Untouchable Love ( Part 1 )

Author : @Eonn1k4D

Rating : T

Genre : Romance

Leght : Chapthered

Cast :

Lee Jung Shin

Im Yoona

Note : Mungkin alur rada2 mirip dgn sinetron atau novel .. entahlah coz author juga demen banget nonton drama n baca novel jadiii kalo idenya tercampur gini ya harap di maklumi ya .. Sementara rating masih T besok2 NC .. Auuuwww heehehe kidding  … pssstt jangan lupa koment yah

Yoona pov

Benar-benar hari ini sangat tak bersahabat denganku. Setelah tadi seharian di kantor dapat omelan melulu dari Direktur ditambah kerja lembur pula dan kini saat akan berjalan ke halte bus .. H U J A N . Kutatap tetesan air di aspal depan sana, untunglah emperan toko bakery ini cukup luas hingga tubuhku yang tergolong kecil bisa terlindung dari cipratan air hujan.

“ Jagiyaaa .. aku bisa basah tau . Aku tunggu di sini saja ya, kau larilah ambil payung . oke .” suara manja seorang yeoja diiringi gelek tawa kekasihnya. Aigoo aku jadi iri melihat mereka, yeoja itu sangat cantik dan elegan. Tangannya mengamit erat lengan namja yang jangkung dan gagah itu.

ASTAGAA .. Namja jangkung itu … ?  Aku cepat2 menghadap kearah lain saat namja itu lewat untuk mengambil payung di mobilnya yang terpakir di ujung jalan. Huaahh daripada bertemu dengannya mendingan aku  basah kuyub sekalian dech. Begitu namja itu lewat di depanku, cepat2 aku tembus guyuran hujan menuju halte bus yang sebenarnya nggak begitu jauh dari tempatku berteduh.

Author pov

“ Wah yeoja itu nggak takut masuk angin ya Jagi .” kata Hyuna pada JungShin yang baru kembali.

“ Tumben kau peduli pada orang lain .” JungShin mengamit lengan Hyunah dan menuju ke mobil.

“ Kalau aku nggak bakalan dech mau basah kuyup gitu . Ahhh nyalain pemanasnya dong Jagi .” kata Hyunah manja. JungShin tersenyum tipis, tatapannya tertuju pada yeoja yang jadi bahan pembicaraan mereka. Yeoja itu kini telah selamat sampai halte bus dengan tubuh basah kuyub. Hmm sepertinya aku mengenal yeoja itu guman JungShin menyipitkan matanya. Ahh asisten nonna .

“ Kau sedang berpikir apa Jagi ?.”

“Ani .. kuantar kau pulang ya .”

“ Uhhh .. baiklaaahh tapi nanti kita minum kopi dulu ya. Aku punya kopi bagus kiriman dari appaku, beliau saat ini sedang di Afrika. Kau pasti akan ketagihan… “ kata Hyunah dengan penuh penekanan pada kata KETAGIHAN. Bukan tak tahu maksud Hyunah, sebulan sudah dekat dengan yeoja penyanyi ini tapi untuk berkomitmen dengannya .. Hmmm lihat saja nanti manis guman JungShin seraya menyalakan mesin mobil dan dengan perlahan Bentley merah itu melaju diantara derasnya hujan.

 

***

Yoona pov

“ Yoona …. “ suara stereo milik MinJeong ahjumma bergema seantero ruangan.

“ Haahh … apalagiii sekarang .” hari ini sudah hampir 4 kali aku bolak balik ke ruangan Direktur.

“ Sudah kau cepat datang saja daripada nenek sihir itu terus berteriak.” kata Rumi dari bilik sebelah sambil berbisik padaku. Cepat2 kumasuki ruang direktur yang berbau harum itu

“ Ne direktur. Anda memanggil saya .” MinJeong mengedikkan bahu sedikit

“ Duduklah di situ ada yang ingin kubicarakan .” aku melirik ke sofa belakang dan sedikt kaget aku melihat sudah ada seseorang yang duduk di situ.

“ Anyeong Direktur … “ sapaku pada namja itu. Dia adik paling kecil dari Min ahjumma. Perbedaan usia yang cukup jauh membuatku sempat tak percaya jika dia benar2 adik kandung direktur Min. Namja itu tersenyum sedikit dan tatapannya kembali pada layar iPadnya.

“ Jadi Shin, dia yang akan membantumu selama aku pergi. Semua seluk beluk kantor ini dia tahu, semua tender dan kontrak dia bisa menanganinya.” kata Min direktur.

“Oke, aku paham nonna .” jawab JungShin sambil tersenyum lebar dan mengerdipkan mata jahilnya. Kini aku yang malah tak mengerti arah pembicaran Direktur dan Direktur Muda.

“ Aku mulai minggu depan akan cuti panjang. Jadi kau harus membantu Direktur Shin agar perusahaan ini tetap berjalan seperti biasa. Aku memberimu wewenang penuh Yoona, kau tau dia selama ini hanya bermain2 saja di perusahaan ini. Jangan sampai perusahaan ini bangkrut gara2 dia. “  Min Dirut menjelaskan panjang lebar.

“ Ne, saya mengerti Direktur.” jawabku tanpa menanyakan kenapa mendadak sekali beliau ambil cuti.

“ Ah nonna .. kau ini benar2 tak percaya  padaku ya.”

“ Aniyo .. aku tak percaya sedikitpun padamu. Kalau padanya aku percaya .” kulihat direktur Shin memonyongkan bibirnya tanda kesal. Ah tampan sekali namja itu, plakk sadar kau Yoona dia Direkturmu.

“ Satu lagi Shin, jangan pernah kau ganggu dia . Awas kau !!!.”

“ Mwoo .. menganggunya ?..” JungShin terbengong seraya menatapku dari ujung kepala hingga unjung kaki dan seketika tawanya meledak. Walau dia tak mengucapkan sepatah katapun tapi aku tahu makna dari tawanya. Aku memang bukan seperti tipe yeoja yang sering diajaknya kencan. Penampilanku memang tak sebanding dengan para model dan artis itu. Bagaimana sih penampilan seorang asisten Direktur. Standartlah yang penting rapi kan. Dan tawa itu masih tetap terdengar hingga aku kembali ke bilik kerjaku.

“ Ada apa Direktur Min memanggilmu ?.” tanya Rumi.

“ Direktur Min akan cuti panjang dan Direktur JungShin yang akan mengantikan beliau. Aku untuk sementara akan menjadi asistennya .”

“ Huaaaahhh kau pasti senang Yoona … Direktur Shin sangat tampaaaannnn…kalau aku yang jd asistennya pasti akan kumanfaatkan hal ini sebaik2nya .” Hanyoung ikut nimbrung.

“ Memang kau mau memanfaatkan yang bagaimana ?.” tanyaku pura2 tak tahu.

“ Aisshh akan kukeluarkan seluruh pesonakau agar dia tertarik dan bertekuk lutut padaku yang akhirnya nanti kami menikah … bla … blaa .. “ aku hanya tertawa mendengar khayalan Hanyoung. Siapa yang tak kenal Lee Jung Shin playboy kelas kakap yang tak akan pernah bertahan dengan satu yeoja lebih dari sebulan.

“ Kau sepertinya tak tertarik , apakah kau lesbian ?.” tanya Rumi tiba2. Membuat seseorang terbatuk hebat di belakang kami.

“ Aku tidak mendengar apapun ladies.. silahkan lanjutkan pembicaraan kalian . Anyeong …” tawa tertahan milik JungShin hampir membuatnya terbatuk lagi. Aku menatap kesal rekan2ku yang kini malah tertawa terbahak2.

“ Kalian ini …. “ gerutuku kesal, tapi apa boleh buat mungkin dengan begitu dia tidak akan mengangguku . Menganggu ? aahh yang benar saja Yoona .. jujur saja kau juga tertarik melihat ketampanannya kan lanturku nggak jelas.

 

***

 

Ini sudah minggu ke 3 bekerja dengan atasan baru yang super2 menyebalkan. Bukan tidak kompeten sih terhadap pekerjaan, tapi sikapnya yang seenak sendiri membuatku kesal bukan main. Seperti kemarin saat rapat pemegang saham segera berlangsung, tau2 dia menghilang tanpa pamit. Dan akhirnya akulah yang jadi sasaran bos2 besar itu karena tak cakap menjadwal rapat. Eh keesokkan harinya dia sambil cengar cengir menyodorkan segelas  kopi agar aku tak marah dan meminta maaf karena ada keadaan darurat. Yang tambah bikin aku gondok, keadaan darurat itu adalah mengantar pacar terbarunya belanja di butik. Arrgghh …

Kini jam sudah menunjukkan angka 9 tapi dia belum menampakkan batang hidungnya. Padahal dia sabtu lalu sudah kuingatkan jika senin ini akan ada klien baru yang sudah siap menandatangani kontrak.

“ Bos belum tiba juga Yoona ?.” tanya Rumi sambil melirik jam di dinding, Sementara di ruang rapat klien yang akan menandatangi kontrak sudah datang dan Hanyoung sedang menjamu mereka agar tidak kesal saat menunggu.

“ Belum  … awas kalau sampai kontrak ini gagal aku akan mencincangnya …” gerutuku kesal. Kontrak ini sudah kami perjuangkan hampir 6 bulan dan jika gara2 dia terlambat lalu kontrak ini gagal, sia2lah kerja keras kami.

“ Mianhe aku telat….. Stop …. omelanmu tunda sampai selesai ya Yoona.. “ JungShin datang dengan langkah tergesa. Aku yang hampir mendampratnya spontan terdiam dan buru2 menyusulnya di ruang rapat.

 

“ Anda kenapa sih telat begini sih ? Hampir saja kontrak ini gagal, seandainya gagal akan kulaporkan pada Min Direktur jika anda  …..bla bla bla  “

“ Ssshhh .. Ne aku tahu …. mianhe .. “ jawab JungShin pasrah mendengar omelanku. Kulihat dia duduk bersandar di kursinya dengan malas.

“ Anda sedang tidak sehat JungShin-ssi ?.” tanyaku melihat cara duduknya yang aneh begitu. Bersandar lemah dan kedua matanya tertutup. Tak ada jawaban hanya ada helaan nafas berat. Kuberanikan diri mendekati kursinya dan …. Panas ? .. Namja menyebalkan ini bisa juga sakit ? gumanku saat jemariku menyentuh keningnya.

“ Hmmm jemarimu dingin sekali. Membuatku nyaman …. “ guman JungShin membuatku kaget dan kutarik  jemariku.

“ Anda sebaiknya pulang saja JungShin-ssi. Urusan di sini saya bisa menghandle kok. “

“ Jinjaa … aku boleh pulang ?.”tanyanya tanpa membuka mata. Aku tersenyum geli, biasanya dia kalau pergi juga tak pernanh ijin padaku tumben kali ini pamit dahulu.

“ Pulanglah Direktur, istirahatlah yang baik. Aku jamin kantor tak akan bangkrut walau kau tinggal seminggu .” kataku menyindir. Senyumnya tipis tersungging di bibirnya.

“ Gumawo … aku rasanya sudah nggak tahan ingin tidur . Dari sabtu kemarin aku terus bergadang .” kata JungShin sambil mengemasi tas kerjanya.

“ Aku titip kantor ya Yoona .” kata JungShin-ssi sebelum berlalu dari hadapanku. Hmmm dari Sabtu kemarin tidak tidur ? Bukankah kemarin Sabtu dia keluar kantor bersama pacar terbarunya yang dengan bangganya berceloteh kepada kami saat menunggu JungShin datang bahwa mereka akan menghabiskan akhir pekan di resort sky. Waahh hebat banget dia menghabiskan 3 hari tanpa tidur … Woow .. /plak apa urusanku dengan kehidupan pribadi bosku. Segera kubereskan berkas kontrak terbaru perusahaan kami dan seperti biasa rutinitas mengalir begitu saja hingga petang menjelang.

 

 

“ Anda ingin bertemu siapa nona ?.” tanya satpam Apartemen Paradise saat aku baru saja memasuki lobby.

“ Ingin bertemu Direktur Lee JungShin. Beliau atasan saya dan menghedaki kedatangan saya malam ini “ jawabku sambil menyodorkan idcard perusahaan. Satpam itu menatapku dari atas ke bawah menyelidik, pasti dia nggak yakin aku adalah tamu JungShin. Karena pastinya sudah banyak yeoja keren yang diajak pulang playboy itu.

“ Oh .. silahkan nona .” kata satpam itu mengembalikan id milikku.

“ Mian .. bolehkan saya tahu lantai berapa beliau tinggal. Saya baru pertama kali datang kemari .”

“ Lantai 8 – 45 .”

“ Khamshahamnida ahjussi .” Kulihat sekeliling lobby hingga lift. Gedung apartemen ini memang sangat mewah. Cocok untuk orang2 kaya selevel Lee Jung Shin. Beruntunglah mereka yang di anugrahi kekayaan, tapi aku tak merasa iri melihat ini. Aku bahagia dengan kehidupanku J

 

Kupencet bel berulang kali di kamar 45 namun si penghuni rumah nggak menampakkan batang hidunganya. Sebenarnya orangnya ada nggak sih, tadi sore menelpon agar aku datang sepulang jam kantor. Tapi berhubung aku harus lembur dulu maka baru jam segini sampai. Sekali lagi kupencet bel dan kuhitung sampai tiga pintu tetap tak terbuka.

“ Ahh paling dia juga pergi .” kataku sambil iseng memegang handel pintu …

“ Kleekkk .” pintu terbuka. Hahh tidak dikunci ? Gila orang ini, pintu ternyata tak di kunci . Bagaimana kalau ada pencuri .. ah tapi tak mungkin ada pencuri, bukankah sederet satpam menjaga keamanan dan kenyamanan penghuni apartemen ini.

Kuberanikan memasuki apartemen. Ruang tengah yang luas hanya di terangi lampu remang .. semakin kedalam suasananya makin suram. Selarik sinar keluar dari balik pintu yang setengah terbuka. Apakah itu kamarnya ? Aku mengintip ke dalam dan di tengah ruang yang luas terdapat tempat tidur ukuran king dan diatas kasur itu terbaring diam Lee Jung Shin.

“ JungShin-ssi … apakah kau mendengarku ?.” sapaku perlahan tapi tak ada jawaban. Aku semakin mendekati tepi tempat tidur dan memandangi wajah tampannya yang pucat. Ahh jangan2 ….

“ Waduh badannya panas . Harus bagaimana ini ?.” aku panik. Merawat orang sakit memang bukan hal sulit tapi jika yang sakit itu adalah Direkturmu sendiri apalagi aku juga tidak begitu mengenalnya. Bolehlah aku panik.

“ Kompress … air minum …. handuk … “ aku bergegas mengumpulkan barang2 yang kubutuhkan dari dapur. Dan bergegas kembali ke kamar JungShin.  Sepertinya sakitnya benar2 parah hingga saat kuletakkan  kompres dingin itu dia tetap tak terbangun. Hmm dimana kekasihnya yang seharusnya merawatnya saat ini ?

 

Author pov

JungShin terjaga dari tidur dan meraba keningnya yang terbalut handuk lembab. Di lihatnya weker di meja nakas sebelah tempat tidur … jam 7 pagi dan di sana juga ada semangkuk air dan beberapa handuk lembab lain. Siapa yang datang tadi malam ? gumannya tak ingat. Perlahan JungShin berjalan ke dapur dan mendapati semangkuk bubur hangat dan segelas teh panas. Perutnya spontan berkruyuk lapar, sejak kemarin siang belum diisi apapun.

“ Enak juga bubur ini .” kata JungShin dengan lahap menghabiskan bubur serta teh manisnya.

“ Hmmm tapi siapa ya yang datang kemari .” guman JungShin sambil melangkahkan kakinya menuju ke ruang depan. Dan tatapannya langsung tertuju pada sosok yang sedang bergelung tidur di sofa panjang. JungShin mendekati yeoja itu,

“ Siapa yeoja ini ?.” pasti dia yeoja dilihat dari rambut panjangnya yang menutup sebagian wajahnya. Perlahan JungShin berjongkok di sisi sofa dan jemarinya menyibak helai rambut itu. Seketika perutnya terasa jungkir balik. Yeoja ini cantik sekali saat tidur guman JungShin terpesona. Tanpa sadar jemarinya membelai lembut pipi yang halus itu dan seketika kedua mata yeoja ini terbuka …

“ Ah .. Lee Jung Shin – ssi .. Anda sudah bangun ?. Aduhh mianhe saya tertidur disini .” kata Yoona panik mendapati bosnya sedang memandang penuh tanya.

“ Kau .. Im Yoona … sejak kapan kau datang ?.” tanya JungShin ingin tahu. Yoona mengerjapkan kedua matanya sebelum menjawab

“ Lho bukannya anda yang menyuruh saya datang kemari Lee JungShin-ssi. Saat saya tiba pintu rumah anda tak terkunci jadi saya langsung masuk … dan … .”

“ Aku tahu lanjutannya…. Gumawo sudah merawatku .” JungShin memotong kata2 Yoona. Hening saat tak ada yang berbicara hingga Yoona menyadari posisinya sangat tidak nyaman. Berbaring di sofa sedangkan JungShin berlutut di dekatnya.

“ Ehh .. eh . kalau boleh saya numpang ke kamar mandi sebelum pulang .” Yoona menegakkan tubuhnya.

“ Silahkan … “ JungShin menatap punggung Yoona yang tertutup rambut panjangnya hingga yeoja itu hilang ke dalam rumah.

“ Ahh apa yang kupikirkan, ternyata di balik kaca mata itu ada mata yang sedemikian bening .”

“ Aiisshh JungShin, otakmu selalu eror jika habis demam begini. Im Yoona menarik ? .. Aigoo .” JungShin garuk2 kepalanyayang nggak gatal. Tak lama kemudian Yoona muncul dengan dandanan seperti biasa. Rambut di gelung dan kaca mata tipisnya tlah bertenger di atas hidung.

“ Hmm .. kalau tidak ada yang anda perlukan lagi. Saya permisi ke kantor dahulu JungShin-ssi .”

“ Baiklah … gumawo kau sudah merawatku semalam. Lain hari kau akan kutraktir dech .” kata JungShin mencoba bercanda karena suasana agak makin janggal.

“ Jinjaa …. Saya akan tagih janji anda JungShin-ssi. “ Yoona tertular humor JungShin.

“ Ne … “

“ Kalau begitu saya permisi. Anda tidak usah ke kantor dahulu, saya bisa menghandle sumua kok. Anyeong .” kata Yoona membungkuk sedikit. JungShin menutup pintu setelah Yoona berlalu.  Entah kenapa jantungnya berdebar keras saat melihat senyum Yoona barusan, padahal tiap hari dia juga telah melihat senyum yeoja itu. Aigoo …

 

 

tbc

19 thoughts on “Untouchable Love ( Part 1 )

  1. anyeong readera baru nih …
    td ngeliat TL eoni .. ff yg ini ada 2 versi ? .. reguler n NC ?
    huaaaaa .. mupeng #penasaran ixixixix

  2. Cie cie eonni ff baru cast nya jungshin😀
    Yang ad dipikiranb aq Jungshin banget ini ceritanya, kya sama ma kehidupan nyata dy yg suka maen2
    Hehehehehehe

    Eon next part nya jgn lama2 ya🙂

  3. eon nggak nangis darah tugh bikin ff cast jungshin ? mana playboy pula … hihihihi

    di tunggu lanjutannya ya eon, jgn lama2

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s