Lee-Jung in Love

Author : Kim Sung Rin (@megaoktavias)

Title : Lee-Jung in Love

Cast :  Lee Jonghyun

OCs :   Jung Min Ji

Rating : PG-13

Length : Oneshoot

Genre :Romance  ,AU

Disclaimer :  cerita murni hasil pemikiran saya setelah merenung 3 hari 3 malam #lebay  semuanya milik tuhan dan Jonghyun milik author *gendong Jonghyun ke kamar (?)* xD

Note : taraaaaamm,another ff gajeku yang ketiga di blog ini. Gomawo eonni mpeb yang sudah mempublish ff gajeku ini,gomawo eon *deep bow* NO BASHING,NO PLAGIAT DAN NO SIDERS!! #capsjebol udah langsung aja baca,happy reading readers ^^~

 

 

 

LEE JONGHYUN POV

Aku berjalan sedikit tergesa. Sudah sepuluh menit aku telat untuk menjemput Jung Min Ji.

Kulihat wajahnya cemberut dan memandang kesal kearahku. Aku berlari sekuat tenagaku menghampirinya.

“Kau telat lagi Jonghyun! Sampai kapan kau akan seperti ini terus?” Kata Min Ji tajam. Aku hanya terdiam,masih mengatur nafasku yang tersengal-sengal.

“Mianhae. Jam weker ku rusak lagi.” Dia mendelik kearahku seakan tak percaya dengan alasanku barusan.

“beneran rusak Min Ji! Dongsaenku Jungshin yang membantingnya karena berisik!” Kataku sambil menengadah kearahnya. Dia mendengus masih tidak mempercayaiku.

“Sudahlah kan aku sudah minta maaf,kalo kita membahas ini tentu kita akan semakin telat. Sebaiknya kita bergegas,aku yakin kau tidak ingin mendengar ceramah pagi dari Lee Seonsangnim”. Wajahnya tetap cemberut,namun setelah aku beri dia coklat dia kembali tersenyum lagi. Heeehh dasar anak TK. Sudah SMA masih saja terlihat kekanak-kanakan.

“haduh untung saja kita tidak terlambat hyun. Bisa-bisa kena semprot Lee sonsaengnim nih kalo sampe kita telat lagi”. Kata Min Ji sambil mengelap peluh yang muncul disekitar dahinya. Dia mengeluarkan botol minumnya yang bergambar doraemon lalu meneguk air didalamnya. Aku tersenyum melihat tingkahnya. Padahal dia cantik,tapi sifatnya mirip sekali dengan anak TK.

“Kau mau juga? Nih air minumku masih ada”. Katanya sambil menyodorkan botol doraemonnya. aku memandang berkeliling,yeoja yang melihatku sedang cikikikan tidak jelas melihatku ditawarin minum oleh yeoja kekanak-kanakan dengan botol yang kekanak-kanakan juga.

“Aniyo.. jangan samakan aku dengan dirimu yang seperti anak TK. Lebih baik aku kehausan daripada harus menggenggam botol dora mu itu”. Kataku mencibir. Dia lalu menarik kembali tangannya.

“Kalau tidak mau ya sudah. Aku tidak akan memaksamu untuk minum dari botol ku ini”. Katanya dengan tegas. Dia mendahuluiku masuk kelas dan mengambil tempat duduk didepan.

***

JUNG MIN JI POV

Aku sengaja duduk didepan. Aku kesal dengan sahabatku Jonghyun. Memangnya kenapa kalau botol minumku doraemon? Yang penting kan dia bisa minum dan menghilangkan hausnya.

Kulihat wajahnya sedikit pucat karena dehidrasi,hemm rasakan!! Lagian pake malu segala minum dari botol minumku. Dikelas dia hanya dekat denganku,karena sifatnya yang sedikit sombong dan jutek terutama kepada kaum yeoja.  Sekarang rasakan!! Aku sengaja minum dihadapannya secara berlebihan supaya membuatnya semakin haus karena melihatku. Hahaha

“Teman-Teman,hari ini Lee seonsangnim tidak masuk dikarenakan ada urusan penting katanya. Dia hanya memberikan tugas untuk dikumpul minggu depan”. Kata ketua kelasku lantang,membuat teman sekelasku terpekik senang karena akan ada 2 jam kosong. Ketua kelasku lalu membagikan secarik kertas foto copyan  yang berisi tugas kami.

Aku menoleh kearah Lee Jonghyun. Dia duduk selonjoran dan terlihat lemas.

“Jonghyun ah,Gwenchana?” kataku menghampirinya. Dia melirik tajam kearahku lalu mengangguk pelan.

“Gwenchana.”. Katanya pelan.  Namun perkataannya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Nafasnya tidak beraturan dan dadanya semakin naik turun. Aku lalu mengambil botol minumku dan menyodorkannya padanya.

“Andwae,aku tak mau minum dari botol kekanakanmu itu!” ucapnya tajam. Aku menggeleng keras.

“Kau pikir ke gengsianmu itu akan membantumu saat ini? sebaiknya kau diam dan buka mulutmu!” kataku tajam sambil membuka paksa mulutnya dan menyodorkannya air dari botol minumku. Dia minum cukup banyak,eh tidak,bisa dibilang banyak karena air minumku langsung habis saat itu juga.

“lihat! Kau akan selalu seperti ini kalau kau dehidrasi. Lebih baik kau besok bawa minum sendiri kalau kau malu minum dari botol minumku”.

Aku berlalu menaruh kembali botol minumku kedalam tas. Jonghyun masih terdiam dikursinya. Kulihat semburat merah mulai menghiasi pipinya. Tapi aku bersyukur nafasnya berangsur normal kembali.

“Mianhae Min Ji ya~. Eh ikut aku ke suatu tempat yuk! ”. Ajaknya saat melihatku keluar dari kelas.

“Kemana?” tanyaku kepada Jonghyun. Dia hanya menatapku lalu menarik tanganku,pergi kesuatu tempat.

Dia membawaku ke halaman belakang sekolah. Aku tak tau kalo dihalaman belakang ini ada pohon yang sangat rindang dan disekitarnya ditumbuhi bunga aster.

“Disini kan lebih baik. Tidak berisik seperti dikelas”. Katanya sambil mengeluarkan mp3 dari saku celananya.

“Kau sering ke tempat ini hyun?”. Kataku sambil menghirup udara dalam-dalam.

“Terkadang bila aku merasa bosan aku menghabiskan waktu disini.” Dia kemudian berbaring di rumput hijau yang terhampar luas dibawah pohon rindang ini.

“Ya! Jangan tidur! Untuk apa aku disini kalau kau akhirnya tidur? Lebih baik aku kembali kekelas kalau kau ingin tidur”. Kataku setengah berteriak karena melihatnya yang mulai memejamkan matanya. Aku beranjak berdiri namun Jonghyun menarik tanganku sehingga membuatku terduduk kembali.

“Temani aku! aku butuh kau disini! Jebal” ucapnya pelan. Bisa kurasakan hembusan nafasnya yang hangat disekitar pipiku. Jantungku berdegup semakin kencang. Astaga apa ini?

“AAhh… aku ingin kekelas saja! Sampai nanti hyun”.  Kataku gugup dan langsung pergi meninggalkannya.

~~~

Aku menghampiri Jonghyun saat kelas sudah usai. entah kenapa tiba-tiba dia jadi cuek denganku padahal tadi biasa-biasa saja.huh!

Aku sengaja menunggunya sampai dia melewati bangkuku. Berharap dia mulai membuka pembicaraan denganku dengan begitu aku dapat menyimpulkan dia memang hanya sedang bad mood. Namun dia tidak menyapaku sama sekali,aishh ada apa lagi dengan anak ini?!

“Jonghyun~ah tidak mau pulang bareng?” tanyaku kepadanya. Dia hanya terdiam dan melewatiku begitu saja.

“Sial! Ah gatau deh terserah dia aja mau diemin aku sampai kapan”. Keluhku sambil menghentakkan kakiku tanda kesal oleh makhluk yang bernama Lee Jonghyun.

Sepanjang jalan aku hanya bisa mengumpat dalam hati dan bertanya-tanya perubahan sifat jonghyun terhadapku.

“Ada yeoja cantik rupanya”. Kata seorang namja yang tak kukenal. Nampaknya dia sedang mabuk karena jalannya sempoyongan dan dia terlihat urakan.

“Jangan ganggu aku!” ucapku lantang sambil berusaha melewatinya namun gagal karena dia selalu menghalang jalanku.

“Mau kemana sih buru-buru?”. Namja itu berusaha menghalangiku dan sekarang dia berusaha untuk memelukku.

“AAAAARHHHHHHHH menjauh dariku!!!” teriakku lantang,berharap seseorang akan menolongku. Namun sepertinya hal itu tidak mungkin terjadi mengingat jalanan disini memang jarang dilalui oleh banyak orang.

“Menjauh dari yeoja itu!!!”. Ucap suara namja lantang yang merupakan suara Lee Jonghyun. Namja pemabuk itu sedikit terkejut,kesempatan ini kugunakan untuk melepaskan diriku dari namja pemabuk itu dan berlindung dibalik Jonghyun.

“Kau siapanya?! Tidak usah berlagak seperti seorang pahlawan,aku muak melihat namja banci sepertimu berakting seperti pahlawan!!” namja pemabuk itu kini terbahak.

Jonghyun hanya terdiam dan menghampiri namja pemabuk itu lalu memukulnya.

“Ini untuk yeoja itu,dan ini”. Jonghyun memukul namja itu sekali lagi,”karena kau bilang aku banci. Kata-kata banci itu hanya pas untukmu seorang pemabuk yang beraninya sama yeoja. cepat menghilang dari pandanganku sekarang. Atau kau mau kupukul lagi?” tanya jonghyun sambil mengacungkan kepalan tangannya. Tanpa bicara lagi,namja pemabuk itu langsung lari.

“Hyun Gomawoyo”. Kataku menghampiri Jonghyun. Lagi-lagi dia hanya terdiam.

“Chamkaman”. Aku menahan lengannya saat dia ingin beranjak pergi.

“Wae?” katanya ketus. Dia memandangku malas-malasan.

“Kenapa sih kau tiba-tiba berubah sifatnya denganku?” tanyaku yang mulai tak sabar dengan sikapnya yang aneh ini. Dia hanya tersenyum kecut dan melepaskan genggaman tanganku di lengannya.

“Tanya dengan dirimu sendiri. Begitu caramu saat berada dibelakangku?!” bentaknya sebelum meninggalkanku. Aku memandangnya yang perlahan menjauh meninggalkanku. Airmataku mulai menggenang di pelupuk mataku. Entah apa yang dipikirkan oleh Jonghyun dan apa maksudnya  perkataannya ‘Begitu caramu saat berada dibelakangku?!’

Kepalaku mendadak pusing,aku tidak mau memikirkan hal ini lebih jauh lagi.

***

 

 

LEE JONGHYUN POV

Aku kembali memandangnya yang terdiam melihat kepergianku. Sekilas bisa kulihat bulir-bulir airmata jatuh membasahi wajah cantiknya. Astaga! Apa yang telah kau lakukan jonghyun!!

Langsung saja aku menghampirinya yang terkejut melihat kedatanganku. Tanpa berkata-kata lagi aku langsung memeluknya.

“Mianhae Min Ji. Jeongmal mianhae”. Ucapku masih memeluknya. Seketika dia melonggarkan pelukanku dan memandangku.

“Apa alasanmu seperti itu tadi? Jawab aku! ”. Ucapnya yang masih terisak. Walaupun menangis tapi Nampak sekali dia marah denganku.  Sungguh aku tak tega membiarkan airmata berlinang terus-terusan membuat wajah cantiknya menjadi sembab.

“Aniyo!” ucapku pelan. Mataku menghindari tatapan matanya yang tetap mengarah kearahku.

“Kalau begitu aku tidak akan memaafkanmu”.  Min Ji berlalu dihadapanku. Namun apa yang kulakukan? Aku hanya bisa diam memandang kepergiannya. Aku belum bisa jujur dengannya tentang perasaanku terhadapnya.

~~~

Pagi ini terlihat berbeda bagiku. Tentu saja,hari ini aku berangkat kesekolah sendirian tanpa ditemani Min Ji. Huh~tapi ini kan baru satu hari. Aku pasti bisa melewatinya!

Tak lama kemudian Min Ji masuk kekelas,tumben sekali kali ini dia datang belakangan. Biasanya dia selalu datang tepat waktu,dan kalaupun tidak tepat waktu itu semua gara-gara aku.

Aku tersenyum kearah Minji dan berharap dia mau duduk disampingku tapi sayang hari ini dia duduk didepan lagi seperti kemarin dan yang membuatku lebih kesal lagi dia duduk bersama Jinki!

Mereka terus saja bercanda dan bersenda gurau,astaga Minji sehari saja kau jauh dariku kau bisa dengan cepat dekat dengan namja lain? Ckckckck sudahlah lebih baik aku keluar daripada aku terus memandang mereka berdua.

~~~

JUNG MIN JI POV

Jonghyun melenggang pergi keluar kelas. Mau tak mau ekor mataku terus mengamati tubuhnya yang nmakin menjauh dari hadapanku.

“Ya! Min Ji apa kau mendengar ceritaku barusan?” Ucap Jinki yang terlihat kesal. Minji terperangah dan pura-pura antusias kembali dengan cerita Jinki.

“Kau tidak apa-apa? Apa kau dengan Jonghyun sedang marahan?” Tanya Jinki sambil menatapku. Aku menggeleng lemah dan tak terasa airmataku mulai mendesak keluar dari sudut mataku.

“Min Ji-ah gwenchanayo?” Tanya Jinki panic yang melihat airmataku terus berurai. Aku menggeleng cepat dan pergi menghambur keluar kelas. Aku butuh sendiri dan aku mau menenagkan diriku sejenak.

Tujuanku hanyalah tempat ini,taman belakang sekolah yang tenang dan sepi. Aku mau menangis sekencang apapun tidak akan ada yang mendengarnya.

Aku memilih duduk dibawah salah satu pohon yang paling rindang disekitar taman ini. Air mataku masih saja jatuh dan semakin jatuh mengingat tempat inilah yang menjadi  tempat favorit Jonghyun disekolah.

“Kenapa kau melakukan ini semua kepadaku Jonghyun-ah? Aku benar-benar tidak tau salahku apa. Memangnya apa yang kulakukan sehingga membuatmu menjauh dariku? Jonghyun ah lebih baik kau katakana saja!”. Gumamku sambil terisak. Aku sudah tidak mempedulikan wajahku yang sembab gara-gara airmataku yang terus menghujani wajahku. Aku sudah tidak perduli dengan rambut panjangku yang mulai tak beraturan.

“Baik akan kukatakan!” ucap suara berat yang sangat kukenal. Aku menoleh kebelakang dan kulihat Jonghyun berdiri tegap memandangku.

Aku berdiri sangking terkejutnya,”Sedang apa kau?” tanyaku dingin kearahnya dia hanya tersenyum simpul,”Seharusnya pertanyaan itu aku yang melontarkannya kepadamu bukan kau! Kau kan tau ini tempat favoritku”. Ucapnnya dengan nada dingin.

“Baiklah aku yang akan pergi dari sini”. Ucapku sambil berlalu tapi sayang tanganku yang lemas dengan mudah digapai oleh seorang Jonghyun.

“Chamkaman!” ucapnya pelan,nada bicaranya sudah normal kembali. Aku lalu menatapnya masih dengan sisa sisa air mataku.

“Waeyo? Lepaskan!” kataku sambil memberontak melepaskan genggaman tangannya.

“Kenapa? Kau takut berhadapan denganku?” tanyanya sambil tetap memandangku. Kali ini kau terdiam dan memandangnya,”Takut denganmu? Untuk apa aku takut denganmu?” tanyaku yang merasa tertantang dengan kata-katanya barusan.

“Buktinya kau selalu ingin menghindar dariku. Apa nama nya kalau bukan takut?” ujarnya yang merasa menang karena sukses membuatku terdiam.

“Apa cinta?” katanya lagi. Dan kata-kata ini membuatku tersentak kaget,dan seperti ada suatu perasaan halus yang memasuki hatiku. Lagi-lagi aku terdiam.

“bicaralah”. Ucap Jonghyun parau. Wajahnya kini berubah khawatir dan tetap terus memperhatikanku. Aku menyentakkan tanganku dengan keras sehingga membuat genggaman tangannya terlepas dari tanganku.

“Kau,apa sebenarnya permainan yang sedang kau mainkan hah?! Aku selalu murka kalau ada orang  yang menjauhiku tanpa memberitahu kesalahanku”. Kataku berurai air mata lagi. Jonghyun terperangah dan semakin mendekat denganku.

“Aku memang anak kecil Jonghyun,aku selalu tau kau membenciku dengan segala sifat kekanak-kanakanku. Kenapa memangnya? Apa itu semua mengganggu hidupmu hah?!!!” kataku berteriak sambil terisak. Dia masih memandangku dan sejurus kemudian dia menarikku kedalam pelukannya.

~~~

JONGHYUN POV

Dia semakin terisak. Ya memang kuakui dia kekanakan tapi bukan itu yang membuatku marah kepadanya. Oh astaga Jonghyun kau begitu bodoh!! Hanya karena dia akrab dengan Jinki kau malah marah dengannya?

Aku lalu menariknya kepelukanku. Mulanya dia memberontak tapi aku terus menekankan badannya agar tak lepas dari pelukanku dan lama-lama dia luluh juga. Dadaku basah oleh air matanya. Aku mengelus pelan rambut panjangnya.

“Mianhae,jeongmal mianhae. Sku tidak bermaksud melukaimu min Ji ya”. Kataku pelan sambil tetap membelai rambutnya. Kudengar tangisnya semakin mereda.

“Lalu kenapa kau menjauhiku? Apa salahku?” tanyanya yang masih berada dipelukanku.

“Aku cemburu Min Ji ya. Tidakkah kau membacanya? Dan tidakkaah kau tau perasaanku selama ini denganmu lebih dari sekedar seorang sahabat?” paparku akhirnya. Dia melonggarkan pelukanku dan memandangku terbelalak.

“Kau… Lee Jonghyun,kau suka denganku?” Tanya Minra sambil menunjuk dirinya sendiri. Aku mengangguk lalu tersenyum. Tak disangka dia malah memelukku dengan erat.

“Na Do Jonghyun. Sudah sejak lama aku mencintaimu. Pabo!! Kenapa nbaru bilang sekarang?” Tanya Minji masih memelukku.

“waktunya belum pas. Kalau seperti ini kan enak”. Kataku menyeringai. Dia lalu melepas pelukanku dan memukul pelan lenganku.

“Jadi menungguku menangis dulu begitu? Lee Jonghyun. Kau benar benar keterlaluan!” ucap Min Ji yang langsung ngeloyor pergi meninggalkanku.

“Ya! Minji Jangan marah lagi”. Jonghyun mengejar Minji yang tertawa terbahak meninggalkan Jonghyun.

 

THE END

 

~huaaaa gaje kan? Komen ya,gomawo chingu *deep bow* ^^~

 

 

10 thoughts on “Lee-Jung in Love

  1. Kaya anjing kucing nie couple bdua ._. * *ditabok author, jonghyun, dan minji*
    Tapi itu awalnya.. Akhirnya kan jadian juga.. Kan enak kalo gitu *copas kta2 jongie*:D
    nice:)

  2. kirain yaoi loh tadi._. lee-jung, lee jonghyun and jung yonghwa /dor. rupanya bukan xD

    jonghyun cemburu karna apa sih? karna jinki ya? ._.a maaf thor aku lagi gak nyambung ._.

    tapi overall kereeeen, suka aja gitu kalo ada cerita yg si cowoknya punya tempat favorite, lucu (?)/abaikan.
    daebak thoor :333

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s