I WILL FORGET YOU

Author: fatki_chulliez

Rating: PG-13 (maybe)

Length: one shoot

Genre: romance, angst

#MAIN CAST#

  • -KIM HYE NA
  • -JUNG YONGHWA

#OTHER CAST#

  • -C.N BLUE MEMBER
  • -CHOI JONGHUN FT ISLAND

Disclaimer:

Annyeong!!!!! Perkenalkan namaku fatkhiya, kalian boleh panggil aku fatki. Author freelance baru banget disini. Jadi mohon bantuannya yaa……Aku post ff disini pertama kalinya. Udah lama banget aku pengen post ff c.n blueku, tapi masih malu, masih takut. Hehehe… maklum deh aku orangnya pemalu. Untuk cast disini aku pilih biasku, JUNG YONGHWA. Dan cast ceweknya pake nama koreaku. Hehehehe….. maaf ya disini yonghwanya agak terkesan jahat. Ini ff udah pernah kupost di facebookku. Jadi kalo pernah nemu atau baca, yaaaa….. mungkin itu punyaku atau mungkin diplagiat orang. Hehehe….

Note:

Karena aku baru banget disini, jadi mohon ya bantuannya. Kritik saran sangat membantu. Apalagi ff ini angst, jadi aku sangat butuh komennya. Biar aku tau ff ini udah ngena belum sama pembaca. Aku harap pas kalian baca rasa sedihnya sampe, waktu aku bikin ff ini aja sampe nangis. Oh ya!!! diperkenankan untuk dengar lagu I will forget you pas baca ff ini. yaa… kalo nggak mau nggak apa apa sih. Maaf ya aku ngomongnya terlalu gimana gitu. Aku nggak bisa banyak basa basi

Yuk happy reading!!!!!!!!

*************************

Menunggu. Menghela napas. Memperhatikan jam. Hanya itu yang bisa kulakukan selama setengah jam ini. aku sedang menunggu seseorang. Jang Ahjusshi bilang dia sedang latihan. Ya, sekarang hari Kamis. setiap Selasa dan Kamis adalah jadwal dia latihan bersama teman temannya

“Hye Na?” tanya seseorang. Aku menoleh ke kiri. Ternyata benar. Dia. Dia datang. Yang kutunggu datang. Akhirnya

“jonghunie?” tanyaku balik. Kuberikan senyuman khas kim hye na

“mianhae….. hongki sedang kurang sehat. Jadi kami harus mengulang beberapa bagian dalam lagu. Tumben kau kemari. Ada apa?” tanyanya lembut. mata sendu itu. mata sendu seorang jonghun yang membuatku tak dapat berpaling darinya

“aniya. Hanya ingin membicarakan sesuatu saja”jawabku

“sebaiknya kita cari tempat yang nyaman untuk bicara” ujarnya

Dia beranjak. Aku mengikutinya. Kurang dari 2 menit kami sampai di lantai 4 gedung FnC

“ada apa?” tanyanya. Kami berdua duduk ditangga. Lantai 4 memang paling sepi. Sudah sering aku kesini. Dilantai 4 memang jarang ada yang melewati. Sangat sepi. Hanya ada aku dan Jonghun saja

“geu saram” ujarku. Jonghun mendongakan kepalanya. menghela nafas berat perlahan. Dia pasti tahu siapa yang kumaksud

“apa dia menyakitimu lagi? Semakin parah?” tanya jonghun sambil menatapku. Aku menggeleng pelan

“dia tak menyakitiku. Hanya saja aku lelah” jawabku seadanya

“kau bukan boneka, Hye Na. dia yang bodoh” meski kata katanya sederhana, tapi perkatannya sangat menusuk

“aku yang bodoh. Sudah tau akan begini aku masih bertahan disisinya. 3 tahun pula” kataku sambil mencoba tersenyum

“kau tidak bodoh. Dia yang jahat” kata jonghun lagi

“dia tak jahat, aku yang jahat. Aku jahat karena telah membuat kalian mengkhawatirkan hubunganku dengannya” ujarku

“kenapa kau selalu membelanya? Baiklah, aku takkan komentar apapun”

Sepertinya Jonghun kesal. Ya, dia selalu kesal jika aku selalu membela “geu saram”. Dia yang tak terima jika kondisiku seperti ini karena “geu saram”

“silahkan kau bicara. Aku akan dengarkan” jonghun sedikit mengalah

Aku menghela nafas tertahan. Jonghun menatapku lekat lekat. Kulihat dia juga mengontrol emosinya

“aku sudah lelah Jonghun. Kupikir inilah batas akhirnya. Bukan karena dia tak mencintaiku, bukan karena dia menyakitiku. Hanya aku lelah. Kau tahu kan didalam sebuah hubungan pasti ada rasa lelah” aku mencoba menjelaskannya

“tapi tak mungkin hanya karena lelah. 3 tahun sudah kau bersamanya. Tak mungkin kau tiba tiba lelah begini” ujar Jonghun. Dia yang tak terima aku disakiti, tapi dia juga tak mau aku mengakhirinya

“bisa saja kan rasa lelah ini hadir begitu saja. mungkin lusa aku akan mengatakan aku ingin mengakhiri semuanya pada “geu saram”” kataku  sambil beranjak dari tempat dimana aku dan Jonghun bersama

“tapi lusa hari sabtu. Malamnya malam minggu”Jonghun menahanku

“lalu? Saturday night kah? Dia tak pernah mengajakku makan malam, dia tak pernah mengajakku kencan. Jadi takkan ada Saturday night untukku dan dia”

“lalu kau akan pergi? Jika kau pergi darinya otomatis kau pergi dariku juga”suara Jonghun bergetar. Bodoh! Aku yang sedang merasakan kesedihan malah dia yang suaranya bergetar

“bisa iya, bisa tidak. Aku akan sering sering datang mengunjungimu kok. Baiklah, aku harus pergi. Banyak cerita fiksi yang harus ku selesaikan. Fans kalian menungguku”

Aku melangkahkan kaki kananku untuk menaiki satu anak tangga diatas anak tangga tempatku berpijak

“sungguh, dia orang paling bodoh. Hye Na, kau nappeun yeoja dan dia namja pabo. Kalian sama saja” ujar Jonghun. Suaranya seperti ingin berteriak tapi tertahankan. Aku tak berani menoleh padanya. Itu malah akan membuatku tak berani pergi

“bodoh dan jahat itu beda Jonghuni. Apa kau tidak pernah diajari saat disekolah. Apa orang tuamu tak pernah mengajarkanmu? Aku berbeda dengannya. Aku biasa, dia luar biasa”teriakku

Aku berjalan meninggalkan Jonghun. Choi Jonghun, maafkan aku. aku memang jahat. Aku tak tau berterima kasih. Sungguh tak ada niat menyakitimu

*****************

          4 orang namja tampan kini berada didepanku. Meski antara aku dan mereka dibatasi kaca, tapi aku dapat melihat mereka dengan jelas. Dua orang namja bermain gitar, satu namja bermain bass, dan satunya lagi bermain drum. Terkadang mereka serius, tapi tak jarang mereka bercanda. Sesekali aku tersenyum. sedikit menerawang masa indah itu. kupikir semuanya harus kulupakan mulai sekarang. Senyum mereka bukan untukku lagi. Tawa mereka takkan kulihat lagi. Aku bukan pergi jauh. Hanya aku ingin melupakan. Ya, melupakan

“eonnie!!!!” suara manja itu mengagetkanku

“minhyuk?” tanyaku sambil mengumbar senyum. Menunjukkan padanya bahwa aku baik baik saja

“kenapa disini saja? ayo masuk!!” ajaknya

Aku mengikuti namja manja itu. minhyuk, ya Kang minhyuk. dia namja manja yang usil dan selalu ceria. Tapi dia jarang tertawa, dia hanya bisa tersenyum lepas saja. dia juga lebih sering memanggilku dengan eonnie bukannya noona

“annyeong!!!!” kataku sambil melambai saat memasuki ruangan itu. kuumbar kembali senyumku

“Hye Na datang” seru si gitaris, dia seumuran denganku. Lead gitar band ini. si tampan yang banyak makan dan suka tidur  larut malam. Juga si pemalas kalau urusan kebersihan

“hallo!!!! Maaf ya aku mengganggu kalian. Aku iseng aja kesini” kataku. Semuanya mengangguk dan tersenyum. seperti mengatakan “ohh… jadi begitu”

“diluar hujan ya……. tapi disini lumayan hangat kok” kata seorang namja. Dia melepas mantel warna pink ku lalu menaruhnya disofa. Dia menggandeng tanganku menuju sofa dipojok kiri ruangan lalu kami duduk bersebelahan

“sepertinya kalian hanya latihan santai saja. aku ingin memperhatikan kalian dari jauh tapi minhyuk malah menyuruhku kemari” ucapku. Bohong! Sebenarnya kau diluar karena takut, Hye Na. takut bertemu dengannya. rutukku

“sudahlah.. latihan saja. aku akan diam dan memperhatikan dari sini. Seperti biasa. Kalian tak grogi kan hanya karena aku” aku menyuruh mereka kembali latihan. Si jangkung tersenyum lebar. dasar, magnae girang

“kkaja, yonghwa hyung” seru si magnae. Si jangkung. Si kutilang, kurus,tinggi, langsing

Mereka mengambil posisi masing masing. Semuanya berada dihadapanku. Duduk dikursi yang telah tersedia. Memegang alat music masing masing. Minhyuk mengecek sahabat karibnya, tangannya memegang dua stick yang sudah jadi mitra kerjanya. Dua namja tampan mengambil gitar bersamaan. Gitar akustik yang mereka pilih. Si jangkung mengambil pacarnya dengan hati hati. Lalu dia mulai memainkan pelan pacarnya. Hatiku bergetar, hatiku berdebar. Meski hal seperti ini sudah sering kali kulihat

“one two three” aba aba dari sang leader

Alunan gitar mulai memenuhi ruangan tempatku berada. Minhyuk hanya memainkan pelan sahabat karibnya. Karena dilagu ini memang tak terlalu dibutuhkan unsur drum. Mimik muka yang mereka pasang, menandakan lagu yang akan mereka bawakan adalah lagu mellow. Dari nada pembuka aku tahu ini lagu apa. Sangat pas dengan suasana hatiku. Band ini memang sangat luar biasa. Secara tak langsung, mereka tahu apa yang kurasakan. Tapi yang jadi pertanyaannya, apa mereka memang tahu isi hatiku? Apa mereka tahu apa yang kurasakan?

 

 

 

Geureol geomnida…… ijeul geomnida oneunbuteo nan

Geudaeran saram moreuneun geobnida

Hanbeondo bon jeok eomneun geobnida

Gireul geotdagado seuchinjeok eomneun…

Gwaenchanseumnida…… ijesseumnida

bappeun ilsange haengbokhajyo

geunsahae boineun saramdo mannago

 

sarangi da geureochyo, sigani gamyeon huimihaejyeo

gieokjocha hal sudo eopgetjyo…. Oh~

sarangi gamyeon ddo dareun sarangi

dasi ol geomnida kkok geureol geomnida

jigeumeun apado jogeuman jinamyeon, amul geomnida

geureol geomnida…. Ijeul geomnida…. Nado geureol gomnida…….

 

Tes!

Bodoh,kalian salah memilih lagu. Bodoh, bodoh, bodoh………..

“gwaenchana?” tanya namja tampan didepanku. Dia berjongkok didepanku. Melihat apakah aku baik baik saja atau tidak

“kenapa kalian selalu menyanyikan lagu dengan penuh perasaan?? Sudah tau lagunya sedih, kenapa kalian menyanyikan dengan sepenuh hati. Aku jadi menangis nih” alibiku

“mianhae, hye na!!!” kata sitampan yang memegang gitar yang barusan saja menyanyi

“eonnie…. Jangan sedih. Kami kan hanya latihan saja” seru si drumer imut nan manja itu

“gwaenchana…… aku baik baik saja kok. Aku memang selalu tersentuh jika kalian membawakan lagu. Apalagi jika jonghyun yang menyanyikannya. Specialis lagu galau” seruku. Aku menghapus air mataku. Mencoba tersenyum. meski berat. Tapi kupaksakan

“ciyeeee….. specialis lagu galau nih ye” celetuk si jangkung. Ah, magnae bodoh. Kasihan kan jonghyun. Aku kan hanya bercanda

“yasudah kita istirahat dulu. hey para magnae! Bisakah kalian beli minuman dan snack untuk kita dan yeoja cengeng ini?” tanya namja didepanku. Dia kini berdiri dengan lututnya. Masih dihadapanku

“beres hyung!!!!” kata minhyuk. Dia langsung menyeret si jangkung keluar bersama

“aku akan keluar juga. Ingin mengambil sesuatu di kantor FnC. Aku sadar aku jadi pengganggu disini. Aku duluan ya” kata si tampan

Diam. Hening. Bagaimana tidak? Hanya tinggal aku dan namja ini. diapun duduk disampingku

“menangis bukan kebiasaanmu” ujarnya

“kau tahu?” tanyaku tanpa sedikitpun menoleh padanya

“tentu saja. sudah lama aku mengenalmu. Jadi bagaimana aku tak tahu” katanya

“mengenal? Ya, hanya mengenal. Ya, 3 tahun sudah kau mengenalku, yong”hatiku membeku saat mengatakan itu. bodoh, Kim Hye Na

“bukan hanya mengenal. Kau yeojaku” enteng sekali dia berkata begitu. Maaf, bukannya aku tak percaya kau mengakuiku. Hanya kenyataan tak begitu

“sebenarnya aku kesini hanya untuk memberikan sebuah……………” perkataanku tiba tiba berhenti. Lidahku kelu

Akupun bangun, berjalan menuju tempat mereka latihan tadi. Hanya berjarak 1-2 meter dari tempatku duduk tadi

sarangi gamyeon ddo dareun sarangi

dasi ol geomnida kkok geureol geomnida

jigeumeun apado jogeuman jinamyeon, amul geomnida

geureol geomnida…. Ijeul geomnida…. Nado geureol gomnida…….

Modu jioul geomnida….. kkot geureol geobnida…..

 

 

Sarangi gamyeon ddo dareun sarangi

Dasi ol geomnida kkok geureol geomnida

Nunmuri heulleodo jogeumman jinamyeon useul geomnida

Geureol geomnida…. Ijeul geumnida..

Sangcheoga amul deut

Geureol geomnida… geureol geomnida.. ijeul geumnida…….

 

          Air mataku kembali menetes. Ada sedikit rasa lega dihati. Secara tidak langsung aku menyatakan keinginanku lewat lagu tadi. Aku bicara padanya lewat lagu. Kuharap dia mengerti

“aku mengerti, Kim Hye Na……” ujarnya lalu bangun dan menghampiriku

“apa?” tanyaku. Perih. Mataku. Hatiku. Semuanya sakit. Semuanya terasa perih. Harusnya dia tak seramah ini

“lagu tadi. Aku mengerti sekali. Aku mengerti kau akan mencoba melupakanku kan?” ucapnya. Halus. Perkataannya memang halus. Tapi sangat menyakitkan hati. Dia tahu ternyata

“gwaenchana….. lakukanlah jika memang kau mampu melupakanku. Aku takkan menahanmu. Hanya aku tak bisa melepaskanmu begitu saja. mungkin sulit. Mungkin aku bisa mencobanya”

Aku terdiam. Dia mengerti ternyata

“tak ada yang membuat hubungan kita rusak. Tak ada pihak ketiga atau pihak yang menghasut kita. Hanya saja aku lelah. Kau tahu kan apa arti lelah?  Ya, aku lelah yonghwa…..” seruku. Aku menatap kearah jendela besar. gelap. Ya, memang sudah malam sekarang

“kita akhiri, yong. Aku sudah sampai pada batasnya. Aku lelah. Kita akhiri semuanya. Aku akan coba lupakan dirimu” ucapku. Terasa cairan itu kembali menetes. Tak sedikitpun kutatap dia. Tak sedikitpun ku menoleh padanya. Yang pasti dari jendela dihadapanku, tampak bayangannya yang sedang tertunduk

“wae?? Apa alasannya?” tanyanya. Aku dan dia masih ditempat masing masing

“aku biasa, kau luar biasa. Aku gadis yang sederhana, kau seorang superstar. Aku menjengkelkan, kau berkharisma. Kau memang orang yang humoris, tak menyebalkan, tak membuat bosan. Hanya aku salah jatuh cinta. Harusnya aku mencintai orang biasa. Bukan yang luar biasa sepertimu. Harusnya aku sadar. Aku hanya seorang penulis cerita fiksi. Aku harusnya tetap diam dan tak menunjukkan wujudku dihadapanmu. Harusnya aku mencintaimu diam diam. Harusnya aku menyalurkan cintamu lewat tulisanku saja. bukan begini”

“aku tak menyesal pernah mengenalmu, hanya aku pikir aku salah jatuh cinta. Harusnya dikalangan penulis cerita fiksi aku tak terkenal. Jadi kalian takkan tau tentangku. Harusnya aku menutup diri”

“kau bodoh. Aku hanya orang biasa. Hanya karena aku artis aku luar biasa? Bodohnya dirimu” ujar yonghwa. Bagus, akhirnya dia menghardikku. Itu yang kumau

Kami terdiam. Sibuk dengan pikiran masing masing

Aku tak mengerti, terkadang cinta memang membuatku begitu senang. Tapi, saat aku benar benar jatuh, aku seperti orang yang sedang berjalan terseok seok. Inilah yang kurasakan. Perlahan tapi pasti hatiku akan semakin remuk. Tapi aku bisa apa? Ini memang sudah resikonya. Ini memang sudah jalannya. Mau diapakan lagi? Aku bisa apa?

“kau memang aku cinta.  Meski Hatimu kurang peka seperti Jonghun, tapi suaramu tak kalah bagus dengan  hongki. kau tak bisa aegyo seperti minhyuk dan minhwan, tapi kau cool dan tampan seperti jaejin dan jonghyun. kau juga tidak sejangkung jungshin dan seunghyun. Tapi kenapa aku tetap bertahan disampingmu? 3 tahun pula. Tanpa ada yang tahu, tanpa ada yang mengerti bagaimana perasaanku saat bertahan sisimu. Aku sedih,yong. tapi aku bisa apa? Menuntutmu lebih? Itu egois namanya. Ingin marah, apa alasannya? Ingin menangis, apa bisa hanya diselesaikan dengan itu? ingin tersenyum? bohong namanya, ingin tertawa? Mungkin aku sudah gila. Ya, semua serba salah. Kini aku tahu bagaimana rasanya jadi Nari eonnie yang pacaran dengan shindong personil super junior. Kini aku mengerti bagaimana rasanya jadi Goo Hara dan Park Min Young yang dicekam kekhawatiran karena mencintai si para idola. Aku mengerti, sangat sangat mengerti. 3 tahun yang lalu aku masih menganggapmu laki laki biasa, sama seperti  laki laki yang lainnya. Tapi setelah 3 tahun kemudian, aku salah. kau tak biasa, kau luar biasa. Sedangkan aku yang biasa”

Aku memberanikan diri menghadapnya

“Seorang laki laki sempurna kelahiran 22 Juni 22 tahun yang lalu, dialah yang kucinta. Tapi kurasa sekarang aku sudah jenuh bercinta dengannya. Tak romantis, tak perhatian, bertemu saja jarang, tapi bodohnya aku, aku masih saja mau disampingnya. Dia laki laki humoris, tapi kaku saat dihadapanku. Dia bisa akrab dengan lawan mainnya didrama, tapi saat denganku ngobrol saja jarang. Aku memang tak secantik “go mi nam”, aku bahkan tak setinggi “mantan istrinya”, tapi aku punya hati. Tak bisakah dia mengerti. Apa karena selama ini aku tak pernah mengatakan kalau aku marah, aku sedih , aku jenuh saat berhubungan dengannya. Tapi apa yang membuatnya mampu bertahan 3 tahun denganku? Atau mungkin dia gengsi mengatakan kalau dia cinta? Atau mungkin dia memang lelaki yang seperti itu? dia hanya diam saat kutanya. Apa dia tak punya mulut? Apa dia mengelem mulutnya saat bersama denganku? Apa dia hanya bisa bernyanyi tapi berkata kata saja susah?  Sulit memang”

Maaf, kata kataku mungkin terlalu menyakitimu. Maaf, aku keterlaluan. Aku hanya ingin membuat kau benci padaku. Agar aku bisa lepas darimu. Agar kau membenciku dan takkan mengingatku lagi

“maafkan aku, mungkin aku tak mengerti jadi kau yang selalu kututupi. Maaf, jika aku melakukan banyak skinship dengan mereka. Tapi apa kau tak yakin aku mencintaimu. Kita sudah sejauh ini. 3 tahun. 3 tahun, Hye Na. Aku senang kau menyukaiku. Tapi aku tak senang, hubungan kita jadi hancur begini. Mungkin kau sudah memaklumiku yang tak mudah mengatakan cinta begitu saja. ya, itulah aku. aku yang sebenarnya” dia akhirnya banyak bicara

“jangan katakan maaf, kau tak salah. aku tak marah jika aku selalu kau sembunyikan. Aku tak minta ketenaran darimu. Aku hanya ingin hidup tenang. Bagus jika tak ada orang yang tau. Bagus pihak FnC, ft island dan para teman satu bandmu bisa mengunci rahasia ini rapat rapat. Tak apa jika aku disembunyikan. Saat kau beradu acting dengan park shin hye, sampai dua kali pula, aku tak marah. Ya, wajar jika aku cemburu. Tapi, karena dia kita jadi tak ada waktu berdua. Baiklah….. kau memang harus bersikap professional. Tak apa, kita memang jarang kencan ngedate ataupun semacamnya. Malah hampir tidak pernah. Bersama seohyun, dadaku sedikit sesak. Kau bisa tertawa tawa dengannya, sementara denganku kau sepertinya susah sekali mengeluarkan tawamu. Jika kita bertemu kita terlalu kaku. Tapi saat bersama seohyun, kau bisa tertawa lepas. Masalah skinship, gwaenchana……. itu profesimu. Kau seorang artis. Aku bisa apa?? Aku tak mau jadi orang yang egois.”

Air mataku jatuh. Semakin deras dan semakin deras. Yonghwa, sedikitpun tak mendekat. Melangkah sejengkal saja tidak, apalagi memelukku. Entahlah, mungkin aku memang keterlaluan. Ya, aku keterlaluan. Atau dia yang keterlaluan? Entahlah…..

“yong, ani!! Jung yonghwa…… kita putus. Ini yang terbaik. Lupakan aku. kita mulai hidup baru. Aku kembali jadi seorang fans. Seorang penulis cerita fiksi. Penulis cerita yang berisi khayalan. Ya, aku kembali menjadi itu. dan kau tetap jadi jung yonghwa, leader, gitaris, vocalis dari band ternama korea, C.N BLUE. Kita kembali lagi seperti dulu. anggap saja kau tak pernah mengenalku. Lupakan aku. aku pasti akan melupakanmu. Geureol geomnida, Jung Yonghwa……. Lupakan aku. Semoga karirmu tetaplah gemilang. Tetaplah puaskan fansmu. Setelah ini aku hanya akan ada dibarisan paling depan orang yang selalu menyemangatimu, mendukungmu, mendoakanmu. Aku akan di tengah barisan orang orang itu, orang orang yang disebut dengan fans. Yong, ah salah. Sekarang sudah tak ada panggilan yong lagi. Panggilan itu hanya untuk Hye Na yang dulu. Jung Yonghwa…….. kita berakhir disini”

Akupun mulai berjalan. Meninggalkan ruangan ini. meninggalkan yonghwa. Dan mulai detik ini aku akan melupakannya. Mulai, hari ini, mulai jam ini, mulai menit ini, mulai detik ini. akan kuhapus ingatanku bersama yonghwa. Hanya seorang yeoja yang bernama kim hye na yang beruntung bisa mendapatkannya. Bukan Kim hye Na diriku. Sebab aku akan melupakannya. Aku harus melupakan yonghwa, ini sudah jadi resikonya

“temukan orang yang lebih baik dariku. Aku pasti akan senang” ucapnya sebelum aku membuka pintu ruangan itu

“gomawo, jung yonghwa-sshi” ucapku pelan sedikit tertahan oleh rasa sesak didada

Aku berlari, meninggalkan kantor FnC, meninggalkan studio dimana yonghwa dan teman temannya sering latihan disana. Meninggalkan si “geu saram” yang sangat kucinta. Ya, “geu saram” itu adalah yonghwa.

“eonnie!!!!!!” terdengar teriakan minhyuk memanggilku dari arah belakang. Mungkin dia bingung. Mungkin dia bingung kenapa aku lari marathon di kantor ini. ya, kalau bukan karena yonghwa, aku takkan begini. Ani, ini salahku, harusnya aku tak mencintai yonghwa, jadi dia dan aku tak tersakiti sekarang

Aku menunggu taxi didepan gedung FnC, tapi tak kunjung tiba

“KIM HYE NA!!!” teriak seseorang. Kakiku ngilu, tubuhku kaku, lidahku kelu. Kenapa dia datang?? Yonghwa bodoh!!!! Yonghwa bodoh!!!!!

“Hye Na!!!!” tangannya langsung menyergap pergelangan tanganku saat ingin melarikan diri

“kau bodoh!!!!!” hardiknya saat aku sudah ada dihadapannya

“disini banyak orang. Mianhae yonghwa-sshi. Aku harus pergi”

“Hye Na, kajima……..” katanya dengan suara serak khasnya. Matanya berair dan memerah. Sebagian sudah ada yang mengalir dipipi tirus nan mulusnya itu

“mianhae…… lupakan aku, jung yonghwa. Tolong, lepaskan aku……” perlahan tapi pasti aku melepaskan tangannya dari pergelangan tanganku

Tuhan, bantu aku lupakan dia. Apapun caranya. Lupakan dia, bantu aku Tuhan. Tolong bantu aku lupakan dia…. Bahkan jika aku harus ma………

“KIM HYE NAAAAAA!!!!!”

CEKKIIITTTTTTTTT

BRRRRAKKKKKKKKKK

Buram. Pandanganku buram. Sesuatu mengalir dari wajahku. Banyak. Seperti air mata ketika aku menangisi yonghwa tadi. Kuperhatikan meski samar samar. Ada sesuatu berwarna merah menghiasi tanganku. Yang berwarna merah itu mengalir. Kulihat juga banyak serpihan kaca disekitarku

JEGEEEERRRRRRR

TESS!!!! TESSS!!!

Basah. Dingin. Menetes. Ribuan. Banyak sekali yang menetes. Ya, inilah jawaban atas doaku tadi. Tuhan menjawabnya

JEGEEEERRR!!!!!!!

Kilat menyambar diatasku. Memori. Kenangan. Semua masa masa saat ku bersama yonghwa terpampang jelas diatas sana. Awan yang melukiskannya. Ya, aku gila. Ani! Aku pingsan Salah!!! Lebih tepatnya aku sudah akan mati

Terima kasih Tuhan, dengan cara ini akhirnya aku bisa melupakan yonghwa. Terima kasih………… terima kasih….. akhirnya aku bisa melupakan yonghwa. Menghapus semua memori saatku bersamanya. Yonghwa……. Annyeong!!!!!!

**************************

Untuk: Jung Yonghwa

Aku akan ungkapkan semuanya. Maaf, jika selama ini aku merepotkanmu. Tapi setidaknya aku sudah mencoba yang terbaik demi hubungan kita. Setelah ini jangan marahi Jonghun. Mungkin kau akan pikir kenapa aku mengatakan aku ingin berpisah darimu pasti karena Jonghun. Ya, jika boleh jujur Jonghun memang tak suka denganmu. Tapi dia tak menginginkan hubungan kita berakhir. Aneh sekali ya

Yong, Aku rindu saat aku menyanyikan lagu I will forget you dan kau mengiringiku dengan permainan gitarmu yang amat sangat menakjubkan itu.  waktu itu aku menyanyikan saat di busan. Saat dihari kelulusanku, dan kau tengah pulang ke kampung halamanmu karena rindu dengan ayah ibumu di busan. Yong, dengarkanlah lagu itu. dengarkan lagu I will forget you sekarang. Yong,dengarkanlah…….

I will forget you

Starting today, I don’t know you

I have never seen you

We never even walked pass eachother

               Aku akan melupakanmu, yong. Dimulai dari hari ini. dari detik ini. aku akan coba melupakanmu. Aku akan mencoba menutup telingaku. Pura pura tak mengenalmu. Bahkan aku akan bilang kalau aku tak pernah tau dan kenal dirimu. Aku belum pernah melihatmu. Maksudku, aku belum pernah melihatmu benar benar tulus mencintaiku. Aku tau kau tulus, hanya saja aku belum pernah melihatnya. Kau terlalu sibuk dengan duniamu. Kau terkenal,kau menyilaukan. Kita bahkan tidak pernah berjalan bersama. Berkencan, ngedate, atau apapun itu. pernah, tapi selalu berakhir dengan ke waswasan. Kau diikuti paparazzi dan juga kau harus menyamar. Aku tahu, itu resiko punya pacar seorang yang biasa. Maaf yong, aku menyusahkanmu

I’m okay, I forgot everything

I’m happy with my busy life

I’ve meet a great person too

               Aku baik baik saja. aku akan lupakan semuanya. Aku juga selalu bahagia. selama aku masih menjadi penulis cerita fiksi. Menulis cerita tentangmu. Menulis khayalanku. Aku masih bisa bahagia. bahkan aku juga bisa menemukan orang yang lebih baik darimu. Kau juga harus menemukan yang lebih baik dariku

Love is always like this

It fades away after some time

Can’t even remember it

               Cinta memang begini. Awalnya manis, berakhir dengan sakit hati. Seperti kita. Awalnya kita juga masih baik baik saja. semakin lama kau semakin sibuk. Semakin lama kau semakin lupa akanku. Ya, itu memang sudah kewajibanmu. Aku tak bisa melakukan apa apa. Aku hanya bisa diam. Dan aku sudah sampai pada titik batasku. Aku sudah lelah. Cintapun memudar, kenangan menghilang, dan memori kita bisa habis dimakan waktu. Bahkan hingga kita tidak bisa mengingat masa masa indah kita lagi. Seiring berjalannya waktu

When love goes away

Another love comes again

Even if it hurts now

I will forget, I will forget you

               Saat cinta kita sudah pergi entah kemana, cinta yang baru pasti akan hadir lagi. Kuharap kau bisa menemukannya. Tak apa jika itu shin hye atau seohyun. Aku setuju saja asal kau bahagia. bahkan jika itu menyakitkan bagiku, asal kau bahagia aku juga bahagia. yong, aku akan melupakanmu. Aku akan melupakanmu, yonghwa…..

Its difficult

 I will forget everything after today

I’m just getting used to my chaged life

               Aku tau ini sangat sulit. Mencoba melupakanmu mulai dari hari ini. tapi aku harus bisa. Demi aku dan kau. Agar kita takkan luka nantinya. Semakin lama, aku juga akan terbiasa dengan kehidupanku yang berubah. Berubah karena kau tak lagi disisiku

I will erase everything

Even if tears fall now

I will smile a little later

I will forget you, now

Just like a wounds heals

I will forget you……………

               Aku akan hapus semuanya. Bahkan jika air mataku akan terus jatuh, aku akan terus tersenyum. aku akan melupakanmu sekarang. Sama seperti ketika aku menyembuhkan luka saatku terjatuh, aku akan mencoba menyembuhkan luka hatiku sendiri. Aku akan terus tersenyum agar luka dihati hilang. Yonghwa…… aku akan melupakanmu….. jeongmal mianhe….. aku harus melupakanmu………

 

##### THE END #####

 

 

Gimana??? Sedih nggak? Nggak ya?? yaaaaaaahhhh……

Aku udah buat sekuel dari ff ini. kalau kalian setuju dibikin sekuel, bakal kupublish sekuelnya. Tapi kalo mau gantung begini, ya silahkan nggak apa apa. Bocorannya disekuel itu semuanya yonghwa pov. Jadi kita bakal bisa tau gimana rasanya jadi yonghwa. Gimana? Gimana??

Untuk kenal lebih lanjut atau mau tanya atau mau ngebash atau mau apa silahkan

Add fb: fatkhiya mukarromah

Follow twitter: fatki_chulliez

 

Gamsahamnida. Terima kasih yaaaa yang udah baca

Dimohon komennya ^^

 

8 thoughts on “I WILL FORGET YOU

    • Iyaaa…terima kasih ya udah baca. Waaah… Aku diancem nih ceritanya. Tenang aja, udah aku kirim kok. Tp belom dipublish adminnya kaliya. Penasaran sama yonghwa pov? Aku seneng dengernya. Tunggu aja ya😀

  1. hyena nya cerewet *digampar author* hyena nya kurang perhatian gitu ya? ah sediiiih😦 yong nya sibuk di aku sih (?) /dor.

    keren juga thor kalo ada sequel, soalnya disini kita cuma bisa ngeliat sisi hyena aja, yong justru diem aja. lanjut thooor :)))

  2. nice ff thor…
    aq terharu bacanya, cz aq juga lg berusaha bwt lupain seseorang,tapi susah bgtz, ceritanya kya kisah qu sndri, T.T
    *curcol

  3. skuelnya di tunggu ya …🙂
    .. itu hye na kaya kita2 nih .. #author n readers … hehehe🙂
    hanya bisa jatuh cinta dari jauh saja

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s