suara sedikit keras. Hatiku tersentak,masih tidak percaya suara tadi berasal dari orang yang berada didepanku ini. aku terdiam,membiarkan dia larut dengan emosinya. Tak ada gunanya meladeni orang yang sedang emosi.

“Baiklah aku mau pulang. Terima kasih atas makan siangnya”.

Dia berbalik dan menjauh dariku. Akupun hanya melambai kearahnya tanpa sepatah katapun.

~~~

3 bulan sudah berlalu. Kini semua bibit telah bermetamorfosis menjadi bunga-bunga yang sempurna. Pandanganku beralih ke depan rumahku yang merupakan rumah Jonghyun. Sudah 3 bulan ini dia tidak mendatangi rumahku. Aku hanya beberapa kali melihatnya melintas didepan rumahku

“Hyun Hee”. Panggil Jonghyun dari balkon atas rumahnya. Aku menengadah dan melambai kearahnya.

“Apa bunganya sudah bermekaran?”. Tanyanya berteriak.

“Iya sudah. Memangnya kenapa?”

“Sebentar,nanti aku kerumahmu”. Ucapnya lalu menghilang dari balkon atas rumahnya. Lima menit kemudian dia sudah berada didepan rumahku dan mamasuki taman kecil dirumahku.

“Bagaimana cantik kan?” ucapku kepadanya. Dia mengangguk dan tersenyum. Dia berjongkok dan memegang mahkota bunga aster. Lalu berbalik memandang kearahku,”Jadi apa yang kau rahasiakan dariku”.

Aku tercengang,kukira dia sudah melupakan omonganku tiga bulan yang lalu.

“Kau harus janji tidak boleh marah denganku. Dan jangan menyela perkataanku” Kataku sambil mengacungkan jadi kelingking kehadapannya. Dia lalu melingkarkan jari kelingkingnya di jari kelingkingku,”Iya aku janji”. Katanya tersenyum. Aku menghela napas.

“kurasa aku mencintamu”. Dia membelalakkan matanya tak percaya,”Perasaan ini datang ketika kau bilang kau sudah jadian dengan Yoona. Aku merasa dia merebutmu dariku. Aku memaksakan diri untuk bahagia mendengar kabar ini tapi aku tak bisa. Dan waktu itu malam-malam aku melihatmu dan Yoona ada ditaman. Saat itu wajah kalian berdua sangat dekat jadi kupikir kalian akan melakukannya. Aku tak berani melihatnya,membayangkannya saja sudah membuat hatiku semakin sakit. Jadi kujalani kursi rodaku dengan brutal sebagai tanda protesku tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tak mungkin menyuruhmu meninggalkan orang yang telah kau pilih menjadi kekasihmu. Jadi saat itu aku hanya bisa diam,menurutku itu lebih baik. Alasan aku memberitahunya sekarang karena aku mau menenangkan diriku terlebih dahulu. Aku takut aku menjadi terlalu emosi dan melakukan hal yang menurutku tak seharusnya kulakukan. Aku tak mau menyakiti siapapun”. Kataku panjang lebar. Dia berjongkok dihadapanku,”Hanya itu?” tanyanya lagi. Aku mengangguk cepat dia lalu memelukku.

“Tak perlu selama ini kau menyembunyikannya dariku. Aku juga mencintaimu”. Hatiku terlonjak bahagia tapi aku heran dengan pernyatannya barusan,”Lalu bagaimana dengan Yoona?” tanyaku penasaran. Dia lalu menatapku.

“Aku sudah putus darinya sehari setelah kita bertengkar. Disitu aku baru sadar bahwa orang yang selama ini kusayangi hanya kau. ”

“Tapi kau akan kesusahan sekali berpacaran dengan orang yang lumpuh sepertiku”.  Kataku parau. Aku takut aku malah menjadi beban bagi orang kucintai.

“Jangan khawatirkan soal itu!! Aku adalah pacarmu dan aku akan menjagamu. Aku akan menjadi kakimu!” paparnya lagi. Aku menangis. Ya,menangis bahagia karena masih ada orang yang mau menerima keadaanku dengan segala kekuranganku.

“Gomawo hyun” kataku dalam isak tangisku. Dia berjongkok dihadapanku dan menghapus bulir-bulir mata yang terus membasahi wajahku.

“Harusnya aku yang berterima kasih kepadamu karena sudah mau mencintaiku” kata Jonghyun sambil mengecup keningku.  Aku hanya tersenyum dan mengangguk.

 

~THE END~

 

12 thoughts on “Something about love

  1. aduw. .jong hyun so sweet bgtz. .
    lelaki yg patut d banggakan. .
    cinta itu harus bisa menerima kekurangan orang yg kita cintai…#sokpuitis

  2. Hhuuaaa awalnya sahabat akhirnya jadi pacar..mau banget deh punya pacar kaya jonghyun yg bisa nerima keadaan hyun hee apa adanya, udah gitu ampe nunggu 3 bulan..nice story ^^

  3. Huwaaaaa… So sweet bgt eon. Ya ampun jonghyun….. Mau deh jd pacarnya *dipelototin yong* #plaaaak. Singkat tp bermakna. Keren😀

  4. awalnya bikin nyesek ya :’) tapi endingnya so sweet, jonghyun nya nerima apa adanya bgt, kereeeeen ^^b
    tapi gampang bgt ya abis ngilang 3 bulan eh tiba2 muncul nanya soal bunga, 3 bulan kan lama xD

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s