THE ADVENTURE OF CNBLUE [part 1]

Author: @sevemotional

Rating: PG-13

Length: Chaptered, crossover.

Genre: Parody, Fantasy.

Cast:

  • Jung Yonghwa
  • Lee Jonghyun
  • Kang Minhyuk
  • Lee Jungshin

Other Cast:

  • Harry Potter series characters
  • Lord of the Rings Trilogy characters
  •  The Spiderwick Chronicles characters
  • Charlie and the Chocolate Factory characters
  •  Other fikfan (fiksi fantasy) series characters

Disclaimer: CNBLUE milik Tuhan dan milik Boice. Harry Potter-related things belong to JK Rowling, Lord of the Rings-related things belong to JRR Tolkien. Charlie, Willy Wonka dll punyanya Roald Dahl. Ogre dan apapun dari Spiderwick Chronicles milik Holly Black dan Tony DiTerlizzi. Pokoknya semua karakter-karakter dari novel fikfan disini milik pengarangnya masing-masing. Saya Cuma pinjem. Dan sedikit diparodiin ._.

Note: Saya sangat teramat cinta CNBLUE, jelas. Dan saya juga sangat teramat suka alias merupakan penggemar berat banget-bangetan novel-novel bergenre fiksi fantasi, atau fantasy adventure. Makanya bikin FF ini. Awalnya pgn bikin FF CNBLUE, tapi saya gak bisa bikin romance dan senengnya itu ya cerita fantasi dgn tokoh-tokoh fiksi. Akhirnya kepikiran buat nyatuin dua favorit saya ini (CNBLUE dan novel fikfan) dalam satu cerita. FF ini JUST FOR FUN! Jadi maaf kalo ada karakter2 yang saya bikin konyol, emang awalnya pengen dibikin konyol gitu sih, jadi er, met baca aja dan ditunggu komennya hehehe😀

 

 

 

Seoul, musim gugur. Suatu sore dengan udara sejuk khas musim gugur, di suatu gedung di kota tersebut, empat orang pria muda sedang asyiknya bermain musik.Mereka adalah grup band yang terkenal di negerinya dan di sebagian besar wilayah Asia.Mereka menyebut diri mereka sebagai CNBLUE.Empat orang pria muda yang bergabung karena rasa cinta pada musik.

Mereka semua memiliki bentuk fisik khas orang Asia Timur.Mata sipit, kulit putih, dan rambut hitam (meskipun beberapa dari mereka memiliki rambut tidak hitam—diwarnai, lebih tepatnya).Pemimpin mereka adalah dia yang berdiri di tengah—di depan si penggebuk drum. Ia memainkan gitar dan bernyanyi dengan semangat—namanya Jung Yonghwa. Di samping kanannya, seorang pria muda yang paling tinggi diantara keempat pemuda itu dan berambut sebahu, adalah sang bassist bernama Lee Jungshin. Di samping kiri Yonghwa, sang gitaris berlesung pipi bernama Lee Jonghyun. Dan dibelakang mereka, duduklah penggebuk drum, Kang Minhyuk.Lebih jelasnya, mereka sedang dalam latihan untuk suatu konser.

“Dan aku masih tidak tahu dimana dan dalam rangka apa konser kita kali ini,” tiba-tiba Yonghwa berujar, menghentikan permainan gitarnya.

“Jadi Han sajangnim masih belum memberitahu Hyung?”Jonghyun bertanya.

Yonghwa menggeleng.“Aku ingin tahu apa alasan sajangnim merahasiakan ini dari kita,” katanya sambil mengusap dagu bak detektif yang sedang berpikir, “Maksudku, bagaimana kalau kita tidak mau, kan? Bagaimana mungkin dia yakin kita akan senang? Ah—ya, kita tentu saja akan senang hanya dengan pikiran konser walau dimanapun itu—tapi tetap saja dia harus memberitahu kita!”Yonghwa menjentikkan tangannya.

“Aku setuju Hyung!”Minhyuk berseru, mengangguk-angguk.“Setidaknya itu kan hak kita untuk tahu dimana kita akan konser…”

Jungshin dan Jonghyun mengiyakan.

“Kalau begitu, ayo kita rayu lagi sajangnim supaya memberitahu kita tempat konsernya!” seru Yonghwa, mengangkat tangan kanannya.

“YEAHHHH!”Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin membalas.

Tapi usaha mereka lagi-lagi sia-sia. Hang Seung-ho, pemimpin agensi mereka FnC music, selalu mengatakan hal yang sama setiap ditanyai salah satu atau keempat anggota CNBLUE tentang tempat konser mereka. Jawaban yang sama dengan ekspresi yang sama, membuat keempat pemuda pecinta music  itu menjadi bosan, dan akhirnya menyerah untuk bertanya.

“Ke tempat yang tak bisa ditebak.Kalian akan senang,” jawabnya sambil mengedipkan mata genit.

Maka disinilah mereka, bandara Incheon, seminggu setelah percakapan itu berlangsung. Yonghwa, Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin tiba dengan hati berdebar. Kemana pesawat akan membawa mereka?

“LONDON?!!!” seru keempat pemuda itu serempak.

“Whoaaaaa sajangnim!!!!Ini hebat!!!!!”Jonghyun berkata dengan mata berbinar.

Tapi sajangnim hanya tersenyum misterius.“London hanya akan menjadi tempat persinggahan.Sampai jumpa,” ujar Sajangnim, masih dengan senyum misteriusnya.Ia melambaikan tangan.

“Apa maksudmu sampai jumpa? Kau tidak akan ikut atau apa?”Jungshin berseru.

“Ini hanya untuk kalian berempat…” dan ia kembali mengedipkan sebelah matanya.

***

                Bandara Heathrow. CNBLUE keluar dari pesawat.Keempatnya memalingkan kepala dengan liar ke segala arah, karena mereka berada di negeri asing tanpa seorangpun dari manajemen mereka.Perlengkapan mereka—baju-baju dan alat music—mereka bawa sendiri.Rasanya seperti saat berada di Jepang dulu.

“Sebenarnya apa maksud sajangnim meninggalkan kita disini? Apa maksudnya kita harus bermusik di jalan lagi seperti saat di Jepang dulu?” kata Jonghyun, memandang ketiga rekan band-nya penuh tanya.

Ketiganya membalas tatapan Jonghyun dengan sama bingungnya. Mereka berjalan keluar dari bandara tanpa tahu tujuan.Yonghwa menggigit bibirnya. Biar bagaimanapun, ia adalah pemimpin mereka, merupakan tanggung jawabnya untuk menjaga ketiga rekan band yang sudah ia anggap sebagai adiknya.Tapi masalahnya, ia sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukan. Apa rencana sajangnim dibalik semuanya?

Dan tiba-tiba ia merasa sedang diawasi.

Yonghwa memalingkan kepalanya.Ia tidak diawasi diam-diam. Seorang pemuda yang diperkirakannya seusia dengannya, jelas-jelas menatapnya dan ketiga rekan band-nya. Pemuda itu tidak sendiri.Ia ditemani seorang pemuda lagi dan seorang perempuan. Semuanya terlihat seumuran dengan keempat CNBLUE.

“Hyung, tiga orang itu—mereka menghampiri kita!Siapa mereka?”Minhyuk berbisik.

Benar saja. Tiga orang yang tadi hanya terlihat samar, kini semakin jelas di mata mereka berempat. Jelas mereka bukan orang Korea.Sepertinya mereka asli Inggris. Pemuda pertama memiliki rambut hitam, bermata hijau cemerlang yang terlihat melalui kacamatanya yang bulat; pemuda kedua berambut merah dan bermata biru, lebih tinggi dari pemuda kedua; sementara si perempuan, ia memiliki rambut coklat mengembang beserta mata yang juga coklat. Mereka tersenyum.

Mereka tidak asing, pikir Yonghwa. Aku pernah melihat—atau mendengar—atau membaca tentang mereka, gumam Yonghwa dalam hati.APA?MEMBACA?!Ia kaget dengan pikirannya sendiri.

“Ini mimpi, ini pasti mimpi. Mereka seperti Harry Potter, Ron Weasley dan Hermione Granger! Karakter utama novel Harry Potter! Ini tidak mungkin!Mirip sekali!” Jonghyun berseru pelan, sehingga hanya ia dan tiga anggota CNBLUE lain yang mendengar.

Keempat CNBLUE terpaku di tempat. Mereka masih berdiri di dekat pintu keluar bandara, saat ketiga orang itu semakin dekat dan pada akhirnya, berdiri tepat di depan mereka.

Good A’ftenoon,” pemuda pertama, yang mirip Harry Potter, menyapa dengan bahasa Inggris aksen British yang khas.“A’ you CNBLUE?” tanyanya lagi.

Keempat CNBLUE masih diam seribu bahasa.Mereka terbelalak kaget, terlalu kaget sampai tidak bisa tersenyum.Selain itu, aksen British kental si pemuda yang sulit ditangkap.

Ah—yes. We undesta’nd you must be really shocked. Well—mari kita pergi dari sini, tidak baik terlalu lama disini, bisa menarik perhatian orang. Dan—“ si pemuda bermata hijau itu menghentikan ucapannya saat melihat ekspresi keempat CNBLUE. Ia sedikit tertawa, “Kalian kurang mengerti, ya? Halo,”ia menjentikkan jarinya di hadapan keempat CNBLUE.

“Ka—kami—mengerti,” jawab Yonghwa gugup dalam bahasa Inggris aksen Korea.

Well, kalau begitu mari ikut,” giliran si pemuda berambut merah menjawab.

Masih kaget, keempat anggota CNBLUE mengikuti ketiga pemandu mereka dengan canggung. Minhyuk tak hentinya menginjak bagian belakang sepatu Jungshin yang berjalan didepannya. Yonghwa tidak tahu apa yang harus ia katakan, sehingga Jonghyun bersusah payah menanyakan nama ketiga pemandu mereka dalam bahasa Inggris.

“Kau menanyakan nama kami?” si perempuan bertanya, karena ia kesulitan mengerti bahasa Inggris aksen Korea. Jonghyun mengangguk.

Ketiga pemandu CNBLUE saling berpandangan sebelum menjawab, “Harry—“ kata si pemuda berkacamata bulat.

“—Ron—“ pemuda berambut merah menyambung.

“—Hermione,”

Keempat CNBLUE membuka mulut mereka. Menyadari hal itu, Minhyuk cepat-cepat mengatupkannya kembali. Ia bertanya, “Kemana kita akan pergi?”

“Ke ujung jalan sana,” Hermione menunjuk sebuah jalan sepi yang berada di sudut sebuah gedung. “Dari sana kita akan naik portkey untuk sampai ke tujuan kita yang sebenarnya. Tujuan apakah itu, akan kami katakan nanti,” ia mengakhiri dengan senyum manis.

Selama perjalanan yang cukup melelahkan (walaupun jaraknya dekat, keempat anggota CNBLUE membawa koper dan alat musik mereka masing-masing), keempat anggota CNBLUE meyakinkan diri mereka sendiri bahwa semua yang dialami adalah mimpi. Bahkan diam-diam Minhyuk meminta Jungshin untuk mencubit pipinya. Belakangan ia menyesal meminta Jungshin melakukan itu karena pipinya menjadi terasa sakit. Kesimpulan: bukan mimpi.

Ron meminta mereka semua untuk berpegangan erat pada sebuah topi usang. Yonghwa, Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin, yang baru pertama kali menggunakan portkey, merasakan sensasi berputar sangat cepat yang membuat mereka pusing, bahkan sedikit mual. Satu tangan berpegangan erat pada topi, satu tangan lagi berpegangan erat pada koper dan alat musik yang mereka bawa bukanlah hal mudah. Tubuh mereka beradu satu sama lain. Minhyuk sudah merasa ingin muntah saat akhirnya Harry berkata, “Lepaskan pegangan kalian!”

Semuanya menurut. Yonghwa, Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin jatuh terjerembab di atas rumput basah yang sangat hijau, koper mereka jatuh tak beraturan. Sementara Harry, Ron, dan Hermione terjun dengan anggun. Mereka bertiga membantu keempat anggota CNBLUE berdiri.

“Jangan khawatir dengan koper kalian. Kami akan urus,” ujar Harry, membantu Yonghwa berdiri. Harry, Ron, dan Hermione mengeluarkan sebuah tongkat—keempat anggota CNBLUE kembali membelalak tak percaya melihatnya—dan mengucapkan sesuatu sehingga keempat koper melayang mengikuti mereka pergi. Ketiga orang Inggris itu telah melakukan sihir!

Belum selesai rasa kaget Yonghwa, Jonghyun, Minghyuk dan Jungshin dengan kemunculan tiga orang penyihir yang hanya dibaca di buku dan dilihat mereka di film, kejutan lain menyambut. Pemandangan serba hijau menyambut mereka. Semakin berjalan, semakin mereka menyadari kehadiran orang-orang kerdil di sekeliling rumah kecil. Rumah-rumah itu dihiasi dengan pintu kayu bulat di depannya, dan taman kecil di sekelilingnya.

Ini tidak mungkin. Tidak normal, Jonghyun membatin.

Harry, Ron, dan Hermione membimbing mereka ke sebuah lapangan rumput luas yang telah didesain sedemikian rupa. Ada panggung mungil, kursi-kursi dan meja-meja, juga tulisan besar-besar yang terpampang di atas panggung itu: PESTA PERJAMUAN FIKSI FANTASI.

Yonghwa tidak bisa memikirkan apa maksud dari kata-kata itu. Mulutnya ternganga lagi melihat banyak orang-orang aneh yang berjejalan saling berebut tempat duduk.

“Itu dia! Mereka datang.” Seorang pria tua dengan jenggot dan rambut putih sangat panjang berkata.

“Maksudmu tamu yang akan bermain musik itu, Dumbledore?” seorang pria dewasa berkacamata, yang sangat mirip dengan Harry, bertanya keras dari tempat duduknya.

“Aku bukan Dumbledore!” si pria berjenggot panjang berkata marah, “Aku Gandalf!”

“Aku disini, James,” pria tua lain dengan rambut dan jenggot putih panjang yang sama dengan si pria tua marah tadi, namun berkacamata bulan-separo, mengangkat tangannya dan berujar tenang.

“Ah ya, maaf,” pria yang disebut James itu berkata, tersenyum jahil “habis kalian mirip sekali.”

Harry, Ron dan Hermione mengisyaratkan keempat anggota CNBLUE untuk duduk di sebuah meja di tengah lapangan, bersebelahan dengan orang-orang kecil berambut keriting. Mereka menatap Yonghwa, Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin dengan penuh minat.

“Ehem,” suara berdehem yang dalam dari pria berjenggot yang marah tadi mengalihkan pandangan semua orang. “Karena tamu kita sudah sampai, jadi aku mengucapkan selamat datang!”si pria mengedipkan matanya pada Yonghwa, Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin. “Selamat datang juga untuk teman-teman dari sesama alam fantasi. Kita berkumpul disini untuk menjalin keakraban, jangan ada permusuhan diantara kita sepertihalnya versus-versus yang dilakukan penggemar kita diluar sana. Aku senang untuk menyambut teman-teman dari alam Harry Potter ciptaan JK Rowling,” sorak sorai yang memekakkan telinga terdengar dari meja panjang di sebelah kiri dan kanan lapangan. “Teman-teman dari alam  Narnia ciptaan CS Lewis,” Jungshin terperanjat dari tempat duduknya saatnya geraman seekor singa terdengar jelas dari meja panjang lain disisi sebelah kiri lapangan, “teman-teman dari alam Bartimaeus ciptaan Jonathan Stroud,” sorak sorai dari meja panjang bagian belakang lapangan terdengar, “teman-teman dari alam Percy Jackson ciptaan Rick Riordan,” terdengar lagi sorak sorai, dan terus begitu tiap kali si pria memperkenalkan kelompok di tiap meja panjang. Yonghwa mengucek matanya berkali-kali melihat banyak sekali meja panjang dan orang-orang yang tampak sangat bersemangat.

Si pria berjenggot panjang sekarang berkata, “Sebenarnya mereka lebih dari alam fiksi anak-anak, tapi aku sangat ingin mengundang mereka. Charlie Bucket dan keluarganya, keempat anak lain penerima golden ticket dan keluarganya, juga tentu saja Willy Wonka dan coklat ajaibnya ciptaan Roald Dahl!” sorak sorai gemuruh kembali terdengar. Pria berpenampilan nyentrik membungkukkan badannya. “Dan kami sebagai tuan rumah, dari alam the Lord of the Rings ciptaan JRR Tolkien!” si pria bersorak sorai sendiri di atas panggung dengan konyol, disambut rekan-rekannya di meja samping yang dekat sekali dengan meja CNBLUE.

“Hyung, apakah ini nyata?” tiba-tiba Jungshin bertanya.

Yonghwa, Jonghyun dan Minhyuk mengangkat bahu dan tetap duduk dengan canggung.

“Namaku sendiri Gandalf,” Gandalf meluruskan jenggot panjangnya. “Dan saudara-saudara sekalian, tamu kita untuk kali ini adalah, CNBLUE!” sorak sorai yang jauh lebih keras dari sebelumnya terdengar. Yonghwa, Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin terpaku di tempat.

“Awwwww, saranghae CNBLUE!” pria botak tanpa hidung dari meja Harry Potter tiba-tiba menjerit histeris melihat CNBLUE.

“APA? Aku tidak tahu kau ngefans mereka, Voldemort!” tunjuk pria yang tadi disebut sebagai Willy Wonka.

Keempat manusia kerdil di meja panjang the Lord of the Rings tertawa terbahak-bahak. Bahkan seorang Lord Voldemort mempunyai jiwa fanboy (atau fanman? Dia kan bukan boy)

“Diam kalian, hobbit-hobbit!” geram si pria botak bernama Voldemort tersebut.

“Hey, hey, diam,” Gandalf berusaha menenangkan. “Er… aku juga ngefans banget sama mereka, itu sebabnya aku mengundang mereka,” ia tiba-tiba jadi salah tingkah menatap CNBLUE. “Selamat datang, CNBLUE! Kalian kami undang ke acara ini untuk bermusik, karena berdasarkan voting, kalianlah yang mendapat suara tertinggi dari banyak grup Kpop lain untuk tampil disini!” semua orang bersorak sorai, sementara keempat anggota CNBLUE masih tetap terpaku.

Teriakan-teriakan oppa, saranghae terdengar di setiap meja.

“Diam dulu, ya,” kata Gandalf. “Kami tahu kalian sudah tidak sabar menyaksikan penampilan CNBLUE. Tapi biarkan aku katakan pada mereka: selamat menikmati bermusik di Middle Earth! Sekarang kalian sedang berada di Shire, tempat para hobbit. Tadinya akan di Gondor tapi Aragorn mengusulkan disini, jadi—er—bahkan para peri dari Rivendell datang untuk menyaksikan kalian!”

Orang-orang—atau tepatnya peri-peri—cantik dan tampan berdiri, kemudian membungkuk pada CNBLUE. Salah seorang dari mereka mengirimkan kecupan, membuat pipi Minhyuk merona merah.

“Oke. Sekarang, kalian kami persilakan untuk naik keatas panggung.”

Yonghwa, sebagai pemimpin, berusaha untuk menampilkan wibawa dan menyembunyikan kekagetannya akan kejutan beruntun yang datang. Ia mengajak ketiga dongsaeng-nya untuk tetap semangat seperti biasa mereka akan tampil. Keterkejutan dan ketidak percayaan harus disembunyikan.

“Er—teri—maksudku—“ Yonghwa baru saja menyadari bahwa ia berbicara bahasa Inggris dengan aksen yang sama seperti orang-orang di tempat ini. Ia bahkan baru menyadari bahwa ia mengerti dengan mudah semua yang diucapkan orang-orang disini, seperti ia penutur asli bahasa Inggris.

Seolah membaca pikirannya, Hermione berseru dari tempat duduknya, “Kami menyihir kalian agar mudah berkomunikasi dengan kami. Well, kecuali bahasa peri dari Rivendell yang akupun tidak mengerti. Bahasa itu tidak sama dengan rune padahal aku sudah belajar keras untuk mengerti tapi—“

“Diam, Hermione!” potong Ron.

Pandangan semua orang kembali pada CNBLUE. Bahkan walaupun mereka sudah sering tampil di hadapan orang yang lebih banyak dari sekarang, kaki dan tangan Yonghwa, Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin gemetaran melihat banyak orang-orang sampai makhluk-makhluk aneh dan binatang yang seharusnya hanya ada di film dan di buku.

Yonghwa berdehem. “Terima kasih atas perhatiannya. Kami benar-benar senang dan bangga bisa memiliki kesempatan ini, mengalahkan grup K-Pop lain untuk tampil disini. Kami sendiri terkejut kalian semua ternyata penggemar K-Pop—“ gemuruh sorak sorai membahana.

“Kami K-Popers!” teriak laki-laki yang sebelumnya disebut James, diiringi tepuk tangan yang lain.

Rasa percaya diri Yonghwa semakin tinggi. “Ya, terima kasih telah memilih kami. ARE YOU READY?!” teriak Yonghwa.

“YEAAAAAHHHHH!”

Maka dimulailah pesta perjamuan dengan diiringi penampilan dari CNBLUE. Sejujurnya seperti konser, karena hanya sedikit yang makan dan minum. Selebihnya benar-benar menikmati penampilan CNBLUE. Mereka menyanyikan lagu One Time, Lets Go Crazy, Ready N Go, I’m a Loner, In My Head, dan banyak lagu lain. Mereka juga mengaransemen lagu-lagu soundtrack dari film-film yang hadir dalam pesta perjamuan. Di waktu yang seharusnya akhir dari penampilan, semua yang hadir meminta encore. CNBLUE menampilkan lagu tentang Willy Wonka.

“Terima kasih!” mereka menutupnya dengan semangat.

Gemuruh tepuk tangan berdatangan. CNBLUE turun dari panggung kecil itu, dan ikut makan bersama. Tentu saja tidak ada kimchi, tapi mereka lumayan menikmati hidangan yang disediakan; seringkali diselingi acara foto-foto dari kelompok meja panjang yang mempunyai atau membawa kamera. Kelompok dari Lord of the Rings melihat dengan iri.

Selama beberapa jam acara berlangsung meriah, dan keempat anggota CNBLUE sudah sangat nyaman dengan suasananya. Mereka bahkan saling tertawa dengan Aslan si singa. Canda tawa itu teralihkan oleh langit Shire yang seharusnya cerah menjadi mendung dan udara dingin sekali.

“DEMENTOR!” teriak Harry.

Tebakannya benar. Lebih dari dua puluh dementor mengelilingi mereka, mencoba mendekati CNBLUE. Patronus keperakan dari  tongkat setiap penyihir keluar, merintangi para dementor dan akhirnya membuat mereka semua terlempar. Bahkan Gandalf ikut membantu, bahkan walaupun ia bukan penyihir yang bisa menghasilkan patronus.

Tiba-tiba terdengar teriakan.

“MINHYUUUUUUK! MINHYUUUUUUK!!!!!!!!”

Semua orang menoleh. Jungshin berteriak histeris menyadari Minhyuk, yang tadi berada di sampingnya, tiba-tiba lenyap. Yonghwa dan Jonghyun juga sama histerisnya.

“Kemana Minhyuk? MINHYUK!” seru Yonghwa kalang kabut.

“Tidak mungkin!” seorang anak laki-laki berteriak. Jared Grace dari  The Spiderwick Chronicles ciptaan Holy Black menunjuk ke langit, dimana Minhyuk dicengkeram yang, dalam mata Yonghwa, seperti burung besar.

“Minhyuk diculik burung besar?” tanyanya heran.

“Itu bukan burung,” jawab Jared. “Itu adalah ogre, raksasa jahat yang bisa menyerupai apapun. Ia menyamar sebagai burung. Minhyuk diculik ogre!”

 

11 thoughts on “THE ADVENTURE OF CNBLUE [part 1]

  1. SEV EONNIIIIIIIII \(´▽`)/
    KEREN BGT FF NYA AAAAAA…..
    om han sok misterius bgt sih wakakak fantasi nya dapeeeeet, walaupun dari tokoh2 itu yg aku kenal betul cuma keluarga willy wonka (?) ._.v

    gaktau kenapa lucu aja liat voldemort ngefans sama cnblue xDD

    aku penasaran kenapa minyuk ilang, LANJUTANNYA YA EONNNNN \(´▽`)/

  2. wkwkwkwkwkw chingu sumpah baca ini tuh kocak banget. tiba-tiba ada harry ada gandalf dsb. wkwkwkwkwk
    dapet fantasinya,bikin series aja,tau taunya minhyuk jadi tangan kanan voldemort dan gak bisa pulang ke korea *Author : lu bawel banget sih yang bikin cerita lo apa gue? Reader : iya kamu thor *nangis dipojokan*
    abaikan yang tadi ya haha
    nice ff :333

  3. AMAZINGGGGGGGG
    ,,,,,,keren bgt!!! pokoke fiksi fantasy’a dapet bgt!!!! bnr2 bikin fantasy q jalan2 nih…he3
    jd kangen ma HARPOTT
    ngebayangin voldemort suka m CNBLUE bikin ketawa loooooo
    arti’a kan CNBLUE bnr2 DEABAKKKKKK!!
    tp ni ada part selanjut’a kan????
    minhyuk dibawa kemana nih!!!! jangan lama2 ya ^^

  4. Gyaaaaa kamsahamnida buat komen2nya *hugs*
    Iya ini baru part 1 nanti bakal ada part selanjutnya yg lebih memfokuskan sama petualangan di middle earth hwehehe😛 –> spoiler
    Makasih ya buat komen2nya, jadi tambah semangat bikin lanjutannya. nasib minhyuk? Ada deeeeeeh😛 *digeplak*

  5. Kyaaaa suka sama ini, authornya samaan neh ma aq suka cerita fiksi🙂
    Harry potter, narnia, percy jackson, spiderwick, willy wonka aahhh suka deh
    Top deh authornya🙂

    Lanjutannya jgn lama2, penasaran dgn nasib minhyuk

  6. eonni author, sukaaaaaaaaa bgt sm ffnya. ahirnya ada jg cerita fantasi. berasa ada temen doyan cnblue sm fantasy >,<
    senangnya voldemort udah tobatc:D
    ditunggu lanjutannyaaaa😀
    suka suka sukaaaaaaaaa…

  7. wkwkwkwwk~ lucu banget mah~
    baru tau pihak FnC bisa bayarin smua makhluk fantasi itu~ wkwk
    untung yang di undang cnblue, bukan shinee.
    bsa2 harmonie di culik si taemin~ hahha

    ditunggu sequel nya yaa?🙂

  8. hayalan benget thor, hahaha seneng bgt cn blue brgabung dgn tokoh2 fantasi favoritku. apalg voldemort, hahaha… orng seserem dia trnyata bsa mengidolakan kpop, ngebayangn wajahnya kyak gtu, lucu x y

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s