Even Your Tears (Chapter 3)

Author: dimplesyororo

Rating: PG-15/NC-17

Genre: Romance

Cast:

Lee Jonghyun (CNBLUE)

Yoon Eunchae (Ocs)

Song Seunghyun (FTISLAND)

Disclaimer: FF ini murni buatan saya. Inspirasi dari lagunya FTISLAND-Even Your Tears. Di publish juga baru di sini aja.

Note:

Halo semuanya. Maaf banget baru bisa publish sekarang. “nggak mau inget-inget bulan november deh’’ T^T …. by the way, Thank you banget yah buat reader yang selama ini dukung lewat komen ^^ aku inget siapa aja readernya..kekkekekke..reader-reader itu aja yang bakal aku kasih keistimewaan di part FF even your tears special..kekekeke..Oke deh ..yuk mari kita baca Ffnyaaaa…

JRENGJRENG

 

 

Insa-dong , 6PM KST

Eunchae POV

‘KRIIIIIINGGGGGGGGGGG’

Refleks tanganku mematikan tombol jam weker yang tepat aku taruh di dekat bawah bantal. Perlahan aku berusaha mengumpulkan tenaga untuk membuka mataku utuh. Di samping kiri depan lemari, aku melihat penyangga kaki. Entah kapan, abeoji membelikan penyangga itu. Ya, mulai sekarang aku akan menggunakannya.

Perlahan aku turunkan kakiku dan melangkah sedikit demi sedikit, sambil merambat memegang benda-benda yang dapat membantuku untuk berjalan.

“Aigo, akhirnya….aku dapat meraihnya.”

Aku mencoba benda itu, rasanya agak kagok di awal. Mulai sekarang aku akan membiasakan diri untuk menggunakannya. Perlahan-lahan aku berjalan menuju keluar kamar, tumben sekali abeoji tidak membangunkanku. Padahal ini sudah jam 6 pagi lebih. Aku mendengar suara-suara dari dapur. Mungkin, Abeoji sedang menyiapkan sarapan.

“Abeoji……” aku berjalan menghampiri menuju dapur.

“Anyyeong…”

Ternyata, Jonghyun oppa yang berada di dapur. Sepertinya dia sedang sibuk memasak. Eh, tapi kenapa dia yang memasak.

“Oh..Oppa…dimana abeoji? Kenapa kau me….memasak?” Tanyaku padanya.

“Ne..aku sedang memasak, yoon ahjussi sepertinya sedang tidak enak badan. Jadi, aku yang memasak.”

“Humm…kau bisa memasak?” aku pun meyendok dan mencoba masakannya.

“Ne..tentu..tapi aku hanya bisa memasak masakan jepang.” Jawabnya.

Masakannya lumayan enak, ternyata dia pandai memasak juga.

“Oh..baiklah..yah..Hwaiting Oppa. Aku mandi dulu yah..mianhae tidak bisa membantumu.” Aku berjalan berlalu meninggalkannya.

“Eunchae-ya…apa perlu aku membantumu mandi?”

“MWO?” mendengar pertanyaannya refleks aku menoleh kearahnya.

“Ani..bukan seperti itu maksudnya. Apa kau perlu bantuan untuk berjalan hingga ke kamar mandi? Sepertinya kau belum terbiasa menggunakan tongkat itu.”

“Oh..tidak perlu oppa, aku bisa berjalan sendiri, yah walau belum terbiasa. Tapi aku harus mencobanya terus kan?” Aku pun berjalan meninggalkannya menuju kamar mandi. Pertanyaannya membuatku terkejut. Dasar, kyopo!

 

***

Kali ini aku hanya makan berdua saja dengan Jonghyun oppa, abeoji masih tidur dikamarnya. Yah, memang sih abeoji sering kali demam seperti itu. Ini sudah kesekian kalinya selama setahun ini abeoji sering sakit seperti itu, setiap aku menyuruhnya ke dokter pasti abeoji menolaknya dan selalu berkata “Gwenchana….” . Yah mungkin abeoji demam karena akhir-akhir ini dia sering begadang hingga larut malam.

Aku memperhatikan meja makan didepanku, ada banyak macam-macam makanan didepanku. Seperti rumah makan jepang, aku memandang semua makanan itu, bingung harus makan yang mana dulu.

“Makanlah ini dulu, “ Jonghyun oppa menyodorkan sebuah mangkuk berisi nasi dengan daging.

“Humm…ini apa?” Tanyaku sambil menunjuk mangkuk di depanku.

“Gyudon, cobalah! Itu masakan andalanku.”

“Ne….Gomawoyo untuk makanannya.” Aku pun mengambil sumpit di depanku dan memakan masakan jonghyun oppa.

“Bagaimana?” Tanyanya padaku.

“Mashita…masakan oppa tidak kalah enaknya dengan masakan abeoji.” Dia tersenyum kepadaku dan kami pun melanjutkan sarapan kami. Ternyata ada gunanya juga jonghyun oppa ada di rumah kami. Disaat aku sakit dan abeoji sakit, dia bisa diandalkan untuk mengurus kami.

 

***

“Abeoji…aku berangkat dulu yah. Jangan lupa untuk makan dan minum obatnya.” Aku memegang dahi abeojiku. Tidak panas tapi wajahnya pucat.

“Ne…tuan putri….ayo berangkatlah. Hati-hati dijalan ya..Jangan terlalu sering bergerak juga.” Abeoji pun mengelus-elus puncak kepalaku.

“ne… Arasseo…” Aku mengambil kedua penyanggaku dan berjalan ke depan rumah. Jonghyun oppa sudah menungguku, mulai hari ini dia yang akan mengantarkanku dan menjemputku sekolah. Yah, aku sudah duduk di bangku kelas tiga, sebentar lagi sudah kelulusan. Jadi, aku tidak ingin bolos sekolah walaupun keadaan kakiku seperti ini.

 

***

“Oppa…Kajja!” Aku menepuk pundaknya.

“ne…oh iya, bekal ini aku taruh ke dalam tasmu yah?”

“Oh..itu bekal apa oppa?” Tanyaku sambil memegang kotak bekal yang dia berikan padaku.

“aku membuatkan sushi dan onigiri. Kakimu sedang sakit kan, aku rasa kau nanti pasti akan sangat malas untuk pergi ke kantin. Jadi aku membuatkan bekal ini.”

“Oh iya, kau benar juga. Gomawoyo Oppa….” dia membantuku memasukkan kotak bekal itu ke dalam tasku.

Iyah benar juga, tentunya aku akan benar-benar malas untuk pergi ke kantin. Ternyata dia ini benar-benar bisa di andalkan.

 

***

Jonghyun oppa benar-benar membantuku, mulai dari sarapan, memapahku saat naik bis dan menemaniku hingga ke depan pintu gerbang sekolah. Begini yah rasanya kalau memiliki seorang kakak. Aku merasa nyaman di dekatnya.

“Eunchae-ya, kau pulang jam berapa? “

“Aku pulang jam 4 sore. Oppa, kalau kau masih ada urusan. Kau tidak perlu menjemputku. Aku bisa pulang sendiri. Tenang saja.”

“Tidak bisa, nanti abeojimu marah kepadaku. Baiklah, jam 4 sore kupastikan aku sudah ada di depan pintu gerbang sekolahmu. Belajarlah yang rajin, anak kecil!”

Dia pun mengacak-acak rambutku dan tersenyum jahil padaku kemudian beranjak pergi meninggalkanku. Dasar, siapa yang anak kecil. Usia kita hanya berbeda satu tahun aku rasa. Hummph… aku pun merapikan rambutku dengan jari-jariku dan berjalan menuju kelasku.

 

***

“Eunchae-ya!” Terdengar suara seseorang yang sangat familiar di telingaku, pasti itu dia.

“Ne..annyeong seunghyunnie..” sapaku padanya. Aku pun tersenyum padanya menahan sedikit rasa grogi dan deg-degan.

“Hey.. kau kenapa? Apa kau baik-baik saja. Sini aku bantu berjalan.” Tawarnya padaku.

“Ehm..aku habis terjatuh kemarin,”

“MWO? kau tidak bercerita saat aku mengirimkan pesan kemarin, kau bilang kau sakit. Tapi aku tidak tahu jika sakitnya separah ini. Aigo, chae-ya mulai saat ini aku akan membantumu.”

“Gomawo, hyunnie…”

Yah..pagi ini. Lucky me! Aku bertemu dengan seunghyun, dia ini namja yang sering aku ceritakan pada abeoji. Dia unik, dia juga seorang musisi. Suaranya lumayan bagus dan pandai juga bermain gitar. Kami berkenalan saat masa orientasi dulu. Sampai saat ini pun kami menjadi teman baik. Sudah lama juga aku menyimpan sedikit perasaan aneh padanya. Entahlah, setiap menerima pesan darinya, rasanya sungguh senang, seperti menerima undian.

“Chae-ya , aku kembali ke kelasku dulu yah. Sebentar lagi bel pasti berbunyi. Kalau butuh bantuan jangan lupa telepon aku.”

“Gomawo hyunnie….” aku pun tersenyum lebar kepadanya.

“Chae-yaaaaa..jangan rindukan aku..kekekkeekke” teriaknya sedikit kencang di depan kelasku. Semua teman-temanku mendadak melihat ke arahku.

Aku pun menunduk malu.

Yah begitulah sikap seunghyun padaku, tapi sampai saat ini aku pun tidak tahu perasaannya padaku bagaimana. Aku pun juga belum tahu pasti,perasaan apa yang aku miliki untuknya.

Aku pun mengambil ponselku dan mengetikkan sesuatu.

Send To: Hyunnie16D

Aishh…hey kau makhluk 16D..bagaimana ini..aku merindukanmu (─‿‿─)

 

Beberapa detik kemudian aku menerima pesan yang sudah aku pastikan itu dia

 

From: Hyunnie16D

Mwo?baiklah aku akan kembali ke kelasmu *,*

 

Send to: Hyunnie16D

Yak..tidak perlu, biarkan saja rindu ini menumpuk.kekekeke..

Ini juga masih sebesar beras yang terlihat menggunakan sedotan.

 

From: Hyunnie16D

Begitukah?kalau begitu aku pastikan itu sebesar biji jagung saat istirahat nanti

 

Aku pun menutup flip ponselku. Dan kembali konsentrasi pada buku-buku di depanku. Kim songsaenim sudah datang dan memulai pelajaran.

 

***

Insa-dong 9AM KST

Jonghyun POV

Setelah mengantarkan Eunchae ke sekolahnya, Aku cepat-cepat melangkahkan kakiku kembali ke rumah, karena Yoon ahjussi masih sakit dan sendirian, tidak ada yang merawat. Entahlah walau beberapa hari ini kami baru mengenal, tapi aku ingin menganggapnya seperti keluargaku. Yah..mulai saat ini aku akan menjaga dua orang yang memang sudah berjasa membantuku.

‘CKLEK’

Aku membuka pintu toko alat musik dan membalikkan papan bertuliskan ‘OPEN’. Aku pun segera menuju yoon ahjussi.

“Ahjussi, aku kembali. Apa kau sudah meminum obat dan menghabiskan makananmu?” aku pun berjalan mendekatinya. Dan…

Astaga….aku melihat darah segar mengalir di hidungnya, juga ada banyak darah di tangannya. Darah itu berceceran di pinggir bantal juga.

“Ahjussi!ahjussi!”

Aku menggerak-gerakkan tubuhnya.. Tapi tidak ada respon.

“Oh Tuhan…..” aku meremas rambutku pelan.

Dengan segera aku mengambil handuk kecil, dan berusaha menggendong Yoon ahjussi. Berusaha untuk membawanya ke rumah sakit dengan segera. Aku menitipkan toko alat musik ini kepada bibi penjual toko bunga di sebelah rumah. Semua tetangga di sekitar pun terlihat panik dan membantuku membawa Yoon ahjussi ke rumah sakit.

“Aigoo..baru kemarin aku membuka surat itu dan ternyata hal ini terjadi.”

 

***

SungAe Hospital, 1PM KST

Sudah 2 jam berlalu, aku masih menunggu Yoon ahjussi di depan pintu ICU.

“Kau keluarganya?” Seorang yang kupastikan adalah dokter datang menghampiriku.

“Ne, aku keluarganya.”

“Bisa aku bicara sebentar, ini menyangkut kondisi pasien.”

“Ne….”

aku pun berjalan mengikuti dokter tersebut hingga ke ruangannya.

“Begini, apa anda sudah tahu mengenai penyakit yang dimiliki pasien Yoon?”

“Aniyo, aku tidak tahu, memangnya apa penyakit yang dimiliki oleh Yoon Ahjussi?”

“Sudah lama aku ingin membertitahu keluarganya, Tapi beliau selalu memaksaku untuk menyembunyikan hal ini, Dia terkena penyakit Leukimia, dan sudah berada pada tingkatan akhir, Kami sudah mencari donor sumsum untuknya, tapi hingga sekarang kami belum dapat menemukan donor yang cocok.”

“Mwo?Le…ukimia?Apa begitu parah penyakit yang dideritanya?adakah cara untuk menyembuhkannya?”

“Iya, penyakitnya sudah parah, vonis dokter mengatakan kalau usianya hanya mampu bertahan hingga 4 atau 5 bulan lagi,”

“dokter, apa aku bisa menjadi pendonor untuknya?”

“Kita bisa melakukan beberapa test untukmu, ya mungkin saja bisa.”

 

***

5PM KST

Eunchae POV

Sudah satu jam aku menunggu Jonghyun Oppa di dekat pintu gerbang sekolah. Bukankah tadi aku sudah bilang jika aku pulang jam 4 sore.

“Huff…coba kalau Jonghyun Oppa punya ponsel, setidaknya aku bisa menghubunginya, humm… sebaiknya aku menunggunya apa pulang saja ya?”

Aku pun melangkahkan kakiku ke sebuah bangku di bawah pohon dekat gerbang sekolah. Aku duduk di bangku itu sambil mengayun-ayunkan kakiku dan memainkan ponselku.

‘Apa dia lupa untuk datang menjemputku’

“EUNCHAE-YA!” seseorang tiba-tiba berteriak dan menepuk bahuku.

“YA!appeo!” Aku menoleh ke belakang dan benar seperti dugaanku, ternyata dia.

“Hey…kenapa kau masih disini? Tidak pulang?” Tanyanya padaku.

“Iya, aku sudah mau pulang kok, tapi aku sedang menunggu seseorang.” Jawabku.

“Mwo? siapa? Namjachingu mu kah?”

“Bukan…ten…tu sa..ja Bu..kan… hey..songsari!pikiranmu selalu aneh.”

“Kenapa kau memanggilku songsari…hiks..namaku song seunghyun, eunchae-yaaaaa.. ya!orang aneh sepertiku pasti selalu ada di pikiranmu kan?”

Seunghyun mengacak-acak rambutku dengan usapan tangannya. Selalu seperti ini, kata-katanya membuatku berdebar namun sedikit terasa membingungkan. Aku pun mengerutkan alisku dan menatapnya.

“Hey, eunchae-ya…kau kuantarkan pulang ya? Sebentar lagi pasti gerbang sekolah sudah ditutup.”

Tanpa aku berkata iya, tiba-tiba dia menarikku, dan membantuku berjalan.

“Hyunnie-ya..Gomawoyo.” Ujarku padanya.

“Hey..aku belum mengantarkanku sampai rumah.. kenapa terima kasihnya sekarang? Kajja!”

Dia membantuku untuk naik ke motornya dan memakaikanku helm.

“Ready? Eunchae-ya pegangan yang erat, jangan menarik bajuku. Kau peluk saja aku.”

Seunghyun tiba-tiba menarik tanganku hingga aku memeluknya.

 

***

6PM KST

Jonghyun POV

Saat ini yoon ahjussi sudah dipindahkan ke kamar inap. Aku pun duduk, menungguinya hingga sadar.

Perlahan, yoon ahjussi telah kembali kesadarannya. Aku pun segera mengampirinya.

“Ahjussi, kau sudah sadar kan?”

“Ne…jong…hyun..ssi….”

“Sudah..ahjussi kembali beristirahat saja, “ syukurlah yoon ahjussi akhirnya sadar. Semoga saja hasil tesku menunjukkan kabar yang baik, semoga saja sumsum milikku bisa membantunya.

“Jjong..hyun..bi..sa kau me…rahasiakan..ini..pada eunchae?” Yoon ahjussi tiba-tiba mengenggam tanganku dengan erat.

“Tapi kenapa? Dia putrimu kan? Kenapa tidak boleh tahu?” Tanyaku padanya, jadi selama ini eunchae tidak tahu ayahnya memiliki penyakit seperti itu.

“aku su..dah membantu..mu.. to…long..ban..tu aku kali ini.”

Yoon ahjussi pun perlahan kembali menutup matanya. Aku sangat bingung, tapi tentu saja eunchae harus tahu.

“Mwo?astaga…ini sudah larut malam. Aishh…aku lupa menjemput anak itu.”

Tiba-tiba aku teringat dengan janjiku untuk menjemput Eunchae pulang, karena aku terlalu konsen kepada Yoon ahjussi, aku jadi lupa dengan Eunchae. Apa dia masih menungguku disana?

Ahh…sebaiknya aku ke sekolahnya saja, siapa tau dia masih menungguku disana.

 

***

7PM KST

Setelah turun dari bus, aku segera berlari menuju ke arah sekolah Eunchae. Gedung sekolahnya terlihat sangat sepi dan pintu gerbang pun sudah ditutup. Aku mencari Eunchae di sekitar tempat itu.

***

Sekitar 15 menit aku mencarinya, tetapi tidak ketemu juga. Mungkin dia sudah kembali ke rumah. Aku pun memutuskan untuk kembali ke rumah, ingin mengetahui apa dia sudah kembali atau belum.

 

***

Insa-dong, 8.30 PM KST

“Eunchae-YA….kau dirumah?”

Aku berteriak memanggilnya, pintu depan tidak dikunci. Aku pun segera berjalan masuk dan segera menuju ke atas.

“Eunchae-ya…aku membawakan makanan, hey..kau pasti belum makan malam kan?”

Aku meletakkan sebungkus ddubokki dan bulgoggi di atas meja. Di sofa, aku melihat Eunchae sedang tertidur. Wajahnya terlihat sangat gelisah, dan aku rasa dia menangis, bekas aliran air matanya di pipi terlihat mengering.

Perlahan aku mendekatinya dan memegang pipinya, menghapus bekas air mata yang kering itu.

“Eunchae-ya..bangunlah..aku membawakan makanan.”

Dia pun mulai bergerak dan membuka matanya, kemudian segera bangkit dan bangun memegang kedua pundakku.

“Oppa……bagaimana abeoji?aku dengar dari Kim ahjumma, abeoji dibawa ke rumah sakit kan? Abeoji sakit apa? Kajja!!ayo kita kesana!”

Aku menarik tangannya dan mendudukkannya kembali.

“Yoon Ahjussi terkena typus. Jadi dia harus dirawat inap di rumah sakit. Eunchae-ya..aku tau kau sangat khawatir, tapi ini sudah malam. Ini pesan dari abeojimu, kau boleh datang tetapi setelah kau selesai pulang sekolah.”

Aku terpaksa mengatakan hal itu, sesuai dengan keinginan Yoon ahjussi, aku tidak boleh mengatakan penyakit itu kepada Eunchae. Tapi, suatu saat aku pasti akan mengatakannya. Aku harap dia segera mendapatkan donor sumsum tulang belakang.

Di saat itu pula, aku melihatnya menunduk dan mengeluarkan airmata.

“hey…sudah jangan menangis lagi…” aku pun menghadapkan wajahnya padaku dan mengusap air matanya hingga kering.

Tiba-tiba terdengar suara perut, yang aku yakin pasti itu suara perut Eunchae.

“Yak!kau belum makan kan dari tadi?jangan menangis lagi.. ayo aku sudah membawakan makanan.”

Aku pun menyodorkan sepiring bulgoggi padanya. Dia pun mulai untuk makan, sekalipun pandangan matanya terlihat sedikit kosong. Yah…setidaknya dia masih berminat untuk makan walaupun sedikit.

 

 

“Gomawo…..” ucapnya padaku.

“Eunchae-ya…maaf aku tidak bisa menghiburmu….tapi…” Aku pun segera berlari dan mengambil gitar akustik di kamarku.

***

“Kau mau mendengarkan lagu apa? Aku akan menyanyikannya.”

“La Vie En Rose” Jawabnya.

“Mwo? ahh..sudahlah..aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu.”

 

That someday it would lead me back to you

That someday it would lead me back to you

That may be all I need

In darkness, she is all I see

Come and rest your bones with me

Driving slow on Sunday morning

And I never want to leave

 

***

Sudah sekitar dua belas lagu aku nyanyikan untuknya, entahlah, dia mendengarkanku atau masih larut dengan kesedihan dan kekhawatirannya.

Beberapa saat kemudian aku pun merasakan ada yang menempel di pundakku. Ternyata dia tertidur, syukurlah, semoga saja dia dapat melupakan kesedihannya sejenak.

“Eunchae-ya ..Mianhae…”

 

Chapter 3-END

18 thoughts on “Even Your Tears (Chapter 3)

  1. akhirnya update juga..wkwk.
    kenapa kita bisa samaan gyuudon nya? haha..salahkan Jonghyun!
    klo aku jd eunchae ya mau aja “dibantu” mandi ama Jonghyun. hihihi

    • yaaaaa..kak ..Gyuudon udah kas burning souls…=.= makanan KHAS..eh eh..ini aku kirimnya kisaran dua harian yg lalu..hhahhaha..ga nyangka kita samaaan..XD *ahhh pelukkkkkkkk…* burning souls insting kakkkkk

  2. kirain jonghyun beneran mau bantuin eunchae mandi /plak *reader yadong*
    huwaaa mau dong dinyanyiin ama jonghyun, dimasakin makanan jepang juga *mupeng*😀
    btw kasian app8anya eunchae.. ditunggu deh lanjutannya

  3. yang pas pengen baca kalimat terakhir taunya aku kebanyakan nge-scroll dan aku liat tulisan

    “Chapter 3-END”

    dan aku langsung nge-scroll lagi ke atas sampe tulisan END itu ilang. ffmu nggak pernah nggak keren. good job

  4. Hm ..
    Akhir nya publis juga FF ini ..

    Aku jadi penasaran,,sebenar nya seunghyun mnaruh hati atw gk sih ma eunchae??
    Seunghyun nya so sweet bgt deh pas massage2n ma eunchae ..
    Hehehe ..

    Di tunggu part selanjut nya ..
    Up date soon ya author ..

  5. kyaaaaa aq bru baca,,,he3
    krna sekarnag dah ada pemain baru lbih co2k abang hyun jd oppa’a aja deh,,,mau’a
    tp apapun jd’a percaya aja deh ma author’a,,,pst mengesankan!!!
    abang hyun kuar bgt ya nyanyi”in lagu smpe 12,,,,bikin mini konser itu mah!!!
    author lanjutttttttttttttt

  6. huaaa akhirnya keluar juga chapter 3 nya.
    aduhmaak sedih amat sih😥 aku terharu banget melihat jonghyun suamiku seperti itu. hikss
    lanjutnya kali ini jangan selama chapter ini ya

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s